Part 10 *

3 Part Terakhir

Aku tidak habis pikir kai menciumku,Dan Lebih tidak habis pikir lagi bisa-bisanya aku menikmatinya,bisa-bisanya aku malah menyelami yang aku lakukan dengannya,

aku diam,suasana hening,yang ada hanya nada-nada yang dihasilkan Kipas Angin tua di Langit-langit kamar yang usang,berderit menimbulkan nada yang terjadi di kaip perputarannya yang sangat pelan.

''Soo''sebuah suara memanggil dan mengetuk Pintu kamarku,bukan suara Eomma ataupun Halmeoni,Itu Kai,apa dia sudah menganggap hal barusan adalah hal biasa yang sama sekali tidak perlu diingat,atau hal barusan hanya sebuah angin lalu yang hanya lewat untuk sedikit memberi kesejukan pada daerah yang dilewatinya.

''Kyungsoo''Dia memanggil Nama kecilku,Nama yang tak pernah kudengar lagi dari orang-orang sekitarku,kecuali halmeoni,Eomma dan jangan Lupakan Chanyeol,ah ya tuhan,aku merindukan Makhluk bernama Chanyeol itu,kenapa beberapa hari ini dia tidak menelponku,mengabariku,ataupun minimal say Hai padaku,

''Kyungsoo -,..apakah aku mesti memanggil nama lengkapmu''suara diluar itu sedikit mengeras,dan kudengar pula suara halmeoni yang berbisik-bisik dengan Kai

''Soo,.kau kenapa..? Kau tahu sudah berapa lama kau di dalam,ini halmeoni sayang'' tentu aku tahu itu halmeoni,tanpa ia bilang dan mengaku itu halmeoni,aku sudah kenal suaranya,apa aku terlihat seperti anak kecil yang bertanya siapa..? Dan orang yang ditanya menjawab ''Kucing'',.dan aku akan mengangguk dengan mengatakan oooh Kucing,
aku tidak sebodoh itu nek.

''Soo,.kamu belum mandi,kamu belum makan dari tadi siang,bukakan pintunya sayang''

aku kalah,dan aku tidak bisa menolak permintaan orang yang memanggilku sayang tadi,apa aku bisa menolak permintaan eomma,aku terlalu menyayanginya,tidak sanggup rasanya jika aku masih mengunci diri saat eomma memintaku dengan kasih sayangnya

ketiga sosok yang kusayangi berdiri tepat di depan Pintu kamarku,tersenyum tulus mengkhawatirkanku,serasa aku akan berbuat sesuatu yang nekad saja,padahal tidak pernah sedikitpun terbesit pikiran negatif dalam otakku,hanya saja aku perlu menenangkan diri dari kejadian siang tadi,Tunggu,sepertinya barusan aku menyebut Ketiga orang yang kusayangi,Apa Kai...ah sudahlah,anggap saja itu hal yang salah keluar dari bibirku,seperti halnya gambaran cerita Kucing tadi,

''kamu kenapa Soo.? Eomma memelukku,aku pura-pura menggeliat seakan baru bangun dari tidur indahku

''kenapa Nek,Ma,.Soo baru bangun,kenapa sepertinya khawatir begitu''Ujarku sekali lagi menggeliat dan sedikit menguap yang dipaksakan untuk meyakinkan orang-orang tercintaku ini,

''tapi kamu belum makan sayang''ujar eomma melepas pelukannya tetapi tangannya tetap saja membelai rambutku,biar saja aku kelihatan seperti anak kecil,yang jelas,aku ingin dan suka Belaian lembut eomma

''Halmeoni dan Eomma mau ke hajatan di sana,nggak enak kalo halmeoni ngelewatin hajatan itu,soalnya kim jeeny itu tetangganya yang Punya hajatan''Ujar Halmeoni sibuk memperbaiki sanggul Krakataunya,karena itu terlalu tinggi dan terlalu besar untuk ukuran sanggul

''Eomma juga ikut,pantas saja,aku kira mau kemana rapi-rapi begini,dan halmeoni keliatan cantik''ujarku walaupun aku sedikit menelan ludah untuk mengatakan halmeoni Cantik,mudah-mudahan tuhan tidak marah atas Fitnahku,

''ya sudah,kamu mandi,makan,eomma pergi dulu ya,halmeoni juga,kalau mau nyusul,nyusul aja,soalnya kai ikut''Ujar Eomma Pamit,kai tersenyum,membuat aku terpaksa memperhatikannya saat eomma menyebut nama kai

Jas Hitam,Kemeja putih dengan celana panjang yang rapi,membuat kai semakin tampan,ah kenapa aku harus memujinya,lupakan,jangan bahas penampilannya,karena tidak mungkin aku berbohong mengatakannya jelek dan tidak menarik.

