The Mysterious Babysitter

Penulis: evi

Remake: mydhdiah

Cast: oh sehun, kim jongin (kaihun)

Other cast: chanyeol, baekhyun, kris, suho, lay, chen, taeoh, xiumin, taemin, kim seo ra, dll

Genre: romance, keluarga, misteri

Peringatkan: Yaoi, BOYSLOVE, BXB, MPREG /?. DLDR!

...

chap 10

Jongin berjalan menuju ruang makan dan melihat sarapan yang sudah tersedia diatas meja. Ia menoleh kesamping dan melihat anak nya tengah berjalan bersama pengasuhnya sambil membawakan semangkuk waffle dan sausnya.

"selamat pagi" sapa sehun seraya meletakkan sarapan diatas meja.

"eoh, pagi" balas jongin.

"appa, pagi" ucap taeoh mengikuti ucapan yang diucapkan pengasuhnya barusan. Jongin tersenyum kecil sambil mengusap puncak kepala taeoh.

"sehun-ssi, duduk saja. sarapan bersama kami" ajak jongin.

"hyung, ayo makan bersama" ajak taeoh seraya turun dari bangku dan mendudukkan sehun dibangku meja makan.

"tidak usah sungkan. kau kan masih dalam tahap pemulihan, kau tidak usah bekerja full, araso?" ucap jongin.

"ya, aku mengerti" ucap sehun.

"taeoh, jangan melamun. kau akan telat jika tak segera memakan sarapanmu" ucap jongin.

"ya, aku mengerti" ucap taeoh patuh dan segera menyantap sarapannya. Jongin hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.

...

"kau memperkerjakan dia lagi?" tanya chanyeol.

"eoh. taeoh tak mau dengan pengasuh manapun kalau bukan dengan sehun" jawab jongin.

"apa wajahnya masih datar setelah ayah nya sudah di tangkap?"

"wajahnya memang begitu"

"bukankah ahjummoni itu bilang kalau oh sehun tidak tersenyum karena pengalaman yang jauh dari kata senyum? Pengalaman itu berkaitan dengan ayah tirinya? Kan masalahnya sudah selesai, harusnya dia bisa tersenyum. kenapa wajahnya masih datar?"

"tidak tau"

"jangan-jangan dia masih punya banyak pengalaman yang jauh dari kata senyum lagi?"

"ahjummoni bilang oh sehun bersikap kaku karena dia terlalu lama menutup diri. Kalau dia sering berinteraksi dengan banyak orang pasti dia tak akan bersikap kaku lagi. Makanya kau dan yang lainnya harus bantu aku dan taeoh untuk menghilangkan kekakuan sikapnya itu. Ajak dia bicara atau bercanda saat bersamanya, jangan memikirkan hal-hal negative terus-terusan"

"baiklah,baiklah"

...

"hyung" seru taeoh sembari berlari kecil menghampiri sehun yang berdiri didepan gerbang nursery nya, saking cepat berlari ia pun tersandung batu dan membuat tubuhnya langsung kehilangan keseimbangan.

grip ~~

Taeoh mengangkat wajahnya keatas dan melihat kedua tangan sehun yang menahan tubuhnya agar tak jatuh.

"hati-hati" ucap sehun.

"ya, maafkan aku hyung" ucap taeoh sambil tersenyum.

"ayo" ucap sehun. Taeoh mengangguk dan segera meraih tangan kanan sehun kedalam genggamannya.

"hyung, kita akan ke supermarket?" tanya taeoh.

"ya, kulkas rumahmu kosong" jawab sehun.

"ah benar, appa lupa mengisi kulkas setelah eonni pergi" oceh taeoh.

...

Supermarket

"sonsaengnim memberikan kami ini. Hyung, ayo kita main." ucap taeoh menyerahkan kartu bergambar kepada sehun. Sehun menerima kartu yang diberikan taeoh dan menatap gambar-gambar didalam kartu yang disertai tulisan dalam huruf bahasa inggris.

"aku akan ambil yang kau minta sesuai dari kartunya. Menyenangkan bukan?" ucap taeoh. Sehun mengangguk kecil dan memilih acak kartu bergambar tersebut.

"ini" sehun memberikan selembar kartu kepada taeoh.

"ba-na-na.." ucap taeoh sambil mengejanya.

"ya" ucap sehun.

"tunggu sebentar" ucap taeoh segera mengambil buah pisang dan menaruhnya didalam troli. Sehun memberikan kartu lagi kepada taeoh.

"fish..disana"

Sehun mendorong trolinya sembari mengikuti taeoh yang berjalan menuju tempat ikan.

"po-ta-to.." taeoh berlari kecil ke rak kentang dan segera mengambil kentang yang sudah di bungkus rapih oleh petugas supermarket.

"hyung, apa kita akan membuat sup ikan kesukaan appa?" tanya taeoh.

"ne, kau benar" jawab sehun.

"uwwaah, appa akan senang" ucap taeoh girang.

"ini" sehun kembali memberikan kartu bergambar kepada taeoh.

"onion" baca taeoh. taemin yang tengah mendorong troli miliknya tak sengaja melihat sosok taeoh yang tengah mengambil bawang dan berlari menghampiri sehun yang berdiri didepan troli.

"Omo!" Pekiknya.

"Taeoh-ya"

Sehun dan taeoh langsung menoleh kesamping dan menatap taemin yang berdiri didepan mereka

eo, ahjussi" ucap taeoh.

"kau! apa kau sedang menculik anak mantan majikanmu?!" tanya taemin sambil menatap sehun.

