Hello...kembali lagi dengan ff-ku yang...ehm agak abal abal gj -_-".

Nah aku tahu ini sudah lebih dari satu tahun semenjak update terakhir dan untuk itu aku minta maaf buat semua readers yang menunggu(kalau ada) dan masih setia membaca ffku.

Well aku baru kembali mengetik setelah liburan kampus yang hanya tersisa beberapa hari...hOLLY hell...

Alasan diriku lama update yeah..karena katakanlah aku mengalami lost imagination and insanity *(thank you so much untuk kehidupan kampus yang luar biasa membuat otakku jumpalikan!)

Dan juga karena entah kenapa aku kehilangan minat menulis dan mengabaikan semua cerita yang harusnya kuselesaikan.Aku juga tidak bisa berjanji akan update cepat setelah chapter ini.

Hell aku bahkan agak melupakan jalan ceritaku sendiri dan harus membaca ulang dari cp 1!Ohh bagaimana mengerikan ...

Tambahan A/N : Aku benar-benar minta maaf...

1-karena update yang begitu lama..Oh Long-long ago

2-telah melupakan cerita ini.

3-lagi-lagi aku tidak membuat kyumin moment di chap ini(Please dont kill me)

4-chapter ini benar-benar jauh dari harapanku sendiri(alias hancur)

Di chapter ini aku ingin menampilakan sedikit tentang pemeran antagonis(hanya sedikit).sudah beberapa chapter dan aku sama sekali belum memperlihatkan siapa yang ada dibalik organisasi Hades.

WARNING :Sungmin agak bipolar disini..well mungkin tanda-tanda orang stress(#plak #ditabok ming).dan gak ada kyumin moment(sorry guys)

text = flashback/dream

text mind/pikiran

by the way,aku harap kalian bisa menikmati cerita ini.

Cerita sebelumnya :

Kibum salah satu sahabat Sungmin merasa khawatir dengan keadan yeoja itu dan meminta kakanya untuk menceritakan kondisi sang sahabat.

Heechul pun memberikan gambaran singkat tentang Sungmin dan juga keberadaan tunangan barunya,Cho Kyuhyun.

Hal ini membuat Kibum tidak senang,ia lebih menyukai Sungmin bersama-sama dengan Heechul.

Heechul sendiri tidak menanggapi komentar adiknya dan memilih untuk bersiap-siap ke kantor.

Di sisi lain meski sedih dan tertekan dengan berita kematian ayahnya,Sungmin berhasil mendapatkan kalung yang dicurigai berisi sebuah chip memori tentang Hades maupun Bom.

Nah,sayangnya chip tersebut dilindungi oleh kode keamanan yang tidak bisa dibukanya.

Sementara itu Kyuhyun mulai merasa ada sesuatu yang ganjil pada tunangannya dan merasa kesal karena kehilangan Kalung berharga pemberian kakenya.

...

Tempat itu luas.Kursi-kursi panjang berjejer rapi hampir memenuhi ruangan.Kaca-kaca besar disetiap dindingnya membuat sinar matahari menyinari tempat itu.Atapnya dipenuhi dengan lukisan-lukisan religius dan indah.

Lalu di tempat utama diruangan itu ada altar dengan patung maria yang berdiri anggun.

Sangat indah.

Semua orang pasti akan berpendapat seperti itu bila memasuki ruang suci. Begitu pula dengan dua bocah kembar yang menatap takjup dan berbinar. Keduanya duduk dengan tenang sembari mengamati seorang pria tua yang mengenakan pakaian serba putih dan seorang pria lagi yang mereka kenal sebagai ayah.

"Ssstt..ming apa yang appa bicarakan?"Bisik seorang bocah pada saudara kembarnya sembari mendekatkan tubuhnya.

Bocah yang disebut ming itu menggeleng tidak tahu.

"Aku tidak tahu bicaranya aneh"Jawabnya sembari cemberut.

"Tapi itu terlihat keren!aku ingin bisa bicara kata-kata seperti itu"Sahut si bocah yang sepertinya namja.

"aku juga"Keduanya tersenyum dengan penuh keingin tahuan tinggi.

Mereka berdua mendekati dua pria dewasa yang masih berbincang-bincang. Pria yang mengenakan jubah warna putih bersih dengan salib kalung di dadanya. Dan pria itu adalah yang pertama menyadari kehadiran dua bocah disamping temannya. Dia tersenyum lembut sembari memangku mereka berdua tanpa kesulitan berarti. Dua bocah itu juga ikut tersenyum lebar.

"Geminis? (Kembarkah?)" Tanya siperia berjubah putih memastikan.

"Imo"(ya)Ayah dari sikembar mengangguk dengan wajah berseri-seri sembari mengusap lembut rambut kedua anaknya.