''hati-hati ma,nek''ujarku melambaikan tangan dan kembali menutup pintu kamar.

* * *

''Kau sudah selesai mandi''Suara itu mengagetkanku saat aku keluar dari kamar mandi,untung saja Handuk Putih ini sudah melilit erat di pinggangku,sosok itu tengah tidur santai di Tempat tidurku

''Kai''aku mengernyitkan dahi heran,Bukannya kai ikut halmeoni dan Eomma,lalu kenapa dia ada disini

''aku izin untuk tidak jadi ikut halmeoni dan eomma,karena ada hal penting yang harus kulakukan disini''Dia bangun mendekatiku,tidak dia melewatiku,kai menuju kamar mandi dan kudengar suara cipratan air di dalam kamar mandi,aku bertambah bingung,aku tidak mengerti apa maksud dari perbuatan Kai

''kau kenapa Kai..? Aku menyusulnya,membalikkan tubuhnya menghadapku,jas hitamnya basah,kemejanya basah dan jangan tanya celananya,basah sampai kedalam-dalam

''kenapa kau jadi aneh seperti ini..? ada hal yang salah denganmu,apa yang terjadi padamu kai,soal tadi Siang,aku telah melupakannya,anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa''Ujarku,namun raut wajah frustasinya tidak bisa ia sembunyikan,Ia diam,hanya ada desahan nafasnya yang memburu kencang yang kudengar,dan aku melihat kai menangis

''Hey,.kau kenapa..? Tell me boy..? Ujarku mengulanginya lagi

''Bisa kau percayai ini,saat cinta sudah muncul di tengah-tengah hati insan,tidak ada yang mampu menolak kuatnya cinta itu,sekalipun berusaha mematikan cinta,tapi hati melindungi cinta itu,kau percaya kekuatan cinta Soo''Kai kembali menarik nafas dalam-dalam berusaha menenangkan dirinya

''aku percaya,kekuatan cinta tidak bisa diabaikan,sekalipun yang dikenai berusaha lari dari cinta itu,tapi Ia tidak akan dapat membohongi hati bahwasanya memang yang bersangkutan telah ditaklukan oleh kuatnya cinta ''

''lalu apa masalahmu,.kau jatuh cinta..? Tanyaku berusaha menenangkannya

''entah ini benar atau tidak,aku telah jatuh dalam mahligai cinta,dan aku juga tidak tahu betul,cinta yang kurasakan benar atau salah,tapi perasaan hatiku mengatakan jika aku yakin yang kurasa adalah cinta,aku tidak perduli apa anggapan orang mengenai arti cinta yang sesungguhnya,yang aku yakini sekarang,aku telah jatuh dalam Kamuknya Cinta,dan Kurasakan itu''kai diam menunduk,aku berusaha melihatnya

''dan kurasakan cinta itu semua bersamamu Soo,''Dia memandangku,aku diam,badanku bergetar,Otakku berusaha mencerna semua kejadian ini,tidak mungkin kai mencintaiku,pasti itu hanya sebatas rasa suka dan rasa nyaman saja.

''Cinta dan Suka itu beda tipis Kai,kau mungkin hanya menyukaiku bukan mencintaiku''ujarku berusaha menyembunyikan debaran yang bergemuruh di dadaku

''Tidak Soo,.aku yakin,bahkan sangat yakin,aku mencintaimu''Kai menatapku tajam,aku menunduk

''Tatap aku Soo,apa kau merasakan hal yang sama,apa kau juga mencintaiku,apa hatimu juga menafsirkan lirik cinta yang sama denganku''Kai menggenggam tanganku erat,dan mata tajamnya membuatku yakin jika ia serius,dan sadar atau tidak,aku diam dan menerima kecupannya lagi,
aku sungguh tidak bisa berpikir,aku menyukai Kai,apakah aku Mencintainya,Tapi tarian bibirnya membuat aku mengikutinya,alhasil kedua bibir kami bermain indah menghasilkan bunyi kecupan-kecupan indah,dan aku menyukai sentuhan bibirnya
dan bodohnya tangan ini,tangan ini telah melingkar di punggung bajunya yang basah
ini mengingatkanku pada suatu hal yang tidak bisa kulupakan,dengan berbasah-basahan,ya sepertinya aku pernah melakukan ini dengan disaksikan air juga..
Muncul sekelabat peristiwa itu,seolah sangat dekat dan bahkan lebih dekat,sosokku dan Chanyeol sedang bercumbu di Air terjun itu,aku membuka mata dan mendorong tubuh kekar kai

