Disclaimer:Hunter x Hunter and Yu Yu Hakusho are Yoshihiro Togashi's


Sampai hari ini aku masih tidak percaya. Kata mereka di balik awan yang gelap, terpapar langit biru yang sangat luas. Aku masih tidak percaya kalau mereka datang dan melahap semuanya hanya dalam sekejap. Semuanya, mimpiku, tugasku, harapanku yang bercahaya.

Kau ingin tahu apa yang melahap semuanya itu? Dari mana awan gelap itu muncul? Itu semua berasal dari...

"APIII!"

"Buaaahh! Fuuuuuh! Fuh! Fuh, fuh, fuh!" Gon, yang mulai panik, meniup niup api menggunakan mulutnya sembari mengibas ngibaskan tangannya ke arah api, guna menghentikan kobaran api tersebut.

"Jangan, Gon! Reaksi Nitrogen, api, dengan oksigen dari kibasan tanganmu hanya akan memperbesar api itu!" Ucap Kurapika dengan penuh kewibawaan (ciee(?))

"Kalau begitu ditiup saja! Manusia menghirup oksigen namun mengeluarkan karbondioksida!" Ucap Killua yang kemudian meniup niup api itu. Aksinya diikuti oleh Gon.

"Tapi manusia mengolah makanan di lambung menggunakan asam klorida!" Ucap Yusuke sok tahu (tapi memang bener sih)

"Itu tidak ada hubungannya!" Teriak Kurama yang kemudian disusul oleh Kurapika, "Sudah, hentikan kata kata ilmiah yang susah dimengerti oleh mereka! Ayo kita pikirkan cara untuk menghentikan api ini." Lanjut Kurama layaknya seorang pemimpin.

"Hh, Bodoh." Hiei bergumam pelan, namun tentu saja untuk orang yang sering diejek, gumaman itu merupakan teriakan.

"Apa katamu?" Kuwabara menarik syal Hiei yang membuat Hiei terangkat, "Memangnya kau punya cara lain yang lebih bagus? Hah!? Dasar pendek!"

"..." Hiei tak berkomentar. Tak lama, ia memutar kepalanya dan melihat Leorio sambil berkata, "ada" dengan ketenangannya seperti biasa.

"Ada?" Kuwabara pun menurunkan tubuh Hiei.

"Ya, ada." Hiei kembali mengulang kata katanya barusan.

"Bagaimana caranya?" Tanya Leorio sambil mendekati Hiei.

"Waktu pertama kali masuk menara ini, kita diberi kekuatan masing masing, bukan? Bukannya orang – orang tua itu dapat mengeluarkan air?" Ucap Hiei sambil mengibas ngibaskan jubahnya. Tentu saja untuk menghilangkan debu debu yang membuat kulit rusak dan gatal gatal.

Tanpa disadari, api yang mengelilingi mereka sudah semakin besar dan telah melahap satu lantai di bawah mereka dan langit langit di atas mereka sudah setengah berjatuhan, dengan kata lain, saat ini mereka ada di lantai yang kedua dengan atap yang tinggal setengah. Entah kenapa mereka tidak menyadarinya.

"Ooh!" Leorio membalas jawaban Hiei.

"Jangan katakan 'Ooh'! Cepat keluarkan kemampuanmu itu! Kau juga, Ossan 2." Ucap Killua sambil mendorong Leorio agak keras, namun lembut (?)

"Baiklah, aku sebut ini, Bukan Ossan Water Proof!" Di depan Leorio pun langsung muncul air yang mengalir dengan sangat deras. Gerakan 'Bukan Ossan Water Proof' itu disusul oleh Kuwabara pula.

Perlahan tapi pasti, api itu mulai mereda.

Sampai saat itu aku masih percaya kalau di balik—

"UDAHAN, THOR!"

Eeh, iya iyaaa! Maaf!

Eee... Aaa. Aaa... Chek chek! Oh, masuk ya? Oke, kali ini aku kalah menghadapi Kimochi. Tapi aku tidak peduli. Toh nanti di kesempatan kedua aku yang menang AHAHAH! Terdengar suara Kenai di seluruh lantai itu. Entah dari saluran selokan mana suara itu keluar...

