Summary: 6 orang yeoja kaya raya yang sangat manja, dipaksa mengikuti kegiatan perkemahan oleh orangtua mereka agar dapat menjadi lebih mandiri / " Hell no! Berbaur dengan alam memang menyenangkan. Tapi jika harus berurusan dengan tanah? Menjijikkan! " / " Annyeong… Selamat datang di scout's summer camp " /
That Scout Namja
Rate: T
Genre: Romance, Drama.
Cast: EXO member, other.
Disclaimer: They're not mine, all cast belong to GOD~ But this story actually MINE. I hate PLAGIARISM so much. So, DON'T copy-paste my fanfiction juseyo! :)
Warning: Typo bertebaran, EYD tidak terpenuhi, cerita nyaris pasaran(?),GENDERSWITCH
.
.
.
Let's Start the Story!
.
.
.
.
.:: That Scout Namja ::.
.
.
.
10.00 p.m
Tampak Chanyeol tengah duduk di depan api unggun seraya memetik senar gitarnya. Pikirannya kini dipenuhi dengan sesosok yeoja bertubuh mungil yang —menurutnya— sangat menyebalkan. Tapi, entah mengapa ia tak bisa menyingkirkan yeoja bernama Byun Baekhyun tersebut dari pikirannya.
"Aigo… mengapa aku terus memikirkannya?" Dengus Chanyeol kesal.
Bagaimana tidak kesal? Dadanya terasa sesak melihat Kai-Baek moment saat latihan sandi siang tadi. Ingin rasanya ia menjauhkan dongsaeng berkulit hitam-nya itu dari Baekhyun, namun ia tak mempunyai alasan yang jelas untuk melakukannya.
"Aish! Apa yang aku pikirkan? Mengapa aku kesal seperti ini melihat mereka berdua? Argh!" Chanyeol menghentikan petikan pada gitarnya dan mengacak rambutnya kesal.
"Chanyeol?"
Suara yang sangat dikenalnya menyapa lembut telinganya. Namun, ia tak menghiraukan suara tersebut karena gengsinya yang tinggi. Sementara itu, Baekhyun, pemilik suara tersebut menghela nafas kecewa. Perlahan, ia mendekati Chanyeol dan duduk di sebelah namja bertubuh tinggi tersebut. Tak ayal, keheningan melingkupi keduanya. Tak ada satupun dari mereka yang berniat untuk membuka pembicaraan.
Keheningan itu berlanjut hingga Chanyeol mulai memetik senar gitarnya kembali, memainkan intro sebuah lagu. Baekhyun mendengarkannya dengan seksama. Yeoja bertubuh mungil itu membuka mulutnya perlahan, dan menyanyikan bait demi bait lagu tersebut.
Jogeuman nalgaetjit neol hyanghan ikkeullim
naege ttaraora sonjitan geot gataseo
Aejeolhan nunbitgwa mueonui iyagi
gaseume hoeoriga morachideon geunal bam
Omyohan geudaeui moseube neogseul
noko hanappunin yeonghoneul ppaetgigo
Geudaeui momjise wanjeonhi chwihaeseo
sum swineun geotjocha ijeobeorin nainde
Walcheucheoreom sappunhi anja nuneul ttel su eobseo
siseoni jayeonseure georeummada neol ttaragajanha
Nal annaehaejwo
Yeah geudaega salgo inneun gose nado hamkke deryeogajwo
Oh, sesangui kkeuchirado dwittaragal teni
Budi nae siyaeseo beoseonaji marajwo achimi wado sarajiji marajwo oh
Kkumeul kkuneun georeum geudaen namanui areumdaun nabi
Oh, woo-hoo-hoo oh yeah- woo-hoo-hoo yeah woo-hoo-hoo (listen)
Eodiseo wanneunji eodiro ganeunji chinjeolhi yeogikkaji majungeul wajun neo
Gapareun oreumak kkakkajin jeolbyeokdo geokjeongma mueotdo duryeoul geosi eobseuni
Neoneun ppomnae uahan jatae
O! Nan myeot beonigo banhago
Sarangeun ireoke nado moreuge
Yegodo eobsi bulsie chajawa
Walcheucheoreom sappunhi anja nuneul ttel su eobseo
siseoni jayeonseure georeummada neol ttaragajanha oh no
Nal annaehaejwo
Yeah geudaega salgo inneun gose nado hamkke deryeogajwo
Oh, sesangui kkeuchirado dwittaragal teni
Budi nae siyaeseo beoseonaji marajwo achimi wado sarajiji marajwo oh
Kkumeul kkuneun georeum geudaen namanui areumdaun nabi
Natseon goseul hemaenda haedo gireul irheobeorindaedo
nuguboda soljikhan naui mameul ttareulgeoya
Joyonghi nune ttuineun momjit ganghago budeureoun nunbit
Geobuhal su eomneun nanikka yeah
Nal deryeogajwo
Yeah geudaega salgo inneun gose nado hamkke deryeogajwo
Oh, sesangui kkeuchirado ttaragalge oh no
Nae siyaeseo beoseonaji marajwo achimi wado sarajiji marajwo oh
Jogeumahan sonjit naui gaseumen hoeoriga chinda
Woo-hoo-hoo, woo-hoo-hoo, woo-hoo-hoo
[EXO – Don't Go]
Chanyeol mengakhiri permainan gitarnya. Tatapan penuh rasa kagum ia lemparkan pada Baekhyun yang sedang mengatur nafasnya.