''Maaf''Ujarku kemudian berlalu meninggalkan kai,aku telah kembali melakukan 2 hal bodoh yang sama,yaitu dua kali menikmati kecupan dan sentuhan Kai,aku merasa telah membohongi Chanyeol

''Soo''kai memanggilku

''Aku butuh Jawabanmu''tambahnya lagi dari dalam Kamar Mandi

''Sepertinya Halmeoni dan Eomma sudah pulang''Ujarku berlalu ke depan mengabaikan Jawabannya

* * *

''Ayolah Yeol,.kau dimana Yeol,kau tahu aku sangat merindukanmu,kenapa teleponmu tidak bisa dihubungi juga''berkali-kali aku menelpon Chanyeol,namun yang kudengar adalah suara permintaan maaf dari seorang yeoja dengan lembut yang mengatakan jika no yang kutuju berada di luar jangkauan,tidak tahukah yeoja itu,aku bukan ingin berbicara dengannya,aku Ingin Chanyeol

aku menyerah dan Putus asa,aku menggeletakkan Handphoneku di Tempat tidurku,tiba-tiba handphoneku malah berdering,tertera nomer yang tidak kukenal bahkan sangat asing kulihat namun tak urung juga,ku angkat panggilan telepon tersebut.

''hallo,annyeonghaseo''Suara itu ramah,betapa bahagianya aku mendengar suara indah dari namja chinguku,Chanyeol

''ha..hallo Chanyeol,kau kemana saja,kenapa nomermu tidak bisa dihubungi,dan kartu GSM atau CDMA apa yang kau pakai,sepertinya aku tidak pernah melihatnya''ujarku antusias,aku memang sangat merindukan kekasihku ini

''aku bukan mau bercerita Soo,Tapi aku mohon maaf,aku di Singapura,dan aku hanya meminta jangan mengingatku lagi,anggap saja kita tidak pernah bertemu bahkan menjalin apa-apa sebelumnya''siang hari yang sejuk ini seolah memberi gambaran bahwa cuaca sedang mendung,berkabut awan yang kelam dan hujan disertai hingar bingar petir melanda,ini tepat mengiris dan menusuk jantungku,Chanyeol mengatakan itu dengan lantang dan tanpa sedikit penyesalanpun dari nada Bicaranya

''Kau bercanda Yeol''ujarku masih tersenyum,aku khawatir jika ini tipuannya,atau mungkin ia ikut acara Kena Deh,oh lebih tepatnya Upss salah,aku harus mencari kamera-kamera yang disembunyikan disini,jangan sampai membuat ekspresi wajahku terlihat memalukan

''aku serius Soo''Aku diam saat ia mengatakan jika Ia Serius

''kenapa Yeol,''aku berusaha menahan air mata ini,namun tidak bisa,air mata ini tetap keluar menerobos mataku mulai membasahi pipi ini.

''karena aku lelah berpura-pura mencintaimu soo,aku bosan bila harus menganggap aku mencintaimu''Kata-kata menyakitkan itu keluar dari Bibir chanyeol tepat masuk terngiang di otakku melalui speaker handphone itu,

''kau pasti tahu Soo,.Sex sudah menjadi sesuatu hal yang lumrah di negara kita,jadi jangan anggap hal kemarin bagian dari cinta,mengertilah Soo,tidak mungkin aku serius jatuh cinta dengan seorang namja,itu hanya lelucon saja,jangan terlalu menganggapnya ada''
tak ku perdulikan Handphone ku yang terjatuh,aku membuka Pintu kamarku tepat bersamaan Kai membuka pintu kamarku pula,dia melihatku menangis,tapi aku menerobos tubuhnya yang menghalangiku,sempat kudengar beberapa kali ia memanggilku,tapi aku tetap berlari,berlari ke atas bukit sana,tak perduli Kai mengejar dan meneriakkan namaku,aku sakit,bahkan sangat sakit atas apa yang diperbuat Chanyeol.

Aku berlari tak perduli dedaunan teh menghalangi dan memberi jalan sempit untukku
aku terus berlari,tak perduli kerikil-kerikil kecil menodai jalanku
aku terus berlari,tak perduli beberapa kali aku harus terjatuh dan bangkit lagi
aku terus berlari,.
Aku berlari untuk membuang rasa ini,aku berlari untuk meluapkan asa yang kurasa ini

Chanyeol,terima kasih buat sakit yang kurasakan