Complicated Love
Chapter 10
HunHan/ KyuMin/ Jo Twins/ other couple
Romance/ Hurt/ Comfort
Author : Akita Fisayu
"Yah! Itu pemaksaan namanya! Dan apa? Menyuruh seluruh penghuni sekolah melihat?! Memang kau mau menyuruhku meminta maaf seperti apa, menari ala Bollywood di halaman?" / Henry terpekur. "… Gege.." / Jadi, kau mengajakku ke sini untuk.. Minta putus?" /Jo Twins, KyuMin, HunHan, KaiDo, ZhouRy, dll./
-000-000-
.
.
"Enghh!"
Jari-jari kurus itu bergerak lemah. Sementara iris hazel itu berulang kali terpejam erat, mencoba melawan sakit yang mendera kepalanya. Keringat dingin mengucur di pelipis dan dahinya. Entah mengapa Henry terlihat begitu kesakitan.
"Ukh… Appo…"
Tangan ringkih itu bergerak semakin liar, mencoba meremas kepalanya tanpa memedulikan jarum infus yang masih tertanam di punggung tangannya.
"Aaakhh!"
Henry mengerang.
Namja itu melepaskan masker oksigennya dengan kasar, lalu meringkuk seraya bergumam cepat bagai kereta ekspress. Matanya bergerak ke sana ke mari, seolah mengawasi… Atau mencari sesuatu.
"Hhh… Hh… Hahh…"
"Uuhh…"
Cklek
"Mochi~ Aku kembali…"
Zhoumi melangkah masuk, dengan senyum lebar yang selalu menemaninya selama berada di dekat Henry.
"Mo–"
Zhoumi membeku. Matanya melebar. Yang terlihat oleh retinanya bukan lagi ranjang sunyi, rapi, tapi ranjang yang berantakan dan.. Dan Henry yang meringkuk di sudut ranjang!
Tangan kurus yang berdarah –mungkin karena jarum infusnya tertarik dengan paksa– itu meremas surai hitam dengan ekspresi kesakitan. Bahkan tampak setitik air mata di pelupuk mata Henry yang sipit. Alat-alat kedokteran lain yang sebelumnya terpasang, seperti masker oksigen, berhamburan di bawah ranjang. Keadaannya benar-benar mengenaskan.
"AARGHH!" Henry menjerit. Remasan di kepalanya berubah, dia menarik rambutnya kuat-kuat. Terlihat frustasi.
"Henry! Henry! Apa yang terjadi?! Demi Tuhan…!" Zhoumi berlari menghampiri Henry, panik. Dia meremas kedua tangan Henry dan memaksanya menjauh dari kepala mungil itu. "Henry!?"
"AAAAAHH! Pergii! PERGIII!"
"HENRY! Ini aku! Sadarlah! Akh!"
Zhoumi melepaskan tangannya yang digigit kuat-kuat oleh Henry, tapi secepat kilat kembali menahan kedua tangan Henry yang membabi buta.
"Sakit! Pergii! Aaaaahhh!"
"DOKTER! DOKTER!" teriak Zhoumi putus asa. Sambil menahan kedua tangan Henry yang terus berontak dengan satu cengkraman, tangannya yang lain menggapai bel pemanggil dokter yang terletak di sebelah ranjang.
"DOKTER..! Kemari… Astaga, Henry! Kau kenapa, chagi…?!"
Zhoumi ketakutan. Ya, dia ketakutan melihat Henry. Dia takut terjadi apa-apa dengan Mochi-nya itu. Dia tidak pernah merasa setakut ini..
DRAP
DRAP
DRAP!
Derap kaki yang tergesa-gesa terdengar. Detik kemudian pintu kamar terbuka kasar, memperlihatkan Dokter dan 3 perawat yang panik.
"Ada apa, Zhoumi-ssi?"
"Henry! Tiba-tiba saat aku kembali, dia sudah terbangun dan… Dia kacau.. Aku…" racau Zhoumi. Dia merengkuh Henry ke dalam pelukannya. Seakan tidak merasakan sakit saat namja yang baru tersadar dari koma itu menggigiti bahunya, memukul dadanya, atau menarik rambutnya ganas.
