DADDY'S GIRL

Pairing : KYUMIN Slight KYUTORIA

KYUMIN Slight CHANG-MING

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin Victoria Song, Lee Hyukjae, Lee Yejin, Lee Donghae, Shim Changmin, Zhoumi, cast lain menyusul

Genre : Romance, Drama, Hurt

Rate : M

Chaptered

Warning: Genderswitch for Uke, OOC, Many Typos, IF YOU READ DON'T BASH

Disclaimer: The caracters inside are belong to God and themselves. But the storyline is mine


Chapter 10

Hubungan Sungmin dan Changmin sudah berjalan selama 1 tahun, tetapi selama itu pula Sungmin masih tidak mengerti bagaimana perasaannya pada Changmin. Seperti yang pernah dikatakan Eunhyuk, Sungmin tidak pernah berbunga-bunga saat dekat dengan Changmin, ia juga tidak pernah merindukannya terlalu dalam karena Changmin bisa ditemui kapanpun. Tetapi Sungmin merasa nyaman bersama Changmin, dia bisa membicarakan apapun tanpa harus ada yang ditutupi. Changmin juga mengajarkan banyak hal padanya. Hanya nyaman, sebatas itu saja. Kalau boleh jujur Sungmin hanya memanfaatkan Changmin sebagai tamengnya, agar Kyuhyun tidak mendekatinya lagi.

Entahlah, setiap melihat Kyuhyun yang terlintas di mata Sungmin hanya wajah Kyuhyun dan Victoria yang bercumbu. Itu memang terjadi setahun yang lalu, tapi Sungmin tidak akan pernah menghapus itu dari otaknya. Kyuhyun sudah berjanji untuk menjaga sikapnya, tidak bermesraan dengan Victoria di depannya. Maka Sungmin berjanji tidak akan menyukai anak lelaki lain. Tetapi ketika Kyuhyun mematahkan janji itu, maka ia menghancurkannya juga seketika itu.

Sungmin sudah bersiap, ini adalah hari Minggu. Changmin mengikuti kejuaraan bulu tangkis pelajar sekolah tingkat atas, dan hari ini adalah gilirannya bertanding. Sungmin melihat jam dindingnya, harusnya Changmin sudah menjemputnya sekarang, Sungmin menambahkan sedikit lipgloss di bibirnya yang sudah berwarna merah muda, memasang bando di rambut pendeknya, dan mengambil tas selempangnya. Sungmin sedikit mematut diri, melihat apakah ia sudah pantas dan rapi apa belum. Setelah yakin dengan penampilannya, Sungmin keluar kamar. Menunggu Changmin di depan bukanlah ide buruk.

Saat melewati ruang keluarga, ia melihat Kyuhyun duduk di sana dengan secangkir kopi di samping laptopnya. Kyuhyun seperti sedang mengerjakan pekerjaan kantornya seperti biasa. Sungmin terdiam menatap punggung Kyuhyun, kalau boleh jujur ia sungguh merindukan Kyuhyun. Ia merindukan saat Kyuhyun membawanya ke pangkuannya, yang mungkin sekarang sudah tidak pantas dilakukan karena tubuhnya sudah jauh berkembang dan ia bukan anak kecil yang bisa dipangku. Ia juga merindukan saat Kyuhyun memeluknya di dalam tidurnya, mendengarkan bunyi 'dug dug' dari dada lelaki itu. Apakah dada itu masih berbunyi dengan kencang saat ada Sungmin?

Mata Sungmin meredup, ingin lari memeluk punggung Kyuhyun. Tapi lagi-lagi wajah Kyuhyun dengan mata terpejam sedang melumat bibir Victoria melintas di pikirannya, membuat matanya berkaca-kaca karena menyesakkan dadanya. Sungmin menarik napas dalam-dalam.

Kyuhyun menyadari kehadiran seseorang di belakangnya, maka ia menoleh dan mendapati Sungmin berdiri di ujung tangga. Ia sedang memejamkan matanya dengan ekspresi menahan sakit. Kyuhyun cemas melihat itu, maka ia menghampiri Sungmin.

"Kau kenapa? Ada yang sakit?" tanya Kyuhyun.

Sungmin membuka matanya dan tersentak melihat Kyuhyun yang sudah berjongkok di depannya dengan wajah yang begitu dekat dengannya. Sungmin buru-buru mengatur napasnya, dan berlalu melewati Kyuhyun tanpa berbicara apa-apa.

"Sungmin, kau mau pergi kemana?" Kyuhyun sudah berdiri, meneriaki Sungmin yang sudah berlari ke arah pintu depan dan memasang sepatu flatnya. Kemudian buru-buru keluar rumah dan menutup pintu dengan kencang. Kyuhyun berjalan melihat kepergian Sungmin, yang ternyata sudah ada Changmin yang sepertinya baru tiba untuk menjemput gadis kecil kesayangannya.

Kyuhyun mengepalkan tangannya, meredam amarahnya. Ia sungguh telah belajar mengendalikan emosinya setahun ini. Perubahan sikap Sungmin kepadanya sungguh menguji emosinya, tidak main-main Kyuhyun bisa marah, sedih, kemudian menangis dalam satu waktu. Sungmin menjaga jarak dengannya, Sungmin bahkan tidak mau menatap matanya. Meski begitu ia tahu, ada kemarahan pada mata gadis itu, yang tidak ia ketahui hanyalah kemarahan apa yang sedang disimpan Sungmin untuknya. Kyuhyun merasa ia sudah melakukan apapun, bahkan mengorbankan perasaan Victoria untuk menjaga perasaannya pada Sungmin. Beribu kebohongan telah ia jalani, hidup bukan sebagai dirinya sendiri. Dan jika ia masih bertahan hingga sekarang, itu karena Sungmin. Tapi kini Sungmin bahkan melihatnya pun sudah tidak mau, harusnya ia melepaskan semuanya. Tetapi sekali lagi, ia masih bertahan.

Ia bukannya tidak berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya mengubah Sungmin. Tetapi semakin ia mencari tahu, semakin ia menangkap kebencian di mata Sungmin untuknya. Dan itu seketika menciutkan nyalinya. Melihat kebencian Sungmin yang tertuju untuknya adalah hal pertama yang paling membuatnya sakit.