"Woah! Tak kusangka suaramu sangat bagus, nona Byun!" Puji Chanyeol dengan penuh semangat.
Baekhyun yang menerima pujian seperti itu hanya menunduk dan tersipu malu. "Gomawo, Chanyeol-ah," Ucap Baekhyun seraya tersenyum hingga menampakkan eye smile miliknya.
Saat itu juga, Chanyeol merasakan hatinya terasa hangat saat melihat Baekhyun yang tersenyum manis dihadapannya. Yeoja itu tampak sangat cantik dan manis, begitulah pikirnya. Tak berbeda dengan Chanyeol, kini Baekhyun merasakan jantungnya berdegup lebih kencang dari rata-rata dan banyak kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya. Rona berwarna pink menghiasi pipi chubby-nya, menambahkan kesan 'manis' yang sangat kentara.
'Baekhyun-ah… sebenarnya apa yang kurasakan saat ini? Apa aku… menyukai dirimu? Sungguh, aku merasa kesal melihatmu bersama dengan Kai. Tapi apa yang dapat kulakukan? Andai posisiku bisa ditukar dengan Kai pada siang tadi… mungkin aku bisa mulai lebih mengenalmu…'
'Chanyeol… mengapa saat bersama denganmu jantungku berdegup sangat cepat? Kau bahkan hanya memujiku… tapi entah mengapa pujianmu dapat membuatku seperti ini… Chanyeol-ah, pada siapakah aku harus menggantungkan harapanku? Kau… atau kepada Kai?'
.
.
.
SuLay's Side
Lay mendudukkan diri di depan tenda miliknya dan Luhan. Yeoja itu menunggu temannya yang belum kembali dari tempat Sehun berada.
"Lay-ah?"
Dengan cepat, Lay menolehkan kepalanya. Matanya menangkap sosok seorang Guardian Angel (Suho-ui Cheonsa) yang sedang berdiri di belakangnya, dan wajahnya dihiasi dengan senyum menawan yang membuat dadanya berdegup semakin cepat.
"A-ah, Suho-ssi…"
Suho berjalan menekati Lay, dan duduk di sisi yeoja tersebut. "Bagaimana keadaanmu, Lay-ah?"
"Nan gwaenchana, Suho-ssi. Gomawo sudah menolongku keluar dari hutan, dan mian karena aku sudah merepotkan semua peserta camp…" Ucap Lay sambil menunduk.
"Gwaenchana, Lay-ah. Kajja, makanlah. Kau belum makan sedari tadi, bukan?" Suho menyodorkan nampan berisi makanan kepada Lay.
"Ne~ gomawo Suho-ssi."
Lay mengambil nampan itu dan memakan makanannya dalam diam. Sesekali, yeoja itu melirik Suho yang duduk di sampingnya. Ia sedikit tersentak kaget saat nampan yang ia letakkan di pahanya ditarik oleh Suho.
"Kau makan lama sekali. Buka mulutmu," Suho menyendok nasi beserta lauk yang ada.