"Ha ha ha .. serupa tapi tak sama, dan di mata, mata mapan, seperti Anda (serupa Mereka melarikan diri tak sama, Mesk begitu mereka memiliki bottom Yang sama, pandangan mereka kokoh pada pendiriannya, Sungguh mirip dirimu.)"

Sang ayah dari dua bocah kembar itu tertawa menatap bahagia dan bangga pada kedua anaknya.

"Yah .. selamat datang di Vatikan nak-dan perlu diketahui aku adalah Paman Kalian"

Kali ini si pria pendeta berbicara dengan bahasa yang dapat dimengerti dua bocah tersebut.

Dan senyum lebar dengan suara riang membuat si kembar langsung menyukai paman mereka.

"Ne ..: aku Lee Sungmin kemudian oppaku Lee .."


1 # # # 3

Sungmin terbangun dari mengerjap aneh beberapa badannya terasa kaku .Rupanya ia tertidur di kursi kerjanya dengan komputer yang terus menyala semalaman.

Tangannya menyisir helaian rambut yang menutupi sebagian wajahnya.

Merasa Kaku,Sungmin merenggangkan tubuhnya agar lebih nyaman-tapi sayangnya rasa pegal-pegal itu tidak hilang.

"Kau sudah bangun?" Ryeowook datang sembari membawa nampan yang penuh makanan.

"Hm"

"Aku bawakan sarapan-kurasa eonni akan lebih nyaman sarapan dikamar"Sungmin mengguk-nganguk namun perhatiannya tidak teralihkan dari komputer.

"Ada yang salah?" Tanya Ryewook.

Well tidak seperti biasanya Sungmin irit bicara seperti ini.

" Terima kasih-aku akan makan nanti"Ryeowook bergumam sesuatu yang tidak bisa didengar Sungmin terlihat sedang berkutat dengan layar monitornya namun Ryewook tahu orang itu tengah memikirkan sesuatu yang lain.

Nah...sayangnya Ryeowook bukanlah seorang cendikiawan yang bisa membaca pikiran,dia sama sekali tidak tahu apa yang ada dalam pikiran gadis itu.

"Kau baik-baik saja eonni?"

"Hm"Kembali jawaban itu yang didengar Ryeowook-membuatnya geram.

"Aku tidak bisa mengerti dengan dua huruf yang eonni gumamkan itu"Kesalnya .

Sungmin menghela napas panjang.

Ia lalu mentap Ryeowook dalam."Aku baik-baik saja wookie-dan bisa kau tinggalkan aku sendiri?"

Ryeowook masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Sungmin.

Oh..mana mungkin yeoja itu baik-baik saja.

Dari lingkaran hitam di bawah matanya, Wajah pucat dan rambut awut-awutan-tidak ada seorangpun yang akan percaya kata Sungmin.

Tapi ia tidak punya kekuatan untuk memaksa yeoja itu berkata jujur.

"Bila butuh apa-apa pangil saja aku"Ucapnya dengan nada pasrah sembari menghela napas.

"Terimakasih" Ucap Sungmin lembut dengan senyum malaikatnya.

Ryeowook ikut tersenyum sebelum ia membalikan tubuhnya untuk meninggalkan Sungmin dengan pekerjaannya.

"Wookie! Changkaman"

Seruan itu membuatnya urung menutup pintu -dan justru menoleh pada Sungmin sembari bertanya lewat matanya.

"Aku ingin tidak ada seorangpun yang menggangguku hari ini-Kau tahu,aku ingin fokus pada pekerjaanku"

Ryeowook tentu saja hanya mengangguk dan kemudian menutup pintu.

bertahun-tahun hidup bersama Lee Sungmin membuatnya paham dengan tabiat yeoja tersebut.

Setiap kali ada pekerjaan yang menuntut dan sulit, Sungmin akan lebih memilih mengurung diri dikamarnya atau di apartemen.

Hal ini membuat otaknya dengan tenang berpikir tanpa gangguan sehingga lebih berkosentrasi.

Ryeowook cukup mengerti itu-tapi tetap saja terkadang dirinya juga khawatir.

Sayangnya kekhawatiran Ryeowook ini berbalik dengan apa yang dirasakan pelayan nona muda mereka yang tidak ingin diganggu siapapun dan mengurung diri entah sampai kapan diruangannya.

Bagi seluruh karyawan dibawah tangan Lee Sungmin, ini adalah pertanda kebahagiaan bagi mereka.

Karena dengan begitu mereka tidak perlu mendengar omelan pedas dan kata' pemecatan' dari bibir indah majikannya.

