Disclaimer: Always Kubo Tite's, not mine! *Uki hanya memiliki fanfic gaje ini*
Warning: Romance (g berasa), Drama (g mutu), Humor (garing), Salah2 ketik, OOC (bertebaran), Gombalizm
Rated: Uki masih setia pasang T
"Aku sudah dengar. Bagaimana? Cerita dong..." Momo-chan terus menempel padaku.
"Cerita apanya?"
"Kencannya... Rukia-chan dan Ichigo-san kemarin kencan, kan?"
"Momo... Jangan keras-keras suaranya, nanti-"
"Eh! Kuchiki-san memang pacaran dengan Kurosaki?"
"Ternyata firasatku benar! Adegan balkon itu memang sungguhan! Cerita dong!"
Gara-gara Momo-chan, Honda-san serta Chizuru-san jadi tahu hubunganku dengan Ichigo. Hahaha... mereka berdua jadi terus mencecarku dengan berbagai pertanyaan. Memang sih, sudah dari dulu beredar gosip aku pacaran dengan Ichigo, tapi itu hanya sekedar gosip tidak lebih. Aku sadar kalau taruhan konyol kami membuat gosip itu jadi kenyataan –seminggu setelah taruhan kami, aku baru sadar– kupikir juga Ichigo tahu hal itu kok. Meski aku yakin sampai saat ini Ichigo hanya main-main.
Chizuru-san sangat senang mendengar kami pacaran, begitu juga dengan Honda-san. Waktu itu aku merasa lega ketika hubungan kami diketahui oleh mereka berdua. Apa ya? Seperti merasa mendapat pengakuan. Aneh ya?
"Wah kalau begitu waktu festival nanti kalian bisa kencan dengan tur mengelilingi sekolah dong!" ujar Honda-san.
"Perlu kubuatkan peta semua stand festival?" saran Chizuru-san.
"Ah tidak perlu! Mereka pasti kencan di atap sekolah! Ya, kan?" Momo-chan menambahi.
"Hei mana mau Ichigo keliling festival!"
"Iya juga ya? Dia kan malas! Kuchiki-chan, kau ikat saja dia di ranjang ruang kesehatan!" Saran Chizuru-san nyaris membuatku terkena serangan jantung.
"HAH? BUAT APA?"
"Kyaaa!" Waktu itu aku tidak mengerti kenapa Honda-san dan Momo-chan berteriak antusias begitu –setelah Ran-chan meminjamkan beberapa manga dewasa miliknya, aku baru mengerti. Tapi jangan pikir aku suka membacanya ya!– Biar begitu, Momo-chan lebih cepat dewasa dibandingkan aku.
"Masih bertanya juga? Kuchiki-chan, ulang tahun Kurosaki kemarin kau tidak mengucapkan apa-apa kan? Kalau 'itu' pasti Kurosaki dengan senang hati menerimanya. Atau kalau kau mau, kucarikan kunci gudang peralatan olahraga. Memang lebih sempit, tapi privasi kalian lebih terjamin! Kalau Kurosaki sih sepertinya bisa tiga babak nonstop!"
"KYAAA!"
"..." Waktu itu aku hanya bengong mendengarkan ocehan mereka.
'Tiga babak apanya?'
...
Try Me! : Miss You
Hari itu aku merasa lemas sekali. Entah dari mana dia mendapatkan semua fantasi gilanya. Coba bayangkan... Tidak usah saja ya? Aku sudah banyak lupa tentang fantasinya waktu itu. Yang jelas semua perkataan Chizuru-san bisa membuatku dilarikan ke rumah sakit. Kalau ucapannya didengar oleh kakakku, entah apa yang akan terjadi dengan Ichigo. Bisa jadi beberapa hari kemudian kami semua melayat di kediaman Kurosaki. Serius lho!
Waktu itu musim pertandingan. Tapi aku tidak mendampingi klub bola basket putra latih tanding. Kiyone-san, manajer yang asli, sudah pulih. Ingat kan kalau Aizen-sensei memakai kejadian musim panas dulu untuk membuatku jadi manajer klub basket? –soalnya waktu itu Kiyone-san mengalami kecelakaan– Karena anggaran sekolah hanya bisa membawa anggota klub, pelatih, dan seorang manajer, kami mengundi siapa yang akan ikut ke Gunma – waktu itu tuan rumahnya salah satu sekolah di Gunma – dan aku kalah.
Karena tidak ikut ke Gunma, aku bisa menonton Ichigo bertanding.
