Yoooo! Annyeong reader!

Akhirnya author kembali meng-update FF yang ini lagi...

Huahahahaahahahaha...

Sebelumnya, mian yah... uda terlalu lama ga update T^T

Untung author diingetin via Twitter buat update...

Atau jangan-jangan, uda pada lupa sama ceritanya? atau sama author juga? *guling-guling* *pundung dipojokkan*

yah.. kalo lupa, baca lagi deh...

author maksa loh! maksa! *dibantai reader pake bulldozer*

Nyehehehehehehhehe...

okok~~~

Happy Reading~~!


.Last Message.

- CHAPTER 9-

Cast :: Kyumin slight Zhoury

Rating :: T is enough

Disclaimer :: cast-nya boleh dipilih dan diambil, kecuali Yesung punya author seorang, huahahahahahaha *dihajar*

Warning :: Geje! Typos! GENDERSWITCH! De el el!


Drrrrrrt-!

Sebuah ponsel bergetar dengan hebatnya diatas sebuah meja disamping tempat tidur

Namun sang pemilik ponsel sama sekali tidak bergerak dari posisinya

Tak lama, ponsel itu berhenti bergetar dan kembali bergetar lagi

Setelah lebih dari 5x, akhirnya sang pemilik ponsel pun bergerak dari posisinya dan menatap layar ponselnya

Dengan gerakan lambat, ia mendekatkan ponselnya ke telinganya

"Yeoboseyo... Waeyoo Kyuuuuu?", tanyanya dengan nada malas

"Ya! Lee Donghae! Kau baru bangun jam segini? Tar kalau kau bangun jam segini terus, bisa-bisa kau berubah jadi sapi, pabboya!", ujar namja disebrang sana yang bisa diidentifikasi bernama Kyuhyun

"Ne... Suka-suka aku mau bangun jam berapa... Kenapa meneleponku pagi-pagi, hah?", tanya Donghae dengan mata tertutup dan kepalanya masih menempel pada bantalnya yang penuh dengan pulau

"Mwo? Pagi? Sekarang uda jam 10... Kau bilang pagi? Tar bener-bener jadi sapi, baru tau rasa kau!"

"Ne... Bisa request jadi ikan aja ga? Hahahahaha..."

"Aish... Kau ini... Dikasih tau yang bener malah di candain"

"Ne... Ne... Waeyo meneleponku?"

"Aah... Aku butuh bantuanmu, Hae... Jebal..."

"Eeeeng? Bantu apaan? Aku ga mau kau jadikan tumbal buat ngutuk Lee ahjusshi... Aku terlalu tampan buat dijadikan tumbal"

"Ya! Siapa yang mau jadiin kau tumbal? Sudahlah, datang aja kerumahku sekarang! Arraso?"

"Ne... Aku siap-siap sekarang..."

"Oh iya, Hae... Apa yang aku katakan soal sapi itu beneran loh... Hati-hati yah... Annyeong~!", ujar Kyuhyun lalu ia memutuskan sambungan teleponnya

Setelah Kyuhyun memutuskan sambungan telepon, sontak Donghae langsung menatap layar ponselnya lagi

"Masa sih jadi sapi... Aku maunya jadi ikan...", gumam Donghae dengan tampang cengo sambil menghela napas panjang *hmph...*

Tak lama setelahnya, akhirnya Donghae beranjak dari tempat tidur dan bersiap pergi ke rumah Kyuhyun

.

-skip time-

-Dirumah Kyuhyun-

"Annyeong Kyuuuu~~~!", pekik Donghae saat memasuki kamar Kyuhyun

Donghae membelalakan matanya begitu melihat pemandangan yang ada didepannya

"Ya...! Kenapa kamarmu penuh dengan bangau kertas dan pesawat kertas, hah?", tanya Donghae saat memasuki kamar Kyuhyun yang kini penuh dengan kertas lipat

Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah Donghae, "Waa..! Sudah datang rupanya, ayo duduk sini!", ajak Kyuhyun saat melihat Donghae datang

Lalu Donghae berjalan mendekati Kyuhyun dan duduk didepanmya

"Kenapa kamarmu penuh dengan kertas, hah? Biasanya yang kulihat itu penuh dengan kaset game...", tutur Donghae yang heran

"Ne... Aku mau membuat kejutan untuk Minnie", jawab Kyuhyun sambil terus melipat

"Hah? Kejutan apa?", tanya Donghae yang heran

"Nanti akan aku jelaskan, pas Zhoumi hyung dan Henry datang... Daripada kau cengo kayak gitu, mending bantuin aku buat bangau atau pesawat", ujar Kyuhyun lalu memberikan setumpuk kertas kepada Donghae

Donghae yang kebingungan, mulai mengambil salah satu kertasnya dan mulai membantu Kyuhyun membuat pesawat dan bangau, walaupun ia tidak mengetahui apa tujuan dan fungsinya

Tak lama kemudian, Henry dan Zhoumi pun tiba

Reaksi mereka saat memasuki kamar Kyuhyun sama persis seperti Donghae

.

"Kyuhyunnie... Sebenarnya ini mau digunakan buat apa?", tanya Henry disela-sela melipat

"Aku mau membuat kejutan untuk Minnie...", jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya

"Mwo? Kejutan apa?", sambung Zhoumi yang kaget setelah mendengar jawaban Kyuhyun

"Gini loh hyung, Henry, Hae...pssst... pssst... pssst", ujar Kyuhyun panjang lebar sampai-sampai author ga mampu buat ngetik ulang semua yang dikatakan oleh Kyuhyun, jadi, tar reader baca aja yah *plak*

"MWOYA? Otthokeee?", ujar Henry kaget setelah mendengar jawaban dari Kyuhyun

"Ne... Makanya... Aku butuh bantuan kalian semua... Kalau hanya aku sendiri, aku ga yakin bakal selesai sore ini", jawab Kyuhyun sambil tertunduk malu

"Pantas aja semua kertasnya uda pada ditulis-tulis kayak gini", ujar Donghae sambil membaca salah satu kertas

"Ne... Aku minta bantuan Ahra noona, untung dia mau bantu... Kalau dia ga mau bantu, mungkin tanganku uda putus terus terbang ke surga", ujar Kyuhyun sambil terkekeh pelan

"Kalau ngebahas ini, aku jadi ingat, besok kalian berangkatkan?", tanya Zhoumi

Donghae dan Kyuhyun saling berpandangan 1 sama lain

"Oh iya yah! Kok aku bisa lupa kalau besok berangkat! Aigooo...", gumam Donghae sambil menepuk jidatnya pelan

"Kau uda ngambil tiketnya?", tanya Kyuhyun

"Belum... Bukannya bakal dikirim yah, tiketnya...", tukas Donghae

"Molla... Soalnya aku belum dapet tiketnya", jawab Kyuhyun

"Tar pasti dikasih kok... Tenang aja...", tutur Zhoumi

Tiba-tiba Henry berdiri dan membuat seluruh manusia yang ada didalam kamar menghentikan aktivitas-nya dan memandang Henry

Henry berjalan kearah Donghae dan Kyuhyun dan duduk didepan mereka

Lalu ia merangkul Donghae dan Kyuhyun dan membenamkan wajahnya dipundak kedua chingu-nya

"Aku... hiks... tidak menyangka... hiks... Akan ditinggalkan kalian secepat ini... huweeee...", tutur Henry yang tiba-tiba menangis sambil merangkul kedua chingu-nya

Donghae dan Kyuhyun kaget melihat Henry lalu mereka berdua melayangkan pandangan ke Zhoumi

Zhoumi hanya tersenyum lalu memberikan isyarat agar mereka mengelus kepala Henry pelan atau menepuk punggungnya pelan

Setelah mendapat pengarahan dan tentunya "izin" dari Zhoumi, akhirnya Kyuhyun dan Donghae melakukan apa yang disuruh oleh Zhoumi

"Ya... Kau ga boleh kayak gini Henry... Kalau kau begini, kami bisa galau buat pergi besok, pabboya... G-A-L-A-U!", ujar Donghae sambil menepuk punggung Henry pelan

"Ne... Lagipula disini kau sudah bersama Zhoumi hyung... Aku yakin, ia pasti akan terus menjagamu dengan baik", tutur Kyuhyun sambil mengelus kepala Henry

Henry menganggukkan kepalanya sesekali

"Lagian kita kan masih bisa komunikasi pake internet... Kau khawatir ga bisa komunikasi dengan kami gara-gara ga bisa pakai internet yah?", tanya Donghae sambil mengalihkan pandangannya kearah wajah Henry

Dan percakapan ini berakhir dengan Donghae yang diberi hadiah jeweran penuh cinta dari Henry

"Yaaaa! Apa maksudmu,hah?Tentu saja aku mengerti internet! HAE PABBOYAAAAAA!", pekik Henry lalu menjewer Donghae lebih keras

"WAAAAAA! APPO! APPO! MIANHEEEEE! WAAAAAA...!", pekik Donghae

Sementara Kyuhyun dan Zhoumi hanya tertawa melihat Donghae tersiksa *teman macam apa ini -_-*

.

Tak lama kemudian, Ahra datang ke kamar Kyuhyun sambil membawakan beberapa potong cake dan minuman

Namun karena kamar Kyuhyun sangat berantakan saat ini, tanpa disengaja Ahra menginjak majalah milik Kyuhyun sehingga ia kehilangan keseimbangan alias mau jatuh

Lagi-lagi dengan instingnya, Zhoumi langsung berdiri dan berhasil menangkap Ahra

Lalu pandangan mereka saling bertemu *eaaa*

Dan bagaimana dengan makanannya? Tenang aja, uda diselamatkan sama Donghae, Kyuhyun dan author

"Aah... Gomawo...", tutur Ahra saat masih dipelukan Zhoumi

"Ne... Cheonmaneyo...", balas Zhoumi sambil tersenyum

Manusia-manusia yang ada didalam kamar termasuk author yang ikut bantuin bikin pesawat sama bangau, jadi cengo semua

Terpana dengan adegan yang baru saja terjadi

"Ne... Kalian semua pasti bisa! Hwaiting!", ujar Ahra saat hendak keluar dari kamar

Namun sebelum keluar dari kamar, Ahra masih sempat memandangi Zhoumi

"Ayo istirahat! Kueee! Kueee! Beri aku kueeeeeeee!",ujar Donghae sambil berusaha menggapai kue strawberry yang terlihat menggiurkan

"Ya... Hyung... Bagaimana bisa kau melakukan adegan seperti itu dengan noona?", tanya Kyuhyun sambil memakan kue miliknya

"Hah? Adegan apaan? Aku kan Cuma nolong dia biar ga jatuh", jawab Zhoumi santai

"Iya... Buat hyung, memang Cuma nolong... Tapi dari sisi sebelah kananku kerasa ada aura hitam loh hyung...", ujar Kyuhyun

Sontak Zhoumi dan Donghae mengalihkan pandangannya kearah sisi kanan Kyunyun

Dan yak! Tepat sekali saudara-saudara... Sekarang yang duduk disamping kanan Kyuhyun adalah Henry...!

