10.
"Apakah kau enak?" silly question, tapi cukup membuat Kuroko gemetar ditempat.
Mengidahkan pertanyaan, Kuroko bertanya dengan suara serak, "Siapa kau?"
"Who? Me?" of course you are, who else? "Aku Murasakibara Atsushi—sang penjaga waktu."
"Bukan vampire?" one more silly question, bukankah sudah jelas apa yang si kepala ungu jelaskan. "Jika bukan, berarti kau tidak akan menghisap darahku?"
"Bukan, dan ya" jawabnya sambil mengambil satu langkah besar mendekati Kuroko. Kuroko sendiri semakin merapat pada tembok yang dipenuhi dengan banyak jam hingga punggungnya yang mengerut itu sedikit tertusuk oleh banyaknya ornamen disana.
"Aku suka darah—but" Murasakibara melanjutkan, "Aku lebih suka tulang orang tua, krispi dan renyah emm~" ia menjilat bibirnya pelan, "Dan lagi kau telah menghabiskan waktuku, coba lihat berapa banyak waktu yang kau pundurkan?" ia mendesah seolah sedih atas kelakuan Kuroko yang seenaknya.
"Aku hanya membetulkan waktunya."
"Ne... sekarang aku akan menghukummu karena seenaknya." Satu lagi langkah besar. "Sebenarnya aku ingin memakanmu tapi karena kau nakal jadi... Menyusut! Pudar! Lenyap!"
Ketika pemilik iris ungu itu menudingnya sambil mengucapkan mantra, Kuroko merasa kulit langsung mengkerut seketika bagai selembar kertas tisu yang basah, menggantung, dan seolah akan robek hanya dengan sedikit goresan saja.
Ia harus menghentikannya sebelum ia berubah menjadi tulang-belulang santapan lezat sang vampire bertubuh raksasa tersebut.
Kuroko dengan sisa tenaga tuanya mencoba meraih kembali jam terkutuk tadi.
Sebelum Kuroko berubah menjadi tulang berlapis kulit, klik HALAMAN 12