"Zhoumi-ssi! Tolong menyingkir, kami akan menanganinya!" Dokter tersebut mengisyaratkan pada salah satu perawat namja untuk menahan Henry, sedangkan 2 perawat yeoja menarik dan membawa Zhoumi pergi.
"Dokter!" seru Zhoumi. Sesaat sebelum mengikuti langkah perawat yang menuntunnya keluar.
"Ya?"
"Jangan sakiti Henry…"
Dokter tersenyum samar. "Tidak akan, Zhoumi-ssi."
-.-
"Mwo?!"
.
.
Kyuhyun meringis. Di depannya, ada Sunny yang melotot dan Seungri yang bersikap 'Itu-salah-mu-sendiri-pabbo'.
Sekarang Kyuhyun, Sunny, dan Seungri berada di salah satu restoran di daerah Gangnam. Kyuhyun langsung menelpon kedua orang itu begitu insiden 'Tanpa-sengaja-mengusir-BunnyMin-dari-rumah' terjadi.
"Bukankah sudah kubilang! Singkirkan game-game oppa dan cobalah lebih peka pada Sungmin oppa! Omooo… Jeongmalyo…" Sunny mendengus. "Kasihan Sungmin oppa!"
"Engg… Sebenarnya bukan gara-gara game.. Kau tahu sendiri aku tak pernah bisa mengabaikan buku-bukuku…" ujar Kyuhyun, gugup.
"Nah!" Telunjuk Sunny terangkat cepat dan teracung di depan batang hidung Kyuhyun yang terkejut.
"Apalagi gara-gara buku! Cih.. Sebenarnya yang lebih menarik perhatian oppa itu makhluk hidup yang super seksi atau benda mati yang, 1000% yakin, tidak ada seksinya sama sekali?!" omel Sunny.
Baik Kyuhyun maupun Seungri sweatdrop mendengar perbandingan itu.
"E, eng.. Sunny… Tenangkan dirimu dulu.." Seungri menepuk bahu Sunny. Menenangkan yeojachingu-nya.
"Tapi oppa! Kyuhyun oppa mengusir Sungmin oppa! Apa yang dirasakan oppa kalau aku melakukan hal yang sama pada oppa?" rengek Sunny. "Si Evil ini harus diberi pelajaran, oppa!"
"Kenapa tidak…" Seungri berbisik di telinga Sunny.
Kyuhyun menatap sepasang kekasih itu dengan ngeri. Berdoa dalam hati agar sang titisan Iblis Junior (?) tidak membisikkan ide-ide nista.
"… Ide bagus, oppa!" seringai Sunny.
Bahkan seringai yang selalu gagal karena malah menambah kadar keimutan Sunny itu kini tampak benar-benar mengerikan. Kyuhyun –sebagai raja Evil– bergidik merasakan aura setan yang menguar.
"Su, Sun…"
"Cho Kyu Hyun! Besok kau harus melakukan cara apapun untuk meminta maaf! Tapi pastikan seluruh sekolah melihat aksimu itu! Jika tidak…"
"Kami akan menyuruh Ahra noona / eonni untuk menghancurkan semua game-mu!" ucap SeungSun, kompak.
Kyuhyun melotot.
"Yah! Itu pemaksaan namanya! Dan apa? Menyuruh seluruh penghuni sekolah melihat?! Memang kau mau menyuruhku meminta maaf seperti apa, menari ala Bollywood di halaman?" amuk Kyuhyun.
"Sebenarnya aku ingin melihat hyung menari hula-hula. Tapi ya.. Terserahlah." Gumam Seungri. Sunny menyikut perut Seungri.
"Untung aku punya nomor Ahra noona. Tidak ada ruginya mengumpulkan nomor-nomor dari orang-orang terdekat KwangSungHan oppa. Hehehe..." Kekeh Sunny.
"Kalian..!"
"Sudahlah, hyung," Seungri menepuk bahu Kyuhyun. "Selamat berjuang!"
Kyuhyun menghembuskan napas kesal saat SeungSun berlalu, membayar makanan mereka. Meninggalkannya sendiri di tengah-tengah kekalutan.
'Aku harus bagaimanaa?'
-.-
Di luar kamar VIP
Zhoumi mondar-mandir gelisah. 2 perawat yang tadi menggiringnya keluar sudah masuk lagi untuk membantu Dokter sambil membawa alat-alat medis yang diperlukan.