Henry hanya menunduk dan terus melahap kuenya

"Cha... Chagiya...", tutur Zhoumi lalu mengelus pipi Henry pelan

Namun, Henry malah berdiri dan pindah kesamping Donghae dan kembali memakan kuenya

Zhoumi berdiri dan menghela napas, sementara Donghae dan Kyuhyun memilih diam saja

"Chagi... Chagiya ngambek yah?", ujar Zhoumi saat hendak mengelus kepala Henry namun Henry mengelak, "Aniyo...", jawabnya singkat

"Lalu kenapa menghindariku chagi?", tanya Zhoumi pelan

"Mollayo... Tanyakan saja pada diri oppa sendiri", jawab Henry lalu membalikkan badannya

"Chagiya... Aku salah yah, menolong noona-nya Kyuhyun? Chagi mau dia terjatuh dan terjadi apa-apa dengannya? Hmmm...", tanya Zhoumi pelan sementara Kyuhyun bergidik ngeri membayangkannya

"Molla...", jawab Henry singkat

Sontak Zhoumi langsung menggendong Henry ala bridal style, "Toilet dimana Kyu?", tanya Zhoumi, "Ya! Oppa! Lepaskan aku!", berontak Henry sambil memukul dada Zhoumi

"Hyung keluar saja dari kamarku, pintu pertama yang hyung liat di sebelah kiri...", ujar Kyuhyun

"Gomawo... Kami akan segera kembali...", ujar Zhoumi lalu membawa Henry pergi

.

Donghae dan Kyuhyun kembali cengo melihat adegan barusan

"Kok hari ini banyak adengan kejutan dari Zhoumi hyung yah? Apa dia ikut klub drama?", gumam Donghae

"Molla...", jawab Kyuhyun singkat, "menurutmu apa yang mereka lakukan didalam sana?", sambung Kyuhyun dan langsung membuat Donghae menghentikan kegiatan makannya dan menatap lurus kearah Kyuhyun

"Ya! Jangan memandangiku seperti itu pabboya!", pekik Kyuhyun sambil menjitak kepala Donghae

"Ya! Aku kan sedang berpikir tadi!", tukas Donghae sambil memegang kepalanya, "jadi Kyu... menurutmu apa yang mereka berdua lakukan ditoilet?"

"Molla... Kalau aku tau, ga bakal aku tanyain kali", jawab Kyuhyun

"Tar kita liat gimana ekspresi Henry pas masuk kamar, kalau dia senyum-senyum, artinya mereka telah melakukan `sesuatu` didalam sana...", ujar Donghae

"Dan kalau Henry masuk dengan muka masam, berarti Zhoumi hyung gagal ngebujuk Henry...", sambung Kyuhyun sementara Donghae mangut-mangut pelan

Lalu mereka menunggu kedatangan Henry dan Zhoumi sambil membuat pesawat dan bangau

5 menit berlalu...

10 menit berlalu...

15 menit berlalu...

20 menit berlalu...

"Eeeh... Gila! Ini uda kelamaan mereka di toilet?", pekik Donghae tiba-tiba

"Loh, kok, malah kau yang takut sih? Biarin ajalah... Lagian mereka uda tunangan", jawab Kyuhyun tenang

"Ne...! Tapi mereka bisa melakukannya di apartement mereka!", tukas Donghae

"Ya!Kau duduk saja Hae! Kau ingat kata-kata Zhoumi hyung? Dia namja bermartabat yang ga bakal ngelakuin apa pun sebelum waktunya! Arraso?", ujar Kyuhyun yang langsung menarik tangan Donghae untuk duduk

"Percayakan saja pada Zhoumi hyung...", tambah Kyuhyun sementara Donghae hanya mangut-mangut patuh lalu mulai melipat kertas lagi

.

30 menit kemudian...

Henry dan Zhoumi kembali kedalam kamar, Kyuhyun dan Donghae mengamati wajah Henry dengan seksama

Yap! Kini wajah Henry memang terlihat biasa, namun aura yang keluar dari tubuhnya sangat terang, sampai-sampai Kyuhyun, Donghae dan author harus pake kacamata hitam

"Kalian abis ngapain di toilet lama-lama, hah?", tanya Donghae

"Kau mau tau aja", jawab Zhoumi singkat

"Kalian ga habis melakukan hal yang `aneh-aneh`kan?", tanya Kyuhyun dengan wajah serius

"Aniyoo! Kau pikir kami apaan, hah?", sergah Henry

"Terus kalian ngapain?", tanya Kyuhyun

"Melakukan sesuatu yang bisa membuat otak kalian berasap kalau memikirkannya...", jawab Zhoumi sambil terkekeh pelan

Dengan terlontarnya jawaban dari Zhoumi, maka topik pembicaraan "Apa yang dilakukan Henry dan Zhoumi di toilet" ditutup dengan resmi *clap clap*

.

.

Tunggu...

Reader mau tau ga apa yang mereka lakuin di toilet? :D

Kalo mau, tar author bikin short story-nya di chap selanjutnya :D

Ayooo... Dipolling~! Dipolling~~!

*Ngumbar rahasia orang* *plak*

Ooh! Streeeessss! _ *plak*

Back to the story

.

"97... 98... 99... 100...", gumam Henry sambil menunjuk-nunjuk tumpukan bangau-bangau yang ada

"Ada berapa banyak?", tanya Kyuhyun

"Bangaunya ada 800, pesawatnya ada 50...", jawab Henry

"Bangaunya digenapin jadi 1000, pesawatnya jadi 100 yuk!", usul Zhoumi

"Hyung... Aku butuh istirahat hyuuuung...", gumam Donghae sambil gegulingan dilantai, "tangan dan kakiku uda kram hyuuuuung~~ Otakku penuh dengan bangau hyung... Ikan-ikanku uda terbang ke pelukan ibunyaaa...", tambahnya melas

Zhoumi menghela napas, "Ya udah... Kalo gitu, kau istirahat aja sana"

"Yeaaaaaaaaah~~~~!", pekik Donghae bahagia, lalu mengambil boneka nemo Kyuhyun dan memeluknya

"Gomawo yah hyung... Henry... Hae... Kalau ga dibantu sama kalian, aku ga tau kapan selesainya, wew...", tutur Kyuhyun

"Aniyo Kyuhyunnie... Kau sudah banyak membantu kami selama ini... Jadi ga ada salahnya kalau sekarang kami yang membantu", ujar Henry

"Hehehehehehehehe... Jangan ngomong gitu ah... Jadi malu... hehehehehehehehe", kata Kyuhyun sambil mengusap hidungnya pelan menggunakan jari telunjuknya

"Ya! Jangan geer pabbo!", tutur Zhoumi sambil menjitak kepala Kyuhyun pelan

"Appo! Hyung! Sakit tau kalo dijitak? Gimana perasaan Hae yang tiap hari hyung jitak? Bisa-bisa dia tambah pabbo!", tukas Kyuhyun sambil memegang kepalanya

Hening...

Tidak ada respon dari Donghae

"Hae?", panggil Henry lalu Zhoumi dan Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Donghae

"YAAA! JANGAN TIDUUUUUUUR!", pekik Kyuhyun lalu menindih tubuh Donghae secara brutal

"UWOOOOOOO! GEMPAAAAAAAAAAAAAAA!", pekik Donghae yang kesadarannya kembali tiba-tiba

Sontak Donghae langsung mengalihkan pandangannya keatas, "YAAA! CHO KYUHYUN! MINGGIR KAUUU!", pekik Donghae sambil memberotak

"Aniyo! Aku ga mau pindaaaaaaaaah!", balas Kyuhyun yang tetap bertahan diatas Donghae

"Kyuhyunnie, gimana rasanya bisa nindih Hae?", tanya Henry

"Seru loh! Coba aja! Kau bisa duduk diatasku", tawar Kyuhyun

Jawaban Kyuhyun membuat senyuman mengembang diwajah Henry, tanpa aba-aba, Henry langsung duduk diatas Kyuhyun

"UWOOOOOOO! MINGGIR KALIAAAAAAN! AKU GA MAU MATI KAYAK GINI! AKU MASIH BELUM BANGUN MUSEUM IKAN! AKU BELUM NIKAAAAAAAH!", pekik Donghae yang berusaha melepaskan diri

Mungkin Donghae mendapatkan kekuatan dari dewa ikan, sehingga ia berhasil merobohkan menara Kyuhyun-Henry (?)

"Yaaaa! Awas kalau kalian menimpaku lagi... hhhhh...", ancam Donghae sementara ke-3 manusia yang ada disitu hanya tertawa

.

