LET'S READ!

MALAM TRAGEDI : KEMATIAN NARUTO

Mereka pun segera bergegas kesekolah dan dijalan dia bertemu Issei yang diapit oleh Asia dan Raynare. "huaaaaa, Naruto... kenapa Bucho dan Akeno-senpai berangkat bersamamu?" tanya Issei histeris berlari mendekati Naruto yang juga diapit Rias-Akeno. "Kami bermalam dirumah Naruto-kun Issei.." jawab Rias santai, "ara ara kami sangat senang karena telah melakukan 'itu' tadi malam fufufu" tambah Akeno dan membuat Naruto dan Rias memerah malu. "apaaaaaaa? Bucho dan Akeno-senpai melakukan 'itu' dengan Naruto.." teriak Issei tidak percaya dan dijawab anggukan oleh Rias-Akeno, sementara Naruto hanya diam saja.

"huuaaaaa, kenapa kau yang melakukan itu dengan Bucho dan Akeno-senpai Naruto, kenapa bukan aku?" tanya Issei sambil menangis ala anime. Naruto pun mendekati Issei dan "mau tau alasannya Issei?" tanya Naruto dan dijawab anggukan oleh Issei. "itu..." jawab Naruto santai sambil menunjuk Raynare dan Asia yang mengeluarkan aura membunuh pada Issei. 'Gleeeekk' "R-Raynare-chan.. A-Asia-chan..." kata Issei terbata dan "whuaaaaaaaa'' teriak pilu Issei dihajar Raynare. Naruto pun hanya bisa geleng-geleng kepala sementara Rias-Akeno terkikik geli.

Mereka pun melewati jam demi jam seperti biasanya, hingga pulang sekolah. Kini Naruto juga disuruh Rias untuk pergi keruang klub, karena Naruto sudah tau rahAsia tetangnya. Disana terlihat Rias budaknya sedang berhadapan dengan 2 orang yang tidak dikenal 'Ckleeeekk'

"Kenapa aku harus ikut-" ucapan Naruto terhenti ketika melihat 2 orang tersebut.


"err.. siapa mereka?" tanya Naruto bingung melihat 2 orang atau lebih tepatnya gadis yang belum dikenalnya. 'kenapa aura mereka sangat suci? Tapi tak seperti aura malaikat' batin Naruto. Sementara salah satu gadis yang berambut orange twin tails membatin 'waaah, tampannya... sepertinya dia bukan iblis, aku mau dengannya' segera dia mendekati Naruto dan menggandeng tangannya.

"waah, tuan tampan, kau begitu mempesona, aku bersedia menjadi istrimu" kata gadis tersebut, sementara yang lain hanya bisa sweatdrop kecuali Rias-Akeno yang sudah memasang tampang membunuh, mereka pun segera menghampiri Naruto dan melepaskan pegangan wanita tersebut dari Naruto. "beraninya kau menyentuh kekasihku" geram Rias. "ara ara dia hanya milik kami.. lagipula kami sudah tidur seranjang tadi malam fufufu" ucap Akeno tersenyum.

"a-apa?" kaget si gadis twin tails. Tidak hanya itu semua yang ada disana juga kaget kecuali Issei-Raynare-Asia. 'Naruto-senpai sudah melakukan itu?' batin Koneko sedih dan kecewa. "sudahlah Irina, kita kesini bukan untuk mengurusi masalah itu" kata gadis lain berambut biru. "iya, baiklah Xenovia, padahal dia tampan tapi kenapa harus bersama iblis... semoga Tuhan mengampuninya.." kata gadis berambut orange twin tails a.k.a Irina kecewa.

Sementara Rias-Akeno sudah mulai terbakar emosinya hingga "sudahlah kalian berdua" ucap Naruto mencoba meredakan amarah Rias-Akeno. "baiklah jika itu maumu Naruto-kun.." ucap Rias tersenyum. Mereka pun kembali duduk disofa dan mendengarkan penjelasan Xenovia tentang pencurian pedang Excalibur yang dilakukan oleh malaikat jatuh. Mereka pun meminta kerja sama untuk memusnahkannya.

