Warning : Rating berubah jadi T
AN :Sesuai dugaan Cyaaz... Chap kemarin menuai banyak Protes... :P
Satsuko Mizuka : Hahaha. Belum saatnya, Mizuka. makanya d potong dulu. :P - Haumea itu nama dewa di serial GS/D (G tau ya ada beneran ato nggak). inget 'kan kalung yg d ksih Cagalli k Athrun? Itu namanya Haumea Stone (Batu Jimat Haumea). - Eh, soal Fic ke 2 Cyaaz... Jangan d tunggu deh... Masih lama banget... Beneran... Fic ini aja tamatnya masih amat sangat lama, walaupun Cyaaz update-nya tiap minggu. XD
Guest : Hahaha, sabar ya... Nanti bakal ada Scene AsuCaga lagi... (G tau kpn) ;P
CloudXLightning : Thank you, Cloli-San... Mungkin itu karena Cyaaz terlalu bersemangat dlm nulis Fic, atau karna Cyaaz terllu pngangguran...? -_-" - Oya, Rating udah Cyaaz ganti... :D
Guest : Sama-sama dan Thanks karena udah menyemangati Cyaaz... :)
pandamwuchan : Smangat ulangannya, Panda-Chan... Haha, Panda-Chan jg hrus ttp Smangat... ;D
miliuna rash : Ampuni Cyaaz... Karena udah motong scene kmrin... :P - Iya, ini udah d gnti Rate-nya...
Syafina : Lol... Cyaaz sdh mnduga klo akn ada reader yg brpikiran sprti itu tntang "dawn" yg d ucpkn Cagalli, tp sbnrnya Cyaaz g punya mksud itu... :) - Jngn tiap hri dong... TT_TT takutnya itu akan berimbas pd Fic Cyaaz yg slnjutnya...
lezala : Gpp, g log in... Yg pnting review... :) - Thank you, syukurlh klo sk... Hehe. untk moment AsuCaga... Hmm, kpn ya bkl ada lg...? :P
bii : Heeh, Kamu itu! Pdhl udah d ksih ksempatan bwt baca duluan, msih brani blg Fic q ini Mnyebalkn? - Baca aja deh, Chap2 yg trsisa... Klo udah tamat, bru komentar...! (aku ykin kmu akn smkin kesal di 6 Chap terakhir yg blm kmu bc itu. Krna kmu udah kemakn ama Jebaknq...) Xixixi... :P
Selamat Membaca…
Disclaimer : GS dan GSD Bukan Milik Author…
This Is Impossible!
Chapter 10
Normal POV
APRILIUS – 28/09/2012
Setelah Cagalli dan yang lainnya selesai menikmati panorama matahari terbit yang indah di Destiny Resort, mereka kembali ke guest house masing-masing. Setelah mereka mandi, sarapan dan mempersiapkan diri mereka, seluruh anggota tour berkumpul di dermaga untuk perjalanan mereka hari ini ke APRILIUS.
Perjalanan menuju APRILIUS dengan kapal motor dari PLANT memakan waktu kurang lebih 45 menit, namun karena kondisi laut yang sangat bersahabat hari ini, mereka telah sampai di APRILIUS hanya dalam waktu 30 menit.
Begitu mereka menginjakkan kaki mereka di APRILIUS, mereka dimanjakan oleh pemandangan yang tidak kalah indahnya dengan pemandangan alam di PLANT dan JUNIUS 7. Pasir pantai yang putih, ombak yang berkilauan dan angin laut yang menyejukan.
"Nah, karena semuanya sudah lengkap, aku akan menginformasikan tentang kegiatan kita hari ini di APRILIUS." Terdengar suara Mwu, yang memberikan pengarahan pada para mahasiswa.
Saat itu, Cagalli dan yang lainnya sudah mengambil posisi duduk di antara kerumunan mahasiswa yang mendengarkan pengarahan dari Mwu di pantai.
"Kegiatan kita di APRILIUS hari ini adalah snorkeling di beberapa titik di sekitar pulau. Setelah ini, ganti baju kalian dan titipkan barang berharga kalian pada Murue, lalu persiapkan peralatan snorkeling kalian. Akan ada petugas yang akan membantu kalian dengan perlengkapan kalian. Setelah kalian selesai, kembalilah ke sini dan kita akan menuju ke titik Snorkeling pertama di sisi barat APRILIUS." Ujar Mwu pada seluruh anggota tour.
