Author : Ano yang mengirimkan OC untuk NPC bernama Marie Kawai apa boleh saia pakai buat nama NPC ratu disini (karena jujur NPC ratu itu saia belum kasih nama dan pas liat profile Marie Kawai itu cocok sama sang ratu). kalau diberi ijin next penampilan dia (sang ratu) akan saia panggil Marie Kawai, tapi kalau keberatan yah tidak apa-apa. Oh, ya mungkin dibeberapa adegan ada disaat para tokoh bersikap OOC alias keluar batas normal hehehe, karena seperti yang saia katakan cerita ini mengandung unsur humor juga. Please enjoy this chapter.

Warning : T rate, banyak OC, chara death, alur simpang-siur (lho?), mengandung unsur humor/mystery dll. Bahasa labil ala gamers.

Pairing : Hint.

Disclaimer : Naruto cs punya Masashi Kishimoto.


Neverland

Chapter 9

(Reika Vs Suigetsu)

.

.

"Sai, Kabuto!" kata Neji kepada dua orang yang menolong mereka ternyata adalah Sai dan Kabuto.

"Untunglah kami tepat waktu!" kata Sai yang kemudian menghampiri Neji dan yang lainnya dengan setengah berlari.

"Ba-baguslah … " gumam Reika yang langsung menjatuhkan dirinya ke tanah.

"Hei, Reika! Bangun, Reika! Reika, lo kagak napa-napa?" Hery sedikit khawatir saat mengetahui tubuh Reika sangat panas.

"Ck, gue gak apa-apa!" balas Reika yang kemudian menepis tangan Hery dan kembali berdiri.

"Lebih baik kita pergi dari tempat ini sebelum monster-monster itu kembali kemari" kata Kabuto mengusulkan.

"Baiklah, ayo semua pergi dari sini" Neji mengangguk dan dia menggendong Hinata.

"Ayo gue bantu!" Hery mengulurkan tangannya ke Reika yang langsung ditepis oleh pemuda jabrik tersebut.

"Gak perlu, gue bisa jalan sendiri!" balas Reika yang kemudian berjalan mengikuti Kabuto dan Sai yang ada di depannya.

~o0o~

.

"Kita mau kemana?" tanya Neji yang mengikuti langkah Kabuto.

"Ke perbatasan hutan, disana jauh lebih aman daripada disini" balas Kabuto menjelaskan tujuannya.

"Ngomong-ngomong, kenapa kalian bisa datang berdua?" tanya Neji penasaran, kok bisa-bisanya Sai sama Kabuto.

"Hanya kebetulan saja kami bertemu di tempat yang sama" balas Sai menjawab pertanyaan Neji.

"Kami bertemu di Mannequin Castle" lanjut Kabuto menjelaskan tepatnya mereka bertemu dimana.

"Dimana itu?" tanya Hery bingung, rasanya kok dia gak pernah denger nama tempat itu sebelumnya.

"Itu secret base milik Joker, bagaimana caranya kesana aku juga tidak tahu. Soalnya di game belum pernah nyoba" balas Kabuto sambil garuk-garuk ikutan bingung juga.

.

"Neji, Hinata itu kenapa?" tanya Sai menanyakan keadaan Hinata, gadis itu tampak begitu pucat dan sekujur tubuhnya keringetan.

"Penyakit asmanya kumat" balas Neji dan Sai hanya mengangguk mengerti. Dia dan yang lainnya memang sudah mengetahui penyakit Hinata yang satu itu.

'Sial, pandangan mata gue burem!' batin Reika yang tampak sedang mengucek matanya beberapa kali.

"Oi, Reika! Jalan cepetan dikit!" Hery meneriaki Reika yang jalannya agak tertinggal di belakang.

"Cerewet!" Reika teriak balik dan dengan tergesa menyusul.


"Tampaknya notice board juga berlaku ya?" kata Kiba yang menyadari adanya sebuah tulisan yang menyatakan misi Hide and seek telah sukses dijalankan.

"Kayaknya sih begitu" balas Rei cuek yang kayaknya udah gak kaget lagi sama hal-hal aneh yang bakalan terjadi.

"Itu berarti teman-teman yang lain mengetahui kalau misi ini sudah sukses dilaksanakan" timpal Magica berspekulasi.

"Bagus kalau begitu. Kalau mereka sudah tahu, itu berarti untuk misi selanjutnya kita serahkan pada mereka!" kata Kiba yang langsung mengucap syukur plus sembah sujud.

