FIND ANOTHER YOU
EXO FANFICTION
This story belongs to
Main Cast:
Oh sehun (boy)
Xi Luhan (girl)
Warning:
Warning:
· Cerita ini GS (genderswitch) kalau emang gaminat baca gs lebih baik tak usah dibaca^^
· NC! Harap dibawah 16 tahun tidak dibaca ya, belum cukup umur hehe
Sorry for Typo dan bahasa nggak EYD
Summary:
Seorang pengusaha muda yang kaya sedang berusaha untuk melepaskan diri dari tunangannya karena ia masih tidak bisa move on dari mantan kekasihnya, hingga ia menolong seorang yeoja yang siap disantap oleh hidung belang, tetapi bagaimana kah kehidupan yeoja itu setelah ditolong? Apa rencana sehun sang pengusaha muda dibalik menolong seorang yeoja yang bernama luhan?
Happy Reading!^^
.
.
.
Sequel story
"sehunn bangun.." pagi hari yang cerah tapi suaminya tak kunjung bangun dan membuatnya kesal dan tetap terlihat lucu
"sehunnnn"
"5 menit lagi luu"
"anii, bangunn.. ini sudah jam berapaa.. cepat bangunn"
Akhirnya sehun terpaksa bangun dengan muka bantalnya itu, tapi satu kecupan yang diberikan istrinya langsung membuka matanya
"kau mulai berani eohh.." sambil menunjukkan smirk andalannya membuat luhan menggedikkan bahunya ngeri, luhan sudah hafal maksud luhan menujukkan wajahnya yang seperti itu
"anii.. sehun jangan macam-macam! Aku sudah lelah kemarin seharian kita ..." rona dipipi luhan sekarang tampak jelas dan membuat sehun tertawa
"tapi kau membangunkan singa yang kelaparan dipagi hari lu"
"anii.. aku lelahh" luhan langsung berlari meninggalkan sehun sebelum sehun kembali menerkamnya seperti semalam tanpa henti, bahkan meskipun luhan sudah pingsan karena terlalu lelahnya tapi sehun masih tetap melanjutkan kesenangannya itu. Mungkin sehun terlalu merindukan luhan, karena mendadak harus berangkat ke jepang mengurus perusahaannya dengan tangannya sendiri, dan tak lupa bantuan chanyeol dan jongdae.
Semua tingkah lucu dan manja luhan selalu membuat sehun tersenyum, "aigoo... lucunya istriku.. tskk" sambil berdiri menuju kamar mandi untuk bersiap-siap
Ya.. semenjak sehun berdamai dengan masa lalunya, sehun mulai melanjutkan kehidupannya bersama luhan dan mencintai luhan. Sebenarnya sehun memang sudah menyukai luhan, tapi karena masa lalulah penyebab utamanya sehingga ia kurang bisa mempercayai wanita untuk masuk menerobos hatinya. Saat itu hati sehun memang sudah sekeras es, dan beruntung luhan bisa mencairkannya
Sedangkan luhan? Ia sekarang menjadi seorang penulis novel, karya tulisnya yang diminati banyak pembaca karena novelnya yang menceritakan kehidupan pribadinya bersama sehun kala itu membuat banyak pembaca mengagumi novernya. Bahkan novelnya menjadi best seller saat terbit. Hey jangan salah, gini-gini luhan dulu adalah mahasiswi jurusan sastra, meskipun kehidupannya sangat mengenaskan tapi ia selalu berusaha untuk melanjutkan pendidikannya
Tetapi takdir berkata lain hingga ia hanya bisa bersekolah hingga semester 4 dan semua hal bersama sehun itu terjadi, ia yang disekap tak bisa kemanapun kecuali bersama minseok. Tapi tak apa bila tak melanjutkan kuliahnya, toh sekarang ia mendapatkan suami kaya raya, jadi untuk apa ia bekerja?
Luhan menjadi seorang penulis hanya saat masa senggangnya, karena kalau bersama sehun pasti ia tak akan bisa menulis.. kekeke kalian tau maksudku kan?
Setelah semuanya berlalu, sehun selalu memanjakan luhan, mungkin sebagai ganti kelakuan di masa lalu, padahal luhan sudah melarang sehun yang terlalu berlebihan kepadanya tapi lama-lama luhan lelah sendiri selalu mengingatkan sehun dan tak pernah dihiraukan. Luhan yang sudah bebas kemanapun dan kapanpun, meski sehun yang sibuk tapi kalau luhan ingin keluar sehun selalu menyempatkan untuk mengantar luhan, kadang juga supir yang mengantarkannya
Sudah mulai menjadi kebiasaan sarapan milik sehun pasti yang menyiapkan luhan. Luhan melarang keras maid, jung ahjumma bahkan minseok untuk memasak, mungkin menurut luhan, ia terlalu merepotkan semuanya, dan juga minseok yang harus menyiapkan sarapan suaminya. Jadi luhan melarang minseok untuk datang pagi dan sehun selalu menyetujui semua keputusan luhan
Bahkan semuanya terkagum ketika melihat sehun yang egois dan keras kepala kini menjadi jinak didepan luhan
"sayaangg" luhan yang sudah tak kaget menerima perlakuan, tangan yang setiap pagi selalu melingkar dipinggangnya saat ia memasak. Itu pasti tangan sehun, memang siapa lagi. Jung ahjumma yang melihat kelakuan majikannya hanya tertawa senang memaklumi kelakuan sehun, minseok yang melihat kejadian itu menujukkan ekspresi ingin muntah
"wae kau iri? Ingin kupeluk juga?" tanya sehun pada minseok saat melihat ekspresinya
"dalam mimpimu oh! Kuharap luhan lama-lama bosan padamu dan meminta cerai darimu kekeke" gurau minseok, dan langsung meninggalkan pasangan yang sedang ber-lovey dovey
"kau tak akan menceraikanku kan chagi?" tanya sehun yang sambil kembali meletakkan dagunya dibahu luhan dan membuat istrinya itu tertawa
"keke kenapa aku harus menceraikanmu?" sambil membalikkan badannya agar melihat wajah suaminya itu
"ntahlah, mungkin bosan padaku? Apa aku terlalu overprotektif?"
