Tittle :
About our memories
Main Cast :
Lee (Cho) Sungmin
Cho Kyuhyun
Other Cast :
Kim Kibum, Kim Ryewook, Lee Hyuk Jae, Kim (Cho) Heechul, Choi Siwon, Lee Dong Hae, Kim Jongwoon(Yesung), Kim Jungmo, (Soe) Victoria Song, Seo Joo Hyun, Choi Minho, Kwon Ji Young(GD), Choi Seung Hyun(TOP), Kim Taemin, Kim Jaejoong, Kim Junsu
Rating :
T
Genre :
Romance/Hurt, Drama
Warning :
GS, Typo(S), Full Flas Back, Song Fic
Summary :
Apa yang harus dilakukan kyuhyun sekarang, jika semua orang memintanya untuk menyerah dan mulai merelakan sungmin pergi untuk selamanya dari sisi hidupnya. "Apa aku ini egois Ming ? aku hanya ingin mempertahankan mu." Mampukah kyuhyun berpegang teguh dalam keputusannya sedangkan ia terus merasakan kesakitan didalam hatinya.
Catatan : Tulisan yang bergaris miring dan mempunyai keterangan waktu, itu berarti isi dari diary Sungmin.
Song by :
Taeyeon & Sunny – Its Love
.
.
Happy Reading
.
.
Hampir sepanjang perjalanan menuju apartemen mereka, zhoumi terus saja merancau tak jelas memprotes tentang pernyataan eunhyuk mengenai status pertunangan mereka. Dan tentu saja eunhyuk tak begitu memperdulikan protesan namja berambut merah tersebut dan lebih memilih merebahkan diri diatas sofa nyamannya sambil sejenak memejamkan matanya.
Zhoumi sejenak menghela nafas beratnya melihat kelakuan yoeja didepannya tersebut. "YA ! kau dengar tidak eoh ?"
Eunhyuk yang sedikit risih mendengar rengekan zhoumi pun akhirnya membuka matanya dan dengar tidak peduli ia kemudian melengoskan pandangannya dan meringkukkan badannya kesamping. "Ahh~ aku lelah, aku ingin tidur."
"Aishh..jinjja ! Aku ingin sekali membunuh mu !"
"Bunuh saja ! Mungkin mati sekarang lebih baik." Tantang eunhyuk dengan tetap mempertahankan posisinya sambil memjamkan matanya tanpa menatap zhoumi yang terlihat mulai jengkel luar biasa padanya.
"Arrggg…! Kau benar-benar membuat ku gila hyukie." Geram zhoumi sebelum benar-benar meninggalkan eunhyuk sendiri disofa ruang tamu mereka dan melenggang memasuki kamarnya.
Blammmmmm…
Suara keras dentuman pintu kamar zhoumi cukup membuat mata eunhyuk terbuka secara perlahan. Dengan langkah tertatih dan pandangan kosongnya, eunhyuk mulai berjalan menuju balkon apartemennya. Gadis bertubuh kurus tersebut mulai memejamkan matanya kembali saat terpaan angin malam menyambut kulit dan rambutnya.
Eunhyuk menghela nafas beratnya sebelum mata kosongnya menatap senduh kearah langit gelap tak berbintang malam ini. Pikirannya mulai menerawang kembali kemasa lalunya saat bersama cinta pertamanya tersebut.
Flasback ON
Gadis berambut hitam legam tersebut tak henti-hentinya menampakan seringaiannya kala menatap yoeja berambut blonde yang tengah menampakan gummy smilenya menatap iphone ditangannya.
'Jika aku hanya dianggap mainannya saja, maka kau juga harus sama seperti ku !' Didalam hati yoeja berambut coklat tersebut mulai bersumpah serapah terhadap eunhyuk.
Dengan langkah penuh percaya diri bak model, jesicca mulai menghampiri eunhyuk yang tengah duduk dibangkunya sendiri dan menempatkan dirinya duduk berhadapan dengan yoeja pecinta buah pisang tersebut.
Sebisa mungkin jesicca menampakan senyuman terbaiknya. "Annyeong." Sapanya dihadapan eunhyuk.
Sontak eunhyuk mendongakan kepalanya mencari sumber suara yang tengah menyapanya. "Eh~? Jesicca~ssi ?"
"Ne, maaf membuat mu kaget."
"Ahh~tidak-tidak. Tidak apa" Sesal eunhyuk setelah melihat jesicca yang terlihat bersalah dan tentu saja ia tak tahu jika wajah tersebut penuh dengan kepalsuan. "Eumm..ada apa ya ?"
"Ahh~itu. Aku hanya ingin sedikit mengobrol dengan mu saja. Boleh ?"
"N-ne. Tentu saja boleh." Euhyuk sedikit merasa gugup, walau mereka satu kelas namun ia memang tak begitu akrab dengan yoeja berwajah cantik tersebut ditambah lagi status jesicca yang notabennya adalah mantan kekasih eunhyuk yang sekarang, dan itu membuat eunhyuk sedikit merasa tak nyaman berbicara dengan yoeja didepannya tersebut.
"Kenapa kau terlihat gugup seperti itu eunhyuk~ssi ? Apa karena aku mantan kekasih mu yang sekarang eoh ?" Sekali lagi jesicca memanfaatkan paras cantiknya agar terlihat begitu menyedihkan dihadapan eunhyuk.