"Nah, Obito. Gue udah berhasil nangkep elo! Jadi sesuai janji, katakan rahasia yang lo ketahui" kata Rei yang udah berkumpul ditempat pertama kali mereka ketemu Obito.

"Baiklah, akan ku katakan sebuah rahasia. Apa kalian tahu di Queen Heart Castle terdapat sebuah Red jewel? Katanya di dalam jewel itu tersimpan roh salah satu dari lost child" balas Obito memberi informasi mengenai roh dari lost child yang menurut dari cerita gamenya merupakan pengikut dari Joker.

"Oke, terimakasih infonya! Ayo kita pergi!" ucap Naruto bersemangat.

~o0o~

.

.

"Kalian berdua ada dipihak mana?" tanya Neji yang penasaran, sekarang mereka udah duduk diperbatasan hutan dan memilih istirahat disana sejenak sambil menunggu keadaan Hinata membaik.

"Joker" jawab keduanya sambil menunjukkan bracelet warna merah yang ada ditangan mereka.

"Punya alasan kenapa memilih Joker?" gantian Hery yang bertanya dengan penasaran. Sesaat Sai dan Kabuto saling pandang. Tak lama Kabuto membuka suaranya.

"Sebenernya aku menduga kalau Game Master itu adalah Orochimaru … Dia adalah guruku dibidang teknik dikampus dan memiliki obsesi besar pada game. Hingga pada suatu saat dia membawa game Neverland dan melakukan kerjasama dengan anak didiknya dan mengembangkan game itu. Sebelumnya dia pernah mengatakan akan membuat game yang bisa dirasakan oleh para pemain seperti didunia nyata dan aku khawatir ini yang dia maksud" balas Kabuto mengemukakan dugaannya mengenai sosok Game Master. Sejenak Neji dan Hery terdiam untuk berpikir.

"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Itu baru dugaan bukan. Tujuan utama kita mencari Sasuke dan Gaara serta keluar dari sini" kata Sai yang gak mau ambil pusing memikirkan masalah serumit itu, itu bukan urusannya. Yang jelas tujuannya untuk menemukan Sasuke dan Gaara, dan dia yakin kedua orang itu terjebak di dalam game dan sedang membutuhkan bantuan mereka.

.

Notice : Red jewel Opened.

"Bagus, sekarang giliran kita yang maju! Let's go girls!" kata Temari bersemangat pada yang lainnya.

"YOSH!" balas yang lainnya dengan semangat yang sama. Mereka berlima memasuki Queen Heart Castle.

.

"Hmm … Aku dimana?" Hinata yang sedari tadi pingsan akhirnya tersadar juga.

"Hinata, kau sudah bangun!" sontak Neji kaget dan segera mendekati gadis itu.

"Neji, kita dimana? Mana yang lain?" tanya Hinata, matanya mencari-cari sosok teman-temannya yang lain.

"Mereka sudah pergi duluan" balas Neji menjelaskan.

" … Maaf ya, aku jadi menyusahkan kalian semua … " ucap Hinata sambil tertunduk lesu, dia jadi merasa tidak enak telah menjadi penghambat bagi yang lainnya.

"Sudahlah, Hinata. Tidak ada yang menyalahkanmu kok" kata Neji dengan lembut berusaha menjaga perasaan gadis itu.

"Tenang Hinata, nanti kita akan segera menyusul kok!" balas Hery dari belakang yang sudah muncul dengan membawa buah-buahan (dia bawa itu buah pake jubahnya).

"Itu benar, jadi jangan khawatir!" timpal Sai sambil tersenyum.

"Benar-benar! Ayo makan dulu!" kata Hery yang langsung menurunkan buah-buahan yang dia dapat.


'Sialan, kenapa gue ngerasa badan gue panas banget ya!' batin Reika yang sekarang lagi basahin mukanya pake air sungai yang ada disekitar hutan itu. Berkali-kali cowok ini terus-menerus membasuh mukanya dengan air sungai, dan sesekali dia juga membasuh kedua lengan serta lehernya.

'Hmmm …' Reika yang sedang fokus membasuh mukanya dengan air tiba-tiba melihat sosok bayangan yang terpantul di air seperti sedang ingin menyerangnya.

"HEYAAAAAH!" dengan cepat Reika menghindar dari orang yang sedang mengarahkan pedang besar kearah dirinya. Tampak percikan air yang berkecipak akibat pedang dari pemuda yang menyerangnya itu.

