Chapter 9

" , bagaimana bisa dalam 2 minggu Rias dan peeragenya menjadi kuat seperti itu ?" tanya Sirzecht

"wow, brutal, apa saja yang kau latih ke mereka Ise chan" Kata Seraffal

"tak banyak, aku hanya mengajarkan mereka agar tak segan segan dalam bertarung, dan Rias sepertinya mendengar nasihatku" kata Ise

"lagipula walaupunkau kaget, tapi kau senang kan Sirzecht san"

"tentu saja, imoutou ku yang lucu dan imut tak boleh menikah dengan lelaki playboy dan arogan seperti Riser" jawab Sirzecht

Saat Ise sedang mengobrol dia pun merasakan aura yang tidak enak

( akhirnya 'dia' bergerak ) pikir Ise

( Ise waspadalah, 'dia' pasti merencanakan sesuatu) kata Nyx

Sirzecht pun datang dan memberikan pengumuman tentang kemenangan Rias dan mengundang seluruh keluarga iblis dan tentu saja Ise untuk datang ke pesta kemenangan Rias.

Ise pun menerimanya

Sebelum pesta di mulai Ise pun berpamitan dulu ke Sera chan dan Sirzecht tapi dia tak pergi ke dunia manusia

Ise berteleport ke sebuah tempat yang amat dirahasiakan oleh Iblis. Di depan dia bisa melihat sebuah kastil bewarnya hitam dan ada kebun dipenuhi dengan bunga

"Jadi ini maou castle, besar sekali ya"

"nama nya juga castle Ise, iya pasti besar lah" kata Nyx

" sepertinya ada pelindung disini"

"tenang saja, kau sudah dijadikan penerus olehnya, kau bisa langsung lewat pelindung ini"

" Ok dehkalau begitu"

Ise pun langsung masuk dan pergi ke tempat pedang yamato tersembunyi

? pov

Tampak seorang wanita beramput perak sedang duduk di sebuah taman yang penuh dengan bunga bewarna putih

Wanita tersebut sedang bernyanyi sEkaligus memberikan air ke bunga tersebut

Tiba tiba ada yang datang ke wanita tersebut

" hah, hah, hah Marina sama ada kabar darurat"

"ada kabar apa Asiel dono ?"

"ada orang yang menyusup ke castle Maou sama"

"Apa !, bagaimana dengan pelindung nya, kenapa tak berfungsi"

"saya tak tau Marina sama, penyusup tersebut dengan mudah melewati pelindung seperti dikasih masuk oleh pelindung itu sendiri, tapi aku sudah menyiapkan sihirku jika ada yang masuk ke kastil maou sama makanya aku bisa tau ada penyusup"

"Asiel segera siap siap, kita akan pergi ke kastil Maou sama"

"Siap Marina sama"

Tiba tiba pemuda itu pun pergi

"tak mungkin, kenapa pelindungnya tak berfungsi, yang hanya di izinkan masuk ke kastil maou sama hanya aku dan Asiel, dan... Jangan jangan !"

? Pov end

"kastil Maou san, kau tau Nyx aku tak menyangka Maou san adalah orang yang suka buang buang duit dilihat dari pengalaman dirinya kukira dia orang pelit"

"Maou kun sebenarnya pelit Ise, perlu semua jendral dan maid nya untuk meyankinkannya untuk membangun kastil ini...

Dia bilang ' daripada buang buang sumber daya demi kastil tak jelas lebih baik memakainya untuk mensejahterahkan rakyat' ' ah image apa itu ?, apa image bisa membuatmu hidup tidak kan, jadi untuk apa membuat kastil untuk menjaga Image' dan masih banyak lagi" kata Nyx

"Maou san, benar benar pria yang hebat"

"haa, kalau dia tak dihianati mungkin Underworld tak akan sekacau seperti sekarang"

Ise pun tak terasa sampai di sebuah ruangan, dia pun masuk ke ruangan tersebut dan melihat pedang claymore sedang tertancap dan dililit oleh rantai. Claymore tersebut memiliki panjang 140 cm, dengan panjang pegangan 33 cm dan bilah pedang 107 cm.

