Tittle
From The Darkness Side
cast
Kim Kibum x Cho Kyuhyun x Bryan Trevor Kim
Genre
Drama, Romance, Crime
Warning
GS, typos, tulisan yang tidak BAKU dan sebagainya, bahasa tidak sesuai EYD, cerita abal.
Disclaymer
Ini adalah REMAKE novel karya mbak SANTHY AGATHA dengan judul sama. ingat ini bukan plagiat tapi Remake. Ada beberapa bagian yang Lizz rubah demi kepentingan cerita.
Don't like Don't read, that SIMPLE.
Okay
.
.
.
Happy reading
.
.
.
BaB 9
Bryan menggedong Kyuhyun memasuki rumah itu. Para pelayan tampak sibuk menyiapkan segala sesuatunya, suasana begitu sibuk tidak kelihatan kalau sekarang sudah dini hari. Lelaki itu mendudukkan Bryan di ranjangnya yang berseprai satin, lalu memberikan beberapa instruksi kepada para pelayannya. Setelah air panas dan perban serta obat-obatan lain diletakkan, para pelayan melangkah pergi dan meninggalkan Kyuhyun sendirian di dalam kamar bersama Bryan. Kyuhyun terdiam, berusaha menggenggam jari-jarinya yang gemetaran. Dia masih mengenakan jas Bryan yang diselimutkan di bagian depan dadanya, menutupi pakaiannya yang robek. Dia sangat ketakutan, usaha pemerkosaan yang dilakukan Junsu telah menguras seluruh emosinya, dan kemudian pemandangan mayat Junsu yang bersimbah darah dengan mata dan ekspresi terkejut akan selalu menghantuinya. Ditatapnya Bryan dengan pandangan ragu.
"Apakah kau akan membunuhku?" Bryan hanya tersenyum misterius dan kemudian bergumam tenang. "Buka jas itu." Kyuhyun langsung berjingkat dari ranjang, terkejut. Apakah dia dilepaskan dari mulut buaya hanya untuk masuk ke kandang harimau yang lebih ganas? Apakah lelaki itu akan memperkosanya? Digigitnya bibirnya. Dia tidak akan menyerah kepada Bryan, dan membiarkan lelaki itu menguasainya dengan mudah.
"Tidak." Jawabnya dengan menantang. Bryan mengangkat alisnya, "Keras kepala, padahal kau begitu lemah. Buka jas itu."
"Tidak!" suara Kyuhyun makin keras, dia benar-benar ketakutan.
"Aku tidak akan memperkosamu. Aku tidak tertarik dengan perempuan yang acak-acakan setelah dipegang lelaki lain, dan terluka di mulutnya, tidak akan enak untuk dicium." Bryan tampak tidak sabar, "Biarkan aku melihat lukamu." Kyuhyun gemetar. Aura menakutkan itu masih ada, memancar jelas dari tubuh Bryan. Benarkah lelaki itu akan melakukannya? Ataukah lelaki itu akan memperdayanya?
Bryan mendekatkan meja yang berisi baskom air hangat, obat-obatan, kapas, perban dan beberapa obat luar lainnya ke dekat ranjang. Kemudian dia menarik kursi, duduk tepat di depan Kyuhyun yang terduduk di tepi ranjang. Matanya menatap tajam, memaku Kyuhyun di tempat sehingga Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa ketika Bryan melepaskan jas yang melindungi buah dadanya yang terpampang jelas karena pakaiannya yang robek. Otomatis Kyuhyun langsung menutupi buah dadanya. Tetapi Bryan mencengkeram pergelangan tangannya lembut, dan menyingkirkan tangannya ke samping tanpa kata. Pipi Kyuhyum memerah ketika telanjang dada di depan lelaki itu tampaknya tidak tertarik dengan pemandangan ranum buah dadanya. Matanya terpaku pada bekas cakaran dan goresan yang menimbulkan bilur-bilur merah di pundak Kyuhyun. Dengan seksama Bryan meraih pergelangan tangan Kyuhyun, memeriksa memar-memar kemerahan yang beberapa mulai membiru dengan mengerikan di sana. Lelaki itu lalu menggunakan jemarinya untuk mengangkat dagu Kyuhyun. Memiringkan bibirnya agar terkena sinar lampu sehingga lukanya terlihat jelas. Sejenak suasana hening. Tetapi aura kemarahan terasa kental. Memenuhi ruangan, membuat suasana menjadi menakutkan. Lelaki itu menggertakkan gerahamnya sambil mengamati luka-luka Kyuhyum. Dan kemudian terdiam lama seolah mencoba menahan diri. Lalu dalam keheningan pula Bryan mengambil kapas dan mencelupkannya ke dalam cairan alkohol antiseptik kemudian mengusap bilur-bilur kemerahan yang sedikit berdarah di pundak Kyuhyun. Kyuhyun mengerang atas sentuhan pertama kapas itu. Tetapi Bryan memperlembut gerakannya,
"Shhh..." dia berbisik pelan, mencoba menenangkan Kyuhyun ketika sekali lagi dia mengusap bilur-bilur itu dengan cairan alkohol dan antiseptik, membersihkannya. Kyuhyun mengernyit merasakan pedih di kulitnya ketika proses itu. Kemudian lelaki itu mencelupkan kapas di air hangat dan menggunakan jemarinya sekali lagi untuk mengangkat dagu Kyuhyun, dengan gerakan lembut tetapi pasti, diusapnya luka bekas tamparan Junsu di ujung bibir Kyuhyun.
"Ini akan membiru dan rasanya akan sedikit sakit." Bryan mengucapkan kata-kata yang memecah keheningan, dia mengerutkan keningnya seakan tidak suka, "Aku tidak akan bisa menciummu untuk beberapa lama. Kyuhyun melotot, memandang Bryan dengan marah. Seluruh tubuhnya sakit dan dia hampir diperkosa dengan memar dan luka di semua sisi tubuhnya, dan lelaki itu malahan mencemaskan tidak bisa menciumnya? Kyuhyun makin yakin Bryan lelaki yang jahat dan tidak3punya empati. Tetapi lelaki jahat inilah yang menyelamatkannya dari pemerkosanya. Kyuhyun tiba-tiba menyadari kenyataan itu. Kalau Bryan tidak datang dan menancapkan pisaunya ke punggung Junsu tadi, mungkin Junsu sudah berhasil memperkosanya. Kyuhyun bergidik ngeri membayangkan apabila hal itu benar terjadi. Bryan mengamati perubahan ekspresi Kyuhyun. Tetapi dia tetap diam. Tangannya masih sibuk membersihkan darah di sudut mulut Kyuhyun. Setelah yakin sudah bersih, lelaki itu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya dengan bilur-bilur bekas goresan dan cakaran di tubuh Kyuhyun, dioleskannya dengan antiseptik.