"Ini sudah setengah jam…" bisik Zhoumi gelisah.
Sebelumnya dia tidak menyangka Henry akan mengalami histeria begitu terbangun dari koma. Namja yang sangat dicintainya itu terlihat kesakitan… Juga seperti tidak mengenalnya.
Kenapa…?
Bagaimana bisa…?
Zhoumi merasa lelah. Seandainya dulu dia tidak memeluk Victoria… Seandainya dia tidak menerima tawarannya untuk bergabung di klub basket… Hh.
Pasti Henry masih berada di sisinya. Bersamanya di China. Bukan di rumah sakit di Korea. Dan tidak mengalami rasa sakit ataupun koma yang begitu panjang.
"Mochi.."
Tep
Dokter keluar dari kamar rawat Henry.
Zhoumi sontak berdiri. "Dokter! Bagaimana keadaan Henry?!"
"Tenanglah, Zhoumi-ssi. Mari kita bicara di ruangan saya…" hibur Dokter. Raut wajah Dokter bernama Ok Taec Yeon itu menampakkan kelelahan. Membuat Zhoumi sedikit banyak merasa bersalah.
"Nee."
Kedua namja berjalan pelan menuju suatu ruangan dengan papan nama 'Dr. Ok Taec Yeon' di pintunya.
Begitu masuk, Zhoumi melihat dinding berwarna putih dan hijau pucat, beberapa pigura foto, meja kerja, kursi, sofa kecil, rak buku mini, dan lemari kaca berisi obat-obatan.
"Silakan duduk."
Zhoumi mendudukkan dirinya di kursi. Mengamati Taecyeon yang duduk di seberangnya sambil membolak-balik suatu catatan.
"Apa yang terjadi pada Henry?" tanya Zhoumi, tak sabar.
"Dia mengalami benturan keras di kepalanya, kan? Itu membuat salah satu memori yang paling ingin dilupakannya malah terbayang berulang-ulang. Karena itu memori yang ingin dilupakan, otaknya bereaksi dan membuatnya kesakitan." Jelas Taecyeon.
"Tapi.. Dia juga histeris… Seperti bukan hanya sakit kepala yang dideritanya.." gumam Zhoumi.
"Itu reaksi yang wajar. Dia mengamuk dan menjerit untuk melampiaskan kesakitannya."
Zhoumi mengangguk.
Sesaat, keduanya kembali terdiam. Sampai Zhoumi teringat sesuatu, "Dokter tadi bilang memori yang ingin dilupakan? Apa itu semacam trauma?"
"… Mungkin. Apa sebelum koma dia mengalami peristiwa yang buruk?" tanya Taecyeon balik.
Zhoumi terdiam. Peristiwa buruk… Dia tidak tahu peristiwa mana yang buruk bagi Henry. Tapi.. Ada satu peristiwa sebelum kecelakaan yang Zhoumi ingat, dan yakini sebagai 'memori yang ingin dilupakan'. "Ya.."
Taecyeon menatapnya lama. ".. Begitu. Usahakan apapun atau siapapun yang berhubungan dengan peristiwa itu tidak muncul di depan Henry. Saya khawatir itu akan membuatnya kembali histeris…"
Apa?
'Usahakan apapun atau siapapun yang berhubungan dengan peristiwa itu tidak muncul di depan Henry.'
Apa maksudnya?
Maksudnya… Zhoumi harus menghilang dari hadapan Henry, begitu? Menghilang dari pandangan Mochi-nya?
"Dokter…"
"Saya tahu. Anda pasti salah seorang yang berhubungan dengan peristiwa buruk itu, kan?" sela Taecyeon. Zhoumi kaget, tapi tetap mengangguk.
"Sudah saya duga.."
"Lalu, apakah itu artinya aku harus menghilang?" tanya Zhoumi, mulai tertekan. "Apa itu artinya Henry akan kembali trauma jika melihatku...? Aku harus bagaimana?"
Taecyeon terlihat seperti menimbang-nimbang sesuatu. "Kita lihat saja. Mari kita pergi ke kamar rawat Henry."
Zhoumi menurut.