"itu dia pedangnya Ise"

"hooo, lumayan juga"

Ise pun mendekati pedang tersebut dan menyentuhnya saat disentuh Ise, pedang tersebut tiba tiba bersinar terang

Ise pun langsung menutup mata karena cahaya nya menyilaukan..

Mindscape

Saat Ise membuka mata dia berada di suatu tempat

Tandus...

Banyak debu..

Langit yang gelap..

Bulan yang hancur...

Tanah yang retak...

Inilah tempat Ise berada, Ise tidak tau kenapa dia bisa ada disini ?

Tempat apa ini ?

Tapi saat Ise melihat pemandangan ini

Yang dipikirkan Ise hanya 1

Kesepian

Betapa sepinya tempat ini

Tanah yang retak dan tandus yang tak bisa melahirkan kehidupan

Debu yang bertebaran seperti menyembuntikan sesuatu

Langit yang gelap seperti kehilangan cahaya harapan

Bulan yang hancur menandakan rusak nya harapan

" tempat apa ini ?" kata Ise

Tiba tiba Ise mendengar sebuah nyanyian

Nyanyian tersebut walaupun tersengar indah tapi memiliki rasa kesepian yang mendalam

Ise pun pergi ke sumber nyanyian tersebut

Di tengah tengah tempat tersebut Ise menemukan pedang sedang tertancap di tanah, dan di samping pedang tersebut ada sebuah wanita dengan tinggi 135 cm dan memiliki warna rambut dan mata bewarna biru

Ise pun mendekati wanita tersebut.

Tiba tiba wanita tersebut pun berhenti bernyanyi dan melihat ke arah Ise dengan tatapan yang kosong

" salah satu orang bodoh lagi ?" kata wanita tersebut

" apa kamu ingin menjadi tuanku "

" ha ?"

"Aku tanya siapa lagi apa kau ingin menjadi tuanku ?"

"apa kau adalah Spirit pedang yamato "

"Yamato ?, aku bukan Yamato"

"hah, tapi kau adalah spirit pedang tersebut kan ?" tanya Ise

"benar aku adalah spirit pedang tetapi namaku bukanlah Yamato"

"tapi menurut maou san"

"maou, maksudmu demon king maou !, dimana dia beritahu diriku." kata wanita tersebut

"Maou san sudah mati, sisa jiwanya yang tertinggal sudah tak ada"

"..., aku mengerti, bahkan dia tak bisa menepati janjinya dengan diriku" kata wanita tersebut dengan nada putus asa dan kecewa

"jadi, kau datang untuk menjadi tuanku kan" kata Wanita tersebut

" iya" kata Ise

"begitu, pulanglah aku sudah bersumpah untuk tidak menerima siapapun lagi menjadi tuanku" kata wanita tersebut

"Kenapa ?"

"jika kau menjadi tuanku kau pasti mati" kata wanita tersebut

"kenapa ?"

"Kau akan bernasib sama dengan maou "

"kenapa ?"

"aku adalah pedang terkutuk"

"Kenapa ?"

"argghgjh, kenapa, kenapa, kenapa apa maumu sebenarnya sih, apa kau begitu haus akan kekuatan samapai kau ingin menjadi tuanku, apa kau ingin membunuh seseorang, jika begitu pakailah diriku, tapi jangan ganggu diriku" teriak wanita tersebut

"Kenapa kau terlihat begitu sedih ?" tanya Ise

" eh !"

"Kenapa kau menangis ?"

