Sambil nunggu giliran main komputer mending update bentar deh 8D Chapter 10 ini bakal jadi last chapter~ :3 Yah just enjoy~
..
..
Soredemo Suki dayo!(Walaupun Begitu Aku Suka Padamu!) Chapter 10(END)!
By YGHYGH
Fairy Tail is owned by Hiro Mashima-sensei
Enjoy~ Review maybe?
..
..
Erza mulai melangkah maju.
Lucy mencoba meraih tangan Erza, "Erza...!"
Erza pun menghadap ke arah Lucy. Lalu tersenyum dah berkata, "Jangan khawatir. Aku tak apa-apa."
Lucy pun mundur.
Erza kembali berjalan ke arah Jose, "Requip. Heaven's Wheel Armor!"
Erza teus berjalan, melewati Gajeel dan Gray, mulai berlari.
Jose juga mulai mundur beberapa langkah.
Gerakan Erza mulai semakin cepat dan akhirnya tak terlihat mata.
Beberapa cabikan mulai terlihat pada Jose. Darah keluar dari berbagai bagian tubuh Jose.
Jose pun mengeluarkan ilusi ilusi bayangan hitamnya lalu memerangkap Erza.
Semacam ruangan tertutup yang sangat tebal terbentuk di sekitar Erza.
Erza mencoba menghancurkannya dengan pedangnya, tetapi bayangan hitam yang mengelilinginya pun selalu kembali semula dengan sendirinya dalam waktu yang sangat cepat.
Erza, yang memang sedang kurang bisa berpikir jernih saat itu, terus melakukan hal yang sama dan terjadi hal yang sama pula dengan sebelumnya.
Sementara itu...
Gray berbisik, "Kalau Erza pun sampai kehilangan akal jernihnya..."
"...Maka akulah yang akan menghajarmu, Jose!" sambung Gajeel.
"Mungkin maksudmu KITA!" Gray membantah.
"Apapun katamu!" kata Gajeel yang langsung berlari menuju Jose.
Gray pun lalu menyusul Gajeel.
BUKK BUKK-
Dua buah tinjuan diluncurkan dan telah mendarat.
Gajeel dan Gray kaget melihat dua orang yang ditinju mereka.
Ternyata disana ada Aria dan Sol.
"Kami, merencanakan hal ini bersama!" kata mereka tersenyum.
"Kalian..!" Gajeel mulai marah.
Gajeel membentuk semacam gergaji dari besi yang sangat tajam di lengannya.
Lalu menganyunkannya pada kedua orang tadi.
Sol berhasil menghindar tetapi untuk Aria, sedikit bagian tangannya terluka saat Ia mencoba menangkis.
Meanwhile...
Crime Sorciere berapa di belakang rerumputan tinggi yang berada di dekat sana.
Meredy tak bisa diam saja melihat Erza dkk dan Jose di sana, Ia pun mencoba untuk berdiri, bermaksud ingin membantu mereka.
Ultear pun menarik kembali Meredy dan menggelengkan kepalanya, "Jangan," larangnya singkat.
"Ini... Masalah Fairy Tail. Kita tidak berhak ikut campur," tambah Jellal yang menghadap ke bawah dan menutup matanya.
"Jellal... Ul..." Meredy pun akhirnya menuruti.
Gajeel dan Gray terus menyerang. Sol dan Aria juga terus menangkis.
Di sisi lain, Jose merasakan ada sesuatu yang akan datang lalu langsung melompat untuk menghindar.
BANGG
Tanah disana retak.
Tampak sesosok roh sapi membawa kapak di dekatnya.
Tiba-tiba dari belakang Jose, Api meluncur.
Jose tak sempat menghindar dan bagian perutnya terkena serangan api tersebut lalu terjatuh dari posisi nya yang masih di udara.
Segumpal air pun dengan keras menghantam Jose. Jose terlempar ke arah sebuah pohon besar dan terhantam.
"Nice attack, Levy-chan! Juvia!" kata Lucy mengacungkan jempol pada Levy.
Levy juga melakukan hal yang sama.
Dan Juvia hanya mengabaikan Lucy.
Gajeel dan Gray melihat ke arah para wanita.
"Ada apa? Kami juga tak mau kalah tentunya! Mereka melukai Master!" kata Lucy serius.
