Kids
Cast : HunHan
a/n : setelah sebulan penuh kegalauan aku kembali~~ hehehe. mohon maaf ^^v
Selamat membaca!
Balita berusia lima tahun itu kini berlari dengan senyum sumringah melihat teman bayinya datang digendongan Baekhyun-eomma.
"Hunnie~" pekiknya senang membuat bayi dua tahun yang tadinya masih mengantuk langsung membuka mata nyalang mencari asal suara.
Rontaan si bayi membuat ibunya menurunkan Sehun agar bisa menjangkau Luhan yang masih berlari dengan kaki mungilnya menuju kearah Sehun.
"Thelamat pagi Lulu," ucap si bayi ketika akhirnya ia menggapai si balita dan memeluk tubuh hyung favoritnya erat.
"Hehe, selamat pagi Hunnie~" Luhan terkekeh lucu mendapati teman bayinya yang sibuk mengusak kepala mungilnya ke leher si balita.
Suara Baekhyun-eomma menginterupsi kegiatan pagi kedua balita tersebut dan membuat Sehunnie kecil melonggarkan pelukannya agar bisa melihat hyung kesayangannya lebih jelas.
"Waah Luhannie manis sekali! Seragam pelaut ini justru semakin membuatmu cantik." Pujian Baekhyun membuat si balita mengerjap karena kini pipinya sibuk di cubiti gemas oleh ibu Sehun tersebut.
Bola mata Sehun yang sipit melebar menyadari ucapan ibunya benar. Tubuh hyung favoritnya kini terbalut seragam pelaut berwarna putih biru yang semakin membuat sosok Luhan imut sekali.
"Sudah mau berangkat sekolah yah Luhannie?"
Pertanyaan ibunya membuyarkan keterpanaan si bayi dan membuat keningnya berkerut. Sudah sebulan ini semenjak Luhan resmi memasuki kindergarten, Sehunnie kecil hanya bisa bertemu Luhan di akhir pekan membuatnya sempat terkena sindrom ignorant di hari lainnya. Mendengar kata sekolah si bayi kembali memeluk erat hyungnya dan menggelengkan kepala cepat.
"Andwaeyo~ Lulu kajima!" rengek Sehun sementara si balita mengelus punggung si bayi menenangkan.
"Wae andwae? Sekolah menyenangkan, Hunnie. Banyak teman," jawab si balita membuat bibir si bayi melengkung sedih.
"Tapi Hun thendilian…" lirih si bayi sangat pelan namun berhasil ditangkap telinga mungil Luhan.
Mendengar perkatan teman bayinya, Luhannie tiba-tiba saja memeluk tubuh Sehun sangat erat dan mengecup pipi gembil si bayi sebagai bentuk minta maaf. Sontak saja si bayi tercengang, ditunjukan dengan mata yang berbinar cemerlang dengan bibir mungil yang sedikit terbuka dan pipi merona.
"Baekkie-eomma," panggil si balita pada Baekhyun yang tengah sibuk memotret interaksi dua balita di depannya menggunakan ponsel dan berjingkrak bagaikan fanboy.
"E-eo, Luhannie," sahut Baekhyun setelah berhasil mengendalikan diri. "Boleh Hunnie ikut Lulu sekolah?" tanya si balita sembari menggenggam jemari si bayi yang masih berada di dunia lain.
"…."
Sedetik, sepuluh detik, hingga detik ke tiga puluh, Baekhyun baru bersuara. "MWOO?!"
Teriakan melengking itu membuat si balita memejamkan mata kaget sementara si bayi memelotot tersadar. "Eomma!" protes Sehun terhadap ibunya.
Langkah kaki tergesa terdengar kearah ketiga orang tersebut. Yixing datang terburu-buru dengan spatula di tangan kanan dan penggorengan di tangan kiri. "Ada apa?! Siapa yang berteriak?!" sahutnya panic.
Mata si bayi berubah datar melihat dua orang dewasa di depannya sementara Luhan membuka sebelah matanya untuk mengintip. Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menyengir lebar. "A-aku hyung. Tapi tenang tidak ada apa-apa kok!"
Yixing menghela napas lega dan langsung berjongkok menyadari dua balita di depannya. "Oh, annyeong Sehunnie." Sapanya sambil mengusak rambut si bayi yang dibalas si bayi dengan bungkukan badan seperti yang sudah di ajarkan orangtuanya ketika memberi salam kepada yang lebih tua.
"Annyeong eomma."
"Nah, Luhannie cepat habiskan sarapanmu ne adeul. Kita berangkat sepuluh menit lagi." ujar Yixing pada putranya yang dibalas anggukan semangat Luhan.
"Eung~ eomma," sebelum ibunya kembali beranjak berdiri, si balita menahan tangannya.
"Hmm?"
"Lulu mau ke sekolah sama Hunnie. Boleh ne?"
Yixing mengerjapkan matanya beberapa saat sebelum menjawab, "Tapi Sehunnie belum cukup umur untuk sekolah. Sehunnie baru bisa ikut Luhannie sekolah tiga tahun lagi."