"tidak" jawab sehun.

"ahjussi,sehun hyung tidak menculikku. samchon bilang orang yang menculik adalah orang yang jahat. Sehun hyung bukan orang jahat" ucap taeoh.

"taeoh-ya, kalau dia tidak menculikmu, kenapa dia bisa bersamamu? Kenapa dia menyuruh-nyuruhmu? Memangnya kau ini pembantu nya?" ucap taemin sinis.

"kami sedang bermain sekalian berbelanja untuk mengisi kulkas di rumah. Yakan, hyung?" sehun mengangguk.

" mengisi kulkas di rumah?ka..kau, jangan bilang-"

Taemin menatap sehun dengan wajah histeris.

...

"jongin, kau menolak bantuanku mencarikan pengurus rumah dan pengasuh untuk taeoh dan malah mempekerjakan pembantu lama mu lagi?"

Jongin menutup kupingnya yang pengang.

"YA! kecilkan suaramu itu. ck" dumel jongin.

"apa tak ada orang lain yang bisa mengerjakan urusan rumah dan mengasuh anakmu selain dai?" tanya taemin.

"tidak ada. Taeoh hanya mau bersama nya. Aku tak bisa memperkerjakan dan menitipkan taeoh ke sembarang orang. Lagipula, aku percaya dengan sehun. dia bekerja dengan sangat baik" jawab jongin. Taemin mendesis kesal.

"makan malam sudah siap" lapor sehun.

"ah, ya" jongin segera beranjak berdiri. "kau mau pulang atau ikut makan malam?"

"aku ikut" taemin segera berdiri dan mengikuti jongin ke meja makan.

"hyung, kemari lah duduk disini" pinta taeoh sambil menepuk bangku disebelahnya.

"sehun-ssi duduk saja. sudah kubilang untuk tidak perlu sungkan saat bersama kami, bukan?" ucap jongin.

"sejak kapan pembantu satu meja makan dengan majikan?" ucap taemin. Jongin mendesis kearah taemin

"aku akan mencuci sisa piring kotor" ucap sehun

"eissh, itu bisa kau lakukan belakangan. Kau belum makan juga kan?" tanya jongin

"tidak apa-apa, permisi" sehun segera berjalan meninggalkan ruang makan.

"YA, lee teamin. ucapanmu itu" dumel jongin.

"kenapa? Kata-kata ku benar kan? Pembantu itu makan di belakang bukan di ruang makan bersama majikannya. Jangan terlalu memanjakan pembantu atau dia akan melonjak nanti" ucap taemin.

"appa, melonjak itu apa?" tanya taeoh

"melonjak itu-"

"taeoh. makan makananmu sebelum dingin" potong jongin. "kau mau makan atau bicara?" ucap jongin sambil menatap tajam kearah taemin.

"aku makan.." taemin segera menyantap makan malamnya.

"uuwwaah, masitta. appa, sup ikan kesukaan ini rasa nya seperti buatan eomma kan?" tanya taeoh

"ya. seperti masakan kyungsoo" gumam jongin sambil tersenyum kecil.

"aku akan membuatkan sup ini untuk kalian kapan-kapan" ucap taemin.

"tidak usah banyak bicara" tegur jongin.

….

Sehun mematikan kran bak cucian piring sambil menghela nafas nya. Tangan kanannya beralih ke pundak kirinya, mencoba mengusap luka di punggungnya.

"apa masih sakit?"

Sehun langsung berbalik dan melihat jongin sudah berdiri didepannya.

"apa punggung mu sakit lagi? ck. sudah ku bilang tak usah banyak bekerja kalau kau belum sembuh"

"aku baik-baik saja" ucap sehun segera mengelap meja conter yang basah dengan lap.

"jangan dengarkan kata-kata lee taemin. dia dan bibi ku itu 11:12 " ucap jongin.

"ne" ucap sehun.

"eung. sup buatanmu benar-benar enak. rasa sup tadi benar-benar sama seperti rasa sup buatan alm. Kyungsoo dulu. Aku sempat berfikir kau dan kyungsoo itu belajar memasak bersama hingga kalian bisa memasak makanan dengan rasa yang sama. tapi rasa nya itu tidak mungkin. Kyungsoo dari dulu besar dipanti asuhan sementara kau tidak. Apa dulu kau juga pernah memasakkan sup ikan seperti itu untuk seseorang?" tanya jongin. Raut wajah sehun berubah tegang mendengar ucapan jongin.

"ya." Jawab sehun.

"ah benarkah? pasti untuk nyonya Hong, yakan? Kalian kan tinggal serumah dari dulu, pasti kau sering memasak untuknya" ucap jongin. Sehun hanya diam.

"jongin"

Jongin mendesah pelan saat mendengar suara nyaring taemin.

"aku tinggal ya." Jongin segera pergi meninggalkan dapur dan menghampiri taemin yang hendak pulang. Sehun menatap kepergian jongin sebentar, ia menyandarkan tubuhnya di pinggir meja counter. Kedua matanya menatap sup ikan yang masih tersisa didalam panci diatas kompor.

"aku merindukamu" lirihnya pelan.

...

"to-ma-to. Apakah benar?"

Jongin berjalan ke ruang tengah dan melihat taeoh yang tengah berlatih mengeja huruf alphabet bersama sehun.

"ini" tunjuk sehun ke gambar buah-buah yang ada didalam buku taeoh.

"pa-pa-ya? tanya taeoh.

"ya, benar" jawab sehun sambil membalik halaman berikutnya.

