A/N

Chap 10 Update.

Entah kenapa kalau Saya nulis balesan review pasti ada aja nama yang hilang, tapi balesannya masih ada. Aneh deh. Dan walaupun sudah berulang kali beberapa kata di ganti, misalnya"bias" menjadi "bisa", tapi tetep saja pas di upload kata "bisa" nya berubah lagi menjadi "bias." :v

Wah, chap kemaren yang review lebih dikit dari chap sebelumnya -_-. Gak papa deh, semoga chap ini lebih baik dari chap kemaren.

Sesuai dengan saran salah satu reader, mulai dari chap ini saya mulai memperbaiki gaya bahasa yang kurang/tidak baku.

Chap ini update lebih cepet dari biasanya, kenapa? Karena akhir akhir ini saya nganggur #plak

Oh ya, di fict ini ada beberapa perbedaan pembagian jurus di Naruto cannon, perbedaan gelar Maou dan juga jenderal di Highschool DxD (Selanjutnya saya tulis H DxD). Untuk pembagian senjutsu, taijutsu dan lain-lain saya lebih condong ke H DxD.

Di H DxD, gelar Yondai Maou nya yaitu Lucifer, Leviathan, Beelzebub, dan Asmodeus. Di fict ini saya menganut ke 4 Prince of Hell, yaitu Satan, Lucifer, Leviathan, dan Belial (Saya tau 4 Prince of Hell itu dari google).

Udah ah bicaranya, selamat membaca.

.

.

"Bicara."

'Bicara dalam hati'

[Baca do'a, mantra, kalimat kutukan, dsb]

-SFX, P.O.V-

.

.

.

Youjutsu: Teknik siluman

Senjutsu: Teknik mengendalikan aliran chi tubuh.

Senjutsu alam : Teknik mengendalikan aliran chi alam.

Taijutsu: Teknik bertarung yang menggunakan serangan fisik.

Genjutsu: Teknik Ilusi.

Tentu saja disini gak ada Ninjutsu karena Ninjutsu artinya "Teknik Ninja".

.

.

.

-Naruto POV-

Seharusnya hari ini adalah waktu untuk bersenang-senang bagi kelas XI-1 hingga XI-4. Tapi tidak bagiku dan bagi keluargaku. Si nenek tua, Raja dari keluarga Senju menyuruh kami, keluarga Uzumaki untuk memburu Iblis pelarian.

Aku, Hinata, dan Shikamaru sedang berada di dalam hutan yang dicurigai sebagai tempat Iblis pelarian rank C bersembunyi. Yami dan Yugito tidak ikut berburu karena mereka berada kelas yang di kelas XI-5 dan Yugito di XI-7. Shikamaru… sebenarnya dia gak mau ikut. Yah mau gimana lagi, ini perintah si Iblis Greed membuatnya tidak bisa membantah.

.

.

.

Judul : Guilty Life

Disclaimer : Naruto miliknya Masashi Kishimoto, semua Chara yang ane pakai minjem om Kishi.

Warning : OC, GaJe, OOC mungkin. Terinspirasi dari Highschool DxD tapi Insya Allah alurnya beda

Summary : Dikirim ke dimensi lain dengan dalih untuk membunuh Iblis yang ada disana, padahal Hinata hanya dibuang oleh keluarganya karena diramalkan akan menghancurkan klannya sendiri. Hinata baru menyadari itu setelah dia diberitahu iblis yang harusnya ia bunuh. Ia mengikat kontrak dengan si Iblis dan menjadi pelayan Iblis demi mengetahui kebenaran tentang dirinya. Terinspirasi dari Highschool DxD, alur beda.

.

.

.

"Apa yang harus kita lakukan?"

Hinata bertanya pada Shikamaru yang ada di belakangnya. Saat ini Hinata dan Shikamaru saling memunggungi, keduanya dalam posisi siaga tempur. Dahi Shikamaru berkerut karena sedang berfikir keras. Musuh yang ada dihadapan mereka benar-benar membuat Shikamaru kerepotan. Belum lagi jurus bayangannya tidak efektif untuk melawan musuhnya.