"Selesai. Sekarang buka bajumu."
"Tidak mau." Kyuhyunkembali melindungi dadanya dengan kedua lengannya. Lelaki itu bermimpi kalau dia bisa membuat Kyuhyun telanjang secara sukarela di depannya. Bryan menatap Kyuhyun dengan marah. Sejenak ada api di matanya, seolah dia bertekad akan membuat Kyuhyun menuruti kemauannya. Tetapi kemudian lelaki itu melihat penampilan Kyuhyun yang mengenaskan dan acak-acakan, dan entah kenapa memutuskan mundur dan mengalah.
"Oke. Ganti bajumu dengan itu." Lelaki itu menunjuk piyama sutra warna hitamnya yang terlipat rapi di meja. "Aku akan membalikkan badan."
''Kenapa kau tidak keluar dari ruangan ini?"
"Karena aku tidak mau." Tatapan Bryan kejam dan mengancam, mengingatkan Kyuhyun kalau perempuan itu sudah terlalu jauh mencoba batas kesabarannya, "Cepat ganti bajumu." Bryan melangkah ke jendela yang membelakangi Kyuhyun dan menatap ke arah luar. Sejenak Kyuhyun terpaku menatap punggung Bryan, tak menyangka kalau Bryan mau mengalahuntuknya. Kemudian dia berusaha membuka gaunnya. Roknya sobek dan menggantung dengan menyedihkan di pinggangnya. Kyuhyun melepaskan gaunnya hingga dia hanya mengenakan pakaian dalam. Diliriknya Bryan dengan waspada. Lelaki itu masih membelakanginya dan menatap ke luar jendela. Kaku bagaikan batu. Dengan cepat Kyuhyun meraih celana piyama itu yang kebesaran dan mengenakannya. Ketika hendak memakai piyama hitam itu, dia harus mengenakannya dengan susah payah. Lengannya kaku karena memar, dan kegiatan3mengancingkan kemeja itu sangatlah susah dilakukan karena jemarinya kesakitan dan gemetar. Air matanya menetes, berusaha mengancingkan kemeja itu berkali-kali tetapi tidak berhasil. Dia mengutuk ketikdakberdayaannya.
Bryan membalikkan badannya ketika mendengar isakan tertahan Kyuhyun, dan menemukan gadis itu sedang berusaha mengancingkan kemejanya dengan tangan gemetar dan air mata bercucuran. Lelaki itu mengumpat pelan, lalu menghampiri Kyuhyun. Tatapan Kyuhyun kepadanya sungguh meluluhkan hati, bahkan untuk lelaki berhati kejam seperti Bryan. Air mata yang menetes tanpa henti mengalir di pipi Kyuhyun.
"Aku... aku sudah berusaha... tapi ini susah sekali." Tangan Kyuhyun gemetar tak terkendali. Hingga Bryan menangkupkan jemarinya ke jemari Kyuhyun, berusaha menghentikan gemetarnya, "Biarkan aku yang melakukannya." Lelaki itu menyingkirkan tangan Kyuhyun dan mengancingkan kemeja Kyuhyun satu persatu. Ketika sudah tertutup sampai ke atas, dia menghela Kyuhyum supaya berbaring ke atas tempat tidur satin hitamnya.
"Tidurlah." Bryan bergumam memerintah, tetapi rupanya dia tidak perlu melakukannya karena begitu berbaring, Kyuhyun langsung tertidur pulas. Semalaman Bryan tidak tidur. Dia bersandar di jendela, sambil mengamati Kyuhyun yang tertidur pulas.
[~Lizz_L_L~]
Chanyeol menghadapnya pagi-pagi sekali, dan Bryan menemuinya di ruang kerjanya.
"Sudah kau bereskan?"
"Semuanya." Jawab Chanyeol tenang, "Tidak akan ada yang tahu bahwa Junsu telah lenyap. Dia menghilang begitu saja dari muka bumi. Dan apartemennya sudah bersih, dari semua bercak darah, dari semua sidik jari dan jejak kaki. Tidak akan ada yang bisa mengaitkan kita dengan apartemen itu."
"Bagus." Bryan masih tampak tak puas, "Apakah Junsu punya keluarga?"
"Dia punya seorang kakak laki-laki, kakaknya seorang wartawan juga. Dan juga seorang4tunangan di luar kota." Chanyeol mengerti apa yang diinginkan bosnya, "Apakah anda ingin saya 'membereskan' seluruh keluarganya?"
"Ya." Bryan menggeram. "Jangan habisi mereka, cukup hancurkan kehidupannya, aku ingin mereka hancur perlahan dan menderita pelan-pelan." Bayangan akan goresan luka di pundak Kyuhyun, memar-memarnya dan bekas tamparan keras di pipi dan ujung bibirnya membuatnya marah besar. Junsu sudah mati untuk bisa menerima pembalasannya. Tetapi keluarganya tidak. Bryan tidak tanggung-tanggung kalau membalas dendam. Siapapun yang berani menyentuh apa yang menjadi miliknya, dalam hal ini merusaknya, maka akan menerima pembalasan yang setimpal.
°•°•°
Kyuhyun terbangun hampir tengah hari. Kali ini seluruh tubuhnya benar-benar terasa sakit. Ujung bibirnya terasa bengkak sehingga dia susah berbicara. Dengan susah payah dia berusaha duduk di ranjang. Tetapi lalu berbaring lagi dengan lemah.
"Jangan duduk dulu. Kau akan merasakan kesakitan yang tidak menyenangkan setelah beberapa hari, tetapi setelah itu kau akan membaik." Suara itu terdengar lagi dari sudut gelap di dekat jendela. Kyuhyun menolehkan kepalanya dan mendapati Bryan berdiri di dekat bayang-bayang di jendela, lelaki itu sedang mengamatinya. Kepala Kyuhyun terasa pening, bahkan sekarang dia ditempatkan di kamar Bryan. Bagaimana mungkin dia bisa melepaskan dirinya?
