Disclaimer : Bukan milik saya!
Rate : M!
Genre : Adventure, Humor, Romance and Many more!
Pair : [ Naruto x Harem ]
Warn : Ooc, Typooo, and many more!
.
A/N : Mulai dari sini 'Arc 1' bakalan banyak hal-hal mesum, jadi harap yang masih 10-15 thn, harap mundur atau aku tendang, hehehe! !
.
.
.
Di sebelah barat kota kuoh atau lebih tepatnya di depan museum, terdapat banyak orang, mulai dari Wartawan, Polisi serta masyarakat yang tengah menyaksikan penyelidikan tentang kematian dari 3 penjaga museum tersebut,
"hei, katanya para penjaga museum tersebut mati di depan sebuah gerbang kuno di dalam Museum"
"dan katanya kepalanya terpengal"
"B-benarkah?"
"Benar!"
Terdengar beberapa orang tengah saling berbincang perihal masalah kematian dari para penjaga Museum tersebut,
Dan di dalam Museum tersebut terlihat garis batas polisi melintang di depan Gerbang kuno tersebut 'Teme ni gru' yang menjadi tempat matinya penjaga tersebut, tapi sepertinya mereka kurang teliti dan tidak melihat ke arah atas patung yang ada di sebelah kiri dan kanan gerbang tersebut,
"Sepertinya penyelidikan untuk hari ini kita sudahi saja!" kata Polisi yang ada di situ,
"hm! baiklah ayo kita pergi dari sini" balas Polisi yang satunya,
Namun setelah kepergian mereka, sayang tidak melihat ke arah atas! jika saja melihat ke atas maka di pastikan akan melihat dua sosok tak berkepala dan membawa senjata bergerigi tengah duduk sepertinya dua sosok tersebut telah mulai bergerak!
"Heh! manusia bodoh, mereka pikir bisa memecahkan pembunuhan ini" ucap sang monster merah yang kita sebut sebagai Agni 'Roh api'
"kau benar Agni, karna kita yang membunuh nya! hahaha.." balas Sosok satunya yang berwarna biru muda yang kita sebut sebagai Rudra ' Roh Angin',
dan setelah itu mereka kembali keposisi semulanya menjaga gerbang tersebut dan berdiam diri menunggu siapa saja yang mendekat ke gerbang tersebut, dan di saat itu tiba maka Orang itu harus MATI!,
Wush~
layar menjadi hitam dan muncul kata bertuliskan,
.
.
—My New Life!—
Arc 1 : ( Searcing the Fire and Wind soul, part one)
.
{ Sound 'ON'}
- burakku rokku shuutaa doko e itta no~
• Black rook shooter, kemana kau mau pergi?
- kikoemasu ka~
• Apa kau bisa mendengarku?
.
- ato dore dake sakebeba ii no darou
• Seberapa keras lagi aku harus berteriak?.
- ato dore dake nakeba ii no darou
• Seberapa keras lagi aku harus menangis?.
- mou yamete watashi ha mou hashirenai
• Cukup sudah, Aku tak kuat lagi berlari lagi.
- itsuka yumemita sekai ga tojiru
• Suatu saat dunia mimpi yang aku lihat akan tertutup,
- ma~ kkura de akari mo nai~ kuzureraketa kono michi de~
• Yaitu jalan rusak yang aku lewati ini.
- aru hazu mo nai ano toki no kibou ga mieta kigashita~
• Tiba-tiba saat itu.. Aku merasa melihat harapan yang sebelumnya tidak ada.
- Doushite
• Mengapa?
- burakku rokku shuutaa natsukashii kioku
• Black rook shooter, - Kenangan-kenangan yang aku rindu.
- tada tanoshikatta ano koro wo~
• Saat itu sungguh menyenangkan!.
- burakku rokku shuutaa demo ugokenai yo
• Black rook shooter, Namun aku tidak bisa bergerak lagi.
- yami wo ka keru hoshi ni negai wo~ mou ichido dake hashiru kara~~ ~
• Aku berharap pada bintang yang bisa menembus kegelapan, Agar aku bisa berlari sekali lagi,
{ Sound 'Off'}
.
And
.
—Happy Reading!—
.
.
Di sebuah apartemen kuoh terdapat pemudah jabrik hitam dan bekulit putih tak lupa 3 goresan di pipinya Menma, saat ini Menma tengah duduk di depan apartemenya dan seperti tengah berfikir?
