WARNING!!!
(Full NC, Rate M, dimohon untuk segera menjauh bila anda merasa tidak cocok dengan pemberitahuannya.)
P.s : ini part lanjutan untuk yang lalu, tapi karna gue agak linglung plus kobam gegara teaser kambek, gue jadi salah pakai aku-kamu padahal part yang lalu pakainya lo-gue. Dan karna gue malas ngedit biarin ajalah jadi gini, toh jinseobnya juga tetep naena
"Henghhhh... Mpppttt." Hyungseob tersudut dengan Woojin yang tiba-tiba membawanya ketembok bar sunyi itu. Mencium, melumat, dan menghisap terus lelaki itu lakukan tanpa jeda, hingga Hyungseob yang terpaksa meremas junior lelaki itu agar ia mau melepaskan ciuman mereka, karna sungguh Hyungseob sudah kehabisan nafas disini.
"Haahhh...Hahh. Apa...ini hadiah..hahhh..yang..kau maksud..hahh...hahh." Hyungseob harus berbicara sambil mengambil nafas, karna bila ia hanya berdiam diri, sudah dipastikan Woojin akan kembali menyumpalkan bibirnya di bibir Hyungseob.
"Tentu saja bukan, hadiah untukmu ada disana." Woojin menunjuk sebuah gelas berisi alkohol diatas meja bar.
"Alkohol? Kau tau kan aku tak suka minuman itu."
"Minumlah ini berbeda dari yang biasa." Woojin menggendong Hyungseob dan membawa lelaki itu keatas meja tinggi disana.
Dan Hyungseob yang juga merasa haus karna terus saja mendesah akhirnya memilih untuk meminumnya hingga habis dalam sekali teguk.
"Anak pintar." Woojin mengelus rambut Hyungseob sejenak, lalu ia beralih untuk duduk diatas sofa yang tepat berada didepan meja bar itu.
"Apa maksudmu? Hanya i..ini.. Aahhh... Panassshhh..W..wojin kauu?" Hyungseob tiba-tiba merasa tubuhnya memanas dan lubangnya terasa gatal meminta sesuatu untuk memasukinya.
"Hanya dosis biasa yang dilebihkan sedikit. Bagaimana? Kau suka hadiahmu?" Woojin menyeringai setan melihat Hyungseob yang bergerak-gerak sensual diatas meja tinggi itu.
"Sialan.. Aahh cepat masuki aku.. Ini gatal sekali." lelaki itu bersiap untuk turun, namun suara Woojin sudah duluan menghentikan aktifitasnya.
"Eitss.. Tidak semudah itu sayang, kau harus bisa menggodaku dulu hingga aku benar-benar mau memasukimu."
"Fak you!" lalu tanpa menunggu lama Hyungseob segera turun, namun karna meja itu cukup tinggi hingga ia harus menurunkan kakinya satu persatu dan saat itu pula lubangnya yang berkedut-kedut merekah dengan lebarnya bahkan sisa-sisa sperma Woojin yang tadi masih mengalir dibagian paha dalamnya.
"Kau mau aku menjadi bitch hah?!"
"Ya, jadilah bitch untukku hanya untukku."
"Baiklah, lihat dan saksikan." Hyungseob beralih pada speaker didekat mereka, lalu ia mulai menyalakan benda itu secara sembarangan, dan karna ini memang bar jadi musik yang terputar pun memiliki alunan yang sensual dan hot.
Dan tanpa menunggu lama, Hyungseob mulai menggerakan tubuhnya secara acak namun tetap menonjolkan keseksiannya. Seperti saat ini, lelaki cantik itu tengah menduduki kursi bar dengan tangan yang terus membelai seluruh tubuhnya, di mulai dari memutar nipplenya sendiri lalu turun kejunior mungilnya, mengocoknya sebentar dan kembali lanjut kelubang berkedutnya. Menusukan dua jarinya hingga jari-jari itu basah oleh cairannya sendiri. Dan diakhiri dengan sesi menjilati jari yang ia gunakan untuk menusuk lubangnya sendiri.
Namun karna melihat Woojin yang masih duduk kaku namun dengan junior yang sudah berdiri tegak, Hyungseob kembali melancarkan aksinya dengan berpose membelakangi Woojin lalu mulai membungkuk hingga lubangnya tepat terbuka dihadapan wajah lelaki itu.
Dan untuk sesi terakhir, Hyungseob merangkak naik keatas pangkuan Woojin lalu kedua tanganya ia gunakan untuk mengocok penis Woojin yang sudah sekeras batu. Dan lubangnya segaja ia buka lebar sehingga bisa bersentuhan langsung dengan kulit lelaki itu.