Kyuhyun menatap kepergian Sungmin dan Changmin dengan senyum miris, mereka berdua sungguh pantas dilihat. Berjalan beriringan dengan Sungmin memegang tas raket Changmin. Mengobrol dengan senyum yang tidak terlepas dari bibir mereka. Begitu seharusnya bukan? Sungmin harusnya bersanding dengan teman seumurannya, bukan dengan Kyuhyun yang bahkan sudah 31 tahun.

"Ha ha ha," Kyuhyun tertawa kencang, tapi dengan sudut mata yang sudah berair. Buru-buru ia menyekanya dan kembali ke pekerjaannya. Berhenti memikirkan Sungmin itu lebih baik. Dan Kyuhyun benar-benar mencoba menyingkirkan Sungmin dari pikirannya, meski itu hanya akan bertahan beberapa jam.

.

.

.

Sungmin menonton Changmin yang sedang bertanding dengan sengit. Sungmin mengamati, tapi sebenarnya tidak, pikirannya melayang pada Kyuhyun. Sudah sangat lama sejak ia menatap dalam-dalam mata kecoklatan itu, tatapannya pada Sungmin tidak berubah. Sejak pertama mereka bertemu hingga saat ini. Mata Kyuhyun untuknya tetap teduh dan sejuk. Rasanya Sungmin ingin berlama-lama tenggelam disana, membelai wajahnya, mencium harum khasnya, dan merasakan rengkuhannya lagi. Semua seakan terbuka dan tersedia kapanpun untuk Sungmin. Tetapi Sungmin menghindarinya, Sungmin membenci orang yang lupa akan janjinya sendiri.

Sungmin memegang dadanya, setiap mengingat Kyuhyun kenapa sakit yang ia rasakan? Kenapa airmatanya selalu mendesak untuk keluar? Tidak bisakah semua berjalan dengan normal, Sungmin sebagai anak dan Kyuhyun sebagai ayah? Kenapa ia tidak bisa melihat Kyuhyun sebagai ayahnya?

Sungmin terus berpikir, benaknya tidak henti mengucapkan tanya yang bahkan Sungmin tidak tahu apa jawabannya. Ekspresi wajahnya berubah-ubah, kadang sendu, kadang menahan tawa karena ia tidak mau dianggap gila, seketika matanya berembun. Semua bercampur menjadi satu ketika ia mengingat Kyuhyun. Selama setahun ia menghindari Kyuhyun, tidak pernah ia memikirkannya sedalam ini. dan sekali berpikir, ia melakukannya di arena pertandingan kekasihnya sendiri. Untuk terakhir kalinya benaknya bertanya, apakah ini adil untuk Changmin?

Tanpa sadar, Changmin sudah berdiri di sebelahnya mengambil handuk di tempat duduk sebelah Sungmin. Menyeka keringatnya dengan nafas yang tersengal-sengal, kemudian menghabiskan sebotol air mineral yang tadi ia bawa. Changmin menoleh ke arah Sungmin, gadis ini seperti sedang memandang lapangan pertandingan dengan cermat. Apa ia tidak sadar bahwa pertandingan Changmin sudah selesai sejak tadi dan sang atlit sudah berdiri di sampingnya?

"Minnie…" tegur Changmin sambil mengusap bahu Sungmin lembut.

Sungmin tersentak dan mendongak, baru menyadari Changmin telah berdiri di samping entah sejak kapan.

"Oppa pertandinganmu selesai? Sejak kapan?" tanya Sungmin.

Changmin menelan keheranannya, Sungmin selalu saja seperti ini. Ini bukan pertama kalinya Sungmin melamun ketika bersamanya, bahkan tidak menyadari kehadirannya. Changmin tidak tahu apa yang dipikirkan Sungmin, kekasihnya itu selalu sibuk dengan dunianya sendiri jika Changmin tidak menarik perhatiannya ke dalam dunia nyata.

"Aku sudah selesai bertanding sejak tadi Min, kau tidak memperhatikan ya?" Changmin melembutkan tatapannya sambil tangannya mengelus rambut Sungmin.

"Ah…maaf," Sungmin merasa bersalah juga, ia sadar Changmin mengetahui kebiasaan buruknya yang suka melamun tidak kenal waktu. Tetapi Changmin bahkan terlalu baik untuk sekedar menegurnya.

Changmin menyingkirkan barang-barang dari tempat duduk di sebelah Sungmin, kemudian mendudukinya.

"Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan selama ini, aku harap kau baik-baik saja. Tetapi jika kau terganggu dengan kehadiranku, katakanlah," Changmin menghadap Sungmin yang menunduk merasa bersalah.

Sungmin menatap Changmin, menyampaikan rasa bersalahnya lewat matanya. Dia menggeleng berkali-kali.

"Tidak, bukan begitu, aku tidak pernah terganggu dengan oppa. Sungguh. Aku malah merasa beruntung oppa masih mau bertahan denganku setahun ini."

Changmin tersenyum lembut, "Aku mengerti." Dengan lembut ia menarik bahu Sungmin ke dalam pelukannya.

Pelukan Changmin tentu saja berbeda dengan pelukan Kyuhyun, sangat jauh berbeda. Tapi Sungmin tetap menikmati kenyamanannya. Pada semua dingin hatinya setahun ini, pelukan Changmin selalu berhasil menghangatkannya.

"Mari kita pulang," Changmin melepaskan pelukan mereka, merapikan barang-barangnya dan menggandeng Sungmin menyusuri tribun dan keluar gedung olahraga.

.

.

.

"Oppa apa yang kau rasakan padaku?" tanya Sungmin tiba-tiba saat mereka berjalan, bergandengan tangan di trotoar menuju kedai es krim kesukaan mereka.

"Apa maksudmu?" tanya Changmin, jujur saja ia tidak mengerti dan takut salah dengar.

"Mencintai itu seperti apa rasanya?" pertanyaan Sungmin berganti lagi.