"menurutku tidak, aku senang perlakuanmu seperti itu" sambil tersenyum, mereka saling memandang satu sama lain hingga salah satunya tersadar
"chagi, apa kau tak ingin membalik gorenganmu? Aku mencium sesuatu"
"omo!" luhan langsung mendorong sehun menjauh dan berteriak
"aigoo, hwaa telur dadarkuu" membuat sehun tertawa saat mendengar teriakan luhan yang seperti anak kecil sambil berjalan meninggalkan dapur
"mangkanya sayangg.. kalau memasak jangan melamuun" teriak sehun
"yaa! Ini semua akibat ulahmuu!" luhan yang tak ingin disalahkan
Sehun duduk di meja makan dengan membaca file di ipadnya sambil meminum teh yang sudah disiapkan luhan sebelumnya, hingga beberapa maid datang membawakan masakan yang dibuat luhan, dan terakhir dengan luhan yang membawa telur dadarnya yang gosong tapi dibalik oleh luhan, hingga yang bagian gosong tertutup
"mana liat telurnya?" goda sehun
Minseok datang dan ikut bergabung, "aku mendengarmu berteriak lu, ada apa?"
"unnii, sehun membuat telur dadarku menjadi gosong seperti ini" adu luhan
"aku? Aku tak melakukan apapun, kalau begitu buang saja kalau gosong"
"tak akan! Aku akan memakannya kalau kau tak mau" luhan yang menujukkan ekspresi garang tapi bagi sehun itu sangat imut
"aku akan selalu memakan masakan istriku.. tenang saja" sehun langsung menyambar telur dadar gosong milik luhan dan memakannya. Minseok yang melihat kejadian ini hanya menggelengkan kepalanya
.
.
.
"minseok, aku lebih baik kau pulang, aku tak ingin bayi dikandunganmu terjadi sesuatu" minseok sedang hamil 3 bulan. Saat semua kondisi membaik, minseok juga memberikan kabar yang membuat yang lainnya ikut bahagia bahwa ia saat itu sedang mengandung sebulan. Maka dari itu sebenarnya luhan selalu melarang minseok datang kerumahnya, lebih baik minseok menjaga calon bayinya
"tapi lu.."
"aku tak menerima penolakan nyonya kim, lagi pula aku ingin keluar untuk menulis, aku bosan dengan suasana rumah"
"kau pulanglah dengan kang ahjussi, aku ingin menggunakan angkutan umum" saut luhan cepat sebelum minseok menjawab pernyataan luhan
"bagaimana kalau bersama?"
"tak perlu.. aku benar-benar ingin sendiri min.. mengertilah eoh.. aku akan menelpong kang ahjussi saat selesai nanti"
"arasso.. kau hati - hati emm" teriak minseok saat luhan langsung meninggalkannya
Luhan berada dihalte menunggu bus yang akan ditumpangi tapi tiba -tiba dering telponnya berbunyi dan menunjukkan nama sehun dilayar hpnya
"sedang dimana?" suara dari sebrang
"sedang diluar hun, ada apa?"
"aku mendengar dari minseok kau pergi tanpa kang ahjussi hmm?" terdengar dari nadanya, sehun berusaha menahan marahnya. Mungkin sehun terlalu terkejut mendengar luhan jalan kaki sendiria, mungkin sehun terlalu berlebihan tapi ia hanya mengkhawatirkan luhan, itu saja tak lebih
"ya.. aku ingin menggunakan angkutan umum hun"
"mengapa? Padahal ada fasilitas yang selalu siap untukmu sayang"
"aku hanya ingin jalan santai hun, itu saja.. jangan marah - marah sayang, aku hanya sedang membutuhkan inspirasi untuk menulis. Setelah selesai, aku akan meminta kang ahjussi untuk menjemputkuu" suara luhan yang berusaha terdengar seperti aegyo agar sehun luluh
Gotcha! Dan selalu tepat sasaran, "baiklah, tapi berjanjilah selalu berhati - hati sayang" membuat luhan tersenyum senang
"iya sayang, tenanglah, aku berjanji" akhirnya sehun mematikan sambungannya terlebih dahulu
Sejak tadi setelah sehun menelpon, suasana hati luhan sangat senang, entahlah hingga bus berhenti, luhan yang hendak naik tak sengaja berbarengan dengan wanita yang juga ingin naik ke bus itu, akhirnya luhan lebih memilih mengalah dan mempersilakan wanita itu untuk naik terlebih dahulu
"silah.. kyungsoo?" yang merasa dipanggil langsung menolehkan kepalanya
"luhan?" mata bundar kyungsoo yang terlihat semakin bundar dan menggemaskan
"luhan!" kyungsoo langsung berteriak dan langsung memeluk erat luhan, hingga hampir saja luhan terjatuh. Beberapa orang yang mengantri untuk naik ke dalam bus membatin melihat kelakuan luhan dan kyungsoo hingga mereka memohon maaf dan segera naik kedalam bus
Kyungsoo yang menarik luhan dan duduk dibangku yang sama didalam bus
"xi luhan! Ceritakan semuanya sekarang juga!"