"HEY! SUDAH! Hentikan ketidakpedulianmu itu, Kenai! Walau Kimochi pingsan setengah sekarat seperempat mati, sisanya hidup, kami tidak akan menyerah! Kami lebih kuat darimu lho, Kenai!" Teriak Yusuke dengan penuh emosi. Ia juga mulai menyiapkan kuda kudanya

"Benar! Kami akan ke sana dan mengalahkanmu sekarang juga!" Gon menyusul kalimat Yusuke.

Haah, ternyata benar kata orang, Kesempatan bisa datang kapan saja. Kalau kesempatanku untuk mengalahkan kalian itu ternyata sekarang, baiklah, aku akan mengalahkan kalian semua sekarang!

Kenai pun muncul di depan mereka semua.

"Hah, akhirnya kau mau menunjukkan rupamu juga!" Hiei mulai menyiapkan api di tangannya.

Dan pertarungan pun dimulai.

Yang memulai serangan adalah Yusuke yang sudah daritadi tampak sangat agresif dan bersemangat. Sayapnya melambai lambai di udara dan tangannya membentuk pistol. Tentu saja ia akan mengeluarkan Rei Gun andalannya.

"Terima ini! REI GUN!" Teriaknya di atas udara yang luas.

Sementara Kenai menangkis Rei Gun Yusuke, Gon, dengan pancingannya sudah terbang di atas Kenai dan mengaitkan kailnya pada baju Kenai. Dengan kekuatannya, Gon menahan Kenai di tempatnya agar tidak bisa menghindar dari Rei Gun milik Yusuke.

Huaaah! Kok aku tidak bisa bergerak— Oh, karena kau, ya, anak kecil. Pandangan Kenai sesaat berubah. Dan tiba tiba saja Kenai menghilang dari tempatnya dan sekarang berada di belakang Gon, siap memukul Gon ke bawah, Kau kurang cepat, Nak! Hak!

"AWAS, GON!" Teriak Yusuke.

BUAGKH!

"Kalau begitu, lawanlah lawan yang cepat!" Kurapika dengan kecepatannya langsung menggores perut Kenai menggunakan Bokken Sword miliknya, "Hah, kena!"

Astaga! Perutku yang tersayang! Kekasih terindah yang sudah membantuku mengolah makanan!

"Nah, sekarang saatku ya?" Ucap Kurama yang sedetik kemudian menghilang dengan cepat.

Kurama mengeluarkan sulur mentimun (?) yang panjang dan langsung melilitkannya ke Kenai. Tentu saja Kenai takkan bisa membebaskan diri, sulur itu sudah dialiri Yoki Kurama. Setidaknya itu yang dipikirkan oleh ke-8 ksatria dan Author... Kenyataannya...

"Ah! Lepas! Kejar dia!"

Oi! Aku bukan anjing!

"Ah, maaf maaf.."

Ehem.. Bwahahahah! Kalian tidak akan bisa menangkapku!

"Cih, Sialan!" Yusuke mulai mengutuki dirinya sendiri, "Apa kita memang tidak bisa menangkapnya?"

"Pasti ada cara untuk mengalahkan Kenai!" Ucap Gon dengan semangat pantang menyerahnya.

"Cara?" Ucap Kurama dan Kurapika bersamaan.

"Oi, Thor! Cepet kasih tau caranya dong!" Kuwabara mulai protes.

"Iya, Author kebanyakan cing cong nih." Sambung Ossan 1 (Leorio: HEH?!)

"Heh, kalian terlalu bergantung pada Author yang tidak bisa diandalkan itu. Coba pikirkan lagi. Ada satu cara yang beum kita coba." Hiei dengan senyumnya yang membahana (?) mulai memberi petunjuk pada readers.

"Satu cara.." 7 ksatria pun mulai memperhatikan sekelilingnya mencari petunjuk.

"Satu cara itu maksudnya ini, kan?" Terdengar suara Killua yang penuh dengan keyakinan.

"Botol itu.. Botol anak anak SGM kan? Memangnya kita bisa mengalahkannya dengan itu?" Tanya Yusuke sambil memandangi botol dengan bintang bintang itu di dalamnya.