Tentang ini Changmin bukannya tidak tahu, ia tentu merasa bukan cinta yang mendasari kebersamaan mereka. Setidaknya bukan cinta dari keduanya. Karena Changmin sangat tahu, Sungmin tidak mencintainya. Tapi toh ia tetap bisa menikmati kebersamaan mereka, karena Sungmin masih memegang janjinya untuk menjadi kekasih yang baik untuknya. Meski pun tidak sempurna, Changmin sudah merasa bersyukur bisa bersama Sungmin sejauh ini. Changmin menarik napas dalam-dalam menikmati sisa-sisa udara musim dingin yang akan berganti dengan musim semi.

"Mencintai itu ketika seluruh pikiran dan perhatian kita tertuju untuknya seorang, kemanapun kita melangkah, apapun yang kita lakukan, apa sumber tangis dan tawa kita, semuanya tertuju padanya," Changmin menghentikan langkahnya, membuat Sungmin juga berhenti menjadi menghadapnya.

Changmin meraih jemari Sungmin, mendekatkannya di dadanya. Dan ada getaran merambat yang dirasakan jemari Sungmin.

"Dan disini ada getaran setiap kita berdekatan dengannya. Kau dapat merasakannya kan?" tanya Changmin membuat Sungmin tercenung, teringat akan sesuatu.

.

.

"Dia berbunyi sangat kencang karena kau, karena kau yang memeluknya Sungmin. Selebihnya dia akan berdetak dengan normal jika aku berhadapan dengan orang lain."

"Lihatlah aku sebagai lelaki yang mencintaimu. Aku akan menemani harimu, mendidikmu, dan mencintaimu dengan caraku."

"Singkirkan semua rasa marah di hatimu padaku, bersabarlah. Kau harus menungguku."

.

.

Seperti kaset rusak, semua ingatan Sungmin tentang masa lalu, kembali berulang-ulang di benaknya. Sungmin melepas tautan Changmin padanya, awalnya Changmin menahan itu terjadi. Dia berusaha tetap menggenggam jemari Sungmin. Dengan tatapan memohon dari Sungmin, Changmin akhirnya melepas tautan jari mereka. Dan mungkin harus rela melepas Sungmin.

Changmin menatap punggung Sungmin yang terus berlari menjauhinya. Changmin tidak tahu siapa orangnya, yang ia tahu Sungmin telah menyimpan cinta di dasar hatinya yang paling dalam untuk seseorang. Ia tahu batin Sungmin tersiksa oleh cinta itu, membuatnya terpenjara dalam suatu belenggu yang tidak terlihat. Membuatnya dari anak tertutup menjadi semakin tertutup dan dingin. Jika melepasnya membuat Sungmin menjadi ceria lagi seperti setahun lalu, Changmin akan dengan senang hati melepasnya. Dengan mengulum senyum, Changmin berbalik kembali menuju halte menunggu bus ke arah tempat tinggalnya, tidak lagi menuju kedai es krim seperti rencananya semula dengan Sungmin.

Sementara Sungmin terus berlari. Dan ia merasa bodoh, bukankah ia bisa memanggil taksi untuk pulang? Maka Sungmin berjalan menuju pemberhentian taksi, dan ketika sebuah taksi menghampirinya ia segera naik dan menyebutkan tujuannya.

Bersabarlah

Simpan dulu marahmu

Kau harus menungguku

Kalimat-kalimat itu terus terulang di benaknya. Mengapa dia begitu bodoh, melupakan itu setahun belakangan ini? Harusnya ia hanya memegang janji yang telah Kyuhyun bisikkan kepadanya, hanya itu kuncinya. Sungmin selalu memegang itu selama bertahun-tahun apapun yang terjadi, dan pagi itu mengapa ia melupakannya dan mengacaukan semuanya? Sekarang, masih bisakah ia mengembalikan janji Kyuhyun untuk dan memegangnya sekali saja?

.

.

.

TOK TOK

Victoria yang sedang sibuk dengan dokumen di hadapannya sontak menatap pintunya yang diketuk dari luar, menurunkan sedikit kacamatanya sampai sebatas tulang hidungnya.

"Masuk," sahutnya kepada sang tamu.

Kemudian pintu terbuka dari luar, dan menampakkan sosok tampan kesayangannya.

"Ahh akhirnya kau datang, kau membawa pesananku?"

"Tentu saja, apa laptop ini yang kau maksud?"

"Iya benar, terima kasih sayang. Kau duduklah dulu, aku akan membuat kopi untukmu."

"Tidak perlu Vic, kau selesaikan saja pekerjaanmu."

Victoria tersenyum lembut, Kyuhyun, suaminya itu memang selalu pengertian kepadanya. Bahkan tidak pernah protes saat ia harus menyelesaikan proyeknya di luar Korea berbulan-bulan dan harus bekerja di hari Minggu seperti ini.

"Kau terlihat lebih pucat," Victoria menyentuh pipi Kyuhyun. "Dan astaga, pipimu dingin sekali. Maaf aku malah menyuruhmu mengantarkan laptopku."

"Tidak masalah Vict," Kyuhyun melangkah ke sofa yang tak jauh dari pintu ruangan Victoria.

"Apa yang dikerjakan Sungmin hari ini?" tanya Victoria yang juga duduk di sebelah Kyuhyun.

"Ia pergi berkencan dengan Changmin hari ini," jawab Kyuhyun datar.

"Kau terlihat tidak senang setiap membicarakan Sungmin dan pacarnya."

Kyuhyun menoleh, mengamati raut wajah Victoria. Tetapi tidak ada perubahan di sana, hanya ada senyum lembutnya seperti biasa jika Victoria berhadapan dengannya.

"Mungkin aku tidak senang melihat dia berkencan dengan siapapun."

"Itu terlihat dari wajahmu."

Kyuhyun mendongakkan kepalanya, menyandarkannya pada sandaran sofa, memejamkan matanya dan membuang semua ingatan yang tiba-tiba tertuju pada Sungmin. Victoria menyingkirkan anak-anak rambut di dahi Kyuhyun dengan lembut.

