Heiiii minna san sudah lama ya tidak ketemu hahahaha aku harap kalian tetap sabar menunggu kelanjutan cerita tidak jelas ini, sorry ya kelamaan karena feressa ada ujian minggu kemaren tapi sekarang sudah selesai. Jadi untuk merayakan kemenangan melewati gerbang nera…..ehhh maksudku ujian aku menulis chapter baru hehehehe

Ada yang bilang kecepetan alurnya hmmm ok deh kalau gitu ayuk kita mundur

Chapter 10

3 hari sebelum konser boudokan

Seluruh penghuni mansion uchiha ketakutan setengah mati, ada yang komat kamit minta pengampunan pada tuhan, ada yang udah gali tanah untuk jadi tempat pengunsian? Ada juga yang teriak teriak nggak jelas "Kiamat sudah dataaangggg kyaaaa ampun dj!?" Author juga bingung ada apa dimension uchiha ini sehingga semua penghuninya jadi kayak orang gila seperti ini?

Kakak tertua dari keluarga uchiha hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan para pembantunya itu, Itachi memalingkan mata onixnya yang tadinya tertuju kearah taman lewat jendela kearah adik laki lakinya yang sedang duduk dikursi membelakangi sang uchiha tertua. Ingin rasanya sang uchiha tertua menutup matanya dan keluar dari ruang tamu ini saking matanya sakit akibat cahaya 5000 watt yang memancar dari tubuh adik laki lakinya

"Sasuke" panggil itachi,tetapi sasuke tidak menjawab sama sekali, seakan akan dia sudah berada dalam dunia impiannya sendiri" Ehem, sasuke" itachi mencoba untuk memanggil adiknya lagi sambil mengoyang goyangkan tubuh adiknya itu. Entah apa yang di bayangkan oleh sasuke sehingga cahaya aneh yang memancar dari tubuhnya bertambah terang saja. Entah datang dari mana itachi mengambil kacamata hitam dari kantong bajunya yang terbilang kecil dan secara logika kaca mata itu tidak mungkin muat dan saking tidak tahan silaunya

"Sasuke, kalau kau tidak menjawab juga aku ambil llagi nih tiketnya" ancam itachi. Seketika itu juga kepala sasuke menenggok dengan kecepatan cahaya saking cepatnya sampai itachi bisa mendengar bunyi'klek' dari leher sasuke dan itu membuatnya takut leher dan kepala adik kesayangannya lepas. "K-k-k-k-kau t-t-t-idak a-a-akan m-melakukan i-itu kan aniki" jawab sasuke sambil memasang wajah anak kucing yang ditendang lalu dibuang ditengah hujan. Mata sasuke tampak berlinang dengan air mata.

Itachi langsung memalingkan wajahnya tidak kuasa melihat wajah adiknya yang selalu stoic itu menjadi moe?."Hn" jawab itachi singkat. Tersulut emosi secara ooc sasuke meraih kerah kakaknya dan menguncang guncang keras tubuh itachi" Kalau jawab yang jelas dong kak!" teriak sasuke yang tidak sadar diri kalau dihari hari biasa dia juga seperti itu : I-I-I-I-I-I-Y-Y-Y-Y-Y-A-A-A-A "jawab itachi terbata bata karena diguncang dengan keras

"Kakak ada ada saja" gerutu sasuke sambil mengibas gibaskan tiket konsernya seakan akan ada debu yang tidak terlihat disana. Sasuke masih tidak percaya bahwa dia bisa mendapatkan tiket konser naruto yang terkenal selalu habis dalam 5 menit itu. Saking sayangnya sasuke dengan tiket itu sasuke melaminating dan menaruhnya dibingkai. Tidak peduli kakaknya yang berada dibelakang melihatnya seperti orang gila dang mengeleng gelengkan kepalanya (a/N: Sebenernya saya juga mempertanyakan kewarasan sasuke, nah lho!. Sasuke: Berisik author jelek yang bikin w tergila gila ma naruto kan lo)

Sebenarnya sasuke bisa saja meminta ayahnya untuk mempertemukan dirinya dengan naruto artis idolanya itu, tetapi harga dirinya sebagai fans beratttttt nya naruto merasa bahwa ada yang kurang kalau tidak bertemu dalam jumpa fans. Lagipula mana bisa sasuke menjaga sikap stoicnya didepan bidadarinya itu, bisa bisa pingsan ditempat.