"apa yang kalian lakukan?" tanya jongin beranjak duduk disamping taeoh.

"sehun hyung mengajariku mengeja huruf alphabet. tadi kami juga melakukannya saat belanja bersama" ucap taeoh.

"ahhh kau pasti akan lebih pandai daripada teman-temanmu kalau kau banyak berlatih" ucap jongin. Taeoh mengangguk sambil tersenyum.

"hyung, aku akan pasangkan kata-kata ini sesuai gambar nya" ucap taeoh sembari mengambil pensil nya dan mengerjakan soal latihan didalam bukunya.

"gomawo"

Sehun mengangkat wajahnya dan menatap jongin.

"kau tahu aku selalu sibuk di kantor dan tak ada waktu untuk mengajari bahkan menemani taeoh mengerjakan pekerjaan rumahnya. Aku senang kau ada disini dan bisa membantu taeoh. aku benar-benar berterimakasih padamu"

"sama-sama" ucap sehun dan kembali mengalihkan pandangan kedua matanya kearah buku taeoh.

"nyonya Hong bilang kau tak sempat menerusi pendidikanmu ke bangku kuliah setelah orang tua angkat mu pergi" sehun mengangguk kecil.

"apa kau tak merindukan teman-teman SMA mu dulu?" kedua mata sehun berkedip mendengar pertanyaan jongin.

"lebih dari 4 tahun kau menutup diri dari dunia luar. Semua teman-temanmu pasti memikirkan keadaanmu. Apa kau tak ingin mengunjungi mereka atau sekedar menghubungi mereka dan memberitahukan bahwa kau baik-baik saja di Seoul?" tanya jongin. Sehun terdiam.

"eng apa kau tak punya banyak teman dulu? Yang dekat pun tak ada?" tanya jongin sambil mengamati raut wajah sehun.

"ada" ucap sehun dengan nada datar.

"ada? Kau tak ingin memberitahukan kabarmu kepada temanmu itu?" tanya jongin.

"aku tidak tahu dia dimana" jawab sehun.

"ya? Tidak tahu? Apa dia pindah ke luar negeri? Apa dia tak pernah meng-"

"selesai. Hyung aku sudah selesai" ucap taeoh tiba-tiba, sehun langsung mengalihkan pandangan kedua matanya kearah taeoh dan mengabaikan jongin yang belum selesai bicara.

"apa benar?" tanya taeoh.

"ya" jawab sehun. Jongin menghela nafasnya, ia kembali menatap taeoh dan sehun yang belajar bersama.

...

Restoran

"dia punya teman?" tanya kris.

"eoh. dia bilang dia punya teman tapi dia tak tahu dimana temannya itu" jawab jongin.

"mungkin temannya sudah tak tinggal di Negara ini" ucap suho.

"mungkin" ucap jongin.

"yya, apa ini berhubungan dengan kejadian di kedai ice cream waktu itu" ucap baekhyun.

"tempat kau membututi dia bersama taeoh dan chanyeol?" tanya kris.

"ya. hyeong,kau ingatkan saat kami bilang bahwa sehun memesan dua mangkuk ice cream tapi dia tak menyentuhnya. Apa dia sedang bernostalgia dengan temannya lewat mangkuk ice cream itu?" ucap baekhyun.

"nostalgia?" gumam jongin.

"eissh, dia tidak bernostalgia dengan temannya" sahut chen. Kris dan yang lain langsung menoleh kearah chen.

"seorang yang begitu biasanya sedang mengingat masa-masa bahagia yang dijalani bersama seseorang yang penting dikehidupannya" ucap chen.

"Sseorang? Solma .." lay mengerutkan dahinya.

"oh sehun sedang mengingat orang yang disukainya, siapa tahu cinta pertama nya atau kekasihnya dulu" ujar chen. Jongin menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan chen. Ia mengusap dagunya sambil memasang wajah berfikir.

...

"cantiknyaaa" ucap taeoh melihat adonan kue berbentuk bintang yang baru dicetak dengan cetakan kue oleh sehun.

"hyung, aku mau mencoba nya"

Sehun menyerahkan cetakan kue kepada taeoh dan membiarkannya mencetak sendiri adonan kue di atas talenan.

"cinta"

Sehun menoleh kearah taeoh, kedua matanya menatap adonan berbentuk hati yang baru dibentuk taeoh.

"kau tahu apa itu cinta?" tanya taeoh.

"cinta. perasaan yang diberikan Tuhan kepada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki dan tidak dapat dipaksakan" jawab sehun sambil menatap adonan kue yang di bentuk taeoh

"benarkah? Taeoh menyukai hyung tanpa ada paksaaan. apa itu di sebut cinta?" tanya taeoh.

"kurang lebih begitu" jawab sehun sambil meletakkan adonan kue yang sudah dibentuk kedalam Loyang.

"hyung, apa ada orang yang kau cintai?" tanya taeoh. sehun terdiam sejenak.

"ada" jawab sehun.

"eo?siapa"? tanya taeoh penasaran.

"taeoh, appa pulang"

Taeoh langsung mengalihkan pandangan kedua matanya begitu mendengar suara jongin. Ia langsung berlari meninggalkan dapur diikuti sehun dari belakang.

"selamat datang" ucap sehun.

"selamat datang, appa" ucap taeoh meniru ucapan sehun. Jongin tersenyum kecil sambil mengusap puncak kepala anaknya.

"anda sudah makan?" tanya sehun.

"eoh. aku makan di resto suho hyung tadi" jawab jongin.