Bola mata amber Cagalli membesar saat telinganya mendengar kata "snorkeling" dan Kira, yang duduk disebelah Cagalli langsung menoleh ke arahnya.
"Cagalli?" Bisik Kira, menyadarkan Cagalli.
Cagalli spontan menatap Kira yang memasang ekspresi wajah khawatir, lalu menjawab, "Eh, Haha, tidak apa-apa. Aku ingin ikut dan mencobanya." Dengan volume kecil dan lembut.
Kira mengedipkan matanya dan bertanya "Kau yakin?" Dengan nada lembut khas Kira.
"Hmm…" Jawab Cagalli disertai anggukan kecil.
Sesaat setelah itu, Cagalli dan yang lainnya berdiri dan menuju ruang ganti. Setelah mereka berganti pakaian, mereka menuju ke tempat persiapan peralatan snorkeling dan mempersiapkan semuanya dibantu oleh beberapa orang petugas. Saat ini Lacus dan Cagalli baru saja memasuki ruang ganti wanita. Cagalli sedang mempersiapkan kaos hitam dan celana pendek coklatnya, yang akan ia kenakan selama kegiatan snorkeling.
"Cagalli…" Terdengar suara Lacus dari belakang.
Cagalli menoleh dan mendapati sahabat berambut pink-nya itu sedang tersenyum penuh arti padanya. "Ada apa?"
Lacus tertawa kecil, lalu ia mengangkat sebuah tas kertas ke depan dadanya. "Kita ini akan snorkeling. Jadi kau harus memakai ini!"
Cagalli berkedip beberapa kali, lalu ia tersentak. "Eh? Apa, apa yang ada di dalam tas itu?"
Lacus hanya tersenyum makin lebar, senyuman yang sekilas terlihat seperti senyum licik. Lalu Lacus berjalan mendekati Cagalli. "Kau harus mengganti pakaianmu dengan sesuatu yang khusus aku belikan untukmu, Cagalli!"
Cagalli sweatdrop, ia bisa membayangkan apa yang ada di dalam tas kertas berwarna merah itu sekarang. Membayangkannya saja, sudah membuat ekspresi wajah Cagalli menjadi ketakutan. "La-Lacus, aku tidak-" Cagalli melangkah mundur, untuk menjauhi Lacus.
Dengan sigap, Lacus menggenggam erat, kedua tangan Cagalli. "Kau tidak bisa lari, Cagalli-Chan…" Senyuman usil sekaligus licik, lagi-lagi terukir di wajah manis Lacus. Bagi Cagalli, senyuman Lacus saat ini adalah senyuman yang paling ia takuti.
"Ti-Tidak…!"
=.-.-.-.-.-. C .-.-.-.-.-. Y .-.-.-.-.-. A .-.-.-.-.-. A .-.-.-.-.-. Z .-.-.-.-.-.=
"Kalian mendengar sesuatu?" Tanya Athrun yang sedang memasukkan kemejanya ke dalam tasnya. Sekarang Athrun dan teman-temannya tengah berada di ruang ganti pria, yang berada tepat di sebelah ruang ganti wanita.
"Aku tidak mendengar apa-apa." Jawab Dearka. Ia sekarang sedang melepaskan kaosnya.
"Aneh, sepertinya tadi ada yang berteriak?" Gumam Athrun.
"Tidak mungkin! Aku juga tidak mendengar apapun." Sahut Yzak dari sudut ruangan.
Heine menepuk pundak Athrun. "Mungkin itu hanya perasaan mu saja, Ath."
Athrun hanya mengangguk kecil, meskipun sebenarnya ia yakin bahwa ia benar-benar mendengar sesuatu beberapa saat yang lalu.
Tidak jauh dari tempat Athrun, berdiri seorang pemuda bermata amerthyst, yang mati-matian menahan tawanya. Ia juga mendengar apa yang didengar oleh Athrun, tapi ia memutuskan untuk diam. Mengingat sumber suara itu adalah sahabat tercintanya, yang sekarang ini ia yakini sedang mendapatkan 'siksaan' dari Lacus.