Meskipun hanya untuk satu hari-itu sudah lebih cukup bagi para pelayan yang takut pada sosok bernama Lee Sungmin, Sedang Nyonya Lee dan Sungjin haya menggeleng kepala, tahu Sungmin tipe keras kepala dan meskipun anak itu agak sedikit susah diatur tapi Sungmin adalah pekerja keras.

Kesimpulannya.

Nyonya dan tuan muda ini menganggap Sungmin tengah mengerjakan pekerjaan perusahaan,bukannya mencoba untuk membobol sistem pertahanan seorang Cho Sunghyun.

Ryeowook tidak bisa membayangkan bagaimana bila Mrs Lee tahu dengan apa yang selama ini dilakukan putri satu-satunya.

Dan dia tidak ingin membayangkan hal itu terjadi.


1 # # # 3

Yeoja itu termenung memikirkan sesuatu dengan menatap hampa layar monitor yang setia menemaninya.

Wajahnya kusut dengan rambut berantakan dan pakaian yang masih belum diganti sejak kemarin.

Mata hazel itu memandang nanar sebuah foto kusam yang selalu di pajang di mejanya.

Foto yang tersisa setelah ayahnya dua tahun lalu membakar semua foto-fotonya dengan orang itu.

Dilembaran foto itu terlihat dua bocah seusia dengan senyum lebar dan polosnya.

Betapa ia merindukan senyum orang itu.

Gummy smile yang selalu membuatnya ikut tersenyum.

'Apa kau sudah bertemu dengan appa?kau tahu aku merindukanmu,aku merindukan kalian '

Hatinya kembali merasakan sakit yang teramat.

hal ini selalu terjadi setiap kali ia memimpikan masa kecilnya.

masa lalu yang teramat manis namun kini berbalik pedas padanya.

saking manisnya masa lalu itu membuat Sungmin sesak napas.

perutnya akan melilit sakit seperti dipukul oleh petinju kelas dunia dan matanya terasa berat.

kenangan dalam mimpinya adalah anugrah sekaligus penyiksaan-tentu saja karena ia tahu hal indah dimasa lalu-yang diharapkannya-mimpinya-doanya tidak akan dapat terjadi lagi.

Harapan itu sepenuhnya pupus saat kematian ayahnya.

keluarganya,Sungmin tahu kini seperti bom waktu.

hanya menunggu sampai semuanya terungkap dan keharmonisan ini akan hilang dalam sekejap.

Garis takdir telah memfonisnya dalam satu kata kutukan dan Sungmin tentu tidakan menerima begitu saja.

Kali ini,ia akan mencoba berjudi dengan kekusaan takdir.

ia masih akan berusaha di bawahkekuasaan tangan takdir itu.

Sungmin akan menyelamatkan keluarganya yang masih tersisa.

tidak peduli apapun harganya ia akan memastikan ibunya tetap hidup dalam istana duniawinya-

dan Sungjin .. adiknya tercinta akan berdiri sebagai kepala keluarga Lee.

Menjadi pria terhormat dan berbudi welas asih seperti ayahnya.

Ya, Sungmin akan memastikan kedua orang ini tetap hidup.


1 # # # 3

Dua orang namja itu saling memandang dengan benci,yang satu tengah menodongkan pistolnya sedang yang satu lagi berlutut.

Gelapnya malam nyatanya tak mempengaruhi penglihatan namja yang tengah menodongkan senjatanya.

Seringai kejam terlihat di wajah tampan itu.

"Ke...kenapa...kau me...lakukan ini...meng—hiana—ttti kami...semua"Suara yang satu lagi tersendat-sendat karena ketakutan dan tangisnya.

"Kenapa?apa itu penting untukmu?kurasa tidak"

Ia menggeleng-geleng dengan masih mempertahankan senyum-seriangaiannya.

Yang berlutut hanya bisa memejamkan matanya kala mendengar suara pelatuk pistol itu ditarik. Dan...

DORRR

Tubuh namja tersebut jatuh dengan darah yang menetes dari kepalanya.

"GOOD BYE ... Lee Jinki"


Tempat lain di pulau Jeju.

12.34

"Bagaimana?"

Seorang namja dengan pakaian hitam glamor duduk sembari menopang dagunya dengan tangan di kursi kebesarannya.

Matanya menatap malas namun penuh tuntutan pada seseorang yang tengah berlutut didepannya.

"Semua daftar agen SAS telah berhasil aku dapatkan-hanya saja-"

Namja yang tengah berlutut itu menelen ludahnya gugup-berharap setelah ini ia dapat selamat dari dewa kematian.

"Hanya saja?"Si namja yang satunya lagi mengangkat kedua alisnya.

"Hanya saja ada satu orang yang tidak bisa kami dapatkan datanya, my lord"

Sebuah geraman kekesalan itu dapat didengar jelas oleh pria yang memberikan informasi.