"bukankah kau gadis peniyhir itu?" tanya Xenovia saat akan pergi dari ruang klub. Asia dan Issei terlihat kaget atas pertanyaan Xenovia, "karena kau sekarang jadi iblis, maka biarkanlah aku membunuhmu?" kata Xenovia perlahan mendekati Asia, sementara Issei yang terlihat geram mulai menghalangi Xenovia yang mendekati Asia, keadaan pun terlihat memanas, Rias pun bangkit dari sofa nya, 'sepertinya akan merepotkan..' batin Naruto dengan perlahan bola matanya mengarah keatas ruang klub untuk memerintahkan bunshin nya bersiap. Terlihat Issei sudah mengaktifkan boosted gearnya.

"aku akan melindungi Asia.." kata Issei, Xenovia pun juga terlihat terpancing, saat akan menyerang Issei tiba-tiba

"Mokuton : Daijuri no jutsu!"

Ucap orang tiba-tiba a.k.a kitsune a.k.a bunshin Naruto dengan kayu yang mengikat tubuh Issei dan Xenovia. ''K-kitsune-san..'' kata yang lainya kaget dan terbata kecuali Xenovia dan Irina. "aku sangat menyayangkan kelakuan kalian sebagai pengikut Tuhan..." ucap kitsune, "siapa kau? Apa maumu?" kata Xenovia, Irina yang melihat temannya terlilit kayu segera bersiap tapi tiba-tiba 'Swush' kitsune sudah muncul dihadapanya dan "Sharingan.." mata merah kitune yang menatap Irina sukses membuat Irina tertidur dalam genjutsu ringan sharingan, 'Bruuuuk' Irina pun terjatuh.

'd-dia mengalahkan Irina tanpa menyentuhnya' batin Xenovia kaget. Kitsune pun membalikan badan "seharusnya kalian tidak memanasi keadaan ini, bisa saja perang kembali pecah kan?" ucap Kitsune menegaskan keadaan yang mulai memanas karena hal yang sepele. Xenovia pun mencoba memberontak "tenanglah nona, semakin kau memberontak semakin kencang kayu itu melilitmu" perintah kitsune pada Xenovia.

Xenovia pun akhirnya hanya bisa diam, "begitu lebih baik nona.."tambahnya lagi. "maaf harus melibatkanmu dalam masalah ini kitsune-san" ucap Rias berterima kasih. "tidak apa-apa lagipula aku tidak ingin ada yang memulai perang lagi'' balas kitsune. Perlahan Naruto melepaskan kayu yang melilit Issei dan Xenovia. "Kai.." ucap kitsune perlahan Irina pun juga bangun dari genjutsu kitsune.

"a-apa yang terjadi? Siapa kau sebenarnya?" tanya Irina yang baru sadar dan melihat Kitsune yang dihadapannya. "tenanglah dulu... aku? Kau bisa memanggilku Kitsune, dan aku adalah shinobi" jawab kitsune, "shinobi?" tanya Irina dan Xenovia, "huh, ninja..." jawabnya singkat. "terima kasih kitsune-san.." ucap Issei. "itu sudah tugasku.." jawabnya singkat.

"Kitsune-san bisakah anda membantu kami?" ucap Rias. "membantu apa Rias-san?" tanya kitsune. "membantu kami menangkap seseorang" jawab Rias, "huh, baiklah.." mereka pun berunding untuk menangkap orang yang mencuri 3 bagian dari Excalibur. Sementara itu Naruto memilih pulang dan meninggalkan kitsune a.k.a bunshin Naruto untuk membantu Rias.


Dikuil tempat Madara

"aku akan memulai perang sekarang.." ucap Kokabiel pada Madara. "kau terlalu tergesa-gesa Kokabiel" jawab Madara. "aku lelah hanya menunggu terus.." balas Kokabiel. "heh, begitukah?" tanya Madara.

"tapi sepertinya kau butuh bantuan?" tanya Madara lagi. "mungkin... mengingat ada seseorang yang ikut campur dan sudah banyak menghabisi anak buahku" balas Kokabiel. "khukhukhu.. sepertinya dia sudah beraksi... baiklah kau bantu dia" perintah Madara pada sesosok berjubah hitam memakai topeng. "baiklah.." jawabnya dengan suara berat.

