Please… Love Me.

Summary : Namikaze Naruto, seorang siswa KHS, pintar, periang dan Tampan idaman setiap wanita dan setiap Seme seantero Konoha, Namun dibalik itu semua tidak seperti kenyataannya. Sang matahari yang rela menjadi Bulan demi keluarga. Hingga pada akhirnya dia bertemu seorang guru yang mengubah hidupnya

Terinspirasi oleh lagu: Seifuku Ga Jama wo Suru, Keibetsu Shiteita Aijou dan Oogoe Diamond by AKB48

Disclaimer © sampe dunia terbalik tetep punya Abang Masashi Kishimoto hehehe….

Story : Please… Love Me.

Rated: M – Indonesia – Hurt/Romance/Drama

Pairing : SasukexNaruto, NarutoxKarin, KabutoxKarin, NarutoxHinata, FugakuxNaruto, dan banyak lainnya.

Warning : 17 tahun plus, Rape, Mpreg, yaoi, incest dan lain sebagainya

Author : Yue Lawliet

.

.


# Salam Author

.

Hy minna-san… thanks ya yang udah terus setia membaca Fic yang abal-abal dari ku ini hehehe… dan makasih buat saran dan kritiknya ya… aku akan mengikuti saran kalian yang mengurangi tanda titik disetiap dialog.. maklum masih pemula sihh…. Hehehe.. tapi aku berjanji akan mengurangi beberapa kesalahan dalam chap ini. hari in hari jum'at, besok libur deh… hehe.. galaku tingkat akut karena sekarang baru tanggal 20 haduhh… masih 1 minggu lagi bro… (nunggu gajian..). yang dah pada reviews.. terimakasihh banget ya.. uhuhuhu… banyak yang nanya ini kira-kira Naruto akan berubah jadi cewek atau ngk… em.. aku masih memikirkan, tapi karena ini Yaoi Naru-chan ngak akan jadi perempuan disini.. hehehe tapi punya kemampuan seperti perempuan, sebenarnya di Indonesia dah banyak loh Kasus lelaki yang memiliki 2 hormon yang dominan, beberapa ada orang yang agak ngk suka dengan fic Naru yang tau-tau bisa hamil, sebenarnya kasus lelaki yang punya organ tubuh perempuan tapi juga memiliki 'itu', sebenarnya banyak loh..

Hehehe… ini sekedar informasi aja..

Yap… Minna silahkan menikmati Fic Please Love Me chap. Ke-10 ini

.

.

.


"I love you Naru.."

"hah…hah.. i..i love.. u to.. Sasuke.."

.

"Naruto..?! Sasuke..?.. kalian.."

.

.


#Masa lalu, Masa kini dan Masa depan.

.

.

#Mansion Uchiha

.

Seorang wanita bersurai panjang kehitaman menatap sebuah tumpukan kertas dengan mata onixnya yang indah, kerutan disekitar dahinya menandakan bahwa dia kini tengah serius melihat tumpukan kertas yang berisi neraca-neraca keuangan. Beberapa tumpukan kertas lainnya juga berada didepannya. Senyuman sinis terukir pada wajah cantiknya, manic onix miliknya melihat sesosok pemuda dengan rambut keperakan dengan kaca mata bulat yang bertengger dihidung mancungnya.

"kau hebat Kabuto, laporanmu aku terima dengan senang hati" seringai kemenangan terkembang pula pada bibir tipis milik pria berusia 28 th itu,

"tentu saja Lady Mikoto, aku tidak pernah gagal dalam melaksanakan misi dari anda"

"em. Sepertinya sabtu ini akan menjadi hari terakhirnya menghirup udara bebas," Mikoto melihat intens pemuda didepannya, dengan pandangan mata yang tajam kembali sebuah pertanyaan dilayangkan pada pemuda didepannya, pertanyaan yang selalu di layangkan selam 1 tahun belakangan ini.

"kenapa kau mau membantuku Kabuto?" pemuda itu menyeringai, seraya membetulkan kaca mata bulatnya, tatapan penuh dendam itu kembali terlihat padanya.

"aku membenci orang itu sama seperti anda, Lady Mikoto" Mikoto menompang wajahnya dengan tangan kanannya yang kini berada diatas lengan sopa empuknya

"hanya karena itu?"

