Flashback Chapter 9

Sesampainya di penginapan, kami berpisah dan menuju kekamar masing-masing. Aku masuk kedalam kamar dan mendapat omelan Riko senpai karena tidak membantunya menyiapkan makan malam, setelah aku menceritakan alasannya pada Riko senpai yang juga didengarkan oleh Yuki dan Yumi, mereka cuma diam dan menatapku dengan wajah horor. Aku hanya bisa menghela nafas lalu mulai tidur karena badanku yang sangat capek. Sebelum aku memejamkan mataku, aku sempat mengambil batu pemberian dari Shiroi di dalam tasku.

"Kau pasti sudah bahagia bertemu dengan orang yang sepesial untukmu, oyasumi Shiroi-san." Gumanku sambil tersenyum dan meletak kembali batu itu kedalam tas lalu mulai tidur.

.

.

KUROKO NO BASUKE © FUJIMAKI TADATOSHI

KUROKO NO BASUKE: NINA STORY © SHERRYSAKURA99

.

.

WARNING: OC, OOC (mungkin), alur mengikuti jalan cerita Kurobas yang asli hanya saja ada beberapa tambahan dari saya, dan juga cerita ini di ambil dari sudut pandang OC itu sendiri, jika ada yang kurang mengerti jalan ceritanya atau banyak kesalahan Typo mohon di maklumi.

Genre: Friendship, Romance, Humor (mungkin, walau humornya agak garing)

Rate:T

.

.

Chapter 10: Kaijo Vs Touou

.

.

Hari ini adalah hari terakhir kami training camp, dan juga menjadi akhir dari latihan neraka ini. Setelah latihan aku membereskan beberapa pakaianku selama training camp bersama dengan Riko senpai, Yuki, dan Yumi.

"Hachii." Tiba-tiba saja aku bersin dan itu membuat Riko senpai, Yuki, dan Yumi menoleh padaku.

"Kau kenapa Nina-chan?, sakit?." Yumi mendekat kearahku lalu memegang keningku.

"Eh kau agak demam Nina-chan." Ucapnya.

"Bagaimana bisa kau demam di musim panas seperti ini Nina-chan?." Tanya Riko senpai yang sekarang berada disebelahku.

"Aku tidak tau, sepertinya setiap musim panas aku selalu kena demam, tahun kemarin juga seperti itu."

"Mattaku, kau bawa jaket?, biar tubuhmu tidak kedinginan." Tanya Yuki padaku.

"Tentu saja aku tidak bawa Yuki, tapi tenang saja nanti kalau kena cahaya matahari yang hangat juga tidak kedinginan kok, hachii." Ucapku yang sekali lagi bersin.

"Setidaknya minumlah obat Nina-chan."

"Ha'i Riko senpai, sepertinya aku membawa obatnya, nanti aku akan meminumnya."

"Bagus lebih baik kita segera selesaikan ini, kasian mereka menunggu diluar."

"Ha'i, Riko senpai." Ucap kami bertiga bersamaan.

Kami melanjutkan acara beres-beres kami yang sempat tertunda, setelah selesai kami segera pergi keluar menemui anggota yang lainnya dan berpisah dengan Yumi serta Yuki karena mereka memutuskan untuk pergi ke Kyoto. Kami semua mengucapkan terima kasih pada pemilik penginapan itu kemudian mulai meninggalkan penginapan, aku sempat melihat kearah rumah Shiroi dan tersenyum walau aku tau aku tidak akan bertemu dengannya lagi.

"Aah! Akhirnya hidup kembali!." Ucap Kogaine senpai disela-sela perjalanan kami.

"Berkali-kali kukira aku bakalan mati." Timpal Fukuda yang menampilakan wajah kelegahan.

"Aku mau cepat-cepat tidur dirumahku." Komentar Furihata.

Ya kira-kira seperti itulah ungkapan kebahagiaan setelah mereka melewati training camp yang seperti neraka itu, dan aku hanya bisa sweetdrop mendengar komentar mereka.

"Hachii." Lagi-lagi aku bersin diwaktu yang tidak tepat.

