Mr. Detektif

Kibum, Kyuhyun

(Kihyun FF)

Rate: T

Genre: Romance, Crime

Doble Bodyguard

Changmin menggeliat di tempat tidur. Merenggangkan tulang kakunya tapi tidak berlebihan. Dia masih ingat, belum sembuh benar dari luka waktu itu. Untuk kali ini Changmin terbangun setelah lebih dari dua belas jam tertidur, bukan karena terlalu lama tapi karena kedinginan. Pembantunya pasti tak tahu kalau dia tak menyalakan pemanas ruangan sebelum tidur tadi sore. Ketika Changmin hendak turun dari ranjang, dia melihat sekelebat bayangan dari bawah pintu kamar. Ada seseorang di depan pintu. Changmin tidak yakin itu pembantunya. Pukul satu malam tidak mungkin ada pembantunya yang masih terjaga

Mengingat Changmin pernah terlibat dengan masalah Kyuhyun, dia bisa jadi target pembunuhan juga. Walau penjahatnya sudah ditangkap, tapi dalang di balik kejahatan itu masih ada di luar sana. Kalau benar teori itu, maka seseorang yang ada di luar kamarnya sekarang mungkin salah satu kiriman bos penjahat. Changmin bergegas turun dari ranjang. Bersikap waspada dengan mencari apa saja yang bisa digunakan untuk senjata. Setelah mendapat vas bunga keramik dia berdiri di belakang pintu, menunggu kesempatan untuk memukul kalau penjahat itu sampai masuk ke kamarnya.

Tok tok tok

Anehnya pintu diketuk, kemudian seseorang memanggilnya dari luar.

"Min…" Tidak keras, tapi juga tidak lemah. "Changmin…"

Changmin ingat logat panggilan itu. Suara husky yang sering didengarnya ketika dia masih dirawat di rumah sakit. Sebenarnya Changmin sebal dengan si empunya suara, tapi karena gigih sekali mendekati Changmin, mau tak mau dia diterimanya sebagai teman.

"Ini aku, Luo. Boleh masuk!" Entah dia bertanya atau sekedar memberi tahu, nyatanya Luo mulai memutar kenop pintu. Ketika Luo mendorong pintu membuat celah, Changmin menempatkan diri di depannya. "Astaga, Changmin!" Luo terlonjak kemudian mengelus dadanya.

"Bagaimana kau bisa masuk kemari?" tanya Changmin kasar. Dia marah, malam-malam begini diganggu detektif mesum sepertinya.

"Kau belum tidur ternyata," kata Luo mengalihkan perhatian Changmin.

"Itu bukan jawaban dari pertanyaanku. Bagaimana kau bisa masuk kemari?" ulangnya.

Luo tersenyum sebentar sebelum menjawab. "Pembantumu meneleponku, katanya satpam di rumahmu tak bisa meneruskan tugas malam ini, aku disuruhnya datang. Sekarang kau masih dalam perlindungan polisi, kalau terjadi apa-apa saat tak ada yang menjagamu pihak polisi akan dicela masyarakat."

"Aku bisa melindungi diriku sendiri. Kau bisa pulang sekarang!" Walau Changmin sudah menduga tak akan mampu mengusir Luo dari rumahnya, setidaknya dia mencoba.

"Tidak bisa. Ini tugas!"

"Kalau tugas kenapa kau baru datang setelah tengah malam?" Kalaupun Luo datang dari sore, Changmin tak akan tahu. Dia tidur terlalu awal, tapi untuk mengetes benar-tidaknya Luo dikirim kemari karena tugas, dia patut menanyakan itu. "Kalau satpamku tak bisa berjaga, pasti mengatakan padaku sebelumnya."

"Ini dadakan. Satpammu tak enak badan sebelum tengah malam tadi. Kau kemungkinan sudah tidur. Pembantumu menelepon kantor polisi, petugas dikantor menyuruhku datang kemari." Luo menjelaskan seolah cuma dialah yang sanggup menjalankan tugas ini.

Changmin tidak yakin Luo berkata benar. Kalau Luo datang kemari untuk menggantikan satpamnya, dia pantas tahu soal itu. Lagi pula kalau berniat untuk berjaga, dia harusnya berada di luar bukan berusaha masuk kekamarnya.

"Aku tidak percaya. Kutanyakan dulu pada pembantuku."

"Eitsss, tunggu dulu. Dengar penjelasanku!" Luo mendorong Changmin masuk ke kamarnya. Dia juga menutupnya dari dalam setelah ikut masuk. "Pembantumu sudah kusuruh tidur lagi setelah membukakan pintu, kasihan kalau dia kau bangunkan."

Changmin di gandeng Luo, di tarik ke tempat tidurnya lalu di dudukkan di ranjang.

"Kau jelas tahu kalau dalang dari kejahatan yang selama ini menimpamu dan Kyuhyun masih belum tertangkap, dia bisa mengirimkan orang untuk mencoba membunuhmu lagi." Changmin tidak terpengaruh. "Kalau ada agent sepertiku disini, penjahat tak akan bisa apa-apa. Aku akan melindungimu."

"Anggap aku percaya, kau memang datang kemari untuk menggantikan satpamku." Luo ikut duduk di samping Changmin. "Tapi kenapa kau masuk ke kamarku, harusnya kau berada di luar?"

"Kalau aku lebih dekat denganmu, lebih mudah juga menjagaimu", dalihnya. "Lagipula di luar dingin"

"Kau sudah lihat kalau aku baik-baik saja. Kau boleh meninggalkan kamarku sekarang!" pinta Changmin. "Di sebelah ada kamar tamu, kau bisa istirahat disana!"

"Bukan begitu rencananya. Kau tidur di kasurmu, aku akan tidur di sofa, tapi di dalam kamar ini." Changmin tidak suka rencana itu. "Itu demi kebaikanmu," tambah Luo.