Baik si balita maupun si bayi sama-sama mengerucutkan bibir dan menundukan kepala. "Tapi Hunnie sendirian kalau Lulu pergi sekolah.."
Yixing meringis melihat kemurungan di depannya dan menoleh kearah Baekhyun yang berekspresi sama. Ibu Sehun tersebut juga menjongkokan dirinya di hadapan kedua balita.
"Sehunnie main sama eomma saja yah? Kita bertemu Luhan-hyung lagi sore ini, bagaimana?" bujuk Baekhyun namun bayi di depannya melangkah mundur dan bersembunyi di balik tubuh mungil si balita.
"Thileo~" rengeknya membuat baik Yixing maupun Baekhyun bertatapan bingung.
Rencana hari ini untuk pergi membeli baju para putra mereka bersama setelah mengantar Luhan ke kindergarten tidak terpikirkan akan menjadi seperti ini. Kedua ibu tersebut menghela napas dan mengendikan bahu bersama.
"Bagaimanapun Luhannie harus sekolah," sahut Yixing.
"Dan bayiku tidak akan mau melepas tangan hyungnya," timpal Baekhyun.
Kedua ibu itu saling bertatapan menukar pertimbangan melalui mata. Setelah beberapa saat keduanyapun menghela napas panjang.
"Yasudah kita bawa saja, siapa tahu mereka mengizinkan." Putus Yixing sebelum tersenyum dan beranjak berdiri. "Habiskan sarapanmu, Lulu. Makan bersama Sehun sementara eomma menyelesaikan bekal makan siang kalian, hm?"
Kedua balita tersebut mengangguk cepat dan berlari menuju ruang tv untuk melanjutkan sarapan Luhan yang belum habis. Tawa keduanya bersahutan membuat Baekhyun maupun Yixing tersenyum mendengarnya.
"Haah, semoga saja Sehun tidak menjerit histeris saat nanti kita pisahkan." Keluh Baekhyun bergidik membayangkan putranya yang akan marah besar jika nanti ia memaksa memisahkan si bayi dari hyung favoritnya.
"Yah, semoga saja sekolah mau memberi toleransi satu hari ini." sahut Yixing sambil merangkul pundak Baekhyun. "Ayo Baek, aku masih harus menyelesaikan bekal makan siang Sehun seandainya ia boleh menetap."
"Kajja~!"
Kindergarten tempat Luhannie bersekolah merupakan sekolah privat yang dilengkapi taman bermain lengkap bernuansa alam. Berbagai balita berlarian senang setelah memasuki gerbang sekolah termasuk Luhan dan Sehun yang bergandengan tangan dengan senyum tersungging di bibir keduanya. Namun tidak dengan kedua ibu mereka yang diliputi kecemasan.
"Luhannie!"
Panggilan tersebut membuat si balita berambut ash-brown menoleh dan melambai girang. Seorang balita berpipi sangat gembul seperti hamster berlari mendekati Luhan.
"Xiuminnie!"
Sehun mengerutkan keningnya melihat interaksi dua balita di depannya dan dengan insting bayinya ia memeluk hyung kesayangannya erat. Luhan mengerjap imut melihat kelakuan Sehunnie dan tersenyum ketika melihat si bayi menampilkan eye-smile ketika tatapan Luhan jatuh pada dirinya.
"Oh Luhannie bawa dongsaeng juga?"
Suara dari arah depan itu memutuskan kontak mata antara Sehun dan Luhan membuat si bayi menolehkan kepala dan menatap datar pada pengambil perhatian hyungnya.
"Eum?" tanya Luhan dan memekik penasaran menyadari sosok mungil dibelakang Xiumin. "Oh! Adik bayi!"
Si sosok mungil yang menemplok pada punggung Xiumin perlahan melepaskan dirinya. Dengan dot yang masih berada di mulut dan mata setengah terbuka si bayi melambaikan tangan. Namun tak lama setelahnya si bayi berjalan kearah Luhan.
"Waah yeppeo~" ucap si bayi berdot dengan tangan terulur mencoba menyentuh pipi Luhan yang sayangnya langsung di tepis Sehun dan tubuh si bayi berdot ditarik kebelakang oleh Xiumin.
"Kai andwae! Beri salam dulu." Perintah Xiumin pada si bayi. Bayi berdot bernama Kai itu mengerucutkan bibir sebal dan beradu mata kesal pada bayi di pelukan Luhan. Namun setelah melihat tatapan lucu hyung manis di depannya, Kai tersenyum.
"Annyeong hyung, Kai-imnida, nae ga dusalyo." ucap si bayi dengan lima jari mengudara membuat Luhan terkikik geli. Tanpa ragu, si balita manis menekuk tiga jari Kai yang lain agar pengucapan usianya benar.
"Annyeong Kai-ya~ na neun Kim Luhan, igo Park Sehun." Jawab Luhan sembari menunjuk bayi yang menempel padanya seperti koala. "Hunnie dusal tto! Hunnie, ayo kenalan."
Si bayi hanya menengok kearah dua orang asing di depannya dan menganggukan kepala sekali sebelum kembali menelusupkan kepala di leher hyungnya. Baik Xiumin maupun Kai menatap heran pada sikap Sehun sementara Luhan terkekeh karena sesungguhnya Sehun mengucapkan salam namun setara bisikan sehingga hanya ia yang mendengar.