"karena orang itu saya kehilangan perempuan yang paling saya cintai " tatapan datar terlihat pada mata sang pemuda. Sang lady dihadapannya hanya tersenyum tipis melihatnya, memejamkan mata dan membukannya kembali

"kau masih mencintai anak gadis itu Kabuto"

"Sangat, Lady Mikoto."

'begitu juga aku Kabuto, sampai sekarang aku masih mencintai ayahnya' Batin Mikoto.

"baiklah. Kau boleh pergi Kabuto" Kabuto membungkuk dan segera berjalan meninggalkan Mikoto,

"oh iya.." suara sang Lady menghentikan langkah pemuda bersurai perak itu,

"bagaimana seorang pemuda yang selalu masuk keapartementnya kau sudah selidiki pemuda itu? " Kabuto menyeringai remeh dan menghadapkan dirinya pada wanita bersurai hitan itu-Uchiha Mikoto.

"besok akan kau dapatkan informasinya my Lady" Mikoto sempat terdiam

"baiklah boleh pergi Kabuto"

Sang pemuda meninggalkan ruangan kantor pribadi sang Lady yang serba merah dengan aksen keemasan di setiap rajutan tirai dan furniture miliknya" mata hitamnya terpejam dan sekilas bayangan masa lalu hadiri diingatannya.

#Flash Back

.

Seorang gadis berusia 20 th berlari kearah mansionnya yang indah dan megah, indah karena taman bunga mawar yang selalu dirawat sang ibu dan megah karena dia adalah seorang putri dari pemilik Rumah Sakit Terbesar di Konoha, bahkan terkenal hingga kepelosok Jepang-Konoha International Hospital, gadis dengan mata onix dan dan surai kehitaman merupakan putri dari sang pemilik mansion tersebut-Mansion Sarutobi.

Setelah mendapat sebuah kabar tidak meng-enak-an dari sang Aniki-Sarutobi Azuma, gadis yang masih tengah duduk di bangku Kuliah-jurusan Bisnis itu kaget melihat begitu banyak orang yang ada dirumahnya, sejak 1 th yg lalu tiba-tiba ayahnya dinyatakan sebagai Dokter yang telah melakukan Mall praktek mansion sekaligus klinik itu tidak pernah terlihat ramai kembali, sang ayah lebih banyak mengurung diri dikamar dan terkadang berteriak

"bukan aku pelakunya.. sungguh bukan aku"

Tubuh sang gadis membeku ketika melihat banyak polisi yang membawa sebuah tandu berisikan seseorang yang tertutup dengan kain. Sang gadis tahu betul siapa yang ada di tandu itu, dengan langkah yang terhenti saat tandu itu melintas disebalah kanannya, tubuhnya berbalik air matanya yangsedari tadi ditahannya mengalir dengan deras,

"To..Tou-san.. TOU-SAN!" sang gadis berlari menuju tandu yang telah dimasukan mobil ambulance. Disingkapnya kain putih yang menutupi wajah mayat tersebut, terlihatlah dengan jelas seorang pria berambut coklat dengan mata yang tertutup, leher mayat tersebut terdapat sebuah bekas merah-bekas jeratan tali,

"Mikoto..?!" Seorang pria berusia 25 th mendekatinya dan mendekap tubuh Mikoto dengan erat

"Aniki..Tou-san..Tou-san.. hikss.." Mikoto menangis terisak dan kemudian tidak sadarkan diri.

Ya..sang ayah yang tidak kuat menerima cercaan dari orang-orang disekitarnya, menuduhnya sebagai dokter yang mallpraktek, dicap sebagai pembunuh, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri tepat pada saat ulang tahun putrinya yang 20 th.

.

SKIP TIME

.