"appa, aku dan hyung sedang membuat biskuit" lapor taeoh

"Appa mau mencicipi biskuit buatanmu" ucap jongin.

"ah, hyung ayo kita masukkan kedalam oven" ucap taeoh sambil menarik tangan sehun menuju dapur. Jongin tersenyum menatap kepergian sehun dan taeoh.

...

"cantiknya, taeoh kau yang menghias nya?" tanya jongin melihat biskuit-biskuit yang sudah matang dan tengah di hias dengan krim.

"ne. ini untuk appa" ucap taeoh menyuapkan biskuit kedalam mulut jongin.

"masitta" ucap jongin sambil tersenyum. Kedua matanya beralih menatap sehun yang tengah mengolesi krim diatas biskuit yang sudah matang.

"besok akhir pekan. kau bisa cuti sehari. Tidak usah bekerja. Kau mengerti?" ucap jongin.

"ne, allgesseumnida" ucap sehun.

"taeoh, appa akan menitipkanmu di resto suho samchon, besok appa harus pergi ke kantor untuk mengurusi beberapa hal. Jangan membuat repot paman-pamanmu ya?"

"ne, allgesseumnida" ucap taeoh sambil cekikikan dan berlari ke ruang tengah.

"aiih. dia selalu meniru orang-orang disekelilingnya" ucap jongin

"arra" ucap sehun.

"eng. Sehun-ssi"

Sehun menatap jongin, menunggu kelanjutan ucapan jongin yang menggantung.

"aniya, gwenchana. biskuitnya enak, aku ambil lagi." ucap jongin sambil mencomot biskuit di atas piring dan pergi meninggalkan dapur. sehun mengedikkan kedua bahunya dengan wajah tidak peduli dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

...

Esok harinya

Restoran

"masitta. Taeoh, sepertinya bakat paman menurun kepadamu" ucap suho sambil mengunyah biskuit nya.

"Ya. ayah taeoh kau atau jongin? Dia pasti keturunan kyungsoo yang bisa masak dengan enak" sahut chanyeol.

"sehun hyung yang mengajariku" ucap taeoh

"kau senang pengasuhmu kembali?" tanya kris.

"tentu" jawab taeoh

"bagaimana sikap nya di rumah?" tanya chen. Taeoh memandang chen dengan wajah bingung.

"yya, taeoh tak mengerti pertanyaanmu. Bodoh" ucap kris

" taeoh, apa pengasuhmu bersikap aneh di rumah? Seperti dulu?"

"tidak, sehun hyung bersikap baik, kami bahkan sering berbagi cerita" ucap taeoh.

"Apa saja yang di ceritakan nya kepadamu?" tanya lay.

"emm. sehun hyung memberitahuku arti cinta saat aku bertanya kepadanya" ucap taeoh.

"m..mwo? c..cinta? Apa jawabannya?" tanya chen. Taeoh turun dari bangkunya dan berdiri tegak didepan paman-pamannya. Ia meletakkan kedua tangannya dikedua sisi tubuhnya.

"cinta. perasaan yang diberikan Tuhan kepada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki dan tidak dapat dipaksakan"

Suho dan yang lain tercengang menatap keponakan kecilnya ini. Sejak kapan keponakannya meniru tingkah pengasuhnya? Bahkan sampai nada bicaranya yang selalu lurus ikut di tirunya.

"yya taeoh, jangan menirunya. Paman merinding" ucap chen. Taeoh terkekeh dan kembali duduk dibangku nya.

"orang seperti dia tahu juga arti cinta" ucap chanyeol.

"yya, dia manusia. wajar tahu arti seperti itu" ucap suho.

"ceritakan kepada kami lagi,taeoh-ya" pinta lay.

"aku bertanya apakah ada seseorang yang dicintainya dan dia menjawab 'ada', saat aku mau bertanya siapa orang nya, appa pulang dan aku langsung berlari menuju appa" jelas taeoh.

"ada? Dugaanku benar kan kalau dia punya seseorang yang dia cintai" ucap chen.

"apa itu ada hubungannya dengan ice cream yang dipesannya itu?" tanya sungjong. Sunggyu dkk mengangguk-anggukkan kepalanya.

...

Kedai ice cream

Jongin menurunkan sedikit buku menu yang menutupi wajahnya hingga kebawah kedua matanya. Kedua bola matanya bergerak mengamati pelayan kedai yang baru saja meletakkan dua mangkuk ice cream diatas meja tempat sehun duduk.

"baekhyun hyeong benar. dia memesan dua mangkuk ice cream" gumam jongin pelan.

10 menit kemudian

Makanan dingin didepan sehun kini mulai mencair, membuat mangkuk makanan dingin bernama ice cream itu penuh dengan air lelehan ice cream. Kedua mata sehun terus menatap dua makanan manis itu dengan tatapan kosong sementara tangan kanannya tak menunjukkan tanda akan meraih sendok ice cream tersebut. Kedua mata nya mengedip bersamaan saat melihat bangku yang berada didepannya tiba-tiba di tarik seseorang. Ia mengangkat wajahnya keatas dan raut kekecewaan terlukis di wajahnya.

Kedua mata jongin menatap dua mangkuk ice cream yang sudah mencair diatas meja sehun lalu beralih menatap sehun yang kini malah menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan untuknya.

"kau memesan tapi tak memakannya. kenapa?" tanya jongin.

"kau mengikutiku?" tanya sehun.

"apa tak sayang kau memesan dan tak dimakan?"

"kau mengikutiku?"

"kenapa tidak dimakan?"

