Title : (Bad) Blood #9 [What's wrong?]
authornim : innochanuw
disc : warn!boyxboy! boyslove! violet-word-and-action? Fantasy! Drama?! Rate-up?! –plis the plot is mine, the characters are belongs to their family and agency. DON'T LIKE DON'T READ~!
Cast : all ikon's members pair: full of YunChan? Nyaha, gak keliatan sih sebenarnya absurd gaje:v
.
.
.
.
Author POV
"Sudah merasa lebih baik hyung?"
Yunhyeong mengangguk pelan yang semakin membuat Donghyuk khawatir. Sudah pergi tanpa izin, ada serangan, kembali-kembali sudah berwujud rubah sempurna dan pingsan, siapa yang tidak khawatir?
"Kau baru saja pingsan tiba-tiba hyung! Dalam keadaan berdarah-darah, telanjang dada juga! Kalau ada apa-apa ceritakan saja semuanya padaku!"
Pemuda berambut agak ikal tersebut hampir saja berdecih saat menyadari sesuatu yang ganjil. Ia menundukkan kepalanya dan mendapati dirinya masih berpakaian yang lengkap –kecuali atasannya yang berbeda, efek berdarah-darah yang disebut-sebutkan tadi.
"Ah masa sih aku tidak pakai baju?" tanyanya heran yang hanya dibalas cubitan gemas di kedua pipinya.
"Tentu saja! Maka dari itu aku khawatir! Bagaimana bisa kau tidak memakai bajumu? Karena berubah menjadi rubah huh?" Aneh. Saat menolong Jun dalam bentuk rubah, Yunhyeong merasa ia masih memakai bajunya meskipun merasa agak kedinginan –dengan pikiran positif kalau suhu dibawah normal punya Jun itu mempengaruhi segalanya dan itu sudah malam– kenapa saat ia pingsan dan mungkin langsung berubah menjadi rubah lagi, dia tidak memakai baju?
Lalu kenapa dia pingsan ya? Kelelahan?
"...Darah siapa sih?"
Yunhyeong mengerjapkan matanya cepat dan tetap melihat Donghyuk sebagai dokter pribadinya yang masih bersedekap dengan wajah cemberut.
"Apa? Kau tanya apa? Aku tidak mendengarnya..."
"Aish!" Pemuda Song tersebut hanya bisa menyunggingkan cengirannya. "Kutanya itu darah siapa itu? Bukan darahmu sekali...warnanya berbe-"
Oh iya, Jun.
"Do-dongie, aku pergi sebentar," Yunhyeong langsung keluar dari ruang kesehatan dengan cepat tanpa hambatan sakit kepala, sakit disana sini, atau apapun itu. mungkin benar, dia hanya kelelahan dengan perubahan dirinya yang tiba-tiba.
Ia harus memastikan bagaimana keadaan Jun sekarang.
.
.
.
"Loh? Yunhyeong?" Aish, apa lagi sekarang? Yunhyeon berbalik dengan ekspresi sebaik mungkin dan mendapati Jinhwan yang sudah berpiyama sapi sudah berada di belakangnya dengan kepala yang sedikit dimiringkan.
"Sudah sadar? Atau daritadi? Atau kau kabur lagi?"
"Aku mau ke kamar kok, tidur. Istirahat. Di kamar Chanwoo lagi ya? Hehe..."bohong Yunhyeong nyengir. Ia masih menahan gagang pintu yang mulai bergerak tak beraturan, memaksa untuk terbuka. Yunhyeong harus cepat-cepat kabur sebelum dia disergap oleh Donghyuk dan Jinhwan sekaligus.
"Hoam~Bersama Chanwoo lagi? Kenapa sihhh, aku malas dengan Hanbin, minta cuddle terusss..."Ah, Yunhyeong jadi sedih sendiri melihat hyungnya yang terlihat kelelahan sekali. Sepertinya benar, setelah dia pergi terjadi berbagai macam kekacauan. Salah satunya tentu saja bukan karena khawa-
"Aku tidur dengan Donghyuk ya? Lalu Hanbin dengan Jiwon begitu? Heum heum~ apa kamu tidak tau betapa khawatirnya kita semua, Song?"
Yunhyeong terdiam sebentar. Samar-samar, suara pukulan pintu di belakang punggungnya terdengar tapi dia tidak peduli.
