'Manusia Orion. Para 12 Seeker, mereka sudah datang untuk menyusup ke planet hitam. Di mana manusia Vega hidup di dalam kabut hitam. Kami sudah mengetahui kedatangan kalian, para 12 Seeker. Bersiaplah untuk menghadapi serangan dari kami di sana. Kalian akan kami tangkap. Lihat saja nanti. Khukhukhu ...,' batin Xenovia di dalam hatinya.

Jadi, siapakah Xenovia sebenarnya? Apa hubungannya dengan manusia Vega? Seperti apakah bentuk manusia Vega itu?

Nantikanlah petualangan sesungguhnya di planet hitam itu.

Rencana awal ekspedisi berubah menjadi pertempuran dan bertahan hidup. Di sinilah kekuatan Power Ball menampakkan ketangguhannya bersama parnert masing-masing.

Lihat saja. Kami akan merebut bumi kembali!

.

.

.

BLACK PLANET, XXX

Di atmosfir planet hitam yang dulunya bernama bumi, dipenuhi kabut hitam yang memiliki semacam senyawa kimia di dalamnya. Sesuatu yang membuat berbagaimacam benda hidup yang masuk ke dalamnya akan terperangkap olehnya. Energi-energi pesawat yang masuk, tersedot habis sehingga mengakibatkan mesin mati sehingga sinyal dan gelombang terputus. Menjebak beberapa orang yang terperangkap dalam pesawat masing-masing. Beberapa orang sangat panik dan cemas ketika pesawat mengalami mesin mati. Mereka tidak tahu harus berbuat apa dalam keadaan gelap seperti ini.

"MESIN MATI? ADUH, BAGAIMANA INI? PESAWAT JADI TIDAK BISA DIKENDALIKAN?" seru Sakura pada teman-temannya.

Hinata yang juga berada di samping Sakura, mengalami kepanikan yang luar biasa. Wajahnya yang pucat tersembunyi di balik helmet berbentuk kepala hybrid pegasus/unicorn. Ia juga tidak tahu harus bagaimana sekarang.

"Se-Sebenarnya apa yang terjadi, Sakura?" tanya Hinata.

"Aku juga tidak tahu," jawab Sakura cepat.

"Tenang saja. Pasti ada jalan untuk keluar dari sini," tukas Rias yang berusaha tetap tenang.

"Bagaimana dengan teman-teman yang lain?" ucap Issei yang meraba-raba karena suasana gelap gulita."Dragonfly 005 milikku di mana ya? Kita bisa berkomunikasi yang lain lewat Dragonfly itu, kan?"

"Benar juga," Sakura juga meraba-raba.

Hinata dan Rias juga meraba-raba. Sambil duduk di kursi masing-masing, mereka mencoba mencari robot capung milik mereka itu. Robot-robot capung itu tengah terkapar di lantai karena jiwa mereka sedang masuk ke dalam dunia digital.

Keadaan yang sama terjadi di pesawat Aqua SS, kelompok Shikamaru mencoba untuk menghubungi teman-teman lainnya di pesawat Land SS dan Air SS. Tapi, tidak bisa karena terhalang oleh sesuatu. Sato, Power Ball milik Shikamaru, mengatakan sesuatu pada Shikamaru.

["Aku tidak bisa menghubungi mereka. Sepertinya gelombang telepati yang berpusat pada Frenklin dihalangi oleh sesuatu. Sudah berkali-kali kucoba, tapi tidak berhasil, Shikamaru."]

Shikamaru pun mendecih kesal. Ia benar-benar geram.

"Huh, merepotkan. Sebenarnya apa yang terjadi di luar sana?"

["Aku juga tidak tahu."]

Gaara dan dua teman yang lainnya, juga berusaha mencari Dragonfly itu. Mereka panik dan mencoba untuk mencari jalan keluar dari situasi ini.

"Sial, di mana Dragonfly itu?" Akeno menggerutu kesal.

"Dragonfly!" Kiba juga berusaha mencari Dragonfly itu. Sementara Ken, Power Ball Kiba yang berbentuk hiu tengah mencoba menghubungi Power Ball lainnya lewat komunikasi telepati. Tapi, tidak bisa.

Hal yang sama terjadi juga di pesawat Land SS, Naruto dan teman-temannya juga berusaha mencari Dragonfly di tengah kegelapan yang terjadi.

"Hei, Teme! Kau menemukannya tidak?"

"Tidak, Dobe. Kau sendiri?"

"Nihil."

"Ukh, kenapa semuanya jadi begini?"

Sasuke menggeram kesal. Ia menegakkan badannya yang sedari tadi dibungkukkannya untuk mencari Dragonfly miliknya. Tapi, karena gelap, dia tidak bisa menemukan Dragonfly itu. Sekarang ia duduk menyandarkan punggungnya pada kepala kursi. Ia benar-benar bingung sekarang.

