Chapter 10
Disclaimer: Riichiro Inagaki © Murata Yusuke
Story: Iwashima Fue
Warning: Ngebosenin, Fluff Everywhere.
Enjoy!
Kulihat beberapa foto yang terpampang di dalam laci kerjaku—tampak senyum sumringah yang berasal dari ketiga insan yang bersahabat.. mulai dari samping kiri adalah Taka, Karin, dan aku. Kami adalah ace Teikoku Alexander saat itu dan di umur kami yang menginjak ke-25 tahun tersebut aku dan Karin menikah..
Aku selalu bermimpi tentang cita-citaku sebagai seorang atlet pro namun setelahnya.. tak pernah terpikirkan jika wanita yang kujadikan pendamping hidup kini adalah sahabat sedari SMAku..
..yang dulunya pernah kusalah pahami jika ia memiliki hubungan spesial dengan salah satu rivalku, Honjou Taka. Benar, kadang rasa cemburu menyeluruhi perasaanku ketika tahu saingan dalam amefuto mau pun—cinta itu lebih dekat dengan Karin dibanding diriku.
Tololnya aku membuat langkah tak terduga yang justru malah membuat Karin—yah, dia yang dulunya gadis yang sangatlah pemalu.. semakin menjauh dariku.
Ceritanya begitu panjang dan intinya kami mengalami kesalah pahaman yang parah.
Pernah mendengar kata 'zone'?
Kami terjebak dalam hubungan seperti itu.. sampai kemudian kami meluruskannya—dengan Karin yang mengambil langkah pertama.
Ia memasuki apartemenku, membuatku terkejut.. dan meluruskan segalanya.
Mulai saat itu hubungan kami memasuki tahap berikutnya.
Masa dimana kurasakan kebahagiaan yang menuangi diri selama aku hidup. Kau boleh mengatakanku berlebihan tapi perasaan ini lebih hebat dibanding melawan musuh yang kuat, terjun menuju gunung aktif karena Hiruma-shi, dan melawan dinosaurus Amerika.
Itu jauh.. jauh lebih membuatku bahagia—ketika seorang yang dicintai membalas cintamu.
Walau jujur, hubungan kami justru kembali merenggang.. banyak kejadian di antara kami—baik dari ibuku yang hampir tak merestui hubungan kami, mengalami LDR selama aku di Amerika, dan.. janji yang selalu kugantungkan kepadanya.
Namun semua hal itu kami jalankan dan percaya.. tantangan yang menghampiri justru akan membuat hubungan kami menjadi berkembang dan akhirnya sampai pada titik yang lebih serius.
Dimana.. kami mengikat janji pada sebuah ritual sakral dan membangun sebuah keluarga kecil yang dikaruniai oleh dua putra yang.. sepertinya akan disusul oleh nomor tiga?
Haha.. entahlah, masih banyak cerita yang menyertai kami baik dari sudut pandang wanitaku, aku, mau pun anak-anakku yang kian hari akan bertumbuh dewasa dan membawa kepribadian kami bersama dalam diri mereka.. namun semua itu memiliki kisah tersendiri dan hal itu tak akan mampu kudeskripsikan secara menyeluruh.
END
Thank you for your support!