"Seharusnya Rank C gak sekuat ini kan?"

Shikamaru mendesah. Entah karena apa, bukannya melawan Iblis pelarian rank C, tetapi saat ini Shikamaru bersama Hinata sedang melawan Yokai rank A+. Sebenarnya mereka melawan dua musuh, dan hebatnya salah satu dari mereka adalah Iblis rank S.

Naruto saat ini sedang melawan Iblis rank S entah dimana. Sedangkan Yokai rank A+ menjadi lawan Shikamaru dan Hinata.

"Hinata, kamu masih bisa menggunakan Dual Holy Desert Eagle?"

"Tentu."

Jurus 'Demonic Mirroring Ice Cystal' yang dikeluarkan oleh musuh yang dikira Shikamaru dan Hinata adalah bergendercewek, benar-benar membuat mereka berdua kerepotan. Musuhnya yang Shikamaru kenal dengan nama Haku, telah menghujani mereka dengan puluhan senbon. Cermin-cermin dari es melayang mengelilingi mereka dengan jumlah yang banyak, semuanya memantulkan bayangan Haku. Mungkin serangan jarak jauh dapat menjatuhkan Haku, pikir Shikamaru.

"Gunakan itu untuk menghancurkannya."

Hinata sudah membaca do'a sebelumnya sehingga dia hanya perlu mengkonsentrasikan aura sucinya menjadi bola peluru. Bola peluru ditembakan Hinata menghancurkan beberapa cermin es. Namun, cermin es terus ada menggantikan yang rusak.

"Aku tidak suka membunuh, namun ini perintah tuanku untuk membunuh kalian. Maafkan Aku."

Suara lembut bergema di area hutan. Mungkin Haku adalah kriminal ter-baik hati yang pernah ada. Dirinya tidak akan membunuh siapapun dan tidak akan menyakiti siapapun jika tuannya tidak menyuruh Haku untuk melakukan hal tersebut.

Beberapa senbon kembali Haku luncurkan. Hinata yang hendak melakukan Protection of the Eight Trigrams Sixty-Four Palm, tubuhnya tidak bisa bergerak akibat bayangan yang mengikatnya. Hinata segera menyadari maksud Shikamaru. Hinata mulai berkonsentrasi untuk membuat peluru suci lagi. Beberapa senbon yang melesat berhasil di tangkis Shikamaru. Namun beberapa ada yang berhasil menusuk Shikamaru, usaha Shikamaru termasuk berhasil karena tujuan sebenarnya adalah melindungi Hinata.

"Dari arah jam 2, sekarang!"

Dengan kemampuan analisis yang luart biasa, Shikamaru bisa tahu dari arah mana senbon tersebut di lemparkan. Hinata melepaskan peluru suci nya dengan kecepatan yang luar biasa, dia tidak mau kesempatan yang dibukakan Shikamaru hilang begitu saja. Dan benar saja, peluru suci yang lebih besar dan pekat itu berhasil mengenai bahu kiri Haku.

Puluhan cermin es terjatuh ke tanah membuat suara pecah. Haku sudah tidak bisa mempertahankan eksistensi cermin es nya karena menahan rasa sakit yang luar biasa.

"Akhirnya."

Shikamaru mendesah lega, namun tubuhnya langsung ambruk seketika itu juga. Senbon yang Haku keluarkan ternyata mengandung racun.

"Shikamaru!"

Hinata menjerit, temannya kini dalam keadaan pingsan. Kini hanya dirinya saja yang masih berdiri meskipun sudah tertusuk senbon yang Haku punya.

"Hinata? Shikamaru… Hey kalian kenapa!?"