Wajahnya kini pucat pasi dengan detak jantung tak menentu, menandakan ketakutan teramat sangat.

"Dan siapa orang yang tidak bisa kalian tangani itu?"

Getaran angkara murka dari suranya itu sungguh membuat bukan hanya informannya namun juga orang-orang yang berada di satu ruangan bergidik ngeri.

"Yang tercatat di data base SAS hanya menyebutkan nama dan posisinya juga pendidikan dan tidak ada keterangan mengenai umur,tempat tanggal lahir mupun jenis jabatannya ia mungkin salah satu orang penting di sana dan merupakan kepala dari unit nuklir dan Biokimia.

Mereka sering memanggilnya dengan sebutan Vint."

Sejenak terdengar tarikan napas dari beberapa orang di ruangan.

Sang pimpinan mengangkat alisnya heran.

Ia tidak habis pikir kenapa orang bernama vint ini begitu dilindungi datanya.

"Mengenai pendidikan-Dari informasi yang kudapat dari mata-mata kita disana,Vint adalah salah satu dari lima agent pemerintahan yang menerima pendidikan nuklir dan pelatihan militer di Rusia selama enam bulan -itu setara dengan pelatihan yang dilakukan selama tiga tahun di bidangnya.

Dia juga salah satu orang kepercayaan presiden dan Kim Heechul "

dalam satu tarikan napas ia mengakhirinya dengan satu kalimat penuh kepasrahan.

"Itulah yang didapat, my lord"

Dia yang disebut Lord itu memandang kosong pada bawahannya.

Pikirannya kini penuh dengan seseorang yang bernama Vint Lee.

Seorang yang ia pikir adalah yang tersulit untuk ditangani dan berpotensi besar mengacaukan rencananya kelak.

Bagaimanapun orang ini harus segera diatasi-disingkirkannya-juga dengan para anggota SAS lainnya.

Terlalu beresiko membiarkan organisasi itu tetap ada-dan dia tidak mau menanggung resiko itu.

Dia berbeda dengan para pendahulunya,yang membiarkan orang-orang ini.

Bodah!pikirnya mengingat keputusan pimpinannya yang kini telah lengser itu.

Mereka terlalu memandang remeh lawannya,dan lihat sekarang?Lawannya itu tumbuh lebih besar juga merepotkan dan dengan menyesal mengatakan- kalau SAS kini merupakan lawan yang imbang dengan organisasinya'HADES'.

"Selidiki orang bernama Vint ini dan jangan lewatkan satu halpun.

Bila perlu suruh orangku disana untuk mengawasinya dan lebih bagus lagi kalau 'dia' bisa membunuhnya."

Seringinya dengan kejam saat mengatakan hal diperintahkan.

Sedang Sang informan hanya menundukan kepala tak berani menatap tuannya.

"Saya mengerti, My Lord"


1 # # # 3

Namja yang merupakan informan itu baru saja keluar dari markas yang bagaikan neraka untuknya.

Jari-jari panjangnya menyisir rambut dengan hembusan nafas panjang .

Dan dalam satu tarikan napas ia membuang seluruh ketegangan dalam dirinya.

"Huf...Aku tahu aku ini hebat..well..well tapi aku tidak pernah berpikir untuk menyembunyikan sesuatu dari orang ini

..kalau mereka tahu aku memiliki informasi lebih dari itu aku bisa-bisa mati. ck ck."

Namja itu berjalan dalam keheningan malam dengan masih bergumam pada dirinya sendiri.

Mengabaikan fakta bahwa ia mungkin masih diawasi.

Tapi kembali lagi pada sang informan alias mata-mata itu.

Tidak mungkinkan orang sepertinya tidak tahu kalau ada orang yang mengawasi?

Jadi,karna dia yakin dan sudah barang tentu tidak akan ada orang yang berani berbalik memata-matainya,dirinya dengan lengang dapat bergumam dan berpikir sesuka hati.

"Ha ha ha..My Lord eh?aku pasti akan mati kalau dia tahu aku mengetahu siapa Vint Lee itu,dan justru mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang tahu sosok aslinya?Ah..setidaknya ada seseorang yang berhutang besar padaku kali ini"

Senyuman yang luar biasa indah itu terlukis di wajah tampannya.

Kedua tangannya berada di saku jaket hitam tebal sedangkan wajah mendongak keatas-melihat pemandangan indah di langit malam.

"Kau harus membayar hutangmu ini,Kelinci putih"


1 # # # 3

Markas utama SAS * (beberapa jam sebelum tengah malam).

Gedung SAS itu Tidak seperti biasanya.