'Siapa sebenarnya Naruto nii-chan ya? dari auranya sepertinya ia mempunyai kekuatan' batin Menma sambil menatap langit cerah di atasnya,
' Tapi, Naruto nii-chan juga baik dan ramah, jadi mungkin kekuatanya di gunakan untuk hal yang benar' batin Menma sambil mengingat saat ia bertemu Naruto dan Naruto menolongnya, ia berkesimpulan bahwa Naruto adalah orang yang baik. ya! baik,
" Andai aku menjadi adikmu? pasti menyenangkan!" kata Menma seraya berdiri dari tempat duduknya,
" kenapa aku selalu berharap yang tidak-tidak" kata Menma sambil mengusap wajahnya dengan tangan kananya, mencoba mengenyahkan pikiranya barusan,
"Huh! lebih baik aku berangkat kerja" kata menma sambil turun dari apartemen tersebut menuju tempat kerjanya, yaitu kedai ramen di sebelah taman kuoh ia hanya bekerja siang jam 09 : 00 sampai jan 15 : 00, ya mungkin lama menurut kalian tapi bagi Menma itu sudah biasa karna ia cuma sendiri maka harus memenuhi kebutuhanya sendiri dari mulai makan, minum membayar kosan dll, bahkan di usianya yang 16 ini, ia seharusnya sekolah, tapi karna keterbatasan biaya jadi ia memutuskan untuk bekeja dan tidak bersekolah,
dan Menma pun mulai menuju tempatnya bekerja,
.
— kuoh gakuen 09 : 15
.
Nah kita beralih dari Menma menuju sekolah dari pemeran utama kita yaitu Kuoh Gakuen,
Dan disana kita bisa melihat seluruh murid tengah berbincang-bincang, tapi ada satu hal yang mencolok,
di kelas tiga xx terlihat dua perempuan tengah berbincang sesuatu?
"Eh! apa itu benar Naruto-kun menciummu Buchou?"
"Benar Akeno!"
Ternyata dua gadis tersebut ialah Rias da Akeno yang tengah berbicara dengan wajah merona,
'Aku tidak boleh kalah dari Buchou' batin Akeno sambil menatap Rias sebal, karna ia mendengar bahwa Rias mengaku telah di cium oleh Naruto, padahal sebaliknya!
'hehehe! kau kalah satu langkah Akeno, dan aku tak akan kalah darimu' batin Rias seolah ia sudah tau arti dari tatapan Akeno yang begitu suram di matanya,
"kalau memang bibirmu sudah di cium oleh Naruto-kun maka aku akan mengambilnya" kata Akeno yang tiba-tiba mendorong tubuh Rias ke sudut Ruangan kelas, dengan wajah mesum miliknya,
"Eh! a-apa maksudmu mengambilnya Akeno?" tanya Rias Was-was,
"Seperti ini— hmpph!"
"hmpph.. nghh!"
Rias hanya bisa membelalakkan matanya lebar-lebar saat Akeno mencium dirinya di bibir miliknya dengan agresif, ia mencoba memberontak namun karna kedua tanganya di gengam oleh Akeno akhirnya ia pasrah dan menutup matanya mencoba menikmati perbuatan dari Akeno,
"Ake—mmhhgg!"
Akeno tak membiarkan Rias mengeluarkan satu katapun ia terus melumat bibir merah milik Rias dengan Agresif, ia ingin membuat buchounya tersebut mengikutinya,
Tepat apa yang diharapkan oleh Akeno karna tiba-tiba saja Rias membuka mulutnya dan memejamkan matanya serta ia mulai tidak memberontak, dan itu langsung di gunakan oleh Akeno untuk memasukkan lidah miliknya ke mulut milik Rias, ia mulai mengeksplorasi mulut Rias dari gigi hinga akhirnya lidah miliknya membelit lidah milik Rias ia mengajak untuk saling bersilat lidah,
"mmmnnhh.. mphh"
Suara mulut yang saling beradu terdengar di penjuru ruangan kelas tersebut yang untungnya saat itu tengah kosong karna seluruh murid tengah ber istirahat ke kantin jika mereka di sini maka di pastikan akan melihat pemandangan yan luar biasa,
dan kini Rias makin terbuai dengan cumbuan dari Akeno dan ia malah memeluk tubuh milik Akeno mencoba memperdalam ciuman yang mereka lakukan, dan mereka berdua dapat merasakan payudara milik mereka saling berhimpitan dan itu menimmbulkan efek geli sekaligus nikmat di waktu yang bersamaan,
"Mmmhhh... nghhhh!"
Akeno juga tak mau kalah ia mulai meraba bagian pungung Rias mencoba mencari sesuatu dan saat ia sudah mendapatkanya ia langsung mele— Stop! hentikaaaaannn! sebelum author yang polos serta tampvan bin ganteng ini menulis adegan yang menjerumus ke lemon (Yuri)# Plak, di tabok ama adek ane dah gua!
.
oke kita masuk kembali ke cerita dan lanjutkan yang barusan,
.