"kau mengikutiku?" jongin menghela nafas.

"hanya kebetulan saja aku datang kemari" ucap jongin.

"kau mengikutiku?" tanya sehun kali ini dengan nada sedikit tinggi.

"sudah ku bilang kebetulan aku kemari" jawab jongin.

"sejak kapan kau mengikutiku?" tanya sehun.

"oh sehun, aku bilang kan-"

"sejak kapan?" potong sehun.

"sudah lama" ucap jongin. Sehun beranjak berdiri dan langsung melangkah keluar dari kedai.

...

"yaya, oh sehun kau marah?" tanya jongin sambil menyamai langkah kakinya dengan langkah kaki sehun. Sehun hanya diam dan terus berjalan.

"Mianhae. Aku tidak bermaksud mengikutimu. Aku ingin makan ice cream tadi dan melihatmu masuk kedalam toko lalu-" sehun menghentikan langkah kakinya dan menatap dingin kearah jongin.

"abaiklah-baiklah. aku mengikutimu karena aku penasaran. Kau puas?" ucap jongin. sehun mengalihkan wajahnya kedepan dan kembali berjalan. jongin mengusap tengkuknya dan segera mengejar sehun yang berjalan cepat.

"kau marah?" tanya jongin yang kini berjalan disamping sehun.

"aku hanya penasaran kenapa kau memesan ice cream tapi tak dimakan, ak-" jongin berhenti berjalan begitu sehun berhenti berjalan dan menghadap kearahnya.

"urusan pribadi seorang bawahan tak bisa di ikut campuri oleh atasan, kau mengerti?" ucap sehun sinis.

"yya, ini hari liburmu. kau tidak bekerja untukku dan aku tidak memperkerjakanmu. Itulah gunanya seorang pengurus rumah tangga dan pengasuh anak memerlukan hari libur agar mereka tak selalu berperan menjadi kedua nya" ucap jongin. sehun memicingkan kedua matanya mendengar ucapan myungsoo.

"anggap saja hari ini aku adalah temanmu. Teman, bagaimana?" ucap jongin.

"tidak mau, aku menolak" tolak sehun dan kembali berjalan.

"yya, kau menolak tawaranku untuk berteman, apa karena kau memiliki teman? Teman yang tak bisa makan ice cream tadi bersamamu?" tanya jongin. Kedua mata sehun membulat mendengar ucapan jongin.

"kau! Urus urusanmu sendiri" ucap sehun sinis dan langsung pergi meninggalkan jongin yang mematung.

...

"appa, sehun hyung belum pulang?" tanya taeoh begitu tiba di rumahnya.

" e..eoh, mungkin dia masih jalan-jalan di luar. mungkin dia akan pulang sebentar lagi. kenapa? Kau sudah makan kan?" tanya jongin.

"sudah, aku hanya ingin mengajaknya bermain" jawab taeoh

"ah, sebaiknya kau segera mandi. mungkin setelah kau selesai mandi sehun akan pulang"

"ne" taeoh segera pergi ke kamar mandi. jongin melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 malam.

"jangan-jangan dia tidak pulang karena marah denganku" gumam jongin. "aissh, taeoh bisa bertanya-tanya kalau pengasuhnya tak kunjung kembali ke rumah"

….

Cklek ~~

Jongin langsung melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Ia langsung bangkit berdiri saat mendengar suara langkah kaki berjalan memasuki rumahnya. Sehun menatap sekilas kearah jongin dan langsung berjalan melewatinya.

"sehun-ssi" panggil jongin. Sehun langsung berhenti berjalan dan menoleh.

"ada yang bisa ku bantu?" tanya sehun

"kau masih marah denganku?" tanya jongin.

"animnida" jawab sehun

"kau marah. terlihat jelas kau marah denganku. Mianhae. Aku tahu kau pantas marah denganku karena aku mengikutimu, aku melakukan itu hanya karena aku penasaran, kau terlihat begitu kesepian dan mungkin kau butuh seorang teman yang bisa kau ajak bercerita jadi-"

"aku tak butuh siapa-siapa"

"apa?"

"aku tak butuh siapa-siapa untuk dijadikan teman. Permisi"

Jongin mengerutkan dahinya mendengar ucapan sehun.

...

esok harinya

"hyung, kau pulang malam kemarin?" tanya taeoh

"ne" ucap sehun sambil memberikan botol berisi jus kepada taeoh

"appa" seru taeoh begitu melihat jongin yang baru saja tiba di ruang makan.

"hye gyul annyeong. Se..sehun-ssi, annyeong" ucap jongin sambil tersenyum kikuk kearah sehun. jongin mengerutkan dahinya saat sehun tak membalas sapaannya, biasanya sehun yang mengucapkan ucapan selamat pagi duluan tapi kali ini tidak.

"apa sarapan hari ini?" tanya jongin sambil menatap meja yang masih kosong.

Bbrraakk ~~

Taeoh langsung menoleh kearah sehun yang tiba-tiba meletakkan sepiring omelet dihadapan jongin dengan suara yang cukup kencang. jongin melirik sedikit wajah sehun yang tak bereskpresi.

"jwesonghamnida" ucap sehun dengan nada sedikit ketus.

"yya, kau masih marah denganku?" tanya jongin dengan nada pelan agar taeoh tak mendengarnya.

"animnida" ucap sehun sambil memotong omelet untuk taeoh.

"animnida, animnida, animnida. bilang saja iya kalau kau marah denganku" ucap jongin.

"animnida" ucap sehun. Jongin mendesah pelan.