"Oh apa ini? Teman Luhannie?" Yixing muncul di belakang Luhan dan mengusak sayang kepala Sehun yang masih menempel di leher Luhan.
"Eung! Xiuminnie dan adiknya Kai-ya." sahut Luhan semangat.
"Eh, Kai mau ikut Xiumin-hyung sekolah juga?" tanya Yixing yang dibalas anggukan oleh Xiumin.
"Kai menangis terus," adu Xiumin sementara Kai kembali menempelkan badannya pada punggung kakaknya. "Sendili aniya. Mau ikut hyung bial bisa main." Kilah si bayi yang kepalanya tengah ditepuk-tepuk oleh Xiumin.
Bel tanda masuk berbunyi membuat Yixing mengambil napas dan menengokan kepala ke berbagai arah mencari Baekhyun. Dari kejauhan terlihat Baekhyun berlari dengan senyum sumringah diikuti sesosok yang tidak asing.
"Yixing-hyung~" seru Baekhyun gembira. "Lihat-lihat aku bertemu Sungmin-hyung!"
"Omo! Minnie-hyung~"
"Xingie~"
Ketiga orang dewasa itu sibuk berpelukan melepas rindu. "Sudah lama sekali kita tidak bertemu! Kapan kau kembali ke Korea?" tanya Sungmin.
"Setahun yang lalu hyung, aigoo aku tidak menyangka akan bertemu hyung disini. Kupikir hyung masih di Jepang bersama Kyuhyun-hyung."
"Aku kembali beberapa bulan yang lalu karena Kyuhyun harus mengurusi perusahaannya yang disini. Lagipula putra pertamaku harus masuk sekolah, jadi aku pilih menetap di Korea kembali." Jelas Sungmin.
"Eh, Xiu, Kai kenapa belum masuk kelas?" Sungmin berjongkok di depan kedua putranya dan membetulkan letak dot Kai.
"Heee?! Ini kedua putramu hyung?" sahut Baekhyun dan Yixing bersamaan.
"Wah benar yang ini mirip sekali denganmu," Baekhyun menunjuk Xiumin, "Tapi tunggu.. kau tidak selingkuhkan hyung selama di jepang?!" tuduh Baekhyun ketika melihat Kai.
Baekhyun mendapatkan dua pukulan keras di kepalanya dari Sungmin dan Yixing yang kini memasang wajah tersenyum mengerikan. "Mulutmu Baek! Tentu saja tidak. Kai mirip ayah Kyuhyun, kau ingat kakak Kyuhyun yang bernama Key? Anaknya Taemin cetakan persis Kai."
Baik Baekhyun dan Yixing mencoba mengingat wajah putra Key-hyung yang tertera di undangan ulangtahun yang dikirimkan Key-hyung pada mereka minggu lalu. Keduanya terbelalak setelah melihat layar ponsel mereka, ternyata memang sama seperti putra kedua Sungmin-hyung.
Ketiga orang dewasa itu sibuk berbicara sementara keempat balita yang berada disana mengendikan bahu tidak peduli dan mulai melangkah menuju kelas dengan Luhan bersenandung riang. Xiumin mencoba meraih jemari Luhan agar bisa bergandengan seperti hari-hari sebelumnya. Tanpa disadari adiknya juga berencana melakukan hal yang sama. Sayangnya, bayi Sehunnie menyadari kelakuan adik kakak tersebut.
Sebelum tangan hyung favoritnya digenggam orang lain, Sehunnie kecil memeluk Luhan membuat langkah si balita terhalangi.
"Eum, Hunnie?" tanya si balita ragu karena sikap tiba-tiba si bayi. Sehunnie mungil menelusupkan kepalanya di perpotongan leher Luhan dan menatap dua orang di sampingnya.
"Nekkoya." Ucap Sehunnie pelan namun penuh penekanan posesif sebelum mencuri kecupan di pipi kanan Luhan dan ber-smirk tipis melihat keterpanaan Xiumin dan Kai.
"Kajja Lulu~" ucap si bayi dengan senyum kekanakannya pada hyung kesayangannya setelah melepas pelukannya yang dibalas kekehan senang Luhan.
Dari belakang mereka, ketiga orang dewasa disana berhenti bergosip akibat kejadian di hadapan mereka.
"Wah, geu aegi… nugu?" tanya Sungmin pada dua orang disampingnya.
"Nae adeul…Park Sehun."
Sungmin membelalakan matanya sementara Yixing tertawa pelan. "Aku harus beritahu Suho."
Sementara itu di kelas Luhan dan Xiumin, Seolhyun-saem meringis bingung melihat adanya dua bayi di dalam kelasnya. "Orangtuanya dimana yah?" gumamnya pada diri sendiri.
bersambung
Tabur poster HunHan feat XiuKai~
Ini gak begitu unyu tapi aku tetep squealing bayangin Hunnie bersmirk sambil bilang Lulu punya dia buahaha
Semoga kalian juga yaa, sampai jumpa lagi!