"Haaaah, aku tidak menemukannya," Irina mendesah panjang. Ia menyerah.

"Aku juga," Koneko ikut-ikutan. Ia menghembuskan napasnya.

Naruto juga menyerah. Ia terkulai lemas di kursinya sendiri.

"Sekarang bagaimana, Teme?"

"Hm, aku pikir dulu, Dobe."

Sasuke berpikir sebentar. Sebagai kapten yang memimpin pasukan 12 Seeker ini, ia berusaha agar keluar dari perangkap kabut hitam yang berada di orbit planet ini. Ia harus menjamin keselamatan teman-temannya. Inilah tanggung jawab besarnya. Dia tidak boleh membiarkan semuanya dalam bahaya seperti ini. Berpikir untuk melihat keluar. Tapi, di kaca depan pesawat, pemandangan di luar sana juga gelap gulita. Tentu saja, mereka terjebak dalam kabut hitam yang memayungi atmosfir planet hitam ini. Pesawat tidak bisa dikendalikan dan seperti berada di dalam kurungan.

Entahlah. Apa yang terjadi di luar sana? Ada ikatan senyawa kimia yang mengurung tiga pesawat itu seperti gelembung balon. Terjadilah serapan energi yang berkilat-kilat di sekitar pesawat saat terkurung dalam gelembung balon. Serapan energi yang mengakibatkan mesin pesawat mati mendadak.

Tapi, ada sesuatu yang terjadi. Rias dibantu oleh Frenklin, bisa melihat dalam kegelapan lewat sensor ultrasonik. Dia menemukan Dragonfly miliknya yang bertuliskan DF-006 pada kepala Dragonfly tersebut. Rias bersorak gembira saat menggenggam Dragonfly itu.

"AKU MENEMUKAN DRAGONFLY MILIKKU!"

"Kok bisa?" sahut Sakura dan Issei bersamaan.

"Akukan punya Power Ball berbentuk kelelawar. Frenklin membantuku agar bisa melihat dalam kegelapan lewat sensor ultrasoniknya. Jadinya, aku bisa menemukan Dragonfly-ku."

"Oh, begitu."

Semuanya pun mengangguk mengerti. Di tengah kegelapan, Rias mencoba mengaktifkan Dragonfly itu. Tapi, Dragonfly itu tidak bisa aktif karena jiwanya masih di dunia digital.

"Dragonfly-nya tidak bisa aktif," Rias mengerutkan keningnya.

"Eh, masa?" Sakura kaget.

"Mungkin kamu salah menekannya, Rias," tukas Issei.

"Tidak."

"Jadi?" Issei bingung sambil memegang kepalanya.

"Aku tidak tahu. Aaaaah ..."

Rias menghelakan napasnya. Ia benar-benar kehilangan harapan sekarang.

Lalu Frenklin pun berpikir untuk mencari solusi dari keadaan ini. Begitu juga dengan Power Ball yang lain.

Tiba-tiba, ide brilian muncul di otak Frenklin.

["AHA! Aku teringat sesuatu."]

Rias mendengarkan suara Frenklin di telinganya. Tapi, terdengar juga dengan yang lainnya.

"Teringat apa, Frenklin?" tanya Rias.

["Aku baru ingat kalau kami Power Ball bisa mengaktifkan pesawat ini dengan memindahkan data HEART kami pada sistem pesawat. Data HEART sama saja dengan nyawa atau kerja jantung kami. Maka aliran energi HEART kami bisa menghidupkan kembali sistem mesin pesawat. Jadi, kita bisa terlepas dari atmosfir kabut hitam ini."]

Rias dan semuanya terpaku mendengarnya. Semuanya terdiam. Kemudian para Power Ball tersentak.

["Benar juga, Frenklin,"] papar Momoka.

["Aku baru ingat kalau ada teknik seperti itu. Kalau tidak salah namanya teknik sinkronisasi HEART. Begitu, kan?"] Ddraig ikut berkomentar.

["Hm, itu yang kumaksud. Bagaimana? Bisa tidak menggunakan teknik sinkronisasi HEART itu sekarang untuk menghidupkan mesin pesawat?"]

["Tapi, itu membutuhkan energi yang sangat besar. Jika menggunakan teknik ini, energi kita akan terkuras habis. Kasihan para parnert kita, Frenklin."] kata Shusenju.

["Tapi, pesawat ini adalah bagian dari kita juga, kan? Data HEART saja dipindahkan. Kita copypaste saja data itu dan dipindahkan ke data sistem dashboard pesawat ini. Jadi, kita bisa berpindah nyawa ke pesawat ini. Intinya kita menjadi satu dengan pesawat. Begitulah yang aku tahu dari data tersembunyi disisipkan oleh para ilmuwan yang telah menciptakan kita,"] Frenklin menggebu-gebu.

["Hm ... Begitu ya? Boleh juga,"] Momoka menyetujuinya.