Tak ada waktu untuk memasang Kekkai di sekitar hutan sehingga pertarungan mereka bisa diketahui oleh makhluk lain. Lee yang berjalan-jalan menjelajah hutan mendengar suara berisik didalam hutan, karena penasaran Lee mecari sumber suara itu. Dan akhirnya saat ini ia berdiri menyaksikan Hinata dan Shikamaru yang terluka.

Posisi Lee yang berada di belakang Haku membuat Haku secara reflek melemparkan senbonnya. Lee, yang tak tahu apa-apa terkena senbon beracun itu. Tubuhnya terjatuh ke tanah tanpa sempat untuk menjerit.

"Lee!"

Hinata berteriak, dia menyalahkan dirinya karena terlalu lemah sehingga tak bisa melindungi teman-temannya. Seandainya saja dia lebih kuat, seandainya saja…

.

.

.

"Apanya yang Rank C."

Naruto mendecih kesal. Tubuhnya dalam siaga bertarung, luka-luka sayatan di kulit tan nya membuktikan kalau musuhnya bukan hanya sembarang Iblis. Dengan pedang yang terbilang besar, musuhnya bisa mengayunkannya layaknya pisau dapur dan berhasil melukai Naruto yang gerakannya bisa dibilang cepat menyamai gerakan klan Inuzuka.

"Menyerah?"

"Jangan harap!"

Naruto tahu kemungkinan menangnya hanya beberapa persen saja. Lawan yang dihadapinya memiliki kemampuan yang sama seperti salah satu anggota Akatsuki yang kemaren datang ke SMA Konoha, Kisame. Hinata dan Shikamaru saat ini sedang melawan anak buahnya entah dimana.

Menghentakan kaki ketanah, Naruto berlari memperpendek jarak antara Naruto dengan lawannya. Sebilah pedang hitam yang ia buat dari aura iblisnya, ia ayunkan secara vertikal.

-CLANG-

Pedang yang memiliki nama Kubikiribouchou berbenturan dengan pedang hitam yang Naruto buat. Dengan memberi sedikit dorongan ke kanan, dorongan pedang dari Naruto melesat kedepan agak kesamping kanan. Buruk bagi Naruto, tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan akibat gerakan mengelak yang dilakukan secara mendadak. Dengan satu tangan, Musuhnya mengayunkan Kubikiribouchou yang besarnya gak main-main itu secara vertikal.

Kaki Naruto menghentak tanah dengan keras kesamping membuat dirinya berhasil menghindari tebasan Kubikiribouchou yang hampir saja merenggut nyawanya. Dalam hati ia mengagumi kemampuan berpedang musuhnya itu.

"Kau hebat, Aku mulai terhibur karena kau satu-satunya lawanku yang masih hidup walaupun sudah hampir 15 menit bertarung denganku."

"Aku anggap itu sebagai pujian. Dan Aku akan menjadi orang pertama yang mengalahkanmu."

Naruto sadar lawan didepannya, Zabuza Momochi, bukanlah sembarang iblis. Iblis yang mendapat predikat sebagai Seven Swordmens of the Mists ini sudah menjadi Iblis buronan rank S. Harga kepalanya mungkin bisa menghidupi kebutuhan Naruto selama berbulan-bulan. Kemampuannya yang dikatakan setara dengan Kisame tak menyurutkan semangat dan keberanian Naruto untuk melawannya. Kisame bisa melawan Sakura, Shino, dan Yami yang dalam mode imutnya. Dan hebatnya pertarungan tersebut masih dimenangkan Kisame. Sedangkan kondisi Naruto saat ini, dia sendirian melawan Zabuza tanpa bantuan teman. Bukan hanya itu, pedang Kubikiribouchou milik Zabuza juga bisa menyerap tenaga dalam milik makhluk netral, walaupun tidak sehebat pedang Samehada. Naruto, yang sering mengandalkan kemampuan dari darah ibunya, kini berpikir dua kali untuk menggunakannya.

"Water Dragon Bullet Technique."