Kebaikan Changmin adalah tanpa ada Luo disekitarnya. Dia baru saja bangun, kalau Luo ada di kamarnya, dia mau berbuat apa? Luo itu rusuh, kalau dia terjaga pasti akan terus diajak bicara sepanjang malam, kalau dia tidur jangan-jangan dia akan diperkosa. Pokoknya, Luo harus keluar dari kamarnya.

"Jangan terlalu banyak berpikir. Aku tak akan berbuat macam-macam, keberadaanku disini murni untuk menjagamu", kata Luo meyakinkan Changmin. "Sekarang kau bisa kembali tidur, sementara aku numpang ke kamar mandi. Sebelah mana kamar mandimu?"

Changmin menunjuk salah satu pintu dan Luo segera kesana. Saat Luo dalam kamar mandi, Changmin segera berdiri. Berjalan ke arah jendelanya, menyibakkan tirai dan melihat kebawah. Pos satpam di dekat gerbang masuk masih terang. Satpamnya juga terlihat ada di dalam sana. Jadi Luo bohong padanya? Lalu untuk apa dia datang malam-malam begini?

Jagung

Ternyata bukan hanya Luo yang datang tengah malam, Kyuhyun juga meneleponnya saat ini. Dia bilang akan datang bersama Kibum. Mereka sedang dalam perjalanan, sudah dekat dengan area rumah. Changmin disuruh menunggu kedatangan mereka, baru setelah itu akan dijelaskan maksud kedatangannya.

Lima menit menunggu, mobil Kyuhyun masuk area rumah Changmin. Kyuhyun dan Kibum, turun, langsung masuk ke rumah yang sudah dibukakan oleh si empunya.

"Sebenarnya ada apa ini?"

"Kau bisa berikan aku minuman panas dulu sebelum kita cerita?" pinta Kyuhyun sambil berjalan ke dapur diikuti Changmin dan Kibum.

"Pembantuku sudah tidur, aku tak tega membangunkannya jam segini. Kalau kau mau, kutunjukkan dan buat air panasmu sendiri."

"Boleh. Kau punya coklat bubuk kan?"

"Ya." Changmin masih mengekor sahabatnya, tapi memilih jalan lebih dekat dengan Kibum. "Kibum, aku punya sedikit masalah di kamarku. Kalau kau tak keberatan untuk membantuku."

"Jangan macam-macam, dia kekasihku!" tegas Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit kesal hari ini. Kencannya tak berjalan lancar, penyebabnya adalah hal yang membuatnya ikut Kibum datang ke rumah Changmin saat ini. Seperti yang disarankan Max, mereka pergi ke tempat kencan, sesampainya disana seseorang menelepon Kibum, menyuruhnya datang ke kantor saat itu juga. Atas desakan Kyuhyun, Kibuk menolak dengan dalih tak bisa meninggalkan Kyuhyun karena itu masih jadi tugasnya sebelum Letnan Kim sendiri yang menyuruhnya berhenti. Karena si penelepon mengatakan, masalah itu berkaitan dengan Kyuhyun juga, mau tak mau mereka kembali ke kantor.

"Baru punya kakasih sekali saja kau sudah berubah posesif" ejek Changmin. "Aku tidak berniat menggoda kekasihmu. Luo ada di kamarku, aku mau Kibum mengusirnya!" Changmin ditanggapi gerutuan oleh Kyuhyun. "Ngomong-ngomong aku berkencan dengan temannya Jessi. Kalau kau masih ingat orientasi seksualku, aku straight"

"Sedang apa dia disini?" tanya Kibum mengabaikan dua sahabat yang saling ejek.

"Aku sudah bertanya, tapi dia tak menjawab." Changmin meralat. "Menjawab tapi bohong."

Di dapur. Kyuhyun mengeluarkan dua cangkir, bubuk coklat dan susu kental dari dalam kulkas. Dia membuatnya dengan air panas dari mesin otomatis di dapur itu. Setelah mengaduknya, menyerahkan salah satu cangkir pada Kibum.

"Ada yang mengirim surat ancaman ke apartemen Jessy. Suratnya diketik dan diprint dengan isi nama kita bertiga yang harus meninggalkan Korea…"

"atau kalian akan menerima akibatnya," lanjut Kibum. "Walau surat itu terkesan seperti surat kaleng biasa dengan ancaman tak jelas, polisi memutuskan memperketat perlindungan kalian. Karena di rumah Kyuhyun juga dikirimi surat yang sama, kemungkinan kau juga dapat. Itu mungkin yang jadi alasan Luo datang kesini, untuk mengecek sekaligus melindungimu."

"Melindungiku? Maksudmu aku akan diikutinya terus seperti kau mengikuti Kyuhyun?"

"Seperti itulah kira-kira," jawab si suara husky dari ambang pintu dapur. "Maaf aku tak segera menjelaskannya dari tadi. Aku tak ingin kau bangun tengah malam hanya untuk mengkhawatirkan hal sepele seperti ini," kata Luo sok perhatian pada Changmin. "Aku sudah tahu kalian pasti datang, tapi kenapa secepat ini. Kau merusak rencanaku saja, Kibum."

Tadinya setelah selesai dengan urusan surat ancaman, idetifikasi, pemetaan dan infestigasi pada Jessy dan Kyuhyun, mereka mau pulang dan istirahat. Satu detektif hebat ditugaskan untuk menjaga satu orang. Jessi dijagai detektif perempuan, senior Kibum di akademi detektif dulu. Yeoja itu harus menolak, selain kehidupan pribadinya terusik, pekerjaannya mengumpulkan uang dengan memacari orang-orang kaya jelas terganggu. Nyatanya penolakan Jessy balik ditolak oleh seorang staff kantor polisi. Alhasil dia pulang sambil menggerutu, dia pasti memikirkan cara untuk bersikap baik di depan detektif kalau tak mau disebut yeoja jalang.