"Bulan adalah yang paling terang di saat gelap,
Pisau tajam mengendalikan bulan itu,
Pecahan Bintang itu pun bersatu menjadi menjadi Bola Perasaan,
Terangnya Perasaan itu menghancurkan ketajaman Pisau," Kurapika mengulang ramalan yang sudah mereka dengar sebelumnya, "Aku mengerti bagian ketiga itu sekarang!"

"Ah! Beritau kami!" Kuwabara menggoyang goyangkan Kurapika ke depan-belakang, kanan-kiri.

"Bulan itu maksudnya Kitsu Tower ini! Kitsu itu adalah anagram dari Tsuki (bulan)" Jelas Kurapika.

"Oh.. Berarti Pisau Tajam itu maksudnya Kenai?" Otak Gon pun mulai menyambung.

"Ya. Lalu Bola Perasaan itu..." Ke-8 ksatria itu pun secara bersamaan melihat ke arah Kimochi (perasaan)

"Kita pasti bisa mengalahkan Kenai dengan menyatukan kekuatan anak anak SGM ini dan Kimochi. Begitu?" Yusuke meletakkan tangannya di dagunya ala detektif.

Hooi! Rundingannya udah selesai belum? Kenai tanpa disadari sudah terlupakan.

"Aku punya rencana," Ucap Killua sambil meletakkan kedua tangannya ke dalam sakunya, "Kurapika tadi berhasil menggoras Kenai, artinya Kurapika dan Kurama harus dengan cepat melakukan hal yang hampir sama untuk mengalihkan perhatian Kenai."

Kurapika dan Kurama pun mengangguk.

"Gon, Yusuke, Ossan 1, dan 2," Sambung Killua, "Kalian bangunkan Kimochi. Gunakan cara apapun untuk membangunkannya."

"Killua bagaimana?" Tanya Gon.

"Aku dan Hiei masih perlu membuka topeng sang pembohong."

Hm? Rundingannya sudah selesai?

"Ok, GO!" Dengan aba aba Killua, mereka semua pun langsung menjaankan tugasnya masing masing dengan cekatan.

Kurapika dan Kurama mulai mengeluarkan senjatany masing masing. Dengan aba aba anggukan kepala, mereka langsung mengeluarkan kecepatan mereka dan menyerang Kenai di bahu dan pahanya yang menyebabkan Kenai berteriak kesakitan lagi.

Cih, kalian.. Muncul empat segitiga siku siku di kepala Kenai

"Haha, setidaknya 'kita' berhasil menggoresmu." Kurama tersenyum dengan bangganya sampai membuat Author melting.

Kalian tidak akan bisa tersenyum lagi! Kenai—dengan kecepatan yang mengimbangi duo bishounen—mulai mengeluarkan sihirnya.

Tentu saja Kurapika dan Kurama dapat menghindarinya dengan mudah. Toh yang memberikan mereka kekuatan juga Kenai sendiri kan? Oke, kita tinggal dulu pertarungan Kurapika dan Kurama.

"Jadi? Apa maksudmu melepas topeng? Kau sudah memecahkan ramalan yang terakhir juga?" Hiei bertanya sambil menyilangkan kedua tangannya.

"Kau masih belum memecahkannya?" Killua menyeringai alias evil grin, "Kalau tebakanku benar, Kenai ini bukanlah pisau yang sebenarnya dan bulan itu bukan Kitsu Tower ini."

"Apa maksudmu?" Tanya Hiei yang mulai tertarik.

"Ikuti aku."

Dengan kecepatan angin, mereka pun langsung pergi berdua.


To Be Continued...


Author's Note:Akhirnya jadi juga chapter ini. Maaf, saya lagi tertarik sama anime lain soalnya Kurapika nggak keluar di Chimera Ant. (SPOILER)Karena sekarang Kurapika udah muncul di Dark Continent Arc(SPOILER), saya mulai semangat lagi lanjutin cerita ini. Ada yang tau nggak siapa pisau yang sebenarnya? Sebenernya ini juga di luar rencana saya lho XD (Hobi Author nih). Mungkin cerita ini bakal selesai 2 chapter lagi. R&R please, sorry for Typo(s)