"Sungmin kita sudah 15 tahun sekarang, aku bahkan berkencan untuk pertama kalinya pada usia 13 tahun. Tidak ada yang perlu kita khawatirkan tentang itu, setidaknya itu menunjukkan Sungmin tumbuh menjadi anak yang normal seusianya. Aku tidak bisa memberinya keluarga yang utuh, bersikeras membesarkannya sendiri tapi ternyata membiarkannya tumbuh sendirian, dan dia tetap tumbuh menjadi anak yang baik. Bukankah kita harus mensyukuri itu?" Victoria memandang ke mata Kyuhyun, sedangkan yang dipandang masih memejamkan matanya.

"Penyesalan seumur hidupku adalah membiarkannya sendirian, sedangkan aku sibuk seorang diri dengan dalih pekerjaan padahal hanya untuk mengabaikan luka lama. Atas semua kejahatanku padanya, dan dia masih bisa tumbuh dengan baik, bukankah Tuhan sangat baik padaku?"

Kyuhyun membuka matanya, mendapati mata Victoria yang sudah berkaca-kaca. Victoria memang selalu seperti ini jika membicarakan Sungmin. Kyuhyun mengelus bahu Victoria lembut.

"Kau jangan lagi menyalahkan dirimu sendiri, toh Sungmin tetap tumbuh sebagaimana anak lainnya. Aku menjaganya Vict, dia tidak sendirian."

"Kau, Kyuhyun-ah maukah menjaga Sungminku hingga akhir?" Victoria memandang penuh harap pada Kyuhyun.

"Tanpa kau memohon, aku akan menjaganya Vict. Sampai mati aku hanya akan menjaganya," janji Kyuhyun.

"Kau tahu kan aku tidak bisa terlepas dari semua belenggu yang melilitku dengan masa laluku, aku minta maaf akan itu, bukan berarti aku tidak mencintaimu hanya saja aku tidak bisa menyembuhkan lukaku sendiri. Jujur saja, memandang Sungmin selalu membuatku teringat padanya. Karena itu aku tidak bisa berhenti dan diam di rumah."

"Aku mengerti Vict, aku mengerti," airmata Victoria yang sudah mengalir membuatnya tak tega juga, dan membawa Victoria ke dalam pelukannya.

"Cukup percayakan Sungmin padaku, aku akan membesarkannya dengan cintaku. Akan aku buat dia merasakan cintamu lewat cintaku padanya," bisik Kyuhyun meyakinkan Victoria.

Victoria semakin terisak, saat ia tidak bisa leluasa mencurahkan cintanya untuk Sungmin. Ada orang lain yang senang hati melakukan itu untuknya. Victoria merasa Tuhan sudah begitu baik padanya yang sudah demikian jahat. Untuk pertama kali dalam pernikahannya dengan Kyuhyun, ia menangis sekencang ini di pelukan suaminya.

Setengah jam, dan tangisan Victoria sudah mereda. Tetapi Kyuhyun masih sabar memeluk dan menenangkannya. Meyakinkan bahwa Sungmin akan baik-baik saja dalam bimbingannya, terus meyakinkan bahwa ia perasaan sayangnya pada Sungmin tidak perlu diragukan lagi. Victoria tersenyum dalam sisa isakannya, bagaimana bisa ia mencurigai Kyuhyun melakukan yang tidak-tidak kepada Sungmin, di saat Kyuhyun membantunya membesarkan Sungmin dengan tulus?

"Apa kau sudah baik-baik saja?" tanya Kyuhyun di atas kepala Victoria.

Kyuhyun merasakan kepala Victoria mengangguk di dadanya.

"Kapan kau berangkat ke Singapura?" tanya Kyuhyun lagi.

"Nanti malam."

"Nanti malam?" Kyuhyun melepas pelukannya dan menatap tajam pada Victoria.

Victoria mengangguk lagi.

"Kau pulang dulu bukan? Setidaknya berpamitan kepada Sungmin?" tanya Kyuhyun dengan curiga.

"Aku akan mengusahakannya jika dokumenku sudah lengkap saat ini juga."

"Vict, akhir-akhir ini kau pergi ke luar negeri tanpa berpamitan kepadanya secara langsung. Sungmin sangat merindukanmu"

"Aku akan berpamitan kepadanya nanti."

"Sungmin pasti merindukanmu, jujur saja kau terlihat begitu menghindari Sungmin akhir-akhir ini. Jangan sampai Sungmin merasakan itu."

Kyuhyun bukannya tidak tahu, meski sudah tidak berinteraksi dengan Sungmin ia masih memperhatikan setiap gerak gerik Sungmin. Setiap bangun tidur, akan berangkat sekolah, pulang sekolah, akan pergi tidur, Kyuhyun tahu Sungmin diam-diam mencari ibunya. Dan Kyuhyun sangat tahu, seringkali Sungmin menyimpan kekecewaannya sendiri. Kyuhyun menatap Victoria dalam-dalam, menebak apa yang mengubahnya sedemikian pesat terhadap Sungmin.

"Aku bertemu dengannya 5 bulan lalu saat aku ke Thailand," kata Victoria seakan tahu apa yang dipikirkan Kyuhyun, sambil sibuk mengambil anggur putih di lemari kacanya.

"Sudah ku duga."

"Itu memukulku begitu keras, hidupku tiba-tiba berbalik sejak bertemu dengannya lagi. Tidak ada yang kami lakukan bahkan kami tidak membicarakan apapun, kamu hanya bertukar pandang dari jauh," Victoria menenggak minumannya hingga habis. Ini seperti mengakui perselingkuhannya sendiri kepada sang suami, kenyataannya tidak ada perselingkuhan sama sekali.

"Aku mengerti, tapi jangan mengorbankan Sungmin begitu lama. Kau tahu, meski ada aku dia juga membutuhkanmu," Kyuhyun mengambil gelas kristal dari tangan Victoria yang sudah terisi dengan minuman beralkohol itu lagi.

"Terima kasih, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat," Victoria beranjak kembali ke meja kerjanya.

Kyuhyun berpamitan setelah itu, ini sudah pukul 8 malam pasti Sungmin sudah pulang. Kyuhyun tidak mau membiarkannya seorang diri di rumah.

.

.

.