"Nina-chan kau tidak apa-apa?." Tanya Tetsuya yang kebetulan berada disebelahku.

"Nina-chan agak sakit hari ini." Jelas Riko senpai

"Eh, kau bisa sakit juga ya?."

"Apa maksudmu Kagami-kun, aku juga manusia biasa." Omelku pada Kagami yang hanya dibalas cengiran olehnya.

Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menyentuh keningku dan ternyata itu tangan Tetsuya, tapi wajahnya terlalu dekat hingga aku bisa merasak aroma vanilla dari tubuhnya.

"Badanmu panas Nina-chan, dan juga kau tampak kedinginan, apa kau tidak bawa jaket?." Tanya Tetsuya dengan wajah datarnya, tapi aku masih bisa merasakan kekhawatiran yang sangat dari matanya.

"Tentu saja tidak Tetsuya, ini kan musim panas jadi aku tidak tau kalau aku akan sakit."

Tetsuya mengambil sesuatu dari tasnya, ternyata dia mengambil jaket jersey miliknya kemudian memakaikannya padaku.

"Pakailah, mungkin sedikit menghangatkanmu, tapi lebih baik dari pada tidak sama sekali." Ucapnya sambil tersenyum tulus padaku.

Wajahku tiba-tiba panas ketikah melihat senyumannya itu, aku hanya bisa menundukan wajahku kemudian menganggukannya sebagai jawaban, lalu memasang jaket itu dengan benar.

'Ternyata tubuh Tetsuya besar juga.' Pikirku yang heran dengan jaket pinjaman Tetsuya, karena jaket ini cukup besar, bahkan aku sampai sedikit menggulung lengannya karena kebesaran. Dan tentu saja jaketnya sangat hangat lalu ada aroma vanilla dari jaket ini. Wangi yang selalu bisa membuatku tenang.

Kami berjalan hingga sampai di persimpangan jalan. Aku langsung belok kekanan karena semalam Riko senpai bilang kalau kita akan melihat pertandingan Inter High sebelum pulang. Tapi sepertinya yang lainnya belum diberi tahu oleh Riko senpai dan mereka mengambil jalur kiri.

"Tunggu, kalian mau kemana?." Ucap Riko senpai yang membuat mereka semua berhenti berjalan.

"Eh, kestasiun kan?." Jawab Hyugga senpai.

"Kalian kira mengapa aku mengadakan training camp disini?, tahun ini turnamennya diadakan disini tau."

"Oh begitu rupanya." Izuki senpai mengeluarkan handphone dari sakunya, dan mengecek jadwal pertandingan hari ini.

"Hari ini ada pertandingan babak perempat final, pertandingan antara…" Ucapnya terputus karena kaget dengan apa yang dibacanya.

"Kaijo melawan Touou!." Komentar Hyuuga senpai yang juga kaget dengan apa yang dibacanya dari handphone Izuki senpai.

"Benar, ayo kita menonton pertandingan Inter High." Ucap Riko senpai dengan semangat.

Kami akhirnya menuju terminal bus terdekat karena kami memutuskan untuk menaiki bus, itu karena mereka bilang lebih efisien dan murah. Untung saja bus yang kami naiki agak sepi jadi kami bisa duduk dimana saja. Aku memutuskan duduk bersama Tetsuya, sedangkan Kagami berada dibelakang kami. Aku langsung menyenderkan tubuhku dikursi karena kepalaku agak pusing.

"Kagami-kun." Panggil tetsuya pada Kagami yang berada dibelakangnya.

"Apaan sih?." Jawab Kagami.

"Sebelum kita pergi, Midorima-kun memberiku pesan."

"Hah?."

"Dia bilang, 'kau tidak perlu berterima kasih atas tindakanku, yang dia lakukan hanya melompat-lompat seperti kutu, aku memberikannya pelajaran karena dia terlalu bodoh-nodayo'."

Seketikah muncullah beberapa perempatan diwajah Kagami, dan dia sepertinya tampak sangat kesal.

"Si keparat itu…"

"Lalu, 'jangan kalah sebelum aku mengalahkanmu', sepertinya dia mau bilang begitu." Lanjut Tetsuya.