Kyuhyun jelas maunya dijagai Kibum. Secara mereka sepasang kekasih, memisahkan Kyuhyun dari Kibum sama dengan masalah dengan negara. Kepolisian masih menganggap kalau Kyuhyun mencintai Kibum dan akan bertahan di Korea hanya bila detektif itu terus bersamanya. Mereka tak tahu kalau sebenarnya antara keduanya punya hubungan lebih serius dari itu. Makanya mengumpankan Kibum pada Kyuhyun adalah salah satu cara terbaik. Untuk Changmin sendiri, seorang polisi terlanjur menghubungi Luo. Kyuhyun sudah bilang kalau Changmin tak akan suka dengan adanya Luo disekitarnya, namun Luo terlajur setuju dan langsung menuju rumah Changmin saat itu juga. Maka dari itu Kyuhyun mengajak Kibum datang ke rumah Changmin, sekedar menemani sahabatnya kalau merasa suntuk dengan adanya Luo.

"Kibum, kau bawa handphone?" tak curiga, Kibumpun mengangguk. "Ada nomor Letnan Kim kan?" Kibum mengangguk lagi sambil merogoh sakunya dan menyerahkan ponselnya pada Changmin.

"Memang kenapa kau menelepon Letnan?" tanya Luo saat Changmin sudah mendekatkan ponsel itu ke telinga.

"Kalau memang aku harus dijagai polisi, aku tak mau kau yang jaga. Letnan Kim pasti dengan baik hati akan menukarmu dengan detektif lain!" jawab Changmin seketika membuat Luo melotot.

Jagung

Siwon tergesa memasuki ruangan Kyuhyun. Mukanya tampang tak senang, padahal ini hari pertama Kyuhyun kembali bekerja. Biasanya kalau melihat Kyuhyun, Siwon selalu cerita, bawaannya enak untuk diajak bicara. Kali ini tiba-tiba namja itu terkesan tak sabaran, apalagi saat mengulurkan berkas pada Kyuhyun.

"Tuan Ma bilang belum menerima uang darimu. Sekertarisnya menelepon lebih dari sepuluh kali dalam seminggu ini. Tuan Ma sendiri menghubungiku dan Leeteuk hyung empat kali. Dia ingin bicara langsung denganmu?"

"Tuan Ma?" Kyuhyun bingung. Nampaknya baru pertama kali itu dia dengar nama barusan. "Tuan Ma yang mana hyung?"

"Tuan Ma, pemilik perusahaan clothing dari China. Kau menginfestasikan uang pada perusahaannya tanpa bilang pada kami. Memang uang yang kau gunakan adalah milik perusahaanmu, tapi setidaknya kau beritahu kami kalau ujung-ujungnya ada masalah seperti ini."

Kyuhyun tak paham soal infestasi itu. Bukannya dia sendiri tak datang ke kantor sejak tabrakan. Lagipula dari pada uang digunakan untuk infestasi perusahaan lain, lebih baik digunakan untuk buka usaha baru. Kyuhyun adalah tipe orang yang congkak, mana mau kalau sahamnya bercampur dengan milik orang lain. Dia mau jadi yang superior di perusahaannya sendiri.

"Aku punya banyak pekerjaan Kyu. Kalau kau punya kendala infestasi, seharusnya bisa diselesaikan sekertarismu." Kyuhyun masih tak menjawab. Dia berusaha mengingat siapa Tuan Ma yang dimaksud Siwon. "Coba kau lihat copy-an kontrak kerja antaramu dan perusahaan itu!"

Kyuhyun mengambil map yang baru saja diberikan Siwon padanya. Membaca sekilas poin-poin penting kemudian mendengus setelah sampai pada nominal uang yang ada di kertas itu. Perusahaan pakaian KW? Dan Kyuhyun mau infestasi disana? Dengan nilai kehormatannya yang tinggi, tidak mungkin Kyuhyun melakukan hal konyol seperti ini. Perusahaan clothing brand terkenalpun Kyuhyun tak sudi infestasi, kenapa pula dia menanda tangani persetujuan dengan perusahaan seperti ini?

"Hyung, kau sudah baca isi persetujuan ini?"

"Tentu, dan aku tak habis pikir kenapa kau menanda tangani perjanjian seperti itu?" kata Siwon sambil menggeleng-geleng prihatin.

"Kau pikir aku sudi dengan kerja sama sepeti ini?"

"Tidak, tapi nyatanya kau melakukannya."

"Berarti kau tak benar-benar mengenalku."

"Kau ini bicara apa? Aku mengenalmu, hanya saja hal ini benar terjadi. Tidak ada orang yang serta merta menandatangani dan melepaskan uang sebegitu banyak dengan mudahnya, selain kau," kata Siwon frustasi. "Aku memang tak percaya, tapi…"

"Siwon…" panggil Leeteuk yang masuk diikuti sekertaris Kyuhyun. "Kyu, kau harus membaca semua map ini sebelum menjelaskannya." Sekertaris Kyuhyun menyerahkan sekitar 10 map kehadapan Bos-nya. "Yue yue menemukan semua berkas ini ditumpukan berkas lain yang akan dia serahkan padamu!"

Yue yue, sekertaris Kyuhyun keturunan China itu memberi sedikit penjelasan. "Ini sedikit janggal Bos. Sebelum kukirim ke perusahaan yang tertera di alamat, aku memeriksanya kembali seperti yang kau perintakan waktu itu. Lima perjanjian yang kau tanda tangani ini bermasalah. Beberapa aku ingat, tapi yang lain tidak. Map-map itu tidak datang melalui aku." Yue yue menyarankan Kyuhyun membaca satu perjanjian yang paling banyak terdapat kejanggalan. "Perusahaan ini pernah mengadakan perjanjian denganmu. Dulu kau melepas jutaan dolar untuk mendanai mereka, itu jauh sebelum kau menyuruhku meneliti ulang berkas yang sudah kau tanda tangani."