Waktu berlalu, sudah setahun lamanya sejak kematiaan sang ayah, Mikoto yang tadinya seorang gadis yang manis dan periang mendadak menjadi seorang gadis yang amat sangat pendiam, hidupnya yang hanya tinggal berdua dengan sang kakak yang lebih sering meninggalkannya karena tengah berusaha mengelola sebuah perusahaan farmasi miliki keluarga Sarutobi, sejak alih rumah sakitnya berpindah pada relasi sang ayahnya-Uchiha Madara, kini sang kakak tengah berusaha keras membangun dari awal financial mereka, untung sang kakak sangat lah hebat dalam dunia bisnis hingga baru menginjak 1 tahun perusahaan mereka telah berkembang sangatlah cepat. Kesepian yang dialami sang gadis beralih pada hobinya yang suka meneliti tentang astronomi, hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang pemuda seusianya, seorang pemuda yang ramah, dia sangatlah tampan hingga semua gadis di Konoha University menjulukinya Pangeran Matahari, mengingat senyumannya yang ramah rambut pirang dan mata birunya yang hangat.

Perkenalan yang tiba-tiba bersama dengan sahabat karibnya Uzumaki Kushina, dia mengenal Namikaze Minato-Sang Pangeran Matahari dari jurusan Arsitektur dan Uchiha Fugaku-Sang Pangeran Es dari Jurusan Kedokteran, sebagai senpainya di club Astronomi. 1 tahun bersama, saling mengenal Hingga akhirnya ingin rasanya Mikoto menyatakan rasa sukanya pada Minato sang senpai. Dan dengan senang hati Minato menerima Mikoto sebagai kekasihnya, kebahagiaan kembali pada gadis itu, namun tak lama hanya 4 bulan mereka bersama, awan badai hitam kembali pada mereka, hingga suatu saat, sang kakak menginginkan adiknya untuk menikah dengan anak dari keluarga Uchiha-Uchiha Fugaku. Mikoto menolaknya dengan tegas namun sang kakak memberikan pengertian karena bila dia tidak menikah dengan Fugaku maka semua yang telah diperoleh mereka akan dicabut secara paksa oleh keluaga Uchiha, mengingat semua harta kekayaan yang mereka miliki adalah hasil sang ayah yang berhutang pada keluarga Uchiha. Dengan amat sangat terpaksa, dimalam ketika mereka mengadakan acara perpisahan angkatannya, Mikoto memutuskan Minato dan dengan terpaksa mereka berpisah namun dengan cinta yang masih melekat Mikoto. Minato pun memutuskan untuk pergi ke Jerman meneruskan kuliahnya ketahap Doktor, sedangkan Mikoto menikah dengan Fugaku

Waktu bergulir, Mikoto pun menjadi istri Uchiha Fugaku, sedangkan Minato kini menikah dengan Kushina sahabatnya, 4 tahun berlalu hingga dia mendapatkan keturunan seorang anak laki-laki tampan bercirikan Uchiha-Uchiha Itachi, anak yang membanggakan sangat cerdas daripada anak seusianya, dan kini Mikoto pun tengah mengandung lagi. Keluarga yang sempurna itulah yang dilihat orang, namun sangat berbeda dari kenyataannya, dari dulu hingga sekarang Mikoto tidak pernah disentuh sekali pun oleh Fugaku bahkan dia yang tengah hamil ini pun dikarenakan Fugaku yang menanamkan sel spermanya pada sang istri dengan cara menyuntikan langsung pada rahimnya. Sebenarnya sejak dari pertama Mikoto mengetahui bahwa Fugaku adalah seorang Gay dan dia mencintai Minato, namun karena paksaan dari Uchiha Madara hingga akhirnya dia menikah dengan Fugaku, sungguh sebuah kenyataan yang amat menyakitkan mengingat dia yang telah menjadi ibu namun tak pernah sekali pun dia merasakan kehangatan sentuhan seorang lelaki.