"Hah, mana mungkin aku kalah bodoh, katakan itu padanya." Jawab Kagami dengan senyuman atau mungkin seringai di wajahnya.

^.^

Kami akhirnya sampai distadion dan masuk kedalamnya. Ternyata stadionya cukup besar ya dan tentu saja sangat ramai.

"Hebat, jadi ini Inter High?." Komentar Kogaine senpai yang kagum dengan ramainya stadion ini.

"Memang sangat ramai ya." Ucapku sambil melihat-lihat disekitarku.

"Pelatih, kapan pertandingannya dimulai?." Tanya Hyuuga senpai pada Riko senpai yang kebetulan berada disampingnya.

"Setelah pertandingan ini, berarti sebentar lagi." Jawabnya yang sekarang sedang membaca jadwal pertandingan di handphonenya.

Kagami mendekat kearah kami dan bertanya pada Tetsuya yang kebetulan berada disebelahku.

"Kuroko, menurutmu siapa yang akan menang?." Kuroko menoleh pada Kagami sejenak lalu kembali fokus pada lapangan didepannya.

"Aku tidak tahu, ini pertama kalinya aku melihat dua pemain starter Kiseki No Sedai saling berhadapan, hanya saja…"

"Eh?, hanya saja apa?."

"Kise-kun mulai bermain basket karena mengagumi Aomine-kun, mereka dulu sering sekali bertanding one on one, tapi Kise-kun sama sekali belum pernah menang." Lanjutku yang mendapat tatapan kaget dari Tetsuya dan Kagami, eh kenapa Tetsuya juga kaget?.

"Ada apa Tetsuya?."

"Dari mana kau tau kalau Kise-kun mulai bermain basket karena mengagumi Aomine-kun, bukankah waktu kau pertama kali masuk Kise-kun sudah menjadi tim regular?."

"Oww soal itu, Kise-kun pernah sekali menceritakannya padaku."

*Flashback*

Aku membereskan beberapa barangku karena tugasku sudah selesai, sebenarnya latihan hari ini dibubarkan lebih awal karena pelatih ada urusan, tapi aku baru pulang menjelang malam karena harus menyusun jadwal latihan mereka, aku berjalan keluar gym dan melewati lapangan basket untuk latihan tim regular. Aku kaget karena masih ada suara pantulan bola dari dalam gym itu, aku menghentikan langkahku dan mengintip kearah lapangan basket itu. Aku melihat seorang bersurai kuning salah satu dari anggota Kiseki No Sedai yaitu Kise Ryota. Tapi sedang apa dia disini?, bukannya latihan sudah selesai ya?. Karena aku penasaran aku mencoba mendekatinya.

"Apa yang sedang kau lakukan disini Kise-kun." Tanyaku yang sukses membuat Kise kaget.

"Uwaaa Ninacchi kau membuatku kaget-ssu."

"Itu karena Kise-kun terlalu fokus pada latihan." Jawabku dengan wajah yang innocent.

"Eh benarkah?."

"Jadi sedang apa kau disini, bukannya sekarang waktunya pulang?."

"Aku hanya ingin sedikit latihan, tapi sepertinya segini sudah cukup, bagaimana kalau kita pulang bersama-sama biar aku yang mengantarmu, lagipula tidak baik cewek pulang sedirian-ssu." Tawar Kise sambil menunjukan senyum yang dapat melelehkan cewek-cewek biasa disekitarnya terutama fansnya, tapi karena aku bukan cewek biasa jadi aku menanggapinya dengan wajah datarku, karena jujur aku tidak suka melihat senyum yang dipaksakan seperti itu.

"Terserah kau saja, lebih baik cepat ganti baju, aku akan menunggumu diluar." Jawabku lalu mulai melangkah menuju pintu keluar, sedangkan kise masuk kedalam ruang ganti cowok.

Setelah menunggu beberapa menit Kise keluar dengan memakai seragam SMP Teiko, dan berjalan kearahku.

"Maaf membuatmu menunggu Ninacchi, ayo kita pulang-ssu." Ucap Kise yang masih memasang senyum seperti tadi.

