Bagaimana kelak aku akan mengatakan kepada mereka ketika mereka lahir kedunia nanti , aku takut hyung aku takut , bagaimanapun sekarang walau aku sakit aku akan tetap mencintaimu ,

Pagi musim dingin ,

Hujan dipagi hari , seperti biasa pagi sehabis bangun tidur kyuhyun akan langsung beranjak dari tempat tidurnya membersihkan diri kemudian menyiapkan sarapan untuk ketiga buah hatinya , namun pagi sedikit berbeda , hyungnya sudah duduk di ruang makan rumah kecilnya , sembari menikmati minuman kesukaannya , americano tanpa gula , ah kyuhyun jadi teringat dengan seseorang , tidak kyuhyun tidak boleh terlalu terhanyut dengan masa lalunya yang perlahan kembali datang ,

"hyung , sejak kapan hyung kemari , kenapa tidak membangunkanku?" tanya kyuhyun kemudian menuju lemari pendingin dan mengambil beberapa bahan makanan untuk di raciknya menjadi sebuah makanan untuk ketiga anaknya yang sangat unik dalam selera makanannya,

"sejam yang lalu , tadinya hyung bersama kakak iparmu tapi kakak iparmu sepertinya harus meninggalkan rumah ini karena kau tau keponakan manjamu jika terbangun dan heechul tidak langsung menghampirinya bibirnya itu akan maju beberapa centi dan ngambek seharian ," cerita heechul sembari terkekeh pelan membanyangkan sikap putra satu-satunya yang manja

"taemin suruhlah makan disini hyung , aku akan membuatkan nasi goreng sembunyi seperti kesukaannya, taemin sangat mirip sekali dengan sehun , dia sangat menyukai nasi goreng sembunyi buatanku," ucap kyuhyun sembari memotong beberapa bahan makanan yang akan dibuatnya menjadi sarapan pagi , nasi goreng sembunyi , mungki maksud kyuhyun adalah nasi goreng yang disembunyikannya didalam gulungan telur dadar tipis ,

"aku akan memberitahu taemin setelah ini," jawab hankyung santai

Sejenak mereka terdiam , kemudian kyuhyun menghampiri hyungnya dengan sepiring roti bakar dengan selai srikaya kesukaan hyungnya

"makanlah hyung , aku tau hyung akan mengatakan sesuatu padaku, tapi sebelumnya bantu aku untuk membangunkan ketiga keponakan nakal hyung setelah ini,"

"sebenarnya hyung tidak ingin mengatakan apa-apa kyuhyun , hanya saja hyung ingin mengajakmu mengunjungi makam kedua orangtua kita di gwangju akhir pekan ini, kau belum mengenalkan ketiga putramu kepada appa dan umma ,"

Kyuhyun berkacak pinggang

"hyung , aku sudah mengajak mereka , aku sudah mengenalkan mereka kepada appa dan umma semenjak mereka berusia 5 tahun, tsk .. aku yakin hyung tidak ingin mengatakan ini saja , cepat katakan," paksa kyuhyun

Hankyung menghampiri adiknya, mengacak surai madu kyuhyun sayang

"berjanjilah kau akan bahagia , hanya saja maafkan hyung karena hyung tidak ingin kau kembali terluka,"

"apa maksud hyung?!" tanya kyuhyun tak mengerti

Hankyung hanya menghendikkan bahu cuek kemudian menghampiri meja makan lagi membawa sepiring roti bakar buatan kyuhyun kemudian berlalu keluar dari rumah kyuhyun

"hyung !"

"terima kasih untuk roti bakarmu saengie , hyung akan menyuruh taemin kemari dan sarapan dengan kalian," jawab hankyung ambigu kemudian berlalu

.