"Tentu saja.." bisik Gray dan Gajeel yang lalu fokus pada lawan mereka masing masing.
Di dekat sana, Natsu hanya cemberut tidak bisa ikut bertarung.
*Di ruangan tertutup dimana Erza terperangkap*
Erza akhirnya mulai menenangkan dirinya.
"Tenang, Erza. Tetaplah berpikir jernih. Perbuatan gegabah hanya menambah masalah," batinnya.
Ia pun mengubah armornya menjadi kostum yang fokus pada attack dimana Ia hanya mengenakan atasan perban yang menutupi dadanya dan dengan celana berawarna merah dengan sedikit motif api.
Ia pun memfokuskan kekuatan sihir pada pedangnya.
SLASH
Bayangan hitam yang mengelilinginya tadi pun mulai menghilang dan Erza terbebas
"Berhenti!" perintah Erza pada Gray dan Gajeel yang terus terusan menyerang Aria dan Sol, dimana Aria dan Sol tak berkutik dan sekarang tubuh mereka penuh luka.
Jose pun mulai berdiri, "Ada apa Titania? Apa kau mau bilang bahwa kau telah menyerah pada kami?"
Erza pun mulai mendekat pada Jose.
Jarak antara mereka berdua sekarang kurang dari satu meter.
Erza pun tiba-tiba mendorong Jose dengan keras.
Jose yang cukup lengah pun terjatuh ke tanah.
Erza pun mengarahkan pedangnya ke arah Jose yang terbaring di tanah.
"Kau... Apa yang kalian rencanakan sebenarnya?" tanya Erza.
Semua orang disana, termasuk Aria dan Sol, menunjukkan wajah bingung.
Jose bertanya kembali, "Apa yang kau maksud?"
"Tadi... Saat aku menyerangmu kau hanya menerimanya begitu saja, padahal aku tahu kau bisa menangkisnya. Aria dan Sol sampai tak berkutik seperti itu, Aku tak yakin kemampuan mereka hanya sampai disitu." jelas Erza.
"Sudahlah, Jose. Sudah kubilang Erza bukan orang yang bisa kau tipu begitu saja." Tiba-tiba muncul seorang sosok dengan tubuh kecil dan pendek berjalan ke arah Erza dan Jose.
Para anggota Fairy Tail disana mulai makin kebingungan. Mata maupun mulut mereka terbuka lebar.
"Master!"
"Master!"
"Master!"
"Master!"
"Kakek!"
"Kakek!"
"Kakek!"
Mereka semua pun mulai mendekati sosok pendek tersebut, Makarov Dreyar, Master Guild dari Fairy Tail yang tadinya dikira mati.
Mereka tak percaya melihat Makarov dalam keadaan sehat dan baik baik saja tanpa satu lukapun.
Makarov pun menghampiri mereka dan memeluk mereka.
"Jadi... Apa maksud semua ini sebenarnya!?" tanya Gray.
Anggota FT lainnya pun juga penasaran.
"Jose..." Makarov memanggil Jose
Jose hanya membalikkan tubuhnya menghadap ke arah lain.
Makarov menghela napas lalu berkata, "Semua ini... hanya rekayasa. Semua ini, Hal hal tentang Mage Hunter, Bahkan tempat ini, jugalah rekayasa, hanya ilusi belaka,"
Tiba-tiba seluruh taman hiburan tersebut menghilang, dan menjadi hutan.
"Ah, pantas saja, Aku sudah bingung sejak awal, Apa ada tempat seperti ini di Magnolia..." ucap Levy.
"Hebat, aku tak bisa membayangkan berapa banyak energi sihir yang digunakan untuk membuat semua ini!" ucap Lucy kagum.
"Jadi ceritanya begini... Pada pertemuan antar Master guild waktu itu... Sebenarnya itu tidak official. Kami hanya berkumpul dan bersenang senang sesekali. Semacam reuni. Saat itu, Jose datang, walau saat itu kami kaget karena kami mengira Ia masih ditahan oleh Dewan, pada akhirnya kami pun mendengarkan permintaannya." jelas Makarov.
"Dan permintaan itu adalah..?" tanya Gajeel.
"Penebusan dosa," jawab Makarov singkat.