Duh... Kesannya aku datang demi Ichigo ya? Setengahnya sih iya. Tapi Ishida-san yang mengajakku. Waktu itu Ichigo seperti menjauhiku, dia bahkan tidak membalas ejekanku. Jadinya aku penasaran. Hihihihi...
Kata Ishida-san sih, Ichigo sedang tegang makanya jadi seperti itu. Dan karena di mata Ishida-san aku sangat penasaran, dia mengajakku. Dia bahkan memberiku free pass ruang tunggu atlet. Tentu saja hal itu kurahasiakan dari Ichigo. Ichigo bisa tambah stres kalau tahu aku berniat menontonnya –sekarang sih, dia bakal ngambek jika aku tidak datang– Tapi aku juga berniat untuk mendukung yang lain kok.
...
Aku baru pertama kali melihat pertandingan kyudo secara langsung saat itu. Jangan kan secara langsung, jika disiarkan di televisi juga belum tentu aku mau menontonnya. Lagipula memang jarang kok acara pertandingan kyudo disiarkan di televisi. Kalah saing dengan pertandingan baseball.
Berkat kebaikan Kyouraku-sensei, aku mendapat tempat duduk dengan posisi yang sangat pas. Kyudoka senior memang beda ya? Hihihihi... aku jadi bisa melihat wajah tenang tapi tegang Ichigo. Ichigo turun di nomor beregu dan perorangan. Karena duduk di sebelah Kyouraku-sensei, aku jadi tahu kalau saat itu Ichigo melakukan sedikit kesalahan pada gerakan *ashibumidan *zanshin. Aku tidak begitu mengerti sih di mana letak salahnya –aku orang awam!– Oh ya, itu saat semua anggota reguler klub kyudo turun di pertandingan beregu. Ichigo dan Ishida-san satu regu.
'Tidak bisa dibiarkan!' pikirku.
Dengan free pass yang diberikan Ishida-san, aku masuk ke ruang tunggu atlet. Sambil membawa papan check list dan beberapa yumi, aku bertingkah seolah-olah aku ini manajer klub kyudo. Hahahahaha... Nekat! Ishida-san saja sampai terkejut saat aku tiba-tiba datang dan mengocehinya seolah-olah ia melakukan kesalahan di nomor tadi. Karena kuberitahu kalau Kyouraku-sensei datang, Ishida-san pergi untuk memberi salam padanya. Lalu giliran Ichigo yang terkejut.
"Hei Ichigo! Yang tadi itu jelek sekali tau!"
"Ru-rukia?" Wajah kaget Ichigo terlihat bodoh sekali.
"Apa-apaan yang tadi itu? Bodoh!"
"Kok kau bisa di sini?"
"Itu tidak penting! Kata Kyouraku-sensei, 'ashibumimu itu terlalu lemah! Zanshinnya berantakan! Sudah berapa tahun kau kuajari? Dasar jelek!' begitu katanya."
"Hei! Sensei tidak pernah menyebutku 'jelek' tau! Sensei cuma sering bilang 'bodoh'! ... Haaah... Sensei datang ya?"
"Hum-um... Sensei bilang, kau harus tenang dan fokus."
"Begitu?"
"Hei semangatlah! Sebentar lagi nomor perseorangan kan?"
"Ya... ya, ya, ya." Lalu Ichigo melakukan tindakan yang mengagetkanku.
PLUK...
"!"
Ichigo yang sedang duduk itu tiba-tiba menggengam kedua tanganku erat-erat dan menyandarkan kepalanya pada perutku –saat itu aku sedang berdiri– Jari-jariku sampai bisa merasakan jari-jari tangan tangan kanannya yang masih mengenakan *mitsugake. Kalau dipikirkan lagi, itu termasuk tindakan pelecehan kan?
"Haaahhh... Hahahaha... melihat wajahmu, hatiku jadi lemas," katanya.
"Bukan 'lemas' tapi 'lega', kan?" kukoreksi perkataannya. Seharusnya aku bukan mengoreksi perkataanya, tapi mendorongnya untuk menjauh kan? Tapi anehnya tidak kulakukan. Apa ya? Waktu itu seperti ada yang menahanku untuk terus berada dalam posisi yang demikian.
"Ya... itu maksudku. Sejak kapan kau menonton?" tanyanya.
"Sejak upacara pembukaan. Kenapa?"
"Jadi kau menontonku dari awal?"
"Memangnya salah? Lagipula aku datang bukan untuk mendukungmu saja kok! Aku datang untuk mendukung semua anggota klub sekolah kita!"
"Haahahaha... sama saja."