Pagi ini siwon berencana untuk mengunjungi suho , salahkan saja pekerjaannya semalam yang sangat menyita waktunya hingga dini hari, namun kali ini sebelum siwon menemui suho ada seseorang yang akan ditemuinya , dia ibu kandung suho , kim yoona

Entahlah kenapa siwon ingin menemui mantan kekasihnya itu setelah sekian lama tak bertemu ,

Green Light Departemen store ,

Kyuhyun sedang memenuhi sebuah undangan teman yang baru saja dikenalnya , siapa lagi jika bukan kim kibum , namja berusia 37 tahun itu kini tengah mengadakan pameran lukisannya disebuah hall didalam pusat perbelanjaan terbesar dikorea ini, sungguh kyuhyun tak ingin menghadiri acara ini namun kibum terus merengekinya untuk datang diacara perdananya ini dengan undangan vvip di tangannya,

Dengan stelan musim dingin , baju rajut berwarna putih dipadu dengan celana panjang berbahan katun berwarna cream dan sebuah mantel coklat gelap dan sebuah syal rajut melingkar di leher nya , kyuhyun terlihat sangat manis sekarang sedikit banyak orang-orang yang berdatangan sedikit memperhatikannya yang hanya berdiri didepan pintu hall itu, hingga seseorang menghampirinya ,

"hay kyu , kenapa tidak masuk hm ?" tanya seseorang dengan killer smile yang jarang di tunjukkanya kepada orang-orang di sekitarnya, sangat tampan batin kyuhyun

"ah kibum hyung , aku hanya bingung aku tak pernah menghadiri acara seperti ini, maafkan aku," sesal kyuhyun

Kibum tersenyum , kemudian mengusap surai madu kyuhyun lembut ,

"tak apa , aku sudah menunggumu daritadi jadi ayo kita masuk , kau tamu spesial untukku , aku akan menunjukkan karya terbaikku, kau pasti suka , kkaja..." ajak kibum kemudian mengajak kyuhyun untuk memasuki ruang pameran

.

Seorang yeoja tengah berdiri disebuah lukisan abstrak dengan sentuhan artistik didepannya , entah apa yang dipikirkannya mendalami lukisan itu atau mungkin berfikir lukisan yang tak berbentuk itu kenapa mahal sekali harganya, entahlah

Disebalahnya berdiri seseorang yang juga memandangi lukisan abstrak tersebut

"aku akan mengambil anakku dan membawanya bersamaku ke paris untuk menjalani pengobatan," kata yeoja itu tanpa basa basi

Namja yang berdiri disebalahnya tersenyum tipis , tidak tepatnya menyeringai

"kenapa kau tersenyum eoh?" sahut yeoja itu tak suka

"kau sangat menggelikan yoona-ssi, kau dulu membuangnya padaku dan setelah nya kau ingin mengambilnya , kau sama brengseknya dengan seunghyun," kata siwon datar dengan nada menusuk

Yoona nama yeoja itu menghadapkan badannya pada siwon memandang siwon benci dan penuh kemarahan

"dia anakku , bukan anakmu siwon!" katanya dengan nada sedikit meninggi

Siwon tiba-tiba mencengkram dagu yoona kasar

"kau tak lebih dari seonggok kotoran dimasa lalu yoona, dan kau tiba-tiba datang dan akan membawa suho bersamamu setelah kau buang dan memilih bersama dengan hyungku , kau gila yoona otakmu sudah tak bisa kau gunakan dengan baik," kembali siwon mencerca yoona dengan kata-kata tanjamnya

"aku akan tetap mengambilnya , kau tak berhak !" marah yoona

Siwon kemudian tertawa lirih , dia sudah sangat muak dengan wanita ini,

"seujung rambut saja kau menyentuh suho , aku yang akan menyingkirkanmu sendiri dari dunia ini yoona , kau sudah tak berguna bagiku , bahkan aku bisa memusnahkanmu saat ini juga ," geram siwon

"kau mau membalas dendam karena aku mengkhianatimu begitukah !" pekik yoona tak suka , wanita ini sungguh tak tau malu berteriak didalam ruangan yang dipenuhi beberapa pengunjung pameran ini