"...Tidak usah khawatir hyung. Aku...bukan siapa-siapa bukan? Sebentar lagi aku juga keluar..."entah dalam keadaan hidup atau tidak.
Ekspresi kusut Jinhwan langsung berubah drastis. "Jangan bilang seperti itu. bukankah aku sudah bilang kita pasti akan keluar?"
"Tapi hyung!" Yunhyeong menarik nafas panjang seraya menempelkan punggungnya ke pintu. "Kapan? Kalau kita keluar pun aku tidak akan lepas dari kalian dengan mudah bukan? Aku hanya mau lepas dari kalian, itu saja! Kenapa begitu sulit? Bukankah keberadaanku memberatkan kalian?"
Jinhwan menggeleng keras. "Bukan...bukan begitu..." Suaranya yang tadi mulai meninggi berubah menjadi agak parau dan Yunhyeong terlalu tersulut emosi untuk menyadari hal itu. Jun sama sekali tak mengertiny dengan terus menerus menyuruhnya diam, Donghyuk tampak tak membantu, hanya Jinhwan selaku orang terdekatnya dan paling tua di antara mereka yang bisa dia 'andalkan'.
"Ada sesuatu di dalam dirimu yang membuatku tak bisa melepaskanmu begitu saja jika kita sudah keluar...bukan hanya aku saja pasti tapi yang lain juga merasakannya apalagi Jun dan Chanwoo...aku tidak tau pasti itu apa tapi sesuatu itu benar-benar besar, Yun. Bahkan aku juga bingung..." Pemuda berkulit cukup pucat tersebut menelan air ludahnya lamat-lamat. "Ini bukan perihal kau sudah berubah jadi rubah dan berarti kau sudah menjadi bagian dari kita. Atau soal kamu yang tolong-jangan-pernah-terluka karena fitur kulit dan wajahmu. Alasannya bukan itu, ini lebih kuat dan sepertinya Jun beserta Chanwoo juga masih bingung bagaimana bisa kau mempunyai daya tarik sebegitu kuatnya dan apa alasannya. Maka dari itu, kami semakin menjagamu dan kemungkinan memundurkan waktu untuk kembali..."
Apa? Jangan-jangan mereka sudah tau aku ini...tidak mungkin! Tapi Jun bilang kalau mereka tidak menceritakan semuanya padaku karena curiga? Jinhwan hyung juga curiga?
"Tapi...kenapa?" Yunhyeong kehilangan suaranya. Hatinya tiba-tiba 'busshh', lenyap begitu saja segala macam perasaaan dan pertanyaan yang bercokol di otaknya. "Aku hanya manusia biasa, hyung. Apa lagi yang kalian cari dariku? Keluargaku? Apa aku harus menceritakan semuanya tentangku pada kalian agar masalah selesai?" Pemuda Song tersebut memijat pelan pelipisnya sebelum menghela nafas berat. Gedoran di belakangnya sudah hilang tapi ia tetap harus cepat-cepat pergi, kabur dari situasi.
"Aku lelah. Hyung juga kan? Donghyuk masih di dalam ajaklah dia tidur, Good bam," Lalu sepasang tungkainya langsung melangkah (setengah di seret) lunglai menuju ke kamar Chanwoo yang tak terlalu jauh, tidak perlu melewati kamar keramat Jun atau ruang serbaguna.
Tiba-tiba saja tubuhnya terasa lelah sekali. Mungkinkah ia baru lelah dan sakit sekarang setelah pingsan tadi? Atau hanya capek mental karena tak bisa mengatakan apapun pada Jinhwan?
Sementara itu, Jinhwan hanya memandang nanar punggung Yunhyeong yang semakin menjauh. Di sampingnya sudah ada Donghyuk yang tidak seanarkis tadi.
"Tidak mau bicara apapun ya hyung?"
"Iya," Jinhwan tersenyum pahit. "Mungkin ini terlalu berat baginya. Dari awal aku dan Jun memang sudah curiga bagaimana bisa dia masuk ke hutan ini tanpa alasan tertentu. Hah~Padahal kalau dia terbuka, kita akan membantunya."
Kapan kau mau jujur, Yunhyeong-ah? Kenapa kau ingin cepat-cepat keluar dan lepas dari kami?
.
.
.
.
Chanwoo tidak terkejut lagi melihat hyungnya yang disebut-sebut kembarannya itu sudah telentang seenaknya di atas ranjang sebelahnya.