"Kau sudah berhasil menahanku di rumah ini. Sesuai obsesimu. Sekarang apa yang akan kaulakukan padaku?" Bryan tertawa pelan dan melangkah mendekati Kyuhyun, "Kau benar-benar tidak takut padaku ya..." Lelaki itu membuat Kyuhyun menghadapnya lalu sebelah jemarinya mencengkeram leher Kyuhyun yang mungil. "Seharusnya kau tidak pernah mencoba kabur ... " Suara Bryan mendesis penuh kemarahan, dan menatap Kyuhyun mencoba-coba. "Aku bisa meremukkan leher mungilmu ini dengan sebelah tangan. Membunuhmu dengan tangan kosong... Kau tahu aku pernah melakukannya pada seorang pelacur. Aku membunuhnya dengan tangan kosong, lalu pergi. Aku melakukannya hanya untuk mengganggu Darren, meninggalkannya terbangun dengan mayat wanita yang mati tercekik di ranjangnya. Lalu tertawa terbahak-bahak sambil mengamati dia berusaha membereskan semuanya."
"Kalau begitu lakukan saja." Kyuhyun memejamkan matanya. Toh dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Kalaupun dia harus mati di tangan Bryan, mungkin itu jalan yang terbaik. Jemari Bryan mengencang di lehernya, seakan benar-benar ingin mencekiknya. Tetap5kemudian pegangannya mengendur dan lelaki itu melepaskan pegangan tangannya di leher Kyuhyun. Kyuhyun membuka matanya dan melihat Bryan sedang mengamatinya dengan pandangan menilai.
"Kenapa kau tidak membunuhku?"
"Karena kau akan lebih bernilai bagiku kalau kau hidup." Bryan menyeringai dengan tatapan jahat, "Aku menyimpanmu di sini bukan untuk kubunuh. Kalau aku ingin membunuh perempuan, aku tinggal menjentikkan jari dan membuat mereka datang kepadaku. Mereka bahkan tidak akan sadar sampai mereka sudah di ambang kematian." Mata Kyuhyun membara, "Seperti yang kau lakukan pada Luhan, ibuku."
"Itu kecelakaan." Bryan tampak tidak menyesal, bahkan tampak sangat puas, "Ibumu menyelinap masuk ke dalam kamarku, dengan baju seksi transparan yang dikiranya bisa membujukku untuk jatuh dalam pesona tubuhnya." Bryan mengernyit jijik. "Dan rasa ingin tahu membuatnya membuka koleksi album foto milikku." Bryan tersenyum, tahu bahwa Kyuhyun mengetahui apa maksudnya, dia yakin Yunho sudah menjelaskan semuanya kepada perempuan ini, "Jadi dia harus kubunuh."
"Apakah begitu mudahnya bagimu untuk membunuh seseorang? Apakah kau memang tidak punya perasaan?"
"Perasaan?" Bryan tertawa keras, "Cukup Kibum yang selalu dikuasai perasaannya, perasaan hanya akan membuatmu lemah. Sama seperti ibu kandungku yang dikuasai perasaan cinta membabi butanya kepada ayahku, membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa ketika aku dihajar dan dipukuli ketika usiaku masih kecil" Kyuhyun memandang Bryan dengan terkejut. Kibum tidak pernah menceritakan hal itu kepadanya. Apakah yang dikatakan Bryan itu benar, ataukah Bryan hanya berusaha memanipulasinya.
"Kibum tidak ingat apa-apa, dia tahu kalau dipukuli, tetapi itu hanya karena dia terbangun dengan bilur luka di punggungnya." Mata Bryan tampak gelap penuh amarah. "Ayahku itu monster yang suka memukuli anak-anaknya, kalau aku tidak sesuai dengan standarnya, dia akan mengayunkan tongkatnya dan memukuli punggungku tanpa ampun. Aku muncul karena peristiwa itu." Bryan tersenyum dingin kepada Kyuhyun, "Kau pasti bertanya apakah Kibum memilikiku sejak awal. Jawabannya mungkin tidak. Aku adalah pertahanan diri Kibum ketika dia merasakan sakit yang amat sangat ketika dipukuli oleh ayahnya. Kibum menenggelamkan kesadarannya dan lari dari kesakitan itu. Dan akulah yang kemudian6terbentuk dari alam bawah sadarnya, terbangun untuk sadar penuh ketika ayahku memukuli punggungku dengan tongkat. Akulah yang menanggung kesakitan atas pukulan-pukulan itu untuk Kibum." Kyuhyun menutup bibirnya dengan tangan. Terkejut atas cerita Bryan, dia pasti masih sangat kecil ketika harus menanggung kekejaman orangtuanya seperti itu. Bryan menatap Kyuhyun tajam. "Semua kemarahan Kibum, kebenciannya kepada orang tuanya, kebenciannya kepada dunia, semuanya terkumpul pada diriku. Kibum yang membentukku menjadi seperti ini. Sampai kemudian aku tidak tahan lagi menerima pukulan pukulan ayah. Aku merenggut tongkat itu dari tangannya dan memukul kepalanya sampai berdarah. Ibuku berteriak-teriak, dia membela ayahku, bayangkan, anaknya dipukuli dengan tongkat sampai tidak bisa berdiri dia hanya diam... dan ketika suaminya dilukai dia membelanya sekuat tenaga, sungguh ibu yang tidak berguna," Kibum mencibir sinis, "Aku lalu mengancam kedua orang tuaku, kalau mereka berani bertindak kasar kepadaku lagi, aku akan membunuh mereka." Jadi Bryan terbentuk karena kemarahan terpendam Kibum di masa kecilnya. Kepribadian itu kemudian tumbuh bebas dan kuat, mencari waktu di saat Kibum lemah, lalu menjadi individu yang benar-benar berdiri sendiri.
"Apakah Kibum tidak akan kembali lagi?" Bryan tersenyum lambat-lambat, "Tidak sayang, dia sudah lemah dan tak sadarkan diri di sana, aku bahkan tidak bisa merasakan kehadirannya. Kau tahu, aku selalu lebih kuat dari Kibum. Ketika dia menguasai tubuh ini, aku masih tersadar, mengamati dari sudut yang paling gelap di dalamnya. Tetapi ketika aku menguasai tubuh Kibum, dia sepenuhnya tertidur, dan mungkin akan terbangun dengan ingatan samar-samar akan perbuatanku. Hanya saja ketika itu aku masih merasakan kehadirannya, tertidur dalam tubuh ini. Sekarang aku tidak bisa merasakannya." Senyum Kibum melebar puas, "Tubuh ini sekarang menjadi milikku sepenuhnya." Wajah Kyuhyun pucat pasi, benarkah yang dikatakan oleh Bryan? Bahwa Kibum sudah lenyap? Kalau begitu... apakah sama saja Kibum sudah mati? Itu tidak mungkin. Kyuhyun menggelengkan kepalanya tanpa sadar. Kibum pasti masih hidup jauh di dalam sana. Dia hanya lemah. Kalau Kyuhyun ingin menyelamatkan Kibum, dia harus bisa membangunkan Kibum kembali, Tetapi bagaimana caranya? Lelaki ini tampak begitu kuat dan berkuasa. Dan juga begitu percaya diri. Akankah Kyuhyun bisa membangunkan Kibum lagi?