Aku menganggukan kepalaku dan mulai berjalan bersama Kise yang berada di sebelah kananku. Selama perjalanan kami sempat diam karena aku bukan tipe orang yang pandai bicara, melihat suasana yang canggung itu Kise mulai membuka suaranya.

"Etto kenapa Ninacchi baru pulang?, bukannya latihan sudah dibubarkan dari tadi ya?, apa kau sengaja menungguku dan pulang bersama ku-ssu?." Tanya Kise yang sedikit menggodaku. Seketikah aku langsung menatap tajam pada Kise dan hanya dibalas cengiran bodoh darinya.

"Kau salah besar Kise-kun, aku baru pulang karena disuruh Akashi-kun menyusun jadwal latihan kalian, karena harus diserahkan besok pagi jadi aku kerjakan saja sekarang disekolah, mumpung latihan dibubarkan lebih awal."

"Oww jadi begitu ya-ssu, Ninacchi rajin sekali ya." Ucapnya sambil tersenyum bodoh.

"Kise-kun tolong hentikan senyum bodoh itu, aku bukan penggemarmu jadi jangan berikan senyuman untuk penggemarmu padaku, karena itu sama sekali tidak berpengaruh." Komentarku masih dengan wajah datarku.

Sejenak Kise-kun terdiam dan senyuman bodoh itu hilang, tapi di gantikan dengan wajah kaget dari sisurai kuning itu.

"Kenapa kau menyebutnya senyuman bodoh-ssu?."

"Habisnya kau tersenyum tidak tulus seperti terlalu dipaksakan."

"Begitu ya, kau wanita pertama yang bicara seperti itu-ssu, biasanya wanita-wanita termasuk fansku pasti akan suka kalau aku tersenyum seperti itu."

"Jangan samakan aku dengan fansmu yang gila itu."

"Hehehe… ternyata benar kata Kurokocchi kau itu wanita yang unik-ssu." Ucap Kise sambil tertawa kecil dan ini pertama kalinya aku melihat dia tertawa tanpa dipaksakan seperti tadi.

"Ne Kise-kun, kenapa kau memilih masuk tim basket, bukannya masih banyak klub lain yang lebih mudah dipelajari?."

"Kenapa kau bertanya begitu Ninacchi?."

"Aku hanya heran, karena tim basket regular apalagi tim basket Teiko ini cukup keras untukmu, ditambah lagi dengan pekerjaanmu sebagai model, bukannya masuk kedalam tim basket akan menyita waktu bekerjamu?."

Kise tersenyum tipis dan melihat keatas, setelah itu baru menjawab pertanyaanku.

"Aku masuk tim basket karena basket termasuk permainan yang cukup sulit, dan cukup menantang, lagipula aku ikut tim basket karena aku mengagumi seseorang-ssu."

"Mengagumi seseorang?, siapa?."

"Ah dia adalah Aominecchi."

"Kenapa kau mengagumi makhluk hitam satu itu?."

"Kau jahat sekali Ninacchi memanggil Aominecchi seperti itu-ssu, tapi memang sih dia itu hitam hehehehe."

"Sudahlah jawab saja pertanyaanku Kise-kun."

"Baiklah, aku mengaguminya karena dia yang pertama kali membuat aku suka dengan basket-ssu, dulu sebelum aku mengenal basket aku sering gonta-ganti klub karena terlalu mudah dipelajari dan tidak ada yang bisa jadi lawanku hingga akhirnya aku bertemu dengan Aominecchi yang sangat sulit aku tiru juga sangat sulit aku kalahkan, karena itu aku menyukai basket karena ada lawan yang membuatku semangat untuk terus berlatih-ssu."

"Jadi begitu ya, memang sih kemampuan Aomine-kun itu bisa dibilang hebat, tapi aku yakin suatu hari kau bisa meniru gerakannya, hanya saja mungkin kau harus menghilangkan keraguanmu itu Kise-kun."

"Maksudmu?."

"Seorang pengagum tidak akan membuat orang yang dikaguminya kalah dari dirinya."