"yya, tinggal bilang kau marah, apa susahnya? Aku tahu kau marah tapi bagaimanapun niatku itu ba-" ucap jongin.

"10 menit.." ucap sehun.

"ha apa?" tanya jongin.

"10 menit lagi jika anda belum selesai sarapan, anda akan terjebak macet. Permisi" sehun segera meletakkan omelet dihadapan taeoh dan berlalu dari ruang makan.

"saat marah dia menyeramkan" desis myungsoo sambil melahap omeletnya. Sementara taeoh hanya mengedipkan kedua matanya berkali-kali dengan wajah tidak mengerti melihat pemandangan tadi.

"taeoh, kau masuk duluan " taeoh mengangguk dan segera masuk duluan kedalam mobil. jongin menoleh kebelakang dan melihat sehun yang kini berdiri didepannya. Kedua tangan sehun tiba-tiba terulur kearah dasi jongin, membetulkan dasinya yang terlihat miring.

"kau marah denganku tapi masih berbaik hati membenarkan dasiku. Kau sudah memaafkanku?" tanya jongin. sehun hanya diam.

"kau masih marah? Astaga. kau tahu kan niatku it- iihhkk" jongin memekik pelan saat sehun tiba-tiba menarik dasi nya keatas dengan kencang, membuat lehernya terasa sesak.

"dasimu tak akan rapih jika anda terus berbicara" ucap sehun dan kembali membenarkan dasi jongin.

"kau membuatku sesak nafas" gumam jongin. sehun menurunkan kedua tangannya dari dasi jongin dan berjalan 1 langkah ke belakang.

"selamat jalan. semoga hari anda menyenangkan" ucap sehun sebelum menutup pintu rumah.

"apa-apan itu. Heh ternyata mengurusi sehun yang sedang marah memang merepotkan" ucap jongin segera masuk kedalam mobilnya.

...

"apa?! Kau mengatakan kepadanya bahwa kau mengikutinya? Astaga, jong. kau bodoh sekali" ucap chanyeol.

"lalu apa yang harus aku katakan? Dia terus mendesakku dan mau tak mau aku bicara yang sebenarnya" ucap jongin.

"aissh, wajar saja dia bersikap ketus kepadamu walaupun kau ini Tuannya. Dia merasa kehidupan pribadi nya di ikut campuri. Lagipula, kenapa kau malah menghampirinya?"

"karena aku benar-benar penasaran dengan tingkah nya yang hanya memandangi mangkuk ice cream pesanannya"

"issh, aku rasa ucapan chen benar kalau namja itu memang sedang bernostalgia dengan orang yang disukainya di kedai ice cream"

"bagaimana kau bisa yakin dari ucapan nya chen?"

"taeoh bercerita di resto kemarin kalau sehun bilang kepada anakmu bahwa dia memiliki seseorang yang di cintainya"

"ehhhh?benarkah?"

"eoh. yya, coba kau tanya ahjummoni itu kalau dia sudah pulang dari luar kota. Apa oh sehun sebelumnya pernah menjalin hubungan dengan seorang namja atau tidak? Kalau iya tanyakan kepada nya apa dia dicampakkan oleh namjanya atau tidak"

"aku akan menanyakannya"

...

"kau terlihat begitu kesepian dan mungkin kau butuh seorang teman yang bisa kau ajak bercerita"sehun menghentikan aktivitas nya mengelapkaca jendela begitu teringat akan ucapan jongin. Ia menghela nafas lalu melirik kearah jam dinding. Sudah waktu nya menjemput taeoh.

…..

"kami akan mengadakan pentas seni untuk merayakan ulang tahun sekolah" oceh taeoh. "hyung, kau akan menonton pentas seni ku kan?"

"ya" ucap sehun.

"uwwaah, senangnya. Aku akan mengajak appa, samchon, apa aku harus mengajak taemin ahjussi?" tanya taeoh

"itu pilihanmu" jawab sehun.

"hhmm. aku akan mempertimbangkannya. Seo ra yimo, tidak aku tidak menyukainya. Dia pasti tak akan dtaang kalaupun aku mengundangnya. hyung, kau tahu setelah kau pergi dia bilang kau tak akan kembali. bukankah dia berbohong? Kau kembali sekarang" celoteh taeoh. sehun mengangguk kecil sambil menatap kearah sungai.

"hyung, kau dan appa kenapa?" tanya taeoh. sehun langsung mengalihkan pandangan kedua matanya kearah taeoh. "apa kalian marahan?"

"animnida" ucap sehun.

"jincaa? Tadi pagi kalian bersikap aneh. tak seperti biasanya. Apa appa kali ini merengek mengenai eomma kepadamu?"

"Animnida"

"hyung, kau harus temani appa kapan-kapan. Dia pasti kesepian juga setelah eomma pergi jauh" sehun mengernyitkan dahinya mendengar ucapan taeoh.

"appa pasti merasa kesepian. chen samchon bilang namja itu tak suka kesepian untuk melepas rasa kesepian biasanya namja akan lari kedalam pelukan seseorang yang menurutnya menarik. Apa kau mengerti maksudnya?"

"namja yang ingin menghilangkan rasa sepi nya harus menemukan seseorang baru yang akan di cintainya"

"jincaa? Appa harus menemukan seseorang yang di cintainya, begitu?"

"Ne"

"hyung, apa orang yang kau cintai itu appa?" sehun menatap taeoh.

"tidak" ucap sehun dengan wajah datar.