"Ahh~tentu saja tidak." Dusta eunhyuk. "Itu kan hanya masa lalu, dan itu tak masalah bukan ?" Sungguh seperti menjadi pendusta terhadap dirinya sendiri saat ini yang dirasakan eunhyuk. Tentu saja itu masalah baginya, mengingat jesicca adalah termasuk salah satu yoeja berarti dalam hidup donghae dulu dan ia takut donghae masih memiliki rasa terhadap jesicca.
Jesicca sedikit menampaka seringaiannya kala merasa eunhyuk mulai terbawa jalur ceritannya. "Eumm tentu saja. Eunhyuk~ssi, sebenarnya aku tidak bermaksud apa-apa. Keuronde, jika aku tidak memberitahu mu, maka aku akan semakin bersalah mengingat kita sesama yoeja. Sebernarnya donghae itu…"
Belum sempat jesicca melanjutkan perkataannya, dengan wajah penuh keyakinan eunhyuk mencela perkataannya. "Aku percaya donghae sudah berubah sekarang."
Jesicca manatap tak percaya atas perkataan eunhyuk, namun ia juga tak hilang akal untuk tetap menghasut pikiran eunhyuk. "Nde, geuare. Dia memang sedikit berubah sekarang. Setidaknya dengan mu dia bisa bertahan sampai Tiga bulan. Keuronde, kau tidak mendengar isu-isu itu ?"
Eunhyuk sedikit mengerutkan dahinya tak mengerti maksud dari perkataan yoeja didepannya tersebut. "Apa maksud mu ?"
"Ahh~benar-benar tidak tahu ya ? Kudengar, akhir-akhir ini donghae dekat dengan sekertaris osis. Dia bahkan teman sekelas kita sendiri, KIM RYEWOOK."
"Di-dia..dia hanya sekertaris osis, wajar saja jika donghae dekat dengannya. Donghae kan wakil osis ?" Sebenarnya eunhyuk tak memungkiri bahwa dirinya memang sering cemburu karena kedekatan donghae dan kim ryewook, namun donghaenya selalu saja dapat menyakinkannya bahwa diantara mereka memang tak memiliki hubungan apapun selain urusan osis.
"Benarkah ? Benarkah kau percaya ? Jangan naïf eunhyuk~ssi, bahkan kau tahu bukan jika donghae itu seorang playboy. Apa kau tidak merasa aneh, kenapa donghae belum saja memutuskan mu ?" jesicca menatap sinis kearah eunhyuk yang nampak begitu naïf dihadapannya untuk saat ini.
"Mwo ? Apa maksud perkataan mu eoh ?"
"Dia mendekati ku sebelum mendapatkan mu. Dan itu tak menutup kemungkinan dia mendekati mu sebelum ia berhasil mendapatkan ryewook. Kau tidak merasa jika kita seperti batu loncatan bagi donghae karena…Aku merasa cinta donghae juga seperti itu…" mata jesicca mulai berkaca-kaca sambil menatap kosong sembarang sebelum menatap eunhyuk dalam.
Bahkan eunhyuk tak dapat berkata-kata lagi setelah menatap mata senduh jesicca.
"Ahh~sepertinya aku terlalu banyak bicara yah ? kau tidak percaya juga tidak apa-apa. Keuronde, disini sakit sekali eunhyuk~ssi." Jesicca mencoba mejelaskan dibagian mana ia meraskan sakit begitu dalam sambil meremasnya. "Dan kurasa, cukup hanya aku saja yang merasakannya. Aku pergi.."
Baru pertama kalinya eunhyuk merasa perkataan jesicca begitu tulus walaupun tersirat akan kebenciannya terhadap donghae. Bahkan ia memang tak mempunyai kata-kata lagi untuk sekedar membela namjachingunya sendiri. Mungkin ada benarnya perkataan jesicca, ia memang terlalu naïf mengingat donghae merupakan cinta pertamanya.
.
.
Hari demi hari setelah percakapan antara dirinya dan jesicca membuatnya semakin over protectif atas tindak tanduk donghae selama ini. Dan tentu saja, donghae sedikit risih mengingat ia memang tak begitu suka jika dirinya diatur dan sikap cemburuan eunhyuk yang semakin menjadi-jadi.
Donghae memang sempat senang jika eunhyuknya cemburu terhadap dirinya, namun lama kelamaan dirinya begitu sedikit kesal mendapati tingkah cemburuan eunhyuk yang semakin menjadi-jadi.
Seperti saat ini, saat dirinya dan beberapa teman namjanya yang lain tengah berlatih bermain basket dan yah tak dapat dipungkiri bahwa karismnya nampak terpancar dari luar hingga membuat beberapa yoeja yang melihatnya pun berteriak histeris.
Baru saja donghae ingin melemparkan senyuman mautnya dihapadan para yoeja tersebut namun senyumannya luntur begitu saja kala mata jernihnya menangkap sosok yoeja blonde yang tengah menyilangkang tangannya diatas dadanya dengan angkuh. Mata yoeja tersebut bagaikan ancaman bagi donghae yang penuh isyarat akan 'Kau senyum, Kau mati !'.
Setelah acara berlatih basket usai, akhirnya donghae terpaksa menjauhkan dirinya dari para yoeja yang bermaksud mengeluh-eluhkannya dan lebih memilih langsung membersihkan dirinya diruang ganti. Berbeda sekali dari dirinya sebelumnya. Yah, sebelumnya ia begitu antusias menebarkan pesonanya kala para yoeja tersebut mulai mendekatinya terlebih dahulu. Kini jauh sangat berbeda dari sebelumnya bukan, namun ia tak menyesalinya jika ia dapat melihat terus senyum dari eunhyuknya dan tak membuat eunhyuk cemburu lagi.