Sasuke sekali lagi memandang tiket yang terpampang dalam bingkai foto sambil senyam senyum tidak jelas membuat pembantu yang tadinya mau menyapu ruang tamu ngacir ketakutan sambil berteriak "Kiamat sudah dekat! Bertobatlah" (A/n: Sweatdrop) setelah memandang tiket itu untuk yang terakhir kali sasuke segera memakai seragam sekolahnya dengan rapi. Sambil berkaca didepan cermin untuk memastikan wajah stoic milik keluarga uchihanya kembali terpasang dimukanya.

"Aku berangkat aniki" jawab sasuke dengan nada datar" Hn, hati hati dijalan sasuke" kata itachi sambil menyeruput secangkir kopi diruang makan" Hn" jawab sasuke singkat. Itachi yang melihat punggung adiknya keluar dari pintu meragukan kewarasan adiknya. "Tadi senyam senyum tidak jelas, trus mewek, trus marah akhirnya jadi stoic lagi. Hah, mungkin aku harus memikirkan kemungkinan menghubungi psikiater" kata itachi dalam hati

Disekolah

Seperti biasa sasuke bersama teman temannya dikerubungi oleh pengemar pengemar berat mereka atau lebih tepatnya Stalker mereka sudah seperti drama f4 saja, sasuke hanya memasang wajah bosannya ketika banyak wanita yang tergolong cantik mmendekati sasuke dengan segala jurus mereka agar sang bungsu uchiha ini mau memandang kearah mereka. Contoh saja dua bi**h sakura dan ino demi memikat sang uchiha sakura dan ini memotong rok mereka sampai setengah paha dan membuka kancing atas baju kemeja mereka sehingga orang bisa melihat belahan dada mereka. Walaupun dalam kasus sakura tidak ada yang bisa dilihat.

"Sasuke kun~ ayo kita kekelas sama sama" kata ino sambil mengelayuti tangan kanan sasuke dan dengan sengaja menempelkan dadanya dengan erat. Sakura juga tidak mau kalah" Sasuke kun~ sudah makan belum, aku buatin sarapan lho dimakan ya ~" kata sakura sambil memberikan bekal makanannya yang terbungkus kain pink" Hn" hanya dua syllable kata itu saja yang keluar dari mulut sasuke

Pada saat yang bersamaan naruto dan kyuubi baru saja sampai kesekolah dengan sepeda, sepeda kyuubi berwarna merah menyala dan sepeda naruto berwarna orange. Sebenarnya kyuubi ingin sekali membawa motor ducati keluaran terbarunya yang dia beli dengan uang hasil penjualan penelitian barunya. Walaupun kaya tetapi kedua putri namikaze ini tidak pernah manja dan jika mereka ingin membeli sesuatu selalu mereka beli dengan uang hasil kerja keras mereka sendiri. Pendidikan seperti itulah yang selalu minato tanamkan sejak mereka kecil

Di depan gerbang sekolah kyuubi mengomeng ngomeng tentang ayahnya yang melarangnya membawa motor, karena kalau kyuubi bawa satu saja koleksi motornya orang akan mempertanyakan dari mana mereka dapat uang untuk membeli itu. Makanya minato membelikan mereka berdua sebuah sepeda. Karena bagaimanapun juga ini kan salah satu bagian dari taruhan mereka. Gimana kalau kebongkar kan jadi batal.