"benarkah? Apa menurutmu appa sudah mencintai seseorang?" tanya taeoh

"aku tidak tahu" jawab sehun

"hhmm. aku akan bertanya kepada appa nanti" gumam taeoh dan begitu pandangan kedua matanya beralih kedepan, ia langsung bersembunyi dibalik punggung sehun.

"seo ra yimo" gumamnya.

...

"taemin benar, kau kembali bekerja di rumah ini setelah mengundurkan diri tiba-tiba" ucap seo ra sambil menatap sehun yang baru saja meletakkan segelas jus diatas meja.

"kenapa kau kembali? Kau pasti memiliki motif bukan?" kedua mata sehun langsung menatap kearah seo ra.

"apa kau tertarik dengan jongin dan mulai menggunakan anaknya yang menyukaimu sebagai alat?" tanya seo ra menatap sinis kearah sehun.

"tidak " jawab sehun.

"tidak usah berpura-pura. Semua wanita atau pun pria apalagi pria tidak berpendidikan tinggi sepertimu selalu mendapatkan banyak cara untuk menggaet seorang pria tampan kaya raya sekalipun pria itu sudah memiliki 1 anak" ucap seo ra meminum jus nya.

"sebaiknya kau hentikan niat mu itu. kau tak akan mendapatkan apa-apa dengan kembali bekerja disini. Aku sudah mencalonkan taemin sebagai pasangan untuk jongin kelak. Kau tak pantas untuk pria baik-baik seperti jongin" sehun hanya diam sambil menatap datar seo ra.

"kenapa kau hanya diam? Cepat beresi barang-barangmu dan angkat kaki dari sini" titah seo ra.

"anda tidak mempunyai hak untuk mengusir saya" ucap sehun.

"?"

"aku akan pergi jika Tuan kim yang meminta. anda tak berhak untuk mengusir saya, anda bukan siapa-siapa yang bisa memecat saya"

"kau!" seo ra mengangkat gelas jus nya dan menyiram wajah sehun dengan air jus nya.

"berani sekali kau bicara seperti itu didepanku" bentak seo ra.

"saya hanya bicara kenyataannya" ucap sehun.

"Aku ini bibi nya jongin. Jelas aku juga mempunyai kuasa untuk memecatmu"

"tidak. Menurut perjanjian yang di buat tuan kim dengan ketua penyaluran jasa babysitter yang bisa memecat saya hanya tuan kim sendiri. Itu artinya anda tak berhak dan tidak memiliki andil untuk memberhentikan saya dar-"

Ppllaakk

"jangan" seru taeoh sambil berlari menghampiri sehun yang baru ditampar oleh seo ra. "jangan sakiti sehun hyung" taeoh berdiri didepan sehun sambil merentangkan kedua tangan nya, kedua matanya menatap sebal kearah seo ra.

" kau sudah berhasil mengambil hati anak nya" ucap seo ra.

"yimo, jangan sakiti sehun hyung. Jangan jadikan sehun hyung seperti eomma yang selalu kau sakiti" ucap taeoh

"hey, anak kecil. apa maksudmu? Berani sekali kau bicara seperti itu kepadaku. apa pengasuhmu yang mengajarimu?" omel seo ra.

"sehun hyung orang yang baik"

"apa? Orang baik? Hohoho. Dia baik karena ada motif nya. sama seperti ibu mu yang sudah mati itu. Dia menikahi ayahmu karena memiliki motif. Dia ingin hidup enak karena ibu mu itu yatim piatu dan hidup miskin dipanti asuhan. Ibu mu itu seperti ular berbisa. pria jahat" ucap seo ra.

"bukan, eomma bukan orang jahat. Yimo, kau yang jahat" teriak taeoh

"berania sekali kau bilang aku orang jahat" dumel seo ra.

"yimo jahat. Aku tidak menyukaimu yimo" taeoh memejamkan kedua matanya begitu seo ra mengangkat tangan kanannya, saat telapak tangannya akan mendarat di pipi mungil taeoh tiba-tiba tangannya di tahan.

"jangan melukainya" ucap sehun sambil menatap dingin kearah seo ra.

"n..neo" seo ra meringis saat sehun mencengkram kuat pergelangan tangannya.

"ditempat ini anda yang kelihatan tidak berpendidikan" ujar sehun.

"mwo? Beraninya kau!" pekik seo ra menarik paksa tangan nya yang di cengkram kuat oleh sehun.

"kau bilang apa? Aku tidak berpendidikan? Apa kau tak bercermin? Beraninya kau bilang aku tidak berpendidikan" omel seo ra.

"perkataan saya tidak salah" ucap sehun. Seo ra mengangkat tangan kanannya lagi dan tiba-tiba

"Yimo!"

seo ra langsung menurunkan tangan kanannya dan menoleh kearah jongin yang baru membuka pintu.

"yimo, apa yang mau kau lakukan? kau mau memukul sehun?" tanya jongin.

"pembantumu harus di beri pelajaran karena berani bicara tidak sopan. jongin, kenapa kau masih saja menerima orang seperti dia untuk bekerja di rumahmu? pria ini ular berbisa"

"yimo, jaga bicaramu. aku yang meminta sehun bekerja di tempat ini, aku yang memaksanya untuk kembali kemari"

"a..apa? Astaga apa namja ini berhasil memikat mu?"

"yimo, berhentilah bicara omong kosong. Segera minta maaf kepada sehun"

"apa?! kau bilang apa?"

"minta maaf kepada sehun"

"lebih baik aku menginjak kotoran daripada harus meminta maaf kepada pembantu seperti dia" ucap seo ra dan segera melangkah keluar dari rumah jongin.