"Kita jadi roomate resmi nih hyung?" ledeknya berusaha setenang mungkin dengan fokus pada buku bacaannya. Rumah mereka (aneh rasanya menyebutnya begitu, ini dibuat oleh dirinya yang notabene seorang werewolf dan Jun si vampire. Sarang atau daerah teritorial?) seketika geger waktu Yunhyeong menghilang lalu 'alarm' darinya keluar alias penanda Yunhyeong sudah keluar dari daerah yang sudah ditandainya sekaligus ada 'orang' aneh yang masuk ke daerahnya. Tentu saja setelah insiden Jiwon dan Hanbin bermandikan darah yang ganjil itu –terakhir kali waktu adegan berdarah-darah begitu ada sebelum Hanbin selaku teman pertamanya selain Jun–, hidup mereka belum bisa dikatakan tenang.
Dalam hitungan detik, Chanwoo langsung mengevakusi semua orang dan Jun akan menjadi 'penjaga' rumah mereka sekaligus penyerang. Tapi ternyata itu hanya alarm palsu (aneh, sangat aneh. Bagaimana bisa daya sensornya salah?) dan Yunhyeong sedang dalam awasan musuh setempat yang tentu saja bisa diselesaikan dengan mudah –jangan tanyakan bagimana caranya karena sedaritadi ia tidak melihat Jun.
Semuanya terjadi begitu cepat di luar dugaan. Pemuda berpipi chubby itu sampai bingung sendiri, seharusnya tak ada serangan dalam waktu sedekat ini, bagaimana bisa daya sensor dan alarmnya salah, Yunhyeong seharusnya tak secepat ini berubah, dan lagi kenapa bisa ada vampire rendahan yang seharusnya tak bisa menyerang atau membunuh?
Itu masih sebuah misteri dan benar-benar menguras kerja otak kecilnya. Semua tidak berjalan sesuai rencananya.
Tapi pasti Yunhyeong lebih bingung lagi. Dia tidak tau apa-apa dan mengalami semua hal dalam satu waktu, begitu cepat. Jadi Chanwoo lebih memilih diam dan sedikit memancing untuk mendengarkan apa yang terjadi sampai vampire rendahan yang kelaparannya itu melepaskannya dengan selamat.
"Boleh saja sih, eh tapi jangan aku bosan, malas sekali. Jinhwan hyung sudah kangen aku soalnya," balas Yunhyeong asal. Bukan pilihan yang tepat memang untuk sekamar dengan Chanwoo lagi setelah mendengar pernyataan langsung yang keluar dari bibir Jinhwan hyung tapi...entahlah Chanwoo terlihat seperti ingin memberitahukan sesuatu (yang pastinya lebih banyak dari yang diketahui Jinhwan) dan menjelaskan sesuatu juga dibalik tampang kalemnya itu.
Selain itu juga, sebelum ingin memperjelas dan mengklasifikasi pernyataan Jinhwan hyung yang baru saja ia dengar ada yang mau ditanyakan oleh Yunhyeong juga, terlepas dari dirinya yang tidak bisa keluar dari lingkaran orang-orang disini dan hutan anehnya.
"Bagaimana tadi? Hyung merasa pusing?"
Yunhyeong menggeleng. "Ani, aku hanya merasa lemas...barusan saja saat mau kesini."
Chanwoo menurunkan bacaannya dan menoleh ke arah Yunhyeong yang mulai menatapnya aneh.
Tidak, tidak ada yang salah. Benar, darah di tubuhnya bukan darinya tapi kenapa fisik manusianya tidak memberikan reaksi setelah perubahan menjadi rubah dalam waktu singkat...? tidak ada yang terluka, bagaimana bisa?
"Aku sudah tidak tahan lagi hyung," Pemuda Jung tersebut menghela nafas berat. "Banyak sekali yang ingin kutanyakan, melebihi cerewetnya seorang Kim Donghyuk tapi pasti banyak yang ingin Yunhyeong hyung tanyakan juga kan? Jadi aku mengalah dan hanya mau menanyakan satu hal," Ada jeda sedikit disana sebelum Chanwoo berubah posisi tengkurapnya menjadi telentang, agak miring menghadap Yunhyeong yang mulai terlihat gugup. "Bagaimana bisa hyung berubah jadi rubah? Kalau perlu, kronologis cerita hyung lepas dari vampire rendahan itu. Tidak usah detail. Pastinya kalian kejar-kejaran dulu bukan? Lalu ada Jun juga...dan Jun diserang? Jadi darah di bajumu itu darah Jun? Aku tidak bisa melihat kalian tapi seluruh daerah hutan ini beserta tanah, pepohonan, tumbuhan, dan berbagai macamnya sudah kutandai daya sensorku hanya saja..."Keningnya berkerut dalam. "Aku bisa merasakan Jun dan vampire rendahan itu bertarung tapi aku tidak merasakan keberadaan hyung sama sekali disana, sama sekali. Padahal jelas-jelas hyung ada disana, isanghae..."