Setelah beberapa saat akhirnya Akeno melepas mulutnya dari mulut Rias sambil mengusap saliva yang sedikit menetes di dagunya. dan nampak dua puting milik mereka yang mulai tegang dari balik seragam dan bra mereka berdua,
"ara ara! apa kau sudah puas Buchou?" goda Akeno pada Rias,
"Eh! A-apa maksudmu? bukanya kau tadi yang menciumku hah!" bantah Rias sambil menunjuk-nujuk Akeno,
"ufufufu! tadi aku cuma mau mengambil ciuman Naruto-kun yang ada di bibirmu buchou!" balas Akeno sambil tersenyum mengoda,
"huft! yasudah ayo ke kantin Akeno" kata Rias seraya berjalan keluar dari kelasnya.
"eh! cotto matte kudasai!" teriak Akeno sambil berlari menyusul Rias,
.
Nah dari Rias dan Akeno kita beralih ke seorang pemuda pirang jabri Naruto, yang saat ini tengah berbincang dengan Issei,
"Apa benar itu Issei? kau tak bohongkan?" tanya Naruto dengan wajah penasaran sekaligus senang? itupun cuma sedikit,
"benar Naruto! memang ada apa? apa ada sesuatu di sana?" kini giliran Issei yang bertanya, karna ia mulai curiga dengan Naruto.
"T-tidak-tidak ada apa-apa kok aku hanya bertanya! jadi apa benar para penjaga museum tersebut mati terpengal kepalanya di depan sebuah gerbang kuno Issei?" tanya sekali lagi Naruto,
"Iya benar! para penjaga museum tersebut mati tepat di depan gerbang kuno di museum tersebut!" balas Issei,
"hmm! yasudah Issei ayo kita ke kantin!" ajak Naruto,
"Yosh! ayo Naruto" balas Issei semangat,
tapi terlihat Naruto yang seperti tengah berfikir sesuatu terbukti dengan pandanganya yan tertuju pada jalan saja, sedangkan Issei ia tak peduli dengan itu ia hanya menatap para gadis yang lewat di sebelahnya dengan wajah super duper mesum miliknya,
'hm! mungkin ini akan menjadi petunjuk pertamaku mencari mereka, Yosh!' batin Naruto yang mulai berfikir untuk memulai pencarianya pada dua sosok devil arm alias Agni dan Rudra,
tap.. tap.. tap...
Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka berdua telah sampai di kantin sekolah, dan langsung memesan makanan dan mengambil tempat duduk di depan kantin tersebut,
" hei Naruto!" pangil Issei yang ada di sebelah kiri Naruto,
"hm, ada apa?" balas Naruto sambil meminum jus jeruk miliknya,
" apa benar buchou tinggal di samping rumahmu?" tanya Issei penasaran,
"Ya! Rias memang tinggal di sampinng rumahku Issei" balas Naruto sambil memandang lagit yang cerah,
"Hm! dan soal Menma apa dia adikmu Naruto?" tanya Issei sekali lagi, ia masih penasaran dengan sosok Menma yang sanggat mirip dengan Naruto kecuali rambutnya saja,
"huh! bukanya aku sudah bilang kalau Menma itu bukan adikku Issei!" balas Naruto malas,
"benar?"
"Iya"
"Masa?"
"ho'o"
"huft.. kau gak asik Naruto!"
"Biarin"
Dan setelah mereka usai berbincang-bincan Naruto memutuskan untuk ketoilet karna ia merasa inggin buang air kecil, dan Issei memutuskan untuk pergi ke ruangan Orc,
Krieett!
Srak!... Pyurrr!
"Cepath!... ah... hah.. hah... hah.. ahhhh"
eits ini bukan seperti yang kalian pikirkan lo, karna saai ini Naruto telah sampai di toilet pria dan tengah melakukan aktivitasnya, yaitu kencing!
"huh selesai sudah" ucap Naruto yang sudah selesai melakukan tugasnya dan berjalan keluar dari toilet, tapi saat sudah berjalan keluar ia melihat banyak hiasan yang sudah di siapkan untuk perayaan ulang tahun sekolahnya,
'mungkin ini akan sedikit menyenangkan' batin Naruto sambil tersenyum melihat hiasan yang terpasang di penjuru sekolahan, sampai ia tak memperhatikan jalanya dan menabrak sesuatu?
Brukh!
"Ittai!"