Tap
Tap
…
Kamar VIP 0032
Henry duduk bersandar di headboard ranjang. Seluruh luka di tangan dan kepalanya sudah diobati, dan baju pasiennya sudah diganti. Pandangannya kosong, seolah hanya raganya yang berada di sana.
Bahkan ketika Zhoumi mendekatinya, dia tetap tidak bereaksi.
Srett
Zhoumi duduk di tepi ranjang. Jemarinya terulur. "Mochi… Nae Mochi.."
DEG
Tubuh Henry menegang saat jari-jari Zhoumi mengelus pipi tirusnya. Kepalanya sedikit menunduk. "…" bibirnya terbuka, tapi tidak ada kata-kata yang terlontar.
"Henry…"
Henry masih tidak merespon.
"Henry.. Mochi… Ini aku, Zhoumi." Ucap Zhoumi,lembut.
"…" Henry diam. Kepalanya tetap menunduk.
Zhoumi pun perlahan membawa Henry ke dalam pelukannya. Aksi diam Henry membuatnya putus asa. Dan sakit…
Sementara Henry tidak melawan ataupun membalas pelukan itu. Hanya menurut ketika Zhoumi meletakkan kepala di dada bidangnya dan mengelus-elus rambutnya.
Keheningan yang menyesakkan menemani mereka.
.
Tes
.
Tes
.
.. Tangisan…
Tak lama, Zhoumi melepas pelukannya. Memegang kedua bahu Henry secara erat, ditempelkannya keningnya di kening sang namja mungil. Mengunci iris coklat itu dengan mata obsidiannya yang sedikit memerah dan basah.
"… Saranghae, Henry Lau."
Zhoumi mencium kening Henry, kemudian bangkit. Setelah menatap Henry dengan penuh perasaan, namja berambut merah itu berbalik lalu berjalan keluar. Menemui Taecyeon yang menunggu di luar kamar.
Klap-
Henry terpekur. "… Gege.."
-.-
Taman. Tempat YoungKrys.
"Ayo, oppa! Ayunkan lebih tinggi!" tawa riang Krystal terdengar. Yeoja cantik itu memekik girang saat ayunan yang didudukinya mengayun lebih tinggi.
"Hahahaha!" Youngmin juga tertawa. Tangannya mendorong ayunan Krystal begitu benda besi itu kembali turun.
"Hahaa~ Sudaah, oppa! Cukuup~" pinta Krystal.
Youngmin menurut. Dia menghentikan laju ayunan dan membantu Krystal turun dari ayunan. Keduanya memutuskan untuk duduk di bangku taman.
"Aaah! Senangnyaa~ Lain kali ayo kita bermain ayunan lagi, oppa!" ucap Krystal sambil meregangkan badannya. Youngmin tertawa kecil melihat tingkah yeojachingu-nya.
"Turunkan berat badanmu lebih dulu!" ledek Youngmin. Krystal cemberut, dan memukul lengan Youngmin.
"Enak saja! Oppa bilang aku berat!?" protes Krystal.
"Hahaha, aku hanya bilang turunkan berat badan. Bukan berarti kau berat!" kilah Youngmin.
"Sama saja!" Krystal memeletkan lidahnya.
Selanjutnya, pasangan itu terdiam. Youngmin menikmati semilir angin sore yang menerpa wajahnya, sedangkan Krystal hanya terdiam seraya memandang Youngmin, mengagumi betapa tampannya namjachingu-nya.
"Oppa..."
"Ya?" Youngmin membuka kedua matanya, menoleh menatap Krystal. "Ada apa?"
"Aku.. Aku..." Krsytal menggigit bibir.
Youngmin menggenggam tangan Krystal lembut. "Katakanlah, chagi."
Sebelumnya, Krystal mengambil napas dalam-dalam.
"Aku.. Dijodohkan, oppa."
JDEER!
Backsound petir menyambar terdengar memekakkan dalam imajinasi Youngmin. Wajah namja berambut pirang itu langsung berubah pucat.
"Di.. Jodoh.. Kan?" tanya Youngmin, terbata-bata. Krystal mengangguk pelan.
"Jadi, kau mengajakku ke sini untuk.. Minta putus, Krys?"