"sehun-ssi, kau baik-baik saja?" tanya jongin.

"aku baik-baik saja" jawab sehun lalu berjalan pergi ke belakang.

"taeoh-ya kau baik-baik saja? Apa yimo mengatakan hal kasar kepadamu?" tanya jongin dengan raut wajah khawatir.

"yimo selalu menyakiti orang yang ku sukai. Aku tidak menyukainya" tangis taeoh

"mianhae. seharusnya appa pulang cepat agar kau tak melihat tingkah seo ra yimo" ucap jongin sambil memeluk taeoh

...

"hyung, gwenchana?" tanya taeoh.

"ne" jawab sehun sambil membuka buku cerita untuk ia bacakan kepada taeoh seperti biasa.

"sakit?" sehun tersentak kaget saat tangan taeoh menyenti pipi kanannya. "yimo juga pernah menampar eomma. sekarang dia melakukannya kepadamu" lirih taeoh sambil mengelus lembut pipi sehun.

"a..aku baik-baik saja" ucap sehun dengan suara gemetar sembari menurunkan tangan taeoh dari pipi nya.

"hyung, aku akan melindungimu dari yimo. Tidak usah khawatir" ucap taeoh, sehun mengangguk kecil dan segera membacakan buku cerita untuk taeoh.

….

Sehun menutup rapat pintu kamar taeoh dengan pelan agar tak membangunkan taeoh yang baru saja tertidur. Ia berdiri sejenak didepan pintu kamar taeoh, tangan kanannya bergerak naik menyentuh pipi kanannya.

"sehun-ssi"

sehun menoleh sedikit kearah jongin yang berdiri tak jauh darinya.

"temani aku sebentar" sehun menatap jongin yang baru saja berjalan menuruni anak tangga.

...

"kau tak minum?" tanya jongin menyodorkan sekaleng soju kearah sehun.

"animnida" jawab sehun.

"baiklah. aku akan minum sendiri tapi kau jangan masuk kedalam dulu" ucap jongin sambil membuka kaleng sojunya dan meneguknya sedikit. Ia mendongakkan wajahnya keatas, menatap langit berwarna hitam pekat yang dilihatnya lebih jelas karena kini ia dan sehun tengah duduk di teras belakang.

"sikap bibi ku memang seperti itu" ucap jongin. sehun mengangguk kecil.

"dia bersikap otoriter. semua yang ia inginkan harus aku patuhi. Menurutnya, dia bertanggung jawab penuh atas hidupku karena orang tua ku menitipkanku kepada nya setelah mereka meninggal dunia" jongin menatap kaleng soju nya sambil tersenyum tipis.

"tapi aku tak selalu menjadi keponakan yang penurut untuknya. Aku bukan robot, aku bebas mau melakukan apa saja termasuk mencari pasanganku. Saat aku bertemu kyungsoo, aku berkata dalam benakku bahwa aku menemukan pria yang tepat yang akan menjadi pasanganku tak peduli yimo ku menentang hubungan kami. kyungsoo juga selalu bersikap sabar saat yimo memperlakukannya dengan kasar. aku merasa bersalah kepadanya. Sejak dulu, kyungsoo bertubuh lemah, aku tahu itu tapi aku malah membuat dirinya semakin sakit saat mendengarkan cacian maki yang keluar dari mulut yimo untuknya. Seandainya, dia tak bersamaku. apa dia tak akan jatuh sakit dan pergi selama-lamanya?"

"tidak, Istri mu meninggal karena itu jalan kehidupannya. Tak ada sangkut pautnya dengan dirimu. Jika istrimu selalu bersikap sabar menghadapi bibi mu mungkin itu adalah resiko bagi dirinya karena mencintai dan mau hidup bersamamu. Bersyukurlah. Ada orang yang mencintai dirimu bahkan rela menanggung apapun demi bersama orang yang di cintai"

jongin terdiam mendengarkan ucapan sehun, tangan kanannya tiba-tiba merengkuh wajah sehun, menghadapkan wajah sehun dengan wajah nya.

"sakit?" tanya jongin sambil mengusap pipi kanan sehun. Kedua mata sehun berkedip begitu jongin mengusap pipi nya.

"taeoh bilang yimo menampar pipi mu. Hehhh Seharusnya yimo tak melakukan itu didepan taeoh, Itu kekerasan namanya" ucap jongin.

"maafkan aku. Aku akan melindungimu dan taeoh dari yimo ku mulai dari sekarang" ucap jongin.

Kedua mata sehun bergerak menatap kedua mata jongin didepannya. Entah apa yang ada dipikiran jongin saat ini, dengan sendirinya ia mendekatkan wajahnya kedepan. Kedua mata sehun melotot begitu jongin mendekatkan wajahnya. Jongin memiringkan sedikit wajahnya, membuat jarak bibir nya dengan sehun semakin dekat dan...

TBC

Hiks maafken ya moment kaihunya diskip dulu :v hehehe. Uhukkk udah ada moment kaihun kaannnnn bwehehe maap ya masih dikit momentnya . ohiya maaf ya baru update... makasih reviewnya aku baca semua review kalian, dan maafkan aku yang masih suka ada typo..DLDR yaa ga maksa buat baca kok...aku mohon sama kalian kalo misalhnay kurang ngefeel, masih banyak typo tolong jangan sungkan buat kritik dan mengingatkan aku okeh? Okeh thankseeeeuuu muachh #kecupbasah #ditamparreadrs