Hore gw masih bisa mengupdate cerita ini. Walaupun gw masih sakit flu, batuk and headache, gw akan berusaha untuk memuaskan para pembaca. doaian ya semoga gw cepet sembuh. TAU NGGAK SIH KALAU LAGI SAKIT TUH RASANYA NGGAK ENAK BANGET!!

thanks to: apple ocha (maaf yang kemaren salah ketik, ceritanya masih berlangsung kok. untuk cakra hijau, coba kamu tonton film Naruto tentang tsunade atau Kabuto atau Sakura yang lagi ngobatin orang. Pasti cakra yang dikeluarin warnanya hijau. thanks), .hoshi.na-chan. (Ya kali-kali daerah asal gw bisa masuk lah. Abis gw dah lupa daerah mana aja yang pernah Naruto datengin. Iya masakan Padang enak banget sich... promosiin kelebihan masakan Indonesia kale2. apa iya Naruto keliatannya lagi ngedate?? tapi itukan kemauan gw sebagai author. thanks), Sabaku no ghee (Love you too. Kasian lagi flu juga ya, smoga cepet smbuh deh, and bisa nulis cerita yang terbaru lagi. thanks), Sora Aburame (Emang Naruto bikinan gw super kuat sih jadi dalam sehari bisa ngbunuh 7 ANBU. INGET ANBU LHO. Punihment harus dijalankan and hukumannya emang hukuman mati. Tentulah Hinata sangat baik. Jangan ngeluarin golok ya, gw dah tersiksa ama flu berat ini. hiks-hiks-hiks)

Disclaimer: Masashi Kishimoto yang punya Naruto. Ini cerita bikinan gw sendiri

Meja Pengadilan dan Punishment

Pagi yang cerah dengan udara sejuk menempa mereka yang sedang dalam perjalanan menuju Konoha. Pintu besar yang bertuliskan Konoha dengan lambang api yang besar sudah mulai terlihat.

Naruto, Ia berjalan tanpa dikawal oleh seorang ANBU. Ia hanya ditemani oleh Hinata. Mereka percaya akan omongan Kurenai dan Hinata bahwa Naruto tidak akan pergi untuk melarikan diri.

15 orang kembali ke Konoha diantaranya: 4 orang team Kurenai, 5 orang ANBU yang masih hidup, Naruto, Inari dan 4 orang chunin yang dikirim untuk membantu mereka. Sampai di Konoha, lagi-lagi Naruto dicemoh dan dilempari telur busuk. Hinata merasa sedih melihat ini.

"sensei aku nggak tahan, aku mau membawa Naruto sendiri ke Tsunade-sama" Mata Hinata berharap agar Kurenai dapat meluluskan permintaannya.

"Lakukanlah Hinata" jawab Kurenai.

Hinata lalu mendekati Naruto dan memegang pundak Naruto. Lalu puff mereka pergi diiringi asap tebal.

Mereka tiba di kantor Hokage. Di kantor itu terlihat Sakura dan Rokudaime yang sudah mulai kembali bekerja dan juga godaime. Mereka bertiga terkejut akan kehadiran Naruto dan Hinata.

"Hinata, Naruto. Akhirnya kalian kembali" Tsunade berucap.

"Tsunade no-bachan maafkan saya. Saya telah melakukan hal yang bodoh. Saya menyerahkan diri untuk dihukum. Sasuke-teme and Sakura-chan aku minta maaf atas segala peruatanku terhadap kalian" kemudian Naruto tersenyum ke mereka, dan mengarahkan pandangannya ke Hinata sambil melingkarkan tangannya ke perut Hinata seperti pelukan.

Otomatis Hinata kaget dan merah mukanya tambah merona. Bener-bener dah mateng tuh mukanya Hinata tinggal di petik aja.

"Hey, kalau bermesraan jangan disini. Naruto demi keamanan kamu dari penduduk dan orang yang sangat membenci kamu. Kamu ada pilihan untuk tinggal. Pertama di kantor saya, kedua di Hyuuga mansion, ketiga di Uciha mansion. Silakan kamu pilih" Tsunade menawarkan.

