Mulai
Perhatian: Chapter ini mengandung OOC-ness dan tokoh-tokoh baru berduyun-duyun muncul, Warning: awas kilat!!!
Chapter 6: Inspeksi bulanan dan korset
Sepi.
Sepi.
Masih sepi.
Dari belakang atap pondok tiba-tiba muncul dua kepala, satu kucing dan yang satu lagi (seharusnya, sih) manusia.
"Nee, nee, Shinkouhyou. Kenapa kita ada di sini?"
"Shh, Kokutenko, shh. Tidakkah ini menarik? Si Putri Salju muncul dan akan tinggal dengan ketujuh penunggu pondok."
Lho? Darimana dia tahu kalau Yuukyou itu Putri Salju?
"Tentu saja karena aku telah mengikuti cerita ini sejak awal. Kalian hanya tak menyadarinya saja," kata Shinkouhyou. Apakah diantara anda sekalian ada yang merasa sebal padanya? Karena jawabanku adalah iya. "Tsk, tsk, tsk. Begitu mudahnya merasa sebal?"
Berhenti mengajak pembaca dan aku bicara!! Lakukan tugasmu, sana!!
"Anak muda jaman sekarang," gumam Shinkouhyou. "Baik, baik. Ehem. Pemirsa alias pembaca sekalian, biar saya jelaskan sedikit siapa saya di cerita ini. Nama saya Shinkouhyou, kucing besar itu peliharaan saya, namanya Kokutenko. Di cerita ini seharusnya saya yang menjadi narator, tetapi penulis cerita ini tidak setuju dan malah menjadikan saya sebagai figuran. Bila ada diantara anda sekalian yang ingin protes, silahkan protes pada penulis cerita ini. Sekian."
Eeeerr…. Dasar kakek-kakek delapan ribu tahun! Yang penting cepat lakukan tugasmu agar pembaca bisa tahu kelanjutan ceritanya!!
"Baik, baik, anak kecil tak sabaran. Nah, Kokutenko, kita berangkat."
Akhirnya si badut itu pergi juga! Lain kali kalo dia muncul lagi, ayo kita cuekin, biar tahu rasa!
Ehem. Sekarang, karena Yuukyou telah bertemu dengan para penunggu pondok, berarti seharusnya cobaan pertama akan segera datang. Oleh karena itu, mari kita lihat situasi istana terlarang di Chouka!
Dan harap menaikkan gak-jelas-mode dalam pikiran anda dulu sebelum membaca bagian di bawah ini!
"Jyoka, oh Jyoka. Siapakah manusia tercantik di dunia ini?"
"Yang mulia paduka Dakki adalah cantik, tetapi Putri Saljulah manusia tercantik di dunia ini," jawab si cermin di dinding.
"APPPUUUAAAAAAA?????? DIA KAN UDAH MATI!!!! KALO DIA MASIH HIDUP, TERUS YANG MATI PAKE PISAU DAPUR ITU, YANG MAYATNYA UDAH DIPULANGIN PAKE POS KILAT ITU, SIAPAAA????"
"Wanita itu ialah Kashi, istri Kou Hiko. Adapun Putri Salju sedang berada di pondok di Hutan Hukuman bersama ketujuh penunggu pondok, seorang penebang kayu, dan adik angkatnya," jawab Jyoka acuh tak acuh, berharap ada yang ingat untuk mengelap dirinya nanti, karena sekarang dia bener-bener basah kena semprot Dakki.
"Tujuh penunggu pondok?" Dakki terdiam dulu beberapa saat. Bila ada orang yang melihat seluruh perilakunya saat itu, orang itu pasti akan mengira Dakki gila atau berkepribadian ganda. Sedetik yang lalu teriak-teriak histeris, sekarang diam seribu bahasa sedang berpikir. Sudah gitu, berpikirnya cepet banget lagi!
"Oooooh," Dakki ber-oh ria. "Begitu, toh. Ufufufufu. Dekat sekali dengan kampung halaman! Baiklah, kurasa aku akan berkunjung ke sana sebentar!!! Tunggu saja Putri Salju, aku akan melenyapkanmu!!! OHOHOHOHOHOHOHOHOHOHOHOHOOO!!!"