Tempat ini kini terlihat seperti pasar- dan penuh sesak dengan segala argumen kekhawatiran.

Orang-orang silih datang pergi dari satu ruangan keruangan lain dengan tumpukan kertas di tangan mereka dan sambungan telepon yang terus menyala di telinga.

Raut wajah cemas juga ketakutan mendominasi hampir sebagian para agen SAS,terutama para agen muda yang baru menempuh tahun pertama dan kedua mereka.

Sura sirine yang memekan telinga itu nyatanya tidak membantu menenangkan suasana,justru sebaliknya.

Suara operator komputer terus menyebutkan kode biru berulang dan suara keras 'Warning'-hampir setiap detik.

Keributan itu berakhir dengan satu teriakan dari pimpinan mereka.

"DIAAAMMMM"

Hening.

Semua orang,baik yang tadinya berlari-lari,berteriak,memaki bahkan melempar telepon mereka seketika itu diam saat mendengar suara mengerikan dari orang paling mengerikan di gedung ini.

Kim Heechul dengan wajahnya yang hampir dikatakan datar bak dinding itu menatap tajam satu-persatu anak buahnya.

Sebuah peringatan lewat sinyal mata yang pastinya sangat ampuh.

Namja itu kemudian memanggil dua orang untuk mengikutinya keruangan pribadi miliknya seorang.

Lee Donghae dan Shim Changmin mengikuti dibelakang Heechul dengan wajah pias dan keringat dingin yang menghiasi wajah mereka.

"Laporkan padaku" Perintah Heechul dengan nada tegas yang jarang sekali dikeluarkan.

Donghae maju selangkah dan melaporkan situasi darurat yang terjadi.

"Pukul.11.25 pm,terjadi serangan peretes kekantor data daftar para agen SAS,diketahui bahwa mereka mendapatkan daftar kita dan..."

Donghae mengelap dahinya yang penuh keringat dengan saputangan, oh dan jangan lupa dengan tangan yang gemetar.

Suaranya bahkan terdengar goyah dan tersendat-sendat.

"Lee Jinki-salah satu pakar IT terbaik yang kita miliki -ditemukan terbunuh lima belas menit sebelum pembobolan terjadi"Tambah Donghae dengan suara miris.

Kedua orang itu tahu,Heechul kini tengah mati-matian menahan amarahnya.

Bagaimanapun Jinki adalah salah satu orang terbaiknya -dan pencurian daftar agen SAS ini sama saja dengan kematian untuknya juga seluruh anggotanya.

musuh mereka dapat dengan mudah menemukan dan membunuh para agen SAS.

Brengsek! Geramnya dengan tangan terkepal.

"Hubungi seluruh kepala unit masing-masing untuk rapat darurat"Perintah itu segera dilaksankan oleh para bawahannya.


"Kau sudah melaporkannya?"Changmin mengiyakan dan duduk gelisah disofa.

"Ne,aku sudah melaporkan pada presiden...God!Aku tidak bisa percaya dengan kejadian ini!"

Heechul setuju untuk kali ini ,hal ini benar-benar tidak bisa dipercaya.

Bagaimanapun sistem keaman SAS setingkat lebih canggih dan kuat dibandingkan sistem pertahanan nasional dan sekarang?mereka dengan mudahnya diserang begitu saja!

"Ini tidak akan terjadi kalau Lee Jinki tidak dibunuh .Orang-orang itu tahu kelemahan kita!"

"Kau tahu siapa yang melakukan ini?"Changmin bertanya dengan nada heran.

"Kau pikir siapa lagi?tentu saja mereka-Dewa kematian yang hidup dibawah tanah dan menjaga pintu neraka"

Changmin mengerti maksud ucapan Heechul.

Ya .. siapa lagi .. Dewa yang hidup di bawah tanah sembari menjaga pintu neraka.

Dalam cerita dewa-dewi yunani, hanya satu dewa yang diketahui berhak menjaga pintu neraka dan hidup di bawah tanah dalam kegelapan abadi.

"Hades"


Jari-jari lentik itu berhenti menari-nari diatas keyboar komputernya.

Tangannya kini justru beralih pada benda kecil bernama handphone genggam yang tergeletak indah di sisi meja kerjanya.

Dengan lihai ia memijit nomer-nomer yang akan menghubungkannya dengan seseorang di sebrang sana.

Seseorang yang cukup ia percayai untuk membantunya.

"Ya? Sungmin ah? ada apa?"

"Aku butuh bantuanmu akan aku jelaskan bila kau sudah sampai,dan tidak ada penolakan untuk permintaanku,araseo!"

"Ish kau ini selalu seenaknya!ya, lima belas menit lagi aku samapai di sana."