"Hyung, tumben sekali kau tidak tebar pesona eoh ?" Kyuhyun menepuk bahu donghae begitu selesai dari acara mandinya dan berusaha mengajak bicara dongahe yang terlihat melamun dibangku.
Donghae sedikit tersentak mendapati kyuhyun yang tiba-tiba saja barada dihadapannya. "YA ! kau ingin melihat ku dikuliti hidup-hidup oleh eunhyuk ?"
"Kurasa ide itu tak buruk."
"Tsk. Setelah menjadi arwah, giliran ku yang akan membunuh mu evilkyu !"
"Aishh…kau sensitive sekali hyung ?"
"Sudahlah~"
Kyuhyun tak lagi menghiraukan ucapan donghae dan lebih memilih memasukan barang-barangnya didalam ransel bermerk-nya. Namun ia baru teringat jika ada suatu hal yang ia hendak pertanyakan dihadapan hyung ikannya tersebut. "Hyung, kau mengganti nomer ponsel mu eoh ?"
"Ye ? Aniya, wae ?"
"Hnn..? Tapi kenapa kemarin malam saat aku menelponmu, nomer mu tak aktif ya ?"
"Jongmalyo ? Aneh, tapi kuarasa kemarin handphone ku menyala seharian."
Dongahe juga memang merasa sedekit aneh terhapad handphonenya sendiri. Mengingat hampir seharian penuh ia tak mendapti pesan ataupun panggilan dari yoeja penggemarnnya. Bahkan pesan dari ryewook tentang rapat penting yang diadakan tadi pagi pun ia tak mendapatkannya padahal yoeja tersebut memang tak pernah absen dalam menyampaikan pesan jika itu mengenai urusan osis terhadapnya.
Berbagai praduga mulai memenuhi otak kecilnya mengingat sesuatu namun iae langsung menepis praduga tersebut jauh-jauh dalam otaknya. "Mungkinkah ?" gumamnya tak jelas.
"Ye ?"
Donghae pun tak menghiraukan pertanyaan kyuhyun dan lebih memilih meraih ponselnya yang berada didalam loker yang kemudian mengutak atiknya. Donghae sedikit terkejut melihat isi phonselnya saat ini, bagaimana bisa semua kontak dalam phonselnya terhapus dan hanya menyisakan nomer eunhyuk dan rumahnya saja. Dengan sedikit ragu, donghae mencoba memastikan satu hal lagi dan mulai mengetikan beberapa nomer dalam phonselnya dan menekan tombol 'call'.
Beberapa saat handphone dalam saku celana kyuhyun pun berdering menandakan seseorang tengah memanggilnya. Kyuhyun sedikit mengerutkan dahinya melihat nomer asing masuk dalam panggilan phonselnya dan menatap tak percaya donghae yang tengah meletakan phonselnya berada tepat pada telinganya sendiri.
"Aishhh kau pendusta hyung. Kau bil…."
Belum sempat kyuhyun melanjutkan kata-katanya, donghae lebih dulu meninggalkannya. Bahkan wajah donghae terlihat begitu mengerikan saat ini bagi kyuhyun. Terlihat sekali bahwa namja penyuka ikan tersebut tengah menahan amarahnya sampai kyuhyun bergidig ngeri melihatnya.
Baru saja donghae ingin mencari yoeja tersebut, namun yoeja tersebut ternyata lebih dahulu menghampirinya dengan gummy smilenya yang khas mengiringi wajahnya. "Hae~ahh aku membelikan mu minuman. Taraaaaaaaa…ihihihi" yoeja tersebut kemudian menyerahkan sebotol air mineral kehadapan donghae.
Donghae tak menggubrisnya dan bahkan ia menepis air tersebut dari hadapannya. "Aku tidak haus." Ujarnya dingin.
"Apa yang kau katakan eoh ? Bagaimana bisa tak haus ? Setelah berolahraga, tentu saja kau harus minum. Cairan dalam tubuh mu kan mulai habis." Tak hilang akal, eunhyuk bahkan membukakan penutup botol air mineral tersebut dan kemudian ia kembali menyodorkan lagi kehadapan donghae secara paksa.
Secara refleks donghae menepis lagi botol air mineral tersebut hinggal botol tersebut jatuh kedasar lantai kayu dan membuat air dalam botol tersebut tumpah memenuhi lantai tersebut. Eunhyuk sedikit tersentak atas perlakuan donghae dan menatap tak percaya.
"Sudah kubilang, aku tidak haus kan !" ujar donghae pelan, ia merasa sedikit menyesal berbuat agak sedikit kasar dihadapan yoejachingunya sendiri itu.
Beberapa orang yang tengah duduk bersantai dibangku penonton pun mulai menoleh melihat pertengkaran haehyuk secara live. Saat ini, dongahe dan eunhyuk memang masih berada didalam aula tempat berlatih donghae tadi. Jadi jangan salahkan orang lain jika banyak orang yang menyaksikan pertengkaran mereka. Salahkan saja donghae dan eunhyuk yang tak tau tempat jika ingin bertengkar.
"K-kkau itu kenapa eoh ?" Dengan susah payah eunhyuk mencoba menormalkan nada bicaranya.
"Seharusnya aku yang berkata seperti itu pada mu. Kau yang kenapa eoh ?" donghae kembali bersikap dingin.
"Mwo ?"
"Tsk. Kau mulai menyebalkan sekarang." Donghae tak ingin lagi berbelit-belit, dan mulai menyerahkan phonsel miliknya kehadapan eunhyuk.
"Ne ?"
"Ini, jangan bilang bukan kau yang mengganti nomer phonsel ku ?"