°•°•°
Bryan menemui Thomas di rumah sakit. Kedua tangan Thomas yang patah sudah dipasang pen dan di gips. Lelaki tua itu tampak tak berdaya duduk di atas ranjang rumah sakit, benar-benar sesuai dengan apa yang diinginkan Bryan.
Para penjaga berjaga ketat di dalam dan dl luar ruangan rumah sakit di kamar paling privat itu. Bryan memasuki kamar itu, dan berdiri sambil mengamati Yunho. yunho memalingkan muka, tidak mau melihat Bryan. Bayangan anaknya, menantunya, dan cucunya yang masih kecil dan api yang membakar masih begitu menghantuinya. Seharusnya Bryan membunuhnya juga karena sekarang dia sudah tidak pantas hidup lagi. Tetapi entah kenapa Bryan tidak membunuhnya. Yunho tidak tahu alasannya.
"Aku berhasil mendapatkan kembali Kyuhyun." Bryan bergumam lambat-lambat dengan puas, dia seakan hendak menilai reaksi Yunho. Yunho memejamkan matanya, merasakan kesedihan yang menusuk jiwanya. Semuanya gagal. Bahkan usaha satu-satunya menyelamatkan Kyuhyun pun gagal. Tuan Kibum pasti akan kecewa kepadanya. "Lain kali, kalau mau merekrut orang, jangan hanya melihat pada hasil penyelidikan di atas kertas. Nilailah moralitas dan kejujurannya." Bryan bergumam lagi, membuat Yunhi akhirnya menolehkan kepalanya dan menatap Bryan dengan bingung.
Apa maksud kata-kata Tuan Bryan?
"Junsu langsung meneleponku, menawarkan kesepakatan yang lebih besar." Bryan tersenyum mengejek. "Dia berpikir bahwa menjalin kesepakatan denganku akan memberikan keuntungan yang lebih besar daripada dengamu." Yunho mengernyitkan dahinya. Dasar wartawan bodoh! Yunho benar-benar menyesal mempercayakan tugas sebesar itu kepada Junsu. "Dan aku menyelamatkan Kyuhyun dari Junsu pada waktunya." Hening. Lalu Yunho menatap Bryan dengan pandangan bertanya-tanya. "Apa maksud anda?"
"Rekananmu itu mencoba memperkosa Kyuhyun, aku datang tepat pada waktunya."
"Apakah anda membunuhnya?" Yunho tetap bertanya meskipun dia sudah tahu jawabannya. Bryan terkekeh, "Tentu saja." Yunho menarik napas panjang, baru kali ini dia merasa lega atas pembunuhan kejam yang dilakukan Tuan Bryan. Kalau memang benar Junsu mengkhianati kesepakatan mereka dan kemudian malah mencoba memperkosa Nona Kyuhyun, maka dia pantas mati.
"Aku seharusnya menghukummu karena sudah menempatkan Kyuhyun dalam situasi seperti itu. Dia milikku dan lelaki itu hampir menyentuhnya, dan sudah melukainya." Yunho menatap Bryan dengan tatapan datar. Tuannya itu sudah mematahkan kedua lengannya, hukuman apa lagi yang akan diterimanya? Apakah Tuan Bryan akan mematahkan kedua kakinya juga?
"Aku akan memikirkan hukuman itu nanti. Sekarang aku sedang cukup senang karena Kyuhyun telah kembali kepadaku lagi." Bryan melangkah pergi sambil terkekeh mengejek kepada Yunho. Ketika berada di pintu, tiba-tiba dia memutar langkahnya, "Dan omong omong, aku tidak membunuh anak, menantu, dan cucumu, mereka baik-baik saja dan berhasil pindah ke tempat antah berantah yang kau sediakan buat mereka. Sayangnya aku tahu di mana tempat antah berantah itu berada." Tawa mengejek Bryan semakin keras, "Aku mengatakan bahwa aku membunuh mereka, hanya untuk menyiksamu." Lelaki itu pergi sambil menutup pintu di belakangnya. Tetapi tawa mengejeknya masih menggema keras dari lorong rumah sakit itu. Yang bisa dilakukan Yunho hanya menangis. Air matanya bercucuran. Ia menangis sejadi jadinya. Tangisan syukur dan kelegaan yang luar biasa.
°•°•°
Bryan menatap bayangannya di cermin dan dia mengernyitkan keningnya. Dia merasakan Kibu., yang kini berada di dalam cermin, membalas tatapannya. Kibum ternyata masih ada. Beberapa lama ini Kibum tidak dirasakannya lagi sampai Bryan mengira dia telah berhasil mengenyahkan Kibum selamanya. Tetapi sekarang Kibum sepertinya menggeliat lagi, bangun dari tidurnya yang panjang. Apakah jangan-jangan, kehadiran Kyuhyun juga membuat Kibum menjadi kuat?
"Aku pikir kau sudah mati." Bryan tersenyum mengejek kepada bayangannya di cermin, Kibum menatap tajam Bryan, "Aku masih ada di sini, Bryan. Kau tidak bisa menguasai tubuh ini sendirian. Dan aku merasakan kehadiran Kyuhyun." Brya. mengernyit. Jadi benar, Kyuhyunlah yang menggugah Kibum agar terbangun. Tetapi bagaimana mungkin? Bryan yakin Kyuhyun membuatnya kuat karena gadis itu membuatnya terobsesi, obesi membuatnya fokus dan makin kuat sehingga bisa menguasai tubuh ini. Tetapi, bagi Kibum., perasaannya kepada Kyuhyun adalah perasaan cinta. Dan cinta bagi Bryan adalah sesuatu yang melemahkan. Bagaimana mungkin perasaan cinta bisa membuat Kibum menjadi kuat? Kibum tersadar lagi padahal Bryan sudah mengusirnya jauh ke dasar.
"Kau tidak akan bisa menguasai Kyuhyun ." Kibum menatap Bryan dengan pandangan mengancam, "Aku tidak akan membiarkannya."