Tenggorokan Youngmin tercekat ketika mengatakan hal itu. Menatap penuh ketegangan pada Krystal yang mulai membuka mulutnya untuk menjawab.
"... Tentu tidak, oppa!" jawab Krystal, jarinya memilin-milin ujung baju.
"Namanya Lee Hong Ki, anak pemilik Lee corp. Dia baru dikenalkan kepadaku tadi pagi. Kedua orang tua kami ingin kami lebih dekat secara, pribadi... Dan, maka dari itu kami baru dijodohkan. Pertunangan akan dilangsungkan kalau kami berdua merasa cocok." cerita Krystal.
"Apa.. Kau berniat membatalkan perjodohan itu, Krys? Dan memilih bersamaku?" tanya Youngmin, penuh harap.
Krystal diam sebentar. "Entahlah, oppa.." desahnya. "Aku berniat membiarkan semuanya mengalir seperti apa adanya. Yah, mungkin setelah beberapa waktu, aku bisa memilih di antara oppa dan Lee Hong Ki."
Youngmin memeluk Krystal, menyandarkan kepala yeoja itu di dadanya, dan mengelus-elus lengan sang pewaris Jung corp. itu."... Ya, biarkan semuanya mengalir. Saranghae, chagi."
"Nado saranghae, oppa."
Lagi-lagi Youngmin merasa aneh. Hampir tak ada secuil pun rasa takut akan kehilangan cinta saat Krystal mengatakan akan dijodohkan.
-.-
Malam hari. Cho's House.
.
.
Tok
Tok
"Biar kubuka!" seru Kyuhyun. Dia langsung melempar bukunya ke sembarang arah dan berlari mendahului noona-nya yang ikut menghampiri pintu.
Ara menggeleng-gelengkan kepalanya, kesal. Lalu memutuskan kembali ke dapur untuk memasak makan malam, yang mulai hari ini akan dilakukannya secara rutin. Appa dan Eomma memutuskan untuk tinggal di Jepang selama 2 tahun agar Appa bisa fokus menyelesaikan kuliah tingkat akhir dan mengembangkan perusahaan baru di sana.
CKLEK!
"Ah! Tiang Listrik!" sungut Kyuhyun, melihat Zhoumi yang berdiri di depan pintunya. Kenapa bukan Sungmin, sih?
"Annyeong." sapa Zhoumi, datar.
Kyuhyun mengerutkan kening. Kemudian mulai mengamati Zhoumi dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tubuh tingginya terbalut mantel hitam selutut, lalu celana hitam. Rambutnya juga masih berantakan dan berwarna merah. Mobil Audi hitam sepupunya itu juga terparkir manis di luar pagar.
'Lalu apa yang membuat Mimi ge seperti mayat hidup berjalan? Hmm.'
"Kui Xian, apa kau akan membiarkanku terus berada di depan pintu?" tanya Zhoumi, mengagetkan Kyuhyun yang masih asyik mengamati dan mengira-ngira penyebab keanehan sepupunya.
"A, ah, iya. Ayo masuk."
Zhoumi menggumamkan 'gomawo' lalu masuk. Diikuti Kyuhyun yang masih dihantui penasaran.
"Siapa, Kyu?" seru Ara dari dalam dapur.
"Ini aku, jiejie." kata Zhoumi, seraya melepaskan mantelnya dan menggantungnya di tiang gantungan untuk topi dan mantel yang terletak di sebelah pintu.
"Eh? ZHOUMI! Kapan kau tiba dari China? Kau berlibur, ya?" Ara tiba-tiba muncul dengan senyuman girang di wajahnya. Memang, Cho bersaudara sangat akrab dengan sepupu mereka yang berasal dari China itu.
"Aku sudah lama di Korea, jiejie. Tapi aku ada urusan, jadi mian, aku baru bisa bermain ke sini." Zhoumi tersenyum tipis. Ara mengangguk, kemudian menyuruh Zhoumi ke dapur untuk membantunya membawakan makanan-makanan yang baru selesai dimasak. Ckckck.
"Eh, Kyu, si Zhoumi kenapa?" bisik Ara pada Kyuhyun.
"Molla, noona! Aku sendiri heran." jawab Kyuhyun.
"Dia seperti kehilangan semangat hidup... Lihat, mukanya muram dan jalannya malas-malasan."