terdengar suara feminim di indra pendengaran Naruto saat ia tak sengaja menabrak sesuatu,
Seorang gadis berpakaian kuoh berambut unggu gelap panjang dan bermata seperti kristal tak lupa tubuh yang begitu proposional dan dua asset nya yang bisa di kategorikan besar itu, dan ia adalah Yatogami Tohka,
"m-maaf senpai, aku tadi tidak memperhatikan jalan" maaf Naruto pada senpainya tersebut,
"T-tidak apa-apa kok Naruto-kun" balas Tohka sambil sedikit merona saat Naruto membantunya berdiri,
"Eh! darimana senpai mengetahui namaku?" tanya Naruto penasaran, saat senpainya tersebut mengetahui namanya padahal baru pertamakali bertemu,
"tentu dari daftar para siswa! karna aku dari klub berita, jadi tentu aku tahu ada apa saja yang terjadi, termasuk murid baru sekaligus" Jelas Tohka pada Naruto, sekaligus memberitahukan bahwa ia mengikuti klub Surat kabar,
"eh! kalau begitu salamkenal eto..." "Tohka, Yatogami Tohka, pangil saja Tohka Naruto-kun" potong Tohka,
"hm! dan salam kenal juga tohka-chan" balas Naruto sambil tersenyum lembut membuat sang gadis merona hebat, dan itu membuat Naruto binggung,
'kenapa dia, apa ia sakit' pikir Naruto yang tak peka dengan keadaan, padahal ia sudah melakukan 'eheh-ehem' dengan Rias tapi penyakit tidak peka miliknya masih saja tidak bisa hilang, 'ck dasar Naruto ini,
"ano.. Tohka-chan apa kau tak apa-apa?" tanya Naruto dengan nada khawatir saat melihat wajah dari Tohka merona,
'Kyaaaaaa... Naruto-kun khawatir padaku!' jerit Tohka dalam hatinya saat Naruto bertanya pada dirinya, sebenarnya Tohka sudah menaruh hati pada Naruto tepatnya beberapa hari kemarin,
—Flash back on.
.
A/n : ini kejadian setelah Issei dan Asia yang telah mengetahui jati diri Naruto lihat episode 6 ato 7.
.
Stelah ia Issei dan Asia pulang dari hutan tempat Naruto berlatih Naruto memutuskan untuk berjalan jalan di taman,
"hahh... Ini baru hidup" ucap Naruto yang tengah duduk di bangku taman,
"T-tolong..."
Sampai sebuah teriakkan terdengar di indra pendengarannya, Ia langsung mengalihkan pandangganya pada sebuah gang kecil sebrang jalan, dan nampak 1 wanita berambut unggu gelap tengah di himpit oleh 3 peria dewasa dan Sang perempuan terlihat tengah memasang wajah ketakutan,
'Cih! Pengecut' maki Naruto pada 3 pria yang tengah menghimpit satu wanita.
Tap.. tap.. tap...
dengan segera ia langsung menghampiri Sang wanita tersebut sebelum terjadi sesuatu hal.
Tap.. tap!
"Hei bregsek"
Ketiga pria dewasa tersebut langsung mengalihkan pandangan dari sang wanita dan memandang Naruto datar.
"ck.. mau apa kau bocah!"
"Pergisana!"
"atau kau kami bunuh"
Ketiga pria tersebut menggatakan hal-hal tersebut kepada Naruto dan membuat Naruto geram.
"Pengecut! berani hanya dengan wanita! cih dasar lemah!" Ejek Naruto pada sang pria tersebut.
"cih mati kau bocah!" Teriak sang pria yang paling tengah dan langsung maju memukul Naruto tapi sayang!
Tap!
Pukulan tersebut dengan mudah di tangkis oleh Naruto dengan tangan kananya,
"heh!"
Buagh!
bruk!
dengan satu pukulan tepat di perut membuat pria tersebut langsung tersungkur di tanah,
"Sialan! ayo maju"
"hm!"
Kini ganti kedua pria yang tersisa ikut maju dan mau memukul wajah dari Naruto,
Tap!
Tap!
"hoamz! membosankan" ucap Naruto sambil menahan pukulan dari dua pria tersebut.
"cih mati kau!"
Duakh!
Namun karna Naruto tak siap akhirnya satu buah tendangan tepat di pinggang nya tak dapat terelakkan,
brukh
"hahaha! Mati kau bocah" Tawa sang pria tersebut sambil menunjuk-nunjuk Naruto yang tersungkur akibat tendangan dari pria tersebut,
"Ne! nona ayo ikut kami dan kau pasti merasa nikmat dan ketagihan!" Ajak sang pria yang baru saja menendang Naruto.
"Tidak.. hiks.. "
"P-pengecut" ucap Naruto yang masih di posisi tersungkur tengkurap sambil mulai sedikit berdiri.
"heh! mau apa kau bocah!"
"Rasakan in—"
Tap!
belum sempat pria tersebut menyelesai gerakanya, yaitu ingin menginjak Naruto yang tersungkur, tiba-tiba Naruto mencengkram erat kaki sang pria tersebut sambil memandang tanah menyembunyikan ekspresinya,
"kalian telah keterlaluan"
Krak!
suara tulang patah terdengar dari area gang tersebut, pelakunya ialah Naruto,
"Argh.. tolong.. tolong lepaskan" triak sang pria yang merasakan pergelangan kakinya patah akibat cengkraman dari Naruto.
Brukh!
"Lari.. Ayo lari.." ucap Sang pria yang masih terlihat baik-baik dan ia membopong temanya yamg kakinys telah patah dan pergi dari gang tersebut.