"Gomawo Shindong ajushi"

"Ne"

Tuuttttt

Dan sambungan terputus.

Pembicaraan singkat bukan?dan juga sedikit tidak sopan kelihatannya.

Tapi yang namanya sedang terdesak mana ada kata sopan-well itu teori menyesatkan.

Tapi bagi Lee Sungmin yang namanya menyesatkan itu adalah ketika kau tidak bisa membedakan antara sulfat dan mercuri,bukannya menyuruh seenaknya seseorang yang lebih tua darimu tanpa permohonan atau bahkan mengucapkan sapaan.


"Kau seperti siput yang membutuhkan waktu tahunan untuk berjalan sejauh satu meter"

Namja yang baru saja datang itu mendengus kesal.

Hell,bagaimana ia tidak kesal coba,malam-malam begini dipanggil mendadak dari telepon tanpa bisa menolak bahkan orang yang memanggilnya itu seenak udelnya.

"Ckk,seharusnya kau berterima kasih aku masih datang tengah malam begini,girl"

Yang dimaksud hanya terkekeh dari duduknya, memberikan isyarat mata agar namja kekar yang baru datang itu menduduki kursi yang ia duduki barusan.

"Aku yakin 100% ajushiiku yang baik hati ini pasti akan datang"

Sedang yang disebut ajushii itu mengamati yeoja yang kini tengah duduk disofa dengan berkas-berkas yang entah apa itu.

Alisnya terangkat sebelah dan kemudian ia bersiul ringan.

"Ming,apa ini benar dirimu?seingatku Lee Sungmin yang kukenal adalah yeoja yang selalu menjaga penampilannya-bukannya yeoja yang terlihat seperti baru di terbangkan puting beliung begini"
Lee Sungmin,yeoja itu menggeram kesal namun detik kemudian ia tersenyum sangat-sangat manis.

Saking manisnya,sampai-sampai membuat Shindong merinding disko.

"Well, my dear uncle aku tidak memanggilmu malam-malam begini di tengah cuaca dingin yang dapat membekukan tubuh gempalmu itu hanya untuk menilai aku. Lagi pula aku yakin kau juga akan sama sepertiku-yeh sebentar lagi.

Oh .. ingin rasanya sindong menjahit mulut yeoja jejadian dihadapannya ini.

Tapi ia tahu,percuma melakukan itu.

Bisa-bisa bukannya mulut Sungmin yang berhasil ia jahit-tapi mulutnya yang mungkin akan dirobek sadis.

Tapi memang benar apa yang di katakan Si ajushhii alias Sin dong hae.

Kini Sungmin benar-benar terlihat seperti baru terserang angin puting beliung.

Bagaimana tidak, dengan rambut panjang yang berantakan dan awut-awutan persis sangkar burung.

Noda hitam yang ia perkirakan adalah kopi di bajunya, jangan lupakan wajah kusutnya dan bau tidak sedap dari-kalau bisa Sindong perkirakan pasti berasal dari tubuh Sungmin.

'Eww..berapa hari yeoja ini tidak mandi.'Pikirnya dengan mimik jijik seolah ingin muntah.

"Ada apa dengan tampangmu itu?"Tanya Sungmin sewot.

Ia risih juga kalau diperhatikan lekat-lekat seperti itu,apalagi tampang pamannya ini seperti melihat tikus bangkai saja.

Ukh.. rasanya ia ingin memukul perut gempal namja ini.

"ANNYIO..Tidak ada..eh..jadi apa yang kau inginkan dariku Ming"

Berusaha mengalihkan perhatian dengan topik lain,Sindong hanya tidak ingin umurnya berkurang lebih cepat hanya karena 'bermain'kata dengan seorang Lee Sungmin

Sungmin akhirnya hanya menghela napas panjang dan mendekat pada Sindong.

"Ini...hm,kau masih ingat tentang misteri kalung milik Sunghyun?Aku berhasil memecahkan misteri itu,namun ternyata dibalik misteri masih tersimpan misteri yang lebih rumit dan tidak bisa kupecahkan"

Sindong melirik pada jari-jari lentik Sungmin yang kini tengah mengetikan sesuatu di komputernya.

Namja ini kemudian mengerti dengan maksud dari perkataan si yeoja setelah melihat file X yang tertera di monitor.

"Kode Keamanan eh?"

Sungmin mempersilahkan Sindong untuk duduk kembali ditempatnya dan bergeser ke sisi namja gempal tersebut.

"Dia memasukan kode keamanan tingkat tiga"Ucap Sungmin datar-dan seketika Sindong langsung memalingkan wajahnya dari monitor ke arah Sungmin.

Matanya menatatp horor seperti seseorang yang baru saja melihat mayat hidup.