"Belum makan, mungkin. Makanya tidak semangat." pendapat Kyuhyun, asal.
"Kalau begitu, ayo kita segera makan! Untung aku sudah masak banyak!" sahut Ara, semangat. Kakak beradik tersebut segera berjalan ke ruang makan, di mana Zhoumi sedang menata makanan-makanan di atas meja makan.
"Wah! Noona masak daging semur, mie, ayam goreng, sup daging...!"
"Kenapa sup sayurnya tidak kau sebutkan, Kyu?" sindir Ara. Kyuhyun mencibir pada Ara.
"Aku tidak mau makan sayur, titik!"
"Yaa, tidak bisa! Aku sudah susah payah memasaknya! Makan, Evil, makan!" paksa Ara. Dia buru-buru duduk dan menyendokkan sup sayur ke dalam mangkuk Kyuhyun.
"Andwae!" Kyuhyun mendorong mangkuk dengan cepat, membuat kuahnya sedikit terciprat.
"Kyu, sayur itu baik untuk kesehatanmu!"
"Ani, ani, ani!"
Zhoumi hanya diam. Duduk di kursinya dan memandang KyuAra yang masih berdebat soal sayur-sayuran. Sebagai tamu, meski dia sudah kelaparan, dia harus menunggu tuan rumah tenang dan menyilakannya mengambil makanan.
"... Ah, di mana Ahjussi dan Ahjumma..?"
Kyuhyun dan Ara menoleh mendengar pertanyaan Zhoumi.
"Appa dan Eomma akan tinggal di Jepang selama 2 tahun. Appa harus menyelesaikan kuliah dan perusahaan baru di sana. Mereka akan pulang sesekali. Waeyo, Mi?" tanya Ara. Momen Ara menjawab pertanyaan Zhoumi dimanfaatkan Kyuhyun untuk menuang kembali isi mangkuknya ke dalam panci sayur. *o.O
"Ooh, begitu." Zhoumi mengangguk. Lalu kembali menatap hidangan-hidangan di depannya.
Ara tersadar.
"AIGOO! Ayo, ayo, makan! Zhoumi, kenapa kau tidak mulai makan dari tadi?! Ayo! KYU! Kemana sayur-sayurmu!?" teriak Ara. Dia mengambil piring Zhoumi dan mengisinya dengan semua lauk pauk, dan beberapa sendok nasi. Mangkuknya juga diisi sup sayur dan sup daging.
Kyuhyun ikut mengambil makanan, tapi tak melirik sedikit pun ke arah panci sayur.
"Mari makan..."
Tiga orang itu makan dengan tenang. Meski Ara terkadang berusaha menyempilkan sayur di piring Kyuhyun, dan Kyuhyun yang langsung mengembalikan sayur tersebut atau membuangnya ke bawah kursi.
...
10 menit kemudian.
Ara selesai mencuci piring dan sekarang mereka bertiga sedang bersantai di ruang keluarga.
"Kau mau pulang ke China, Mi?" tanya Ara.
"Ah.. Itu." Zhoumi terdiam sejenak. "Ya.. Aku akan pulang ke China."
"Heh?" mendengar itu, Kyuhyun menoleh cepat. Menatap Zhoumi aneh dan bingung. "Lalu.. Dia sudah sadar?"
"Dia siapa?" tanya Ara, bingung.
"Henry Lau. Jiejie kenal, kan? Namja imut yang selalu bersamaku..." Zhoumi tersenyum kecil.
"Ooh! Namja lucu yang pipinya chubby itu! Memang kenapa? Apanya yang sudah sadar?" Ara memberondong pertanyaan dengan ekspresi penasaran.
"Dia kecelakaan dan koma, jiejie. Aku membawanya ke Korea untuk dirawat... Itu urusan yang aku bilang tadi." jawab Zhoumi pelan. Ara menutup mulutnya dengan tangan, merasa bersalah.
"Mianhae, Mi... Lalu? Apa dia sudah sadar?"
"Noona! Aku sudah menanyakannya tadi!" teriak Kyuhyun, kesal.
".. Dia sudah sadar." lirih Zhoumi. "Tapi.. Aku punya satu permintaan."
KyuAra kompak memandangnya. "Apa?"