"N-nona apa kau tak apa-apa?" Tanya Naruto sambil memegang pingangnya yang sakit akibat tendangan pria tadi, sebenarnnya ia bisa saja menghindar dengan 'Trickster' tapi nanti malah membuat takut orang jadi ia hanya bertarung dengan biasa.
"A-arigatou pemuda-san" ucap sang gadis sambil berdiri dang memandang wajah Naruto.
Blush!
Kulit tan yang eksotis, mata biru yang menenangkan dan tiga goresan yang mengemaskan itu membuat pipi sang perempuan merona hebat begitu menyadari begitu tampanya sang penolong dirinya.
'kyaaa dia tampan' batin sang perempuan histeris.
"Ehm! baiklah kalau begitu hati-hati Nona jaa..."
"e-eh tung— yah dia sudah pergi" ucap sang gadis dengan wajah kusut, 'padahal aku belum tau namanya' batin gadis tersebut sedih, dan ia pun pulang kerumahhnya ,
dan esoknya di sekolah 'Kuoh' ternyata ia melihat daftar murid baru dan ia menemukan penolongnya yang ternyata bernama Namikaze Naruto,
—Flash back end!
"eto.. Tohka.. Tohka-channn.. halooo.. Bumi ke tohka-chan... halo!" Kata Naruto asal sambil melambaikan tanganya di depan wajah milik Tohka, dan sontak itu membuat tohka sadar dari pikiranya dan menjawab dengan wajah merona,
"I-iya! aku ti-tidak apa-apa kok Naruto-kun, jadi tak usah khawatir" jawab Tohka sambil tersenyum kepada Naruto,
'K-kawaii...' batin Naruto sambil blushing ria saat melihat senyuman dari Tohka, dan Tohka yang melihat Naruto sedikit merona ia pun memiliki sebuah ide,
"Naruto-kun apa kau sakit?" Tanya Tohka dengan wajah khawatir yang ia buat-buat,
"Eh! T-tidak, aku tidak sakit kok hehehe.." balas Naruto sambil tertawa Garing.
"benar?" tanya Tohka seraya mendekat ke arah Naruto dan mulai memojokkan tubuh Naruto ke tembok sekolah,
"I-iya!, ano.. T-tohka-chan bisa kau mundur sedikit, nanti bisa ada yang salah paham" balas Naruto seraya mulai mundur perlahan, saat melihat tohka yang berjalan mendekat ke arahnya.
Bukh!
'Sialan' batin Naruto mengumpat saat merasakan bahwa tidak ada jalan lari karna ia sudah mentok di tembok belakangnya,
Grep!
"A-apa yang kau lakukan T-Tohka-chan?" Tanya Naruto yang saat ini tengah di peluk oleh Tohka dari arah depan,
" Tentu saja memelukmu Naruto-kun dan ini tanda trimakasih ku!"
"eh! trimakasih? memang kita pernah bertemu?" tanya Naruto pada Tohka,
"Iya! apa kau lupa saat sore itu kau pernah menolong seorang gadis di gang Naruto-kun?" balas Tohka Riang sambil terus memeluk Naruto.
"em!" Naruto kembali berfikir dan 'Ting' ia inggat sore setelah Issei dan Asia datang menemuinya di tempat latihanya ( pada saat kekuatanya ketahuan) ia langsung pulang tapi istirahat di taman sebentar dan kejadian seterusnya.
A/N : Sama kayak flash back di atas,
"jadi perempuan itu kamu Tohka-chan?"
"Iya Naru! Arigatou" balas Tohka riang sambil terus memeluk tubuh milik Naruto dan setiap detiknya bertambah erat,
Deg.. deg.. deg..
Tohka bisa merasakan detak jantung milik Naruto yang tidak beraturan karna sangking eratnya, kemudian ia mendongak ke atas melihat wajah milik Naruto yang sedikit merona dan nafas yang memburu,
'Tahan, Tahan sebentar Naruto 'Junior, Ganbatte ne,' batin Naruto menyemangati dirinya sendiri agar kuat menghadapi siksaan mental dari senpainya tersebut, ia berfikir bahwa sang senpai mau melepas pelukanya tapi malah tambah erat dan membuat jantung nya berdegup kencang.
'Nikmati ini Naruto-kun' batin Tohka sambil tersenyum mesum,
"ahh... Naruhh..."
Gluk!
'Ohh.. Kami-sama, apa salahku' batin Nista Naruto sambil mengepalkan tanganya mencoba menahan gejolak Nafsu yang akan di sulut oleh Tohka,
"ah.. ah.. N-naruuu.." Desah Tohka erotis, ia saat ini tengah mengosokkan payudarannya pada dada milik Naruto secara perlahan,
Naik!
Turun
Naik
Turun
Tohka terus melakukan gerakan tersebut pada dada bidang milik Naruto, ia ingin menggoda Naruto!