"Ahh ? I-iitu.." eunhyuk mengigit keras bibir bawahnya dan gugup setengah mati. Didalam hati, ia memang mengakui bahwa ialah pelaku yang mengganti nomer phonsel donghae secara diam-diam kemarin. Ia hanya bisa menunduk, merasa takut karena donghaenya sekarang benar-benar bukanlah seperti donghaenya yang seperti biasanya.
"JAWAB AKU !" dongahe yang kesal pun, tanpa sadar meninggikan suaranya dihadapan eunhyuk dan membuat sang yoeja kaget bukan main mendongkan matanya melihat donghae yang terlihat kacau sekarang hanya gara-gara masalah nomer phonselnya.
"Hhh-hhae~ah…"
"Ya Tuhan….aku tidak tahu lagi harus bagaimana lagi menghadapi sikap kekanak-kanakan mu itu. Aku benar-benar tidak tahan." Donghae mengeram frustasi sambil menjambak rambutnya.
Mata eunhyuk sedikit berkaca-kaca setelah mendengar keluhan donghae yang begitu menusuk hatinya. Untuk yang pertama kalinya eunhyuk melihat donghaenya yang begitu marah besar terhadap dirinya hanya karena masalah sepele menurutnya.
"Hhhae~ah kenapa kau berbicara begitu ?"
"Sebenarnya apa yang ada dalam pikiran mu itu eoh ?" donghae tak menjawab pertanyaan eunhyuk dan lebih memilih memberikan pertanyaan baru kembali. "Aku benar-benar tidak mengerti hyukie."
"…"
Donghae sedikit mengela nafas kasarnya mendapati sikap eunhyuk yang tak menggubrisnya dan terus menundukan kepalanya. "Aku benar-benar lelah jika seperti ini terus"
Eunhyuk mendelik tak suka kearah donghae, ia merasa kata-kata donghae syarat akan kebosanan dan seperti ingin mengakhiri hubungan mereka. "Nde…aku yang mengganti nomer phonsel mu, aku juga memang kekanak-kanakan dan tidak seperti ryewook itu. Kalau begitu kita berhenti saja jika kau lelah."
Donghae tak pernah menyangka jika eunhyuk akan meladeni semua kata-katanya. Ia benar-benar merutuki mulutnya yang sembarangan saja ketika tersulut emosi. Karena jujur saja, ia tak pernah ingin mengakhiri hubungan mereka. Ia terlalu mencintai gadis hiper aktif tersebut.
"M-mmwo ?"
"Ternyata benar, sekali jahat tetap saja jahat, sekali playboy tetap saja playboy. Kau tidak akan pernah berubah."
"Aku tidak seperti eunhyuk~ahh. Kenapa kau sama sekali tak percaya pada ku." Donghae yang merasa tak terima akhirnya memprotes ucapan eunhyuk. Jujur saja, dirinya memang sedikit berubah semenjak berhubungan dengan eunhyuk. Dan hanya eunhyuk saja yang bisa membuatnya seperti itu. Namun eunhyuk tak begitu mudah percaya terhadap dirinya hingga selalu berprasangka buruk terhadap dirinya dan selalu menuduhnya bermain hati dibelakangnya.
"Ani, kau memang seperti itu hae~ahh."
"Baik, terserah kau ! aku muak atas semua tuduhan mu itu. Cari saja namja yang lebih baik dari ku, dan hiduplah lebih baik lagi." akhrinya donghae pun terpancing emosi dan semakin menantang ucapan eunhyuk.
"Nde, pasti akan ku lakukan."
Hati keduanya seolah mencelos setelah mengatakan dan mendengarkan kata-kata yang yang sama sekali tak ingin mereka dengar. Namun seolah tertutup oleh keegoisan masing-masing hingga dari salah satu dari mereka tak ingin mengalah sama sekali.
"Cih~ternyata ini lebih mudah dari dugaan ku. Ternyata mudah sekali mempengaruhi mu ya eunhyuk~ssi." Jessica, salah satu penoton haehyuk live tersebut nampak menyeringai puas melihat adegan perpisahan sepasang kekasih tersebut didepan matanya sambil berdiri angkuh.
Flasback OFF
.
.
~About our memories~
.
.
Kyuhyun menggeram frustasi melihat beberapa tumpukan berkas didepan matanya yang seolah tak pernah habisnya walaupun sudah ia kerjakan semalam suntuk. Ia bahkan tak menyempatkan untuk pulang kerumah semenjak kepulangannya dari pesta pernikahan nickhun dan Victoria.
Ia lebih memilih menyibukan diri dengan setumpuk berkas dihadapanya dari pada ia harus pulang dengan lebam diwajahnya dan itu akan semakin membuat eommanya bertambah khawatir.
Pikirannya tak pernah fokus walaupun sudah berkali-kali ia membaca berkas tersebut secara berulang-ulang. Entah kenapa pikirannya selalu teringat akan ucapan jungmo kemarin. Sebenarnya ia masih ragu harus menemui jungmo atau tidak. Namun ia benar-benar penasaran tetapi egonya juga mengatakan bahwa ia tak harus mendegarkan apapun lagi.
"Akgghhh…sial !" Umpatnya entah pada siapa sambil menjambak prustasi rambutnya.
Matanya melirik arah jam dinding ruangannya yang menunjukan angka 16.45. Runtuh semua rasa egonya dan lebih memilih menemui jungmo dari pada harus mati penasaran kelak. Ia menyambar jas hitamnya dan mulai melenggang meninggalkan ruangannya.