"akan kuceritakan nanti kyungie, ayo mencari cafe terdekat?"
"tak bisa lu, aku harus bekerja"
"kau bekerja dimana? Masih di cafe yixing unni? Bagaimana dengan baekkie?"
"sabar luhan, kalau menanyakan satu - satu, aku haru menjawab yang mana dulu? Ya, aku dan baekkie masih bekerja di cafe yixing unni" kyungsoo langsung menunjukkan raut sedihnya
"bagaimana kabar kalian semua?"
"kami semua baik luu, yixing unni pindah tempat cafenya karena penghasilan cafe semakin besar sehingga unni dan oppa memindahkan letak cafe menjadi semakin strategis dan luas sekarang" ucap kyungsoo sambil kembali tersenyum
"ahh pantas saja, aku selama 3 bulan ini selalu mencari kalian, aku sudah mencari kalian ke cafe, bahkan ke tempatmu dan baekkie, ke tempat yixing unni tak ketemu, kalian hilang tiba -tiba"
"yaa, semuanya berubah semenjak kau hilang, cafe yang semakin laris hingga kehidupan kami berubah, aku dan baekkie sekarang memiliki tempat tinggal yang lebih layak, dan begitu pula yixing unni dan suho oppa. Kami semua selalu berusaha untuk mencarimu lu tapi kami tak memiliki apapun untuk menemukanmu hingga kami membaca berita bahwa kau menikah dengan sehun sang pengusaha kaya, meskipun dikoran wajahmu tak begitu jelas tapi kami yakin bahwa itu kau, sehingg kami selalu berusaha menemuimu kerumah oh sehun tapi selalu gagal" mendengarkan penjelasan kyungsoo membuat luhan sedih
"miane.. aku akan menjelaskan semuanya.." luhan langsung menunduk sedih
"bagaimana kalau kita ke cafe yixing unni sekarang? Semuanya pasti sangat senang melihatmu lu.."
"nee, oh iya mengapa kau tak berangkat bersama baekkie?"
"ohh tadi aku harus mengumpulkan tugas kekampus baru berangkat ke cafe, jadi baekkie berangkat duluan" kyungsoo dan luhan akhirnya bercengkrama tanpa henti melepas rindu hingga mereka tiba didepan cafe 'sulay's beef resto'
"astagaa, aku sangat kangen pada kalian semua.." saat kyungsoo membuka pintu cafe, dan disambut oleh baekhyun didepan pintu, dan membuat baekhyun memblalakkan matanya
"luhanniee!" teriak baekhyun dan membuat beberapa pengunjung kaget bukan main akibat suara cempreng milik baekhyun. Yixing yang mendengar baekhyun meneriakkan nama luhan membuatnya langsung berlari turun dan melihat keadaan di bawah
"luhann!" yixing yang ikut berteriak melihat luhan yang sedang berpelukan dengan baekhyun sekarang, hingga yixing juga ikut menghamburkan pelukannya pada luhan
"aku kangen padamu lu! Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja? Apa benar kau sudah menikah? Dengan oh sehun? Kau diapakan olehnya? Cepat jawab luu!" sergah baekhyun tanpa bernafas
"aigoo baek.. sabar" yixing mengingatkan
"hmm baekk, akan kuceritakan semuanya, bagaimana kalau kita duduk?"
"arasso, aku akan menutup cafe untukmu" ucap yixing
"wae?" tanya luhan bingung
"hari ini aku ingin merayakan kehadiranmu lu! Kita semua harus bersenang – senang, aku sangat senang melihat kehadiranmu"
"baiklah unni, oppa eoddieyo?"
"suho sedang keluar tadi mengambil beberapa bahan yang dibutuhkan untuk cafe"
"ahh, bagaimana kalau kita melayani pelanggan sambil menunggu suho oppa? Kurasa lebih baik begitu dari pada aku harus mengulang ceritaku dua kali keke"
"ahh luu.. aku penasaraann!" baekhyun yang kesal karena luhan tak segera bercerita
"sabar baekk, lihatlah masih ada pelanggan yang datang, kita layani dulu sambil bilang kalau cafe akan tutup"
"baiklah.." ucap baekhyun pasrah, akhirnya mereka melakukan tugas masing - masing dengan luhan yang ikut membantu, hingga suho datang dengan membawa beberapa bahan dan terkejut kondisi cafe yang dalam keadaan tertutup bahkan tulisan tutup yang terpajang dipintu cafenya, apalagi melihat seseorang yang menurutnya bukan pegawainya sedang mengelap salah satu meja
"nugu.. seyo?" tanya suho sambil mendekati luhan dan luhan hanya terkikik geli hingga ia membalikkan tubuhnya
"oppa!"
"luhann?!"