["Ayo, kita lakukan sekarang!"] lanjut Ddraig.

["Bersiaplah!"] Shusenju mulai mencari data HEART itu.

["KALIAN PARA SEEKER, LETAKKAN KEDUA TANGAN KALIAN PADA DASHBOARD KALIAN MASING-MASING. JANGAN DILEPASKAN KARENA ADA ALIRAN KONEKSI SAAT PEMINDAHAN DATA HEART. KAMI AKAN BERUSAHA MENGHIDUPKAN KEMBALI PESAWAT INI!"] semua Power Ball memerintahkan semua Seeker agar meletakkan dua tangan mereka di atas dashboard pesawat.

Para Seeker mengangguk bersamaan.

"Baiklah!"

Kedua tangan para Seeker mulai diletakkan pada dashboard masing-masing. Keempat Seeker memperhatikan kedua tangan mereka mulai mengeluarkan semacam percikan-percikan listrik dan menyebar ke seluruh dashboard.

Terjadi pemindahan data HEART. Jiwa atau nyawa Power Ball sedang berkoneksi untuk menyatukan diri pada sistem mesin pesawat. Sebab data HEART adalah sumber energi para Power Ball. Jadi, dengan data HEART ini, Power Ball tidak akan kehilangan banyak energi.

Karena jiwa Power Ball berpindah ke sistem mesin pesawat, otomatis tubuh Power Ball yang ditinggalkan tetap menyatu di tubuh Seeker. Ada data perintah yang telah diaktifkan oleh Power Ball saat meninggalkan tubuh mereka. Perintah penyatuan tubuh dikunci dengan password tertentu sehingga tubuh Power Ball tidak lepas dari tubuh Seeker. Adanya ikatan DNA, maka tubuh Power Ball tetap menyatu di tubuh Seeker selama apapun itu.

Itulah teorinya. Dalam hitungan detik, penyebaran energi para Power Ball semakin luas dan menjalari seluruh sistem mesin pesawat.

PIP!

Sistem mesin pesawat hidup. Lampu pun menyala dan menerangi seluruh ruangan pesawat. Monitor udara beserta keyboard digital muncul di atas dashboard. Muncul tulisan di layar monitor udara itu. Tertera seperti ini:

PEMINDAHAN DATA HEART DITERIMA

SUKSES

Seluruh sistem pesawat digerakkan oleh keempat Power Ball. Para Power Ball pun berbicara lewat layar monitor udara beserta menampilkan wajah mereka masing-masing.

["Penyatuan diri kami di sistem mesin pesawat berhasil. Kalian bisa melepaskan kedua tangan kalian sekarang."]

Para Seeker melepaskan kedua tangan masing-masing dari dashboard. Mereka senang dan bernapas lega seketika.

"Akhirnya pesawat aktif lagi. Haaaah ...," Sakura menghelakan napasnya.

"Syu-Syukurlah ...," Hinata juga menghelakan napasnya.

"Kalian memang hebat, Power Ball. Aku salut pada kalian!" Issei mengacungkan jempolnya ke arah depan layar.

["Biasa saja."] Ddraig bersuara sangat datar.

["Hahaha ...,] Frenklin tertawa bangga.

["Kami menemukan adanya masalah di luar pesawat. Ada sesuatu yang sedang menyerap energi pesawat dan menyerang sistem mesin pesawat,"] Shusenju yang memeriksa keadaan di luar pesawat.["Semacam virus yang bisa menyerap energi pesawat sebagai makanannya."]

["Oh, begitu. Ayo, berantas virus-virus itu dengan data antivirus kita yang mutakhir! Ayo, satukan kekuatan data antivirus kalian, teman-teman!"] titah Momoka sebagai ketua kelompok sesama Power Ball jenis udara.

["YAAAAAA!"] para Power Ball pun bersatu mengeluarkan kekuatan data antivirus sehingga sekujur tubuh pesawat menguarkan semacam cahaya berwarna hijau yang menyilaukan mata. Semakin lama cahaya hijau itu menyeruak dan meluas ke seluruh isi dalam kurungan gelembung balon yang menyekap pesawat.

SRIIIIIING! BLAAAAAAAR!

Gelembung balon itu pecah berkeping-keping. Pesawat Air SS berhasil keluar dari jebakan virus yang berbentuk gelembung balon itu.

Para Seeker bersorak gembira.

"YEAAAAH, BERHASIL!"

Hal yang sama pun terjadi pada gelembung yang mengurung pesawat Land SS dan pesawat Aqua SS. Dua gelembung itu meledak besar.

BLAAAAAAR! BLAAAAAAR!