Ketika Sungmin telah sampai di depan rumahnya, keinginannya untuk bertemu Kyuhyun dan memeluknya sudah tidak terbendung. Oleh karena itu ia terburu-buru berlari, membuka pintu, tidak menyadari lampu-lampu di rumahnya yang tidak menyala. Sungmin berlari menuju kamar Kyuhyun, tetapi ia tidak menemukan siapa-siapa di sana. Sungmin kecewa. Tetapi ia akan menunggu Kyuhyun, maka ia berjalan menuju sisi ranjang yang biasa Kyuhyun tempati, dan berbaring di atas bantal yang biasa Kyuhyun tiduri. Sungmin menghirup dalam-dalam aroma Kyuhyun dari sana, memuaskan dahaganya atas kehangatan Kyuhyun ia memeluk bantal itu erat-erat. Hingga tanpa sadar tertidur dengan nyaman, sudah lama ia tidak jatuh tertidur semudah ini dan ini karena aroma Kyuhyun.

Kyuhyun yang baru tiba di halaman rumahnya segera memakirkan mobilnya sembarangan. Mendapati keadaan halaman dan rumahnya yang gelap membuat perasaannya tidak enak.

"Apakah Sungmin belum pulang?" bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Setelah memastikan mobilnya terkunci dengan aman meski dengan posisi yang tidak tepat pada biasanya, ia berlari memasuki rumah dan langsung menuju lantai dua, kamar Sungmin. Tetapi ketika Kyuhyun membuka pintu kamar Sungmin, ia tidak menemukan siapa-siapa di sana. Gelap dan dingin. Kyuhyun menyalakan lampunya, mencari petunjuk apa Sungmin sudah pulang kemudian pergi lagi, atau sama sekali belum pulang. Tetapi lagi-lagi Kyuhyun tidak menemukan petunjuk apa-apa, artinya Sungmin belum pulang semalam ini.

Kyuhyun sudah akan berlari ke lantai bawah, akan mencari Sungmin. Ini sudah hampir pukul 9 malam, dan Sungmin tidak pernah pulang semalam ini. Tetapi ia ingat Sungmin tidak akan senang jika Kyuhyun menyeretnya pulang, itu akan membuatnya semakin dibenci oleh Sungmin. Tetapi ini sudah larut, dan ia mengkhawatirkan Sungmin setengah mati. Sesaat Kyuhyun merasa kebingungan. Hingga ia perlu mandi untuk mendinginkan kepalanya. Maka bergegas ia memasuki kamarnya.

Ketika pintu kamarnya terbuka, cahaya terang menyambutnya. Seingatnya ia sudah pergi dari rumah sejak siang, dan ia tidak menyalakan lampu kamarnya. Tetapi ketika ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar, ia mendapati sesosok tubuh gadis remaja kesayangannya sedang terbaring di tempat tidurnya dengan memeluk bantalnya. Kyuhyun yang sejak tadi diliputi ketegangan dan adrenalin yang naik karena tidak menemukan Sungmin di kamarnya, mendadak merasa seperti disiram air es. Dingin dari ubun-ubun hingga ujung kakinya, ketenangan luar biasa seketika meliputinya. Terlepas dari Sungmin yang sudah aman di dalam kamarnya, melihat Sungmin tertidur dengan begitu damai memeluk bantal yang pasti penuh akan aromanya, membuat hati Kyuhyun berbunga-bunga.

"Apa yang kau lakukan disini?" lirih Kyuhyun yang pasti hanya bisa didengarkan olehnya sendiri.

Ia berjalan mendekat, merapikan rambut Sungmin, menatap sekujur tubuh anak itu. Ia berjongkok di sisi ranjang, melepas sepatu Sungmin, melepas bando di kepalanya, dan menaikkan selimutnya hingga menutupi tubuh Sungmin. Kyuhyun tidak membenarkan posisi tidur Sungmin yang meringkuk memeluk bantalnya, takut mengusiknya. Meskipun ini pertanda baik, tetapi Kyuhyun tidak tahu apakah setelah terbangun Sungmin akan tetap sebagai Sungmin yang membencinya ataukah memeluknya dengan penuh kerinduan. Kyuhyun tidak mau mengambil resiko yang pertama, jadi ia membiarkan Sungmin tertidur dengan posisinya tanpa terusik.

"Kau membuatku khawatir, kemana saja seharian ini?" Kyuhyun mulai bermonolog seakan mengajak Sungmin mengobrol. Tersenyum menatap wajah damai Sungmin.

.

.

.

Victoria sedang membereskan dokumen-dokumen yang harus dia bawa ke perjalanan bisnisnya kali ini. Pesawatnya akan lepas landas pukul 11 malam ini, maka ia harus cepat-cepat ke bandara. Setelah semua rapi, Victoria mengambil tas kerjanya mengecek apakah ada lagi yang kurang. Victoria mengaduk-aduk isi tasnya, bahkan menumpahkan isinya. Tetapi tetap yang dicarinya tidak ia temukan, paspor dan visanya tertinggal di rumah. Bodoh sekali, ia berganti tas tadi pagi dan pasti paspornya ada di tas lama karena kemana-mana ia membawa dua benda itu bersama dokumen-dokumen kependudukannya yang lain. Terpaksa ia harus pulang, setidaknya dia bisa melihat Sungmin terlebih dahulu.

Maka Victoria segera keluar ruang kerjanya, turun dengan lift menuju tempat parkir mobilnya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, ia harus mengejar penerbangannya selain itu jalan raya juga dalam keadaan sepi. Victoria tersenyum ketika bayangan Sungmin melintas, ia bertekad setelah proyek ini selesai ia akan mencurahkan seluruh waktunya untuk Sungmin. Kalau perlu ia akan mengambil cuti. Tidak adil untuk Sungmin yang tidak tahu apa-apa, jika Victoria terus menghindarinya karena bayangan mantan suaminya yang semakin sering muncul. Bagaimanapun ia juga merindukan waktunya dengan Sungmin, gadisnya yang tumbuh remaja sudah tidak pernah bermanja-manja padanya lagi. Baiklah, ketinggalan paspor dan visa sepertinya bukan hal yang buruk, karena setidaknya ia akan bisa mencium Sungmin nanti.

.

.

.

"Kau mengapa tidak mau berbicara lagi denganku?" Kyuhyun masih saja mengajak berbicara Sungmin yang masih terlelap, sementara tangannya terus membelai rambut Sungmin.

