Disclaimer : FMA itu...punya Hiromu Arakawa!
~oOo~
Pyramid-Charice feat. Iyaz
Stones heavy like the love you've shown
Solid as the ground we've known
And I just wanna carry on
We took it from the bottom up
Aku tidak percaya bakal mengatakan ini. Tapi aku, Olivier Mira Armstrong, bersama saudaraku, Alex Louis Armstrong bersama-sama membuat kehidupan kami berdua dengan pilihan jalan kami masing-masing.
Mulai dari bawah sekali sampai sekarang.
Kami tidak pernah menyangka bakal sesukses ini. Padahal ini sudah di luar rencana kami.
Kami hanya ingin kami dikenal, dengan nama kami sendiri.
And even in a desert storm
Sturdy as a rock we hold
Wishing every moment froze
Now I just wanna let you know
Earthuquakes can't shake us
Cyclones can't break us
Hurricanes can't take away our love
Aku beranggapan, aku dan Alex tak akan pernah 'tumbang' jika kami selalu bersama. Biarpun banyak spekulasi jelek mengenai kami. Apalagi perilaku Alex yang membuatku agak sedikit...malu mempunyai adik sepertinya, mungkin?
Kami tidak peduli. Gak ada yang bisa mengalahkan kami. Sekuat apapun itu. Buktinya, kami berdua pernah melawan Sloth, kan? Sampai Sloth itu babak belur karena kekuatan kita. HAHAHAHA.
Cinta antara kami bersaudara tak akan pernah terhapus. Oke bukan cinta tentang nafsu. Cinta sesama saudara antara kami begitu kuat.
Mungkin seperti itulah.
Pyramid we've built this on a solid rock
It feels just like it's heaven touch
Together at the top, like a pyramid
And even when the wind is blowin
We'll never fall just keep on goin
Forever we will stay
Like a pyramid
Kami membangun kehidupan kami, layaknya sebuah piramida. Kami berjuang dari nol sampai sekarang ini.
Dulu aku ingat sekali saat Alex bertanya padaku.
"Kakak, kita akan melanjutkan kehidupan kita kan?" katanya pada waktu itu, sambil memandangi kedua nisan di hadapan kita. Di kedua nisan itu tertera nama orang tua kami.
Aku menepuk pundaknya yang belum sebesar dan seberotot sekarang.
"Tenang, Alex. Semua akan baik-baik saja."
Padahal dalam hati aku sebenarnya pesimis untuk dapat melanjutkan hidupku dengan damai di rumah besar itu hanya berdua. Tapi akhirnya setelah besar, kami ternyata dapat bertahan hidup. Cuma kami memilih tempat yang kurang lebih jauhnya berkilo-kilo bahkan mungkin bermil-mil? Entahlah.
Tapi saat aku dikirim ke Briggs, aku rasanya jauh sekali dari tempat adikku berada.
Tapi aku berharap, maksudku, kami berharap, kami akan selalu berada di puncak dan akan selalu bersama.
Hingga kami berdua tua nanti.
Dan selamanya akan terus berada di puncak piramida yang kami bangun sendiri.
~oOo~
A/N : Lalalalala~ chapter 10 is in the house! Yoo! 2 chapter lagi bakal COMPLETE . Hiks :'(
Maaf kalau gaje, jelek, abal, bla-bla. Olivier OOC? Bah! DX
:)
Nagisa