"T-Tohka-chan bisa mun—Aahh.. Mphhfft"
Naruto yang ingin mengutarakan ucapanya barusan harus mendesah karna tiba-tiba tangan kanan Tohka mengelus selangkanganya dengan lembut, dan ia bisa merasakan penis milik Naruto sedikit mengeras disana,
"Ara! kau sud—"
"Ara ara, ada apa ini?"
Tiba-tiba terdengar suara perempuan dari arah kanan mereka berdua, dan sontak mereka berdua menghadap ke asal suara tersebut yang tak lain adalah Akeno,
Tunggu?
Bukanya tadi ia bersama Rias ke kantin?, hm! Jadi begini ceritanya itu di mulai saat...
—Flash back on
Setelah Akeno dan Rias makan di kantin, mereka memutuskan untuk kembali kekelas, dan tak menyadari bahwa di kantin ada NaruIsse,
"Ne, Rias aku inggin ke toilet sebentar!" Kata Akeno sambil berbelok menuju toilet tersebut,
"hm! baiklah janggan lama-lama" balas Rias sambil berjalan ke kelasnya.
"hai! jaa..."
"ja.."
Dan Akeno pun bergegas menuju toilet perempuan yang ada di sebelah toilet pria, dan saat ia telah usai ia mendengar suara...
"ah.. ah.. N-naruuu"
'Naru? dan suara desahan siapa itu?' batin Akeno bertanya-tanya,
kemudian ia berjalan ke lorong kiri sekolahan dan apa yang ia tuman adalah Naruto dan orang yang ia kenali sebagai Tohka sedang icikiwirr,
—Flash back end
"A-akeno-chan!" kata Naruto sambil gelagapan tak jelas,
"huh! dasar pengangu" kata Tohka tak suka saat melihat ada Akeno di situ, padahal sedikit lagi ia bisa melakukan 'Itu' dengan Naruto,
"..."
Tak ada jawaban dari Akeno,
Tap... tap... tap ...
Ia mulai berjalan mendekati Naruto dan Tohka sambil menundukkan Ekspresinya,
'apa dia marah' batin Naruto yang penasaran dengan sikap Akeno yang biasanya akan berebut dirinya, saat ia di dekati perempuan lainya, tapi sekarang ia diam tak bertindak?
Tap!
Saai ia sudah sampai di depan Naruto dan sedikit menyingkirkan Tohka ke samping kananya,
"Hei!" kata Tohka tak terima saat Akeno sedikit mengesernya ke kana,
"Ada apa Ake—hhmmphh!"
Naruto tak sanggup lagi! karna tiba-tiba Akeno mencium tepat di bibirnya dengan cepat,
blush!
Tohkka hanya merona saat melihat Akeno yang mencium Naruto tepat di bibirnya tanpa rasa malu,
"Aken.. hmmmpphh"
"mmmhhhh.. mphhh"
Akeno tak menjawab dan terus melumat bibir milik Naruto perlahan, ia mencoba menyulut Gairah sang Namikaze muda,
"Nghh..A-Aken—mpphhtt"
Naruto terus mencoba menyingkirkan tubuh Akeno yang memeluknya, tapi sayang karna posisinya sedang terpojok ya! bagai mana lagi kalau ia mendorongnya pasti akan menyentuh Aset milik Akeno jadi ia mulai pasrah dan menikmatinya!
"mmhhh... Mnhhh"
Kini lorong sekolahan tersebut menjadi ajang gulat lidah yang dilakukan oleh Naruto dan Akeno, sedangkan Tohka ia hanya merona saat melihat kejadian di depanya tersebut, Namun perlahan ia mulai merasakan tubuhnya memanas, matanya menjadi sayu, ia terangsang! ya terangsang, ia terangsang saat melihat adegan di depanya,
Kemudian ia mengambil lengan kanan milik Naruto dan...
Gyut!
"Ahhh... N-Naruhh.."
Tohka langsung meremaskan tangan tan milik Narutp pada payudara miliknya,
'Oww... shit! kenapa dengan hidupku? tapi ini enak juga! Arg! sialan kau Ero sanin dan kakashi sensei yang telah membuat Anak yang polos ini menjadi sangat mesum' batin Nista Naruto sambil melakukan aktivtasnya, alias melayani dua senpainya tersebut,
"Mmhh... puah... hah.. hah.. hah... A-Ahh... Naruhh~"
Tiba -tiba setelah usai dengan mulut Naruto Akeno langsung memegan tangan kiri Naruto dan meremaskan pada payudaranya, jadilah kedua tanggan Naruto di tempat kesukaan Senseinya tersebut 'Jiraiya and Issei cs' Alias Payudara,
"ahhh.. Narutohh-khun.. Remash.. ah.."
"T-Terush... Naruuuu.."