"Aku merindukanmu, meski kau jarang berbicara banyak tetapi aku merindukan kau berbicara padaku. Apakah setiap anak perempuan yang tumbuh remaja dan memiliki pacar akan menjauhi ayahnya? Tapi aku bukan ayahmu, kau ingat kan? Jangan pernah menganggapku sebagai ayahmu, karena nanti kau akan menjadi kekasihku."

Kyuhyun menumpukan dagunya di tumpukan lengannya, menyamankan posisinya dan terus berbicara kepada Sungmin.

"Apa yang dilakukan anak kecil itu saat bersamamu? Apakah ia menggandeng tanganmu? Ah iya aku sering melihatnya dan itu membuatku sakit," Kyuhyun menggenggam jemari Sungmin yang terkepal. Memisahkan kepalan jarinya satu persatu kemudian memasukkannya ke cela jarinya, membuat mereka bergenggaman tangan sekarang.

"Apakah dia memelukmu? Kau lebih suka pelukannya atau pelukanku? Kau tidak merindukan pelukanku ya?"

Kyuhyun dapat merasakan napas teratur Sungmin di wajahnya yang memang berjarak dekat.

.

.

.

Victoria terus mengendarai mobilnya dengan kencang, satu tikungan lagi dan rumahnya akan terlihat. Ketika ia telah memasuki komplek rumahnya, ia memelankan laju kendaraannya. Komplek sudah demikian sepi, bahkan ini masih pukul 9 lebih. Sepanjang jalan Victoria juga hanya merasakan kesepian, kemana semua orang? Tiba-tiba ia merasa hari semakin suram dan hatinya diliputi perasaan tidak nyaman.

Mungkin bertemu Sungmin akan mengembalikan suasana hatinya. Meskipun ia tertidur, Victoria toh masih bisa memeluk dan menciumnya nanti. Victoria semakin tidak sabar berjumpa dengan anaknya, maka ia menaikkan lagi kecepatannya hingga pagar rumahnya terlihat. Ia memelankan laju roda mobilnya dan berdiri tepat di luar pagar. Ia tidak akan memakirkan mobilnya di halaman, karena ia masuk hanya sebentar. Hanya untuk mengambil paspor dan visanya, kemudian sedikit berpamitan kepada Sungmin. Karena ia harus segera pergi ke Singapura dengan penerbangan terakhir. Victoria mendapati rumahnya gelap, bahkan lampu halaman pun tidak dinyalakan.

"Kenapa Kyuhyun tidak menyalakan lampunya?"

.

.

.

"Apa anak kecil itu menciummu? Dimana? Di pipi?" Kyuhyun terus saja berbicara dengan Sungmin, seakan ada interaksi dua jalur.

"Seperti ini?"

Kyuhyun mencium kedua pipi Sungmin dengan lembut. Aroma anak ini masih saja seharum aroma kecilnya, membuat Kyuhyun betah lama-lama menghirupnya.

"Hanya di pipi? Apa ia mencium dahimu? Seperti ini?"

Kini Kyuhyun mencium kening dengan penuh perasaan, seakan itu adalah kristal yang demikian berharganya. Ia memejamkan matanya ketika merasakan bibirnya mengecup dahi Sungmin yang entah mengapa juga bisa selembut ini.

.

.

.

Ketika Victoria memasuki rumahnya, ini lebih gelap dari luar. Victoria menyalakan saklar lampu, dan mengerjap berkali-kali ketika cahaya terang mendadak menyerang matanya. Rumahnya dalam keadaan sepi, padahal jika ada di rumah Kyuhyun tidak pernah tidur pada jam 9. Ini terlalu sore. Victoria berjalan ke arah tangga, dan ternyata ia menemukan paspornya tergeletak di lemari kaca di ruang tamu. Victoria teringat, ia sudah mengeluarkan paspor dan visanya dari tas lamanya, tetapi sepertinya ia lupa membawanya ketika sedang sibuk bersiap pergi ke kantor tadi pagi. Ia memasukkan kedua dokumen itu ke dalam tasnya, kemudian melanjutkan menaiki tangga rumah menuju kamar anaknya. Tetapi rupanya Victoria tidak bisa menemukan Sungmin di kamarnya.

.

.

.

"Aku harap anak itu hanya menciummu sebatas ini. ia tidak mungkin berani melakukan lebih dari ini kepadamu bukan? Kalau iya, aku mungkin tidak akan bisa menahan diriku untuk menghajarnya. Karena kau milikku, maka tidak ada yang boleh menyentuhmu."

Kyuhyun menyentuhkan ujung telunjuknya di bibir Sungmin yang sedikit terbuka. Terasa hangat oleh napas Sungmin di sana.

"Dia tidak menyentuhmu disini bukan?" bisik Kyuhyun sambil terus membelai bibir Sungmin.

Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya, menghirup dalam-dalam napas Sungmin. Matanya menatap bibir itu dalam-dalam.

"Aku sudah menjagamu bertahun-tahun, menahan diriku sebaik mungkin. Jika aku menyentuhmu sekarang, apakah boleh? Aku hanya tidak ingin kau tersentuh oleh yang lain," jemari Kyuhyun beralih mengelus pipi Sungmin.

Sedikit terusik Sungmin mengubah posisinya, menengadahkan kepalanya dan mulutnya semakin membuka. Seperti sudah kehendaknya membuka dirinya untuk Kyuhyun. Dan Kyuhyun pun menangkap maksudnya seperti itu. Maka ia berdiri dengan lututnya, menunduk mendekatkan wajahnya dengan wajah Sungmin. Mengitung sekon demi sekon sampai kedua bibir itu bersentuhan.

Kyuhyun memejamkan matanya ketika bibirnya menempel pada bibir Sungmin. Merasakan sensasi lembut dan manisnya bagai permen kapas dari surga yang turun ke bumi. Hanya bersentuhan dan jantungnya sudah hampir melompat dari tempatnya. Kyuhyun merasakan hangat napas Sungmin di mulutnya, dengan lembut ia mengeluarkan lidahnya menjilat setiap sisi bibir Sungmin, membasahinya dengan sempurna. Menyentuh gigi Sungmin, yang membuatnya gemas ketika tersenyum, dengan lidahnya. Hasratnya semakin mendamba, maka ia menyesap bibir bawah Sungmin. Semakin melesakkan hidungnya di permukaan pipi Sungmin. Jemarinya mengelus pundak Sungmin dengan penuh rasa.