"Ajjushi, antarkan aku ke café seperti biasanya." Titahnya pada supir pribadinya semenjak kecil. Kyuhyun memang tak pernah mau belajar untuk mengendarai mobil mewahnya sendiri walaupun sudah cukup berumur. Ia selalu berkilah dengan alasan 'Aku punya uang, jadi untuk apa bersusah-suah'
Pria paruh baya tersebut hanya mengangguk hormat sebelum menjalankan ferrari hitam tersebut. "Baik tuan."
Sepanjang perjalanan yang dilakukan kyuhyun hanyalah memandang keluar kaca mobilnya. Tak banyak tontonan yang bisa ia lihat selain mobil dan beberapa kendaraan yang berlalu lalang. Sampai matanya menemukan sebuah layar LCD besar yang tertempel disebuah gedung besar. Matanya menyimpit saat melihat beberapa namja yang cukup ia kenal dulu sekarang terpampang jelas di LCD yang berukuran besar tersebut.
Kim ajjushi yang melihat perubahan ekspresi kyuhyun dari kaca spion depan mobil tersebut pun menyunggingkan senyumnya kala ia ikut melihat apa yang telah membuat majikannya tersebut nampak sibuk. "Bigbang ?hah~ bukankah nyonya sungmin sangat menyukai band tersebut tuan?" Kim ajjushi mencoba membuka pembicaraan diantara mereka. Kyuhyun yang dulu dan sekarang sangatlah berbeda. Biasanya kyuhyun begitu sangat cerewet dan selalu bergumam atau mengumpat saat berada didalam mobil, namun kini ia tak lagi seperti itu dan itu membuat kim ajjushi merasa sedih karena kehilangan sosok majikan kecilnya yang cerewet dulu.
Kyuhyun tersenyum miris "Nde, dia sangat suka."
"Hahah saya jadi ingat dulu ketika nyonya ingin sekali menonton konser bigbang dan tuan melarang beliau. Nyonya tampak sangat kesal sekali waktu itu"
"Ah ? lalu apa dia tetap pergi ajjushi ?" kyuhyun ingat sekali, dulu saat bigbang benar-benar berada dimasa kejayaannya dulu, sungmin ingin sekali menonton konser jiyoung dan yang lainnya. Namun ia tak mengijinkan sungmin sama sekali untuk menontonya.
"Ani, nyonya hanya kesal saja tetapi dia tak pergi tuan."
"Sudah kuduga.." gumam kyuhyun. Kyuhyun memang tahu jika sungmin takan melakukan apapun tanpa seijinnya.
Kyuhyun kembali teringat dulu saat ia dan sungmin pernah menonton konser perdana bigbang saat masa High school dulu. Disaat bigbang tak terlalu terkenal saat seperti sekarang. Bermodalkan tiket gratis yang berasal dari jiyoung, kyuhyun memaksa ikut menontong konser tersebut bersama sungmin. Kyuhyun memang takan membiarkan sungminnya berdekatan dengan namja lainnya lebih lagi itu jiyoung dan seung hyun yang terlihat lebih agresif mendekati sungmin.
Mungkin sungmin dulu tak begitu tahu jika jiyoung dan seung hyun ternyata memiliki suara yang begitu khas, hingga saat melihat dan mendengar suara mereka langsung. Pada saat itu pula ia bertekad akan menjadi fans paling spesial bigbang karena mungkin ia tak lagi menjadi nomer petama.
Tanpa terasa kyuhyun menyunggingkan senyumannya kala mengingat saat-saat tersebut. Beberapa detik ia tersenyum namun kemudian senyuman tersebut bak uap saja tiba-tiba menghilang kala otaknya mengingat kembali percakapannya dengan sungmin dulu ketika selasai menonton konser bigbang.
Dulu ketika ia dan sungmin berjalan menyusuri jalanan seusai menonton konser, mereka atau lebih tepatnya sungmin begitu tertegun melihat antusias parade princess yang diadakan dijalanan tersebut. Beberapa tokoh princess pun muncul menghiasi parade tersebut, mulai dari tokoh Cinderella, Belle, Putri salju dan yang lainnya memenuhi jalanan.
'Kau berharap menjadi salah satu dari mereka ?'
'Putri tidur, kau tahu ?'
'Berpikirlah rasional lee sungmin, setidaknya dia memiliki standar kecantikan yang tinggi. Dan kau ? Tidak memiliki itu.'
'Tak cantik juga tak apa, tapi aku berharap seperti putri tidur saja saat ini. Setidaknya ketika aku terbangun aku bisa melihat lagi senyuman kedua orang tua ku. Dan aku berharap mereka akan berkata 'semuanya baik-baik saja chagi, kau hanya bermimpi' ketika aku terbangun dari tidur ku'
'Shireo ! Jika ini hanya mimpi, aku takan menjadi tokoh pangeran tersebut dan hanya akan menjadi salah satu bunga tidur mu saja dan aku benci jika tak menjadi tokoh utamanya.'
'Kalau begitu Pergilah, jangan menjadi bunga tidur ku lagi.'
.
.
~About our memories~
.
.
Menemukan jungmo diantara beberapa pelanggang kafe yesung bukanlah hal sulit lagi bagi kyuhyun mengingat kafe yesung yang terlihat begitu transparan dari luar. Dengan langkah pastinya, ia menghampiri namja jangkung yang terlihat sedang menyesap kopinya dengan tenang.
"Pastikan apa yang akan kau sampaikan itu penting. Aku tak ingin membuang waktu berharga ku demi mendengarkan sesuatu yang tak berguna dari mulut mu."