'Good luck, Catha…'
=.-.-.-.-.-. C .-.-.-.-.-. Y .-.-.-.-.-. A .-.-.-.-.-. A .-.-.-.-.-. Z .-.-.-.-.-.=
Cagalli sedang memilih-milih kacamata yang akan ia kenakan, di sebuah mejaa yang berjajar rapi sejumlah peralatan snorkeling di atasnya. Sampai suatu ketika, ia mendengar suara seseorang disampingnya.
"Wah-wah, sekarang kau memakai baju renang juga, Cagalli?" Tanya Athrun, yang sekarang sudah ada di samping Cagalli. Terlihat senyum nakal terukir di wajah tampannya.
Cagalli blushing, ia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain setelah ia menyadari keberadaan Athrun. Sekarang ini Cagalli mengenakan baju renang 2-piece warna dark goldenrod dengan corak kelopak bunga warna scarlet. Rambutnya di ikat 2, dengan pita maroon, sedangkan Athrun saat ini hanya mengenakan celana pendek hitam.
"Ini karena Lacus memaksa ku." Jawab Cagalli. Ia berusaha keras agar suaranya terdengar sedatar mungkin, menyembunyikan rasa malunya.
"Hmm? Kalau begitu, aku berhutang padanya." Gumam Athrun lalu tersenyum lagi.
"Eh, Apa?" Tanya Cagalli bingung, ia tidak menangkap dengan jelas apa yang dikatakan Athrun barusan.
"Ah, bukan apa-apa. Ayo, segera selesaikan persiapan mu dan kita pergi ke tempat yang lain berkumpul." Jawab Athrun.
"Em, Iya. Aku hanya tinggal memilih kacamata." Jawab Cagalli menatap beberapa kacamata renang yang ada di meja dihadapannya.
Cagalli lalu mengambil sebuah kacamata dark green, yang ukurannya sesuai dengannya, lalu bersama Athrun, menuju ke tempat Mwu, Kira dan yang lainnya menunggu.
"Kau lama sekali, Cagalli?" Sambut Lacus saat ia melihat kedatangan Cagalli dan Athrun.
"Haha, iya maaf." Jawab Cagalli.
Setelah itu, mereka menaiki kapal motor, yang sudah siap dan mereka menuju ke titik Snorkeling pertama mereka. Begitu mereka tiba, seluruh mahasiswa segera mengenakan sepatu katak dan kacamata renang mereka masing-masing, lalu satu per satu melompat ke laut.
"Yahoo..." Teriak Dearka sambil melompat masuk ke air.
"This is it! I'm Coming!" Teriak Yzak menyusul Dearka.
"Hey, tunggu aku!" Kali ini, Heine yang melompat.
Cagalli hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku teman-temannya. Dearka dan Yzak sekarang sudah bersaing seperti biasanya, mereka berenang dengan penuh semangat. Meninggalkan Heine, yang berusaha menyusul kedua temannya.
Cagalli saat ini sudah mengenakan sepatu katak-nya, namun ia masih duduk di pinggir kapal sambil menggantungkan kakinya. Saat itu ia merasakan seseorang menepuk bahunya, begitu ia menoleh, ia mendapati kalau Kira sudah ada di belakangnya.
"Aku akan menemani Lacus sebentar. Setelah itu, baru aku akan membantu mu, ya?" Ujar Kira lembut.
"Hahaha. Iya, iya. Nikmati saja waktumu, aku akan menunggu di sini." Jawab Cagalli tersenyum dan mengayunkan kedua kakinya.
Setelah itu Cagalli menatap Kira yang melompat ke air dan berenang bersama Lacus.
'Hmmm… Sweet couples, as always.'
Lalu Cagalli dikejutkan oleh tepukan di bahunya lagi. Ia menoleh dan dilihatnya Athrun tersenyum lembut padanya.
"Kenapa tidak melompat juga?" Tanya Athrun sambil memposisikan dirinya untuk duduk di samping Cagalli.
"Um, aku…" Cagalli nampak bingung harus menjawab apa, ia mengalihkan pandangannya dari Athrun ke kakinya.
Athrun memandang ke arah Cagalli dengan tatapan bingung, berpikir sejenak dan akhirnya ia mengerti apa yang terjadi.
"Kau tidak bisa berenang?" Tanya Athrun lembut dengan senyuman di wajahnya.
Cagalli terkejut, sesaat ia memandang Athrun tapi kemudian menunduk lagi dan mengangguk kecil. Athrun menyadari rona merah, yang menghiasi pipi Cagalli.