Kini hilang sudah kontrol tubuh dari Naruto dan langsung saja Naruto meremas dada kiri milik Akeno dan Kana milik Tohka dengan penuh nafsu,
"Ne! Apa kalian menyukainya hm?"
"Akh... iyah... Naru/Naruto-kun"
"dan apa kalian menyukaiku?"
"Iya. ah..."
Sembari meremas kedua payudara 'Akeno dan Tohka' ia bertanya apa mereka menyukainya dan jawabanya iya!
Teng.. Tong.. Prettt!
'Bel sialan/Bangsat' batin Akeno dan Tohka bersamaan, mereka merasa jengkel mendengar suara bel masuk yang menandakan pelajaran akan dimulai dan kenikmatan yang ia terima akan musnah,
"Eh... Uwaaaa.. maaf! maaf Akeno-chan, Tohka-chan tadi bisa mengontrol diriu" Kata Naruto seraya melepas tangan kiri dan kananya dari aset milik Akeno dan Tohka, dan ia ditatap dengan wajah tak suka, bukan berarti marah! karna sebenarnya mereka masih ingin di sentuh oleh Naruto!
"Tidak apa-apa kok Naruto-kun!" balas Akeno,
"Dan kalau Naruto-kunmau lagi a-aku siapkok!" lanjut Tohka dengan wajah merona saat mengatakan hal tersebut,
"Hehehe! tapi jujur aku juga menyukai hal yang tadi! kalau begitu jaa..." Kata Naruto seraya berlari menuju kelasnya,
Blush!
Kedua perempuan tersebut hanya merona hebat saat Naruto mengatakan hal tersebut,
"baiklah! ayo kita kekelas Tohka-chan" ajak Akeno pada teman sekelasnya, ya! sebenarnya tohka adalah teman sekelasnya.
"Hai!" balas Tohka sambil berjalan ber iringan dengan Akeno.
tanpa mereka sadari ternyata ada seseorang yang tengah memoto kegiatan mereka.
"aku tidak boleh kalah dari mereka," kata Suara tersebut,
Tap.. tap.. tap..
kemudian sosok tersebut keluar dari sebuah tembok pembatas antara Naruto dan dirinya tadi,
Sosok tersebut ialah Naruko, ya Naruko, sebenarnya ia hanya berjalan menuju kelasnya tapi saat ia mau belok ternyata ada NaruAkeTohka yang tengah melakukan Pemanasan. dan ia langsung memoto kejadian tersebut dan akan merencanakan suatu hal, yang pasti Naruko, Author dan tuhan yang tau!
kemudian ia pergi dari lorong tersebut menuju jalan yang sama seperti Akeno dan Tohka,
.
—Skipp time at Naruto House 18 : 00
.
Nah kita percepat waktu dan menju kekediaman Namekaze muda alias Naruto, dan Naruto saat ini tengah duduk di pinggir kasurnya dan menutup matanya sepertinya ia tengah berbincang dengan sang patnenya,
—Mind skape on
di dalam mind skape Naruto kita bisa melihat Naruto tengah berbincang dengan san penjaga gebang Neraka 'Cerberus'
"hm! mungkin memang dia pelakunya Naruto"
"Mungkin! kata Issei penjaga tersebut mati di depan sebuah gerbang kuno di museum" jelas Naruto pada Cerberus.
"Sebaiknya kau coba kesana Naruto! apa bila memang mereka di sana maka katakanlah bahwa kau adalan sang Devil Bringger" Balas Cerberus pada Naruto,
"Memang kenapa harus bilang seperti itu Cerberus?" Tanya Naruto dengan polosnya.
"Grrrr! tetu supaya ia mau ikut dengamu bodoh yaitu menjadi patnermu" jelas Cerberus geram dengan Naruto.
"oh!" dan dibalas 'oh' ria oleh Naruto.
"Sudah sana siap-siap malam ini kita akan pergi ketempat tersebut Naruto" kini giliran Beowulf yang berkata.
"hai! siap bos" balas Naruto patuh,
"kalau begitu jaa..."
sringg!
dan Naruto pun menghilang dari hadapan Patnernya tersebut,
—mind skape off
"huah! yosh ayo siap-siap" ucap Naruto sambil mulai keluar dari kamarnya menuju ruang makan,
"oy! Naruto, ayo makan kaa-chan mu sudah masak" Teriak Minato pada Naruto,
"hai"
dan setelah itu mereka bertiga makan bersama dengan kidmat.
—Skipp time 20 : 30
.
"yosh mari kita mulai pencarian dari Fire and wind soul" ucap Naruto sok inggris di kalimat Akhirnya.
dan!
Jrash!
ia hilang dengan kilatan merah di dalam kamarnya menuju suatu tempat.
—20 : 30 at museum
Zrash!
sebuah kilatan berwarna merah terlihat dari depan museum tersebut menampilkan Naruto yang berpakaian baju hitam legan pendek dan memakai celana jins hitam dan sabuk berwarna abu-abu dan satu buah pedang di punggungnya 'Rebellion', penampilanya layaknya seorang maling?