Para Power Ball yang berada di pesawat Land SS dan pesawat Aqua SS, juga melakukan teknik sinkronisasi data HEART yang sama dilakukan oleh Frenklin dan teman-temannya di pesawat Air SS. Mereka menyadari adanya teknik ini saat dalam keadaan terjepit. Lalu mereka pun bersatu untuk menghidupkan pesawat dengan bantuan data HEART itu sehingga mereka menyatu dalam mesin pesawat. Pesawat pun dikendalikan secara penuh oleh para Power Ball.

Ketiga pesawat pun terbebas dari kurungan virus gelembung itu. Masih mengaktifkan mode ANTIVIRUS, ketiga pesawat pun terbang melaju ke depan sambil menembus daya atmosfir yang bertekanan sangat besar. Ternyata di atmosfir planet hitam ini dipenuhi virus-virus pelumpuh mesin pesawat. Kerjanya hampir sama dengan virus yang menyerang komputer. Namun, virus ini berkemampuan menyerap energi pesawat dan mengacaukan kerja sistem pesawat sehingga mengalami mesin mati. Lalu mengurung pesawat dalam tubuhnya yang berisi cairan plasma senyawa kimia agar pesawat tidak bisa bergerak lagi sampai sesuatu asing akan menangkap pesawat itu.

Itulah sebabnya dulunya pesawat-pesawat luar angkasa yang masuk ke dalam orbit planet hitam ini, tidak pernah kembali dan kehilangan kontak sinyal komunikasi dengan tim yang pemantau mereka. Inilah jawaban misteri yang selama ini menjadi pertanyaan bagi orang-orang. Inilah jawabannya.

Adanya virus yang menghuni kabut hitam yang bertebaran di atmosfir planet hitam. Virus-virus itulah yang menjebak pesawat agar tidak sampai ke permukaan planet hitam dan menunggu ditangkap oleh sesuatu yang asing. Lalu para penghuni pesawat tersebut, dibawa ke suatu tempat. Maka penghuni pesawat itu disekap di tempat yang asing dan menakutkan untuk selamanya.

Begitulah kenyataan yang terjadi. Untuk itulah, orang-orang yang hilang itu akan dicari oleh para 12 Seeker. Tunggu saja, saat itu tiba.

Para 12 Seeker pun mengendalikan pesawat masing-masing dengan kecepatan penuh dalam guncangan hebat karena sedang bergesekan dengan tekanan atmosfir bumi yang sangat panas. Tiga pesawat tetap bercahaya hijau untuk menghancurkan virus-virus yang berusaha menghalangi jalan mereka. Dengan usaha yang keras, mereka berusaha menembus pertahanan planet hitam yang begitu banyak halangannya.

"SEMUANYA! BRRTAHAAAAAN! JANGAN MENYERAAAAAAAAH!" jerit Sasuke sekeras mungkin. Wajahnya tegang dan mengeras. Tetap menarik kemudi ke depan terus. Para Dragonfly pun kembali aktif saat pesawat hidup lagi, merekam aksi para Seeker yang sedang berjuang menerjang gesekan atmosfir bumi ini.

Pada saat pesawat dalam keadaan mati, para Dragonfly juga dalam keadaan mati atau nonaktif karena jiwanya berada di dalam dunia digital. Meskipun dalam keadaan nonaktif, di dalam diri para Dragonfly terdapat sistem kamera otomatis yang tetap menyala dan merekam suara yang terjadi. Bukan gambar. Tapi, rekaman suara. Itulah yang terjadi saat keadaan gelap gulita tadi.

Para Power Ball yang sudah menjadi bagian dari pesawat, juga berusaha mencurahkan semua kemampuannya untuk keluar dari atmosfir bumi. Dengan doa dan usaha yang keras, mereka pun bersorak bersama-sama.

"AYO! MAJU TERUS!"

WHUUUUSSSSH!

Ketiga pesawat yang terbang beriringan itu, akhirnya berhasil terlepas dari gesekan atmosfir bumi yang dipenuhi virus-virus pelumpuh mesin. Pesawat-pesawat itu mulai terbang ke arah permukaan planet hitam.

"AKTIFKAN MODE GHOST!" seru ketiga pilot utama di ketiga pesawat itu.

Lalu ...

BIIIIP! BIIIP! BIIIIP!

Tiba-tiba muncul tiga serangan laser yang meluncur ke arah tiga pesawat itu. Para Power Ball yang menggerakkan pesawat-pesawat itu, menyadarinya.

["ADA SERANGAN! BAHAYAAAA!"]

Kali ini terdengar suara Aruna, Power Ball Sasuke yang berwujud Harimau, menggema ke seluruh sudut ketiga pesawat itu lewat Dragonfly. Memberikan peringatan karena terjadinya serangan mendadak.

Spontan, ketiga pesawat induk berbelok dan menghindari serangan-serangan laser itu. Serangan-serangan laser itu lewat begitu saja dan meluncur cepat ke bawah sana.

Sedetik kemudian, terjadilah ledakan besar yang bersatu dalam kabut hitam.