"Oh ya?" Bryan tertawa, "Kita lihat saja nanti." Ketika meninggalkan cermin itu, geraham Bryan mengeras. Dia harus menguasai Kyuhyun segera dan menunjukkan kepada Kibum bahwa dia lebih kuat.
[~Lizz_L_L~]
Kyuhyun berdiri mondar-mandir di kamar Kibum. Kamar itu terletak di lantai dua sehingga dia tidak bisa melompat, dan pintunyapun di kunci. Benak Kyuhyun dipenuhi oleh pikiran-pikiran membingungkan. Dia ingin membangunkan Kibum, tetapi bagaimana caranya? Kyuhyun sama sekali tidak punya pengalaman ataupun pengetahuan tentang hal-hal psikologi seperti orang-orang berkepribadian ganda. Mungkin kalau bisa membujuk Bryan supaya mengizinkannya ke perpustakaan, dia bisa menemukan buku-buku psikologi yang bisa memberikannya petunjuk bagaimana caranya membangunkan kembali Kibum. Bryan mengatakan dia sudah tidak merasakan Kibum di dalam dirinya, dan dari senyum puasnya, Kyuhyun tahu Bryan tidak bohong. Dan itu membuat Kyuhyun ketakutan. Kihumnya tidak mungkin mati dan hilang begitu saja bukan?
Tiba-tiba terdengar bunyi klik dari luar, dan Kyuhyun melompat mundur dari pintu, menatap waspada ke sana. Tahu bahwa musuh besarnya, Bryan akan masuk ke kamar ini. Dan benar, Bryan memang masuk, dengan pakaian hitam-hitamnya yang khas. Lelaki itu menatap Kyuhyun dengan intens dan kemudian mengunci pintunya. Kyuhyun mundur selangkah, menyadari tekad yang sangat kuat di mata Bryan. Tekad yang hampir sama seperti hasratnya untuk membunuh. Tubuh Kyuhyun gemetaran. Apakah lelaki ini9memutuskan bahwa sudah pantas baginya untuk mati?
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Bryan tidak menjawab. Lelaki itu malahan melepas kancing jasnya dan kemudian membuang jas itu di lantai. Dasinya menyusul kemudian. Dan lelaki itu mulai membuka kancing kemejanya.
"Apa yang akan kau lakukan?" Kyuhyun menatap panik ketika Bryan melemparkan kemejanya ke lantai, memamerkan tubuh indahnya yang sempurna. Otot-otot itu begitu pas dan keras di lengannya, bisepsnya membentuk lengkungan yang indah, begitupun otot dadanya dan perutnya yang kencang. Semuanya otot yang keras dan maskulin, tidak ada sedikitpun lemak di sana. Bryan melangkah maju, dan Kyuhyun melangkah mundur. Bryan melangkah maju selangkah lagi dan dengan refleks Kyuhyun melangkah mundur lagi.
"Apa yang akan kau lakukan?" Kyuhyum setengah berteriak, dengan panik menyadari bahwa dia sudah menempel pada pinggiran kasur, tidak bisa mundur lagi. Bryan tidak tersenyum, tatapan matanya tampak kejam tetapi penuh tekad,
"Aku akan bercinta denganmu."
°•°•°
9
9"Kau tidak boleh melakukannya. Kau sudah menyelamatkanku dari percobaan pemerkosaan yang dilakukan Junsu, dan sekarang kau mau merendahkan dirimu dengan melakukan hal yang sama?" Bryan berdecak, "Aku membunuh Junsu bukan untuk menyelamatkanmu dari pemerkosaan. Aku membunuh Junsu karena dia berani-beraninya menyentuh kau yang sudah menjadi milikku." Matanya menyipit dingin, "Siapa pun yang berani menyentuhmu akan kubunuh." Tubuh Kyuhyun gemetar. Lelaki ini Iblis. Iblis yang tidak punya jiwa. Kyuhyun salah mengira lelaki ini punya sedikit kebaikan dalam jiwanya ketika lelaki itu menyelamatkannya dan dengan lembut mengobati luka-lukanya. Ternyata lelaki itu melakukannya bukan untuk Kyuhyun, tetapi untuk kepuasan egonya sendiri yang menakutkan.
"Aku akan bunuh diri kalau kau memperkosaku."
"Memperkosamu?" Bryan mengerutkan keningnya, "Waktu itu kau sama sekali tidak menolakku." Suaranya rendah merayu, "Kau ingat malam itu? Ketika kau bercinta denganku semalaman, berkali-kali, penuh gairah? Kau sepertinya menikmatinya, kau mengerang puas ketika mencapai orgasmemu dengan aku tenggelam dalam-dalam di tubuhmu."
"Hentikan!" Kyuhyun berteriak, "Waktu itu aku mengira kau adalah Kibum!"
"Kibum atau aku bukankah sama saja?" Bryan mengangkat bahunya, "Jangan lupa Kyu, kami ini satu tubuh. Kau bercinta dengan Kibum berarti kau bercinta denganku. Begitu pun sebaliknya…" lelaki itu melangkah makin dekat, "Tidakkah kau merindukan tubuh ini? Tubuh yang pernah memelukmu?"
"Tidak! Mundur Bryan! Jangan dekati aku." Mata Kyuhyun melirik ke segala arah, "Aku tidak mau."