Kyuhyun merasa sesak didadanya, bukan karena kesusahan bernapas, tapi ia tidak mampu menampung perasaan nyamannya. Melumat bibir bawah Sungmin, menyesapnya dengan perasaan. Merasainya tidak luput sesenti pun. Kemudian beralih menyesap bibir atas, dan tanpa diduga Sungmin membalas melumat bibir bawahnya. Kyuhyun terkejut luar biasa, buru-buru melepaskan tautan bibir mereka. Kemudian mengamati wajah Sungmin yang masih terlelap. Bibir bawahnya merah membengkak. Tapi dia tidak terbangun.

"Ughh…" Sungmin melenguh seperti menyuarakan protesnya.

Kyuhyun tersenyum dalam diam, mengerti bahwa Sungmin membalas ciumannya di alam bawah sadarnya. Maka ia mencium pipi Sungmin dengan gemas. Kemudian terpaku menatap bibir Sungmin yang mengkilap dan membengkak. Menarik napas dalam-dalam, Kyuhyun melumat lagi bibir bawah Sungmin. Dan langsung disambut oleh lumatan Sungmin. Ciuman mereka berjalan dua arah, saling membalas, dengan menikmati kelembutan bibir masing-masing. Kyuhyun merasa ia seperti mabuk oleh wine termahal di dunia. Bunyi decakan kedua bibir itu terdengar kencang di penjuru kamar yang sunyi.

Lidah Kyuhyun menyentuh lidah Sungmin, mengajaknya terbangun dan bermain di dalam hangat kedua mulut mereka. Terus menggelitik indra lidah Sungmin, hingga ia bisa menggeliat dan berkelit saling mendorong dengan lidah Kyuhyun. Kyuhyun memegang kedua sisi kepala Sungmin, semakin mengeratkan ciuman mereka seperti tidak ada hari esok. Meski Sungmin membalas ciumannya dalam keadaan tidak sadar, tapi itu membuat Kyuhyun panas juga. Saat merasa Sungmin sudah tersengal, ia melepas ciumannya. Membersihkan basah di dagu Sungmin dengan ibu jarinya. Mengecup ujung hidungnya lembut. Memandangnya dengan sayang dan tenggelam dalam wajah damai Sungmin.

"Astaga!"

Sampai Kyuhyun terusik oleh pekikan di pintu kamarnya. Sontak Kyuhyun menoleh dan terkejut mendapati Victoria yang berdiri dengan muka pucat di depan pintu. Matanya membelalak tidak percaya, bibirnya yang terbuka ditutupi oleh telapak tangannya. Seperti menahan kekagetan luar biasa.

Sejak kapan Victoria berdiri disitu?

Kyuhyun sudah akan mengejar Victoria ketika istrinya itu berbalik dan berlari menuruni tangga. Kyuhyun mengejarnya. Dan ketika ia telah sampai di pintu masuk rumahnya, Victoria sudah menghidupkan mesin mobilnya. Kyuhyun tetap mengejar, tetapi Victoria sudah menjalankan kendaraanya. Meninggalkan suara decit ban dengan aspal ketika memutar arah dengan kencang. Kemudian menginjak pedal gasnya dalam-dalam.

"Vict!" Kyuhyun meneriakinya, tetapi tentu saja tidak didengar Victoria yang sudah melaju berbelas-belas meter darinya.

"Apa yang sudah aku lakukan?"


T B C


Muahahahah…maaf ya saya nistakan dengan TBC pas adrenalin lagi naik-naiknya. Eh naik nggak sih? Ya udahlah emang harus berhenti disini. Terus terus terus kalo udah ketahuan bakal gimana? Yaa liat aja chapter depan, jangan minta bocoran lagi di mention ya, apa yang akan terjadi di chapter-chapter selanjutnya biar jadi misteri aja. Dan meskipun Victoria udah tau, konfliknya bukan antara Kyuhyun-Victoria kok. Terus apa dong? Ya udah liat aja nanti, yang sabar.

Di chapter kemarin, saya minta maaf ya ada typo yang super fatal. Masa ORANGTUA Kyuhyun jadi ORANGUTAN Kyuhyun? Maaf ya, nggak maksud bikin Kyuhyun jadi anak orangutan sumpah. Udah disiksa di chapter kemaren, nggak dikasih honor, dikatain anak orangutan pula. Ada yang bilang pas baca nggak jadi sedih gara-gara orangutan ya udah siiiihhhh

Dan kenapa Sungmin bisa semarah itu hanya karena Kyuhyun dan ibunya ciuman? Pada dasarnya Sungmin adalah anak yang tertutup, bisa disebut pertumbuhan emosinya nggak sempurna lah ya. dan ketika ada orang yang menawarkan kasih sayang sama dia, menjanjikan segala macam, dia akan pegang janji itu erat-erat. Jadi sekali janji yang dia pegang itu diingkari, balik lagi, naluri defensifnya bakal muncul lagi. Jadilah makin tertutup, marah buat ngelindungi dirinya sendiri. masih ada hubungannya sama psikologi anak korban broken home ya.

Ini updatenya molor ya? Maaf lagi, malam pas saya publish chapter 9 anak saya sakit. Semoga bukan gara-gara kualat sama Kyuhyun. Dan mohon doa buat Aishah ya, biar demamnya nggak naik turun, serem DBD. Ngomong-ngomong kok jadi curhatan ala emak-emak gini? Ya udah pokoknya doain kaki Sungmin, pahanya, buttnya dan punggungnya baik-baik aja abis jatoh. Itu meski Kyuhyun kayak khawatirin stagenya, sebenarnya kalo kenal Kyuhyun pasti taulah ekspresinya kayak apa.

Masih ada yang nanya akun twitter saya ya, akun saya tigarini. Search aja dan jangan lupa dimention kalo mau ngobrol. Cuma karena saya pekerja dan ibu rumah tangga kadang balesnya kayak siput, jadi maaf ya.