Hingga suatu saat ketika kandungannya yang menginjak 9 bulan tak sengaja dia mendengar pembicaraan Fugaku dan Madara yang meyatakan bahwa kesalahan dalam operasi seorang anak dari Perdana Mentri, yang pernah ditangani ayahnya dan Madara murni karena sang pasien yang memangtidak kuat lagi dalam menghadapi penyakitinya, Madara sengaja menjatuhkan nama baik Sarutobi Danzo –ayah dari Mikoto demi mendapatkan saham besar dari rumah sakitnya. Luka lama Mikoto pun terbuka kembali, terlihat dalam masa lalunya mengingat sang ayah yang difitnah, dia yang dibully orang-orang dikampusnya, menuduhnya pembunuh, semua itu karena Uchiha Madara

"aku berjanji selama darahku masih mengalir akan kuhancurkan kau Uchiha" sumpahnya dalam hati, dan melakui anaknya yang dia kandung, dia bersumpah anak ini yang akan menghancurkan ayahnya. Mikoto berjalan gontai ke kamar pribadinya dan menidurkan tubuhnya, sesekali dia mengusap sayang keperutnya, terlintas lah sebuah nama yang tepat untuk anak keduanya

"Sasuke, namamu adalah Sasuke anakku.. dan jadilah seorang yang hebat seperti Sarutobi Sasuke yang bisa menaklukan Kyuubi no Yoko"

.

#Flash Back of

.

Wanita bersurai hitam itu terbangun dan mendapati dirinya kini masih berada dalam bathtup kamar mandinya, tubuh yang terendam dengan busa mandi beraromakan rose, dengan bayangan masa lalu di hatinya.

"kau akan hancur Uchiha Fugaku" suara dingin sedingin es, pembalasan dendam pun akan datang.

KRINGGG…. KRINGGG….

Suara ponsel Mikoto membuyarkan lamunannya, terlihatlah sebuah nama di layar ponselnya

'Kabuto'

"moshi~moshi~ kaju sudah dapatkan Kabuto?"

"ya.. namanya pemuda itu adalah Naruto, dan dia adalah putra dari Uzumaki Kushina dan Namikaze Minato"

Mikoto membelalakan matanya dengan mulut yang hampir tebuka lebar, pikirannya masih mengatakan tidak percaya dengan informasi dari orang kepercayaannya itu

"kau yakin Kabuto?"

"tentu saja Lady, dia dalah mantan muridku 2 tahun yg lalu, dan dia adalah adik dari wanita yang aku cintai dan wajahnya benar-benar mirip dengan ayahnya"

"ckkk… bukan masalah itu, apa benar dialah simpanan dari lelaki berengsek itu?"

"hem.. tentu saja my Lady, pernahkah kau mendapatkan informasi yang tidak tepat dariku? Saat ini dia tengah bersekolah di Konoha High School dan amat sangat kebetulan Putramu lah wali kelasnya"

Mikoto mendengus dan memandang langit-langit kamar mandinya dengan tatapan tidak percaya.

'he? Kebetulan yang amat menyenangkan sekali, anak dari penghianat itu ternyata"

"baiklah.. terus selidiki lagi Kabuto, aku mengandalkanmu"

TUTTT….TUTT…..

Mikoto memutuskan hubungan ponselnya.

"kau tau Kushina.. aku sangat mencintai Minato.."

"ohya.. cepat kau katakan padanya Miko-chan"

Banyangan masa lalu terus menghantuinya.. Kushina memang sahabatnya, namun sahabat yang telah merebut pria yang dia cintai bukanlah sahabat namanya, penghianat adalah sebutannya, walau dia telah menikah dengan Fugaku, namun Mikoto masih sangat mencintai Minato, sangat.. bahkan tidak segan-segan Mikoto menjebak Minato untuk tidur dengannya hingga Kushina memergoki mereka, perasaan bencinya pada Kushina yang tidak bersalah itu makin menjadi ketika Minato yang tengah berada pengarunya menyabutkan nama Kushina berkali-kali bahkan ketika Minato melepaskan hasratnya.

"sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.. ini benar-benar keberuntunganku, ehe..AHAHAHAHA…" suara tawa dan seringai mengerikan keluar dari mulut cantik sang Lady yang telah menjadi seorang iblis.

.

.


#Sebuah kediaman Uchiha di Kyoto.

.

Malam yang tengah menyelimuti kesadaran dari seorang pria paruh baya yang kini tengah tertidur disebuah ranjang yang hangat, sesekali gerakan-gerakan kegelisahan dirasakan pria itu, hingga keringat nya terus terusan mengalir tiada henti di pelipis nya

.