"Aku ingat perusahaan ini, tapi dulu pengajuan dananya bukan untuk pengembangan perusahaan, tapi untuk acara amal atau sebangsa itu" Kyuhyun membaca berkas dari perusahaan yang sama tapi pengajuan kali ini secara blak blakan mengatakan untuk pendanaan perusahaan pribadi. "Apa ada yang mengubah isinya?"

Yue yue menggeleng bersamaan dengan Leeteuk "Kita ditipu, Bos!"

"Itulah kenapa uang perusahaan kita menghilang banyak," terang Leeteuk. "Yue yue menemukan lima berkas baru dengan kedok penipuan yang sama. Menemukan empat berkas yang sudah kau tanda tangani, tapi uang dari perusahaan tak bisa cair. Semua yang tak bisa cair itu setelah Heechul menukar aset kalian. Aku tak tahu Heechul itu sebenarnya baik atau buruk, tapi karena pertukaran uang perusahaan yang akan hilang jadi tertahan."

Leeteuk dan Siwon masih tak tahu kalau pertukaran itu Kyuhyun sendiri yang melakukannya. Dia sudah curiga soal uang perusahaan yang hilang, menyelidikinya dengan mamasukkan beberapa orang pintar yang menyamar jadi pegawai. Yue yue juga tahu, dia satu-satunya orang dalam yang terlibat dengan rencana Kyuhyun. Makanya setiap berkas yang keluar dari bos-nya, diperiksanya ulang. Yang menemukan kejanggalan berkas itu bukan hanya sekertarisnya, tapi sebagian besar ditemukan oleh orang sewaan Kyuhyun.

"Jadi Tuan Ma itu menipu?" tanya Siwon masih belum move on dengan masalah infestasi yang dia bawa.

"Mungkin itu masalah lain, Hyung," jawab Kyuhyun. "Supaya perjanjian kerja ini terlihat betulan, orang yang melakukannya mengadakan kerjasama dengan satu perusahaan yang nyata."

"Pelakunya orang dalam. Wah itu bukan aku, Kyu!" sangkal Siwon berusaha membela diri pada sesuatu yang tak dituduhkan padanya.

"Kyuhyun tidak menuduhmu!" bentak Leetek. "Aku akan lapor polisi, sekarang!"

"Tunggu dulu, Hyung!" cegah Kyuhyun. "Kalau kau lapor sekarang, mereka akan menghilangkan jejak"

"Mereka? Maksudmu banyak orang?"

"Sepertinya begitu karena diawal-awal dulu pekerjaan mereka rapi, tapi makin kesini makin buruk. Kau lihat perjanjian yang diajukan dengan Tuan Ma? Apa mungkin aku sudi infestasi di perusahaan pakaian KW? Dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan mereka sudah membuat ulah lagi sampai sepuluh perjanjian. Itu tandanya mereka tidak sabaran. Ada beberapa orang bodoh bergabung di tim mereka."

"Kau benar. Kita selidiki sendiri secepatnya, temukan bukti lalu laporkan mereka."

"Karena sudah tahu uangnya tak mengalir ke rekening mereka, bisa jadi mereka sudah tahu kalau kita sudah mengetahuinya. Sebaiknya kita selidiki lebih cepat sebelum mereka menghilangkan bukti, Bos!" usul Yue yue.

"Setuju!" jawab Siwon paling awal. Dia tak bisa menerima kenyataan bahwa dalam perusahaannya ada penyusup, menggelapkan uang.

Jagung

"Kau tinggalkan Shim Changmin dimana?" teriak Letnan Kim dari dalam ruang kerjanya.

Kibum yang terpejam di kursi kerjanya, menyungingkan senyum. Dia amat menikmati rekan kerjanya dimarahi oleh atasannya sendiri. Itu Chang, detektif yang ditugaskan menggantikan Luo menjagai Changmin. Tentu saja Chang yang mengakui diri sebagai detektif super itu merasa turun pangkat. Dia detektif yang suka berurusan dengan penjahat kelas atas, gara-gara semalam Changmin menelepon minta penjaganya ditukar, Chang yang kena sial. Dia ditunjuk langsung oleh Letnan untuk melindungi Changmin. Kalau bahasa detektifnya, turun pangkat jadi bodyguard. Sama seperti yang dirasakan Kibum waktu pertama kali ditugaskan menjagai Kyuhyun.

"Kau tinggalkan Shim Changmin dimana?" tanya seorang pegawai menirukan Letnan mereka menanyai Chang. Dia tertawa kecil, disusul tawa petugas lainnya.

"Jangan jadi Letnan kedua disini! Aku tak melakukan apapun pada Letnan Kim, bukan berarti aku tak akan melakukan apapun pada kalian juga!" ancamnya sambil menuding siapa-siapa yang tadi menertawakannya.

"Relaks Chang! Kita tidak bermaksud meledekmu. Letnan Kim ada benarnya, kau meninggalkan Changmin sendirian itu berbahaya. Kalau terjadi hal seperti sebelumnya, bisa saja pekerjaanmu jadi taruhannya."

"Dia sedang berada di perusahaannya, banyak orang disana, tidak mungkin ada yang berani menyentuhnya. Lagipula penjagaan disana ketat."

"Bukankah Changmin belum sembuh benar? Dia sudah pergi kerja?" tanya seorang yeoja. "Pantas dia kaya, dalam keadaan sakit saja terus memaksa bekerja."

"Changmin selain kaya juga tampan. Mengingat perseteruannya dengan Kyuhyun soal yeoja bernama Jessy itu tidak benar, pasti sekarang dia tak memiliki kekasih," kata yeoja lain.

"Kau benar," sahut yeoja sebelumnya. "Changmin suka yeoja yang seperti apa ya? Chang, kalau dia tak sibuk, coba cari alasan untuk membawanya kemari. Siapa tahu mereka tertarik dengan salah satu diantara kita," kata si yeoja yang kemudian tos dengan yeoja disebelahnya.