-skip time-

"Sudah jam berapa ini?", tanya Zhoumi

"Mmmm... jam 7 malam, hyung", ujar Kyuhyun saat melihat jam biru yang tergantung dikamarnya

"Waeyo? Hyung dan Henry sudah mau pulang?", tanya Kyuhyun

"Ne... Aku mau mencari sesuatu bareng oppa di pusat kota", jawab Henry sambil menunduk

"Jinjja? Bagaimana kalau kalian makan malam dulu disini, setelah itu baru pulang", tawar Kyuhyun

"Waaa~~! Ide yag bagus~~ Aku sudah lama ingin mencicipi masakan Cho ahjumma~! Kemarin, ia banyak bercerita tentang masakan kepadaku~", tutur Henry sambil tersenyum dan sesekali menepuk-nepuk tangannya

"Bagus kalau begitu... Umma sudah memanggil kita semua untuk makan... Kajja~!", ajak Kyuhyun

Lalu mereka semua keluar dari kamar dan pergi keruang makan

Sesampai disana, Kyuhyun dan Donghae segera duduk di sofa dan menonton TV, sementara Zhoumi dan Henry memilih membantu Mr. Cho dan Ahra di dapur *-_-*

Dari arah dapur, terasa aura yang sangat panas, namun bukan berasal dari kompor atau udara yang pengap

Namun, berasal dari Henry yang tidak terima jika Ahra dekat-dekat dengan Zhoumi

Sehingga Henry terus menjaga jarak antara Ahra dan Zhoumi

Setelah beberapa lama, akhirnya makan malam pun siap, Donghae dan Kyuhyun segera duduk di kursi masing-masing, begitu pula Mrs. Cho, Ahra, Henry dan Zhoumi

Lalu mereka semua menyantap semua makanan yang ada sambil mengobrol sesekali

Setelah selesai makan, Zhoumi dan Henry segera berpamitan pulang, berhubung mereka masih ada urusan lain diluar

Sehingga, tinggal Donghae seoranglah yang belum pulang

.

"Kyuu... Baru kali ini aku merasa dilautan...", ujar Donghae

"Mwo? Lautan? Lautan apa?", tanya Kyuhyun bingung

"Lautan bangau kertas dan pesawat kertas~~! WOOOOOOOOO...!", pekik Donghae sambil mengepalkan kedua tangannya dan mengangkatnya tinggi-tinggi

Kyuhyun mengedarkan pandangannya kesekeliling kamarnya yang penuh dengan bangau dan pesawat kertas

"Uwoooo...! Banyak banget yah! Hahahaahahaha!", ujar Kyuhyun yang ikut kaget

"Kalo gitu, aku pulang dulu yah... Okok?", tutur Donghae

"Eeeh? Andwaeee...! Kau harus bantu aku sedikit lagi", ujar Kyuhyun

"Mwo? Bantu apaan?", tanya Donghae sambil menggaruk kepalanya pelan

"Bantu ini nih...", tutur Kyuhyun sambil tersenyum evil *uda lama yah... LOL*

.

-Kyuhyun POV-

"Kyu... Kau seriusan nih?", tanya Donghae pelan sambil memasuki bangau-bangau dan pesawat yang kami buat tadi kedalam sebuah plastik besar

"Ne... Setelah membantuku, kau boleh pulang", ujarku sambil memakai jaket hitamku

"Aku takut kau patah tulang, pabboya!", tutur Donghae

"Tenang... Aku bakal baik-baik aja... Besok aku pasti berangkat... Arraso?", ujarku berusaha membuat Donghae tenang

"Ne... Ne... Tapi mana kita tau, pabboya", sergah Donghae namun aku hanya tertawa menanggapinya

Kini aku sudah bediri didekat jendelaku

"Ne... Kau pegang talinya yang bener yah! Awas kalo sampai lepas", ancamku

"Ne! Ne!", jawab Donghae sambil memegang sebuah tali yang telah kuberikan kepadanya

Aku berjalan mundur untuk mengambil ancang-ancang

Ne! Tepat yang seperti kalian pikirkan, aku akan melompat dari jendelaku ke kamar Minnie

Kucing yang hewan aja bisa, apalagi aku yang manusia dan punya otak

Pasti aku juga bisa, hahahahahaha... *Kyu sarap...* *digiles Sparkyu + Kyu*

"Kyu... Hati-hati yah...", peringat Donghae saat melihatku yang bersiap untuk melompat

Aku mengalihkan pandanganku ke Donghae dan menganggukkan kepalaku sesekali

"3...", ujar Donghae memberi aba-aba, sementara aku berkonsentrasi untuk melompat

"...2..."

"...1!", lalu aku mulai berlari

Namun tepat didepan jendela, aku langsung mengerem langkahku, "Aaaah... Chamkaanmaaaaaan..."

"Waeyo? Kenapa kau berhenti, hah?", tanya Donghae yang kaget saat melihatku berhenti mendadak

"aku grogi, pabboya!", sergahku

"Jadi? Batal nih?", tanya Donghae dengan wajah memelas lalu melihat kedalam 3 buah kantung plastik besar yang dipenuhi oleh pesawat kertas dan bangau

"Aniyo...! Tetap harus dilakukan! Hwaiting!", jawabku lalu mengepalkan tanganku

"Ne... Sekali lagi yaah...", ujar Donghae lalu aku kembali berjalan kebelakang untuk mengambil ancang-ancang

"3..."

"...2..."

"...1!", pekik Donghae dan aku langsung berlari dan melompat menuju kamar Minnie

-Kyuhyun POV end-

.

Beberapa jam yang lalu...

Dikediaman keluarga Lee...

.

-Sungmin POV-

Sekarang, aku tengah duduk di kursi rodaku

Disebelahku ada Jungsoo eonni dan Youngwoon oppa

Aah... Kalian baru mengenal Youngwoon oppa yah? Beliau adalah bodyguard-ku yang baru saja dipekerjakan Appa

Sebenarnya hanya dengan Jungsoo eonni saja sudah cukup

Namun, Youngwoon oppa sangat baik, seperti Jungsoo eonni versi namja-nya, jadi aku menerima Youngwoon oppa dengan tangan terbuka

Oh iya, Youngwoon oppa juga lebih muda beberapa bulan daripada Jungsoo eonni, ia memiliki tubuh yang tinggi dan tegap

Sementara dihadapanku ada Appa dan Umma

Kami semua berada diruang kerja Appa

"Chagiya... Umma tidak mengerti... Mengapa kemarin kau kabur, saat akan melakukan pemeriksaan rutin dirumah sakit... Jelaskan pada umma, chagi...", tutur Umma

Aku hanya menunduk, Appa dan Umma telah memberikanku sebuah buku dan spidol untuk menjawab semua pertanyaannya

"Maafkan saya Tuan besar... Nyonya besar... Karena kelalaian saya, Nona Sungmin sampai pergi meninggalkan kami", ujar Youngwoon oppa sambil membungkuk

"Ne... Itu bukan sepenuhnya salahmu, Youngwoon...", tutur Umma pelan

"Saya juga Tuan... Nyonya... Seandainya, saat itu saya tidak pergi ke toilet, mungkin pemeriksaan itu, tidak akan terhambat seperti ini", ujar Jungsoo eonni sambil membungkuk pelan

"Itu tindakan manusiawi, Jungsoo... Gwaenchana...", balas Umma pelan sambil tersenyum

"Sungmin...", ujar Appa yang mulai angkat bicara, aku langsung mendongakkan wajahku begitu ia menyebut namaku

"Cukup ini yang terakhir kau kabur dari pemeriksaan... Appa tidak mau mendengar berita yang sama lagi dilain hari... Arraso?", ujar Appa

Lalu aku mengangguk patuh

"Dan Appa tidak mau kau bersama namja itu lagi... Kalau Appa melihatnya bersamamu lagi... Mungkin itu akan menjadi pertemuan kalian yang terakhir... Arraso, chagi?", tanya Appa lagi

Aku menatap wajah Appa lalu kembali mengangguk patuh

Jujur saja, saat itu, jika aku terus menatap Appa, bisa-bisa air mataku jatuh

Aku tidak mau dipisahkan dari Kyu... Ia sangat berharga untukku

"Ne... Jungsoo... Youngwoon... Bawa Sungmin kembali kekamarnya... Jangan lupa berikan obatnya", ujar Umma

"Ne... Arraso, Tuan... Nyonya... Kami meminta izin untuk pergi", ujar Jungsoo eonni sambil membungkuk dan langsung diikuti oleh Youngwoon oppa

Lalu Youngwoon oppa mendorong kursi rodaku keluar dari ruang kerja Appa dan dikuti oleh Jungsoo eonni

.

"Waah... Padahal aku sudah menyusun semua rencana supaya nona bisa bermain ditaman seharian penuh loh... Tapi kenapa, Tuan besar masih bisa menemukan nona yah? Aneh...", gumam Youngwoon oppa saat mendorong kursi rodaku menuju kamarku

"Molla... Mungkin ini yang disebut firasat orang tua... hahahahahaha...", ujar Jungsoo eonni

"Eh... Tapi... Kemarin itu siapa?", tanya Youngwoon oppa lagi

Aku mengalihkan pandanganku kearahnya

"Mwo? Siapa apanya?", tanya Jungsoo eonni yang kebingungan

"Ituloh... Namja yang digertak sama Tuan besar... Untung saat itu, aku berada didekat nona... Jadi aku bisa segera membawa nona pergi... Kupikir, jika nona terus melihat adegan itu, nona bakal shock berat", tutur Youngwoon oppa sambil menggaruk kepalanya

"Aniyo Youngwoon... Tindakanmu itu tepat sekali... Aku tidak tau, bagaimana jadinya kalau nona terus disitu... wew...", ujar Jungsoo nona sambil menghela napas panjang

"Eh? Waeyo?", tanya Youngwoon

"Karena dia adalah pangerannya nona muda kita", jawab Jungsoo eonni sambil mengelus kepalaku pelan

Aku tertunduk malu mendengarnya dan tentu saja, semburat merah diwajahku muncul

"Waaaa...! Nanti kalian harus mengenalkannya padaku yah! Aku mau melihatnya, hehehehe...", ujar Youngwoon oppa sambil terkekeh pelan

"Ne... Pasti Youngwoon... Tapi ketika waktunya tiba", jawab Jungsoo eonni sambil tersenyum

Lalu kami semua tiba dikamar

Youngwoon oppa membantuku untuk pindah dari kursi roda ke tempat tidur, sementara Jungsoo eonni menyiapkan obat untukku

Lalu mereka berdua duduk dikursi yang ada didepan tempat tidurku

"Nona, besok nona mau ngapain?", tanya Youngwoon oppa

Aku berpikir sejenak

Hmmm... Apa yah? Apa besok aku melukis lagi? Atau mungkin pergi kedapur dan memerhatikan para pelayan menyiapkan makanan?