DHUAAAR! DHUAAAAAR! DHUAAAR!

Apa yang telah terjadi? Telah dimulainya serangan yang tidak diketahui asalnya itu.

Para 12 Seeker diliputi perasaan kaget, cemas dan panik setelah mengetahui kenyataan ini.

Rencana awal ekspedisi berubah menjadi sebuah pertarungan. Inilah jalan hidup yang mereka tempuh selama di planet hitam ini.

.

.

.

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

High School DxD © Ichiei Ishibumi

.

.

.

Multipairing:

Naruto x Hinata x Koneko

Sasuke x Sakura

Issei x Rias

Rating: T

Rabu, 26 Januari 2016

.

.

.

12 SEEKER'S

By Hikasya

.

.

.

Chapter 10: Pertarungan mendadak

.

.

.

"Apa itu?" tanya Naruto yang berwujud sosok berpakaian armor berwarna jingga dan berhelmet bentuk musang. Saat ini Naruto memakai kostum armor tahap mode 1.

["Sepertinya kita dikepung oleh banyaknya pesawat asing sekarang."] jawab Kyuubi yang berada di layar monitor dashboard milik Naruto.

["Jumlahnya diperkirakan sekitar 1000 pesawat. Laporan ini aku dapatkan langsung dari Frenklin."] sahut Aruna yang berada di layar monitor dashboard milik Sasuke.

["Hm, jurus elemen yang bernama Ultrasonic Detector milik Frenklin memang berguna untuk keadaan gawat seperti ini,"] kata Kibby, si kucing yang berada di layar monitor dashboard milik Koneko.

["Hoaaaam, bahaya yang sesungguhnya telah datang. Aku siap bertarung sekarang,"] Zhi, si Singa tampak menguap di layar monitor dashboard milik Irina.

"Jangan tidur, Zhi. Kita dalam keadaan bahaya, tahu!" celetuk Irina yang sangat geram karena Power Ball miliknya dikenal sebagai Power Ball yang pemalas dan tukang tidur. Zhi selalu suka tidur selama apapun itu. Dia akan bangun jika merasakan pemiliknya berada dalam bahaya.

["Ya, baiklah, Irina. Aku tidak akan tertidur lagi.]

"Bagus itu, Zhi."

Kemudian, serangan laser bertubi-tubi meluncur ke arah mereka lagi. Pesawat Land SS pun dikejar oleh seluncuran sinar laser yang berjumlah sangat banyak. Membuat semua penghuni Land SS pun panik setengah mati.

"WUAAAAAAH ...! KITA BENAR-BENAR DISERBU! BAGAIMANA INI?" Naruto berteriak kencang sekali.

Sasuke pun memberikan perintah untuk semua temannya melalui Dragonfly miliknya.

"SEMUANYA! AKTIFKAN SISTEM PEMISAHAN PESAWAT TUNGGAL. KITA AKAN BERPISAH DAN MENYERANG MEREKA SECARA BERSAMA. SEKARANG AKTIFKAN MODE ONE SYSTEM STARSHIP!"

"OKE!" balas semua Seeker yang bersamaan menekan tombol mode "ONE SYSTEM STARSHIP" pada dashboard masing-masing.

PIP! SWIIIIING!

Ketiga pesawat induk mengalami pemecahan bagian tubuh menjadi mode pesawat tunggal. Tubuh pesawat terbagi menjadi 12 buah. Bagian-bagian pesawat itupun berubah bentuk menjadi robot berbentuk hewan berdasarkan bentuk Power Ball masing-masing. Para Power Ball pun bersatu dalam tubuh robot pesawat yang menyerupai diri mereka. Inilah teknik perubahan pesawat menjadi robot petarung yang disebut Fighting Robotic.

Semua Fighting Robotic pun berpencar dan menghindari serangan laser berjumlah banyak itu. Sehingga serangan laser itupun lewat begitu saja dan meledak ketika sampai di permukaan planet.

Terjadi suara ledakan yang sangat dahsyat. Lebih keras dari sebelumnya.

DHUAAAAAAR! DHUAAAAAR!

Tapi, serangan itu tetap datang dari balik kabut hitam itu. Tidak diketahui posisi sesuatu yang menembak ke arah Naruto dan teman-temannya.

Hanya Frenklin yang bisa mengetahui posisi sesuatu asing itu. Dengan jurus "Ultrasonic Detector", gelombang ultrasonic yang dipancarkan Frenklin, dapat menentukan letak sesuatu yang menyerang. Sesuatu itu adalah sebuah pesawat yang berbentuk aneh dan futuristik. Jumlah mereka banyak sekali sekitar 1000 buah. Alhasil, membuat para 12 Seeker panik dan cemas sekali.

["Jumlah pesawat asing ada 1000 buah, Rias,"] kata Frenklin yang berada di layar monitor dashboard Rias. Kini pesawat yang dikendarai Rias berbentuk sebuah robot kelelawar kuning. Pesawat mode tunggal yang diberi nama Superbat.