Jungmo tersenyum sinis mendapati sikap kyuhyun yang terlihat begitu ketara sangat tak menyukainya. "Tsk. Dan kau fikir aku suka berlama-lama dengan mu. Ini..ku pikir, sekarang memberitahukannya padamu juga takan ada gunanya lagi, keoronde…" jungmo menyodorkan sebuah amplop coklat kedepan kyuhyun.
Kyuhyun tak langsung mengampil amplop tersebut dan lebih memilih menatap menyelidik amplop tersebut. Jungmo memutar malas bola matanya dan seakan tahu pertanyaan apa yang akan dilontarkan kyuhyun. "Itu..berisi catatan medis tentang sungmin."
"Mwo ?" Kyuhyun membulatkan matanya, ia begitu terkejut mendapati catatan medis tentang sungminnya karena ia tahu jika selama ini sungmin tak pernah mengeluhkan apapun kepadanya saat mereka masih bersama. Ia kemudian meraih amplop tersebut dan mulai membuka tali sampul amplop tersebut dengan tidak sabar. Matanya begitu meneliti setiap huruf hangul dan beberapa tulisan English yang tertera dibeberapa lebar kertas tersebut. "Bagaimana bisa ?" gumamnya tak jelas.
Kyuhyun memang tahu jika jungmo memanglah dokter psikiater, namun ia tak pernah tahu jika sungmin menjadi salah satu pasien jungmo dulu. Tangannya begitu lemas saat menggenggam kertas tersebut. "Sejak kapan sungmin…"
"Setahun yang lalu..dia menjadi pasien ku."
"Bagaimana bisa ?" pertanyaan yang sama sebelumnya dan kali ini ia lebih mengeraskan suaranya namun masih tetap terdengar lemas.
"Tentu saja bisa, mengingat bagaimana dulu kau memperlakukannya."
"Apa sungmin…" kyuhyun tak sanggup lagi untuk melanjutkan pertanyaannya, tenggorokannnya seolah tengah menelan makanan tanpa ia kunyah terlebih dahulu.
Jungmon tersenyum sinis kala ia bisa menebak arah pertanyaan kyuhyun saat ini. "Kau fikir semua pasien yang datang pada ku, semuanya gila ?"
"Lalu ?"
"Mungkin dia memang hampir gila, tetapi dengan bodohnya ia selalu berkata 'Tidak apa-apa, kyuhyun ku pasti akan kembali, dia hanya sedang sedih saja sekarang', ahh~entah sudah berapa puluh kali dia mengatakannya saat ia berkonsultasi dengan ku."
Kyuhyun tak sanggup lagi untuk berkata-kata, bahkan ia merasakan seolah udara disekelilingnya menghilang dan tak membiarkannya mengirup oksigen dengan normal. Hatinya berdenyut sakit, dapat dibayangkan bahwa seberapa sakitnya selama ini sungmin akibat perlakuannya dulu sampai sungmin harus berkonsultasi dengan seorang psikiater.
Tanpa berkata lagi, ia menyambar amplop tersebut dan mulai berjalan meninggalkan jungmo.
"Chakka…" Baru beberapa langkah kyuhyun sudah harus terhenti lagi karena mendapati panggilan jungmo dibelakangnya. Jungmo pun langsung menghampiri kyuhyun ketika ia melihat namja berambut coklat tersebut berdiam diri ditempat.
Jungmo merogoh jas hitamnya dan mencoba mengeluarkan sesuatu yang kemudian ia serahkan kembali kepada kyuhyun.
"Apa lagi ini ?" kyuhyun menerima sebuah kotak hitam kecil.
"Aku fikir itu milik sungmin. Dulu sebelum ia kecelakaan, ia menemui ku dibandara dan sepertinya ia tak sengaja menjatuhkan itu. Maaf memberikannya sekarang. Aku pergi"
Kyuhyun hampir saja jatuh kelantai kafe tersebut jika saja ia tak memikirkan dimana ia sekarang karena melihat isi kotak hitam tersebut. Dengan langkah beratnya ia mencoba menyeret kakinya keluar dari kafe tersebut.
.
.
~About our memories~
.
.
'Sudah berapa lama ?
Dan kenapa aku tak tahu ?
Sebegitu menderita kah kau hidup dengan ku ?
Kenapa kau tak pergi saja saat itu ?
Kenapa semakin membuat ku merasa sepeti pecundang ?'
Tak henti-hentinya kyuhyun terus bermonolog didalam hatinya dan mencoba mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri yang jelas takan terjawab.
Terlihat jelas raut wajahnya yang begitu menyiratkan kekecewaan, kemarahan, dan kesedihan sekaligus berjalan memasuki masion keluarga cho. Tangannya masih setia menggenggam amplop coklat yang sedari tadi ia pegang. Dengan langkah yang lumayan tergesah-gesah ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya, ia bahkan mengabaikan panggilan hechul dan tetap melangkah pasti.
"Kenapa dengan anak itu ?" gumam hechul yang melihat raut wajah kyuhyun yang terlihat seperti menahan amarah, ditambah lagi ia sekilas melihat luka lebam disudut bibir kyuhyun.
Prankkkkkkkkkkkk….
Hechul terlonjak kaget mendengar suara benda pecah dari lantai atas. Seperti berasal dari kamar kyumin. Ia merasakan firasat tak enak dan dengar setengah berlari menaiki tangga. Hechul semakin panik mendapati kamar kyumin yang terkunci dan itu tak biasanya terjadi.
"Kyuhyun apa yang terjadi ? buka pintunya !"