"kau tau Fugaku… aku sangat menyukai Mikoto…" seorang pemuda pirang kini tengah bersadar pada pembatas pagar atap fakultas Kedokteran, angin dingin malam dan sebuat teropong bintang, hari yang tepat untuk mengamati pergerakan bintang , karena saat itu malam amatlah cerah.

"hn.." jawab pemuda bersurai raven dengan mata onix yang tadi tengah sedikit melirik kearah safir sang pirang, kembali pada teropong bintangnya, pandangan mata yang kosong seakan-akan bukanlah bintang yang sedang dia perhatikan

"hah. kau ini dari SMA sampai sekarang sama sekali tidak berubah, baka.." ejek pemuda pirang di sebelahnya yang kesal menerima respon singkat dari kawannya.

"hn"

"ckk..besok aku akan mengatakannya pada Mikoto, kau harus dukung aku ya Fuga-chan" seraya menepuk pundak tegap Fugaku.

"hn"

"kau juga sesekali kencan lah dengan seorang gadis" saut Minato

"aku tidak tertarik.." jawabnya singkat

"memangnya kau tertarik dengan apa? Dengan bintang?" Tanya Minato seraya menyindir

Tatapan mata Fugaku menajam Minato, Minato sempat ketakutan melihat tatapan mata sahabat karibnya itu, Fugaku mendorong pundak Minato yang lebih kecil darinya kerah jeruji pembatas atap, sangat keras hingga dapat terdengar suara nyaring benturan tubuh Minato dengan besi jeruji.

"ma..mau apa kau Fugaku?" Tanya Minato

Fugaku tidak menjawab, memajukan tubuhnya dan mengunci pergerakan Minato, tangannya mengunci kedua tangan Minato dan mengangkatnya di atas kepala Minato, kaki Minato di Kunci dengan kaki jenjang Fugaku

"aku hanya tertarik padaku Minato.."

"KAU GILA FUGAKU.. LEPASKAN AKU! LEPAS..umnnhh~~" Fugaku mencium ganas Minato, melumatkan dengan kasar bibirnya,

"ughh~~ummh~~lepp…ummnhh~~" lidah Fugaku memasuki rongga mulut Minato memutar lidahnya didalam mengajak lidah Minato bermain tapi tidak ada balasan Fugaku menghisap dengan kuat lidah Minato hingga Minato mengeluarkan desahan-desahan nikmat dari perlakuan sahabatnya itu. Tapi berbeda dengan Fugaku, Minato adalah lelaki yang sangat normal dengan tenang nya dia mendorong Fugaku dengan keras hingga Fugaku menabrak teropong bintang pemberiannya untuk Minato.

"hah..hah.. KAU GILA FUGAKU!" Fugaku menatap Minato datar, saliva-saliva mereka masih berada disudut mulutnya masing-masing, Minato menghapus paksa sudut bibirnya

"aku ini NORMAL tidak seperti kau. MENJIJIKAN..!" suara dingin dan tatapan tajam pada Fugaku, Minato berjalan meninggalkan sahabatnya yang kini tengah terdiam tanpa menatap kepergian Minato. 30 menit kemudian mata onix Fugaku melihat teropong bintangnya yang hancur lensanya.

"ehe… AHAHAHAHA… hikss" suara seringai, tawa menakutkan hingga suara isak dari air mata yang keluar dari mata onix Fugaku, di genggamnya pecahan lensa itu dan dilukainya lengan kanannya berkali-kali tanpa membuat urat arterinya terputus, suatu tidakan menghilangkan rasa sakit pada hati dan memindahkannya pada tubuh dengan cara melukainya.

"aku mencintaimu Minato"

.

.

CKIIITTT….. DUAAARRRR…..

.

Sebuah mobil berwarna merah memasuki jurang karena kehilangan keseimbangannya pada saat bersenggolan secara sengaja dengan sebuah mobil ferrai hitam. Sebuah ledakan dasyat yang menghancurkan seluruh mobil tanpa sisa. Sesosok pria berambut raven keluar dari mobil hitam itu, pandangan mata onox yang kosong melihat ledakan yang amat hebat itu. Sebuah teropong bintang dilemparkannya kearah ledakan itu.

"aku mencintaimu Minato selamanya"

"benarkah…Fuga-chan.."