"neee.."
"aigoo, kau kemana sajaa?"
"akan kuceritakan setelah ini, ayo berkumpul. Yixing unni! Baekhyun! Kyungsoo!" teriak luhan, membuat suho menggelengkan kepalanya karena sifat luhan tak berubah, hingga semuanya berkumpul untuk mendengarkan cerita luhan
Luhan menceritakan semua kejadian yang dialami olehnya dan sehun, mulai dari sehun yang menolongnya di bar hingga sekarang sehun yang overprotektif padanya tanpa terkecuali
"aigoo, luhannieku benar - benar menikah sekarang, apa lagi dengan pengusaha kaya, aigoo irinya akuu kekeke" canda baekhyun dan membuat yang lain tertawa
Tiba – tiba dering telpon luhan kembali berbunyi dan itu pasti dari sehun, siapa lagi memang yang hobi menelponnya setiap jam bahkan detik mungkin membuat mereka menghentikan pembicaraannya
"hmm hunnie?"
"kau dimana?" tanya sehun
"kau akan terkejut jika kuceritakan" ucap luhan riang
"wae?" sehun yang sekarang penasaran
"akhirnya aku bertemu kyungsoo, baekhyun, yixing unni, dan suho oppa!"
"omoo, benarkah? Syukurlah akhirnya kalian bertemu juga"
"nee"
"kau akan kembali jam berapa kalau begitu? Kang ahjussi akan menjemputkan?"
Sehun yang sekarang sedang tersenyum mendengar suara riang istrinya, dan mendengar beberapa canda dan tawa dari telpon milik luhan
"ne, nanti aku akan menghubungi kang ahjussi, tapi nanti yaa.. aku masih ingin bersama mereka hun.."
"baiklah, jangan terlalu larut ya sayang"
"iyaa hun, byee"
"aigoo.. romantisnyaa" ucap baekhyun girang, memang di antara mereka berempat, yang paling cerewet adalah baekhyun dan mereka semua memahami itu
"apa sih baekk" yang digoda hanya menunjukkan rona merah dipipinya dan membuat yang lain tertawa. Mereka melanjutkan obrolan yang tadi sempat terputus dan tawa dan canda
.
.
.
"baiklah semuanyaa, aku pulang, lain kali kalian harus main kerumahku"
"baiklaah, hati - hati luhaniee" ucap mereka serempat, luhan menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam mobil
"ahh senangnyaa" luhan senang sekali hari ini hingga ia lupa kalau ia tak melanjutkan tulisannya sama sekali, untuk kali ini ia tak peduli karena ia terlalu senang bertemu sahabat – sahabatnya
Setiba dirumah, sehun yang sudah menunggunya di ruang tamu
"omoo, ternyata suamiku sudah tiba duluan hehe" ucap luhan awkward, karena luhan tau kalau sehun paling tak suka kalau ia pulang luhan tak menyambutnya
"bagaimana bertemu sahabatmu?"
"kau tak marah?"
"hari ini pengecualian sayang" membuat luhan senang dan langsung mencium bibir sehun. Sehun yang tak ingin menghilangkan kesempatan langsung membalas ciuman luhan hingga mereka ciuman beberapa saat tanpa peduli maid akan melihat mereka. Mereka tak peduli toh mereka sudah menikahkan
Merasa sudah kehabisan nafas, luhan langsung memukul dada sehun hingga sehun melepaskan ciuman mereka. Luhan langsung menghirup banyak udara, dan sehun mengelap saliva yang ada disudut bibir luhan dengan ibu jarinya. Sehun menarik luhan menuju kamar agar luhan segera membersihkan diri dan makan malam bersama
Ketika luhan sedang berbaring sambil asik nonton tv tiba – tiba menolah kearah sehun yang meletakkan punggungnya menempel pada sandaran kasur dengan bantal sebagai alasnya membuat luhan sebal, sehun tak pernah berhenti menatap ipadnya sejak mereka selesai makan, bahkan perlu luhan tarik agar sehun berdiri dari kursi ruang kerjanya karena bagi luhan ini sudah larut, saatnya untuk beristirahat
"hun.." hanya dijawab deheman oleh sehun, hingga luhan memanggilnya sekali lagi berharap sehun merespon, sayangnya deheman kembali luhan dengar dari sehun
"bagaimana kalau lebih baik minseok istirahat saja, ia kan sedang hamil?"
"mwo?" barulah pertanyaan luhan membuat sehun bangkit dari ipadnya
"iyaa hun.. minseok hamil kan, aku tak ingin menyusahkannya, seharusnya minseok yang dijaga bukan aku, aku baik - baik saja.. sungguh.." ketara sekarang raut sedih yang ditunjukkan oleh luhan membuat sehun bingung
"wae sayang?" sehun yang paham betul kalau sekarang luhan sedang bersedih
"anii.. aku juga hanya ingin memiliki anak darimu" luhan mengangkat kepalanya dan tersenyum pada sehun
"kau ingin hamil?"