"Kau ini sedang apa? Harusnya kau siap-siap kan?"
"Transfer energi."
"Apaan tuh? Konyol sekali."
"Biarin!"
"Kurosaki! Siap-siap! Sebentar lagi, kita bertanding!" Ishida-san datang.
"Oke!" Ichigo bangkit dari kursinya dan melepaskan tanganku.
"Aku ke tempat dudukku saja ya!" Aku segera balik arah mau keluar dari ruang tunggu. Dan tiba-tiba saja...
"Rukia!"
"Ap-" Aku menoleh.
JEEPREET
Ichigo memotretku dalam keadaan tidak siap dengan ponselnya.
"APAAN SIH? CEPAT HAPUS!"
"Huahahaha... Lihat ini Ishida, wajahnya seperti ikan mas!"
"Jangan melawak terus Kurosaki! Sebentar lagi kita jadi musuh!" Ishida-san mendorong Ichigo untuk bersiap-siap.
'Apa-apaan dia itu? Orang aneh,' pikirku saat kembali ke tempat dudukku.
"Lho? Rukia-chan? Kau sakit?" tanya Kyouraku-sensei.
"Ah? Tidak kok."
"Wajahmu merah lho." Ketika kupegang, wajahku memang panas.
'Kenapa nih?'
"Mungkin cuma masuk angin, Sensei."
"Yakin?"
Saat aku memalingkan wajahku dari Kyouraku-sensei, aku melihat Yadoumaru-senpai, Senpai juga sedang melihatku. Sekejap saja wajahku tidak terasa panas lagi. Yadoumaru-senpai tersenyum melihatku.
...
Ichigo dan Ishida-san saling bersaing. Menurut Kyouraku-sensei secara keseluruhan *hassetsu mereka sudah jauh lebih baik. Mereka saling bersaing mendapatkan *touteki terbanyak. Mungkin karena merasa satu sama lain adalah rival ya?
Tahun itu gelar juara perorangan ada di sekolah kami. Ishida-san peringkat pertama dan Ichigo di peringkat kedua dengan selisih nilai yang beda tipis –tahun berikutnya Ichigo di urutan pertama dan Ishida-san di urutan kedua– Kami juga menang di nomor beregu, meskipun di nomor perorangan putri kami tidak mendapatkan peringkat. Kyouraku-sensei sendiri puas dengan hasil yang diperoleh Ichigo.
Saat pulang, aku melihat Yadoumaru-senpai dan Ichigo bicara berdua saja. Dan lagi-lagi wajah Ichigo merah karena malu.
...
Rencana Chizuru-san dan Momo chan untuk mengurung Ichigo dan aku di ruang peralatan olahraga saat festival tidak terlaksana. Mereka serius berencana seperti itu lho! Saat itu Ichigo absen karena ikut syuting. Benar kan kalau Ichigo menikmati aktivitas baruya?
Kira-kira sebulan atau dua bulan sebelumnya Ichigo dinyatakan lulus audisi. Memang bukan peran yang mencolok, tapi itu kesempatan besar buat Ichigo. Awalnya aku sempat kaget saat Ichigo bilang dia ikut audisi. Tapi aku yakin Ichigo mampu melakukannya. Selain karena bakat yang diwarisi dari ibunya –ibunya Ichigo dulu aktris panggung di sebuah teater– Ichigo adalah orang yang selalu bersungguh-sungguh dalam segala hal. Dan memang Ichigo berhasil mendapatkan peran itu.
Jujur, aku saat itu merasa sepi.
Oh ya, kelas kami membuat stand rumah hantu. Ini idenya Mizuiro. Kelas sebelah kami membuat kafe dan drama. Ichigo kalau tidak absen saat itu, dapat peran *kappa. Aku dapat peran sebagai *yuurei di bawah pohon willow. Aku dapat giliran shift kedua.
Selagi menunggu giliran, aku dan 'hantu-hantu' yang lain ikut dengan Inoue yang jadi pemilik toko untuk mempromosikan stand kelas kami. Tentu saja kostum kami ditutupi dengan jubah sehingga yang lain tidak tahu kami akan jadi 'hantu' yang seperti apa. Make-upnya juga belum dipasang. Setelah tugas promosi selesai aku jalan-jalan mengikuti festival.
Saat melintas di aula, aku mendapati kelas 1-3 memainkan drama 'Romeo dan Juliet'. Karena penasaran Honda-san mengajakku untuk menontonnya. Awalnya sih seperti biasa, adegan sesuai dengan naskah yang sudah umum kuketahui –Momo-chan sangat suka drama ini– Tapi, mereka memasukkan adegan, lebih tepatnya insiden, balkon yang dulu terjadi. Dari kursi penonton, aku bisa melihat bagaimana pemeran 'Tybalt' memeluk erat 'Angelica'.