Naruto sempat bingung "Tsunade no-bachan, kenapa saya nggak dimasukkan ke penjara aja?" tanya Naruto

"Naruto, kalau kamu pingin ke penjara, ya silahkan aja. Kami memberikan yang terbaik ke kamu kok" jawab Sasuke dengan senyum kecil terpampang dibibirnya.

"Baiklah, saya tinggal bareng ama Sasuke aja. Kalau aku tinggal di Hyuuga mansion, nanti malah ada hal yang nggak diinginkan lagi" ucap Naruto sambil melirik ke arah Hinata.

"Apa maksud kamu Naruto-kun?" tanya Hinata nggak ngerti.

"Ah gak ada apa-apa" jawab Naruto sambil nyengir.

"AH LOE PERVERT BANGET SIH" Sakura teriak dan "DUG", " BRAAK". "Ittai" Naruto dipukul oleh Sakura, Hinata dan Tsunade dan terlempar ke tembok. Temboknya ampe jebol (gila ya tuh 3 cewek punya kekuatan monster). Sasuke Cuma terbengong-bengong 'Ahh, aku bisa mati kalau kena pukulan monstrous kayak gitu' pucat pasi sudah mukanya si Sasuke.

Suasana normal sepertinya telah kembali ke Naruto dan teman seperjuangannya. Walaupun masih ada yang benci ama Naruto. Naruto menyampaikan pesan ke Tsunade dan Sakura bahwa ada pemuda yang bernama Inari ingin berlatih menjadi medic ninja. Naruto juga mengatakan bahwa Inari telah memiliki cakra hijau dan Naruto telah memberikan dasar teori untuk menjadi ninja.

Tsunade dan Sakura meluluskan permintaan Naruto untuk menerima Inari sbagai medic ninja di Konoha.

Meja Hijau

Pertama kalinya untuk Naruto berada di meja hijau dan berhadapan dengan para ketua klan dan dua orang yang dihormati dan diakui sebagai penasehat Hokage. Di sana juga ada beberapa perwakilan dari keluarga ANBU yang terbunuh oleh Naruto dan juga beberapa teman-teman Naruto.

Di pengadilan itu Naruto memiliki tiga orang pengacara (pembela) yaitu Kurenai, Hinata dan Shikamaru (sejak kapan Shikamaru jadi pengacara?). Sebenarnya shikamaru tidak tertarik untuk menjadi pengacaranya Naruto. Dia memutuskan untuk menjadi pengacara Naruto karena persahabatan yang begitu erat dengan Naruto.

"Eh Naruto di sini suasananya troublesome banget nggak sih, panas pula lagi. Aku berharap supaya ini cepat berakhir dan kamu bebas dari jeratan hukuman mati" Shikamaru tersenyum ke Naruto.

"Shikamaru, saya berhak untuk mendapatkan hukuman, entah itu hukuman penjara atau hukuman mati" Naruto berusaha tersenyum.

Sidang pun dimulai. Begitu alotnya perjalanan sidang Naruto. 50 dari ruangan tersebut meminta agar Naruto dihukum mati, 40 agar Naruto dipenjara sesuai dengan kriminalitas yang dilakukan olehnya dan 10 agar Naruto dibebaskan tanpa bersalah alasannya semua yang dilakukan Naruto bukan keinginan Naruto tapi keinginan dari si Jincuuriki.

2 Jam telah berlalu dan keputusan belum dikeluarkan. Sidang diberhentikan sementara agar para ketua klan dapat berdiskusi. Naruto hendak berjalan keluar arena sidang dan tiba-tiba bogem mentah melayang tepat di wajah Naruto.

"Dasar bocah edan. Begitu gampangnya kamu menghilangkan nyawa sodaraku" Makian datang dari seorang pemuda. Naruto tidak memberikan ekspresi apa-apa. Dia hanya tertunduk 'aku pantas mendapatkan ini' pikir Naruto.