"Dasar yeoja genit," celetuk salah seorang petugas.

Kibum kembali tersenyum mendengar pembicaraan rekan-rekan kerjanya. Dia menikmati suasana dulu dia dihina dengan status bodyguard, sekarang Chang yang dapat predikat sama.

"Ngomong-ngomong sekarang Kibum juga meninggalkan Kyuhyun." Kibum mulai tak senang namanya disebut. "Jangan-jangan kalian berdua sekongkol untuk menyelakakan dua sahabat itu!"

"Jangan bercanda!" sangkal Chang. "Kita detektif, bertugas melindungi masyarakat bukan mencelakakan." Kibum menyetujuinya kali ini. "Lagipula aku dan Kibum kemari untuk mengetahui perkembangan kasus ini dari kalian. Coba, seberapa banyak yang sudah kalian dapat!" Sekarang gantian beberapa petugas gelagapan ditanyai balik. Sebagian lagi malah pura-pura berkutat dengan pekerjaan mereka, tandanya belum terlulu banyak yang mereka dapat. "Tae, Letnan menyuruhku menanyakan hal ini padamu!"

Tae sub langsung menggigil, kenapa juga kasus penyelidikan surat kaleng itu diserahkan padanya? Menyesal dia tak segera pulang kemarin malam.

"Surat di rumah Kyuhyun dan Changmin diantarkan pos. Di apartemen Jessy diantarkan oleh seorang anak kecil. Gambarnya tertangkap oleh kamera gedung. Sidik jarinya yang tertinggal juga sudah diperiksa, milik seorang anak bernama Lee Minhyuk. Usianya 12 tahun, dia yatim piatu yang tinggal dan diurusi oleh nenek dan kakeknya. Belum ada keterangan lebih lanjut, polisi sedang ditugasnya kesana," tutur Tae sub.

"Yang lain?" tanya Chang ke teman-teman lainnya.

"Informasi yang kita dapat belum akurat. Nanti setelah semua jelas, kalian berdua akan diberitahu," jawab seorang yeoja. Sumpah dia mengarang soal itu. Mereka hanya punya secuil informasi yang tak bisa dikatakan ada hubungan erat antara kasus surat kaleng dan kejahatan sebelumnya, maka dari itu dia berusaha berbohong pada dua detektif itu. Toh Kibum dan Chang bukan atasan, mereka tidak wajib melapor pada keduanya. "Sebaiknya kalian segera menemui Kyuhyun dan Changmin dari pada Letnan Kim marah lagi. Kalau kami dapat informasi baru, Tae sub akan menghubungi kalian secepatnya!"

"Yah, kenapa aku?" Si yeoja langsung melotot sambil mengeretakkan giginya. Dia mengirimkan isyarat agat Tae sub diam, ini cuma rencana agar dua detektif di depan mereka segera meninggalkan kantor. "Baiklah baiklah. Aku akan menghubungi kalian nanti!"

Chang menyeret Kibum keluar kantor. Dia sudah tahu kalau teman-teman di kantornya sedang tak suka keberadaan mereka. Karena Chang belum ingin menemui Changmin dia merencanakan untuk melakuakan patroli keberuntungan. Siapa tahu dia menemukan sedikit pencerahaan soal kasus baru ini.

"Kibum, bagaimana soal surat kaleng ini?"

Kibum mengangkat bahu. "Tidak begitu mengkhawatirkan. Ancamannya saja tidak jelas, tapi pihak kepolisian sudah heboh sendiri. Ralat, atasan atasan kita yang heboh," kata Kibum sambil menggaruk kulit kepalanya.

"Karena ini meyangkut Kyuhyun, makanya mereka heboh. Paling-paling ajang cari muka pada pejabat tinggi negara!"

"Jaga bicaramu, kedengaran salah satu atasan, kau bisa dipecat!"

Chang acuh saja, memang seperti itulah dia, susah diatur dan suka melawan aturan. Dia sering mendapat teguran dari atasan, sesering Luo. Bedanya kalau Chang kaku dan tak bersahabat, kalau Luo mesum dan sok bersahabat.

"Heran, dari sekian banyak orang kenapa Kyuhyun harus berurusan dengan kerabat jauhnya sendiri. Investigasi jadi lebih susah." Kibum tak menanggapi Chang, dia hanya mengekor kemana temannya itu melangkah. "Ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan Kyuhyun?"

"Seperti hubungan sepasang kekasih pada umumnya."

"Sepertinya kau tak berniat untuk meninggalkannya walau suatu hari nanti kasus ini selesai," tebak Chang. "Kau bertahan dengannya karena uang dan posisinya atau karena hal lain?"

Ternyata Chang punya pemikiran yang jitu soal hubungan Kibum dengan Kyuhyun. Baguslah ada yang menanyakan hal itu, Kibum bisa jujur sekalian. Dia menyukai Kyuhyun, begitu juga sebaliknya, jadi tak perlu berpisah. Kalau ada yang menuduhnya gila harta Kyuhyun, Chang pasti bukan salah satunya.

"Aku menyukainya," jawab Kibum to the point

"Kau bisa jatuh cinta juga?" Chang mengejek. "Kyuhyun juga menyukaimu, hubungan kalian akan bertahan lama." Tu kan, Chang tak mempermasalahkan soal harta. Mengajaknya bicara tentang Kyuhyun lebih menyenangkan dari pada bicara dengan Luo.

"Aku menyukainya," ulang Kibum sambil memasang wajah kasmaran orang stoic. Jatuh cinta tanpa ekspresi. Kebetulan Chang akrab dengan pokerface, makanya dia paham apa yang dirasakan Kibum.

"Apa yang menarik darinya selain harta dan kedudukan?"

"Dia jenius"

"Dan tubuhnya bagus. Jangan pungkiri itu, aku bisa membaca isi otakmu bahwa kau sering menidurinya!"