"istri mana yang tak ingin hamil anak suaminya eoh?" jawaban luhan membuat sehun memunculkan smirknya
"baiklah bagaimana membuat project sehun kecil?" sehun tanpa aba - aba langsung menyambar bibir pink milik luhan, sedangkan luhan yang tak siap hanya terbaring dibawah kukungan sehun. Setelah bosan dengan bibir luhan yang terlihat bengkak akibat ciuman sehun, sehun menurunkan ciumannya di sekitar leher dengan tangannya yang sekarang sedang berusaha membuka kancing piyama milik luhan. Luhan memang sangat tak suka menggunakan pakaian tidur wanita biasa, ia lebih suka menggunakan piyama seperti remaja biasa dan sehun tak pernah mempermasalahkannya
Setelah pakaian atas luhan terbuka dan hanya menyisakan penutup akhir, sehun menyambar payudara yang tak montok tapi pas ditangan sehun menurutnya, menciumi daerah sekitar payudara luhan yang tak tertutup dan menggoda luhan
"ahh sehunn nghh"
Tangan sehun yang sekarang bekerja memuka celana piyama luhan dan berhasil hingga menyisakan luhan yang masih tertutup atas dan bawah. Sehun sejenak bangun dan memandangi istrinya yang terlihat begitu menawan menurutnya. Bibir bengkak akibat ulahnya, leher luhan yang full dengan kissmark yang diberikannya, dan juga beberapa bagian pinggir payudaranya yang sempat digoda oleh sehun. Luhan yang masih berada dibawah sehun ikut memandang balik sehun dan langsung berdiri menukar posisi hingga sekarang luhan yang berada diatas sehun
Sebelum sehun berbaring, luhan melepas semua pakaian milik sehun hingga sehun telanjang bulat sedangkan luhan masih menggunakan underware, luhan yang berusaha meggoda suaminya itu sekarang melepas pengait bra nya dan juga celana dalamnya hingga mereka sama - sama naked sekarang. Luhan menggenggam junior milik sehun dan mengocoknya membuat sehun keenakan
"luhann nghh.." luhan yang sekarang berusaha memuaskan suaminya itu hanya bisa melakukan beberapa service yang baru dilakukannya. Hingga sehun tak tahan langsung membalikkan posisi hingga sehun kembali berada diatas luhan. Sehun langsung menyambar nipple milik luhan, menyusu seperti berharap sesuatu keluar dari sana, tangannya yang menganggur sekarang berusaha menggoda yang ada dibawah luhan. Sehun langsung memasukkan dua jarinya untuk melonggarkan lubang milik luhan
"ahh sehunn" teriak luhan saat sehun mulai memasuk keluarkan jarinya
"nghhh... aahh.." sehun yang tak tahan langsng mencabut jarinya dan memasukkan junior kebanggaannya kedalam lubang surgawi milik luhan itu hingga mereka mendesah keenakan
"ahh" luhan yang sudah keringat bercucuran ketika sehun kembali menghentakkan juniornya semakin dalam dan dalam lagi, hingga
"hunn, ahh mau keluarr, nghh"
"bersama lu!" sehun menyemburkan spermanya didalam lubang itu. Dan luhan langsung ambruk dengan keringat yang entahlah sangat banyak. Sehun melihat luhan dan mengelap keringat luhan, dicum dari luhan dan berkata
"lagi ya lu? Kau ingin coba gaya baru?"
"mwo?" tanpa banyak bicara, sehun langsung membalik posisi luhan menjadi menungging dengan junior yang masih tertanam didalam luhan. Sehun kembali menggenjot luhan dan ya begitulah mereka
.
.
.
Beberapa hari kemudian, luhan mengundang kyungsoo, baekhyun dan yixing untuk berkunjung kerumahnya hingga sore, sehun yang datang bersama kai dan juga chayeol karena ketiga sahabat itu harus merapatkan sesuatu hal tapi sayangnya file yang dibutuhkan tertinggal dirumah hingga mereka memutuskan untuk rapat diruang kerja sehun saja
Luhan yang asik dengan sahabatnya tak memperdulikan keberadaan suaminya yang barusan datang hingga sehun menghampiri luhan, luhan yang awalnya tak sadar langsung ditarik oleh sehun dan dipeluk erat. Sahabat – sahabat yang melihat itu menunjukkan beberapa ekspresi, ada yang ingin muntah, ada yang iri, ada yang senang. Bermacam - macam
"aigo sehun, kenalkan sahabat - sahabatku, ini kyungsoo, ini baekhyun, dan ini yixing unni"
"dan ya.. ini sehunnie" luhan yang memperkenalkan suaminya pada teman – temannya
"annyeonghaseyo sehun-ssi" ucap baeksooxing bersama
"anyyeong, tak perlu seformal itu, sahabat luhan berarti sahabatku juga keke" baeksooxing menampakkan raut terpukau melihat sehun
"oh omo! Kai, yeol" luhan yang melihat kehadiran chankai itu juga langsung memperkenalkannya kepada sahabatnya
Semenjak kejadian itu, awalnya luhan merasa canggung dengan kai tetapi seiring berjalannya waktu, ia mulai terbiasa dengan semuanya. Kai memang menganggap semuanya tak pernah terjadi, jadi kai juga tampak biasa saja, sehingga luhan juga harus menunjukkan memang tak terjadi apapun diantara mereka. Chankaihun yang juga mulai jujur antara satu sama lain dan menceritakan apapun jika memang butuh diceritakan
Setelah kejadian hari ini, chankai mulai mengenal baeksoo
.
.
.