BIG THANKS TO

Stalkyumin/ Zen Liu (saya nggak tau bahasa keren itu gimana, tapi makasih ya)/ babychoi137/ ChoKyunnie (twitternya tigarini)/ Rilianda Abelira (kalo Kyu dan Vic nggak nikah saya nggak bisa nerusin FF ini dong hehe)/ Lilin Sarang Kyumin (reaksi Vic dilompatin ya, langsung aja setahun kemudian)/ gwansim84/ Mingriew chan/ princesssparkyu/ cloudswan/ kyuminjoy/ Lee Sanghyun (sayangnya aku nggak bikin khuntoria, chap depan lah ketauan Victoria bakal gimana. Salam buat ponakan hehe)/ abilhikmah/ BunnyEvilKim/ KyuMin Air 137 (makasih ya koreksinya, pasti aku inget buat penulisan berikutnya)/ Lady Ze/ bunyming/ park ji hyun/ kyuminlov3r/ paprikapumkin/ Minnie kyumin/ NurLarasati13 (akun twitternya tigarini yaa)/ arianyferyna/ danirahmadania (tigarini, nanti mention aja ya biar tau)/ nananhf/ heldamagnae/ bebek (nggak ada yang salah, yang salah cuma yang bikin FF kan?)/ SJFar/ Gyumina/ Beautiful Garnet (sebenarnya Sungmin emang udah punya pendirian sendiri sejak ia kecil, karena emang dia terbiasa sendiri)/ chaerasin (makasih review di setiap chapternya)/ Rinyeol (makasih kritiknya ya, semoga nanti ngerti kenapa saya ngurangin kyumin momentnya, dan chang-ming moment cm buat pendukung cerita kok biar story linenya kuat dan logis)/ Cho Kyuri Mappanyukki/ cho hyo woon (masih panjang, dan jangan bosen ya)/ Love Kyumin 137/ myblacksmile137 (itu typonya nggak pake dicapslock dong, kena virus honeydewname ya?)/ farla23/ myeolchikyu (panggil kakak aja gimana? Perasaan Sungmin ke Changmin ya, udah keliatan nggak disini kyk gimananya?)/

Miyoori 29 (mending yang bikin FF deh yang dikasih kacang garuda)/ KimHyeoRin (belom tau nih berapa chapter, soalnya draftnya aja suka molor, meleset terus)/ arisatae (kalo ada haemin berarti hyukmin berantem dong? Jadi saya nggak mau bikin itu, maaf ya mungkin nanti di judul lain)/ TiffTiffanyLee (semuanya seimbang tersakitinya)/ kimpichi. Adjah/ grace. Grace. 9026/ KyuMin EvilAegyo/ IamQueenzy (ini kok banyak hakhaknya kamu member cherrybelle ya?)/ Park Heeni/ Kyumin Town/ Park Min Rin (sampe sini saya bingung siapa lagi yang harus dikasihani)/ dewi. K. tubagus/ Ristinok137 (tebak lagi dong chap depan bakal gimana hehe)/ nova137/ BlackXX/CUTEVILPINKISS/Minhyunni1318/ ovie ovi/ KimRyeona19/ onlykyumin. 137/ Audrey mussaena/ intankyuhyunelf/ bunnyblack. FLK. 136/ Erika Cho (semoga aja nggak kayak sinetron tukang bubur yang tukang buburnya ilang ya)/ keyla HB malik/ Luvori19 (ohh saya belum masukin dia ke fandom tuh haha tapi dia apal lah sama Super Junior dan Sungmin. Apal mana lagunya Super Junior mana bukan, nggak asal kpop)/ ISungyi/ heppynez/ phia89/ Reva KyuMinElf II/ ShinJiWoo920202/ / Hyugi Lee/ Yoldaspa/ Cho MeiHwa/ nugu (kamu beneran bikin twitter bukan karena aku kan hahaha aku terharu)/ kyumin joyer

Evilpumpkin/ Anissa Lee13 (ahh iya donghae kapan keluar ya?)/ freychullie/ ahel/ sunrise137 (iya rencananya sampe mereka punya anak cm nggak tau berapa chapter)/ Guest/ kanaya/ hyukmyboo (aduhh jangan bingung dong)/ zaAra evil kyu/ keykyu (belum tau chapter endingnya)/ cho min cho/ aku/ cuttianisa (Vict udah tau tuh)/ kyumin kyumin/ hamsming (terlanjur victnya udah tau gimana dong?)/ parkhyun/ indi2907/ banana joyer/ kyuqie/ IamELFandJOYer (aku tidak akan jawab tebakan kamu sampe chap depan)/ Chikyumin/ kyuminpu/ pumpkinmiiin (tolong dia jahat sama Kyu padahal aku sayang loh sama Kyu, km jangan peluk-peluk aishah deh udah bully ibunya sih)/ Monnom/ Andrea brittania Fleischer (boleh dong panggil eonnie)/ Hyeri (bunuh dirinya kenapa dangdut banget sih pake pisau roti?)/ Guest/ Saeko Hichoru (Ming nambah umur kok perchapternya, cm nanti ada dia stuck di umur tertentu juga)/ nuralrasyid/ coffeewie137/ L Kyu (Eunhae ya? kayaknya mau bikin side storynya aja, nggak bisa bikin eunhae pas fokus sama kyumin dong)/ TsubakiMing (hahahah jangan gitu dong OSTnya, serem tauk)/ sky/ Tia/

Dianachi137/ Yhana Kafer Girl's/ thiafumings/ Adekyumin joyer/ Cho Minyu/ jeskyu (Kyuhyun nggak sakit jiwa kok, biasa o mom suka posesif emang)/ MyPumpkinLABU (Hah emang ada isu penghapusan FF ya?)/ seorara 18/ fariny/ myangelKYUMIN/ Choi Lee/ Ciachuyoo (makasih ya, nanti segala sesuatu yang terjadi sama Kyumin di FF ini saya buat demi ending yang manis kok)/

Saya bales reviewnya random loh, jadi kalo ada yang nggak saya bales jangan ngambek ya, bikinnya sambil kerja soalnya hehe

SAMPAI JUMPA

DAN

TERIMA KASIH