Kokabiel dan pria berjubah hitam pun pergi dari tempat Madara.


Kembali ketempat Naruto

Naruto a.k.a Kitsune kini sudah memakai rompi anbu dan topengnya sedang melompat dari atap ke atap rumah orang hingga dia sampai di pinggir hutan, "aku ingin bertarung denganmu.." ucap sesorang tiba-tiba. "siapa kau?" balas Naruto. "aku Vali, dan aku adalah orang yang akan mengalahkanmu" ucap Vali langsung menyerang Naruto, sementara Naruto hanya menghindari dari serangan Vali,

"kenapa kau menghindar pengecut?" tanya Vali. "aku tidak mau bertarung denganmu" jawab Naruto a.k.a kitsune santai. "sialan... Balance Breaker!" Vali pun langsung berubah dengan armor naga putih nya. 'huh, vanishing dragon ya' batin Naruto.

Vali pun terus menyerang kitsune membabi buta, dan Naruto terus menghindar dan menahan serangan Vali. 'dia benar-benar bersemangat bertarung' batin Naruto. Naruto yang sedikit lengah langsung terkena pukulan Vali yang bisa dibilang setingkat Jounin. 'Braaakk' pukulan Vali mengenai topeng Naruto dan topeng itu pun pecah, sementara Naruto langsung sedikit menundukan kepalanya.

"hahahaha, sekarang topengmu sudah hancur... aku akan mengalahkanmu!" ucap Vali tertawa bangga, Naruto pun mendongakan kepalanya "jadi itu wajah asli mu eh?" tanya Vali. Dan Naruto hanya memejamkan matanya dan membukanya kembali dengan mata mangekyou sharingan Itachi. 'd-dia bukan orang sembarangan Vali' ucap albion dalam pikiranya, 'aku sudah tau' balasnya santai 'bukan itu maksudku... tapi dia benar-benar berbahaya jika kau memancing emosinya' balas albion. 'hahaha justru itu-' ucapan Vali terpotong karena Naruto tiba-tiba menghilang dan muncul dibelakang Vali.

'd-dia cepat..' batin Vali, "akan kutunjukan apa itu pukalan Vali.." ucap Naruto dan langsung memukul Vali hingga armor nya pecah dan 'Braaaakk' Vali menghantam pohon hingga tumbang. Darah segar mengalir dari sudut bibir Vali. "siapa sebenarnya kau?" tanya Vali disela sakitnya. "kau tidak boleh tau siapa aku" ucap Naruto yang kini sudah berdiri didepan Vali. "Sharingan.." dan Vali pun langsung tertidur dalam genjutsu. "Metsu.." ucap Naruto menghilangkan ingatan Vali tentangnya.

"huh, topengku hancur lagi.. ck mendokusai!" kata Naruto. "huh, aku jadi lapar.. lebih baik aku pulang dulu" terus Naruto dan menghilang dalam pusaran kamui nya. Meninggalkan Vali yang masih pingsan.


Sementara itu ditempat Rias-Sona dan kelompoknya sedang melawan Kokabiel di kawasan sekolahnya, sementara kitsune bunshin Naruto sudah pulang dari tadi saat menolong Irina. "apa yang sebenarnya kau rencanakan Kokabiel?" tanya Rias sudah bersikap siaga bersama budaknya menghadapi Kokabiel. "aku hanya ingin bermain-main dan mungkin, akan menghancurkan kalian semua.." ucap Kokabiel sambil tertawa angkuh di singgasana melayangnya.

Sementara tak jauh dari situ sedang ada pertarungan antara Freed melawan Xenovia dan kiba, "aku akan membunuhmu freed" geram kiba. "hahahaha, dengan pedang ini aku yang akan membunuhmu iblis.." balas freed. Mereka pun bertarung sengit.

Sementara Rias dan budaknya masih melawan 2 anjing berkepala 3 yang disummon oleh Kokabiel. Hingga akhirnya merekapun menang dan bersiap menghadapi Kokabiel. Saat Rias-Akeno akan melakukan serangan gabungan tiba-tiba.