"KAU GILA!kode keamanan tingkat tiga!God...itu sulit Ming,Kau tahu sendiri,kode keamanan tingkat tiga artinya kode keamanan yang hanya orang-orang militer tingkat dua keatas dapat mengaksesnya.

Hal ini bisa juga dikatakan sesuatu yang ilegal bila kau masih kekeh ingin melihat data ,aku tidak bisa!"

Sungmin mengepalkan tangannya kuat-gigi-giginya bergemelutuk saling beradu dengan tatapan tajam penuh amarah.

'Militer!'

Brak!

Vas bunga yang berada disampingnya sukses hancur karena ia lempar keras kearah dinding-tepat disamping Sindong.

Napasnya memburu dengan tempo tak beratur dan nyala merah di matanya nyata dapat dilihat Sindong.

'Itu adalah sebuah kesalahan .. kesalahan .. kesalahan ...' Sindong membatin miris.

Suatu kesalahan besar untuk menentang Seorang Lee Sungmin.

"Brengsek...aku juga tahu itu ilegal dan tidak perlu mengguruiku untuk hal seremeh ini Sin Dong Hae"

Setiap katanya diucapkan dengan penuh penekanan-membuat namja yang dimaksud menciut tak berani membantah.

"Dan kau disini tidak dalam keadaan yang bisa membantahku-kau tahu apa pekerjaanku dan seberapa keras aku selama lima tahun ini !waktu,perasaaan bahkan kehidupan pribadiku hanya untuk menghentikan teror bodoh ini!Dan saat ada satu petunjuk yang aku temukan,kau dengan mudahnya mengatakan TIDAK untuk membantuku!"

'bodoh'

Sindong mengutuk lidahnya sendiri.

Dahinya berkeringat serta detak jantungnya cepat tak terkendali.

Atmosfir di sekelilinya dan Sungmin bahkan tampak mencengkam,membuatnya sesak napas.

"Waktuku hanya tinggal dua setengah bulan lagi,dan aku ..untuk kali ini tidak ingin gagal,

bahkan bila hal ini harus aku bayar dengan nyawaku .Mengertikan, Ajushii"

Sedetik Sin Dong seakan melihat tatapan kesedihan diamata itu, namun kesedihan itu berubah menjadi amarah-lagi-yang kembali membuatnya menciut.

"Jadi .. kerjakan ini dan aku tidak menerima penolakan" Kecamnya sembari membalikan badan untuk lembaran-lembaran dokumen lainnya.

Sindong menghirup oksigen banyak-banyak dan kemudian ia melepaskannya perlahan.

"Kalau sudah begini aku tidak punya pilihankan?"

Sungmin mengangguk pelan namun fokusnya masih pada lembaran dokumen.

"Huf..kau harus berjanji agar nyawaku tetap aman,karena ini"

Sungmin tersenyum kecil di balik lembaran kertas yang menutupi sebagian wajahnya.

"Tenang saja,kau tidak akan mati cepat setidaknya.

karena bila mereka ingin menghabisimu maka orang –orang brengsek itu harus membunuhku terlebih dahulu,yang artinya itu tidak mungkin"

Sin dong mengangguk-anggukan kepalanya.

"Aku pegang kata-katamu itu Lee Sungmin"

Garis bibir yeoja itu sedikit terterik keatas"Kau bisa memegang kata-kataku Ajushii"


Untuk meminta bantuan pada seorang namja gempal yang memliki julukan Ajushii itu adalah keputusan terakhir dengan pemikiran masak .

Ia sudah angkat tangan untuk membobol kode pasword seorang Cho sunghyun.

Nah,pada akhirnya inilah yang dilakuakan Lee Sungmin-memanggil Sin Dong Hae via telepon dan menemukan namja itu kini berada disatu ruang dengannya sedang mencoba melakukan sesuatu yang tidak bisa ia lakukan.

Sin Dong Hae,usianya mungkin lebih muda dari Heechul,namun tampangnya itu yang membuat ia dipanggil Ajushii.

Namja berberawakan gempal ini adalah salah seorang yang bisa Sungmin mintai bantuannya.

Selain Sindong adalah seorang Hacker dia juga tidak memiliki hubungan dengan seluk beluk pemerintahan ataupun SAS.

Awalnya ia ingin Donghae yang mengatasi kode-kode sialan,yeah...sobat satu profesinya sangat licin dalam hal seperti ini.

Namun konflik yang belum selesai tentang mata-mata di SAS itu membuat Sungmin urung menghubungi Donghae.

Hal inilah yang membuat Sungmin memilih bebas dari lingkaran setan yang menjerat SAS.

Warga sipil biasa dengan pekerjaan tidak biasa.