Hmm... Belum terpikirkan olehku

Aku menjawab pertanyaan Youngwoon oppa sambil menggeleng

"Waaa...! Bagaimana kalau besok, nona nonton film pembunuhan saja bersamaku~! Seru loh!", usul Youngwoon oppa dan langsung mendapatkan cubitan keras dari Jungsoo eonni

"Ya! Kau mau mengajari nona apa, hah? Jangan mengajaknya melakukan hal yang tidak-tidak!", ujar Jungsoo eonni

"Appo! Ne! Ne! Ga akan! Ga akaaan! Lepaskan Jungsooo! Jebaaaaaaaaaaal!", ujar Youngwoon oppa yang memekik kesakitan

"Bagus kalau kau mengerti", dengus Jungsoo eonni, sementara aku tertawa melihat Youngwoon oppa yang mengusap-usap bagian tubuhnya yang dicubit oleh Jungsoo eonni

Baru kali ini aku melihat Jungsoo eonni marah-marah ke orang lain, mungkin Youngwoon oppa memberikan sedikit perubahan kepada Jungsoo eonni

Tapi jadi lebih seru begini, hari-hariku jadi lebih berwarna

.

Aku mengalihkan pandanganku kearah jendela

Sudah lama sekali Kyu tidak mengirimiku pesawat kertas

Kenapa yah? Apa karena kemarin dia marah, gara-gara aku hujan-hujanan

Tunggu... Benar-benar marah? Andwaeeee! Kyuuuu! Jangan marah!

Kemarin aku tersesat di taman hiburan... Ketika aku sedang mencari Jungsoo eonni atau Youngwoon oppa, yang kutemukan malah Merry Go Round

Saat itu aku sedang membayangkan bisa menaiki salah satunya bersamamu, Kyu...

Tapi hebat yah... Begitu aku membayangkannya, tiba-tiba kau muncul dan memelukku dari belakang

Sontak, setelah mengingat itu semua, aku merasakan wajahku mulai memanas

"Waeyo nona?", tanya Youngwoon oppa yang sepertinya sadar melihat gelagatku yang aneh

Sementara aku hanya memasang wajah blank dan hal itu membuat Youngwoon oppa mengernyitkan dahinya

"Dia kenapa?", tanya Youngwoon oppa yang semakin bingung, maklum dia masih baru, jadi ia belum begitu mengenalku

Jungsoo nona tersenyum, "Dia pasti sedang membayangkan pangerannya... hahahahahahhahaha...", ujar Jungsoo eonni sambil terkekeh

Youngwoon mengedarkan pandangannya kesekeliling

"Lalu, kenapa jendela itu selalu dibuka?", tanya Youngwoon oppa lagi

"Karena jika nona kita memunculkan wajahnya disitu, pangerannya akan segera muncul", ujar Jungsoo eonni sambil tertawa dan aku langsung memeluk boneka kelinciku dan menutupi wajahku

Mata Youngwoon oppa terbelalak mendengar jawaban Jungsoo eonni, "Mwo? Jadi namja itu tinggal disebrang sana?"

"Ne... Kamarnya tepat disebrang sana", jawab Jungsoo eonni

Youngwoon oppa langsung berdiri dan berjalan mendekati jendela

"Tapi jendelanya ketutup...", ujar Youngwoon oppa

"Ne... Sudah beberapa hari ini jendelanya selalu ditutup... Aku juga heran...", ujar Jungsoo eonni sambil menghela napas

"Nona mau aku panggilin dianya?", tanya Youngwoon oppa lalu aku langsung menggeleng pelan

Dan Youngwoon oppa langsung beranjak dari posisinya dan kembali duduk di kursi

"Waah... Kisah nona ini, seperti yang pernah kubaca dibuku-buku yah... Kapan-kapan nona harus mengenalkannya kepadaku, ok?", ujar Youngwoon oppa sambil tersenyum

Aku ikut tersenyum dan mengangguk pelan

"Ne... Nona, sekarang sudah waktunya minum obat... Setelah minum, nona langsung tidur yah...Kajja", ujar Jungsoo eonni sambil memberikanku beberapa butir obat

Aku memegang obatnya dan menatap Youngwoon oppa dan Jungsoo eonni yang tengah sibuk membereskan kamarku yang sedikit berantakan karena kertas-kertas lukisku

Aku segera meminum obatku dan perlahan mataku mulai terasa lelah

Dan aku langsung memejamkan mataku

-Sungmin POV end-

.

-Jungsoo POV-

Aku mengalihkan pandanganku kearah nona Sungmin

Syukurlah ia sudah terlelap

"Ne... Jungsoo!", panggil Youngwoon

"Wae?", tanyaku

"Ini siapa?", tanya Youngwoon sambil menunjuk kearah sebuah lukisan namja yang baru selesai dikerjakan oleh nona Sungmin

"Aaah... Ini dia pangeran nona kita", jawabku sambil tersenyum

"Waaa... Gambar yang bagus... Dan namja ini terlihat tampan yah! Walau ga setampan aku sih", ujarnya sambil terkekeh pelan

"Hahahahahaha... Kau terlalu narsis Youngwoon", tukasku sambil tertawa pelan

Lalu kami berdua keluar dari kamar Sungmin nona, takut-takut akan membangunkannya

"Jungsoo, kau sudah berapa lama disini?", tanya Youngwoon disaat kami berjalan bersama

"Hmm... Aku sudah lupa... Yang pasti aku sudah ada disini saat nona Sungmin masih TK", tuturku

"Aah! Berarti kau sunbae-ku dong?", tanyanya lagi

"Ya! Biarpun kau lebih tua dariku, disini tetap aja aku sunbae-mu, pabbo!", sergahku sambil tertawa pelan

"Ne... Biarpun kau sunbae-ku, aku ga mau memanggilmu noona...", ujarnya Youngwoon

Sontak aku kaget mendengarnya, "Waeyo?"

"Mau tau?", tanyanya lagi lalu aku mengangguk pelan

"Sini, aku bisikin...", ujar Youngwoon

Lalu aku mendekatkan telingaku dibibirnya, maklum tubuhnya lebih tinggi dariku

"Fyuuuuuuuh~~", tiba-tiba ia meniup telingaku sontak aku langsung kaget dan menjauh darinya

"Yaaa! Kau tidak boleh begitu, Youngwoon!" pekikku yang kaget

"Hahahahahha... Mianhe, Jungsoo~~! Aku duluan ke kamar yaah~~ Sampai ketemu besok pagi", ujarnya yang langsung berlari meninggalkanku

Awas saja kau Kim Youngwoon... Tunggu saja balasanku...

-Jungsoo POV end-

.

Bruuuk-!

Kyuhyun menutup kedua matanya ketika melompat

Jujur saja, ia masih takut dan `sedikit` ragu ketika melompat

Lalu perlahan ia membuka matanya

Kini, ia mendapati dirinya sedang didalam sebuah ruangan... Bukan! Lebih tepatnya sebuah kamar dengan wallpaper pink

Ya! Kyuhyun berhasil! Ia berhasil melompat dan masuk kedalam kamar Sungmin

Kyuhyun membalikkan tubuhnya yang kebetulan memblok jendela kamar Sungmin

Ia melihat Donghae *dan author* yang melompat-lompat didalam kamarnya dan terus mengacungkan kedua jempolnya

Kyuhyun memberikan isyarat kepada Donghae untuk memindahkan seluruh bangau dan pesawat sudah ada didalam kantung plastik menggunakan tali yang dibawanya saat melompat yang terhubung dengan tali yang ada didalam kamarnya *pemborosan kata* *plak*

Donghae mengacungkan jempolnya, lalu dengan perlahan mereka mulai memindahkan plastik-plastik yang ada

Hanya memakan waktu sekitar 10 menit Kyuhyun dan Donghae, berhasil memindahkan seluruh kantung

Donghae memberikan isyarat bahwa ia harus segera pulang sekaligus mengepalkan tangannya ke Kyuhyun seolah-olah memberi semangat

Lalu Kyuhyun mengangguk dan membalas kepalan tangan Donghae

.

-Kyuhyun POV-

Aku mengedarkan pandanganku kesekeliling

Waaa... Baru kali ini aku masuk kedalam kamar seorang yeojya

Rapi banget yah...

Tapi dimana-mana warna pink...

Ini pasti benar-benar kamar Minnie, hahahahahaaha...

Aku berjalan kesekeliling dan berhenti disebuah meja

Tampaknya ini meja rias milik Minnie

Dan, bisa kulihat, semua barang-barang pemberianku disimpan dengan baik olehnya

Mataku menangkap sesuatu yang bergerak diatas tempat tidur

Maklum, lampu kamar Minnie dipadamkan, jadi aku harus benar-benar melihat kesekeliling dengan baik

Aku berjalan mendekati tempat tidur

Dan kalian tahu apa yang aku dapati?

Ne~~! Tepat sekali...

Seorang yeojya cantik yang sedang tertidur dengan pulas

Ommooo...! Kalau saja Zhoumi hyung tidak mengatakan soal `Namja bermartabat` mungkin aku sudah menerkam Minnie saat ini... Aaaaarr~~! *Kyuuu -_-*

Ok! Ini bukan saatnya berpikir yang macam-macam...

Ayo kita mulai bekerja, Cho Kyuhyun!

-Kyuhyun POV end-

.

Kyuhyun mulai membuka kantung plastiknya dan mengeluarkan isi didalamnya

Ia dan Donghae telah menempelkan setengah dari bangau dan pesawat itu sebuah tali, sehingga bisa bangau dan pesawatnya bisa digantung

Belum lagi, ada beberapa bangau dan pesawat yang dibuat dari bahan yang bisa bersinar dalam gelap

Perlahan, Kyuhyun menempel bangau-bangau dan pesawat-pesawat yang bertali itu di langit-langit kamar Sungmin

Perlahan namun pasti, ia terus menempelnya

Terkadang berhenti sesaat, karena tengkuknya terasa pegal karena harus terus melihat ke atas

Namun, hal itu tidak membuat semangatnya kendur, ia terus menempel

Setelah hampir 1 jam, akhirnya Kyuhyun berhasil menggantung seluruh bangau dan pesawat yang ada

Jangan tanya author, bagaimana bisa Kyuhyun menyelesaikannya secepat itu...