"Katon : Bakufuu ranbu"

Ucap seseorang dan sebuah api melingkar menyerang kearah Rias dan Akeno dan budaknya 'Blaaarr' untung Rias sempat melakukan sihir pertahanan sehingga effeknya tidak terlalu parah. Semua yang ada disitu sempat kaget. Perlahan muncul orang dari pusaran yang sama seperti kitsune dengan memakai jubah hitam sampai menutupi kepala dan sebuah topeng. "kitsune-san?" kaget semua yang ada disana.

"kitsune?" tanya suara berat orang berjubah hitam. "bukan, kau bukan kitsune-san.." sanggah Rias. "benar lagipula kitsune-san tidak memakai topeng aneh seperti mu" tambah Issei. Sementara kiba dan Xenovia yang baru datang segera bersikap siaga melihat musuh baru. "siapa dia?" tanya kiba yang baru datang. "aku juga tidak tau kiba" jawab Issei disela kelelahannya.

"untuk ukuran pengikut Nya kau masih percaya tuanmu masih ada.." ucap Kokabiel pada Xenovia. "tuan?" tanya bingung semua orang. "oh ya, aku lupa.. ketiga belah pihak merahasiakan kematian para pemimpin mereka." Kata Kokabiel sambil tertawa. "k-kematian pemimpin?" kata Xenovia terbata. "ya, tuanmu atau Tuhan telah mati... hahahaha"jawab Kokabiel tertawa. Semua yang ada disana hanya bisa mematung dan kalut dalam pikiranya masing masing.

"t-tapi bagai-" belum sempat asi menyelesaikan ucapanya sudah disela oleh Kokabiel. "michael menggantikan tugasNya.. dia lah selama ini yang duduk dibalik singgasana" sela Kokabiel, sementara Xenovia benar-benar mematung dan tak tau harus berbuat apa. Sementara Asia terlihat menangis. Kiba yang sudah mulai geram pun berniat menyerang dengan pedang suci iblis. Tapi dengan mudah Kokabiel menahan semua serangan kiba dengan sayap.

Kokabiel langsung menyerang ganti kiba dengan pedang cahaya nya. Hingga akhirnya kiba terlempar kebelakang. Sementara Rias dan budak lainnya melawan orang berjubah hitam memahai topeng, "kau akan kuhabisi" teriak Issei dengan menambah kekuatan boosted gear nya, Issei pun berlari ingin memukul orang tersebut tapi

"Doton : Doryuu heki"

Munculah dinding tanah yang menahan serangan Issei, sementara Rias dan Akeno pun melakukan serangan gabungan dan mengarahkanya keorang tersebut dan 'Blaaaarr' ledakan cukup besar membuat asap yang tebal. "apakah berhasil?" tanya Issei. "pasti berhasil.." jawab Rias percaya diri. Tapi alangkah terkejutnya sesudah asap menipis melihat orang tersebut masih berdiri tegak tanpa terluka sedikitpun.

"d-dia tidak terluka sama sekali.." ucap Rias terbata sementara Akeno terlihat sudah cukup kelelahan setelah pertarungannya dengan anjing kepala tiga tadi. Sementara Koneko dan Raynare sedang diobati Asia. "sialan.. dia mempunyai kekuatan yang sama dengan kitsune-san" umpat Issei frustasi melihat semua serangan yang dilakukan seperti tidak mempan.


Sementara Sona dan kelompoknya bertugas membuat kekkai agar tidak dapat dilihat dan didengar orang luar sekolah. 'apakah Rias dan budaknya baik-baik saja?' batin Sona. Dan dia melihat budak-budaknya sudah mulai kelelahan.


Sementara itu dirumah Naruto, ada Naruto dan sesosok pria berjubah hitam. "aku akan membeli ramen instan dulu.. kau istirahat saja" ucap pria berambut kuning a.k.a Naruto berpesan pada pria berjubah hitam. "baiklah.." jawabnya.