"Tunggu dulu, Dakki!" Shinkouhyou tiba-tiba muncul!! "Menurutku bukan ide yang bagus bila kau pergi ke sana secara langsung. Lupakah kau pada mereka?"
"Shinkouhyou! Kebetulan sekali! Bagaimana kalau kau ikut membantuku kali ini?"
"Kau tak mendengarkan apa yang baru saja kukatakan ya? Dan aku tidak akan membantu siapapun, ingatlah itu."
"Onee-sama," Kijin tiba-tiba muncul entah dari mana!! "Bagaimana kalau aku saja yang pergi terlebih dahulu dengan menyamar menjadi penjual korset?"
"Baiklah, Kijin! Pergilah sekarang!!" teriak Dakki sementara Kijin keluar lewat jendela, padahal ruangan itu ada di lantai 8.
Yah, lupakan saja soal itu, yang pasti dia akan selamat dan muncul di chapter berikutnya. Satu-satunya yang aku masih belum mengerti adalah mengapa ia mau menjadi penjual korset? Mengapa dari triliunan macam benda yang bisa dijual ia malah memilih korset? Nggak ada yang lain apa??
"Baiklah, Dakki," Shinkouhyou naik ke atas kucing besarnya, "aku pergi dulu. Aku harus membeli popcorn dan cola untuk menemaniku menonton. Sampai jumpa!"
"Dadaaah! Dadaaah!!" Dakki melambai-lambaikan tangannya.
Setelah Shinkouhyou menghilang dari pandangan, Dakki menoleh ke arah Jyoka. Katanya, "Jyoka, oh, Jyoka. Kapankah si Putri Salju akan mati?"
"Mana kutahu, emang aku paranormal apa?" jawab Jyoka cuek.
Dakki siap dengan palu bertuliskan 500t di tangannya. Kibi muncul menyelamatkan keadaan! *BGS: Jrengjrengjrengjreng Jrengjrengjreng Jerererereng…!!!*
"Dakki-neesama, Dakki-neesama! Kalau marah-marah nanti cepat tua, loli! Nanti kulit wajah mengendur, muncul kantung mata, dan muncul kerutan-kerutan di wajah lho!"
Nah, sekarang selagi menunggu Kijin selesai membeli korset-korset yang akan dijualnya, mari kita kembali ke Hutan Hukuman.
Di Hutan Hukuman, Ketujuh Penunggu Pondok itu sedang… bekerja? Bekerja?? Bekerja???!!!
"Kalau tidak bekerja, jangan harap dapat makan!"
Yuukyou, dengan pecut di tangannya, mengawasi pekerjaan keenam penunggu pondok yang pemalas itu. Enam karena Roushi sama sekali tak butuh dan tak peduli pada makanan. Sepertinya Taikoubou telah ribuan kali mencoba mengeluarkan si pemalas itu dari Taida Suit demi mengenakan benda itu pada dirinya sendiri. Dan ribuan kali pula ia gagal.
Tenshou, di lain pihak, sedang membantu Nataku yang sama sekali tak bisa memotong kayu bakar. Bukichi sendiri sedang melakukan pekerjaan rutinnya, menebang pohon.
"Permisiii!" teriak seseorang. "Inspeksi bulanan!!"
Inspeksi bulanan? Kok aku nggak dibeitahu soal itu? Apaan tuh?
"Fufufufufu," Taiitsu Shinjin si fotogenik menoleh ke arah pembaca… "Inspeksi bulanan adalah inspeksi yang kami, Juunisen dari Konron lakukan sebulan sekali terhadap ketujuh penghuni Hutan Hukuman!"
Sejak kapan dia muncul?!
"Khukhukhu, menarik sekali Kokutenko," komentar Shinkouhyou dari atas atap rumah Yuukyou. "Ups, sebentar lagi Juutenkun juga akan datang."
Sejak kapan badut itu ada di situ??? Kenapa makhluk-makhluk itu selalu muncul tiba-tiba, sih??
"Inspeksi bulanan!" teriak seseorang lagi yang ternyata adalah pemimpin Juutenkun, bersama anggota lainnya di belakangnya.