Entah memang Kyuhyunnya yang bekerja dengan cepat atau peristiwa Candi Prambanan terulang kembali disini

Yang pasti, ini hanyalah rahasia dan kekuatan FF, huahahahhaahahahaha... *author ditimpuk*

.

-Kyuhyun POV-

Huaaaa... Akhirnya selesai juga

Aku memandangi ke sekelilingku

Langit-langit kamar Minnie sudah penuh dihiasi oleh bangauku

Ada sekitar 500 bangau yang tertempel di langit-langit dan 500 bangau sisanya + 100 pesawat, kususun disetiap tempat dikamarnya

Kuharap, ia tidak akan mencopotnya atau membuangnya, hehehehe...

Pandanganku teralihkan ke sebuah kanvas lukis yang terpampang, tepat disebelah jendela

Aku mengamati lukisannya dan memasang pose berpikir saat melihatnya

Sungguh lukisan yang sangat bagus... Minnie benar-benar berjiwa seni, ckckckckck...

Tapi siapa namja ini yah? Kok rasanya aku mengenalnya

Hmmm... Apa mungkin ini Hae? Ga mungkin ini Zhoumi hyung... Minnie aja takut sama dia

Jadi siapa namja ini? Wew...

Setelah beberapa menit berpikir, akhirnya aku tersadar siapa namja dilukisan ini

Itu AKU! CHO KYUHYUN!

Pantas saja, aku merasa namja dilukisan ini sangat tampan, imut dan menggoda... Ternyata itu diriku sendiri! *Kyu minta ditimpuk -_-* *plak*

Bruk-!

Tanpa sengaja, tanganku menyenggol tempat kuas milik Minnie

Sontak aku langsung mengalihkan pandanganku kearah Minnie yang berada ditempat tidur

-Kyuhyun POV end-

.

-Sungmin POV-

Bruk-!

Mmhmm... Suara apa itu?

Apa Jungsoo eonni dan Youngwoon oppa masih disini?

Jam berapa ini?

"Annyeong Minnie...", ujar seseorang dengan lembut

Dan, aku merasa sangat mengenal suara ini

Perlahan kesadaranku mulai kembali, aku membuka paksa mataku walau masih terasa agak berat

Perlahan aku membuka mataku

Aku mendapati seorang namja tengah berdiri dihadapanku

Siapa itu? Kenapa bisa ada namja dikamarku?

Sontak aku langsung menarik selimutku

Tiba-tiba aku merasakan ada sentuhan dikepalaku, aku semakin mengeratkan selimutku pada tubuhku

"Minnie... Ini aku... Gwaenchana?", ujar namja itu

Tunggu dulu... Kenapa suaranya terdengar tidak asing dikupingku? Jangan-jangan...

Sontak aku langsung membuka selimut yang menyelimutiku

"Kejutan~~", ujar namja yang bisa kukenali bernama Cho Kyuhyun

-Sungmin POV end-

.

"Kejutan~~", ujar Kyuhyun sambil membentangkan kedua tangannya dihadapan Sungmin yang terperangah melihatnya

Sungmin menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena tidak percaya, kini Kyuhyun hanya berjarak beberapa meter saja dari hadapannya

"Kaget yah Minnie? Tapi ini bukan mimpi loh~ hahahahahaha...", ujar Kyuhyun yang mendapati Sungmin tengah mencubit pipinya sendiri

Kyuhyun berjalan menuju tempat tidur Sungmin dan duduk di sampingnya

"Minnie... Aku mengganggu yah?", tanya Kyuhyun

Lalu Sungmin menggeleng cepat dan mendekap kedua tangannya didadanya dengan wajah memerah

"Hahahahahaha... Aigoo... Lihat deh... Wajahmu memerah", ujar Kyuhyun sambil membelai pipi Sungmin pelan

Perlakuan Kyuhyun itu, 100% membuat wajah Sungmin lebih memerah dan panas

Sungmin mengadahkan wajahnya dan melihat kesekeliling kamarnya

Matanya berbinar ketika melihat kini kamarnya penuh dengan bangau dan pesawat kertas

"Ne... Semuanya aku yang buat loh", ujar Kyuhyun *ga boleh bo'ong Kyu =_=*

Sungmin menatap Kyuhyun lalu tersenyum lebar ketika mendengarnya

Tiba-tiba Kyuhyun berdiri dan mengadahkan tangannya ke Sungmin, "Mau duduk bersamaku di dekat jendela, Tuan Putri?", tanyanya sambil tersenyum jahil

Sungmin menatap Kyuhyun, namun ia langsung menunduk pelan

Kyuhyun mengernyitkan dahinya karena Sungmin tidak membalas ajakannya

Lalu ia menepuk dahinya, "Mianhe Tuan Putri, aku melupakan sesuatu yang terpenting"

Tiba-tiba Kyuhyun langsung mengangkat Sungmin dengan gaya bridal style

Sontak tangan Sungmin langsung reflek mengalungkan kedua tangannya dileher Kyuhyun

"Waaah... Tubuhmu ringan sekali... Kau harus banyak makan Minnie", ujar Kyuhyun saat merasakan bobot tubuh Sungmin

Sementara Sungmin membenamkan wajahnya dileher Kyuhyun untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah

.

-Sungmin POV-

A... Apakah ini mimpi?

Ini benar-benar Cho Kyuhyun?

Aku menghirup aroma tubuhnya dalam-dalam

Aku bisa mencium bau mint maskulin(?) dan terasa segar yang menyeruak dari leher dan rambutnya

Oh Tuhan... Kalau pun ini mimpi, jangan buat aku terbangun cepat... .

-Sungmin POV end-

.

Kini Kyuhyun sudah berada didepan jendela

"Minnie tunggu sebentar yah", ujar Kyuhyun yang memosisikan Sungmin duduk di jendela, "... aku mau mengambil kursi dulu", tambahnya

Dengan cepat Kyuhyun langsung mengambil sebuah kursi yang ada didekatnya dan membawanya kedepan jendela

Begitu selesai memindahkannya, Kyuhyun kembali menggendong Sungmin dan mendudukkannya diatas pangkuannya

Wajah Sungmin makin memanas, sampai-sampai tangannya terasa tegang dan tetap mengalungkan keduanya dileher Kyuhyun *=_=*

.

-Sungmin POV-

Aku mengedarkan padanganku keluar jendela

Sepertinya bulan pada malam ini sedang sabit, sinarnya tidak begitu terang namun angin malamnya tidak begitu dingin

Atau karena ada Kyuhyun didekatku? Aigooo...

Aku bisa melihat kamar Kyuhyun dari jendelanya yang terbuka lebar, kordennya melambai-lambai sesekali terkena tiupan angin malam

Kalau appa tau aku masih bangun jam segini, tanduknya pasti akan muncul

Diam-diam aku melirik kearah Kyuhyun yang sedang memangkuku

Jujur saja, aku belum pernah merasa sedekat ini dengan Kyuhyun

Sontak aku kaget, ketika mendapati Kyuhyun tengah mengamati wajahku dengan tatapan yang... ukh... sangat lembut untukku

"Waeyo Minnie?", tanyanya sementara aku hanya menggeleng pelan sambil tertuduk

Setelah merasa tanganku tidak terlalu tegang lagi, aku memindahkan kedua tanganku diatas kedua pahaku dan tertunduk malu

Tiba-tiba Kyuhyun tertawa kecil, hal itu membuatku langsung mengalihkan pandanganku kearahnya

Aku memiringkan kepalaku ketika Kyuhyun tertawa

"Aniyo Minnie... Hanya saja melihatmu seperti ini terlihat sangat lucu... kkkkk~", ujar Kyuhyun yang kegelian

Sontak aku langsung menggembungkan kedua pipiku setelah mendengar pernyataan dari Kyuhyun

Hal ini bukannya membuat Kyuhyun menghentikan tawanya, bahkan tawanya makin membludak

"Hahahahahahahaha... Mianhe Minnie! Mianheee... Tapi wajahmu benar-benar terlihat imut saat mengembungkan pipi seperti itu", ujar Kyuhyun sambil tertawa sesekali

Aku langsung memukul dadanya pelan sambil tersenyum

"Aw! Minnie sekarang udah berani yah sama aku... Aku bales nih!", ujar Kyuhyun tiba-tiba sambil tersenyum evil

Sontak aku langsung terlonjak kaget mendengar pernyataan Kyuhyun

"Aku Cuma bercanda kok... Hahahahahaha...", ujar Kyuhyun sambil tertawa pelan sementara aku kembali menggembungkan pipiku

"Minnie tau sekarang tanggal berapa?", ujarnya sambil tersenyum

Aku berpikir sejenak, lalu aku menaikkan ke-7 jariku untuk menjawab pertanyaannya

"Bulan?", lanjutnya lagi

Lalu aku tetap menaikkan ke-7 jariku, karena bingung akhirnya aku memiringkan kepalaku lagi

"Minnie tau ga? Hari ini tanggal 7 bulan 7 loh...", ujar Kyuhyun yang mengaitkan kedua tangannya dipinggangku

Omona? Apa yang dilakukan Kyuhyunnie? Ada apa dengan hari ini?

-Sungmin POV end-

.

-Kyuhyun POV-

"Minnie tau ga? Hari ini tanggal 7 bulan 7 loh...", tuturku dan secara otomatis kedua tanganku langsung memeluk pinggangnya

Kulihat wajah Minnie kembali memerah dan tertunduk

Aigooo... Nomu kyeopta~!

