FINAL CONCERT
Woojin tidak habis pikir, bagaimana bisa mereka memisahkan dirinya dengan Hyungseob. Dia terus memikirkan kesalahan apa yang mereka perbuat sehingga harus dipisahkan?
Sudah dua minggu semenjak Final Produce 101 berakhir, namun ia tidak mendengar kabar dari sang kekasih. Ia sangat merindukan sosok yang selalu membuatnya senang. Sosok Ahn Hyungseob.
Begitupun dengan Hyungseob, agensinya merestui hubungan mereka berdua. Tetapi tidak dengan agensi Woojin. Bahkan mereka tidak mengizinkan Woojin dan Hyungseob bertemu bahkan berinteraksi secara pribadi. Sekalipun mereka bertemu,pasti dengan pengawasan yang ketat.
"Woojin~ah" sapa seseorang
"Park Woojin!"
"Hmm" kata Woojin malas
"Ayo kita bersiap, semua sudah ready. Dan juga ada Hyungseob di sana" kata Minhyun.
Mendengar itu Woojin langsung bergegas dan berlari kea rah backstage untuk melihat kekasihnya.
"Hyungseob~ah" sapa Woojin.
Tidak ada respon
"Jagiya~" kata Woojin sambil menusuk-nusuk pipi Woojin
Tetap tidak ada jawaban, yang ada malah Hyungseob pergi meninggalkannya.
Woojin heran, bukannya sudah 2 minggu mereka tidak bisa bebas seperti ini? Namun kenapa sikap Hyungseob makin dingin terhadapnya? Begitupun dengan anak-anak Yuehua yang menatapnya dengan tatapan tidak senang.
"Jin, ayo kita ke panggung" kata Daehwi
"Tapi… Hyungseob"
"Cepat"
Woojin hanya menuruti saja. Yang Woojin inginkan hanyalah semangat dari kekasih yang ia rindukan selama ini. Bukan seperti ini, dimana Hyungseob selalu menjauhi Woojin.
Begitu juga dengan Hyungseob. Bukan maksud hati ingin mengusir Woojin, namun ia ingat dengan perkataan salah satu staff.
"Aku akan menghancurkan karir Woojin" kata-kata it uterus terngiang di telinga Hyungseob.
"Hyung" kata Jungjung sambil memegang bahu Hyungseob.
"Semua akan baik-baik saja" katanya lagi.
"Apa sih, Jung. Aku hanya lelah. Ayo kita bersiap buat nanti. Jangan lemah" kata Hyungseob ceria.
Semua tahu bahwa Hyungseob pura-pura tegar. Semua tahu bahwa Hyungseob menahan semua perasaaan ini demi Woojin. Tapi, tidak ada yang bisa mereka lakukan selain diam. Sesungguhnya staff akan melakukan apa saja untuk menghancurkan karir mereka.
"Ayo semua bersiap ke atas panggung untuk penampilan terakhir!" kata salah satu staff yang sangat mendukung adanya JinSeob couple ini.
Dia juga merasa iba, namun yang bisa dia lakukan hanyalah diam. Dia takut di pecat, namun di belakang itu dia tetap mencari cara untuk mempersatukan JinSeob kembali.
"Hyungseob, jangan khawatir. Aku akan membantu kalian" Hyungseob tersenyum.
"Kau tidak usah takut. Semua interaksimu dengan Woojin di atas panggung, tidak akan mempengaruhi karir Woojin".
"Gomawo, noona" kata Hyungseob.
"Nah sekarang kamu naik dan have fun!" Hyungseob mengangguk.
Alih-alih mendekati Woojin, dia malah asik sendiri dengan dunianya. Saat Woojin mendekati, dia malah semakin menjauh. Hal itu membuat Woojin heran dengan apa yang terjadi. Sadarkan Hyungseob bahwa ia sangat merindukannya?
Konserpun berakhir. Hyungseob terlihat sedang mendengarkan sesuatu melalui I-Podnya, terlihat beberapa bulir air mata membasahi matanya.
"It's not that I got scared to meet you againI just hate it because I cannot tell if this is loveI don't want my heart get broken"
Hyungseob terus mengulang lagu dan part itu, seperti sedang memanfaatkan sesuatu. Tiba-tiba, Hyungseob melihat seseorang yang sangat ia rindukan.
"Woojin~ah" panggil Hyungseob.
Mendengar suara indah memanggilnya, Woojin langsung menghampiri dan memeluknya.
Namun tidak ada respond dari Hyungseob. Woojin bingung dan berkata:
"Jagiya, kau tidak apa-apa?". Hyungseob menggeleng.
"Katakan pada…" Ucapan Woojin terputus di barengi dengan tatapan seluruh peserta Produce 101.
"Woojin~ah" kata Hyungseob lirih.
"Mari kita berpisah"
"Movie's over.The movie's overThe curtain rings down as soon as the movie startsBye bye good bye byeDon't make it bad oh girlPlease just leave me.The story was like a dream.Our relationship is over this timeIt's over"
FIN? TBC?
Oke fix! Habis ini author bakal dihajar massa. Wkwkwkwk…
Maaf kalau jadinya sad ending begini, habisnya JinSeob itu kurang ceria pas abis Final Concert. Itulah yang menginspirasi author untuk buat cerita ini dengan duduk di paling belakang, sok-sokan bawa laptop biar jadi anak rajin, padahal bikin ff (curhat mulu elaah).
Ada kemungkinan ini akan ada sequelnya, tergantung mood author. Menurut kalian gimana?
P.S: Jangan lupa reviewnya _ #ketjupbasah