Gyaaaaa!!! Apa ini?? 24 tokoh baru muncul dalam satu chapter??! (Shinkouhyou + Kokutenko + Juunisen + Juutenkun)
"Inspeksi bulanan?" tanya Yuukyou dengan aura gelap masih bergelayut di sekitarnya dan gunting rumput di tangannya karena baru saja ia berusaha membuat Youzen bekerja menggunting rumput dengan cara mengancam akan memotong rambut panjang si narsis dengan menggunakan gunting rumput.
"Be--betul…," Taiitsu Shinjin tertekan oleh aura gelap sang pemeran utama! *BGS: Plok plok plok plok!!* "Si--siapa anda?"
"Perkenalkan diri kalian dahulu!" teriak Yuukyou masih dalam Nyonya-besar-sedang-marah-mode. Taiitsu merinding saking kagetnya. Dokou Tenson si sennin mungil berteriak, menangis, dan sembunyi di belakang pohon ter-tidak-terlalu-dekat.
"Sa—saya Taiitsu Shinjin dari Juunisen! Di belakang saya adalah anggota Juunisen yang lain! Ka-kami datang untuk inspeksi bulanan pada me-mereka!!" teriak Taiitsu menunjuk ke arah Youzen yang masih meratapi rambutnya lalu ke arah Taikoubou yang masih berusaha membangunkan Roushi selagi Yuukyou sibuk mengurusi Youzen.
Yuukyou menatap Taikoubou sangar, yang ditatap kabur dan kembali menggembalakan domba. Terdengar samar suara seseorang tertawa dari atap rumah baru Yuukyou.
"Oh, begitu rupanya," kata Yuukyou tersenyum (dengan senyum bisnis yang sangat manis) ke arah para Juunisen dan Juutenkun yang sedari tadi hanya menonton dengan sweatdrops terpampang jelas di kepala mereka. "Mohon maafkan ketidak sopanan saya barusan. Silahkan melakukan inspeksi anda sekalian. Dan Youzen, tolong siapkan teh untuk 23 orang!"
Sementara Youzen berjalan masuk ke pondok dengan lunglai, Juunisen mulai berkeliling dan baru diikuti Juutenkun setelah beberapa menit karena mereka harus menunggu ketua mereka berhenti tertawa histeris setelah melihat Youzen barusan.
Pemberhentian pertama: Tempat memotong kayu bakar.
Taiitsu menangis terharu melihat Nataku berusaha bekerja. Berusaha, karena sampai saat ini masih nggak bisa. Walau begitu Tenshou adalah anak yang sabar dan terus mengajari dan menyemangati Nataku. Sepertinya Tenshou malah lebih dekat dengan Nataku daripada dengan Tenka….
Pemberhentian kedua: Penggalian sumur baru.
Juunisen dan beberapa anggota Juutenkun menganga melihat Tenka menggali sumur dengan kecepatan 280 km/jam. Doutoku yang terharu melihat muridnya bekerja keras memberi semangat pada Tenka dari pinggir sumur. Tapi sepertinya Tenka tak menyadari kehadiran para inspektur itu (orang yang melakukan inspeksi itu disebut inspektur kan? Iya kan? Eh, salah ya?) dan tetap melanjutkan pekerjaannya, berharap menemukan emas atau permata dari galiannya.
Pemberhentian ketiga: Taman Sumber Persik.
Raishinshi dan Ki Hatsu sedang berusaha setengah mati untuk bekerja dan tak bertengkar. Sepertinya keberadaan Yuukyou benar-benar mempengaruhi mereka. Dan semua orang pasti sudah tahu jawaban mengapa Taikoubou tak akan pernah diijinkan bekerja di taman.
Pemberhentian keempat: Taida suit.
Roushi masih tetap tidur seperti biasanya, para inspektur hanya melewatinya karena percuma saja berusaha membangunkannya.
Pemberhentian kelima: Peternakan domba.
Taikoubou, dengan cara tertawanya yang gila seperti biasa, mencukur bulu domba seperti orang sarap. Dari jauh, Juunisen menonton dengan melongo, begitu pula Juutenkun selain ketuanya, Outenkun, karena dia ikut tertawa seperti orang gila menonton kembarannya.
Eh, kembaran?
APAAAA??
Ups, ya, begitulah.
Oooooh.
Ehem.
Sekarang, mari kita kembali ke pondok dan meilhat apa yang terjadi pada Youzen.