Bukanya mendapati pintu terbuka, namun suara benda-benda pecah pun semakin menjadi-jadi didalam kamar tersebut. Hechul pun semakin takut mendengarnya, ia tak pernah sekalipun melihat kyuhyun semarah ini dan sampai membanting benda, dan ia sebenarnya tak tahu kenapa anaknya sampai terlihat semarah ini. "Eomma mohon buka pintunya chagiya, jangan berbuat gila ! Ingat uri sungmin chagi." Pintanya sedikit keras.
Beberapa pelayan yang mendengar suara gaduh tersebut pun langsung menghampiri hechul. "Pelayan shin, tolong cepat carikan kunci cadangan pintu ini, palliwa !" Titah hechul pada kepala pelayang keluarga cho tersebut dengan panik.
.
.
Setelah sampai tepat didalam kamarnya, kyuhyun langsung menghampiri sosok yoeja yang tengah memejamkan matanya dengan tenang diatas kasurnya tersebut. Kyuhyun tersenyum getir melihat amplop coklat tersebut dan kemudian ia mengeluarkan isi amplop tersebut.
"Sejak kapan kau menjadi menyedihkan seperti ini eoh ? Kau muak dengan ku bukan ?"
"Hah~kenapa tidak menjawab ku sungmin ?"
Kyuhyun berdecih karena tak mendapati jawaban dari sang yoeja. Wajahnya begitu terlihat meremehkan sosok yoeja didepannya tersebut. "JAWAB AKU LEE SUNGMIN ! JANGAN DIAM SAJA !" Habislah sudah semua pertahan kyuhyun sampai ia harus membentak sosok didepannya tersebut yang jelas takan pernah meresponya.
Dengan penuh emosi, kyuhyun kemudian menebar beberapa lembar kertas isi amplop tersebut dibadan sungmin. "Inikah yang kau sembunyikan selama ini ? .ha. aku sudah tahu sekarang." Kyuhyun tertawa sinis. "Kenapa kau hanya diam saja eoh ? BANGUN SUNGMIN ! dan jelaskan apa ini ? kenapa aku tak pernah tahu eoh ?" kyuhyun menjambak frustasi rambutnya dan memalingkan badan dari hadapan sungmin kemudain menghampiri kaca rias disamping tempat tidurnya.
Kyuhyun tersenyum miris kala melihat bayangannya sendiri didepan cermin tersebut. "Seperti inikah wajah seorang pencundang ? Yeah~benar aku memang pecundang." Lirihnya. "Argggghhhh…aku muak dengan semuanya !" dengan membabi buta, kyuhyun langsung mengikis semua benda yang tertata rapih dimeja rias tersebut dengan lengannya. Tak cukup dengan itu, kyuhyun pun menghantamkan tangannya meninju kaca rias tak berdosa tersebut.
Darah segar pun mengalir deras dari selah-selah jari tangan kyuhyun. "Itu seharusnya yang kulakukan pada pecundang seperti mu !" kyuhyun menatap benci bayanganya sendiri.
.
.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pintu kamar kyumin terbuka juga. Hechul dan beberapa pelayan menatap tak percaya keadaan kamar kyumin bak kapal pecah tersebut. Hechul langsung membekap mulutnya menahan isakannya melihat sosok yang tengah meringkuk dibawah samping ranjang tersebut.
Hechul langsung menghampiri sosok rapuh tersebut dan memeluknya. Kyuhyun terlihat bergetar dalam pelukan sang eomma. Terlihat sekali ia tengah menagis terseduh-seduh dan jangan lupakan tangannya yang terus mengeluarkan darah segar.
Untuk pertama kalinya hechul melihat anak semata wayangnya tersebut menagis dihadapannya. Hechul semakin memeluk erat kyuhyun dan mengusap pundak anaknya tersebut mencoba memberikan ketenangan.
"Ujillma..semuanya pasti akan baik-baik saja chagiya." Bisik hechul.
"Ani, ddia-dia.." kyuhyun tak sanggup lagi mengatakan apapun. Ia hanya menangis terseduh seduh dalam dekapan sang eomma. Seperti anak kecil memang, namun apa pedulinya. Ia bahkan menangis dihadapan sang eommanya sendiri.
Srettttt…
Kyuhyun langsung terbangun dan berdiri tegak dihadapan sungmin. Air matanya pun masih mengalir deras dipipi tirusnya. "Kau lihat eomma, bahkan dia tak pernah mau bangun sama sekali."
"Kyu.." hechul sedikit tercekat mendengar kata-kata kyuhyun.
"BANGUN SUNGMIN, LIHAT AKU ! JIKA KAU INGIN MENGHUKUM KU, JANGAN SEPERTI CARANYA !" teriak kyuhyun dengan menguncang guncangkan bahu sungmin yang masih terbaring lemah dihadapannya.
"Kyunahh, apa yang kau lakukan ? kau akan menyakiti sungmin." Hechul begitu shock mendapati tingkah brutal kyuhyun dihadapannya. Ia pun mencoba menjegah kyuhyun, namun kekuatannya tak sebanding dengan anaknya tersebut. "Pelayan shin, tolong !"
Dengan sigap kepala pelayan tersebut pun langsung menarik badan kyuhyun dari hadapan sungmin dan keluar dari kamar tersebut. Hechul semakin terisak melihat anak namjanya yang terlihat begitu tersiksa dengan semua tekanan yang ada. Ia merasa menjadi sosok eomma yang gagal karena tak dapat membahagiakan anak satu-satunya tersebut.