"apa maksud mu" kata wanita tersebut

"Kenapa harus menyembunyikan Perasaanmu"

"diam " kata wanita tersebut

"Kenapa kau terlihat putus asa"

"DIAMMMMMM" teriak wanita tersebut

Tiba tiba banyak pedang muncul dan melesat menuju Ise

Ise hanya diam sejenak tak bergerak. Pedang yang melesat pun menggores pipi Ise

"hah...hah...hah, baiklah jika kamu ingin menjadi Tuanku maka akan kuberikan ujian untuk mu" kata wanita tersebut

Tiba tiba pedang yang tertancap tersebut bersinar dan rantai yang mengikatnya putus

Pedang itu melayang dan bersinar terang. Saat pedang itu berhenti bersinar dilangit muncul sekalai banyak senjata dari, pedang, kapak, pedang kecil, tombak, dan masih banyak lagi.

Langit dipenuhi dengan senjata

"semua senjata ini adalah bagian dari diriku, jika kau ungin menjadi tuanku maka terimalah diriku" kata wanita tersebut

Salah satu senjata itu pun melesat ke rah Ise dan menusuk bahunya

" urg!" kata Ise

" bagaimana sakit kan, setiap pedang yang menusuk dirimu, semakin sakit rasa yang akan kau rasakan, jika kau ingin menjadi tuanku maka terimalah semua bagian diriku ini"

Ise hanya diam dan menatap matanya lalu dengan perlahan dia pun berjalan

Tiap langkah yang Ise ambil berapa pedang menancap di tubuhnya.

Langkah demi langkah walaupun pelan tapi Ise terus berjalan ke arah wanita tersebut, mata Ise selalu tertuju pada wanita tersebut

"kenapa, kenapa, kenapa kau tak berhenti, apa kau begitu menginginkan kekuatan ku!" teriak wanita tersebut

"tidak, aku tak pernah menginginkan kekuatan mu, betul tujuan ku kemari untuk menjadi tuanmu tapi itu sekarang sudah bukan lagi tujuanku" kata Ise yang penuh dengan pedang yang menancap pada dirinya

"lalu apa, sudah cukup jangan membuatku berharap lagi" kata wanita tersebut

Ise pun hanya berjalan ke arah wanita tersebut

Langkah demi langkah

Tiap 1 langkah datanglah 10 pedang menusuk Ise

Ise hanya menahan rasa sakit dari tusukan pedang dan terus melangkah ke wanita tersebut

"cu...ku...p, cukup, berhentilah, kenapa kau tak mati, kenapa kau tak menyerah, kenapa kau terus melangkah" teriak wanita tersebut

Ise pun sampe di depan wanita tersebut

"wajah cantik sepertimu jangan menangis, lebih baik tersenyum" kata Ise

"eh ?"

"sangat sayang wajahmu menjadi penuh dengan air mata, dirimu lebih baik jika dipenuhi dengan senyuman"

"apa maksud mu ?"

Ise pun menggunakan tangannya yang pebug dengan tusukan pedang menghapus air mata wanita tersebut

"aku tak tau kenapa kau seperti ini, ataupun aku bersimpati pada dirimu, yang tak bisa kutahan adalah melihat mu yang penuh dengan kepedihan dan kesepian"

"Kenapa ?" tanya wanita tersebut

"hmm ?"

" Kenapa kau peduli padaku ?, kita baru saja bertemu, apa kau tertarik dengan kecantikanku ?"

"Tidak, aku hanya tak bisa melihat dirimu membuat wajah yang sangat pedih, wajahmu mengingatkan ku pada wajah partner ku sebelum bertemu denganku"

"dan terlebih lagi dirimu akan lebih cantik jika dipenuhi dengan senyuman" kata Ise sambil tersenyum

Saat wanita itu melihat senyum Ise, sesuatu yang telah mati dalam hidupnya menyala lagi

Jantungnya mulai berdetak kencang bukan karena ketakutan atau apa

Tapi berdetak kencang penuh dengan perasaan yang wanita itu kira tak akan pernah dia rasakan lagi

Wajah wanita itu mulai memerah, dan nafasnya mulai kencang

"eh, kamu kenapa ?" kata Ise

"Bukan apa apa " teriak wanita tersebut

"baguslah" kata Ise

Tiba tiba Ise pun kehilangan tenaga dan berlutut di depan wanita tersebut

"kamu kenapa" tanya wanita tersebut

"tak apa apa, aku hanya kurang tenaga"

Wanita itu pun baru sadar atas perbuatannya pada Ise tadi, dia pun dengan cepat menghilangkan pedang di tubuh Ise

"ahh, akhirnya pedang nya lepas semua"

Wanita itu pun terdiam dan ingin bicara pada Ise tapi malu malu

"kenapa ?"