'Kami waktu itu tidak seperti itu!' teriakku dalam hati. Lalu aku menyeret Honda-san keluar. Aku benar-benar tidak mengerti, waktu itu kan hanya kecelakaan! Kenapa sih sampai dimasukkan ke dalam naskah? Harusnya mereka tahu, dalam kisah aslinya 'Angelica' itu wanita paruh baya!
'Benar-benar deh!'
Kemudian aku dan Honda-san berpisah.
Aku mengunjungi kelasnya Renji. Mereka membuat kafe yang sungguh... IMUT! Renji berperan sebagai butler! Aku yakin dia sudah gatal untuk membuka setelannya, wajahnya tampak tersiksa. Kalau melihat celemek para pelayan yang penuh renda-renda, bisa dipastikan ini idenya Momo-chan. Hahahaha... sampai sekarang Renji sangat malu dan akan mengamuk jika foto-fotonya saat itu diperlihatkan. Baginya, berperan jadi butler kafe imut-imut itu adalah aib seumur hidup.
Tapi kue-kue yang disajikan di stand kafe mereka sungguh enak! Lalu timbul niatku untuk mengganggu Ichigo. Aku meminta tolong Renji –sebagai butler, ia harus melayani dengan sepenuh hati– untuk memotretku yang sedang makan kue. Lalu foto itu kukirim lewat e-mail dengan ponselku.
From: Rukia K.
Subject: Pasti mau juga kan?
Hehehe..
Attachment file: me. jpg
Tiga puluh menit kemudian Ichigo membalasnya.
From: Ichigo K.
Subject: Re: Pasti mau juga kan?
Mau... itu kafenya siapa?
From: Rukia K.
Subject: Jangan kaget
Stand kelasnya Renji dan Momo-chan.
Ps: Renji jadi butler xp
From: Ichigo K.
Subject: Re: Jangan kaget
Wkwkwkwk... fotonya mana?
From: Rukia K.
Subject: Re:Re: Jangan kaget
Nanti kukasih liat hehehe...
From: Ichigo K.
Subject: Re:Re:Re: Jangan kaget
cetak yang banyak! Eh kuenya enak ga?
From: Rukia K.
Subject: Re:Re:Re:Re: Jangan kaget
Enak banget! ^o^/
From: Ichigo K.
Subject: beliin donk
Please... =3=
From: Rukia K.
Subject: Re: beliin donk
Beres! Nanti kuanterin k rumahmu
From: Ichigo K.
Subject: Re:Re: beliin donk
Thanx! itu kostummu kostum apa? Kostum putri?
From: Rukia K.
Subject: Re:Re:Re: beliin donk
Yuurei pohon willow
From: Ichigo K.
Subject: Re:Re:Re:Re: beliin donk
Nice... take bentar lagi, bye
E-mail berhenti di situ.
Setelah e-mail terakhir itu, aku merasa seperti sedang main ayunan. Hihihihi... kupikir karena efek cokelat yang ada dalam cake yang kumakan. Menurut kalian?
Musim dingin berikutnya, drama Ichigo diputar di *NHK. Ternyata Ichigo dapat peran sebagai pelayan *Mitsuhide Akechi. Kakek yang memang sangat menyukai drama sejarah merekamnya.
"Rukia! Coba lihat! Ichigo-kun ada di tv! Jangan lupa direkam! Cepat!"
"Iya Kek!"
Bersambung...
Halo! Uki dateng dgn chap 10 nya! Yg merasa kurang cenat-cenut, uki punya tang lho! Ntar reader uki cubit pake tang, pasti deh ngerasa cenat-cenut... #tabok... btw pas pertandingan atletx pake keikogi ya... trus baca juga glossary chap sebelumnya
please tinggalin komen buat chap ini RnR!
Glossary:
~ashibumi: fondasi awal dalam kyudo
~zanshin: posisi sesaat setelah hanare (melepaskan anak panah)
~hassetsu: the eight fundamental stages of shooting
~mitsugake: sarung tangan 3 jari yg biasa dipake kyudoka
~touteki: panah kena sasaran
~yuurei: hantu gentayangan
~kappa: siluman yg mirip katak dan kura2
~NHK: saluran tv nasional Jepang
~Mitsuhide Akechi: tokoh sejarah Jepang jaman Azuchi-Momoyama