"Suigetsu! Mau apa lo!" tanya Reika sambil menjaga jarak dari pemuda yang dipanggilnya dengan sebutan Suigetsu tersebut.

"Heh, Reika … Ini saatnya membalas dendam! Gue bakal kalahin lo sekarang!" kata Suigetsu sambil menyeringai. Pemuda ini memang sempat dikalahkan beberapa kali oleh Reika dalam player versus player dalam permainan. Cowok itu kembali mengarahkan pedangnya ke Reika, dan dengan cepat juga Reika mengelak.

"Coba saja kalau bisa!" Reika nantang balik sambil mencabut katana miliknya.

~o0o~

.

.

"Sekarang kita kemana Cho?" tanya Temari pada Cho yang hari itu menjadi petunjuk jalan mereka.

"Belok sini" jawab Cho sambil menunjuk sebuah lorong.

"Berhenti sampai disitu penyusup!" tiba-tiba terdengar suara orang dari arah belakang mereka.

"I-itu prajurit hati!" Nyx malah teriak kesenengan. Mukanya keliatan girang bener pas ngeliat para prajurit kartu itu.

"Nyx, ini bukan saat yang tepat untuk kagum!" kata Ten-Ten yang heran melihat tingkah Nyx yang masih saja sempat kagum sama prajurit-prajurit berbentuk kartu tersebut.

"Prajurit tangkap mereka!" tampak prajurit satu itu memanggil teman-temannya yang lain, dan dalam sekejap muncul pasukan dalam jumlah banyak.

"Ayo cepat masuk ke lorong!" kata Cho yang bergegas masuk ke lorong diikuti dengan yang lain. Ten-Ten langsung menutup pintu lorong dan mengganjalnya dengan beberapa benda yang ada disana.

BRAK!

"What? Gak salah liat gue?" Nyx bengong kayak sapi ompong pas liat prajurit-prajurit itu jalannya sambil menjebol tembok.

"Nyx, bukan saatnya untuk bengong! Ayo lari!" Yumiko menarik tangan Nyx dan menyeretnya pergi.

.

"Water dragon!" Suigetsu mengeluarkan jurus andalannya, Water dragon. Jurus yang mengeluarkan energi chi sang pemakai dalam bentuk naga air, untuk mengeluarkannya si pengguna harus berdekatan dengan air dan menggunakan banyaknya air yang menjadi perantara untuk menyerang lawan. Besarnya kekuatan tergantung jumlah air yang berada disana.

Jurus yang dikeluarkan Suigetsu tepat menghantam Reika dengan sangat keras, membuat pemuda itu terbawa mundur.

'Kurang ajar! Pandangan mata gue kabur!' batin Reika sambil mengerjapkan matanya beberapa kali untuk melihat posisi Suigetsu dengan benar.

"Bersiaplah! Heyahh!" Suigetsu kembali menyerang Reika yang saat itu posisi berdirinya masih belum stabil.

'Dia datang!' Reika yang menyadari segera menangkisnya dengan Katana miliknya.

TRANG!

Keduanya sedang beradu kekuatan menyerang dan bertahan. Tak lama baik Reika ataupun Suigetsu melompat mundur, membiarkan air memercik diantara mereka.

"Kenapa? Jangan bilang kalau lo udah kecapean" kata Suigetsu mengejek Reika yang sepertinya sedang kewalahan.

'Panas sialan!' rutuk Reika dalam hati, andai saja kondisinya sedang stabil tentu dia bisa mengatasi Suigetsu.

"Gue bakal ngalahin lo saat ini juga!" kata Suigetsu yang mengangkat tangannya menandakan kemenangannya sendiri.

.

"Pasukan yang mengejar semakin banyak saja!" Yumiko berlari panik melihat jumlah pasukan yang mengejar mereka semakin bertambah.

"Pokoknya lari terus!" kata Cho yang berlari paling depan.

"Tidak bisa, harus ada seseorang yang menghentikan mereka!" ucap Temari yang kemudian berhenti.

"AERO BLAST!" Temari menggeluarkan kekuatan angin dari kipasnya. Temari merupakan Magician yang banyak memadukan skill combo angin. Aero blast serangan berbentuk bola angin yang dapat menyerang musuh yang berada dalam satu kolom.

"LOOP HEART!" serangan jarak jauh milik Ten-Ten, dimana serangan ini menyerang tepat pada jantung lawan. Skill ini juga mampu menembus lawan yang ada di belakangnya, kolom area.