"Aku... Kami benar benar minta maaf atas kejadian di masa lalu beberapa tahun yang lalu!" kata Jose menghadap ke arah FT lalu membungkuk.
"Kami benar benar minta maaf!" di belakang Jose, Aria dan Sol melakukan hal yang sama.
"Aku juga... benar benar minta maaf!" Tiba-tiba dari atas pohon, Totomaru melompat turun kemudian membungkuk.
"Apapun~ Tak usah sungkan! Kita sekarang berteman!" kata Natsu dengan semangat memeluk Jose dkk.
"Natsu! Apa lukamu sudah tak apa apa?" ucap Lucy khawatir.
"Sekarang sama sekali tidak sakit."
"Ah aku lupa. 30 menit telah lewat..."
...
Setelah beberapa perbincangan antara Jose CS dan FT...
"Jadi... Apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?" tanya Erza.
"Ohya, Aku belum memperkenalkan guild baruku ini..."
Jose mulai melangkah maju. Aria berdiri di sebelah kanan Jose, dan Sol di sebelah kirinya.
Anggota FT melirik Totomaru dan Totomaru hanya menggelengkan kepalanya.
"Catastrophe Sin, CataSin untuk pendeknya. Secara sederhana, maknanya adalah dosa dalam bencana dan perang. Kami masih merasa bersalah atas perang di masa lalu waktu itu. Jadi, CataSin adalah Independent Guild, Yang akan kami lakukan setelah ini... Sepertinya kalian sudah mengetahuinya. Bukankah guild kami ini ada kemiripan dengan sesuatu?" kata Jose menjelaskan lalu melihat ke arah rerumputan.
Jellal, Ultear, dan Meredy pun keluar dari persembunyian mereka.
"Crime Sorciere!" kata para anggota FT bersamaan.
"Nononon~ kurang lebih seperti mereka, kami akan perlahan lahan membasmi penyihir hitam dan berbagai dark guild di negeri ini." tambah Sol.
Jellal tersenyum, "Guild yang sejenis dengan Crime Sorciere ya... Senang bertemu kalian."
"Jadi kita dapat rival? Haha!" ucap Ultear.
"Hun? Akan ada guild rival? Yosha! Crime Sorciere akan membasmi lebih banyak dark guild! Kalian lihat saja nanti!" kata Meredy berapi-api.
"Bagaimana denganmu, Totomaru?" tanya Erza mengalihkan topik.
"Aku... Akan tetap dengan kegiatan sebelumnya, guru sihir. Aku ingin mencari generasi muda yang akan membangun dunia penyihir yang baik dan adil. Aku undur diri, Tolong jaga Romeo!" kata Totomaru, lalu Ia pergi dengan cepat.
CS dan CataSin pun juga mengundurkan diri dan pergi.
Fairy Tail pun pulang, ditambah lagi 7 anggota yang dikirim tadi malah pulang dengan gaya seolah olah mereka menyelamatkan guild mereka dari "Mage Hunter" yang sebenarnya tak ada sama sekali.
Malam itu juga, Fairy Tail menggelar pesta yang cukup besar di guild mereka...
(END)
#Reply#
RyuKazeKawa : Hehehe :3 Thanks for RnR!
..
..
Soredemo Suki dayo! (Walaupun Begitu Aku Suka Padamu!) END!
Gimana nih? XD Ah author satu ini gak jago sama scene romance sih wkwkk :( Scene lain juga gak jago sih ._. Well ini fic pertama di FFn, dan fic ke-3 untuk keseluruhan fic yang pernah saya buat walau nggak dipost di FFn. Masih ada ruang buat improve!
Karena itu, Review dong. Butuh kritik, saran, hinaan, dan pujian :v serius deh.
Yah yang terpenting, Makasih banyak buat yang udah baca sampe abis!
Eits, tunggu dulu dong. Masih berencana untuk bikin 1 "Bonus Chapter" nih~ Ditunggu ya!
Rencananya sih di post besok atau lusa, hehehe.
Sekali lagi,
Makasih banyak buat all reader!
Makasih banyak buat all reviewers!
Buat chap ini juga, PLEASE REVIEW! Kolom review selalu terbuka kok.
Arigatou Gozaimasu!