"Tolong.. Aku ingin menitipkan Henry di sini. Bolehkah..?"
"Kenapa gege tidak membawanya ke China...? Bukankah dia sudah sadar?" tanya Kyuhyun, heran.
Zhoumi menghela napas. Kemudian menceritakan perihal Henry yang histeris begitu bangun sampai Taecyeon yang menyarankan untuk menghilang sebentar dari kehidupan Henry, untuk kebaikan mereka berdua.
"... Begitulah."
".. M, mwo?! Tapi, gege... Apa yang akan gege lakukan di China?"
"Aku akan kuliah.. Dan bekerja di perusahaan Appa. Mungkin akan butuh waktu lama.." Zhoumi menerawang.
Ara tersenyum, ditepuknya bahu Zhoumi lembut. "Tidak apa-apa, titipkanlah Henry. Appa dan Eomma pasti tidak akan keberatan." ujarnya.
"Nee. Gomawo, jiejie, Kyu..."
Zhoumi, Kyuhyun dan Ara tersenyum. Itulah keluarga, saling membantu di kala salah seorang anggotanya kesusahan.
"... Jadi, kapan kita bisa membawa Henry ke rumah?"
"Secepatnya." jawab Ara, cepat.
-To Be Continued-
Akita : Ah, ya.. Mianhae.. Lagi-lagi Akita telat update ._.v Mana pendek lagii... :'( *readers : udah jamurannn! Akita : Miaann *plakk
.
0312luLuEXOticS
Si Kyu mulai frustrasi, wkwkk~ Apalagi sekarang diancam sama SeungSun *pukpuk *pletakk
Samaa! Akita udah nyiapin handycam, kamera, ponsel, dll.! Kryyssss...! Kenapa ganggu teruss? T_T *Krystal : yang nulis siapa? *sebal
Kai sakit.. Si Kkamjong sakit? o.o *plakk jadi sesuatu lhoo, buat Kai~ Tapi yaa.. Begitulah \(^o^)/
Sehun so sweet~ Lulu so lucuu (?), hehehe :D
Favorit kita sama~ *toss. Tapi Akita lebih suka versi EXO M... Heee ._.v
Ini sudah lanjut :)
Gomawo reviewnyaa~! :*
sarah amanda 520
Nggak seruu~ Youngmin belum suka Kwangmin tapi udah seenaknya aja main cipok :p *digampar #thehehe
Tenang.. Bakal dimutilasiin dulu sama 'anak-anak'nyaa~ *read:anak2 KyuMin
Kkamjong sakit~ Kenapa pas Akita sakit nggak ada yang nanyaiin? *plakk. Tenang.. Jawabannya ada di chapter depan ;) *pletakk
Iyaaa~ \./ Sayangnya Henry tiba-tiba trauma gitu... Makanya Mimi harus pergiii :'(
Arigatou sudah mereview! :D
dian deer
Ahahaa~ Happy ending? Liat aja yaa :D *plakk
Iyaa.. Youngjae dkk. kejaam! Mereka nyiksa Kwang sampe kayak gitu... T_T *B.A.P geng : sapa yang nulis? Akita : peacee~
Hehehe, Sehunnie romantis kalo deket Luhan ajaa :D Mau jadi Luhan? Kalo gitu Akita mau jadi Kwangmin! :D *di death glare Youngmin
Terima kasih reviewnya~ :)
KYUMINGswife137
KyuMin moment ntar dibanyakin kokk~ *pukpuk. Tunggu, nee? :)
Huweeee... Ini update lemoott... Mianhae, nee? T_T
Henry udah sadar, lhoo! *tebar confetti. Jo Twins dikitt? Kemarin-kemarin udah banyak lhoo~ Besok pasti dibanyakin lagi! :D
Nee, gomawo sudah mereview! :*
Rin Rin Kim ChenMin EXOtic
YEY! Mochiii~! *nari bareng Zhoumi *digampar Henry
Kenapa Jo Twins? o.O Mereka berantem lagi? Apa? Apa? *Jo Twins : Thor... Akita : Apa? o_o
Nee~ Arigatou reviewnyaa~ :D
Byakuu
Gwenchana, kok :)
Makasiih... *blushing *plakk
Ini mah selalu update lamaa... Mian :'(
Terima kasih sudah review! :)
BabySuLayDo
Jo Twins bikin geregetaan.. *indeed *pletaak. Si Kembar yang bikin gemes! :3
Nee, Young yang jadi seme. Biasanya emang Kwangmin, tapi Akita lebih suka Young jadi seme di ff ini :)
Kamsahamnida untuk reviewnya~ ;)
Hyemi PiKwangChu
Momen Jo Twins harus unyu-unyu, dong~ haha :D Makin ngefans? Yey~! ^^
Ckckck... Selama si Young gak cinta Kwang, gak akan Akita buat ciuman sama Kwang! *goyang2 (?) jari *Young : Thor! Loe yang nulis kalo gue suka nyiksa Kwangie! #sewot
Hehehee, Hyemi-ssi mencoba membuka mata hati Youngmin yaa? Tenangg.. Tunggu aja chapter-chapter depan :)
-Banyakin? OK~ Bareng couple lain yaahh ;)
-Buang Krystal? Habis ini keliatannya dia masih nempel sama Young deh ._.