"Kalian bertiga pergilah! Biar kami yang menahannya!" kata Temari yang menyuruh Cho pergi bersama dengan Nyx dan Yumiko. Atas perintah Temari, ketiganya berlari menelusuri lorong, lorong yang akan menuntun mereka ke tempat harta karun sang ratu, dimana di dalamnya terdapat benda yang mereka cari, red jewel.


"Hahahahaha, sejak kapan lo jadi lemah begini?" Suigetsu kembali memanas-manasi Reika, dia tersenyum sinis pada Reika yang sedang berusaha menggenggam erat Katana miliknya yang hampir saja terlepas.

"Berisik, diem aja lo!" balas Reika dengan sengit. "RAGE!" Reika menggunakan skill Rage. Dengan cepat dia berlari menyerang Suigetsu dan berhasil melayangkan beberapa tinju serta tendangan kearah pemuda congkak di depannya itu.

"Sialan" desis Suigetsu yang terdorong cukup jauh akibat tendangan Reika yang terakhir. Tentu Suigetsu tidak mau mengalah, kembali dia berniat membalas serangan Reika.

Reika menghindar dengan cepat dari sabetan pedang Suigetsu yang diarahkan kepadanya. Dengan cepat Reika berlari menyerang mendekati Suigetsu. Suigetsu yang menyadari kedatangan Reika melayangkan sabetan pedangnya kembali kearah kepala Reika, tapi serangan itu meleset. Reika segera merunduk, kemudian dengan sedikit tonjokan dari tangannya Suigetsu terdorong beberapa langkah ke belakang. Reika menyibakkan air sungai dengan pedangnya yang dia arahkan ke wajah Suigetsu dengan maksud melemahkan konsentrasi lawannya.

"Argh!" Suigetsu terkena cipratan air yang memang sengaja dilakukan Reika, dan cipratan air itu masuk ke dalam matanya, membuat pemuda ini berdecak kesal karena penglihatannya terhalangi. Reika yang melihat kesempatan ini segera menyerang pemuda itu.

"Poison slash!" Reika melancarkan serangannya pada Suigetsu yang sedang lengah, tapi dia tidak menyadari adanya serangan dari arah lainnya.

"Poison claw!" serang dari arah belakangnya tepat mengenainya. Serangan tak terduga itu melukai Reika membuat cowok itu terjatuh kesakitan.

"Heh … Terima ini!" kata Suigetsu yang mendaratkan pedangnya tepat mengenai tubuh Reika, tubuhnya terhempas dan jatuh ke air, begitu pula dengan Katananya yang ikut terjatuh dan terhempas. Life point Reika berkurang sangat jauh. Reika hanyut terbawa arus sungai bersama dengan Katana yang setia mendampingi di sebelahnya.

"Argh! Lihat akibat perbuatan lo, buruan gue lenyap!" Suigetsu mencak-mencak kesal, karena targetnya sekarang lenyap terbawa arus, dia sangat bernapsu ingin menghabisi Reika saat itu.

"Lo harusnya berterimakasih sama gue! Kalau bukan gara-gara gue, mungkin lo udah mati tadi!" balas cewek berambut merah yang kini tengah berdecak kesal. "Lagipula dia pasti mati, racun itu pasti sudah menyebar ke seluruh tubuhnya dan tak lama life pointnya pasti menjadi nol" sambungnya lagi sambil menyeringai.

"Kau sangat menyebalkan Karin!" balas Suigetsu tak bisa berkata apa-apa lagi.

"Kau bodoh Suigetsu! Jangan melakukan tindakan apapun sebelum diperintah! Ayo pergi!" ucap cewek berambut merah yang bernama Karin itu

"Cerewet! Gue cuma bosen!" Suigetsu menggerutu sebal sambil mengikuti langkah gadis yang berjalan mendahuluinya itu.


"Gue nemuin red jewel!" teriak Nyx kegirangan sambil lompat-lompat.

"Bagus, ayo cepat kita pergi dari sini!" balas Yumiko yang segera membuka pintu ruangan, tapi begitu buka pintu sudah ada sosok yang menanti mereka.

"Rupanya ada tiga pencuri kecil yang menyusup masuk ke dalam istanaku" kata sosok tersebut yang merupakan ratu dari Queen heart castle. Yumiko segera mundur ke belakang dengan cepat.