"ya kau benar , aku sedang membalas dendam jika kau tau dan kalian berdua akan membayarnya , kalian yang telah menghancurkan semua kepercayaanku kalian menusukku dengan sangat kejamnya dan kalian membuang anak malang ini hanya dengan alasan bayi itu sangat merepotkan karena terlahir tidak dengan fisik yang sehat, sial ! kalian adalah orangtua brengsek yang pernah aku temui !" marah siwon

"bagaimana dengan dirimu sendiri choi siwon ! kau lebih memilihku daripada istri sahmu yang sudah kau nodai sebelum kalian menikah dan meninggalkan nya hanya demi seorang kim yoona, hmm , apa kau tak lebih dari seorang brengsek sama seperti ku dan juga seunghyun," ucap yoona sarkas

Siwon menggeram terdiam, marah siwon sangat marah , siwon tau kesalahannya,

Sial

Bathin siwon ,

Prok prok prok

Sebuah tepukan tangan terdengar dari belakang siwon dan yoona ,

Seseorang yang sangat membenci siwon dan berjanji akan membunuh siwon dengan tangannya sendiri,

Sembari mendorong kursi roda , yang ternyata seseorang yang duduk dikursi roda itu adalah suho

Yoona menutup mulutnya , tangisnya mulai pecah ketika melihat putranya untuk pertama kalinya ,

"drama yang sangat indah , suho ya , kau melihat sebuah pertunjukan yang indah , kau suka nak ?" tanya seorang laki-laki yang selama beberapa bulan ini merawatnya secara intens dirumah sakit

Suho mendongakkan kepalanya keatas melihat paman dokter yang selama ini merawatnya dengan baik , sebuah senyuman manis diberikan padanya

"paman dokter , bisakah paman dokter membawa suho berkeliling melihat lukisan yang lain , sepertinya suho sudah merusak perbincangan orangtua suho , bisakah paman?" mohon suho dengan mimik wajah dibuat seceria mungkin

"suho-ya ini mama nak , ini mama mu nak ," ucap yoona yang sekarang perlahan menghampiri suho nya,

Yoona menangkup pipi tirus suho , rasa bersalah menggelanyuti hatinya , membuang suho dan mengabaikannya 17 tahun lalu hanya untuk sebuah kesenangan dimasa mudanya dulu , dan sekarang apalah arti kesuksesannya ketika rasa bersalah tiba-tiba bergelanyut didalam dirinya dan menghantuinya selama 17 tahun ini,

Suho tersenyum ,

Menyentuh tangkupan tangan yoona yang masih berada dipipinya

"aku tau kau adalah ibuku, aku tau semuanya alasan kenapa kau mengabaikanku , aku cukup mengerti, maafkan aku karena terlahir didunia ini , jika saja diawal kau memusnahkanku kau tak akan membuat semuanya menjadi berantakan,"

Tangan yoona terlepas dari pipi suho , sungguh dirinya seperti tertampar sekarang anak yang tengah sekarat ini seakan mengerti semuanya suho menempatkan dirinya menjadi sebuah kesalahan dan menanggung dosa orangtuanya sekarang

"mama , ya kau adalah mama ku , terima kasih karena merawatku selama sembilan bulan didalam kandunganmu , dan membawaku melihat dunia yang sangat indah ini , mempunyai daddy yang sangat menyayangiku walau dia tau aku bukan anak kandungnya, mama biarkan keadaan tetap seperti ini , ku mohon pergilah ma, aku sudah ditakdirkan menjadi penebus dosa orangtuaku, biarkan aku membayarnya disisa hidupku , biarkan aku bahagia dengan daddy jangan pernah ganggu kami lagi ma ," kata suho tenang dengan sebuah senyuman yang masih setia menghiasi wajah pucatnya

Yoona semakin terisak , siwon tak bergeming , dan hanya menangis didalam diamnya ,