"Minnie... Lihat aku dong... Kata appa, ga sopan kalau berbicara dengan seseorang namun kita tidak melihatnya"

Perlahan Minnie mengangkat kepalanya, ia menutup mulutnya dan memegang pundakku pelan

"Hari ini kalau di Jepang disebut Perayaan Tanabata...", tuturku pelan sementara Minnie menatapku malu-malu

"Minnie tau cerita tentang Tanabata?", tanyaku lagi lalu ia menggeleng pelan

"Menurut kepercayaan di Jepang, pada hari ini Bintang Hikoboshi atau sang pengembala akan bertemu dengan Bintang Orihime atau sang penenun...", ujarku lalu Minnie menurunkan tangannya yang dari tadi memegang mulutnya dan sekarang tengah memegang pundakku *reader kebayang ga posisi mereka? ._.*

"Mereka hanya bisa bertemu setahun sekali ketika perayaan Tanabata ini... Konon katanya juga di gugusan bintang Altair saat itu sedang banjir, namun karena Orihime dipercaya sebagai orang yang membuatkan para dewa, maka ia diperbolehkan bertemu dengan Hikoboshi setahun sekali...", lanjutku

Tiba-tiba Minnie memiringkan kepalanya, "Waeyo? Tidak mengerti maksudku bercerita tentang legenda ini yah?", tanyaku

Lalu ia mengangguk pelan

"Ne... Apa Minnie ga sadar, kalau cerita antara Orihime dan Hikoboshi ini hampir mirip dengan kita? Walau lebih menderita mereka... Kkkk~", tuturku sambil tertawa kecil

Kulihat Minnie menatapku lembut sambil tersenyum simpul

Sontak aku langsung mengeratkan pelukkanku dan membenamkan wajahku diperutnya *-_-*

Bisa kurasakan kalau ia tidak bergerak sedikit pun, kedua tangannya masih menempel dikedua pundakku

"Tapi... Aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Hikoboshi... Sungguh sangat menderita... Kami memiliki tangan, namun kami sama-sama tidak dapat membelai atau memeluk kalian disaat kalian sedih... Kami memiliki kaki, namun kami sama-sama tidak bisa berjalan-jalan dengan kalian disebuah taman hiburan... Kami juga memiliki mata, namun kami tidak dapat terus-terusan melihat kalian karena perbedaan jarak... Kami juga memiliki tubuh dan tenaga ini, namun kami sama-sama tidak bisa menjaga kalian dari bahaya yang tiba-tiba datang...", tuturku pelan, "... mianhe Minnie... Mianhe... Selama ini aku tidak dapat berbuat apapun untukmu... Aku benar-benar seorang namja yang tidak berguna... Mianhe Minnie...", tuturku pelan sambil mengeratkan pelukanku aku bisa merasakan tubuhku bergetar pelan

Jangan tanya kenapa tubuhku bergetar... Tiba-tiba bergetar begitu saja...

Tiba-tiba Minnie menepuk-nepuk kepalaku pelan namun aku terus tertunduk tetapi getaran ditubuhku perlahan mulai berkurang

"Mianhe...", ujarku pelan

Tiba-tiba Minnie memelukku dan menepuk punggungku pelan, aku dapat merasakan pipinya menempel dikepalaku

Sontak aku langsung kembali duduk dan menatap wajahnya yang juga menatapku

Aku menggenggam salah satu tangannya yang bebas, sementara tangannya yang satunya sudah kembali kepundakku

Entah mengapa atsmofir disini menjadi nyaman, angin malam yang bertiup pelan dan tercium bau bunga Lily yang disimpan oleh Minnie dimejanya

"Lee Sungmin...", ujarku lalu tiba-tiba wajah Minnie kembali memerah

"... nomu saranghae", tuturku lalu mendekatkan wajahku dan wajahnya

-Kyuhyun POV end-

.

-Sungmin POV-

"Lee Sungmin...", ujar Kyuhyun dengan wajah serius, karena ia memasang wajah seperti itu, wajahku jadi ikut-ikutan memerah dan serius

"... nomu saranghae", ujarnya lembut lalu ia mendekatkan wajahnya dengan wajahku yang menatapnya lurus

-Sungmin POV end-

.

Kini angin malam bertiup pelan memasuki kamar Sungmin terkadang membawa beberapa helai daun yang sudah gugur

Suasana kamar yang remang-remang dan sumber cahaya hanya berasal dari sinar bula

Sungmin menunduk menatap Kyuhyun sementara Kyuhyun mengadah menatap wajah Sungmin yang kemerahan

Didukung dengan jarak tubuh mereka yang tidak lebih dari 2cm

They`re kissing...

.

.

-Sungmin POV-

Mmmmhmmm... Kyu... Nado Saranghae...

Tiba-tiba ia melepaskan ciuman kami berdua

Ia tersenyum dan menatapku lembut sementara aku berusaha mencari udara segar, maklum aku baru saja kehabisan napas

Sepertinya Kyuhyun mengetahui kalau aku sudah kehabisan napas

Ia terus menatapku dan kini aku membalas tatapannya juga tentu saja dengan wajahku yang memerah seperti kepeting rebus

"Norul hangsang saranghal goya...*", ujarnya lagi dan kembali melumat bibirku *aku akan selalu mencintaimu...

Aku hanya pasrah...

Jujur saja, aku tidak ingin menghentikan ini, aku takut setelah ini aku akan terbangun dari mimpiku

Perlahan aku mulai menikmati tiap-tiap lumatan yang dilakukan olehnya

Aku menutup mataku untuk merasakannya

Dan aku terus menutup mataku hingga akhir...

.

.

"Min... Min...", ujar seseorang yang mengoyang tubuhku pelan

Perlahan aku membuka mataku untuk melihat siapa yang berani menggangguku dari mimpi indahku

"Selamat pagi Nona Sungmin...", ujar seorang namja yang dapat kukenali sebagai Youngwoon oppa

Perlahan aku duduk dan aku mendapati sedang berada ditempat tidurku

Ne... Berarti yang tadi malam itu benar-benar mimpi, namun terasa sangat nyata untukku

"Gwaenchana nona?", tanya Youngwoon oppa yang bingung melihatku tiba-tiba tersenyum lebar

Lalu aku mengangguk pelan

"Nona, boleh aku bertanya sesuatu?", ujar Youngwoon oppa sambil menatapku, lalu aku mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandanganku

"Kapan nona membuat origami sebanyak ini?", tanyanya yang membuat kesadaranku kembali sepenuhnya

Aku langsung mengendarkan pandanganku kesekelilingku

Omona? Ternyata, kejadian semalam benar-benar terjadi! Kyu benar-benar datang kekamarku!

Jadi dari semalam aku benar-benar bodoh, karena menganggapnya sebagai mimpi

Berarti perlakuannya, perkataannya dan apa yang kualami tadi malam, benar-benar terjadi

Sontak aku langsung menutup mulutku dan wajahku langsung memerah

Bisa kurasakan kalau mataku mulai memanas

"Gwaenchana?", tanya Youngwoon oppa yang sepertinya khawatir dengan keadaanku

Aku tersenyum kepadanya dan mengangguk pelan

"Jadi... Nona belum menjawab pertanyaanku...", ujarnya yang sepertinya penasaran

Aku menatapnya, lalu tersenyum lembut

Aku meletakkan jari telunjukku dibibirku seolah-olah ingin memberitahunya bahwa bagaimana adanya origami ini adalah rahasia milikku

Kulihat wajah Youngwoon oppa memerah, "Ne... Kalau nona berkata demikian, aku ga bisa apa-apa lagi", tuturnya sambil tersenyum

-Sungmin POV end-

.

"Omona? Banyak sekali bangau disini", ujar Jungsoo saat memasuki kamar Sungmin

Sementara Sungmin hanya tersenyum lebar, begitu pula Youngwoon

Jungsoo menatap wajah Sungmin secara intens, lalu ia tersenyum lembut

"Wah... Wah... Sepertinya ada yang baru bermimpi indah nih... Apa perlu aku buat kue untuk merayakannya? Kkkk~", ujar Jungsoo dan langsung membuat wajah Sungmin memerah

"Kita lihat apa isinya...", ujar Jungsoo sambil mengambil salah satu bangau yang ada diatas meja

"Semoga Minnie cepat sembuh~! Hwaiting...", tutur Jungsoo saat membaca tulisan didalamnya, "... sepertinya dia membuat seribu bangau deh...", lanjutnya dan membuat Sungmin kebingungan

"Itu loh nona, katanya kalau menulis permohonan di sebuah bangau dan jumlahnya ada 1000, maka permohonannya akan terkabul", jelas Youngwoon dan membuat Sungmin terperangah

"Dia pasti membuatnya dengan sepenuh hati", ujar Jungsoo yang mengambil posisi duduk disebelah Sungmin

"Mwoya? `Dia`? `Dia` siapa? Namjachingu nona kah?", tanya Youngwoon yang kebingungan

"Molla... Aku hanya menebak saja... Kalau memang dia, pasti raut wajah nona kita berubah", ujar Jungsoo

Lalu Jungsoo dan Youngwoon langsung menatap Sungmin yang daritadi bengong

Karena merasa diperhatikan, tiba-tiba Sungmin menjadi salah tingkah dan membuat tawa Jungsoo dan Youngwoon pecah

"Hebat yah Tuan Muda itu... Bisa membuat bangau sebanyak ini... Ditulis tangan pula, permohonannya", ujar Youngwoon sambil mengamati seluruh bangau yang tertempel dilangit-langit kamar Sungmin

"Ne... Memang Cuma dia yang bisa mengakali bangau-bangau ini sampai jadi sebanyak ini", ujar Jungsoo sambil tersenyum

"Aah...Nona! Ada 1 pesawat kertas yang digantung dilangit-langit... Paling besar lagi ukuran", ujar Youngwoon saat menemukan salah satu pesawat itu, "... mau kuambilkan?", lanjutnya

Lalu Sungmin mengangguk pelan karena ia merasa aneh dengan pesawat itu

"Untuk Lee Sungmin...", itulah kata pertama yang dibaca oleh Sungmin saat melihat isi dari pesawat itu

"Ne... Aku yakin pasti Minnie bingung dengan semua ini... Tiba-tiba kamarmu penuh dengan bangau dan pesawat kertas... Tapi membuatnya tidak mudah loh... Untuk menulisnya saja, aju butuh 1 hari penuh, belum lagi melipatnya, kkkk~~ Oh iya, kalau Minnie sudah membaca surat ini, berarti ini sudah saatnya aku memberitahukan sesuatu yang penting untuk Minnie...", setelah membaca kata-kata Kyuhyun, Sungmin berhenti membaca dan mengalihkan pandangannya kearah Youngwoon dan Jungsoo yang ikut memperhatikannya