*End Flashback*

"Begitu ya, pantas kau tau alasan Kise-kun, menyukai basket." Komentar Tetsuya begitu aku selesai mengakhiri ceritaku.

Sekarang kami telah duduk di bangku penonton, aku berada di sebelah kanan Tetsuya sedangkan Kagami berada disebelahku. Para pemain Touou dan Kaijo mulai masuk ke lapangan diiringi sorak dari penonton. Terlihat disana Kise mendekati Aomine, sepertinya dia sedang mengucapkan sesuatu. Para kapten dari kedua tim sudah berjabat tangan dan itu artinya perandingan akan segera dimulai. Bola sudah dilempar dan dua pemain dari Touou dan Kaijo melompat tapi bola berhasil didapatkan oleh Tim Kaijo, bola didribel oleh kapten Kaijo yang aku ketahui bernama Kasamatsu Yukio tapi di hadang oleh Imayoshi. Kasamatsu langsung mengoper pada Kise yang berhasil di tangkap dengan mulus olehnya, sayangnya dia langsung dihadang oleh Aomine. Kise mencoba mengecoh Aomine dan dia berhasil lolos, tapi dengan cepat Aomine mendorong bola itu dari belakang dan bola itu berhasil diambil Imayoshi. Diapun mendribel bola sampai di wilayah Kaijo lalu mengopernya pada Wakamatsu, ketikah dia ingin menembak, dia langsung di hadang oleh salah satu pemain Kaijo yang aku ketahui bernama Kobori, melihat Sakurai yang berada di depannya kosong, dia langsung mengoper padanya dan berhasil ditangkap oleh Sakurai, dengan cepat dia menembak Three poin, tiba-tiba saja pemain dari Kaijo yang aku ketahui bernama Hayakawa berlari kearah ring seperti akan melakukan reborn, tapi aku yakin lemparan Sakurai akan masuk, dan dugaanku benar tembakan Sakurai masuk. Angka pertama berhasil direbut oleh Touou.

"Menarik." Gumanku sambil menopang daguku dengan tangan kananku.

Pertandingan di lanjutkan dan lagi-lagi bola dioper kearah Kise.

"Apa?, Kise-kun Lagi?." Komentar Riko senpai.

"Aku rasa mereka percaya dengan Kise-kun, karena itu mereka sering mengoperkan padanya." Jawabku.

Setelah mendapatkan bola itu Kise langsung dihadang oleh Aomine, tapi dengan cepat Kise melompat dan akan melakukan three poin, gerakannya itu mirip dengan gerakan Sakurai. Kise melempar bola itu, tapi tiba-tiba Aomine melompat dan dapat menyentuh bolannya, tentu saja itu membuat akurasi bola itu berkurang hingga harus melakukan rebound. Bola kembali dikuasai oleh Touou dan sekarang sedang dipegang oleh Imayoshi, dia pun mendribel bola menuju ke wilayah Kaijo tapi dengan cepat Kasamatsu mengambil bola tersebut dari tangan Imayoshi, dia langsung menembak three poin dan masuk, skorpun menjadi seri 3-3.

"Kasamatsu Yukio dia benar-benar pantas menjadi kapten, auranya benar-benar menunjukan kalau dia seorang kapten." Gumanku yang sayangnya didengar oleh Kagami dan Tetsuya yang berada disebelahku.

"Kenapa kau bisa berkata seperti itu Nina?." Tanya kagami padaku.

"Ya kau tau sebagai seorang kapten kau dituntut untuk selalu berkepala dingin disetiap situasi apapun dan memberi semangat pada pemain lainnya, benarkan Hyuuga senpai?." Tanyaku pada Hyuuga senpai yang kebetulan berada di depanku.

"Tentu saja, karena itu sampai kapanpun kau tidak akan bisa jadi kapten Kagami, jika kau tidak bisa menurunkan emosimu." Komentar Hyuuga senpai sarkastik yang membuat Kagami sedikit kesal dan aku hanya tersenyum tipis.