"ehhh, a..pa, kau masih ingin menjadi tuanku" kata wanita tersebut dengan ragu ragu

"bukan tuan tapi partner, jika kau memang mau bersama ku aku akan menerima mu"

Saat Ise megucapkan kata itu wanita itu pun mulai tersenyum

" perkenalkan namaku adalah Hyoudou Ise panggil saja aku Ise"

"Ise, Ise, ..." wanita tersebut mengucapkan nama Ise seperti ingin mengingatnya agar jangan lupa

"Siapa namamu ?" tanya Ise

"namaku ?, aku memiliki banyak nama salah satunya adalah yamato, muramasa, libralion,...dan lain lain" kata wanita tersebut

"Itu bukan nama yang cocok untuk mu, itu nama senjata"

"aku adalah senjata " kata wanita tersebut

Ise pun melihat wanita tersebut dam memikirkannya

"Lapis, Lapis Lazuli, itu adalah nama barumu"

"nama baruku ?"

"iya warna mata dan rambutmu yang bewarna biru benar benar indah seperti batu permata bernama Lapis lazuli"

"Lapis, Lapis Lazuli, hmm, mulai sekarang namaku adalah Lapis Lazuli, terima kasih Ise" kata Lapis sambil tersenyum

Ise pun juga tersenyum melihat senyuman Lapis

"jadi bagaimana membuatku menjadi partner mu Lapis"

"Oh iya, aku akan mulai ritualnya"

{ I sword of twilight choose you as my master, sheat, and everlasting partner, i will always follow you for all eternity, do you wish become my partner }

{ yes, I accept all of you }

{ then our contract is established }

Lapis pun lalu mencium Ise

Dan di tangan kanan Ise muncul simbol pedang bewarna senja dengan langit penuh bintang dibelakang pedang tersebut

" Sword of Twilight" kata Ise

"yup namaku yang sebenarnya adalah Twilight pedang yang ditempa oleh dewa dewa kuno dan mampu membunuh apapun di dunia ini, termasuk para dewa maupun primodial" kata Lapis

"begitu ya, aku tak peduli kau adalah senjata, bagiku kau adalah partner ke 2 yang berharga dan seorang gadis yang gampang kesepian bernama Lapis"

Saat Lapis mendengar hal tersebut Lapis pun tersenyum dan dari matanya keluar sedikit air mata

"iyaaa" kata Lapis

Tiba tiba pemandangan yang ada disitu pun berubah dratis menandakan akhir yang sudah lewat dan harapan yang baru terbit

Tanah yang retak berubah menjadi tanah yang subur penuh dengan rumput dan bunga

Debu yang berhemburan berubah menjadi angin yang bersih yang membawa aroma bunga

Bulan yang hancur kembali menjadi bulan yang utuh dan memancarkan sinarnya yang terang

Langit yang gelap kini dipenuhi dengan bintang bintang yang berkilauan di langit

Hilang sudah tempat yang tandus penuh dengan putus asa...sekarang munculah tempat yang penuh dengan harapan, dengan kegelapan yang membuat bintang dan bulan bersinar memancarkan sinar cahaya menandakan harapan yang baru lahir.

Selesai sampai disini

Untuk wujud pedang nya

Wujudnya seperti Lapis dalam light novel AntiMagic Academy 35th Test Platoon, tapi dengan perbedaan warna rambut dan mata serta Lapis di fanfiction yang penulis tulis ini lebih bisa mengungkapkan perasaannya daripada yang di light novel

Terima kasih penulis benar benar perlu putar otak untuk menulis adegan Is bertemu Dengan lapis.

Sampai bertemu di chapter berikutnya