Memang, tapi tidak sesering yang Chang bayangkan. Mereka tak punya banyak waktu untuk bercumbu. Kyuhyun sering sakit, lalu banyak masalah, juga pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk membuat waktu bercinta mereka berkurang. "Tidak juga. Hanya beberapa kali."

"Bagus seperti itu, dari pada kau jadi maniak seks seperti Luo!" Luo bukan maniak seks, Kibum tahu itu. Hanya karena temannya itu sering gonta ganti pacar bukan berarti dia maniak. Tapi Kibum juga tahu kalau Chang tak sungguh-sungguh mengatakannya. "Kudengar dia menyukai kekasihmu!"

"Menyukai Changmin dan menyukai orang lain juga. Dia memang seperti itu kan?"

"Pantas Changmin minta tukar bodyguard. Tapi kenapa aku yang jadi bodyguardnya?" kata Chang sambil menghela nafas lemah. "Ngomong-ngomong aku akan jalan-jalan." Jalan-jalan ala detektif itu sekalian penyelidikan. "Kau mau ikut? Kita kembali sebelum jam kantor Kyuhyun dan Changmin habis."

"Aku ikut!"

Jagung

Kyuhyun tak meninggalkan kantor sebelum Kibum datang menjemputnya. Dia meneleponnya sejak satu setengah jam yang lalu tapi Kibum belum datang sampai sekarang. Sudah ditelpon ulang dua kali, kekasihnya itu hanya mengatakan sedang berada di jalan. Tahu Kibum datang telat, Kyuhyun tak sudi menunggunya di lobi kantor. Selain jadi bahan perhatian anak buahnya, setiap orang yang akan keluar kantor selalu menyapa dan menunduk dulu padanya. Kyuhyun risih terus-terusan diperlakukan seperti itu.

"Bos, kau sudah keluar lebih dari sejam yang lalu, kenapa masih disini?" tanya Yue yue. Yeoja itu itu sudah membawa sebagian barang kantornya. Berniat pulang sama seperti yang lainnya.

"Menunggu seseorang."

"Tuan Choi dan Tuan Park kelihatannya sudah pulang."

"Bukan mereka, tapi Kibum," jawab Kyuhyun ketus. Terbawa suasana jengkel karena terlalu lama menunggu. Dia tidak biasa diperlakukan seperti ini, orang lain yang biasanya menunggu.

Yue yue belum pernah dengan nama Kibum disebut Bos-nya sebelum ini. Dari jajaran pembisnis yang pernah bekerja sama dengan perusahaan, nama itu belum pernah di dengarnya. Mungkinkah Kyuhyun punya rekan bisnis baru? Atau Kibum adalah kerabat Kyuhyun? Kalau menyangkut keluarga, Yue yue tidak tadak tahu sama sekali.

Kyuhyun melirik sekertarisnya yang masih di samping tempat dia duduk. "Kenapa kau masih disini?"

"Kupikir kau butuh teman menunggu."

"Tidak perlu. Segera pulang sana!" usir Kyuhyun galak.

Yue yue mengangguk, berpamitan kemudian segera mengambil langkah menjauhi Bosnya. Memang seharusnya dia pulang. Menghadapi Bos-nya akhir-akhir ini jadi lebih sulit. Setelah kecelakaan, mereka saling tak bertemu dalam waktu yang lama. Semua pekerjaan dibicarakan lewat telepon, setelah Kyuhyun kembali ke kantor, Yue yue baru tahu Bos-nya berubah. Lebih kearah yang tak bisa ditebak. Dalam sehari saja, dia mendapati Kyuhyun berubah mood, berubah ekspresi berkali-kali. Kalau ada hal lain yang dipikirkan itu bagus, tandanya Kyuhyun telah membuka peluang untuk mengembangkan hati dan pikirannya selain di bidang bisnis.

Yue yue hanya belum terbiasa, Kyuhyun yang selalu serius saat membahas sebuah pekerjaan tadi sempat melamun di hadapannya. Dia juga menangkap ekspresi galau Bos-nya saat memandangi tponselnya sendiri. Kemudian Kyuhyun kaget dan panik saat Yue yue meminta perhatiannya, seperti maling tertangkap tadi membuat sekertaris keturunan China itu heran, ketika Kyuhyun mendapat panggilan. Bos-nya tersenyum senang setelah melihat nama si penelepon, mengangkat panggilan itu dengan suara ceria, bicara sambil tersenyum-senyum namun terakhir marah-marah dan menutup teleponnya dengan kasar. Mungkin karena kecelekaan, teror dan masalah musuh dalam perusahaan membuat pribadi Bos-nya berubah. Atau kesalahan bukan terletak pada Kyuhyun, tapi pada Yue yue yang mengintip saat Bos-nya sedang menelepon?

Kibum berpapasan dengan Yue yue dekat pintu depan. Karena tak kenal, mereka hanya saling lewat, namun Yue yue sempat melihat pistol di balik jas Kibum. Yue yue curiga, menghentikan langkahnya sebentar untuk mengamati kemana perginya orang barusan.

"Kau terlambat hampir dua jam, Kibum!" marah Kyuhyun setelah Kibum berada di hadapannya.

Oh, itu yang namanya Kibum, namja berpistol muka ganteng tapi sangar itu kenalan Kyuhyun. Merasa Kibum tidak marah dibentak Bos-nya, Yue yue yakin kalau Kibum sebangsa penjaga, bodyguard pribadi Kyuhyun. Kalau memang begitu, aman meninggalkan Kyuhyun sekarang.

"Sudah kubilang aku datang dari tempat yang jauh. Aku ikut patroli bersama Chang" Kyuhyun mendecih. Dia mengabaikan beberapa pasang mata melirik padanya. "Ayo pulang!"

Meski sebenarnya dia ingin menggerutu, Kyuhyun tak melakukannya. Dia ingat tempatnya tidak tepat untuk merajuk dihadapan Kibum. "Kita makan malam dulu!", katanya kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan lobi.