"Eh, ka-kami bukan pencuri kok!" jawab Yumiko setengah takut sambil sikut-sikutan sama Nyx yang ada disebelahnya.

"Benar! Kami kemari karena disuruh Joker untuk meminjam benda ini!" balas Nyx jurus kibulannya keluar.

"Kau bilang Joker barusan?" tanya sang ratu yang mendadak wajahnya berubah dari yang serem persis Sadako jadi sumringah berseri-seri. Nyx hanya mengangguk pelan takut-takut, jangan-jangan dia nanti malah diserang sama sang Ratu lagi. Soalnya di game, Ratu ini terkenal temperamen tinggi.

"Kalian teman Joker?" tanya sang Ratu yang berubah jadi antusias.

"Iya, kami teman Joker!" sambar Nyx dengan cepat.

"Bagus sekali! Begini saja, aku akan memberikan benda itu kalau Joker yang mengambilnya sendiri kemari bagaimana?" tanya sang Ratu yang meminta Joker datang sendiri padanya. Nyx dan yang lainnya garuk-garuk bingung.

"Mau tidak? Kalau tidak mau ya sudah, aku akan menangkap kalian semua disini! Dan memenggal kalian semua!" sambungnya lagi dengan galak. Nyx dan yang lain langsung menelan ludah membayangkan kalau mereka benar-benar akan dipenggal.

"Ba-baiklah, kami akan segera memberitahukan ini pada Joker. Tapi kami butuh benda ini sekarang! Kami janji tidak akan berbohong, Joker pasti akan kemari!" kata Nyx yang mencoba mencari akal untuk tetap bisa membawa red jewel. Tampak sang Ratu diam sejenak sambil menatap curiga pada Nyx dan yang lain. Yumiko sama Cho langsung komat-kamit baca mantra biar si Ratu setuju sama usulan Nyx. Kaze yang setia di belakang Cho cuma bisa memiringkan kepalanya bingung pas liat keanehan pada Cho dan Yumiko, tapi tak lama NPC kaku itu ikutan komat-kamit (dia cuma asal komat-kamit gak ngerti).

"Baiklah, tapi janji ya! Awas kalau bohong, aku akan mengejar kalian kemanapun kalian pergi!" ucap sang Ratu yang akhirnya setuju memberikan red jewel terlebih dahulu.

"HOREEE GAK JADI DIPENGGAL!" Yumiko sama Cho langsung bersorak girang sambil mengangkat kedua tangannya dan nari-nari ke kiri dan ke kanan, Kaze juga ngikutin dengan gaya ala pemandu sorak tingkat dunia, pake goyangin pinggul segala. Yumiko sama Cho yang baru sadar sama kelakuan Kaze langsung sweatdrop di tempat.

"Fiuh, untung saja … " kata Nyx mengelus dada dengan lega begitu sosok sang Ratu menghilang dan mereka diperbolehkan membawa red jewel tanpa harus melakukan pertarungan.

~o0o~

.

"Eh? Kemana mereka semua?" Ten-Ten celingukan dengan bingung begitu melihat para parajurit itu hilang satu-persatu.

"Tampaknya mereka berhasil" balas Temari yang kemudian melipat kipasnya.

"Itu mereka! Temari, Ten-Ten!" Cho berlari menghampiri Temari dan Ten-Ten.

"Hebat kalian berhasil!" kata Ten-Ten sambil tersenyum senang dan menjetikkan jarinya.

"Jelas dong, siapa dulu!" ucap Nyx dengan bangga menepuk dadanya.

"Ayo susul yang lain!" timpal Yumiko yang ikut-ikutan jadi bersemangat sambil membawa red jewel.

Notice : Red jewel complete.

"Sepertinya Temari dan yang lainnya berhasil ya, Shikamaru?" kata Sakura sambil melirik Shikamaru yang wajahnya sudah memerah.

"Tentu saja, dia pasti berhasil!" jawab Shikamaru sambil menyembunyikan semburat merah diwajahnya. Sejak tadi pemuda berambut seperti nanas itu begitu mencemaskan Temari.

"Sekarang kita cari Tobi" kata Joker yang berjalan menelusuri jalan yang ada di Toy's City bersama dengan Sakura, Shikamaru dan Lee. Sedangkan yang lain beristirahat untuk memulihkan tenaga mereka.


"Si Reika apa gak terlalu lama ya perginya?" tanya Neji yang mulai heran kenapa Reika pergi dari tadi belum balik-balik juga.