Semenjak beberapa bulan lalu, akhirnya kai dan chanyeol ini mulai mendekati sahabat luhan. Chanyeol dan kai yang mulai tertarik dengan baekhyun dan kyungsoo mulai mendekati mereka, bahkan chanyeol sudah berhasil memenangkan hati baekhyun, sedangkan kyungsoo masih belum membuka hatinya untuk kai, tapi kai tetap selalu berusaha selama kyungsoo belum memiliki kekasih
HUEKK
Terdengar suara dari kamar mandi yang membangunkan tidur sehun, meskipun terlalu lelah karena sehun barusan tiba dari australia ia tetap membuka matanya seketika tangannya meraba mencari seseorang disebelahnya dan kasur itu kosong. Hingga kembali terdengar
HUEKKK
Sehun langsung loncat dari ranjang, itu pasti luhan yang berada didalam kamar mandi. Sehun mengintip ke dalam kamar mandi dan bisa dilihat luhan yang sedang merosot duduk di lantai kamar mandi dengan wajah pucat dan memegangi perut dan tangan satunya memegang mulutnya yang siap kembali memuntahkan yang ada di dalam kerongkongannya. Sehun langsung menhampiri luhan dan membantu luhan mengeluarkan muntahnya dengan mengurut leher belakang milik luhan
Tanpa jijik sehun mencuci mulut luhan dan digendongnya keluar kamar mandi. Sehun membaringkan luhan di ranjang dan mencium kening luhan, sepertinya ia harus memanggil dokter song kepercayaannya untuk memeriksa keadaan istrinya
"bagaiamana dok? Keadaan luhan?"
"ini masih prediksi saya, mungkin anda harus membawa nyonya luhan kerumah sakit"
"memang luhan sakit apa dok?" sehun mulai panik merasa tak enak dengan jawaban dokter song ini
"selamat tuan, sepertinya nyonya oh hamil"
"m..mwo? hamil?" sehun mulai berkaca – kaca ingin segera masuk ke dalam kamarnya dan luhan. Setelah kepergian dokter song, sehun langsung meminta jung ahjumma untuk membuatkan bubur untuk luhan. Ketika masuk kamar dengan tangannya yang membawa mangkuk berisi bubur
"sayang, jangan banyak bergerak ya, ayo makan"
"aku sakit apa hun? Takk, hanya disuruh beristirahat dan nanti kita ke rumah sakit yaa"
"aku sakit apa memangnya hun?"
"dokter tak mengatakannya sayang, hanya berpesan bahwa kau harus dibawa kerumah sakit untuk diperiksa oleh dokter song lebih lanjut untuk memastikan, sekarang makan buburmu ya" sehun memang sengaja tak ingin memberitaukan luhan dulu, agar tak menyakiti perasaan luhan. Takut ternyata apa yang dikatakan dokter song berbeda dengan yang ditunjukkan oleh rumah sakit
Akhirnya luhan mengikuti semua perintah sehun, setelah makan bubur ia segera membersihkan diri dengan bantuan sehun meskipun lemas. Sehun dengan telaten dan sabar membantu luhan hingga selesai. Mereka siap untuk menuju rumah sakit. Sehun memang sedang mengosongkan semua pekerjaannya demi luhan, ia mempercayai chanyeol dan kai untuk hari ini
Setelah tiba dirumah sakit, luhan langsung di periksa ulang oleh dokter song, dokter song tersenyum melihat kelembutan sehun dengan istrinya, dulu seingatnya sehun sangatlah keras. Sehun membantu luhan untuk berdiri
"saya akan menyampaikan kabar berita, selamat nona lu.. anda hamil dan usia kandungan anda memasuki 7 minggu. Saya sudah menduga anda hamil tadi saya tak ingin memberikan harapan yang terlalu jauh, makanya saya meminta tuan sehun untuk periksa kerumah sakit"
Luhan yang mendengar pernyataan dokter song langsung memeluk sehun dan menangis bahagia
"aku hamil hun.. aku hamil" ucap luhan didada sehun saat luhan sedang memeluk erat luhan
"iya chagi, kau hamil" sambil mengecup kening luhan sayang. Luhan dan sehun meninggalkan ruangan dokter song dengan sangat bahagia, bahkan luhan melupakan bahwa tadi ia terlalu lemas untuk berjalan hingga sehun yang menopangnya. Sekarang lihat lah, bahkan ia sekarang bisa berlari
Setelah itu, hunhan mulai menyebarkan berita baik ini pada sahabat dan juga jangan lupa appa sehun. Appa sehun yang mendengar itu juga ikut bahagia, tanda bahwa ia akan memiliki cucu. Bahkan berita ini juga terdengar sampai ke surat kabar. Saat itu semua semua surat kabar berusaha untuk mewawancari sehun, karena sehun melarang keras keluar dari rumah. Wartawan yang haus akan berita itu selalu mengejar sehun, bahkan kyuhyun dan yang lain juga ikut dikejar untuk menanyakan kejelasannya
Berita itu juga menjadi berita yang paling hot saat itu hingga lama – lama akhirnya mereda. Sehun yang lebih overprotektif lagi itu melarang keras untuk luhan keluar dari rumah, karena menurut sehun sangat berbahaya, apa lagi ganasnya wartawan untuk meliput berita hingga sehun selalu meminta kyungsoo dan baekhyun untuk menjaga luhan. Dan kyungsoo dan baekhyun selalu siap membantu sehun dan luhan
.
.
.
6 tahun kemudian...