"Makan malam sekarang?" tanya Kibum sambil mengekor Kyuhyun. "Ini masih sore."

"Aku mau kencan hari ini, terserah kau mau membawaku kemana asal kencan yang kemarin terbayarkan."

"Aku masih menyimpan list tempat romantis yang kau minta dari Max kemarin. Kita kesalah satu tempat itu, atau ketempat yang kemarin tak jadi kita datangi?"

"Yang kemarin saja. aku ingin makan disana."

"Ok!" Kibum menyusul Kyuhyun, berjalan sejajar dengan kekasihnya itu. "Ngomong-ngomong satpam perusahaanmu marah saat aku memarkir mobil depan kantor. Sudah kubilang kalau aku detektif polisi, tapi dia tak percaya. Kubilang aku menjemputmu, dia juga takpercaya. Baru setelah bilang aku kekasihmu, satpam itu tak marah lagi. Dia cuma menyuruhku menepikan mobil kemudian mempersilakanku masuk kemari."

Kyuhyun mengerutkan dahi tak suka. "Kau bilang aku kekasihmu?" Kibum megangguk "Selain Leeteuk hyung, disini tak ada orang tahu kalau aku punya kekasih."

"Kau tak mau orang lain tahu hubungan kita?"

"Tidak juga. Mereka hanya tahu aku punya hubungan dengan Jessy, bukan dengan sesama namja. Apalagi itu kau, detektif polisi yang tadinya ditugaskan melindungiku. Kalau ada orang yang tahu pasti mengira aku cinta lokasi denganmu."

"Nyatanya memang begitu."

Saat keduanya keluar pintu lobi, hendak menghampiri mobil. Mereka bertemu dengan Yue yue lagi. Yue yue sedang berdiri dekat pos, baru saja bicara dengan satpam disitu.

"Kenapa kau juga belum pergi?"

"Aku segera pergi, Bos. Menunggu teman," jawab Yue yue mengkopi jawaban Kyuhyun tadi. "Ngomong-ngomong Bos, benar Tuan ini kekasihmu?" tanyanya hati-hati. Yue yue pasti dengar pernyataan barusan dari satpam.

"Ya. Dia yang kutunggu dari tadi." beralih pada Kibum. "Kibum, ini Yue yue, sekertarisku!"

Yue yue dan Kibum saling menyapa, tanpa salaman. Kibum mengenalkan diri sebagai detektif polisi bukan bodyguard seperti yang tadi Yue yue kira. Untungnya Yue yue cepat tahu soal pekerjaan asli Kibum, kalau tidak lalu Yue yue keceplosan mengatakan kekasih Kyuhyun seperti bodyguard, bisa-bisa dia dipecat Bos-nya.

"Kami pergi duluan!" pamit Kyuhyun sambil menyeret Kibum menuju mobil mereka.

Setelah keduanya masuk ke mobil, mobil dijalankan sampai keluar area kantor, Yue yue dan satpam baru bernafas lega.

"Kukira tadi dia bodyguardnya si Bos," kata Yue yue lega karena kaliamt itu tak terucap di depan Bos-nya. "Menurutmu bagaimana hubungan mereka itu?"

Satpam menggeleng. "Mungkin Tuan Cho sudah bosan dengan Nona Jessy," jawab satpam.

"Mungkin juga." Yue yue setuju dengan penjaga kantor di sampingnya itu

Jagung

Scene romantis antara Kibum dan Kyuhyun itu hanya ada saat mereka sedang bercinta. Maksudnya ketika mereka sama-sama telanjang di atas ranjang kemudian melakukan hubungan badan, bukan bercinta ala remaja yang jalan berdua lalu memadu kasih. Dalam hubungan Kyuhyun dan Kibum, memadu kasih atau istilahnya pacaran adalah hal kekanakan. Mereka bukan remaja labil yang cintanya harus diekspresikan dengan saling menggegam tangan kemudian menyanjung kekasihnya dengan kalimat cinta. Kibum lebih suka langsung menyentuh Kyuhyun lalu memulai percintaan mereka, sedangkan Kyuhyun ikut apa kata Kibum.

Seperti kencan tadi sore yang belangsung hambar. Tempat dan suasana romantis, makan malam enak tapi hubungan keduanya biasa saja. Tidak ada kalimat romantis, pegangan tangan atau ciuman dan pelukan, yang ada keduanya saling bercerita masalah di kantor masing-masing. Soal penyusup di kantor Kyuhyun juga kasus surat kaleng yang dibesar-besarkan di kantor kepolisian Kibum. Habis makan malam, Kibum merasa bosan berada di tempat itu, dia mengajak Kyuhyun pulang padahal Kyuhyun sendiri masih betah. Dari pada tak menuruti Kibum lalu jadi bertengkar, Kyuhyun ikut saja. Sampai di rumah baru tahu alasan Kibum mengajaknya pulang, karena dia ingin bercinta.

"Ambilkan air untukku!" perintah Kyuhyun setelah merebahkan punggungnya di kasur.

Mereka baru menyelesaikan ronde ketiga, Kyuhyun kelelahan tapi Kibum terlihat biasa saja.

"Aku mau buat kopi, kau mau kopi juga?"

"Tidak. Aku mau air."

"Tunggu sebentar. Kau jangan tidur!"

"Hmmm."

Kibum beranjak dari tempat tidur, memakai celana pendeknya kemudian keluar dari kamar. Ketika Kibum masuk ke dapur, kebetulan pembantu Kyuhyun sedang membuat kopi untuk penjaga rumah dan sopir.

"Detektif Kim," sapa pembantu itu. Meski sempat terkejut melihat kekasih Tuannya bertelanjang dada, dia masih menyapa dengan ramah. "Ada yang bisa saya bantu?"

"Buatkan aku kopi hitam dan segelas air untuk Kyuhyun." Pembantu itu mengangguk, meninggalkan kopi yang telah dia buat untuk membuat kopi baru. "Apa kau suka dengan rumahku?" tanya Kibum selagi pembantu itu mengerjakan tugasnya.