"Aaahhh...aahhh.." Hyungseob mendesah sendiri karna ia yang mengerak-gerakan pantatnya diatas paha Woojin hingga lubangnya makin tergesek dan itu menimbulkan sensasi tersendiri untuknya.
"Kulum sayang, hisap hingga susunya keluar sshhhh." Woojin memerintahkan Hyungseop agar mengulum penisnya yang telah tegang sepenuhnya dan sebentar lagi akan segera menyemburkan cairan putihnya.
"Hmmmpptt..." dan Hyungseob tentu saja melakukan hal itu dengan senang hati, mengulum serta mengeluarkan masukan penis Woojin didalam mulutnya hingga sprema lelaki itu tumpah didalam mulutnya.
"Woojin, lubangku sudah sangat gatal." Hyungseob merengek diatas pangkuan Woojin dengan mulut yang masih mengaliri sperma Woojin yang tidak sempat tertelan olehnya.
"Baiklah, jangan memohon untuk berhenti setelah ini. Karna kita akan menghabiskan banyak ronde." dan dengan sekali gerakan, Woojin sudah berhasil membaringkan Hyungseob diatas sofa, lalu lelaki itu mengangkat salah satu kaki Hyungseob keatas bahunya dan tanpa banyak basa-basi segera memasukan penisnya kedalam lubang hangat itu.
"Aaahhhh...i..inii...a..akku..aahhhhhh...ahhhh...ahhhh.ahhhhhhh...ohhhh...myy...ahhhshh." Hyungseob benar-benar melayang karna tusukan penis Woojin didalam lubangnya yang memang sangat membutuhkan sentuhan.
"Terus..mendesah untukku sayanghhh..oushhh.." Woojin makin semangat menumbuk lubang favoritnya, lalu tanganya juga sedang sibuk dengan bagian favoritnya yang lain, memelintir serta menarik-narik nipple tegang itu menggunakan jari-jarinya.
"Aahhh...ahh..fasterhhh...ahh..ahh..aahh..oh..tuhan...yasshhh...itu...ahhh...aahhhhhhh." dan Hyungseop makin hilang kendali saat kepala penis Woojin berhasil menemukan prostatnya.
"Euhhggghh... Kau sempithh...ashh.."
"Dan kau besar...ahhhh..aahhh...ahh..aa...aku..aakan..sampaii...aahhhh..Woojinn..aahhhhh~" Orgasme pertama Hyungseop berhasil ia semprotkan keluar hingga mengenai wajah Woojin yang bahkan tidak berhenti untuk menggenjot lubangnya.
"Ashhh...ouushhh...aku akan k..keluar...aah." dan di sepuluh tusukan terkahir Woojin juga mendapatkan klimaksnya yang kini ia semprotkan didalam lubang Hyungseop.
"Hahhh...hahh...Aaaakkhhh..." Hyungseob yang tengah mengatur nafas, kaget dengan pergerakan tiba-tiba Woojin yang langsung mengangkatnya kembali keatas pangkuannya, hingga lubangnya dan penis Woojin harus kembali menyatu.
"Begeraklah." Woojin memerintahkan Hyungseob untuk begerak turun naik dengan dirinya yang turut membantu namun dengan arah yang berlawanan.
"Aahhh...ahhh..ahhh...oushhh..aahhh." gaya ini mampu memberikan sensasi yang berbeda untuk Hyungseob, karna disaat ia begerak turun dan Woojin yang begerak menusuk lubangya, itu mampu membawa penis Woojin hingga kebagian terdalam lubangnya, sehingga Hyungseob merasa sangat penuh dan nikmat tak terhingga.
"Wo..Woojin ini sa..ssangat nikmat...aahhhh...ahhhh..eughhhhh...ahhhh.."
"Ya. Tubuhmu sangat nikmat sayang..sshhh.."
"Ooouuhhh...aahhhh...ahhhh..ahhh..ahhh.ahh aakku.. Ingin lagiihh..ahh."
"Bersama, aku juga ingin keluar..ashh...shithhh..ahh." kedua orang itu makin semangat menggerakkan tubuhnya, hingga beberapa menit kemudian mereka berhasil mencapai orgasme secara bersama-sama.
"Apa ini belum selesai? Masih berapa ronde lagi hemm?" Hyungseob yang telah terkulai lemas dipelukan Woojin harus kembali meraskan penis lelaki itu mengeras didalam lubangnya.
"Mungkin 10 atau 11 lagi." dan dalam sekali hentakan Woojin sudah berhasil menumbuk lubang itu untuk yang kesekian kalinya.
"Kau...aahhh...ahhh..maniak...ahhh..ahhhh...oh...tuhan...ahh.ahh."
END