"Apa? 1000 buah? Banyak sekali?" Rias kaget sekali.

["Iya, tapi mereka tersembunyi di balik kabut hitam ini. Teman-teman pasti tidak bisa memperkirakan pergerakan mereka. Cuma aku yang bisa melihat keberadaan mereka. Tapi, aku yakin teman-teman bisa menentukan posisi musuh tersebut."]

"Jadi, kita harus bagaimana sekarang, Frenklin?"

["Kita harus menyerang mereka. BERSIAPLAH, RIAS!"]

Frenklin bergerak secepat mungkin. Ia mengepakkan kedua sayap mekaniknya selebar mungkin. Dirinya terus mengaktifkan jurus Ultrasonic Detektor itu. Di layar monitor dashboard Rias, telah tertangkap posisi enam pesawat asing dalam lingkaran merah. Frenklin pun mulai melepaskan kedua sayapnya yang berfungsi sebagai bumerang ke arah enam pesawat asing itu. Teknik ini dinamakan Cut Wings.

WHUUUSSH! WHUUUSH!

Kedua sayap Frenklin meluncur cepat ke arah enam pesawat asing. Dengan gerakan berlawanan arah, dua sayap mekanik itu menebas enam pesawat dengan dua sekali serangan saja. Lalu dua sayap itu menyatu kembali di punggung robot Frenklin.

DHUAAAR! DHUAAAR! DHUAAAAR! DHUAAAR! DHUAAAR! DHUAAAAAR!

Terjadilah ledakan yang dahsyat di balik kabut hitam itu. Berbagai ledakan yang sama menyusul di tempat lain.

Semua Seeker menyerang para pesawat asing dengan kekuatan elemen yang bersinkronisasi mesin. Semua serangan pesawat yang dikendalikan oleh Power Ball, terus melancarkan serangan balasan terhadap musuh-musuh yang tidak terlihat itu.

Seperti Kyuubi yang menggerakkan pesawat berbentuk musang jingga, disebut Super Kurama. Dengan mengandalkan naluri yang sama seperti musang asli, kedua mata Kyuubi menajam. Dia menggunakan Spy Fox. Sebuah teknik yang tersembunyi dari Kyuubi, memungkinkan Kyuubi bisa melihat layaknya seperti musang asli yang bisa melihat dalam kegelapan kabut hitam ini. Sehingga Kyuubi bisa melihat pergerakan pesawat musuh yang sedang tersembunyi di balik tebalnya kabut hitam itu.

Dari mulut Kyuubi, terciptalah bola angin spiral yang sangat besar. Itulah jurus yang bernama Big Wind Ball Shot.

BWOOOOSH!

Sekali menyerang satu pesawat, daya ledakannya mampu mengenai pesawat-pesawat lainnya dari jarak radius beberapa kilometer. Itulah serangan elemen angin tahap mode 1. Dalam bentuk Fighting Robotic, Kyuubi mampu mengubah wujudnya dengan warna yang berbeda.

Lalu serangan selanjutnya dapat dilihat dari robot berbentuk harimau merah yaitu Aruna. Dalam mode Fighting Robotic, Aruna bisa menggunakan kekuatan elemennya pada pesawat. Dengan kedua matanya yang menajam dan mengaktifkan teknik Tiger Sensor. Sensor yang bisa merasakan pergerakan lawan dalam bentuk gambar negatif, terpapang di layar monitor Sasuke. Aruna bisa menghancurkan ratusan musuh dengan tubuh yang terbakar api disebut jurus Fire Line.

Di beberapa sisi lain, ada robot kucing, Kibby sedang terbang sambil mengayunkan tinju supernya yaitu jurus Beat Hard Lightning pada satu pesawat sehingga pesawat itu terlempar jauh dan menabrak dua pesawat lainnya. Terciptalah ledakan dahsyat lagi di udara.

Shikamaru beserta Power Ball-nya, Sato, meluncurkan serangan luncuran misil yang berada dalam robot yang dikendalikan Sato. Karena Sato adalah Power Ball jenis lumba-lumba, memanfaatkan senjata yang ada di badan robot itu untuk menyerang puluhan pesawat musuh. Lagi-lagi terjadilah ledakan.

Beberapa pesawat musuh mengejar robot berbentuk kura-kura yang terbang. Mereka menembakkan banyak laser pemusnah ke arah Fighting Robotic yang dikendalikan oleh Kameto, Power Ball milik Gaara. Kameto dengan gesit menghindar. Dibantu oleh Power Ball milik Akeno, Chiharu. Serangan Paralysed Needle yaitu serangan jarum-jarum yang ditembakkan dari punggung atas Chiharu yang berduri. Sehingga banyak pesawat musuh yang meledak setelah terkena serangan jarum-jarum itu. Ada beberapa musuh yang lolos. Tapi, Kameto langsung menembak musuh-musuh yang tersisa itu dengan serangan rudal dari dalam tempurungnya. Serangan ini dinamakan Lightning Rudal.