Naruto dan tiga orang pengacara kemudian keluar dari ruang sidang dan menunggu waktu sidang 2 jam lagi. Mereka pergi ke ruang tunggu tersangka dengan beberapa orang ANBU sebagai pengawalan untuk Naruto. Hinata selalu berada di sisi Naruto, tidak ingin melepaskan Naruto walaupun sedetik. Naruto membelai rambut Hinata dan berkata "Hinata kalau keputusan telah diberikan, aku harap kamu bisa merelakan aku pergi".

Hinata tambah sedih mendengar perkataan Naruto dan menangis di pundak Naruto "Naruto-kun jangan bilang begitu. Kami akan mencoba agar bukan keputusan hukuman mati yang engkau dapatkan".

"Hinata-chan, aku nanti nggak bisa pergi dengan tenang dunkz kalau kamu menangis seperti ini" Naruto tertawa sambil melirik wajah Hinata.

Hinata lalu memukul dada Naruto "Baka, kamu malah membuat aku jadi tambah sedih".

Naruto lalu membuat tampang konyol untuk membuat Hinata tersenyum. Hinata tertawa melihat tampang konyolnya Naruto begitu juga Kurenai dan Shikamaru.

Keputusan

Sidang dimulai kembali setelah break selama dua jam. Para ketua klan telah memasuki ruangan, saksi dan terdakwa juga telah hadir diruangan tersebut.

"Hari ini kita akan mendengarkan keputusan yang akan diambil oleh juri. Silahkan" Godaime menyerahkanperintah untuk membacakan keputusan.

"Kami para juri menyatakan bahwa Uzumaki N-" omongan dari perwakilan juri terpotong karena dia kaget akan sesuatu. "Maaf Godaime-sama apa ini nggak salah?" tanya perwakilan juri itu.

"Apanya yang nggak salah?" tanya balik Tsunade

"Nama dari terdakwa?" tanya lagi orang itu.

"Sudah kamu bacakan saja. Nggak ada yang salah kok" jawab Tsunade.

Para ketua dan semua orang yang hadir dalam persidangan itu pada bingung "Apa sih yang salah" pertanyaan itulah yang terdengar dari masing-masing mulut.

"Maaf, saya akan meneruskan pembacaan keputusan ini. Kamu para juri menyatakan bahwa Uzumaki Namikaze Naruto dinyatakan bersalah atas semua perbuatan yang telah dilakukannya sehingga menyebabkan kematian nyawa orang lain dan berhak dijatuhi hukuman mati atau penjara seumur hidup. Itulah keputusan yang diberikan oleh juri. termakasih" perwakilan juri kemudian duduk kembali.

Suasana pengadilan sunyi, semua terkejut atas nama yang telah disebutkan oleh perwakilan juri tersebut. "Naruto, kamu anak hokage keempat? Kamu anak Yondaime, Namikaze Minato?" pertanyaan itu dilontarkan oleh Shikamaru.

Naruto tidak menjawab dan pergi dari ruangan sidang diikuti oleh Hinata, Kurenai dan Shikamaru. Semua tetap pada tidak percaya akan kenyataan yang mereka dengar. Naruto kemudian berterimakasih ke Kurenai dan Shikamaru yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk membela Naruto. Naruto kembali ke penginapan tersembunyi di Uciha mansion ditemani oleh Hinata. Di sana Sakura sedang menyiapkan makan malam. Sasuke belum pulang dari sidang itu.

Naruto tidak gentar akan keputusan yang didengar. Dia tersenyum terus selama diperjalanan menuju ke Uciha mansion.

Hinata terus-menerus memegang tangan Naruto. Dia nggak rela untuk melepaskannya. "Hinata-chan, tanganku pegel banget neh. Dari tadi kamu memegang tanganku terus" Naruto tersenyum ke arah Hinata.