Naruto pun bergegas pergi ke mini market terdekat dengan jalan kaki, tapi sayang sudah tutup. Naruto pun terpaksa pergi ke mini market yang ada didekat sekolahnya, saat disana dia lumayan terkejut setelah melihat kekkai dengan ukuran yang cukup besar. 'apa yang sedang terjadi? Ukuran kekkai nya cukup besar.. pasti ada pertarungan yang besar terjadi didalam.. lebih baik aku melihatnya' batin Naruto perlahan terhisap kamui nya dan muncul kembali didalam kekkai.

Sementara orang berjubah hitam yang ada dirumah Naruto merasakan firasat buruk. "ada apa ini? sial.. sepertinya akan ada hal buruk yang terjadi" umpatnya dia pun segera pergi dengan shunshin keatap rumah. "cakra ini.. tidak salah lagi ini pasti dia..." ucapnya ''tapi dia kan sudah mati.. huh, aku melupakan kemampuan 'nya'.." tambahnya.

"lebih baik aku cepat mencarinya.." kata orang tersebut. Sementara Naruto kini perlahan mencari asal pertarungan. Dia begitu terkejut melihat Rias dan para budaknya terlihat sudah kelelahan karena bertarung dengan pria bertopeng dan seorang malaikat jatuh. "d-dia.. bukankah sudah.. lupakan dia pasti melakukan jurus itu" ucapnya terbata lirih.


Pria bertopeng yang melihat kesempatan karena Rias dan budaknya sudah kelelahan segera melemparkan shuriken. "Shuriken kage bunshin no jutsu!" ucap orang tersebut. Rias dan budaknya hanya bisa menatap pasrah melihat puluhan shuriken tersebut melayang kearah mereka. 'inilah akhirku..' batin Issei. 'maafkan aku Naruto-kun' batin Rias dan Akeno bersamaan. 'padahal aku belum menyatakan perasaanku pada naruto-senpai' batin Koneko sedih. 'aku akan terus bersamamu Issei-kun/Issei-san' batin Asia dan Raynare bersamaan sambil memegang lengan Issei dikanan dan kiri.

Naruto yang melihat serangan tersebut sempat kaget, "sial, tidak ada waktu lagi..." Naruto pun segera shunshin dan 'Jleeb' 'Jleeb' 'Jleeb' 'Jleeb'.

'dia ada disini ya?' batin orang berjubah hitam. 'ini akan menarik..' tambahnya dengan suara berat.

'Khough'

Perlahan semua yang ada disitu membuka matanya dan alangkah terkejutnya mereka, melihat Naruto menggunakan tubuhnya sebagai tameng. "N-Naruto-kun/N-Naruto-san/N-Naruto-senpai/N-Naruto" ucap mereka bersamaan. Terlihat darah segar mengalir dari sudut bibirnya.


Sementara itu pria berjubah hitam bertopeng Tora masih mencari asal cakra dan menemukan Kuoh akademi yang dipasangi kekkai, "sial.. dia berada didalam sana, mereka semua dalam bahaya" ucapnya pada diri sendiri. Dan merapal sebuah jurus untuk menjebol kekkai.


"Apa kalian tidak apa-apa?" ucap Naruto lirih dan tersenyum saat menoleh kebelakang. Terlihat Naruto mengucapkan sesuatu 'aku senang bisa bersama kalian.. arigato' itulah kata yang mungkin didengar mereka semua yang ada disana. "Naruto-kun apa yang kau laku-" belum sempat Rias menyelesaikan ucapanya sudah ada tombak cahaya yang menancap tak jauh didepan Naruto dan 'Blaaarrr'

"Naruto-kuuuuunn/Narutooo" teriak Rias-Akeno dan Issei bersamaan saat melihat Naruto berada dalam jangkauan ledakan. Tiba-tiba terdengar suara

"Katon : Goryuuka no jutsu"

ucap seseorang dari atas dan terlihat naga api menjebol kekkai dan sukses membuat semua orang kaget termasuk Kokabiel dan pria berjubah hitam lainnya. 'Tap' orang tersebut mendarat tepat didepan Rias dan kelompoknya. "sial, musuh lagi" umpat Issei. "hei, tenanglah aku bukan musuh kalian.. apa kalian tidak apa-apa?" tanya pria berjubah hitam bertopeng Tora.