Meneriaki nama jurusnya, air yang berada didalam hutan berkumpul membentuk Naga air. Naga tersebut meluncur kearah Naruto. Naruto melompat mundur menghindari serangan fisik dari naga air. Naga air yang gagal mencapai mangsanya, membuka mulut lebar lebar, bola air terbentuk di mulutnya.

Bagaikan peluru yang melesat, bola air memborbardir Naruto. Naruto mengelak, menghindar, menangkis dengan pedangnya jika tak ada waktu untuk menghindar. Namun, ada beberapa bola air yang berhasil mengenai Naruto.

"Persetan dengan kemampuan dari pedang Kubikiribouchou -nya itu."

[ Aku hanyalah rubah kecil yang menginginkan kekuatan]

[Aku adalah simbolisasi dari kebencian]

[Aku, yang akan menjadi kitsune sesungguhnya, tertawa pada derita dan menolak kebahagiaan]

[Aku, akan mengajari kalian rasa takut yang belum pernah kalian rasakan]

[Bergetarlah dalam ketakutan! Dan berlututlah padaku, Demon Fox!]

Naruto nekat menggunakan youjutsu nya, Naruto sudah tidak peduli lagi dengan kemampuan pedang Kubikiribouchou. Naruto berfikir, jika kecepatannya tidak bisa lebih dari ini, maka Naruto tidak akan pernah bisa berbalik menyerang Zabuza, makanya dia menggunakan mode Kitsune sekaligus kemampuan memanipulasi angin agar tubuhnya ringan dan kecepatannya bertambah. Menyesal juga sih Naruto karena rata-rata jurusnya adalah jurus dengan jangkauan yang pendek. Jika Naruto bukanlah Raja, jelas di Rating Game nanti posisi Naruto adalah Warrior atau prajurit.

Tubuh Naruto kini diselimuti aura merah darah yang membentuk 3 ekor. Dengan aura iblisnya, Naruto membentuk lagi pedang tipis sehingga Naruto kini memegang dua pedang tipis berwarna hitam. Menendang tanah, Naruto melesat dengan kecepatan yang luar biasa mendekati Zabuza, Naruto menghindari peluru air yang ditembakkan Naga air dengan lincah. Akhirnya, Naruto dapat melewati Naga air dan langsung menuju ke tempat dimana Zabuza berdiri. Tentu saja, Naruto tidak mencoba untuk menebas leher Naga air karena dia tahu Naga air hanyalah benda mati yang dikendalikan. Untuk menghancurkannya hanya perlu memecah konsentrasi pembuatnya.

-KATCHING-

Suara bentrokan dua logam, pedang Kubikiribouchou kembali bertemu dengan pedang hitam. Namun Naruto masih memegang satu pedang lagi ditangan kirinya. Ia mencoba menebas Zabuza dengan pedang yang ada di tangan kirinya namun gagal, Zabuza sudah lebih dulu mundur kebelakang. Tak mau kehilangan mangsanya, Naruto terus maju menyerang Zabuza dengan kecepatan yang luar biasa.

Tebasan demi tebasan, tusukan demi tusukan telah Naruto lakukan untuk menorehkan luka ditubuh Zabuza. Zabuza hanya bisa menghindar dan menangkis tanpa sempat melakukan serangan balik karena serangan Naruto yang luar biasa cepat. Beberapa sayatan di tubuh Zabuza membuktikan kalau usaha Naruto tidak sia-sia.

Naruto terus menyerang dengan dua pedangnya secara membabi buta dengan kecepatan yang semakin lama semakin cepat. Zabuza yang menyadari dirinya terpojok dan kalah cepat, berkonsentrasi membentuk naga air yang tadi sudah pecah karena konsentrasinya digunakan untuk menangkis dan menghindar. Naga air mulai terbentuk kembali. Namun akibat dari itu, gerakan Zabuza melambat. 'Bingo!' jerit Naruto dalam hatinya. Dengan pedang di tangan kanannya, Naruto menahan Kubikiribouchou, pedang ditangan kirinya ia coba tusukan ke pundak kanan Zabuza.