Hinata tidak membalas senyuman Naruto. Wajah Hinata memberikan pandangan yang khawatir. Hinata meneteskan air matanya dan dia tidak mau Naruto melihatnya menangis.

"Sakura-chan, konbanwa ne. makan apa kita malam ini?" tanya Naruto dengan gembira seolah-olah besok tak ada beban.

"Oi Naruto, Hinata, kalian sudah kembali. Kita makan semur daging, sop, kangkung dan rendang. Oh ya khusus kamu Naruto ada ramen tuh dibelakang" Jawab Sakura dengan senyuman. Sakura sudah tidak membeci Naruto. Dia berpikir Naruto tidak bersalah ia melakukannya karena emosinya masih labil.

"Wah ramen, thank you Sakura-chan. Hinata-chan kamu mau makan ramen apa makan yang di sini aja?" tanya Naruto

"Uh, a-aku makan ramen ikut sama ka-kamu aja" suara Hinata bergetar tak karu-karuan.

"Hmmp, Sakura-chan aku minta tolong ama kamu dunks" pinta Naruto.

"Ngapain?" tanya sakura singkat.

"Kamu temanin Hinata sementara aku mau makan ramen di teuchi, aku nggak bisa makan ramen dengan tenang kalau Hinata terus memegangi tanganku seperti ini" Naruto menunjukkan tangannya yang dipegangerat banget ama si Hinata.

"Hinata, ayo kita makan di meja makan biar Naruto makan sendiri, Naruto kamu dilarang makan diluar Kamu harus makan di mansion ini saja" Sakura mendekati Hinata dan membujuknya untuk melepaskan tangan Naruto. Akhirnya Hinata melepaskannya dan berjalan ke makan.

"Huh sial banget. Nggak boleh keluar, kayak burung aja di dalem sangkar" gumam Naruto sambil mengecor air panas ke cup ramen yang baru dibukanya.

Hinata dan Sakura

"Hinata, gimana tadi keputusannya? Aku liat kayaknya Naruto gembira banget. Apa dia divonis bebas?" sambil mengambil nasi dan menaruhnya ke dua piring di depannya.

Hinata menggelengkan kepala. "Oh iya Sasuke-kun kemana?" tanya Sakura lagi.

"Rokudaime masih disana. Kamu tahu hukuman apa yang diberikan ke Naruto?" kata Hinata

"Iya apa?" tanya Sakura

"Hukuman MATI. Ada lagi berita yang lebih mengagetkan" Hinata terus menahan tangis supaya tidak menjadi.

Sakura mendekati bangku Hinata dan mengelus punggungnya. "Hinata yang sabar ya. Berita apa yang lebih mengagetkan lagi?"

"Naruto itu anaknya Hokage ke empat, Namikaze Minato" Hinata mulai menangis.

"Ah yang benar kamu, aku tidak percaya ini" Sakura bener-bener seperti kesambar petir setelah mendengar berita ini.

Menurut rumor yang beredar, Yondaime memang memiliki seorang anak. Sampai sekarang anak itu tidak diketahui nasibnya kemana. Istrinya, Uzumaki Kushina, meninggal ketika melahirkan anak itu. Para penduduk mengira anak Yondaime telah menjadi korbannya Kyuubi Jincuuriki.

Ketika Hinata dan Sakura sedang mengobrol, Sasuke datang. "Sakura-chan, Hinata-san dimana Naruto? Aku mau mengobrol dengannya" tatapan Sasuke seperti terburu-buru.

"Dia ada di belakang. Memangnya ada apa Sasuke-kun, bolehkah kami mendengarkannya?" tanya Sakura. Wajah Hinata penuh harapan agar dibolehkan untuk mendengar pembicaraan yang akan dilakukan Sasuke.

"Baiklah" jawab Sasuke singkat.

Mereka ke dapur mencari Naruto. Mereka lihat Naruto telah menghabiskan 7 cup ramen.

"Hey guys, mau ikutan?" tanya Naruto.