"huh disini rupanya"
dan Naruto mulai berjalan Masuk,
Tap.. tap.. tap...
ia terus berjalan menuju tempat yang di katakan oleh Issei yaitu gerbang kuno dan tepat di depan nya terlihat garis batas polisi melintan di sebuah gerbang kuno dan di samping kiri dan kanan gerbang tersebut ada patungnya
... tap.. tap... tap!
Tepat saat ia berada di depan gerbang tersebut tiba-tiba suasana di ruangan tersebut berubah dari dingin menhadi sejuk kemudian panas,
'jadi ini gerbang 'barat' lumayan menyeramkan hiii' batin Naruto sambil melihat gerbang yang tampak menyeramkan dari arsitekturnya terlihat kuno dan banyak gambar seperti temgkorak menambah kesan horor di situ tapi saat ia inngin melihat ke atas..
Wush~
Trang!
"heh lumayan"
tiba-tiba satu sosok yang ada dimimpinya berbadah besar tak berkepala dan berwarna merah ialah 'Agni'
"jadi kau sang Api, penjaga gerbang barat" balas Naruto sambil memasang kembali Rebellion di pungungnya.
'pedang itu' batin Agni sambil menatap pedang Naruto, ia ingat pemilik terdahulu pedang tersebut ialah pengendali mereka 'Devil arm' pada masa lalu,
Dante, ya sebenarnya pemilik mereka terdahulu ialah Dante jadi setelah dante mati akibat pertarungan dengan adiknya 'Vergil' seluruh Devil arm miliknya kembali ketugasnya masing masing, yaitu menjaga gerbang. seperti yang ia lakukan 'Agni dan Rudra'
"Siapa kau?" tanya Agni sambil memasang kuda-kuda bertarung.
"aku! Aku adalah sang Devil bringger, Namikaze Naruto"
.
and...
.
cut!
.
.
{Sound On}
- dareka no you ni nare nakute
• Daripada mencoba menjadi orang lain,
- dakedo nareru hazu nakute
• Ketika kau tahu kalau itu tak ada gunanya,
- * haa* ijikeru nara~
• Dan membuatmu galau sendiri,
- kokoro no nakai ni iru~ mou hitori no jibun ga~
• Dengarkanlah suara yang ada dalam dirimu,
- oshii~ ete kureru~
• Yang akan menunjukan jalanya,
- arugamama nanka ja kitto~ irarenai kara~
• Tak ada yg puas dengan dirinya sendiri,
- daremo ga minna nayande moga~ iteru~
• Sehingga mereka akan berjuang dengan keras,
- yowane haitari~ guchitte mitari~
• Terkadang menderu dan terkadang mengeluh,
- sou yatte mainichi wo sugo~ shiteru~
• Shingga mereka bisa hidup selamanya,
- kizutsukerareru koto ni nareta bokura wa shi~ tteru~
• Kita belajar dari kesedihan,
- yasashisa toka omoi dake ja ikiteikinai~ koto wo~
• Kalau kita tak bisa hidup dengan kebaikan,
- dakedo jibun rashiku~ aritai to omoun da~
• Meski begitu, kita harus menjadi diri kita sendiri,
- itsudatte~ bokura aruiteku~~
• Dan kita akan terus melangkah,
.
{Sound Off}
.
.
Huahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!
Nah gimana?
apa terlalu membosankan?
mengecewakankah?
ato terlalu mainstream?
Terserah yang penting Raidersan-senang!
.
Maaf mungkin pertemuan antara Naruto dan Tohka agak gila, memang ia punya sifat mesum? ya! ane buat ia mesum disini!,(sesuai permintaan dari my lovely Imouto),
dan kalian coba pikir? masa baru bertemu udah mau 'ehem-ehem, hehehehe... tapi pokoknya maaf kalo membuat Raider-san kecewa, maaf!
.
Dan ini permintaan Maaf terbesar saya, karna tidak bisa membalas Review kalian Gomen Ne!
.
Dan Munkin ini udah cukup buat pembukaan'Arc 1' dan capter depan munkin bisa full figh ato juga biasa saja,
..
A/N ; ada satu buah pengumuman apa Raidersan setuju kalo ada unsur shojo ai 'Yuri' dalam fanfic ane? kalo setuju kalan bilang 'Ya' lalu poling dah mau pasangan yurinya siapa! mudah kan,
.
oke ini list nya!
Sona x Serafall
Sona x serafall x Tsubaki
ato yang lainya? boleh asal masih di lingkup Dxd, ato carakter yang kalian suka juga boleh asal berserta penjelasanya.
.
oke
.
Silahkan tulis saran serta Review kalian di bawah sana! jaa...
.
Me : Devil Hunter x Log out
seee... yaaaaaaaaa...