Sementara ditempat Sona dan budaknya, "A-apa ini? kekkai kita hancur?" kata Sona kaget melihat kekkai nya hancur. "ini buruk.. kita har-" ucapan Sona terpotong karena melihat budaknya sudah kelelahan. 'sial.. sepertinya mereka sudah tidak kuat lagi.. apa yang harus aku lakukan? Semoga kau baik-baik saja rias' batin Sona menatap sedih budaknya yang kelelahan.


Sementara Rias dan Akeno yang terbangun dari terkejutannya, segera berlari kearah tempat Naruto tadi berada, dan sangat mencengangkan, terlihat kawah ukuran sedang dan terlihat darah berceceran disekitarnya. "N-Naruto-kun.." ucapnya lirih, sementara Akeno terlihat shock dan jatuh terduduk sambil menitikan air mata.

"T-tadi dia ada disini.. dan k-kenapa hanya tersisa darahnya saja" ucap Rias perlahan duduk dan menyentuh darah Naruto yang berceceran. "i-ini darahnya.. dan d-dia sudah... tidak ada lagi disini.." ucapnya semakin pelan perlahan mengatupkan tangannya didepan wajahnya yang menangis.

"hiks hiks hiks na-ru hiks to..." air mata Akeno sudah tidak bisa dibendung lagi. "ma-afkan hiks aku na-ru hiks to-kun hiks.." ucap Rias yang juga sudah menangis. Sementara yang lainya yang juga baru datang juga histeris melihat keadaan tempat Naruto yang hanya menyisakan darah yang berceceran. "Naruto..." ucap Issei lirih sambil menangis. Sementara yang lain hanya bisa menangis dan kalut dalam pikranya masing-masing.

"sepertinya aku terlambat ya?" ucap lirih seseorang yang baru datang yang tak lain adalah Tora. "hahahaha.. sekarang giliran kalian yang akan mati." Ucap Kokabiel membuat tombak cahaya yang sangat besar. "kau terlalu banyak bicara Kokabiel..." ucap Tora dan 'Swush' dia sudah berada dibelakang Kokabiel. 'c-cepat sekali...' batin Kokabiel dan

"Chidori..."

'Zraaaazzh' dada Kokabiel tertembus tangan Tora dengan jurus chidori nya. 'Pyaar' tombak cahay Kokabiel pun musnah. "s-siapa kau?" tanya Kokabiel disela kematian nya. "kau tidak perlu tau.." ucap Tora dingin. Dan Kokabiel pun melebur dan menyisakan beberapa bulu sayapnya.

Semua yang ada disitu memandang kagum orang yang baru saja menolongnya. "d-dia hebat" ucap Issei kagum. Tak jauh dengan yang lainya pun juga menggumamkan kata yang sama. Tora pun kemudian memandang kearah pria berjubah dengan topeng 'Spiral'. Issei pun geram memandang si topeng Spiral "akan kubunuh kau.." teriak Issei kembali marah mengingat kematian Naruto. Tak jauh dengan yang lainnya juga terlihat geram.

"tenanglah Issei... jika kau bertarung sekarang kau hanya akan terbunuh sia-sia" kata Tora sambil menahan Issei yang terlihat akan menyerang pria bertopeng Spiral. "apa maksudmu?" tanya Issei heran. "lihat dan perhatikan!" jawab Tora dan melemparkan kunai kearah pria bertopeng Spiral dan kunai tersebut hanya menembus tubuhnya, seperti hantu.

'a-apa serangan itu menembus tubuhnya..' batin semua orang shock. "dia tak kan bisa dilukai dengan serangan fisik.." jelas Tora. "apa tujuanmu dan tuanmu?" tanya Tora pada Spiral. "bisa dibilang ini hanya iseng, atau peperangan, atau untuk perdamaian.." kata Spiral perlahan terhisap kamui. "kita akan bertemu lagi.." tambahnya sebelum benar-benar hilang.