"mama dan daddy dimasa lalu mungkin adalah sepasang kekasih yang tiba-tiba saja hubungan kalian terganggu dengan sebuah keadaan yang diciptakan oleh haraboji dan halmoni choi, maafkan mereka ku mohon , mereka hanya ingin yang terbaik untuk kehidupan kalian, namun ternyata semua itu membuat daddy semakin merasakan sebuah kemarahan dan akhirnya memilihmu mama, jadi mama ku mohon pergilah , lagipula ini adalah pertama kalinya kita bertatap muka bukan , maafkan aku , aku sudah membayarnya dengan memanggilmu mama , harusnya aku marah karena kau membuangku tapi aku kali ini sangat berterima kasih karena kau membawaku kedunia ini,"

"paman dokter , bawa suho melihat yang lain ne , jebal..." mohon suho

"ne , suho ayo kita lihat yang lain," ajaknya kemudian meninggalkan kedua orang itu berlalu

"sial , kenapa dia begitu baik , harusnya dia tidak lahir kedunia .. hiks .. suho .. maafkan mama , maafkan mama," isak yoona keras dia sungguh tak mempedulikan banyak orang yang memperhatikan mereka,

Siwon masih berdiri di tempat yang sama , kedua manik matanya bersiborok dengan seorang yang pernah menjadi penyesalan terdalamnya , dia menatap siwon dan yoona dengan kedua manik mata yang mulai dengan derasnya mengalir dikedua manik matanya

"kyu ..." lirih siwon seperti angin , hampir tak terdengar

.

"pameran yang hyung buat sangat bagus , dan terima kasih untuk ini," kyuhyun menunjukkan sebuah souvenir yang khusus dibuat kibum untuknya , sebuah gelas kemarik dengan mozaik yang membentuk sosok seseorang yang sangat mirip dengannya ketika pertama kali bertemu disupermarket beberapa minggu yang lalu, "ini sangat bagus hyung , terima kasih, baiklah aku pulang dulu hyung , galke..." pamit kyuhyun pada kibum

"hmm, hati-hati dijalan kyuhyun , akhir minggu ini hyung akan mengunjungi cafemu , jadi hyung akan menagih janjimu yang akan membuatkan hyung cappucino buatmu itu ,"

"baiklah ingatkan aku jika aku lupa hyung , aku pamit,"

Dan kyuhyun berlalu dari hall itu pikirannya kembali melayang pada peristiwa yang beberapa saat lalu dilihatnya, sebuah kenyataan yang sangat sulit diterimanya oleh pikirannya,

Grep

Kyuhyun menoleh kearah cekalan tangan yang berada dilengan kanannya,

"kyuhyun..."

.

.

"suho ingin ke cafe nya jongki hyung , hongki hyung dan sehun hyung paman, kali ini biarkan suho membeli buble blue lagi , jebal paman,?" mohon suho dengan puppy eyesnya

"tidak suho , kau akan kena flu lagi seperti seminggu yang lalu," tolak hankyung

"tidak pakai es kalau begitu, ya paman" suho mencoba menawar

"tidak suho , memangnya paman tidak tau apa yang kau makan seminggu yang lalu hmm , ketiga hyung nakalmu itu memberikanmu hotdog dan soda diet , aniya ini hukumanmu karena tidak mematuhi pesanku," tolak hankyung yang kini baru saja mengganti infus suho

Suho menyebilkan bibirnya sebal

"arra arra , suho tidak makan itu lagi , suho akan terus meminum obat itu sampai suho bosan, arra jika itu maunya paman dokter arra arra," marah ya suho marah , tapi marah dengan gaya menggemaskan seperti itu bagaimana hankyung tidak luluh

Hankyung mencubit hidung bangir suho , hankyung sangat menyayangi suho seperti anaknya sendiri, sebenci apapun dirinya dengan siwon dan keluarga siwon namun dengan memanfaatkan suho itu bukanlah hal yang tepat, kemaren dia hanya menggertak siwon saja , dia bahkan masih punya hati dibalik kebenciannya, walau kenyataanya suho bukan darah daging siwon yang sebenarnya

"sakit ," aduh suho

"berjanjilah pada paman , jangan makan makanan sampah itu lagi , kau boleh menerima makanan apapun dari ketiga hyung nakalmu itu, tapi tidak makanan sampah itu , mengerti, daya tahan tubuhmu tidak sanggup menerima makanan seperti itu suho, arrachi?!"