Zabuza mengelak kekiri namun pedang hitam Naruto masih sempat menggores pundak kanannya, goresan yang Naruto buat cukup dalam. Darah segar mulai membasahi pedang hitam Naruto. Jika Naruto bisa mengayunkan pedangnya ke kiri, maka Naruto berhasil memenggal kepala Zabuza. Namun sebelum itu terjadi, Naga air yang Zabuza bentuk menubruk Naruto dari kanan tanpa sampat menghindar. Naruto terpelanting ke kiri sejauh beberapa meter mengingat betapa kerasnya Naga air itu menubruk Naruto.

"Ugh!"

Indera perasa Naruto merasakan sakit yang luar biasa. Naruto yang belum sempat bangun, melihat Naga air tersebut dengan ganas menuju kearahnya. Tidak ada waktu untuk menghindar, Naruto mencoba melindungi dirinya dengan kedua pedang yang ia silangkan kedepan.

-SPLASH

Naga air buatan Zabuza pecah sebelum mengenai Naruto. Zabuza kehilangan konsentrasinya akibat dia menahan rasa sakit di pundak kanannya. Naruto bangun, nafasnya sudah memburu karena kelelahan. Dipandanginya Zabuza, tubuhnya sudah dipenuhi luka sayatan dan dipundak kanannya, Naruto sudah menorehkan sayatan yang cukup dalam. Namun begitu, kondisi Naruto lebih parah dari Zabuza. Luka-luka sayatan di tubuh Naruto lebih banyak dan lebih dalam ketimbang Zabuza.

"Ternyata kau cukup merepotkan juga ya."

Memegangi pundak kanannya yang berdarah dengan tangan kirinya, Zabuza berjalan mendekati Naruto. Naruto hanya diam di tempat sambil meringis menahan rasa sakit yang diperolehnya dari Zabuza.

"Baiklah, Aku akan serius menghadapimu."

Zabuza tidak main-main dengan perkataannya. Zabuza menghembuskan nafas sebentar, dia memejamkan mata, berkonsentrasi untuk mengeluarkan jurus andalannya

"Hiding in Mist Technique."

Cuaca yang indah kini menjadi berkabut dibarengi udara dingin nan lembab. Kabut yang amat tebal mengurangi jarak pandang Naruto hingga dia hanya bisa melihat 1-2 meter didepannya. Naruto tidak bisa menditeksi dimana letak keberadaan Zabuza karena aura Zabuza bercampur dengan kabut.

"Ada kata-kata terakhir?"

Suara Zabuza menggema dimana-mana. Tak ada pilihan lain, Naruto harus memfokuskan kelima panca indera nya. Suara langkah kaki yang amat pelan terdengar oleh pendengaran rubah Naruto.

'dari samping kanan!'

Namun sayang, Naruto terlalu lama untuk menyadari gerakan Zabuza. Naruto berhasil menghindar namun sayatan horizontal berhasil Zabuza torehkan ke lengan kanan Naruto. Bukan hanya itu, aura kitsune nya ikut terserap ketika bersentuhan dengan Kubikiribouchou. Zabuza kembali menghilang ke dalam kabut.

"Sial! Dia seperti hantu."