Setelah mengumpat segala sumpah serapah dalam 80 bahasa yang berbeda kyuubi mulai tenang. Sedangkan naruto yang berada disamping kyuubi wajahnya memerah,walaupun hanya mengerti sebagian dari bahasa yang diucapkan oleh kyuubi tetapi setidaknya naruto bisa mengerti sebagian besar kata kata yang kyuubi ucapkan. "Kyuu, udah dong malu nih" kata naruto berusaha menenangkan " Dasar ayah ****** menyebalkan *****…." Rutuk kyuubi pelan. Akhirnya Naruto menyerah juga dan menenteng sepedanya memasuki sekolah

"Aduhhh, dasar orang kampung kesekolah pake sepeda nggak jaman tau, lahir tahun berapa lu" Ejek ino. "Sudahlah ini namanya juga orang miskin mana bisa mereka membeli mobil" tawa sakura. Semua murid yang berada di luar gerbang tertawa kecil sambil melayangkan tatapan mengejek kepada naruto dan kyuubi. Naruto sekarang benar benar bingung antara mau marah dan merasa kasihan. Naruto bisa merasakan aura pekat yang muncul dari orang disampingnya yaitu kakaknya sendiri

Tatapan kakaknya itu benar benar seram walaupun orang lain tidak bisa melihat karena poni panjang kyuubi yang menutupi setengah wajahnya tetapi naruto yang berada disamping kyuubi bisa merasakan kalau dua orang bodoh itu baru saja membangunkan naga yang tertidur. Padahal kyuubi nee sudah sangat kesal karena ayahnya tidak mengizinkan kyuubi nee untuk mengendarai motor sampai taruhan selesai sejak itu mood kyuu nee sangatlah jelek.

" Oi orang miskin u tuli ya? Makanya kalau punya kuping dipake dong" kata sakura sambil memandang rendah kyuubi dan naruto. " Sudah sana orang miskin merusak pemandangan saja" sahut ini sambil menggerakan tangannya seperti mengusir kucing"Hush hush" tawa ino dan sakura meledak. Naruto sudah berwajah pucat saja bukan karena takut tetapi karena hawa membunuh kakaknya makin pekat saja. Naruto berdoa dalam hati agar tuhan menolong kedua orang tolol itu walaupun mereka sangatlah menyebalkan. "Kyuu nee…" bisik naruto. Mata kyuubi yang memang dasarnya berwarna merah kita warna merah pada pupil matanya makin memekat bertanda emosi kyuubi tersulut

Kyuubi yang sudah tidak tahan lagi maju kedepan perlahan lahan seperti singa yang siap menerkam mangsanya, salah satu mata merahnya tersembul keluar dari balik tirai rambut merah kyuubi menambah efek seram. "A-apaan s-sih, hush hush sana" kata ino yang sedikit panic melihat mata kyuubi yang berubah menjadi semerah darah. Sedikit demi sedikit kyuubi mendekat dan siap menerjang kedua b***h itu. "KYUUU NEEE!" teriak naruto tetapi diabaikan oleh kyuubi.

Kyuubi menaikan tangannya siap untuk menampar ino dan sakura tetapi ditahan oleh tangan besar itachi. " Selamat pagi sayang, pagi ini semakin seksi saja" bisik itachi sambil memberikan jilatan kecil di daun telinga kyuubi . Sekarang wajah kyuubi benar benar merah seperti tomat bukan karena marah tetapi malu. Dengan cekatan kyuubi memutar tangan itachi menyangket kakinya dan melempar tubuhnya yang lebih berat dan tinggi itu ketanah. "D-d-dasar M-MESSUUUUUUMMMM" teriak kyuubi sambil berlari menuju kelas sambil memegangi telinganya yang sangat merah.

Dan pada akhirnya dunia pun diselamatkan oleh kemesuman uchiha itachi?

The end

Enggak kok boong, Lanjut

Naruto menarik napas lega karena tidak terjadi pertumpahan darah tadi pagi. Dengan gontai naruto membuka pintu kelasnya" Selamat pagi" sahut naruto dengan riang. Teman teman naruto seperti kiba, hinata dan chioji menyapa balik naruto kecuali shikamaru yang sudah tidur dibangkunya. Naruto hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya. 'Dasar tukang tidur' dengus naruto.