Suho diam

Masih marah ternyata, sangat menggemaskan

"arra , paman tidak akan memaksamu berjanji , ya sudah paman pergi sendiri saja , padahal paman ingin sekali memakan ayam goreng madu , ah lapar sekali," hankyung mencoba menggoda suho

"yakh ! paman arra aku berjanji, baiklah – baiklah, aku akan mematuhi paman,!" suho menyerah

"hahahahha,, baiklah tidurlah dulu nanti paman bangunkan pukul 4 sore nanti,, kemudian kita akan ketempat ketiga hyung nakalmu itu,"

.

"selamat siang , anda ingin memesan apa?" tanya hongki ketika mendapati sepasang manula berusia 50 tahunan keatas tengah menatapnya ,

"permisi , anda ingin memesan apa , ahjuma ahjusi?" tanya hongki pelan

Seakan tersadar dari lamunannya dua manula itu kembali memperhatikan rentetan menu dengan berbagai varian

"hari ini ada yang bisa kau rekomendasikan anak muda?" tanya kangin membuka pembicaraan

"ah , hari ini ada ayam goreng madu dan juga jus kiwi, ahjusi juga bisa mendapatkan bonus kue chiffon jika ahjusi memesan 2 porsi sekaligus," kata hongki menjelaskan

"baiklah kami ambil rekomendasimu," jawab kangin

"baiklah, tunggu sebentar ahjusi," ucap hongki "jongki hyung 2 porsi ayam goreng madu dan bonusnya 2 chiffon, sehun-ah jus kiwi 2 ," ucap hongki ,

Tak lama kemudian kuda kembar itu keluar membawa pesanan yang di minta hongki

"chiffon nya akan diantar sehun jongki, karena kita sedang memanggangnya," kata jongki

"dan ini jus kiwi nya , aku kembali kebelakang hyung," ucap sehun kali ini

"jadi ahjusi totalnya 200 won, bonusnya akan diantarkan kemeja ahjusi,"

"baiklah terima kasih,"

Disudut ruangan itu sepasang suami istrinya merasakan sebuah perasaan bersalahnya, ini kali pertamanya mereka bertatap muka langsung dengan ketiga cucu kandungnya,

"mereka mirip sekali dengan siwon, jongki dia sangat mirip dengan siwon, hongki dan sehun mereka perpaduan keduanya," ucap leeteuk membuka pembicaraan

"andai kita mencari mereka lebih awal kangin-ah , maka tidak akan terjadi seperti ini ," sesal leeteuk

"kita hanya tengah larut dengan kekacauan yang diciptakan siwon waktu itu , kemarahan kita , entahlah teukie, aku pun sangat menyesal,"

"aku ingin mendengar mereka memanggil kita kakek dan nenek," leeteuk mulai menangis

"sudahlah teukie , ku mohon,"

"kita harus menebus kesalahan kita kangin-ah,"

"ya itu harus kita lakukan, harus teuki,"

.

.

Tbc

.

.

a/n :

anyeong

chap 10 update , wkwk

undah sampai sini aja ya mentok udahan, wkwk

sibuk sekali sama kerjaan dan ide nya lagi kabur kemana-mana

semoga kalian suka , tapi kalo gak suka ya apa boleh buat close aja

untuk cerita yang lain, lagi on process ya guys ,

akhir kata , tinggalkan jejak kalian ne ,

i love u all

anyeong ...