Sesosok suara dari belakang telinganya yang amat familiar mengagetkannya hingga dia refleks menengok kebelakang,

"ka..kau?!" sesosok pria dengan wajah hampir hancur dan darah yang mengenang pada rambut pirangnya, mata birunya yang indah kini terbelalak keluar hingga nyaris akan putus, dia memakai kemeja putih yang berlumuran darah, tangannya yang terbata-bata mencengkram pundak Fugaku hingga kuku-kuku panjangnya menancap ke pundak bidang Fugaku

"ARRGGHHHH…LEPASKAN AKU!"

"khikhi.. bukannya kau mencintaiku Fuga-chan.. kalau begitu ikutlah denganku"

Wajah hancur iitu mendekat kearahnya, bau gosong daging sangat terasa pada penciumannya

"TIDAK AKU TIDAK MAU..! LEPASKAN AKU.."

.

.

"TIDAAKKKK….hah…hah…hah…" pria paruh baya itu terbangun dari tidurnya mendapati tubuhnya telah basah dengan keringat,

"Minato…?! tidak .. ini hanya mimpi buruk, tidak akan terjadi apa-apa"

Lelaki paruh baya itu, berjalan kesebuah kamar kecil dan mencuci wajahnya dengan air diwastafel, nafasnya masih terengah-engah mengingat mimpi buruknya. Mendadak pikirannya terlintas pada sosok pemuda manis berambut pirang yang dia tak sengaja melihatnya di sebuah kapal Fery dan tengah berpelukan dengan seorang pemuda dewasa berambut raven yang merupakan anaknya sendiri-Uchiha Sasuke. Teringatlah sebuah masa lalu, Minato orang yang dia cintai, bertahun-tahun bersama dengannya hingga Minato mengalihkan perhatiannya pada seorang wanita cantik dengan rambut panjang hitam, Mikoto-Uchiha Mikoto, istri sahnya sekarang.

Pemuda yang memeluk Naruto amatlah mirip dengan Mikoto hanya saja dia seorang pria, dan sekarang dia dan Naruto-orang yang dia cintai saat ini tengah dekat, mengingatkan Minatonya yang telah direbut oleh Mikoto. Marah… Depresi.. Cemburu…

PRAAANGGG…

Fugaku meninju Kaca wastafel sampai pecah dan tangan kanannya robek hingga mengeluarkan darah yang amat banyak

"kau akan hancur… kau akan hancur wahai putra Mikoto"

Sumpahnya pada saat itu.

.

.


#Kamar 205 Rumah Sakit Konoha Cab. Osaka-Kansai

.

.

Seorang orang wanita tengah duduk dan menatap sebuah hasil pemeriksaan terakhir wanita bersurai merah didepannya. Tatapan mata sendu dibalas senyuman tipis oleh wanita bersurai merah itu.

"kau harus segera operasi Kushina-san" lirihnya..

"tidak perlu Shizune, ini hanya akan sia-sia. Kanker otakku sudah stadium akhir kan? Aku hanya ingin kau lakukan sesuatu untukku Shizune" mata Kushina telah terairi, membasahi kesua pipinya yang pucat. Tangan kanannya memegang sebuah surat beramplopkan warna merah. Shizune menerimanya dengan ekspresi binggung dan kembali menatap sahabat didepannya

" tolong kau poskan surat ini,"

"ini untuk siapa Kushina-san?"

"seseorang.. yang mencintaiku hingga akhir hayatnya, aku yakin dia akan melindungi malaikat kecilku nanti, " Shizune menerima surat itu dengan setengah hati,

"istirahatlah Kushi-san" Shizune merebahkan tubuh Kushina dan menyelimutinya, tak lama Shizune meninggalkan sahabatnya yang terpejam.

'Kurama.. aku harap kau bisa melindungi matahari kecilku' batin Kushina seraya membuka kembali matanya yang kini meneteskan air mata kembali.

.

.

.

TBC…

.

.


Hy minna… maaf ya… dichap ini aku hanya menampilakan para orang tua- orang tua ini, dan masa lalu mereka…

Tapi aku janji 2 hari lagi aku akan kembali dengan chap selanjutnya… hehehehe… jaa…

R n R….TEBAYOOOO…