'Cute, huh?'
Untuk beberapa saat, Athrun sempat tertawa di dalam hatinya. Bagaimana bisa seseorang yang tidak bisa berenang beranggapan bahwa perjalanan dengan kapal motor yang menerjang ombak ganas, sangat mengasyikan seperti menaiki roller coaster? Apa gadis ini tidak takut terjatuh dari kapal dan tenggelam? Gadis ini benar-benar istimewa, selalu penuh dengan kejutan.
Kemudian Athrun tersenyum lebih lebar dan berkata, "Ayo aku bantu." Sambil mengulurkan tangan kanannya pada Cagalli.
Mata amber Cagalli membesar karena terkejut mendengar perkataan Athrun, ia menoleh dan melihat Athrun sudah mengulurkan tangannya.
"Eh, tidak usah, Kira akan membantuku nanti. Jadi kau tidak usah khawatir." Jawab Cagalli dengan senyum tipis terukir di wajah polos-nya.
Terlihat ekspresi wajah Athrun berubah sedikit kecewa dan sedih setelah Cagalli, menyelesaikan jawaban-nya. Kenapa? Apa yang salah? Kenapa selalu Kira? Banyak sekali pertanyaan yang muncul dalam benak Athrun, namun sesaat kemudian tatapan mata emerald-nya berubah lagi menjadi serius.
"Kira sekarang sedang sibuk bersama Lacus." Athrun tersenyum lembut, "Kau tenang saja, aku ini perenang handal." Ujar Athrun lembut, berusaha meyakinkan Cagalli.
Sementara itu, Cagalli masih menunjukkan ekspresi keraguan dan hanya mengedipkan kedua matanya.
"Percayalah pada ku, Cagalli…" Bisik Athrun lembut, yang membuat Cagalli sedikit merinding saat ia mendengarnya.
Setelah beberapa saat, Cagalli menatap dalam-dalam mata emerald Athrun. Akhirnya, Cagalli meraih tangan Athrun, yang sejak tadi telah diulurkan padanya. Lalu Athrun membantu Cagalli berdiri dan menatap-nya lembut, sambil memegang erat tangan Cagalli. Jantung-nya berdebar kencang, apalagi saat Athrun membantu-nya memakai kacamata renang, yang tergantung dilehernya.
"Kau siap?" Tanya Athrun, setelah ia selesai memasangkan kacamata renang Cagalli dan memakai miliknya sendiri.
Athrun lalu menggenggam lagi, tangan kanan Cagalli dengan tangan kirinya. Cagalli mengeratkan genggaman tangannya dengan Athrun, menarik nafas panjang dan mengangguk mantap. Saat itulah, Athrun tersenyum dan mereka melompat bersama-sama.
=.-.-.-.-.-. C .-.-.-.-.-. Y .-.-.-.-.-. A .-.-.-.-.-. A .-.-.-.-.-. Z .-.-.-.-.-.=
Cagalli's POV
'Aku melompat, Aku masuk ke dalam air…'
'Apa yang sudah aku lakukan? Apa kau lupa, Cagalli?'
'Kau tidak bisa berenang! Bodoh!'
Saat aku merasakan air laut sudah membasahi seluruh tubuhku, aku segera memberanikan diri untuk membuka mataku perlahan. Saat mata amber-ku sudah terbuka sepenuhnya, aku melihat keindahan terumbu karang yang luar biasa di bawah air. Terumbu karang dengan berbagai bentuk dan warna di kelilingi oleh ikan-ikan kecil beraneka warna yang berenang kesana-kemari.
Selama beberapa saat, mataku terbuai oleh keindahan pemandangan bawah air, sampai realita menyadarkanku. Aku merasa nafasku sudah habis dan aku mulai meronta untuk bisa naik ke permukaan laut, aku tidak menyadari bahwa seseorang masih menggenggam tanganku karena kepanikan ku.
Aku terus berusaha meronta sampai aku merasakan seseorang memeluk tubuhku dan berusaha mengangkatku ke permukaan laut. Barulah saat itu aku menyadari bahwa aku tidak sendirian sekarang.
'Athrun?'
Aku menatap Athrun yang sekarang memeluk ku dan berusaha membawaku naik ke permukaan laut.