Di ujung ruangan, jauh dari pintu dan jendela, sesosok kurus pucat sedang menuang teh sambil meratapi nasibnya.
"Mengapa harus aku? Mengapa harus aku? Oh rambutku yang malang, yang indah, yang lembut, yang halus, yang panjang, yang bersinar, yang rapi, yang modis, yang keren, yang cantik, yang cakep, yang harum, tadi begitu dekatnya dengan gunting rumput. Huhuhuu…"
Tiba-tiba pintu digebrak oleh Outenkun yang kembali tertawa seperti orang sarap melihat Youzen yang seperti mayat hidup.
"Youzen…," panggil seseorang.
Youzen pun menoleh dan dengan mata berkaca-kaca ia berteriak, "Guruuuuu!!" dan berlari ke arah pria itu.
Ialah Gyokutei Shinjin dari Konron, guru Youzen. Slow motion…. Detik demi detik berlalu dalam slow mode, kenangan demi kenangan pun bermunculan bagai gelembung sabun.
Teringat dulu mereka berlatih keras di gunung….
Teringat dulu mereka berlatih kung fu di dojo….
Teringat dulu mereka shopping bersama….
Teringat dulu mereka ke sauna bersama….
Teringat dulu mereka ke salon bersama….
Teringat dulu mereka manicure, pedicure, dan creambath bersama….
Teringat dulu mereka (Woooi!!! Kapan selesainyaa???)
Mereka pun berpelukan ala tele(pon) (i)tu bis, menyebabkan banyak anggota Juutenkun banyak yang mau muntah, malah ada yang sudah muntah.
"Maaf, guruuuu…," Youzen menangis-nangis dengan sangat tidak jelas.
Gyokutei tersenyum lembut lalu menyentuh wajah muridnya dengan begitu lembutnya sampai menyisakan bekas merah dan suara yang sangat amat keras.
Tak lupa suara teriakan Youzen: AAAAAAAWWW!!!!
Gyokutei masih tersenyum sementara Juunisen lainnya bengong memelototinya.
"Guru!! Apa yang guru lakukan padaku?? Wajahku yang cantik ini!! Tidaaak!! Ada luka di wajahku yang rupawan, yang indah, yang cantik, yang cakep, yang lembut, yang tampan, yang keren, yang banyak penggemarnya ini!!!! Bagaimana aku bisa melanjutkan hiduup??!!!"
Para Juutenkun dan Juunisen minus Gyokutei terbengong menatap Youzen.
"Ternyata kau masih belum bertobat, " Gyokutei menghela nafas lalu berbalik menatap anggota Juunisen yang lain, mengisyaratkan untuk pulang sementara Youzen masih menangis-nangis gaje meratapi wajahnya. Sebelum mereka keluar pondok, Gyokutei berbicara lagi. Katanya, "Hari ini adalah hari 'itu'. Jangan membuat terlalu banyak masalah tahun ini, mengerti?"
Lalu mereka keluar pondok dan kembali ke Konron.
Outenkun yang akhirnya merasa bosan memutuskan untuk menyuruh Juutenkun pulang duluan karena ia ingin 'bicara' dengan kembarannya yang sama sekali nggak mirip dilihat dari sudut manapun.
"Dan berakhirlah episode inspeksi bulanan kali ini," kata Shinkouhyou yang tiba-tiba saja sudah ada di depan kamera menatap anda sekalian…. "Bagaimana nasib Putri Salju selanjutnya? Apa yang akan terjadi ketika Kijin datang? Dan apa yang dimaksud dengan hari 'itu'? Nantikan di chapter selanjutnya! Fufufufufufufufu."
"Shinkouhyou…," Kokutenko si kucing menatap majikannya, "kau benar-benar kurang kerjaan…."
Continuará
Catatan:
Houshin Engi adalah milik Fujisaki Ryu.
Ngomong-ngomong, continuará itu artinya bersambung dalam bahasa Spanyol.
Lanjutan sebelum bersambung:
"Youzen…," panggil Yuukyou. Yang dipanggil menoleh dan mendengar ini ditujukan padanya: "Karena mereka yang seharusnya minum semua teh itu sudah pergi, kau harus meminum semua teh yang sudah kamu buat kecuali bagianku."
Youzen melanjutkan acara tangisnya.