Naruto mencoba menghilangkan kabut dengan cara meniupnya dengan affinitas angin yang ia miliki. Namun usahanya sia-sia, kabut itu kembali berkumpul menghalangi jarak pandang Naruto yang kini hanya sejauh 2 meter saja. Naruto berfikir keras untuk melakukan serangan balik ke Zabuza. Naruto tahu kalau Iblis lemah dengan cahaya. Namun Naruto tidak mungkin kembali berdo'a agar bisa mengendalikan cahaya sekaligus Heaven's Fire, tubuhnya yang sudah lemah ditambah aura kitsune nya yang merosot akibat terkena tebasan Kubikiribouchou, membuatnya berfikir dua kali. Bukannya untung, aura suci mungkin akan membunuh Naruto jika Naruto tidak melindungi dirinya dengan aura kitsunenya. Menggunakan Excalibur? Tidak mungkin. Naruto memang sudah berhasil menaklukan Excalibur, tetapi belum sepenuhnya bisa mengendalikan kekuatan itu. Lagipula kedua alternative cara yang ia pikirkan membutuhkan waktu lama dalam prosesi pemanggilan, bisa-bisa Naruto sudah terlebih dahulu terpenggal sebelum menyelesaikan do'anya atau membaca kalimat pemanggil. Memperkuat mode kitsune nya hingga ke ekor empat atau lebih, itu juga tidak mungkin. Setengah kesadaran Naruto sudah hilang saat ekor empat dan mungkin akan hilang total saat mencapai ekor enam, terlebih lagi Zabuza menggunakan pedang Kubikiribouchou.

-SLASH SLASH-

Naruto lagi-lagi tertebas oleh serangan Zabuza. Naruto terkadang berhasil menangkis dan menghindar, tapi tetap saja Zabuza masih dapat menghadiahi Naruto dengan luka-luka sayatan. Luka-luka sayatan ditubuh Naruto semakin banyak. Aura kitsune nya juga menipis akibat waktu yang terus berjalan dan merosot tajam akibat tebasan Kubikiribouchou.

"Apa hanya itu satu-satunya cara mengalahkannya?"

Jika masih ada cara yang lain, Naruto tidak akan menggunakan itu. Kekuatan yang selama ini ia segel, tidak mungkin Naruto mau begitu mudahnya melepas segel yang ia buat. Melepas segel memang mudah, tapi memasang segelnya yang begitu rumit dan lama. Naruto sendiri beruntung karena bisa memasang segel ke dirinya dengan benar tanpa efek samping selain kelelahan akibat sebagian energinya dipaksa digunakan untuk menahan segel itu tiap harinya.

"Shikamaru..!"

Suara jeritan Hinata terdengar ke pendengaran Naruto yang tajam. Dalam hati Narutp yakin pasti sesuatu yang buruk menimpa mereka terutama Shikamaru.

"Lee…!"

Suara jeritan Hinata kembali terdengar. 'Sejak kapan Lee ada disana?' batin Naruto. Mendengar jeritan Hinata, Naruto yakin bahwa mereka sedang dalam kondisi terdesak, dan Lee… mungkin sesuatu yang buruk menimpanya . Memikirkan hal itu saja sudah membuat Naruto stress.

"Sepertinya Haku sudah 'membereskan' temanmu."

Suara Zabuza bergema diseluruh hutan. Pandangan Naruto menajam, ekspresinya penuh dengan kemarahan. Jika tidak berhasil mengalahkan Zabuza, mungkin seluruh temannya dalam bahaya.

"Sialan kau!"

Naruto melepaskan mode youjutsu-nya, mata merah darahnya kembali menjadi sapphire, cakarnya kembali menjadi kuku, aura kitsune yang menyelimuti Naruto menghilang. Dua pedang hitamnya juga sudah Naruto hilangkan. Naruto memilih keputusan terburuknya. Naruto tak peduli lagi dengan resiko yang akan ia dapat, yang terpenting adalah Shikamaru, Hinata, dan Lee… Mereka semua harus selamat. Naruto membuat kekkai kuat agar Zabuza tidak mengganggu persiapannya. Dengan amarah yang membara. Dari mulut Naruto, mantra kutukan terlarang telah ia ucapkan. Suara itu bukan hanya milik Naruto. Muda, tua, laki-laki, perempuan, semua suara mengerikan bercampur dengan nada penuh kebencian.

[Aku, Iblis kemurkaan, simbol dari seluruh kejahatan...]