"Bentar gue cek dia dulu" kata Hery yang kemudian segera berdiri.

"Kami ikut membantu!" samber Hinata cepat dan ikut berdiri.

"Hinata, tapi keadaanmu ... " Neji yang mencemaskan Hinata berusaha menasehati gadis itu, tapi omongannya sudah dipotong Hinata.

"Aku sudah tak apa-apa, lagipula aku ingin sekali membantu" jawab Hinata yang sepertinya ingin membalas kebaikan Hery dan Reika karena mau menemaninya.

"Ayo cari sama-sama" sambar Sai yang juga ikutan berdiri disusul dengan Kabuto yang tampak juga ingin ikut.

"Ya, ayo!" balas Hery mengangguk penuh semangat.

Mereka semua menelusuri jalan setapak yang menuju anak sungai yang ada disana.

~o0o~

.

"REIKA! REIKA!" Hery dan yang lainnya meneriaki Reika sepanjang jalannya aliran sungai tapi tak ada respon sama sekali.

"Aneh kemana perginya itu anak? Gue yakin dia pasti ijin mau kemari, soalnya sungai terdekat cuma disini" kata Hery yang masih celingukan mencari-cari sosok temannya itu.

"Kalian semua coba kemari!" teriak Sai memanggil yang lainnya. Sai sepertinya sedang mengamati sesuatu.

"Ada apa Sai?" tanya Hery dengan tergesa menghampiri Sai.

"Coba lihat itu" Sai menunjuk rerimbunan semak-semak yang ada disekitar sungai.

"Daun-daun ini seperti terkena tebasan pedang tajam, dilihat dari bentuknya yang seperti terpotong dengan benda tajam ini" kata Neji yang meneliti bentuk potongan sejajar dari semak-semak itu.

"Sepertinya habis terjadi pertarungan disini" kata Kabuto mengemukakan pendapatnya setelah meneliti baik perkataan Neji barusan.

"Jangan-jangan Reika ... " Hery terdiam dan mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.

"Neji, cepat kemari!" Hinata memekik keras memanggil Neji. Neji dan yang lain bergegas mendekati Hinata yang berdiri disekitar pinggiran sungai yang agak jauh dari mereka.

"Kau menemukan sesuatu?" tanya Neji pada Hinata yang wajahnya kini berwajah pucat.

"Coba lihat apa itu" Hinata menunjuk genangan air yang berwarna merah yang bercampur dengan air sungai.

"Sepertinya memang benar terjadi pertarungan. Disini juga ada bercak darah dan masih baru" kata Kabuto yang melihat adanya bercak darah lain di tanah.

"Gue harus cari Reika!" kata Hery yang berubah jadi mencemaskan keadaan Reika.

"Tahan Hery! Bagaimana kalau Reika udah game over?" kata Kabuto menyebutkan kata 'game over' membuat bulu kuduk mereka semua jadi merinding seketika.

"Reika belom game over, gue yakin itu! Dia gak mungkin game over!" balas Hery berkali-kali sambil menepis pikiran terburuknya yang akan terjadi pada temannya itu. "Gue bakalan cari Reika!" kata Hery yang bergegas beranjak dari sana tapi dihadang Neji.

"Sabar dulu Hery, jangan tergesa-gesa. Kita semua pasti bantuin elo cari Reika, ya kan semua?" tanya Neji yang kini memandangi yang lain.

"Kami pasti bantu!" balas Hinata sambil tersenyum hangat. Sai dan Kabuto mengangguk cepat tanda mereka juga setuju untuk ikut membantu.

Bagaimana nasib Reika? Apakah dia game over? Dan misi apa yang sudah menanti Sakura dan kawan-kawan?.

TBC ...


Author : Gak bisa banyak komentar deh, hehehe silahkan berspekulasi mengenai sosok game master dan Joker. Bagi OC yang pengen dipindahin tenang aja kok, akan ada penyebrangan pihak nantinya. Saran serta kritik diterima dengan baik. No flame (karena kebanyakan flame yang saia terima asal err, maaf ... Asal modal kata pedas tapi gak logis), dan tolong sebelum benar-benar mengerti alur ceritanya jangan langsung ngeflame membabi-buta, karena itu hanya akan membuat anda tampak seperti orang bodoh.

.

.

HAPPY READ^_^V

NB : Saia dan Riku mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, mohon maaf kalau ada kata-kata saia yang tidak berkenan untuk teman-teman. Dan semoga cerita ini bisa menemani teman-teman.