Permainan di lanjutkan terlihat Aomine memegang bola dengan Kise yang menjaganya, dia mulai mendribel bola, mencoba mengecoh Kise dan mengambil celah dengan kemampuan agilitynya gerakannya sangat cepat, dia berhasil keluar dari hadangan Kise tapi belum sempat dia mendribel bola ke wilayah Kaijo, Kise kembali menghadangnya. Tiba-tiba Aomine mundur kebelakang dan melakukan formeless shot, Kise melompat mencoba menghadang tembakannya itu dan berhasil.

'Akankah tetap bertahan seperti ini?, apakah kau bisa mengalahkannya Kise-kun?.' Batinku.

^.^

Pertandingan dilanjutkan dengan Kasamatsu yang membawa bola dan dihadang oleh Imayoshi, sepertinya dia sedang berpikir akan mengoper atau tidak, jika prediksiku benar karena sekarang semua pemain Kaijo sedang dijaga oleh pemain Touou, mungkin dia akan melakukan fake dan mencoba menerobos pertahanan Imayoshi. Yang aku khawatirkan disini adalah Momoi, dia pasti sudah menduga kejadian tersebut. Dan benar saja sesuai prediksiku Kasamatsu melakukan fake dengan cara akan melakukan pass pada pemain Kaijo yang aku ketahui bernama Moriyama tapi tidak jadi lalu dia melakukan drive dan melewati Imayoshi, sayangnya dia kembali dihadang oleh Imayoshi karena Imayoshi sudah tau apa yang akan dia lakukan.

"Sudah aku duga pasti gagal." Gumanku.

Tiba-tiba Kasamatsu melakukan trun around lalu melakukan fade away, tapi sepertinya Imayoshi juga sudah membaca gerakannya, Imayoshi melompat sebelum Kasamatsu menembakan bolanya. Kasamatsu tetap melompat tapi lompatnya sangat cepat, walau Imayoshi sudah melompat lebih dulu tapi tetap tidak terkejar, Kasamatsu melempar bolanya tapi sedikit terkena ujung jari Imayoshi yang membuat akurasi tembakannya berkurang dan terpaksa melakukan rebound, Hayakawa berlari kearah ring dan berhasil melakukan offense rebound, dia lalu mengoper pada Moriyama yang berada disebelahnya, dengan cepat dia menembakkan bolanya dan masuk, quarter pertamapun berakhir dengan score sementara 18 untuk Kaijo dan 13 untuk Touou.

"Kaijo benar-benar merebut aliran permainan ya?." Komentar Riko senpai.

"Jangan-jangan Aomine sedang menahan diri lagi, ya?." Komentar kagami.

"Tidak, kurasa dia bermain dengan serius, mungkin kali ini Kise-kun lah yang lebih unggul." Jawab Tetsuya.

"Tapi entah kenapa aku merasa kalau Aomine-kun akan semakin kuat, dan aku yakin bukan hanya itu saja kemampuannya." Komentarku.

"Apa maksudmu Nina?."

"Kau taukan Kagami-kun, kalau Aomine-kun akan semakin kuat jika lawannya juga semakin kuat, tapi aku agak setuju denganmu, mungkin Aomine-kun sedikit menahan dirinya."

"Tapi aku lumayan terkejut karena Kaijo berhasil memimpin." Komentar Hyuuga senpai yang mendapat anggukan tanda setuju dari kami.

"Bolehkan aku bertanya sesuatu?." Tanya Kiyoshi senpai pada para pemain yang mendapatkan perhatian dari kami.

"Bagaimana cara kalian mengalahkan Kaijo?." Lanjut Kiyoshi senpai yang memberi tatapan selidik pada mereka.

"Ya aku juga mempertanyakannya, bagaimana bisa kalian mengalahkan tim yang lumayan kuat ini?." Tanyaku pada mereka yang mendapat tatapan kaget dari mereka.

"Eeh… de-dengan semangat desu." Jawab Kagami yang membuatku sweetdrop.