"Waeyo nona? Ayo dilanjutkan lagi", ujar Youngwoon

"Aku tau Minnie, aku benar-benar namja yang tidak berguna, yang kerjaannya hanya bermain game dan mengganggu orang lain... Tapi aku sudah sadar, kini ada seseorang yang harus aku lindungi jiwa dan raganya... Mungkin aku sudah bisa menjaga jiwanya, tapi kini aku harus menjaga raganya...", Sungmin kembali menghentikan aktifitas membacanya

Wajahnya terlihat sedikit memerah

"Minnie, ketika kau membaca surat ini, berarti aku sudah berada di airport... Hari ini aku akan berangkat ke Jepang untuk mengenyam pendidikanku yang lebih tinggi... Mungkin terlalu cepat untukku, tapi aku akan berusaha... kkkkkk~ Oh iya, selama aku pergi, mungkin aku hanya bisa mendengar ceritamu dari Jungsoo noona, kuharap kau akan sehat selalu Minnie... Dan kau juga ga boleh sedih! Arraseo Lee Sungmin?", kini raut wajah Sungmin berubah seolah-olah ingin menangis namun tidak mengeluarkan air mata

Lalu Sungmin kembali membaca surat itu lagi

"Aku perginya ga akan lama kok... Percayalah... Aku ga pernah mengingkari janjikan? Ini adalah janji seorang namja... hahahhahaha... Ne, Minnie, aku ga tau mau nulis apalagi, tapi aku harus mengatakan ini padamu... NOMU SARANGHAEYO LEE SUNGMIN! Berjanjilah Minnie, kau akan menungguku pulang, karena begitu aku pulang, aku ingin mendengar suaramu untuk membalas kalimatku barusan... kkkk~~~ Semoga cepat sembuh Minnie, aku akan sangat merindukanmu... Saranghae~~ :* – Cho Kyuhyun –"

Begitu selesai membaca surat pendek dari Kyuhyun, perlahan bulir-bulir air mata mulai meluncur dari mata Sungmin

Ia tidak menyangka bahwa Kyuhyun akan pergi meninggalkannya, walau didalam surat itu dikatakan hanya sebentar, tapi mana kita tau apa yang akan terjadi selanjutnya

"Waeyo nona? Kenapa nona menangis?", tanya Youngwoon yang dengan gesit langsung menyeka air mata Sungmin yang terus mengalir

Jungsoo pun mengambil surat itu dan membacanya perlahan lalu ia menghela napas panjang, "Nona... Tuan Muda Kyuhyun pasti akan menepati janjinya... Aku yakin itu... Jangan khawatir...", ujar Jungsoo sambil membelai pelan kepala Sungmin

Sungmin menatap wajah Jungsoo sambil mencengkram lengan bajunya sementara Jungsoo tersenyum lembut kepadanya, "Nona... Aku juga yakin, ketika Tuan Muda pulang, ia akan membawa berita yang menggembirakan", ujar Jungsoo

Sungmin langsung memeluk Jungsoo dan Jungsoo membalas pelukannya sambil mengelus kepalanya pelan, "Ne... Yang harus nona lakukan sekarang adalah berdoa untuk keselamatan Tuan Muda Kyuhyun dan menunggunya pulang... Arraso?", tanya Jungsoo, lalu Sungmin mengangguk pelan

"Ne... Ne... Sudah cukup sedih-sedihnya... Mungkin aku memang ga ngerti dengan jalan ceritanya, tapi kayaknya memang ga ada gunanya kalau nona malah sedih berkelanjutan... Nanti kalau nona nangis terus, tiba-tiba namjachingu nona datang dan kaget melihat mata nona yang bengkak, bisa jadi persoalan baru...", tutur Youngwoon sambil menepuk tangannya sesekali, "... Selagi nona menunggunya, nona harus tetap bahagia, aku yakin ia ingin nona tetap bahagia walau ia sedang berada jauh dari sisi nona", lanjutnya sambil tersenyum lembut

Sungmin menatap Youngwoon didalam pelukan Jungsoo, lalu ia mengangguk pelan sambil tersenyum seolah-olah menyetujui perkataan Youngwoon

"Ne... Nona memang lebih cocok tersenyum daripada menangis... Kkkkk~", tutur Youngwoon sambil tersenyum

"Ya! Sudah berapa banyak wanita yang mendapatkan perkataan manismu itu Youngwoon?", goda Jungsoo sambil terkekeh pelan

Youngwoon terdiam sejenak, "Hmmm... Mungkin 3... Ani... 4 barangkali atau 5 yah? Aku sudah lupa... Hahahahhahaha", ujar Youngwoon

"Nona, orang seperti dia jangan dicontoh yah...", ujar Jungsoo sambil tertawa

Lalu suara tawa pun memenuhi kamar Lee Sungmin

.

-Di Airport-

"Kyu... Sudah bawa saputangan?"

"Ne..."

"Air mineral buat diperjalanan?

"Ne..."

"Passport?"

"Ne..."

"Tiketnya?"

"Ne..."

"Charger PSP?"

"Ne..."

"Lalu...", "Cukup umma... Aku bukan anak kecil lagi... Lagian ini udah di airport, kalau uda ketinggalan,mana bisa diambil lagi", cela Kyuhyun saat Mrs. Cho menanyakan kelengapannya

"Kyuhyunnie... Lebih baik diperiksa sekarang, masih ada waktu kalau mau pulang", sergah

"Ani umma... Tenang saja... Semuanya terkendali...", ujar Kyuhyun dengan mantap

"Mana Hae, Kyu?", tanya Ahra yang ikut mengantar keberangkatan Kyuhyun

"Molla... Dia bilang ga bakal telat... Sementara dari 5 murid, Cuma dia sendiri yang telat... wew...", ujar Kyuhyun

"YAAAAAA! CHOOO KYUHYUUNNIEEEEEE!", teriak seseorang sementara Kyuhyun langsung menoleh kearah sumber suara

"HOOOY! HENRYYYYYYYY!", balas Kyuhyun sambil melambaikan tangan

"Syukurlah, tepat waktu... Kami pikir bakal telat untuk mengantar kalian", ujar Henry sambil tersenyum

"Ne... Gomawo uda mau datang... Mana Zhoumi hyung?", tanya Kyuhyun

"Mimi oppa? Dia sedang berbicara dengan ke-3 murid disana", jawab Henry sambil menunjuk kearah Zhoumi yang sedang mengobrol dengan murid yang lain

Tak lama kemudian, Zhoumi bergabung dengan Kyuhyun dan Henry

"Mana si Hae?", tanya Zhoumi yang tidak mendapati wujud(?) Donghae

"Molla hyung... Dia belum datang daritadi...", jawab Kyuhyun sambil menggeleng pelan

"Jangan-jangan... Hae...", ujar Henry dengan mata terbelalak, "... bangun kesiangan...", lanjutnya bersamaan dengan Kyuhyun dan Zhoumi

"MWOYAAAAA? Bisa-bisanya dia bangun telat dihari sepenting ini?", pekik Henry yang panik

"Astaga... Diakan uda aku kasih tau, kalau bangun terlalu siang bisa jadi sapi... ckckckckck", gumam Kyuhyun

"Ya Tuhan... Kenapa dongsaeng-ku seperti ini... wew...", gumam Zhoumi sambil memijat pelipisnya pelan

"Yoooo~! Semuanya!", pekik seseorang dan membuat trio sejoli itu mengalihkan pandangannya kearah sumber suara

"Ya! Lee Donghae? Bisa-bisanya kau telat, haaaaah?", ujar Henry

"Hah? Telat yah? Perasaan aku tepat waktu deh datangnya...", ujar Donghae sambil menggaruk kepalanya pelan

"Sudahlah Henry... Yang penting dia uda datang... Kalau ga telat gini, bukan Lee Donghae namanya... Hahahahahaha...", tukas Kyuhyun sambil tertawa sementara Henry hanya menggembungan pipinya

"Keluargamu tidak ikut mengantar Hae?", tanya Zhoumi

"Aniyo hyung... Mereka hanya sampai didepan saja... Awalnya mereka ingin masuk, tapi aku meminta mereka mengantarku sampai didepan saja... Lagipula, mereka harus cepat-cepat kerumah sakit karena nenekku baru saja masuk kesana", ujar Donghae lalu Zhoumi pun mengangguk pelan

"Donghae-sshi, Kyuhyun-sshi... Sudah saatnya kita berangkat...", ujar salah satu murid

"Jinjja? Gomawo, So Haen-sshi", ujar Kyuhyun, "Ne... Umma, noona... Aku pergi dulu yah...", ujar Kyuhyun sambil mencium tangan Mrs. Cho dan Ahra *tumben sopan nih anak =.=* *plak*

"Ahjumma, noona... Aku juga pamit yah... Gomawo sudah mau membantuku selama ini...", ujar Donghae yang juga mencium tangan Mrs. Cho dan Ahra

"Ne... Hati-hati dijalan yah, Kyuhyunnie... Donghae... Kami akan selalu mendoakan keberhasilan kalian disini... Sesampai disana, jangan lupa langsung hubungi kami yah...", ujar Mrs. Cho sambil tersenyum lalu memeluk Kyuhyun dan mencium dahinya, ia pun melakukan hal yang sama ke Donghae

"Jangan buat masalah disana yah Kyu... Hae... Nanti kalian dideportasi loh!", ujar Ahra yang kemudian langsung memeluk Kyuhyun dan Donghae

"Ne... Gomawo~~", ujar Donghae dan Kyuhyun bersamaan sambil tersenyum

Lalu mereka mengalihkan pandangan mereka ke Zhoumi dan Henry

"Hyung... Gomawo buat bantuanmu selama ini... Aku ga tau, bagaimana jadinya kalau hyung ga membantu kami... Dan belum lagi dengan bantuan Henry... Wew... Kami yakin, kami ga bakal bisa ada disini kalau ga dibantu oleh kalian", ujar Kyuhyun sambil tersenyum