"A-ah? Wa—eumph! "
Tepat disaat Lay membuka mulutnya, Suho dengan cepat menyuapi Lay. Namja itu terkekeh sementara Lay menundukkan kepalanya menerima perlakuan tersebut dari Suho. Yeoja itu menundukkan kepalanya malu, berusaha menutupi rona berwarna merah yang muncul pada kedua pipinya.
"Otte? Enak bukan?" Tanya Suho —masih disertai dengan senyuman 'malaikat'nya.
Lay hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Suho.
"Kajja~ buka mulutmu lagi~" Ucap Suho senang, dan dituruti oleh Lay.
"Aish… mengapa wajahnya tampak begitu manis? Aigo. Tidak mungkin! Yang kusukai adalah Kyungsoo, bukan Lay!"
"Apa ini…? Mengapa jantungku berdetak dua kali lebih cepat disaat bersama Suho? Apa aku mulai menyukai dirinya? Jika ya… aku akan berusaha untuk mendapatkannya…"
.
.
.
KaiSoo's Side
Kai bersenandung kecil mengelilingi area summer camp. Senyumnya mengembang disaat ia mendapati Kyungsoo berdiri tak jauh dari tempatnya sekarang. Kai melepas jaket yang dikenakannya, lalu meletakkannya pada bahu yeoja bertubuh mungil tersebut.
"Omo! Kai-ah?" Sahut Kyungsoo kaget.
"Pakailah jaket itu, Kyungsoo noona. Kau bisa sakit jika berkeliaran di malam hari tanpa mengenakan jaket." Ucap Kai sambil tersenyum.
"A-ah… gomawo, Kai-ah…"
Kai tersenyum menanggapi Kyungsoo. Kini, mereka berdua berdiri berhadapan dalam keheningan. Malam itu begitu sunyi, dan hanya dihiasi dengan gemerisik dedaunan yang bersentuhan karena hembusan angin musim panas.
"Noona?"
Kyungsoo menolehkan kepalanya, "Ne? Waeyo, Kai-ah?"
"Menurut noona… Baekhyun noona itu seperti apa?" Tanya Kai.
"E-eo? Baekhyun eonni… dia yeoja yang baik, juga ceria. Namun dia sangat cerewet jika sedang berkumpul bersama kami."
Kai bergumam pelan, "Umm. Begitu ya…"
"Ne…" Jawab Kyungsoo lirih. Entah mengapa, ia merasakan dadanya bagai ditimpa oleh pemberat besi yang sangat besar.
Hal itu terus berlanjut, Kai terus menerus menanyakan hal-hal yang bersangkut paut dengan Baekhyun. Api kecil yang kasat mata perlahan membakar sesuatu yang terdapat jauh di dalam hatinya. Kedua tangan yeoja itu terkepal hingga buku-buku jarinya memutih.
"Baek— eh? Kyungsoo noona?" Kai terkejut melihat Kyungsoo yang mulai beranjak meninggalkannya. "Kyungsoo noona waeyo?" Ucapnya sambil menahan lengan Kyungsoo.
"Ani." Jawab yeoja mungil itu ketus seraya menepis kasar tangan Kai yang menahannya.
"Kyungie noona…" Lirih Kai yang terpaku di tempat, lirihan yang sangat pelan, memang. Namun Kyungsoo sempat mendengarnya.
"Pabonikka! Dia tak mungkin menyukaiku… kai menyukai Baekki Eonni, bukan aku… dan apa yang ia katakan tadi? Kyungie? Mengapa panggilan itu terasa familiar untukku?"
"Kyungie noona… waeyo? Apa aku menyakitimu? Mianhae, noona…"
.
.
.
TBC
Eunhye's Note:
New Chapter Updated~!
Mian chap ini sangat amat pendek -_,- inspirasi sama sekali ga ada, otak Cuma tertuju ke pelajaran -_-
Untuk Chap depan, Hye usahakan lebih panjang daripada Chap ini. Dan Hye juga ingin mengumumkan bahwa Hye akan 'Hiatus' untuk sementara.
Gomawo buat dari eonni dan saengideul yang memberi support melalui review ^^
Mianhae Hye belum bisa membalas semua review karena terkendala oleh waktu yang terbatas :' untuk selanjutnya Hye akan membalas semuanya, tapi tentunya setelah Hye selesai hiatus menulis ff dan selesai menghadapi ujian akhir ._.v
Last,
Mind to RnR? ;)