"Eh, na-naruto chan sudah d-denger katanya 'naruto' akan konser diboudokan lho t-tiga hari lagi" Tanya hinata dengan muka berseri seri. Naruto hanya mengangkat sebelah alisnya. "Bukan naruto kamu, baka" kata kiba menimpali. "Itu lho penyanyi terkenal Namikaze naruto, yang dimaksud Hinata" kata kiba kekasih hinata menimpali. Naruto hanya bisa tersenyum kecil menanggapi temannya yang tidak tahu bahwa "naruto" didepan mereka sama dengan"naruto" yang adalah seorang penyanyi

"Kamu juga adalah penggemarnya hinata?" Tanya naruto penasaran karena selama ini lagu lagunya selalu dikasetkan dan jarang menyanyi didepan umum. "T-tentu saja!" jawab hinata bersemangat matanya berbinar binar. "Naruto itu sudah sangat cantik, kaya udah gitu baik hati lagi." Jawab hinata sambil menghayal layaknya fans fanatik. Lagi lagi naruto menaikkan alisnya" Darimana kamu tahu kalu dia orang baik" Tanya naruto

"Ah, i-itu k-karena w-walaupun n-naruto t-tidak p-pernah me-memberitahu p-public tetapi diketahui bahwa hampir semua h-hasil d-dari kasetnya n-naruto s-sumbangkan k-ke p-panti asuhan" jawab hinata dengan senyuman. " betul betul jaman sekarang jarang lho ada orang seperti itu, walaupun kaya tetapi peduli pada sesamanya. Ahhh benar benar malaikat". Kata kiba sambil menunjukkan muka fansboys seperti kekasihnya "Namikaze itu *nyamnyamnyam* cantik*nyamnyamnyam* luar dalam" kata chouji sambil mengunyah keripik singkongnya. "Hmm merepotkan" shikamaru menguman lalu melanjutkan tidurnya. Semua orang yang mendengar percakapan kelima sahabat ini mengangguk anggukan kepala mereka

Naruto benar benar sweatdrop tidak menyangka bahwa semua teman sekelasnya adalah fans naruto. Tiba tiba sasuke bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kelas " Sasuke kun mau kemana? " Tanya sakura " Hn, pembicaraan ini benar benar membosankan. Apa bagusnya sih penyanyi jelek itu" jawab sasuke singkat. "Apa apaan sih teme, bweek" naruto sangat kesal karena dirinya dihina walaupun sasuke tidak tahu bahwa orang yang dihinanya ada didepan matanya.

"Sudah jangan dipikirkan naruto" kata chouji sambil memegang bahu naruto, " Sasuke memang seperti itu. "Tapi kalau kamu bereaksi seperti itu saat Namikaze san diejek jangan jangan…" kiba kita memincingkan matanya, naruto meneguk ludahnya sendiri takut rahasianya ketahuan" Kamu juga fansnya ya!" tunjuk kiba ." Yosh, ayo kita pergi ke konser Namikaze san bersama sama" ajak kiba. Naruto menarik napas lega ternyata kiba tidak tahu rahasianya. "Maaf ya teman teman tapi hari itu aku ada urusan jadi…..". APUAAAAA" teriak kiba nggak jelas. "Urusan apa yang lebih penting daripada menonton Namikaze san menyanyi" Tanya kiba tidak percaya.' Karena aku harus menyanyi didepan panggung kalau nggak konsernya batallah' jawab naruto dalam hati."Aku berkerja pada saat konser" naruto tidak berbohong karena memang penyanyi adalah' pekerjaanya'. "Lagipula aku tidak kebagiaan tiket konsernya" jawab naruto setengah berbohong. Chouji mengganguk ngangguk" Memang tiket konsernya naruto susah sekali didapatkan, *nyamnyamnyam?* aku aja ampe bergadang 3 hari buat dapet satu tiketnya." Jawab chouji masih mengunyah makanannya.

Setelah menarik napas lega naruto membiarkan teman temannya yang sedang asik janjian ketemuan untuk menonton konser. Mata naruto tertuju pada pintu dimana sasuke tadi meninggalkan kelas. Walaupun sedikit tetapi naruto berharap jika sasuke mau menonton konsernya. Tapi mana mau sang uchiha yang sombong dan stoic itu mau datang kekonser kecilnya

Hah, kalau saja kau tahu naruto.

Nah guysss sampai sini dulu ya ceritanya hehehehe nanti nyambung lagi

Feressa pengen bikin cerita pendek nih ada yang punya saran nggak? Sorry ya yang menunggu pasangan yaoi, mereka masih belum keluar nih hahahaha

Jangan lupa direview ya