"Ne... Cheonmaneyo Kyu... Hae... Kami hanya membantu yang kami bisa kok... Selebihnya adalah usaha dan kerja keras kalian sendiri", ujar Zhoumi sambil tersenyum

"Pabbo...", tukas Henry tiba-tiba dan membuat Kyuhyun, Donghae dan Zhoumi terdiam

"Mwoo? Enak saja kau memanggilku pabbo...", sergah Donghae

Lalu Henry langsung berjalan mendekati kedua chingu-nya dan memeluknya erat-erat

"Kalian harus... sukses disana... hiks... Aku ga mau... hiks... kalian gagal... huweeeeeeeee...", ujar Henry yang kembali mewek saat memeluk kedua chingu-nya

Donghae dan Kyuhyun pun langsung menepuk punggung, mengusap kepala dan membalas pelukannya

"Ne... Tenang saja... Kami akan berhasil disana... Gomawo yah Henry... Sudah mau menjadi chingu yang sabar buat kami... hehehehehehe...", ujar Donghae sambil terkekeh pelan

"Kami akan sering-sering menghubungimu kok... Tenang aja...", ujar Kyuhyun

"Ne... Itu memang harus kalian lakukan... Pokoknya, aku ga mau tau... hiks...", gumam Henry disela-sela tangisannya

"Yaaaa! Kyuhyun-sshi... Donghae-sshi... Sudah saatnya kita masuk!", ujar salah satu murid

"Ne... Kami akan segera kesana... Annyeong Zhoumi hyung... Henry...", ujar Kyuhyun sambil melambai dan berjalan beriringan dengan Donghae

Tiba-tiba saat sudah mendekati pintu masuk ada suara teriakan, "LEEE DONGHAAAEEEEEEEEEEE...!"

Hal ini langsung membuat si pemilik nama dan orang-orang yang merasa kenal dengan nama `Lee Donghae` menoleh kearah sumber suara

Tiba-tiba muncul seorang yeojya yang memiliki rambut blonde ikal dan bertubuh mungil yang berlari menuju Donghae

Yeojya itu langsung menabrak Donghae hingga terjatuh

Spontan orang-orang disekitar langsung terkejut dengan adegan yang mereka lihat

Aniyo... Aniyo... Bukan adegan ketika yeojya itu menabrak tubuh Donghae hingga terjatuh namun adegan setelah ia menabrak Donghae

Yap! Yeojya itu langsung memeluk leher Donghae dan mencium bibirnya

"Yaaa! Lee Donghae... Kau harus sehat disana... hiks... Aku ga mau kau sakit... Kau harus menungguku, Hae... hiks... Aku ga mau tau... Aku akan segera menyusulmu... hiks...", ujar yeojya misterius itu saat menindih tubuh Donghae sambil menangis dan wajahnya pun ikut memerah

"Hyu... Hyukkie... Kenapa tidak bilang mau kesini?", tanya Donghae yang masih shock dengan perlakuan seorang yeojya yang dapat diketahui namanya Hyukkie

"Hiks...Mana sanggup aku, harus mengatakannya... Aku ga ingin terpisah jauh darimu Hae... Belum lagi, yeojya-yeojya Jepang-kan banyak yang cantik... Dan kau sangat baik, ganteng lagi... Pasti mereka akan terus menggodamu...", ujar Hyukkie disela-sela tangisannya, ia pun menutup wajahnya sambil menindih tubuh Donghae

Donghae pun tersenyum lalu memeluk tubuh Hyukkie sambil berbaring dan menepuk-nepuk pelan kepalanya, "Ne... Tenang saja Hyukkie... Aku pasti akan menyambut kedatanganmu, kalau kau datang kesana... Hahahahaha... Jangan khawatir... Mereka bukan apa-apa dibandingkan dengan dirimu... Kau adalah yeojya tercantik yang pernah aku temui sepanjang hidupku ini...", ujar Donghae sambil tertawa pelan

"Janji yah Hae... Jangan melirik siapa pun disana...", ujar Hyukkie

"Ne... Janji... Aku hanya akan mencintaimu Hyukkie... Saranghaeyo Lee Hyukjae~~", ujar Donghae sambil mencium pelupuk kepala Hyukkie

"Ehm... Ehm... Maaf mengganggu waktu kalian, tapi ini sudah saatnya naik pesawat...", ujar Kyuhyun yang sudah kembali ke alam sadarnya

"Aku pergi dulu yah Hyukkie...", ujar Donghae yang kini posisinya sudah duduk didepan Hyukkie

"Ne... Hati-hati yah... Saranghaeyo...", ujar Hyukkie yang kembali mencium bibir Donghae pelan

Donghae membantunya berdiri dan mengusap kepala Hyukkie pelan

"Annyeong Hyukkie...", ujar Donghae yang kemudian masuk kedalam ruang tunggu keberangkatan di airport

.

-Kyuhyun POV-

"Cieeee... Ada yang panas nih... cihuuy!", godaku yang membuat wajah Hae memerah dan memanas

"A... Apaan sih...", tukas Donghae yang malu-malu

"Kupikir kau akan mengenalkan yeojyachingu-mu secara baik-baik, ga taunya kami malah dapat tontonan spesial... Hahahahahahahaha...", ujarku sambil tertawa sesekali

"Biarin... Palingan kau cemburu", sergah Hae sambil ber-mehrong ria dan aku langsung menjitaknya

Kini kami berada di ruang tunggu, kami hanya perlu menunggu pintu pesawat dibuka dan kami diizinkan masuk

Jujur saja, tadi aku sangat shock dengan kemunculan yeojyachingu-nya Hae

Tapi, lumayan deh buat seleranya Hae... Yeojya itu terihat cukup imut walau ga seimut Minnie... Hahahhahahahahahaha

Tak lama kemudian, kami semua sudah diizinkan masuk ke dalam pesawat

Ne... Ini langkah awalku untuk membuatku dekat dengan Sungmin

Aku harus berhasil disana...

Aku akan berusaha menemukan obat untuk Minnie...

Cho Kyuhyun, hwaitiiing~~~!

-Kyuhyun POV end-

.

.

-tbc-


Uyeaaaaaaaaaah~~~! Gimana? Gimana?

Kurang yah moment-nya? O.o

atau ga berasa?

atau gegara kepanjangan, reader jadi bingung ngebacanya?

Aish... Streeeeessssssss DX

.

Hayooo! di-review yaah

Jadi author tau mana yang kurang, yang salah, yang lebih, yang pas, yang bla bla bla bla... *disumpel pake kue*

Jangan lupa yoooo ^^

.

Balesan review ::

1. rainy hearT -sshi

hahahahahahaha... masalah akhr cerita, kita liat aja tar gimana akhirnya *^^*

kkkkk~~

2. mingbunnymin -sshi

ne... pas yang chap sebelumnya itu authror ngaku deh ._.

author ngetiknya buru-buru, nge-publish-nya pun buru-buru, jadi hasilnya berantakan XDD

mian yaah... tapi, gomawo uda mau ngasih masukan *bow* ^^

hooo.. itu sih gegara si Kyu tukang tidur XDD muahahahaha *digiles Sparkyu*

3. Cho HyunMin -sshi

mian yaaah T^T

telat banget nih update-nya T^T

nee~~~ ada di-chap ini kok alesan, kenapa Minnie ada disitu sendirian XDD

4. Chikyumin -sshi

Ne~~ Disini uda author masukin Kyumin moment XDD

tapi ga tau bagus atau ga ._. kurang atau ga... wew...

mian yah.. telat banget nih T^T

5. chagyumin -sshi

nyehehehehehhehe...

gomawo uda mau nge-review + nyempatin diri baca nih FF ^^

6. Shin Ri Young -sshi

hehhehehehe ^^

banget XDD

hwaitiing~~! ^0^)9

7. kanaya -sshi

ga tau ._.

kalau pake feeling author, kayaknya 11/12 baru kelar deh...

8. KyuMinnie -sshi

yooo~~! Ini uda author masukin moment-ya XDDD

tapi ga tau, bagus atau ga ._.

kayaknya kurang deh, menurut author... nyehehehehehehehhe

eeeennng... happy yaah? tar author rundingin dengan yesung dulu yah *loh?*

tar kita liat aja akhirnya XDD hehehehehehehe

9. Rima Kyumin Elf -sshi

lanjuuut *^^*

10. yolyol -sshi

ne... sekali-sekali laaah XDD

hehehehehehhehe

11. Cho Kyuki -sshi

annyeoong wulam ^^

kita serahkan tentang obat ke Kyuhyun dkk..

author bantu doa(?)

hehehehehehhe...

12. ak -sshi

uyeaaaaah~~~! Salam Runningmaaan seumdwaaaaa ^o^)9

mian yah... author juga lupa kenapa author lama update *plak*

tapi kalo yang kali ini gegara uas + kelamaan libur XD *plak*

niiih... uda dimasukin~~ tapi ga tau, bagus atau ga ._.v

hahahahhaha..

hwaitiiing ^^

13. ma`on clouds -sshi

uuukh...

gomawo uda mau baca + review... *srooot* *plak*

iya nih... author juga suka sama couple-an yang satu itu... wew... *sroooot*

hehehehehhe...

14. Chinatsu Kajitani Teukkie -sshi

belum nih :D

mereka munculnya pas Kyu uda di Jepangnya

hehehehehehehe...

15. Zema Choi -sshi

gomawo uda mau baca +review ^^

nih di update XDD

mian lama yaaah T^T

16. Yenni Gaemgyu -sshi

sering makan batu... biasalah, makanya kepalanya keras *loh?* *plak*

tuh... tuh... Kyu senyum geje XDD

hahahahahahaha *plak*

17. Jang Hyun Ae -sshi

Neeeeeeeeee~~~~~Gomawooooo XDD

waaa... jinjja? padahal ga ada adegan pembunuhannya O.O *plak*

nih~~ update-nya

mian lama update yah T^T

.

okok~~~

gomawo

hwaitiiiiing~~~~~! ^o^)9