"Naruto, ada beberapa pertanyaan yang mau saya tanyakan ke kamu" kata Sasuke sambil mengambil satu cup ramen ayam bawang dan diisi air panas.

"Mau tanya apa?" tanya Naruto lagi.

"Para anggota dewan sidang memutuskan untuk memperingan hukumanmu karena mereka menghormati yondaime ayahmu. Kamu mau menerima keputusan itu?" Sasuke kemudian duduk disamping Naruto.

Hinata dan Saskura hanya berdiri di belakang mereka. Hinata di belakang Naruto dan Sakura di belakang Sasuke.

Naruto menghentikan suapan makannya dan menyipitkan mata "Sasuke, hukumanku sangat berat. Aku nggak akan menerima keputusan yang terakhir" kata Naruto.

"Tapi Naruto mereka sangat berterimakasih sekali terhadap yondaime. Yondaime telah melindungi mereka dari monster kyubi. Kamu yang sebagai container monster itu tidak bersalah. Apapun yang kamu lakukan pada saat itu merupakan dibawah alam sadarmu" Sasuke membuka ramennya dan mulai memakannya.

"Tau ah. EGP. Aku dah selesai makannya. Aku mau istirahat. Hinata-chan, ayahmu tidak berkeberatan kalau kamu menginap di Uciha mansion?" tanya Naruto.

"Biar nanti aku temenin Hinata, untuk berbicara dengan ayahmu" Sakura menepuk pundak Hinata dan tersenyum.

"Hinata-chan, kamu dah selesai makan?" Tanya Naruto untuk memberikan perhatian.

Hinata hana menganggukkan kepala. "Sasuke, apa aku dah boleh keluar jalan-jalan? Aku bosen kalau Cuma di dalam ruangan terus" pinta Naruto

"Hn, tungguin aku ngabisin ramen ini dulu yak" jawab Sasuke

"Kenapa mesti nungguin kamu?" Narto melirik ke arah Sasuke.

"Karena GW bertanggungjawab atas keselematan kamu, dobe" Sasuke segera menghabiskan ramennya.

Naruto bangkit dari tempat duduknya dan menarik tangan Hinata. Mereka berdua berjalan ke arah teras Uciha mansion. Di dapur Sasuke dah menghabiskan ramennya dan menarik Sakura untuk ikut juga menemani Naruto dan Hinata berjalan di jalanan Konoha.

Di jalanan Naruto melihat setiap wajah yang berpapasan dengan dia. 'Aneh tidak seperti biasanya mereka. Tidak mengata-ngataiku dan tidak memandang sinis. Ada apa dengan mereka' pikir Naruto yang tangannya selalu dipegang erat oleh Hinata.

Dalam perjalanan Hiashi bertemu mereka. Hinata panik dan takut, tidak tahu harus berbicara apa. "Hiashi-sama, selamat malam. Maaf saya tidak izin kepada anda untuk mengajak putri anda jalan-jalan" Naruto dengan sopan berbicara.

"Hahaha, kamu itu lucu Naruto. Tidak usah terlalu kaku dengan saya. Neji telah mengatakan semuanya. Hubungan Hinata anakku dengan kamu Naruto. Hinata kamu hari ini mau pulang ke rumah atau tidak?" tanya Hiashi.

Spontan pada sweatdroop semua mendengar ucapan Hiashi. Tadi pas ketemu tampangnyu killer intent abis. Tapi sekarang malah ketawa.

"Mmm, A-aku menginap di U-Uciha mansion, ayah" jawab Hinata.

"Oh, ya sudah. Terserah kamu saja. Kalau pulang ke rumah, Naruto kamu yang mengantarkannya yak" Hiashi menekankan kalimat yang terakhir.

"Baik Hiashi-sama" jawab Naruto. Mereka berpisah dengan tujuan masing-masing. Malam itu Hinata merasa senang sekali. Ayahnya baik terhadap Naruto dan juga dia bersama Naruto sepanjang hari.


TBC (gw moto kopi dari temen2 author lain)...