Quarter kedua dilanjutkan dengan Imayoshi mendribel bola dan dijaga oleh Kasamatsu, tapi aliran permainan mereka sangat tenang dan tidak terkesan terburu-buru, sepertinya ada yang direncanakan Imayoshi. Dia mengoper pada Sakurai yang kebetulan dijaga Moriyama, melihat pemain Touou yang kuketahui bernama Susa bebas, dia langsung mengoper padanya dan dioper kembali pada Imayoshi yang berhasil keluar dari penjagaan Kasamatsu, dia mendribel bola sampai wilayah kaijo dan akan melakukan shot tapi berhasil dihadang oleh Moriyama, Imayoshi yang melihat Wakamatsu berada di belakang Moriyama langsung mengganti shot menjadi pass dan berhasil ditangkap olehnya. Wakamatsu menembak bolanya dan masuk, angka pertama di quarter kedua berhasil direbut Touou. Pertandingan dilanjutkan dengan Kasamatsu yang mendribel bola tapi lagi-lagi dijaga oleh Imayoshi. Kasamatsupun mengoper pada Kise yang berhasil diterima dengan baik oleh Kise tapi dengan cepat dihadang oleh Aomine, tekanan yang diberikan Aomine sangat kuat, bahkan aku juga bisa merasakan tekanan itu. Kise mencoba mengecoh Aomine tapi dengan cepat Aomine dapat mengambil bola itu, Aomine yang berhasil merebut bola itu sekarang mencoba mengecoh penjagaan Kise dan berhasil melewatinya. Ketikah dia sampai diwilayah Kaijo, Aomine melompat bermaksud untuk melakukan shoot tapi di hadang oleh Kobori, hanya saja Kobori melakukan foul karena mendorong Aomine, tapi bukan Aomine jika dia tidak bisa menembak dari segala arah, begitu dia hampir jatuh, dia langsung melempar bola itu dan masuk kedalam ring. Karena Kobori melakukan foul, Aomine diberi satu kesempatan menembak yang tentu saja berhasil dilakukan dengan baik oleh Aomine, hasil sementara seri untuk kedua tim.

"Tekanan milik Aomine-kun sangat kuat, apa menurutmu Kise-kun akan menang Nina-chan?." Tanya Tetsuya padaku.

"Entahlah Tetsu, aku juga meragukannya."

"Sepertinya ini akan sangat sulit untuk Kise." Komentar Kagami yang mendengarkan sedikit obrolan kami.

"Tapi jika dia menemukan suatu cara untuk mengalahkannya, aku yakin dia bisa."

Pertandingan di lanjutkan dan lagi-lagi bola dioper kepada Kise, sepertinya mereka benar-benar mempercayakannya pada Kise dan tentu saja Kise langsung dihadang oleh Aomine, Kise melakukan trun around lalu melakukan fade away gerakan yang meniru teknik milik Kasamatsu. Kise menebakkan bolanya tapi berhasil digagalkan oleh Aomine. Melihat Kaijo sedikit kesulitan sepertinya, pelatih Kaijo melakukan time out disaat yang tepat.

"Hachii." Ah lagi-lagi aku bersin-bersin.

Segera aku mengambil tisu yang berada ditasku dan mengusapkannya pada hidungku, apa daya tahan tubuhku lemah ya, bisa-bisanya musim panas kena demam kayak gini. Aku menyenderkan kepalaku di pundak Tetsuya hingga membuat Tetsuya agak kaget karena dari tadi fokus kelapangan.

"Kau tidak apa-apa Nina-chan, apa perlu aku mengantarmu pulang dulu?." Tawar Tetsuya padaku.

"Tidak apa-apa kok Tetsuya aku hanya sedikit pusing jadi biarkan aku seperti ini dulu, lagipula aku masih ingin melihat perandingan ini."

"Kau tidak minum obat Nina?."

"Aku sudah minum obat sebelum berangkat tadi Kagami-kun."

"Kau ini aneh ya, musim panas seperti ini malah demam."

"Entahlah tapi sepertinya tiap musim panas aku selalu demam, bahkan waktu kita training camp musim panas dulu bersama Kiseki No Sedai aku juga sempat sakit, kau masih ingatkan Tetsuya."

"Oh yang waktu itu ya, aku masih ingat kok, malah semua anggota panik ketikah tau kau terkena demam."