Tesss…
Tanpa mereka sadari, yoeja tengah berbaring damai diranjang besar tersebut tengah meneteskan air matanya. Seolah olah ia merasakan kesedihan yang ada disekitarnya walaupun ia tak bisa melihatnya secara langsung. Namun dialam bawah sadarnya seolah dapat merasakan semuanya.
.
.
~About our memories~
.
.
Setelah insiden kekacauan tersebut, kyuhyun lebih memilih duduk disamping ranjang sungmin. Mengamati pergerakan nafas sungmin yang teratur sambil mengenggam erat tangan sungmin.
Sebenarnya hechul sedikit takut jikalau kyuhyun kembali lepas kontrol seperti beberapa saat lalu, namun pemuda berwajah stoic tersebut terus membujuk sang eomma agar mengijinkannya menemani sungmin malam ini.
"Kau marah pada ku ? atau aku membuat mu takut ?" tanyanya dengan lembut pada sosok yoeja didepannya tersebut. Dengan lembut kyuhyun membelai pipi sungmin secara perlahan.
"Mianhae…membentak mu. Aku janji tidak akan lagi seperti itu." Lirihnya sambil mengecup punggung tangan sungmin.
Hampir semalam suntuk kyuhyun terjaga memandangi wajah sungmin dan bahkan ia jarang mengedipkan matanya karena ia takut melewatkan sedetik tanpa melihat wajah damai sungmin.
Bias-bias cahaya yang masuk dalam jendela kamarnya pun menandakan bahwa pagi mulai menjelang.
Kyuhyun sedikit menghela nafas beratnya. Bukan tanpa sebab ia terjaga semlaman. Ia tengah memikirkan sesuatu dan itu semakin membuat beban fikiran bertambah berat. Hampir semalam atau bahkan selama setahun ini ia memang berfikir keputusan apa yang akan ia ambil dan pada akhirnya. Hati dan otaknya terus saling bertentangan dan itu semakin membuatnya frustasi, namun setelah kejadian semalam ia sudah benar-benar matang menentukan pilihannya tersebut sekarang.
Kyuhyun semakin menggenggam erat jemari sungmin dan mulai menipiskan jarak atara dirinya dengan sungmin. Tepat saat berada diantara telinga sungmin, kyuhyun membisikan kata-katanya dengan lembut.
"Maaf, aku mungkin tidak bisa menjadi tokoh utama pangeran dalam hidup mu. Meski satu juta kali aku mencium mu pun takan membuat mu terbangun dari mimpi mu karena pada kenyataannya aku memang hanya akan menjadi salah satu bunga tidur cantik mu saja." Setengah mati kyuhyun mencoba menahan liquid yang mencoba melesak diantara kedua onyxnya. "Kelak, jika kau kau terbangun disurga nanti, ceritakanlah pada bumonim jika kau beruntung bertemu dengan bungan tidur cantik seperti ku. Kau harus berjanji pada ku. Arrasoyo ?" Kyuhyun tak tahan lagi dan akhirnya air matanya menetes begitu saja dari kedua matanya. Dengan pergerakan lembut kyuhyun mencium dahi sungmin begitu cukup lama. Ia benar-benar meresapi ciuman tersebut karena mungkin kelak ia takan lagi mencium jidat sehalum yoeja kelinci tersebut.
'Mianhae, aku tak tahan lagi melihat mu seperti ini. Mungkin cukup aku membuat mu selama ini menderita disisi ku. Aku takan lagi menahan mu chagi. Aku sungguh rela jika ini memang jalan satu-satunya. Pergilah ketempat yang lebih baik.'
TBC~
Yosshhhh…akhrinya bisa update lagi setelah serangkain penyiksaan ujian :P
Yah..yah,,yah…saya tahu ini semakin gaje :P tapi yaYesungdah lahk~…
Berharap banget bisa mendapat respon yg lebih dr chap sebelumnya…soalnya udh mulai gk semangat nih…
Ini konfliknya udh mulai dibuka satu-satu yah…
Mash bingung ? entah lahk~
Hubungan haehyuk emang terjadi sebelum umin masuk jd siswi baru y chingu, kan udh d jelasin tuh mereka mantan. Yah sudh d pastikan kalo mereka emang pernah bareng
Ada yg tanya zhoumi sapa ?ahahah simpen rapat2 dulu iia..nanti pas puncak konflik haehyuk kita bongkar2…kalo mau nebak jga bloeh…boleh…boleh..
Special chap nanti bakaln full sudut pandang Kyuhyun :* jd nanti disitu bakalan dijabarin semua deh kenapa sampe tuh upil mpe ngerasa bersalah banget ma umin…
Thanks for all..readers and siders
No edit y…jd saya gk jamin kalo gk ada typo…*Kabooorrrrrr*
Tiasicho : mian y chingu, mungkin beberpa chap bkal fokus dulu ama konflik haehyuk. Tapi tetep aku bakal usahain kyumin moment ada . Gomawo atas semngatnya ^^
Cho MinHyun KyuMin : ahahah tenang aja chingu gk bakal koq *dalam hati, ntar gua aduin loh ma kyupil* *hahah justkid* gomawo atas koreksinya ne ^^
keroro. : *hanya bisa senyum* tenang aja chingu, gk bakal sepanjang 'cinta fitri' koq :P. aku berencana buat sampai sekitar 20 chap aja…apa kepanjangan y ?
keroro. : sudah terjawab kah pertanyaannya ?
Guest : mian mengecewakan y
kim wike : kecewa nih eonni, makin dikit aja yg ripyu
lia : ming bagun !bangun! udh siang ! eh ? *heheheh :P*
nyonya Cho : terimkash atas kritiknya memang ff sya susah y untuk dibayangkan ?