-Ohohooo.. Gimana yaa? *grin *plakk
-HunHan nyatuu? Saran ditampung~ :*
-Krystal ma Hongki.. Hmm... *digampar
-Yeeyy~! Terserah Akita lho yaa :D
Nee, gak apa-apa :)
Arigatou sudah mereview! :*
Ryu
Nee, Akita emang bikin rumit~ Makanya judulnya Complicated. Se-complicated jadwal Akita buat ngupdatee...~ *pletakk *duaar!
Gomawo reviewnya! :D
Kurniati
Eeehh? Saking lamanya update, sampe lupa cerita awaal? MIANHAEE... *nangis guling2 T_T
Iyaaa.. Walau kebalik, tetep so sweet ;)
Terima kasih sudah review :D
zipaaaayy
Penasaran? Ikuti terus ceritanya, nee :)
Kamsahamnida reviewnyaa~ ;D
Riyoung Kim
Ini sudah lanjut, chingu :D
Arigatou sudah mereview :)
Brigitta Bukan Brigittiw
-Hubungan si Kembar ribeet, emang sebenarnya seme tuh Kwang~ Tapi Akita ubah Young yang jadi seme di sinii :) HunHan progressnya chapter depaan~
-HunHan sama Jo Twins krisis? Hehee.. Kyungie ntar muncul..~ Kai kurang kerjaan banget noh, tebar pesona sama si Hun -_-
-Sehun emang pabbo.. Bikin Lulu nangis T_T Kyu jugaa.. Seme yang suka seenaknyaa, ckckck *geleng2 *plakk
-ZhouRy awal-awal langsung penuh cobaan.. Sabarr *pukpuk. KwangSungHan emang trio yang galau akan cintaa..
-Tenang, chingu~ Yang ada di depan rumah Ming itu setan, kok.. :D *pletakk. Ikutan pukpuk-in KwangHan.
-Nggaakk.. Kyu nggak ikutan pertukaran pelajar.. Yang ikut itu kembarannya Kwang.. :D Lulu kecelakaan tapi baik-baik aja, kok.. :)
-APAAA? Kkamjong yang nabrak Luhann?! KKAMJOONGG.. *tereak pake toa. Kai : Apaan?! Seenaknya nuduh orang nggak bersalahh! Akita : Ooh.. o.O
-Jo Twins akur~ Tapi Young masih sok jutek gitu... *plakk. Ming kalo marah sangarr... Makanya, Kyu bisa dibilang Seme-seme takut Uke (?)
-Mochi udah sadar, lhoo~ \(^_^)/ Iya, tuh, udah jahat, main ngusir pula! Dasar Kyuuu.. Ming pasti ngambek! Akita jamin ituu..
Nee, terima kasih sudah review! :)
yuliafebry
Hehee, gwenchana :)
KaiSoo ntar ada, kook.. Ditunggu yaa.. Apa? Si Kkamjong mau mati? O.O Akita gak akan biarin! Enak ajaa.. Perannya belum tuntas udah main mati gitu... *digampar
Nee, gak apa-apa! Akita malah seneng! Makasih sarannya! *deep bow
Kamsahamnida reviewnya! :D