"Benar, dan yang paling berisik itu Kise-kun dan Aomine-kun, mereka membuatku sakit kepala setiap mendengar ocehan mereka yang tidak ada hentinya, untung saja waktu itu ada Akashi-kun yang langsung menenangkan Kise-kun dan juga Aomine-kun dengan perintah absolutnya, kalau tidak bisa tambah parah sakitku ini, ya dan juga aku berterima kasih padamu Tetsuya karena mau menjagaku."

"Tidak masalah." Jawab Tetsuya sambil mengelus rambutku.

Aku melihat kearah pemain lainnya yang sekarang menatap Tetsuya seolah berkata mati-saja-kau-Kuroko, dan itu membuatku sweetdrop.

Pertandingan dilanjutkan kembali dengan bola sekarang dipegang oleh tim Kaijo, Kasamatsu memberi arahan pada pemain lainnya, dan juga dia seperti merencanakan sesuatu. Apa ini mungkin gara-gara perkataan Kise pada pelatihnya ya?. Walaupun aku tadi seperti tidak memperhatikan mereka waktu time out tapi sebenarnya aku sangat memperhatikannya dan terkesan fokus, jika tidak diperhatikan dengan seksama tidak ada yang tau kalau aku melihat tingkah Kise dan Aomine. Moriyama mendribel bola dan dijaga oleh Sakurai diapun mengoper pada Kobori kemudian mengopernya pada Kise dan tentu saja Kise dijaga oleh Aomine. Kisepun tampak berpikir, apa mungkin dia mau mengecoh Aomine seperti sebelumnya?, jika dia melakukannya akan sama saja seperti tadi, pasti akan langsung dihadang oleh Aomine. Bukannya mengecoh Kise malah mengoperkannya pada Hayakawa sontak itu membuat kami semua kaget karena Kise menghindari one on one dengan Aomine.

'Kise-kun apa kau sudah menyerah?, tidak sepertinya memang ada yang direncanakan oleh mereka.' Batinku yang masih tetap fokus kepertandingan walau kepalaku masih menyender di bahu Tetsuya.

.

To Be Continue

.

Author: Yosh… pertandingan antara Aomine-kun dan Kise-kun sudah muncul.

Nina: Kenapa kau membuatku demam Author-san.

Kuroko: Iya kasian kan Nina-chan.

Author: Tenang saja, saya membuat anda demam karena ada alasannya, chapter depan pasti tau alasannya apa.

Nina: Terserah kau saja lah Author-san, kita buka sesi jawab review saja.

Author: Ha'i Kagami-kun tolong ya

Kagami: Pertama dari Akaisora Hikari

Kalau itu sudah di bilang kalau Author kita ini penakut jadi tidak bisa menulis cerita yang benar-benar horor. Tapi terima kasih karena sudah mereview.

Nina: Selanjutnya dari LeoniaOtaku

Eh tapi aku suka dengan sifat ini *pasang wajah innocent*, hmm mau pinjam sifatku boleh tapi harus bayar dulu *pasang muka preman yang lagi malak*.

Author: Nina-chan tidak baik seperti itu, maafkan kelakukan Nina-chan dia hanya bercanda kok, dan terima kasih karena sudah mereview, baiklah karena hari ini hanya dua yang mereview, kita tutup sampai sini saja.

Kuroko: untuk terakhir kalinya REVIEW PLEASE…!

.

Next Chapter

.

"Aku ingin keluar sebentar, sekalian mau mengajak Nigou jalan-jalan, sepertinya dia bosan didalam tas terus."

"Baiklah hati-hati ya Nina-chan."

.

"Bagaimana kalau kita taruhan?."

"Eh, taruhan apa-ssu?."

.

"Empat Foul, sepertinya Aomine tidak akan bisa bermain bebas lagi."

"Aku tidak yakin Kagami-kun, dia bukan tipe orang yang akan mengendurkan serangannya, hanya karena masalah ini."

.

Chapter 11: Taruhan

.

"Kise-kun berhasil meniru gerakan Aomine-kun."

"Sepertinya keraguhannya sudah mulai hilang."