"appaa..." gadis cantik sedang berlari saat melihat appanya yang menjemputnya kali ini, karena biasanya ummanya yang menjemput
"aigoo, gadis appaa" sehun langsung menggendong gadis ciliknya itu
"hana kangen appa" hana, nama gadis cilik ini yang memang sangat manja dengan appanya. Sifat manjanya memang menurun seratus persen dari ummanya. Hana yang langsung memeluk erat sehun dan meletakkan dagunya dibahu sehun
"appa juga kangen hana, haowen oppa, dan ziyu sayangg" ucap sehun sambil mengelus rambut hana
"haowen oppa mana?"
"tak tau appa, tadi oppa dipanggil seongsaengnim dulu"
"baiklah kita tunggu haowen oppa ya, hana mau menunggu dimobil?" hana menggelengkan kepalanya, tanda ia masih ingin di gendong appanya
"aniyaa, sama appa"
"arraso" sehun mengecup kening hana
Hana dan haowen adalah saudara kembar yang lahir, luhan melahirkan anak kembar saat hamil pertama kali itu, dengan baekhyun dan kyungsoo yang ikut membantu merawat luhan, saat sehun harus kerja. Baeksoo yang ikut berjasa. Terimakasih kepada mereka
"oh appa" itu pasti suara haowen saat melihat appanya sedang menggendong adik perempuannya. Haowen jelas berbeda dengan hana, ia mengikuti sifat sehun yang dingin. Haowen menghampiri appanya
"appa sudah pulang?"
"ya sayang, kau tak ingin memeluk appa?" ucap sehun saat melihat haowen langsung berusaha masuk ke dalam mobil tanpa memberikan pelukan kangen atau ciuman rindu. Tssk.. mungkin sehun menyesali dirinya yang terlalu dingin hingga haowen memiliki sifat sepertinya
"tak bisa, appa kan menggendong hana"
"hana turun dulu ya sayangg, appa ingin memeluk haowen appa juga"
"tak mauu, appa punya hanaa" ucap hana manja
"baiklah, ayo pulang yaa" haowen yang duduk didepan sedangkan hana dibelakang dan sehun yang mengemudi. Tapi sebelum berangkat, sehun langsung menarik haowen dan mencium kening haowen
"aigoo, appa rindu anak – anak appa" dan haowen hanya membalas pelukan appanya tanpa berkata apapun
"andwee, appa punya hanaa" dan lucunya hana yang berusaha memisahkan appa dan oppanya. Hingga sehun melepaskan pelukannya, ia mulai menjalankan kemudi mobilnya
"appa, apakah umma tau kalau appa sudah pulang?"
"aniyaa, tadi kang ahjussi mengatakan umma dirumah, makanya appa meminta kang ahjussi untuk tak menjemput kalian, biar appa yang jemput, bagaimana kalau kita beri umma dan ziyu kejutan?" hana dan haowen langsung tertarik dengan pertanyaan appanya dan mengangguk antusias
"kejutan apa appa?" tanya hana
"Lihat saja nanti eoh" dan dijawab anggukan oleh haowen dan hana
.
.
.
"nyonya luhaan" teriak kang ahjussi
"ada apa ahjussi?" luhan yang sedang menggendong ziyu yang berusaha terlelap
"nona hana dan tuan haowen tak ada, saya sudah berkeliling mencari mereka tapi saya tak menemukannya, maafkan saya, saya harus bagaimana ini?"
Luhan yang terkejut setengah mati langsung bergegas kekamar untuk mengganti pakaiannya dan ikut mencari haowen dan hana. Ia tak ingin terjadi sesuatu dengan anak – anaknya, bahkan ia terlalu bingung mengambil barang yang akan dibawanya hingga membangunkan ziyu yang sudah terlelap, bahkan ketika berlari, ziyu masih ada dalam gendongan luhan
Luhan berlari kedepan hingga ketika membuka pintu
"KEJUTANNNN!"
Luhan melihat hana yang membawa confetti, haowen yang membawa kue, sedangkan sehun membawa bunga, membuat luhan ingin merosotkan kakinya karena terlalu lemasnya mendengar berita tentang anaknya. Tapi luhan sadar kalau ziyu masih ada dalam gendongannya
"ummaa.. ayo tiup lilinnya, kuenya berat" ucap luhan membuyarkan pikirannya
Luhan yang berdoa lalu meniup kue yang dibawa oleh haowen, langsung mencium kening haowen dan hana sayang
"ayo masukk" ucap luhan, dan sehun yang merasa tak dihiraukan hanya memberenggut sebal. Istrinya tak memperdulikannya
"kau tak ingin menciumku?" ucap sehun
"nanti huun, tak untuk didepan anak – anak" ajak luhan masuk dan membuat sehun tersenyum senang. Luhan yang mendudukkan ziyu di meja makan karena terbangun akibat ulah hyung dan noonanya untuk ia tak menangis. Haowen dan hana yang juga ikut duduk. Sekarang luhan yang sedang berada didapur dan menyiapkan kue yang tadi dibeli oleh sehun hingga tiba – tiba sebuah tangan mengitari perutnya
"aku sangaat rindu padamuu"
"aku jugaa" saat luhan hendak membalikkan tubuhnya, sehun langsung menyambar bibir luhan, mereka berciuman sangat lama hingga teriakan hana dan ziyu membuat ciuman mereka terlepas
"ummaa, mana kuenyaa"
"mamamamama" dan haowen hanya diam menunggu umma dan appanya keluar dari dapur. Ziyu yang masih berumur tiga tahun itu sudah mulai bisa berjalan. Haowen dan hana berumur enam tahun
"kue datanggg" teriak luhan
Mereka menikmati kue yan dibeli oleh sehun, hingga suara hana memecahkan keheningan
"umma.. aku ingin kerumah yixing imo.."