"Hh… Hhh… Kau berat juga, ya?" Tanya Athrun begitu kami mencapai permukaan air dengan satu tangan-nya masih memelukku erat, sedangkan kedua tangan ku sudah melingkar di lehernya.
"Hh… Hhh… Hhhh…" Nafasku terengah-engah, aku tidak sanggup merespon Athrun.
"Bagaimana? Di bawah sana indah 'kan?" Tanya Athrun menatapku.
Aku tersenyum dan menganggukan kepalaku. Aku merasakan tubuhku masih gemetar karena takut akan tenggelam.
"Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkanmu tenggelam kok." Ujar Athrun sambil tersenyum, berusaha meyakinkanku. Seolah ia mengerti apa yang ada dipikiranku.
Melihat senyuman Athrun dan merasakan sentuhan lembut-nya di tubuhku, entah mengapa membuatku merasa nyaman dan aman. Setelah aku mendengar kata-kata Athrun barusan, tubuhku mulai relax dan aku mengangguk dengan senyum tipis di wajahku.
Kemudian aku melihat Athrun tersenyum semakin lebar dan ia berkata, "Ayo, berpeganganlah yang erat. Kita cari tempat yang lebih bagus lagi."
Saat itu aku mengeratkan kedua tanganku yang melingkar di leher Athrun dan Athrun juga mengeratkan pelukannya di pinggangku. Lalu ia membawaku berenang ke beberapa titik snorkeling dimana kami menyelam bersama selama beberapa saat untuk melihat keindahan yang ada di bawah laut. Kami juga bertemu dengan Kira, Lacus dan yang lainnya di beberapa titik snorkeling.
Kira sempat kaget melihatku berenang bersama Athrun, namun setelah aku memandangnya dengan, Don't-worry-glare, Kira tersenyum dan menyapa kami dengan ramah. Aku tidak heran melihat Kira terkejut seperti itu. Mengingat aku yang tidak bisa berenang dan takut tenggelam sekarang berenang dihadapannya.
Selama ini, aku tidak pernah menceburkan diriku ke air, kalaupun iya, itu karena ada Kira, yang selalu membantuku. Aku tidak pernah berenang dengan orang lain selain Kira, karena aku hanya percaya padanya. Meskipun Kira membantuku berenang, sepanjang waktu di air, aku masih merasa tegang dan ketakutan kalau-kalau terjadi sesuatu yang buruk padaku selagi kami berenang. Membuatku tidak bisa menikmati apapun dengan tenang dan sepenuh hati, tapi sekarang…
Aku bersumpah bahwa hari ini adalah hari dimana untuk pertama kalinya aku bisa bermain di dalam air tanpa merasa ketakutan sedikitpun pada akhirnya.
'Apa karena dia…?'
Aku menatap Athrun, yang tangan kanan-nya tidak pernah melepaskan tubuh ku walau hanya sesaat, selama kami berada di dalam air. Memelukku dengan seerat mungkin, seolah tidak ingin melepaskanku selamanya. Ia terus setia membantuku berenang kesana-kemari, dan menunjukkan berbagai panorama bawah laut yang indah.
Sepertinya aku memang harus berterimakasih pada Athrun setelah ini. Dia sudah membantuku berenang dan menyelam sepanjang hari, menjagaku agar aku tidak tenggelam dan menunjukkan keindahan bawah laut di APRILIUS yang mungkin tidak akan terlupakan seumur hidupku.
Aku benar-benar merasa sangat beruntung bisa pergi ke PLANT, JUNIUS 7 dan APRILIUS bersama Kira dan Lacus. Membuatku bisa bertemu dengan banyak teman baru, termasuk Athrun. Semoga saja setelah pulang ke ORB, Athrun dan yang lainnya masih mau berteman baik denganku.
=.-.-.-.-.-. C .-.-.-.-.-. Y .-.-.-.-.-. A .-.-.-.-.-. A .-.-.-.-.-. Z .-.-.-.-.-.=
T – B – C
AN : Smpe d sini dulu ya... Cyaaz mw cri inspirasi bwt Fic yg slnjutnya dulu...
Agak puyeng nih... Mklumlh, msih Pemula..
Dan lg, ada pngaruh2 buruk yg mngacaukn otak Cyaaz dlm mnyusun plot... TT_TT
Please, di Review kalau sempat….