"Suka, hanya saja pekerjaan kami jadi lebih sedikit," jawab pembantu tanpa menoleh sedikitpun. Takut dia tak mampu berpaling kalau sudah terpaku pada tubuh setengah telanjang Kibum. "Kami merasa tidak enak bekerja sedikit sedang gaji kita tetap."

"Kyuhyun tak akan mempermasalahkan hal itu. Asal kalian mau terus bekerja untuknnya, dia pasti senang." Pembantu itu mengangguk-angguk lagi. "Setelah renovasi rumah Kyuhyun selesai, kalian pasti diboyong lagi kesana.

Selama bekerja dengan Kyuhyun, pembantunya belum pernah melihat Tuannya jatuh cinta sampai sejauh ini. Kyuhyun suka tinggal dengan Kibum, kalau rumahnya sendiri sudah selesai direnovasi apa Kyuhyun akan kembali kesana?

"Detektif Kim, kau akan ikut tinggal disana?" Kibum menanggapi dengan gelengan. "Tapi Tuan sepertinya tak akan pergi tanpa Detektif Kim ikut serta."

"Aku tak bisa tinggalkan rumah ini. Mungkin sekali dua kali aku akan menginap disana."

"Oooh." Kibum terdengar meyakinkan, tapi entah dengan Kyuhyun tinggal tanpa Kibum nantinya. "Aku menaruh satu sendok teh gula, mau kutambahkan, Detektif?"

"Tidak, itu cukup. Aku akan bawa ke kamar sekarang!" Kibum membawa cangkir kopi di tangan kanannya dan segelas air di tangan Kiri. "Oh ya, besok aku akan berangkat pagi-pagi sekali dan akan pulang larut. Bilang pada Jung untuk mengantar jemput Kyuhyun ke kantor." Setelah diangguki pembantu, Kibum meninggalkan dapur.

Memikirkan tentang perpindahan Kyuhyun, pembantu tadi ada benarnya. Ketika renovasi rumah selesai, Kyuhyun pasti memboyong pembantunya kembali kesana, tentunya itu memisahkan Kibum dengan Kyuhyun. Kibum sudah terbiasa hidup sendiri, demikian juga Kyuhyun, tapi itu sebelum mereka bersama. Sekarang setelah mereka jadi kekasih apa masih bisa tinggal sendiri-sediri lagi? Kalau dari statement mereka yang mengatakan keduanya bukan remaja lagi, seharusnya tinggal sendiri-sendiri bukanlah hal serius, apalagi tadi Kibum mengatakan bahwa dia bisa sekali dua kali menemui Kyuhyun di rumahnya. Namun Kibum merasa tak rela kalau terpisah jarak diantaranya dan Kyuhyun.

"Kyu, kalau rumahmu sudah selesai direnovasi, kau akan bawa semua pembantumu kembali kesana?" Kyuhyun mengangguk sebelum mencondongkan gelas air ke mulutnya. "Kau punya tiga pembantu, bagaimana kalau kau tinggalkan satu disini?"

"Jadi kau lebih suka pembantuku yang tinggal disini, bukan aku?"

"Sebenarnya aku suka kau yang tinggal disini, tapi mengingat kau tak bisa memasak dan membersihkan rumah, kurasa percuma. Lagipula untuk apa rumah besarmu kalau si empunya tak tinggal disana?"

Kibum menelusup dibelakang Kyuhyun, melingkarkan kedua tangannya ke perut dan menjatuhkan kepala di leher kekasihnya. Badannya mulai dingin, efek telanjang dan pergi ke daput tadi. Dengan menempel pada Kyuhyun, badannya akan menyerap panas darinya. Setidaknya begitu pemikiran Kibum.

"Kalau aku tinggal disini, kita bisa sewa pembantu untuk bersih bersih dan memasak." Namun Kyuhyun segera menambahkan, "Tapi benar juga, untuk apa aku tinggal disini kalau punya rumah besar dibiarkan kosong? Bagaimana kalau kau yang tinggal di rumahku?"

Kibum jarang ada di rumah. Kalau ada kasus penting, bisa sampai berhari-hari tak pulang ke rumah. Meski rumah ini tak memiliki kenangan yang khusus, namun disinilah Kibum menghabskan hari-hari membosankan kalau tak ada pekerjaan serius atau sedang libur. Rumah ini sudah punya keistimewaan di hati Kibum.

"Aku akan sering datang ke rumahmu." Kibum menjilat leher Kyuhyun, meninggalkan cairan lengket dari lidahnya di kulit. "Untuk menafkahimu."

Kyuhyun bergidik geli. "Kita tidak menikah. Lagipula aku punya banyak uang, memberiku uang tidak ada gunanya."

"Nafkah batin," sela Kibum. "Kau tak akan dapat hal sama dari orang lain. Cuma aku yang bisa melakukannya," tangan kanannya menggosok perut telanjang Kyuhyun naik turun, sedangkan tangan kiri melingkar erat di dada.

"Kau tidak memanfaatkan uangku tapi memanfaatkan tubuhku? Katanya kau mencintaiku."

"Itu satu paket." Waktu itu Kyuhyun sendiri yang bilang, dapat kekasih juga dapat tubuhnya Kyuhyun. Toh mereka saling cinta. Bukankah seks itu masuk dalam sebuah kebutuhan? "Ayo main lagi sebelum tengah malam!"

Kyuhyun menghela nafas prihatin. Sepertinya dia salah mencintai orang. Dia tak pernah tahu kalau semua detektif nafsu seksnya tinggi. Untungnya semua karena cinta, kalau bukan, Kyuhyun tak akan sudi digagahi Kibum berkali kali.

"Kau tak minum kopimu dulu!"

Kibum tidak menjawab, memilih membaringkan Kyuhyun dan merangkak naik ke atas tubuhnya.

To be continue