"Kenapa kau mau bercinta dengan Kibum tetapi tidak mau bercinta denganku?" Bryan mengabaikan ancaman Kyuhyun, dengan kasar direnggutnya tangan Kyuhyun dan disentuhkan ke dadanya, "Lihat ini, rasakan ini, kami ini orang yang sama bukan?" Kyuhyun berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Bryan, tetapi lelaki itu menahannya dengan kejam, membuat Kyuhyun meringis kesakitan, matanya terasa panas dan dia menatap Bryan dengan menantang, "Kau iblis kejam yang tidak punya hati. Aku10sangat membencimu. Dan kau tidak bisa disamakan dengan Kibum. Kibum jauh… Jauh lebih baik dari dirimu." Kata-kata Kyuhyun rupanya menyulut kemarahan Bryan sampai batas kesabarannya. Lelaki itu mencengkeram kedua tangan Kyuhyun dan mendekatkan wajahnya dengan marah, "Kau bilang Kibum lebih baik dariku? Mari kita lihat!" Bryan mendorong Kyuhyun ke atas ranjang, secepat kilat Kyuhyun melenting hendak bangun, tetapi Bryan sudah menindihnya dengan tubuhnya yang kuat. Kedua tangannya mencengkeram tangan Kyuhyum dan mengangkatnya ke atas kepalanya. Wajah mereka berdekatan. Kyuhtun bisa melihat betapa tajamnya mata lelaki itu, betapa banyaknya amarah yang terkumpul di sana. Bryan mendekatkan bibirnya, mencoba mengecup bibir Kyuhyun, tetapi Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya menjauh sehingga bibir Bryan hanya menyentuh pipi dan rahangnya. Dengan gemas Bryan menurunkan tangannya, menggenggam kedua tangan Kyuhyun hanya dengan satu tangan. Tangannya yang satuny mencengkeram rahang Kyuhyun agar tidak bergerak, bibirnya lalu memagut bibir Kyuhyun, membuat Kyuhyun mengerang dan menolak sekuat tenaga. Bryan mengangkat bibirnya dan mengamati, "Sepertinya luka di sini sudah sembuh." Lelaki itu mengacu kepada luka bekas tamparan Junsu kepadanya malam itu. Luka itu memang sudah tidak bengkak dan hampir tidak terasa lagi. Bryan lalu menekankan tubuhnya dan memperdalam ciumannya sehingga berhasil membuka bibir Kyuhyun dan melumatnya makin dalam. Disesapnya bibir bawah Kyuhyun dengan penuh gairah, seolah ingin mencicipi keseluruhan rasanya. Kyuhyun merasakan bibir itu. Bibir yang sama dengan bibir Kibum yang pernah melumat bibirnya dengan lembut. Tetapi kali ini berbeda, ciuman Bryan sangat kasar dan tidak tanggung-tanggung, lelaki ini melumat bibir Kyuhyun seolah ingin menggilasnya. Seluruh kemarahannya tertumpah di ciuman itu, Kyuhyun masih meronta, tetapi kemudian dia menyadari, bahwa semakin dia meronta, semakin Bryan marah dan kasar kepadanya. Dia lalu mencoba diam, tidak meronta dan tidak melawan. Jantungnya berdebar kencang. Antara ketakutan, penolakan dan gairah yang muncul tanpa bisa dia kendalikan. Bagaimanapun juga, tubuh yang sedang menindihnya itu adalah tubuh yang sama dengan lelaki yang dicintainya. Bryan menyadari perubahan sikap Kyuhyun. Dia menghentikan ciumannya dan menatap Kyuhyun. Napas mereka masih terengah akibat ciuman yang panas itu, dan bibir mereka masih begitu dekat. Bryan tersenyum miring, "Memutuskan untuk menyerah, eh?" Kyuhyun menatap Bryan dengan berani, "Lakukan apa pun yang ingin kau lakukan. Aku tahu aku tidak akan menang melawanmu. Tetapi satu hal yang pasti. Kalaupun kau berhasil11bercinta denganku. Aku membayangkanmu sebagai Kibum. Karena Kibumlah yang aku cintai, bukan kau." Bryan menggeram marah, "Kalau begitu aku tidak akan menahan diri lagi." Lelaki itu membuka pakaian Kyuhyun dengan kasar, menariknya dari tubuhnya hingga Kyuhyun telanjang dada di bawahnya, "Aku pernah menyentuh tubuhmu dan menikmatinya, kau pun menikmatinya. Malam ini akan kubuat kau menyadari bahwa aku berbeda dengan Kibum, aku lebih bisa memuaskanmu dibanding dia." Lelaki itu mengangkat rok Kyuhyun dan dia sendiri melepaskan celananya. Kejantanannya sudah menegang dan keras, Bryan begitu bergairah, dia membungkuk dan melumat bibir Kyuhyun lagi, tangannya menyentuh payudara Kyuhyun, meremasnya dan memainkan putingnya dengan ahli. Lelaki ini tidak mengenal kelembutan dalam bercinta, lelaki ini benar-benar bercinta dengan nafsunya. Sementara itu Kyuhyun berusaha keras menjaga tubuhnya tetap diam, meskipun gairah itu mengalir deras di tubuhnya. Ini tubuh Kibym, dan jemari lelaki itu sedang memainkan putingnya dengan ahli. Ketika Bryan menurunkan kepalanya untuk melumat puting payudaranya, sebuah erangan terlepas dari bibir Kyuhyun. Bryan mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun dengan pandangan mengejek, "Suka sayang?" dengan sengaja dia melumat puting payudara Kyuhyun menggodanya dengan lidahnya dan menghisapnya dengan kuat, membuat Kyuhyun menggigit bibir, berusaha menahan erangannya. Kejantanan Bryan menyentuh perutnya, terasa keras dan siap, lelaki itu menurunkan jarinya dan menurunkan celana dalam Kyuhyun, membuangnya di kaki ranjang. Jemarinya menyentuhnya di sana, dan dia tersenyum puas, "Kau bisa menolakku dengan kata-katamu, tetapi tubuhmu tidak bisa berbohong, kau basah di sana, siap untuk melumasiku." Kyuhyun menatap Bryan dengan marah, "Aku membayangkan Kibum."
"Kau tidak membayangkan Kibum, kalau kau membayangkan Kibum, kau pasti akan membuka pahamu dengan sukarela untukku, bukannya menatapku dengan pandangan kebencian." Dengan kasar Bryan membalikkan badan Kyuhyun, membuat Kyuhyun tertelungkup dan menoleh ketakutan.
"Kau... Apa kau..."