Sudah akan dimulai... Sepertinya akan segera dimulai

[Iblis yang menjadi sumber jeritan para makhluk penyembah Tuhan…]

Apapun yang terjadi... akan selalu seperti ini

[Kasih sayang... cinta... harapan... pada akhirnya itu hanya omong kosong belaka...]

Ajarkan mereka keputusasaan ajarkan mereka kebencian

[Aku tertawa pada kehancuran dan berduka pada cinta serta harapan...]

Seorang yang dunia cari... seorang yang dunia tolak...

[Selalu kekuasaan... selalu kekuatan]

Aura hitam mengerikan keluar dari tubuh Naruto. Kekkai disekeliling Naruto pecah akibat tekanan yang Naruto buat sendiri. Zabuza yang merupakan seorang Iblis, mundur selangkah. Aura mengerikan yang berasal dari Naruto membuat tubuh Zabuza merespon bahaya. Bagi seorang Iblis pun, aura Iblis yang Naruto keluarkan bisa membuat ketakutan

[Kalian memilih kehancuran tak peduli beberapa kalipun!]

"GUAAAHHH!"

Hancur, tanah tempat Naruto berpijak hancur. Aura hitam pekat keluar dari tubuh Naruto semakin banyak setelah Naruto selesai membaca kalimat kutukannya. Naruto berteriak kesakitan dibarengi dengan aura hitam mengerikan yang semakin lama semakin banyak. Setelah aura yang Naruto keluarkan tak lagi meledak-ledak, suasana di hutan itu menjadi hening. Saking heningnya, suara nafas berat Naruto bisa terdengar 2-3 meter.

-TAP TAP TAP-

Dengan berjalan pelan dan santai, Naruto mendekati Zabuza. Kabut pekat seolah-olah tidak memiliki pengaruh apa-apa bagi pandangan Naruto. Zabuza terkejut, Naruto terus mendekati dirinya walaupun hawa kehadirannya sudah disamarkan oleh kabut yang Zabuza buat sendiri.

"Jangan meremehkanku!"

Sikap santai yang Naruto tunjukkan membuat Zabuza kesal. Zabuza berlari dengan suara langkah yang ia buat seminimal mungkin. Pedang Zabuza ditangan kirinya ia ayunkan diagonal ke arah Naruto. Jarak Zabuza sudah sangat dekat dengan Naruto, pedangnya juga sudah dalam jangkauan dimana Naruto tidak bisa mengelak. Dalam masker perbannya, Zabuza tersenyum menduga kemenangan sudah didepan mata.

-GRAB-

Tidak diduga, Naruto menahan pedang Kubikiribouchou dengan cara memegangnya menggunakan telapak tangan kirinya. Darah segar mengalir di telapak tangan kiri Naruto, Kubikiribouchounya membuat sayatan di tempat dimana sisi tajamnya bertemu dengan telapak tangan Naruto. Zabuza terkejut, bukan karena tindakan Naruto untuk melindungi dirinya dengan tangannya, tetapi dia terkejut karena pedang Kubikiribouchou nya, salah satu pedang tertajam yang ada, hanya bisa memberi sayatan di telapak tangan Naruto. Jangankan tangan, seharusnya besi pun terpotong jadi dua mengingat betapa kuat ayunan yang Zabuza berikan dan juga betapa tajamnya pedang Kubikiribouchou.

Masih dengan posisi menggenggam pedang Kubikiribouchoudengan tangan kirinya, telapak tangan Naruto membentuk sebuah bola hitam pekat. Sedetik kemudian, Spiralling Sphere versi berbeda itu Naruto tabrakkan keperut Zabuza. Zabuza terpental sejauh beberapa meter. Darah segar menyembur dari dalam mulut Zabuza. Kabut-kabut yang Zabuza buat mulai memudar lalu hilang, Zabuza sudah tidak kuat lagi untuk mempertahankan eksistensi jurusnya itu.