'ck, ada yang aneh dengannya.. seperti bukan suaranya' batin Tora. 'dan ini lagi.. kenapa harus terjadi..' tambah Tora sedikit kesal dengan keadaan yang begitu rumit. Sementara Rias dan Akeno masih terlihat menangis ditempat Naruto tadi. "sudahlah menangis tak akan mengembalikannya.." ucap Tora berusaha menenangkan Rias-Akeno. "itu benar Bucho, kita harus menjadi lebih kuat dan membalaskan dendam Naruto.." kata Issei dengan mengepalkan tangannya erat-erat.

"Rias-senpai.. Akeno-senpai.." ucap Koneko sambil mengulurkan tanganya. Rias-Akeno pun menerima uluran tangan Koneko. Mereka pun berpelukan dan kembali menangis "aku tau.. aku juga kehilangan Naruto-senpai.. tapi kita tidak boleh seperti ini terus" ucap Koneko menenangkan.

Sementara Xenovia yang sudah sadar dari keterpurukannya akibat ketiadaan Tuhan, perlahan bangun dan mendekati Rias dan budaknya. "bolehkah aku menjadi anggota keluarga baru kalian?" pintanya pada Rias dan budaknya, mereka semua sempat kaget tapi kemudian tersenyum. Rias yang perlahan sudah tenang,menjawab "tentu saja..." dan memulai ritual evil piece nya.

Sementara itu dari kejauhan terlihat Sona dan kelompoknya datang. "kau tak apa-apa Rias?" tanya Sona. "tak apa.. Sona" jawab Rias. "siapa dia?" tanya Sona melihat orang asing dihadapannya. "oh, aku lupa belum memperkenalkan diri, code name ku Tora, kalian bisa memanggilku Tora" ucapnya mengenalkan diri.

"Baiklah karena sudah tidak ada lagi yang perlu kulakukan.. aku pergi dulu" ucap Tora dan menghilang dengan shunshin.

Sementara itu kelompok Sona pun bertugas memperbaiki keadaan sekolah mereka yang hancur.

"Naruto-kun..." ucap Rias pelan menatap nanar bekas darah Naruto yang berceceran. "aku akan membalaskan kematianmu.." tambahnya lagi dengan aura iblisnya mulai keluar, dan semua yang ada disitu juga mengepalkan tanganya. "kami akan membantumu Bucho... karena bagaimana pun dia sudah menganggapku sebagai saudaranya" ucap Issei dan diberi anggukan oleh semua budak Rias.

"Issei.. kalian semua, arigato" terima kasih Rias dan tersenyum. 'kau lihat Naruto-kun.. kami akan membalaskan kematianmu' batin Rias dan Akeno bersamaan.

"Naruto-kun..."

TBC

Maaf semuanya aku terlambat, tadi ada nenek-nenek nyebrang jalan lagi jadi saya bantu, karena jalan yang saya lewati sedang dalam perbaikan jadi saya tunggu sampai selesai, karena lelah menunggu jadi saya tertidur saat bangun aku tersesat dijalan yang bernama Kehidupan, hehehe.

Yang ada didalam Yap Irina dan xenovia, dan Untuk pairing memang pairing utama nya Naruhina, tapi nanti dibagian akhir. Metsu! Kan kalau buat kekkai bilangnya gitu kan di Kekkaishi... Untuk lemon, itu sebenarnya...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

SAYA TIDAK BISA MEMBUAT LEMON YANG BAIK DAN BENAR MENURUT BUKU PANDUAN JIRAIYA SENSEI, ehm.. maaf kelepasan,, jadi intinya otak saya gak berfungsi jika berhubungan dengan 'itu'.. hehehe gomen, mohon diimajinasikan sendiri oleh reader..

Dan terima kasih banyak untuk 'Pujiannya' dan maaf jika fic saya jelek dan banyak mengandung kata-kata dewasa, dan mohon jangan baca jika fic saya 'menjijikan'.. maaf bila banyak kekurangan dalam fic saya ini..

Maaf jika ada nama/kata/jurus/atau apapun itu, semua yang ada di fic ini saya buat menyesuaikan dengan pemikiran saya, tidak sama dengan asli nya..

Gomenasai, dan terima kasih..

23-5-14