Aduh benar-benar habis aku, bisa ketahuan langsung ditempat i-
"A-aku..."Yunhyeong mengulas senyum, semakin menunjukkan betapa gugupnya ia sekarang. "Berubah begitu saja. Entah aku juga bingung. Saat terkena sinar bulan purnama, aku sudah mulai berbulu rubah dan berubah jadi rubah sepenuhnya setelah bermandikan cahaya bulan...mengalir begitu saja. Mungkin karena wujud baruku kamu tidak mengenaliku?" sahutnya agak ragu dan harap-harap cemas juga. "Memangnya kenapa? Apa ada masalah?" tanyanya lagi. Meskipun kedoknya mulai agak terancam, ia harus tetap terlihat agak 'tenang'.
Kening pemuda Jung tersebut agak berkerut.
Kenapa harus gugup? Ada ada yang disembunyikan lagi? Tapi...Tapi bersyukur saja dia mau buka mulut, aku kalau jadi dirinya akan menangis dan minta pulang saat ini ju-tunggu kenapa yunhyeong hyung tampak tak terkejut? Setelah semua terjadi dan melihat darah serta wujud rubahnya...Tekanan mental tak ada? Apa cara mengekspresikan keterkejutannya adalah dengan gugup begini?
"Ehem," Chanwoo berdehem pelan sampai Yunhyeong benar-benar tak bisa fokus. "Jadi yang kukatakan semuanya benar? Aku hanya mendapatkan gambaran samar-samar...sensoring-ku benar-benar buruk..."
Yunhyeong mengangguk pelan. Bernafas lega juga Chanwoo benar-benar tidak menanyakan mendetail sampai apa-yang-terjadi-dengannya-dan-Jun yang kalau dipikir-pikir tidak ada penting dan bergunanya sama sekali.
Chanwoo mengulas senyum puas. Meskipun ada kejanggalan disana-sini, senang rasanya Yunhyeong mau bicara sedikit dengannya, mungkin hyungnya tersebut lebih percaya padanya ketimbang yang lain karena lebih sering 'berkomunikasi' dengan Jun. Chanwoo sendiri sebenarnya sudah tau soal apa-yang-terjadi-dengan-Yoyo-dan-Jun karena ingat bukan tadi dirinya bilang apa? Hanya keberadaan bahkan samar-samar gambaran Yunhyeong di sensoringnya tapi Jun masih ada dan tentu saja dari gerak-geriknya, ketahuan sekali apa yang sedang 'mereka' lakukan tapi pemuda tinggi tersebut tau hal tersebut memang tak lazim untuk dibahas jadi ia lebih memilih utnuk diam saja.
Mungkin soal perubahan rubahnya bisa dibahas nanti...itu wajar juga sih terjadi...refleks seekor hewan dalam bahaya...
"Nah jadi aku sudah selesai bertanya jadi ada yang mau ditanyakan hyung?"
"Aku..." Rasa cemas dan gugupnya menguap begitu saja. Yunhyeong benar-benar fokus ke apa yang mau dia tanyakan sekarang. Keningnya berkerut, berusaha mengingat momen beberapa jam yang lalu –well, sekarang jam entahlah pastinya tak sampai 4 jam menuju pagi dan mereka baru mau tidur kalau kalian mau tau– tapi apa benar tak apa menanyakannya?
"Hanya kau menanyakan sesuatu, apa..." Mata doe Chanwoo terbelak kaget saat wajah hyungnya tersebut langsung merengsak maju ke wajahnya juga. Demi apapun apa yang terjadi?! Mabuk rubah?!
"...Kalau posisinya sedekat ini memangnya akan yang terjadi sih?" Chanwoo mengerutkan keningnya tak mengerti sementara Yunhyeong sudah berhenti merengsak maju dengan kedua ujung hidung mereka saling bersentuhan.