Kabut yang sudah hilang itu... memperlihatkan penampilan Naruto sekarang. Kukunya memanjang dan berwarna hitam. Mata kirinya masih normal, namun mata kanannya... seluruh bagian mata kanan kecuali pupilnya berwarna hitam total, sedangkan pupilnya kini berwarna biru terang menyala, ukuran pupil mata kanannya juga mengecil. Dan yang paling mengejutkan, seluruh luka baik luka sayatan maupun pukulan telah hilang.

Naruto berjalan mendekati Zabuza yang sedang mencoba untuk berdiri. Naruto tersenyum senang sekaligus memperlihatkan deretan gigi dengan gigi taring yang lebih panjang dari yang lain. Namun kali ini senyumannya berbeda, bukan senyuman kesenangan yang penuh kehangatan seperti biasanya, namun senyum senang dengan penuh nafsu untuk bertarung dan membunuh.

"Adakah kata-kata terakhir?"

Mata Zabuza melebar karena terkejut. Bukan karena pernyataan Naruto, tapi karena saat ini telapak tangan kanan Naruto diselimuti api biru terang. Zabuza tahu itu bukanlah api biasa. Fire of Despair, begitulah yang Zabuza tau mengenai api itu. Dan yang bisa mengendalikan itu hanya ada satu Iblis saja. Dalam masker perbannya, Zabuza tertawa hambar.

"Tak kusangka Aku bisa melawan Satan."

.

.

.

TBC

Chap 10 selesai. Terimakasih sudah membaca.

Sebenarnya saya bingung untuk membuat karakteristik Satan. Setelah melihat Ao no Exorcist, ane ngikut aja kalau Satan punya api biru terang.

.

.

Monkey D nico : Iya bang, bener :D

Niizuma Eiji: Enggak kok :D, dari awal emang tujuan saya udah NaruHina.

Bohdong palacio: Maaf deh ._. Bukan Cuma klan Uzumaki doang loh, semua klan berdarah Yokai Kitsune bisa menggunakan mode Kitsune nya. Bener-bener tambah murahan kan. Soalnya sih menurutku kalau cuma Naruto doang maka Naruto keliatan terlalu Over power.

Nurwakhid cricintaygsjati: Iya bang, padahal ketika baru bikin di chap awal kirain ini fict Cuma 12 chap. Tapi ternyata enggak.

Akira no Rinnegan, naruhine-chan, yogi yogi, Namikaze Sholkhan, Akbar123, phoenix: Oke ini lanjut.

Alvarro d diarra: Di chap ini.

Utsukushi hana-chan: Makasih pujiannya. Ini lanjutannya.

Blue-senpai: Masih dipikir-pikir dulu.

Aftu-kun: Iya bener! Ini H DxD itu anime Ecchi, dengan kadar Ecchi yang... Tau sendiri lah.

Bala-san dewa hikikomori: Anda belum tau H DxD? Bagus! Jangan sampai Anda tertarik untuk nonton itu anime. Alasannya? Tau sendiri lah itu anime genre apa XD.

Vira Kuroneko: Ini kelanjutannya, kalau soal itu masih saya pikirin.

2nd princhass: Makasih banget nih dengan kritik dan sarannya. Untuk chap ini bagaimana menurut anda (gaya bahasanya) ? Saya sudah mencoba untuk memperbaiki gaya bahasanya.

Naru: Makasih, oke saya usahain biar gak hiatus. Semangat masa muda!

J: Naruto itu apa? Di chap ini dijelasin kok.

Tachibana Yuki: Beneran nih? Padahal saya belum pernah liat Tokyo Ravens loh. Hahaha Iya :D. Say amah rindunya sama Neng Shiina :3

Skadrium Sky: Gak papa kok. Di chap ini seprtinya jawaban dari pertanyaan Anda akan terjawab

Koga-san : Ini lanjutnya, dan jangan panggil saya senpai -_- . Saya juga masih baru disini.

.

Mohon maaf jika ada review yang gak kebales.

.

.

Yang udah baca review yah

.

Sampai jumpa di chap selanjutnya