Ledakan demi ledakan terus terjadi. Para Seeker saling bekerja sama dan bahu-membahu untuk memusnahkan pesawat musuh yang tinggal sedikit lagi.

"LION SPEAKER!" seru Singa yang berteriak keras sehingga menghancurkan beberapa pesawat musuh. Singa, Zhi si Power Ball Irina, membuka mulutnya selebar-lebarnya untuk mengeluarkan suara aumannya yang sangat memekakkan telinga. Gelombang suara angin Zhi yang menggema bagaikan speaker, mampu menimbulkan kerusakan yang fatal. Sehingga serangan para musuh berbalik ke arah mereka. Inilah jurus elemen angin Zhi yang paling kuat.

Ditambah lagi dengan jurus Water Spin Shark, tembakan air yang berdaya sangat besar dan kuat. Menghancurkan banyak pesawat musuh yang menyerangnya. Serangan ini milik Ken, Power Ball Kiba yang berbentuk hiu. Dia membantu Momoka dan Shusenju yang sibuk menghindari serangan laser dari beberapa pesawat musuh.

"KOMET BOXING!" teriak Momoka yang terbang secepat kilat sambil merentangkan kedua sayapnya lebar-lebar dan kedua sayapnya telah dipenuhi api berkobar.

"WIND ATTACK!" Shusenju mengibas-ngibaskan kedua sayapnya sehingga menghasilkan angin yang sangat kencang.

Gabungan serangan antara api dan angin ini, membuat kecepatan Momoka sebagai senjata pemusnah, menjadi semakin kencang saja. Kobaran api pada dua sayap Momoka semakin besar dan memanjang tidak beraturan, langsung menghantam beberapa pesawat yang ditabraknya.

DHUAAAAR! DHUAAAAR! DHUAAAAR! DHUAAAAAAAAR!

Ledakan besar terus mewarnai langit yang dipenuhi kabut hitam, diselesaikan dengan serangan terkuat milik Ddraig, Power Ball milik Issei yang berbentuk naga bersayap. Ddraig menguarkan muatan listrik yang berpijar di sekujur tubuhnya. Lalu Ddraig mulai melepaskan aliran listrik itu dari tubuhnya dan cahaya energi aliran listrik berdaya besar itu meluas ke seluruh langit. Menghancurkan pesawat-pesawat musuh yang tersisa saat menyerang para Seeker lainnya. Dampak ledakan serangan Ddraig ini, mampu memusnahkan para musuh dalam hitungan detik seperti ledakan nuklir. Menimbulkan suara ledakan yang mahadahsyat di langit itu.

BUUUUUUUUUUM!

Para Seeker tidak terkena ledakan yang dihasilkan oleh serangan Ddraig itu. Kyuubi dan Aruna melindungi diri dari ledakan itu dengan jurus pelindung masing-masing. Begitu juga dengan yang lain.

Ledakan mahadahsyat itu berakhir dengan jatuhnya Ddraig yang berbentuk robot naga bersayap. Ddraig pun pingsan. Issei yang berada di dalam tubuh Ddraig itu, panik dan cemas dengan keadaan Ddraig yang melemah akibat serangan terkuatnya yang bernama Ultra Bomb. Jurus elemen cahaya dalam mode 3.

"DDRAIG!" Issei berteriak kencang.

Tubuh Ddraig pun ditahan oleh Kyuubi dan Aruna. Mereka pun terbang meluncur ke arah bawah dan diikuti oleh Power Ball lainnya dalam bentuk Fighting Robotic. Mereka memutuskan untuk beristirahat untuk memaksimalkan energi yang terkuras. Saatnya untuk bersembunyi di tempat yang aman.

Pertarungan yang sangat merepotkan ini, berakhir dengan kemenangan untuk para 12 Seeker. Berkat kerja sama para Power Ball yang bersatu dengan pesawat robot tempur masing-masing. Inilah langkah awal untuk memecahkan teka-teki yang tersembunyi di bawah sana.

Apa yang ada di permukaan planet hitam itu? Makhluk seperti apa yang menghuninya? Inilah yang akan dicari tahu oleh para Seeker nantinya.

.

.

.

BLACK PLANET, GENETIC GREEN FOREST, XXX

Di permukaan planet hitam atau bumi, masih dipenuhi kabut hitam pekat yang beracun dan tidak sehat. Terdapat hutan hijau yang sangat luas dan tumbuh subur. Pepohonan di hutan itu memiliki tinggi sekitar 10 meter, besar dan mengeluarkan udara yang sejuk sehingga suasana terasa sangat dingin seperti es. Permukaan tanah dipenuhi dengan rumput-rumput hijau yang bermekaran disertai adanya tanaman-tanaman bunga berbentuk aneh. Keadaan gelap remang-remang padahal hari masih siang. Matahari tidak tampak menyembul sampai ke permukaan tanah karena terhalang oleh kabut hitam yang pekat ini.