"Diam!" Bryan menarik pinggul Kyuhyum ke atas dan menyusupkan kejananannya ke dalam kewanitaan Kyuhyun. Kyuhyun mengerang karena terkejut ketika merasakan kejantanan Lucas tenggelam dalam-dalam."Apakah kau mengakui kalau kau merindukanku, sayang?" Bryan bertumpu pada lengannya setengah membungkuk dan mengecup punggung telanjang Kyuhyun , "Karena sepertinya aku merindukanmu." Lelaki itu lalu menggerakkan tubuhnya dengan ritme yang cepat dan keras, membuat tubuh Kyuhyun yang tengkurap terdorong di atas ranjang. Kyuhyun mengerang dan menggertakkan giginya menahankan gerakan kasar Bryan yang entah kenapa tetap membawa getaran panas di dalam dirinya, berpusat di kewanitaannya dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Bryan menegakkan punggungnya dan memegang pinggul Kyuhyun menggerakkannya supaya berpadu dengan gerakannya. Lelaki itu menggertakkan gigi menahan orgasmenya yang hampir datang, menunggu. Dan ketika Kyuhyun mengerang karena orgasme yang dipaksakan datang kepadanya, barulah Bryan memacu dirinya sendiri untuk mencapai orgasme yang sudah ditunggunya, dia menggeram, menekankan dirinya dalam-dalam dan meledakkan dirinya di dalam tubuh Kyuhyun. Setelah itu, Bryan membaringkan tubuhnya, setengah menindih tubuh Kyuhyun yang masih telungkup. Napas mereka berdua terengah-engah. Kyuhyun masih telungkup, kepalanyamasih miring ke satu sisi, enggan menatap Bryan yang memeluknya dari belakang. Air matanya menetes dan jatuh membasahi sprei. Dia telah direndahkan dengan begitu dalam oleh Bryan, dan dia mencapai orgasme! Astaga, wanita seperti apakah dirinya ini? Apakah dia wanita murahan? Bisa mencapai orgasme dari iblis kejam seperti Bryan? Ataukah diaterlena karena Kibum dan Bryan memiliki tubuh yang sama?
Tapi Bryan tadi mengatakan bahwa Kyuhyun tidak membayangkannya sebagai Kibum, dan itu adalah kebenaran. Kyuhyun sadar sekali bahwa yang bercinta dengannya tadi adalah Bryan. Dan dia tetap mencapai orgasmenya!
" Kyuhyun...?" suara itu memanggilnya dengan lembut, membuat Kyuhyun menggertakkan giginya marah. Permainan apa lagi yang dimainkan Bryan? Apakah lelaki itu sedang mencoba mempermalukannya dengan berpura-pura lembut seperti Kibum?
"Kyuhyun?" lengan kuat itu memeluknya lembut tepat di bawah payudaranya, bibirnya mengecup pundak Sharin penuh kerinduan, "Kyuhyun ini aku. Kibum." Kyuhyun tersentak, lalu tertegun meragu. Suara itu, kelembutan sentuhan dan kecupan itu, sangat mirip dengan Kibum. Tetapi bukankah Bryan bilang Kibum sudah hilang dan tidak bisa dia rasakan lagi? Apakah ini benar-benar Kibum atau Bryan yang berpura-pura? Kyuhyun sendiri saksinya, dia pernah melihat sendiri Bryan yang sedang berpura-purasebagai Kibum, dan Bryan luar biasa ahli.
"Kyu, lihatlah aku."12Sambil menelan ludahnya, Kyuhyun membalikkan badannya pelan-pelan. Menghadap ke arahlelaki itu. Mereka berbaring telanjang berhadapan, saling menatap, mata Kyuhyum mencari di kedalaman diri Kibum mencoba menemukan sesuatu, petunjuk atau apapun yang bisamemberitahunya siapakah yang ada di depannya ini. Tetapi dia tidak bisa menemukan jawabannya. Salah satu kekuatan Bryan dibandingkan Kibum adalah kemampuannya untuk tetap sadar meskipun tubuh ini sedang dikuasai oleh Kibum, seperti yang dia bilang, Bryan menikmati duduk diam di sudut dan mengamati. Hal itu berarti sangat mudah bagi Bryan untuk berpura-pura sebagai Kibum, karena apa yang diketahui Kibum diketahui juga oleh Bryan. Sebaliknya bagi Kibum ketika Bryan menguasai tubuhnya, dia tertidur dan hanyamemiliki ingatan samar dan sepotong-potong tentang apa yang dilakukan Bryan. Kibum menelusurkan jarinya dan menyentuh bibir Kyuhyun, lalu ke pipinya. Matanya menelusuri bekas memar di tubuh Kyuhyun, di lengan Kyuhyun, bekas memar di tubuhnya akibat perlakukan kasar Junsu memang masih ada, menjadi ungu kehitaman, meskipun rasanyasudah tidak sakit lagi, tetapi memarnya masih tampak mengerikan. Alis Kibum mengerut dan dia menatap Kyuhyun dengan sedih, "Apakah dia, Bryan menyakitimu?" Ini mungkin benar-benar Kibum. Lelaki ini tampaknya tidak tahu apa yang dialami Kyuhyun malam-malam sebelumnya. Kyuhyun menatap Kibum, bibirnya bergetar, meragu,
"Kibum..?" itu tersenyum, lalu meraih jemari Kyuhyun dan mengecupnya, "Ini aku sayang."
"Kibum." air mata kelegaan langsung mengalir. Oh Astaga, ini Kibum, Kibumnya masih hidup, lelaki ini masih ada. Dia tidak mati seperti yang dikatakan oleh Bryan. Berarti masih ada harapan untuk mereka. Kyuhyum memeluk Kibum erat-erat merasa begitu bahagia hingga ingin tertawa dan menangis bersamaan. Sementara Kibum balas memeluknya,menenggelamkan wajahnya di keharuman aroma tubuh Kyuhyun yang kemudian mereka bertatapan kembali, mata Kibum yang menatapnya dengan serius,lelaki ini tampak seperti lelaki dingin yang berwibawa yang pertama kali ditemui oleh Kyuhyun. "Katakan padaku, apakah Bryan berbuat kasar kepadamu? Memar-memar ini..."