Kemampuannya meng hack tidak akan Sungmin ragukan lagi,dan ini bukan petama kalinya ia meminta bantuan Sindong dalam masalah serupa namun tak sama.

Meskipun sangat berbahaya untuk melibatkan warga sipil namun mau bagaimana lagi?Ini sudah mepet bro!dan seperti yang Sungmin katakan tadi,dia tidak ingin gagal..bahkan bila harus membayar dengan nyawanya,kegagalan itu tidak boleh terjadi.


Sungmin berhenti mengerjakan dokument-dokumen itu saat ia rasa hpnya bergetar keras.

Segera ia terima panggilan tersebut saat melihat nama yang tertera di hpnya

Sebuah panggilan yang dia kenal betul dari siapa dan bila mereka menghubunginya langsung ditengah malam seperti ini tentu,Sungmin tahu ada hal yang buruk terjadi.

"Ne, aku akan segera kesana"

Sambungan berakhir dengan cepat.

Tidak menunggu lama,ia segera membenahi diri.

Tapi Sungmin tidak segera menuju pintu keluar rumah.

Sungmin justru menuju sebuah ruangan yang berada tepat di depan kamarnya.

Shindong yang melirik kearah Sungmin seketika bergidik ngeri.

Wanita itu kini dalam amarah yang luar biasa.

Dan siapapun yang melihat yeoja ini termasuk ,Shindong bersumpah bahwa menghadapi satu batalion tentara lebih baik di bandingkan dengan menghadapi Iblis yang baru terbangun .


Sepuluh menit kemudian-kediaman keluarga Lee

Tidak ada wajah pucat dan kusut juga pakaian kotor dengan noda di tubuhnya.

Bahkan rambutnya kini tersisir rapi-sangat rapi bahkan dengan warna lain.

Blonde.

Yah secepat kilat Sungmin merubah warna rambutnya menjadi blonde.

Wajahnya dihias sehingga terlihat sepuluh tahun lebih tua.

Dan pakaiannya kini serba tertutup juga hitam yang mendominasi.

Sindong dari balik komputernya bersiul saat melihat penampilan Sungmin yang sekarang tidak jauh seperi preman wanita yang selalau berkeliaran dengan motor besarnya.

Inilah dirinya yang lain.

" suit .. Kau Tampak fantastic ming"

Sungmin tidak mempedulian kata atau mungkin cemoohan tersirat itu.

Langkahnya cepat menyusuri ruang.

"Aku keluar dulu dan ajushi-"

Shindong mengangkat alisnya penasaran.

"Jangan meninggalkan ruangan ini sebelum aku kembali, jangan keluar dari sini - dan kalau sudah terpecahkan segera hubungi aku mengerti?"

Butuh waktu tiga detik untuk mencerna perkataan Sungmin yang kelewat cepat bagi Sindong.

Tanpa menunggu lebih lama lagi Sungmin segera keluar dari kediamannya dengan cara tak biasa.

Sindong bahkan sampai melongo tak percaya.

Tentu saja,yang barusan dilihatnya adalah adegan berbahaya yang biasa ia lihat di film action jekichan atau jetli.

Baru saja..yeoja mungil itu melompat dari beranda kamarnya yang berada di lantai dua tanpa pengamanan apapun dan langsung menaiki motor besar berwarna hitam kelam yang telah terparkir tepat dibawahnya!

Itu lebih dari 10 meter MAN!

Ghost!

"Kalau aku tidak melihatnya sendiri, aku pasti tidak akan percaya! Seorang tuan putri-Lee Sungmin sang pewaris dari kerajaan Lee, baru saja melompat terjun dari lantai dua kamarnya dan melesat cepat dengan motor besar khusus para geng motor!"

"Oh..tuhan..tampar saja diriku ini"

.. Tbc.

OKE ini bab yang agak memburamkan dan penuh dengan emosional intrik dalam diri Sungmin.

Diawal adalah mimpi masa lalu Sungmin(aku membuatnya dalam cerita karena itu akan berperan penting di masa depan cerita ini)

dan buat kalian yang baru selesai membaca cerita ini juga bertanya-tanya apa sungmin memiliki saudara selain Sungjin..Yap jawabanya sudah jelas bukan :)

lalu apakah ia memang mati(jawabannya bisa di tunggu chapter selanjutnya)

Katakan bila ada typo's atau miss word karena aku hanya mengedit sebagian cerita..dan tidak memiliki kesabaran untuk melakukan pengeditan seluruh chapter.

jadi katakan pendapatmu tentang cerita ini.

dan please no flamer*(aku benci orang -orang yang menghina cerita yang telah di buat susah payah dan mengorbankan waktu berhargaku)

TERAKHIR buat kalian yang silent readers...whatever i don't care XP