Di sinilah, para Seeker beristirahat dan 12 Fighting Robotic diparkirkan. Para Power Ball sudah berpindah nyawa ke dalam tubuh mereka, yang masih menempel di tubuh para Seeker. Jadi, 12 Fighting Robotic dalam keadaan nonaktif tanpa energi data HEART Power Ball. Mereka diparkir secara berdekatan tak jauh dari para Seeker yang masih berwujud sosok berpakaian armor besi. Dalam keadaan wujud seperti itu, para Seeker terlindungi dari bahaya udara yang tercemar karena pengaruh kabut hitam ini. Pakaian armor besi para Power Ball berfungsi sebagai pelindung mereka saat bergerak di luar Fighting Robotic.

Mereka sedang mengamati suasana hutan hijau raksasa itu. Mereka bertanya-tanya tentang bagaimana caranya pohon-pohon hijau itu bertahan hidup di lingkungan yang tidak sehat ini. Udara beracun yang tercemar. Seharusnya keadaan permukaan bumi gersang dan tandus. Itu laporan yang diketahui sejak 400 tahun yang lalu. Bumi sudah hancur dan tidak layak dihuni lagi oleh manusia. Semua wilayah bumi sudah tandus, panas, dan tercemar. Tapi, kenyataan sekarang yang dilihat oleh para Seeker. Permukaan bumi dipenuhi hutan hijau yang luas, baru diperkirakan oleh pantauan salah satu Power Ball yaitu Frenklin.

"Hm, aneh. Kenapa ada hutan yang tumbuh subur di lingkungan tercemar seperti ini? Pohonnya besar-besar dan tinggi sekali," sahut Irina yang mengedarkan pandangannya ke seluruh area jangkauan pandangannya.

"Entahlah. Ini sungguh di luar perkiraan, seharusnya wilayah bumi dipenuhi kegersangan dan tidak ada tumbuhan yang bisa bertahan hidup di lingkungan beracun ini," kata Kiba yang berdiri di samping Irina."Tapi, ada pohon-pohon raksasa yang tumbuh subur di tempat ini. Diperkirakan mungkin umurnya sudah ratusan tahun lebih, tapi apa mungkin ada makhluk asing yang menanam pohon-pohon ini sejak empat ratus tahun yang lalu? Jika itu memang benar, ada makhluk yang menghuni planet bumi ini, berarti pesawat-pesawat asing yang menyerang kita tadi ..."

"Adalah pesawat tempur pertahanan planet ini," sambung Sasuke yang berdiri di tengah teman-temannya yang berdiri mengelilinginya.

Semuanya pun menatap ke arah Sasuke.

"Eh, pesawat tempur pertahanan planet ini?" tanya Naruto yang tidak mengerti.

Kedua tangan Sasuke melipat di dada. Ia sedikit membusungkan dadanya dan mulai menampakkan jiwa kepemimpinannya.

"Ya, sesuai yang diperkirakan oleh guru Kakashi dan anggota PEB lainnya, kalau memang ada sesuatu yang menghuni planet ini sejak manusia memutuskan pindah keluar bumi. Adanya makhluk asing atau biasa yang kita sebut sebagai alien. Berarti tujuan awal ekspedisi ini, tidak semudah yang kita bayangkan. Kita terjebak dalam kurungan musuh. Tujuan kita sudah berubah sekarang. Bukan ekspedisi lagi, tapi tujuan kita adalah bertarung dan bertahan hidup selama di sini. Aku yakin setelah ini sesuatu yang sangat berbahaya akan menimpa kita lagi. Jadi, aku ingatkan pada kalian semuanya. Jangan takut, jangan panik, teruslah bersama dan jangan berpisah. Kita harus saling membantu dan mencari tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Jadi, inilah kenyataan yang kita hadapi sekarang. Apakah kalian mengerti?"

.

.

.

BERSAMBUNG

.

.

.

A/N:

Sampai jumpa di chapter 11.

Suer, cerita ini yang paling sulit dari semua genre scifi yang pernah saya buat. Cerita ini membutuhkan pemahaman logika ilmiah yang sangat masuk akal sehingga cerita ini yang paling lama pembuatannya daripada yang lain. Namun, yang pasti saya akan berusaha untuk melanjutkannya.

Sudah setahun lebih nih, cerita ini belum kelar-kelar. Tapi, nggak apa yang penting tetap saya lanjutkan kok.

Setelah ini apa yang terjadi? Penasaran? Tunggu saja di chapter depan.

PLEASE REVIEW YA.

HIKASYA

Sabtu, 30 Januari 2016

Terima kasih.