"Tidak, bukan Bryan pelakunya," Kyuhyun menggelengkan kepalanya, dia lalu menceritakan kepada Kibum tentang rencana Yunho, tentang Junsu, bagaimana Bryan kemudian menemukannya tepat di saat Junsu hendak memperkosanya, dan kemudian bagaimana Bryan membuatnya bercinta dengannya.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuhku... Aku..." bibir Kyuhyun bergetar danmatanya memanas. Dia merasa malu, sungguh malu kepada Kibum13Tetapi lelaki itu tersenyum, dan menyentuhkan telunjuknya ke bibir Kyuhyun, menahannyauntuk berbicara. "Stttt... Bukan salahmu Kyu, bagaimana pun juga tubuh kami sama...Mungkin tubuhmu mengenali tubuh ini dan meresponnya," Kibum berbisik lembut dan mengeratkan pelukannya kepada Kyuhyun, "Maafkan aku membuatmu harus mengalami ini semua di hidupmu." Kyuhyun balas memeluk Kibum, menenggelamkan kepalanya di dada telanjang Kibum yangbidang dan menangis, "Aku mencintaimu Kibum" Lelaki itu menghela napas panjang. "Aku juga Kyu, aku juga. Aku sudah tertidur kemudian aku merasakan kehadiranmu, keberadaanmulah yang membuatku bangun kembali... Aku ingin mencintaimu dan ingin memelukmu, membuatmu berada di sisiku selamanya..." Kibum tampak sedih, "Tapi selalu ada Bryan... Kami ini dua yang menjadi satu. Satu yang terdiri dari dua. Aku tak tega membiarkanmu mencintaiku, karena dengan begitu, kau harus bisa mencintai sisi jahatku. Dan sisi jahatku ini, sangat sulit untuk dicintai." Mencintai Bryan? Kyuhyun mengernyit. Kibum benar. Bryan sangat sulit untuk dicintai. Kibum. tersenyum melihat Kyuhyun mengernyitkan matanya, "Kau sudah tahu semua dari Yunho ya? Pembunuhan-pembunuhan itu... Aku menyesal Kyu, aku tidak berdaya mencegah Bryan melakukan itu semua. Ketika aku sadar, kecelakaan yang menewaskan keluarga angkatku sudah terjadi, kecelakaan yang menewaskan Siwon, ayahmu. Bryan sudah bertindak terlalu jauh, dan itu sama saja aku melakukannya dengan tanganku sendiri." Kyuhyun menggenggam kedua tangan Kibum erat-erat, "Tidak Kibum, kau tidak bersalah. Kau tidak sadar ketika semua kejahatan itu terjadi. Kibum menghela napas, "Kadang-kadang aku merasa Bryan membunuh hanya untuk menggangguku. Entah kenapa dia membenciku setengah mati. Tangan ini, entah berapa nyawa yang direnggut oleh tangan ini." Kyuhyun mengecup kedua tangan Kibum yang berada dalam genggamannya, Bryan yang melakukannya Kibum, bukan kau."
"Dan aku tidak bisa menghentikannya. Mungkin satu-satunya jalan adalah aku harus mati. Itu akan menghentikan Bryan juga."
"Tidak! Kibum, jangan pikirkan itu, masih ada cara lain. Mungkin kau bisa berdamai dengan Bryan." Tiba-tiba pikiran itu melintas di benak Kyuhyun, kalau Kibum dan Bryan tidak bisa saling menghancurkan, bukankah jalan satu-satunya adalah berdamai? Dan Kyuhyun tahu saat ini Bryan ada di dalam, mendengarkan dan mengamati mereka dari sudut yang paling gelap. "Kalian bisa hidup berjalinan tanpa saling menyakiti."
"Bagaimana mungkin Kyu?" Kibum menyela dengan tak sabar, "Tubuh ini hanya ada satu. Kami dua kepribadian yang sangat bertolak belakang. Kata 'damai' adalah satu satunya hal yang tidak mungkin kami lakukan." Kyuhyun menghela napas panjang, mungkin memang tampak sulit. Tetapi tidak bisa menutup kemungkinan bahwa itu bisa dilakukan bukan? Masalah satu-satunya adalah Bryan sangat kejam, dengan insting membunuhnya yang luar biasa. Ketika dia meledak maka akibatnya sangat menakutkan. Seandainya saja Kibum bisa menidurkan Bryan. Kyuhyun mengerutkan keningnya, teringat akan kata-kata Bryan kepada Kibum "Dia menanggung seluruh pukulan untukmu."
"Apa?"
"Bryan dia bilang dia menanggung seluruh pukulan untukmu."
"Maksudmu... Di masa kecilku?" kenangan itu muncul lagi di benak Kibum, kenangan samar tetapi menyakitkan yang berusaha dimusnahkannya. Kenangan tentang ayahnya yang sangat pemarah dan terlalu disiplin. Kibum kecil harus bisa memenuhi semua keinginannya, bisa berkuda, bisa berenang, melakukan semua hal yang disebutnya sebagai 'kegiatan laki laki' tanpa mempedulikan bahwa Kibum hanyalah seorang anak kecil.
"Bryan bilang ayahmu sering memukulimu dengan tongkat, dan ibumu tidak membelamu..."
"Aku tidak punya ingatan tentang hal itu," Kibum mengernyitkan kening, "Yang aku ingat adalah seringkali aku bangun di tempat tidur dengan punggung sakit dan bilur. Aku sering berpikir bahwa aku hilang ingatan..."
"Itu karena Bryan mengambil alih tubuhmu. Ketika ayahmu memukulimu, dia muncul dan menjadi tamengmu. Membuatmu terlindung dalam ketidaksadaran yang hangat, dan kemudian menanggung pukulan-pukulan itu," Kyuhyun menghela napas panjang, "Bryan bilang dia tumbuh makin kuat seiring bertambahnya kemarahan dan kebencian terpendammu..." Kyuhyun menatap Kibum dengan serius, "Mungkin kau harus memaafkan ayahmu, dan dengan begitu Bryan menghilang."
"Aku bahkan tidak pernah memikirkan ayahku lagi." Memikirkan tentang ayahnya hanya menimbulkan kenangan buruk untuknya. Karena itulah Kibum menghindarinya. Tetapi. mungkin juga, itulah yang membuat kemarahan dan kebenciannya di masa kecil atas sikap jahat ayahnya terpendam dan tumbuh semakin dalam, menjadi bahan bakar untuk Bryan agar semakin kuat. "Tetapi kau ada benarnya juga." Kibum menghela napas panjang. Dia kemudian bangkit dari ranjang dan mengenakan pakaiannya, "Istirahatlah Kyu... Aku akan mencari Yunho..." 14
"Yunho .." Kyuhyun menelan ludahnya. "Dia membantuku melarikan diri, dan kemudian Bryan mengetahuinya. Aku selalu bertanya-tanya, karena sepertinya tidak ada Yunho di rumah ini. Tapi tentu saja aku tidak pasti karena aku dikurung di kamar ini... "Wajah Kyuhyun tampak ragu, "Apakah menurutmu... Bryan telah membunuh Yunho?" Kibum tertegun. Yunho adalah satu-satunya orang yang menghubungkannya dengan ikatan masa lalunya. Lelaki itu sudah menjadi pelayan di rumah ayah kandung Kibum, bahkan sejak sebelum Kibum dilahirkan. Kalau Bryan membunuh Yunho...Kibum mengusap rambut Kyuhyun lembut, "Aku akan mencari tahu. Jangan cemas ya." Dikecupnya dahi Kyuhyun dan melangkah pergi, ketika di pintu dia memutar tubuhnya, "Kau tidak akan dikurung di kamar ini Kyu" ucap Kibum pelan seraya tersenyum menenangkan.
TBC
15