Kenapa waktu dengan Jun rasanya aku seperti mabuk ya? Mau mati...jantungku mau meledak tapi kenapa dengan Chanwoo...
"Ciuman," jawab Chanwoo tak bernada sekaligus kesal dengan apa motif tingkah tiba-tiba hyungnya itu karena demi apapun, untuk ukuran manusia dirinya masih bocah kelas ujung SMP dan tiba-tiba sudah sedekat ini dengan seseorang yang lebih tua dan dianggap kembaranmu sendiri? siapa juga yang tidak merasa aneh?
Tidak, Chanwoo lebih merasa seperti risih.
"Te-tentu saja tidak hyung!" elaknya buru-buru waktu ekspresi yang lebih tua mulai berubah. Sebentar lagi dia SMA dan Chanwoo tentu saja tidak seperti anak polos agak lugu seperti anak seumurannya tapi kenapa Yunhyeong rasanya ingin memarahinya karena tau sebelum waktunya? Ingin rasanya Chanwoo berteriak mengingatkan kalau dia bukan bocah baru lulus SD.
"Ayolah menjauh hyung, bukankah ini terlalu dekat? Teman tidak pernah sedekat ini hyung..." sahutnya kembali, akhirnya memilih untuk mengalah. Biarkanlah Yunhyeong dengan imajinasinya yang mengira seorang Jung Chanwoo masihlah seorang bayi. "Memangnya ada apa sih hyung? Hanya ini yang ingin hyung tanyakan?"
Chanwoo berusaha bersikap senormal mungkin (meskipun mata adorable Yunhyeong dan ekspresinya benar-benar...aish! orang normal mana yang tidak...? astaga!) tapi Yunhyeong masih tetap kekeh, dahi mereka sudah saling bersentuhan dan pemuda Song ini sedang mencengkram kedua tangannya yang tadi bebas.
Kenapa bisa begini?! Bahaya!
"Aku hanya bingung..." Suara Yunhyeong seperti tenggelam dalam keheningan. "Tadi aku lebih dekat dari ini tapi rasanya jantungku mau meledak tapi kenapa denganmu tidak ya? Padahal kalian sejenis, sama-sama 'murni' dan sama-sama laki-laki..."
Ah, Chanwoo mengerti sekarang. Yunhyeong sedang membahas kejadian-oke-nya-dengan-Jun.
Jadi ternyata benar yang aku lhat di'pengelihatan'ku? Jadi Jun sudah menemukan soulmatenya setelah sekian lama ditinggal oleh-
"Song Yunhyeong! Jung Chanwoo! Astaga, apa yang kalian lakukan malam-malam begini?!"
.
.
.
-tbclagiguys
Hai? Duh, kambek malah responnya minim kali sedih. Tapi jung datang untuk kalian semua/? /yaterus /gagunalo sengaja nih dibikin pendek-pendek lagi. Ini bakalan selesai sampai part berapa ya kira-kira...
HAHA KOK INI JADI FULL YUNCHAN SIH GAKUKU
Tolong dong kalian tebak, sebenarnya yoyo si manis ini apa yang dia rahasia kan sih? Kedok apaan yang dia pake? Kenapa dia mau cepet keluar? Lalu kapan kakaknya yoyo nongol?! (pertanyaan terakhir abaikan aja, ini jung bener-bener mau kakaknya yoyo disini cepet muncul karena dia ganteng banget /yaterus )
Hayo tebak, Jun sama yoyo ada apa nih? Kenapa yoyo gak bisa terdeteksi oleh dedek chanu? Kenapa alarm si dedeq bisa salah? Kenapa vampire kampungan/? Nyerang mas yoyo?!
Tebak dong, karena fantasy yang suka diluar nalar karena imajinasi yang membatasi (dan imajinasi tak pernah terbatas btw) pasti selalu berhubungan sama mystery khusus menurut Jung (karena saia gak suka fantasy karena bukan ilmiah dan dianalisis pake otak) jadi tebak dong~ wahaha /maksabangetsih
TADADANG! Poster buat ff ini! Gak keliatan ya? dan itu banyak yang tersensor alias blur /apa /apaitu semoga bikin menarik sih, mau ada rencana bikin summary tapi...menurut kalian gimanas? Ini masih full of mystery sih jadi kalo summarynya bikin jelas banget to the point, pastinya kalian semua tau endingnya bakalan kaya gimana.
Jung gak pernah ngomong gini tapi...mind to review? /aw/