"wae?"
"aku ingin bermain dengan joonyi unni" Yixing dan suho memiliki anak perempuan bernama joonyi yang usianya enam tahun sama seperti hana dan haowen, tapi hanya berbeda beberapa bulan lebih tua dari hana dan haowen
Yang sekarang, pasangan chanbaek, dan kaisoo juga menyusul hunhan menikah setelah dua tahun menjalin hubungan. Bahkan chanyeol, kai, baekhyun, dan kyungsoo sengaja membuat acara pernikahan mereka bersama. Dan semua itu tak luput dari bantuan sehun, luhan, yixing, dan suho. Sekarang baekhyun dan kyungsoo sudah berhenti bekerja dari cafe milik yixing dan memilih menjadi ibu rumah tangga seperti luhan.
Kyungsoo yang hamil duluan sebelum baekhyun, melahirkan anak laki – laki bernama jongsoo yang sekarang berumur empat tahun, dan kyungin yang sekarang berusia dua tahun. Sedangkan baekhyun hamil setelah satu tahun pernikahannya dengan chanyeol dan melahirkan anak bernama chanhyun yang berusia tiga tahun.
"arraso.. liburan nanti kita akan bermain kerumah yixing imo, dan umma akan mengajak kyungsoo imo dan baekhyun imo juga. Sekarang kalian mengganti seragam kalian dan ke kamar" hana dan haowen langsung patuh dan memasuki kamar, sedangkan ziyu masih menunggu ummanya karena sekarang ummanya berada dalam pelukan appanya
"aku hanya ingin mengucapkan maafkan semua kesalahku sebelumnya lu, aku tau dulu aku sangat kejam padamu, dan terima kasih juga dengan apa yang kau berikan selama ini. Kasih sayang, bahkan anak yang cantik dan ganteng untukku, makanya aku selalu berusaha mengucapkan syukur. Aku benar – benar mencintaimu oh luhan! Neomu saranghae!"
"aku juga hun, nado.. saranghae" luhan yang langsung memeluk sehun erat, bahkan sehun tak kalah erat hingga suara ziyu membuayarkan lovey dovey mereka
"mamamamam" ucap ziyu tanda ingin digendong, dan membuat pasangan hunhan ini tertawa melihat tingkah laku anak mereka ini
"aigoo anak umma ingin digendong eoh.." luhan langsung menghampiri ziyu dan menggendong ziyu ke dalam pelukannya. Ziyu yang hanya tertawa sambil menunjukkan dua giginya yang sudah tumbuh membuat luhan gemas dan menciumi ziyu. Sehun yang berjalan menuju luhan dan ziyu ikut bergabung berpelukan
.
.
.
SEQUEL ENDDDDDDD
Huaaaaaa finally aku bisa selesain inii.. ganyangkaa.. ya meskipun deadline ffnya selesainya 2 hari lagi tapi yang penting aku bikin sequelnyaa, soalnya emang aku ngerasa part hunhanya emang dikit banget seh jadi aku memang ada niatan buat sequel cuma wakitu itu ga janji takut deadlinenya ga nutut eh ternyata nutut waktunya wkwk.. huaa seneng bangettt.. nihh aku sudah buat full lovey dovey hunhann wkwkwk, semoga kalian semua suka yaa, ini semua yang bisa ku lakukan..
Oh iyaa, waktu kuliat review 185.. hmm tambah dong kalo bisa sampe 200 (ngarep) ya kan author newbie kalo review sampe 200 itu berasa kece wkwk, kalo gabisa juga gapapa sih.. dan aku juga mau bilang makasiih sekali lagi makasih buat kalian semua yang udah ngereview ff aku dan ingengit segala kekuranganku wkwk. Thanksssss semuanyaa. Saranghaeee
thanks buat reviewnya:
LisnaOhLu120, ruixi1, Arifahohse, Park chan hyun 614, Seravin509, Baby niz 137, Okta HunHan, laabaikands, rly, deerhanhuniie, Juna Oh, DEERHUN794, ysoplanit, laaluu94, Guest, ccdtksexoot12, BeibiEXOl, rikha-chan, Selenia Oh, anisaberliana94, Guest, robiatus18, Misslah, artiosh, ChanHunBaek, Re-Panda68, Yohannaemerald, Guest, rly, ramyoon, Lisasa Luhan, zoldyk, L, oh chaca, Ray KT KS CB, NoonaLu, hunnaxx, Light-B, Sherli898, NopwillineKaiSoo, luluhunhun, , kimaerinuna520 , Elisye Sihombing, guest, Amelia Xiaooh, oh ana7, deva94bubletea, karinaalysia2047, firdha arafah, nik4nik, tinywild, oh ana7, Oh Titan, Nurul999
Makasih semuanya buat review, favorite, follownya maaf gabisa kesebut satu-satu tapi beneran makasih semuanyaaa^^
