Title : Pregxperiment

Pair : SiChul, KyuMin, EunHae

Length : 10/10

Author's Note : Chapter terakhir ! Nggak sadar ternyata uda sampai chapter terakhir. Sebelumnya author mau sampaiin terima kasih buat semua readers, baik yang tinggalin review-nya rajin, yang review-nya kadang-kadang, atau yang nggak tinggalin review sama sekali. Terima kasih udah kasih saran buat author selama di fic ini. Maklum ini fic pertama author, jadi masih banyak yang kurang pas biarpun author seneng banget baca fic juga. Jangan lupa baca fic author lainnya yaaa :)

-Happy Reading-

.

Chapter 10-End

.


.

"Ini, minum dulu" ucap Siwon sambil memberikan segelas air putih pada Heechul yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur. Kini mereka berdua sudah berada di salah satu kamar VIP S.I.O.H yang dipesan khusus oleh Siwon. Sebenarnya sejak tadi malam Siwon sudah membawa Heechul ke S.I.O.H karena Heechul mengeluh perutnya mulai terasa sakit meskipun masih bisa ia tahan, namun karena terlalu panik Siwon langsung membawa Heechul ke Rumah Sakit ini. Kamar VIP pun sudah dipesan Siwon dari jauh-jauh hari, agar kapanpun mereka datang kamar VIP sudah dikosongkan.

"Masih sakit?" tanya Siwon khawatir. Heechul hanya tersenyum kecil menenangkan Siwon kemudian menggelengkan kepalanya.

"Tidak lagi. Lagipula memang seharusnya kita belum kesini dulu, Kyuhyun juga bilang kan masih butuh beberapa lama sampai waktu melahirkan tiba" ujar Heechul seraya meraih jemari Siwon yang saling bertaut. Heechul meletakkan tangan Siwon di atas perut buncitnya yang tidak tertutup apapun, hanya ada alat pendeteksi kontraksi yang ditempelkan di perutnya. Kemeja putih besar yang dipakai Heechul hanya dikancingkan sampai menutupi dadanya saja.

"Coba rasakan, sudah tidak sekencang tadi, kan?" ucap Heechul sembari membawa tangan Siwon untuk mengelus permukaan perut buncitnya sampai bagian bawah perut yang sebelumnya terasa mengejang ketika ia mendapatkan kontraksi kecil.

"Kau benar. Babies, baik-baik di dalam perut Mommy sampai waktu melahirkan tiba, eoh. Sebentar lagi kalian akan bertemu Daddy dan Mommy, juga para Ahjussi kalian yang begitu baik" ucap Siwon kepada kedua bayi yang masih bersemayam di dalam perut kekasihnya.

Siwon kembali memperhatikan layar kecil pada alat pendeteksi kontraksi yang menunjukkan garis horizontal yang menandakan bahwa kandungan Heechul masih dalam keadaan normal. Karena jika saat terjadi kontraksi, garis tersebut akan berubah menjadi zig-zag tidak beraturan.

Siwon kembali mengelus perut buncit Heechul hingga ke bagian bawah perut yang terasa lebih keras. Tangannya berhenti mengelus, berganti sedikit menekan bagian tersebut dan memandang Heechul dengan pandangan bertanya.

"Ah, itu kepala baby-nya. Posisinya sudah di bawah karena semakin dekat waktu melahirkan, baby-nya akan mencari jalur lahir. Tapi aku baru merasa satu bayi yang memutar ke bawah, bayi satunya lagi terkadang masih suka mencari jalan" terang Heechul ketika mendapatkan pandangan bertanya dari Siwon.

"Apa tidak masalah? Bukankah seharusnya kedua kepala bayi sudah berada di bawah?" tanya Siwon kembali diliputi kekhawatiran.

"Tenanglah. Tadi aku sudah bertanya pada Kyuhyun dan dia bilang tidak masalah. Masih ada banyak waktu sampai melahirkan, selama itu bayi akan terus mengubah posisinya" jelas Heechul.

"Annyeong" sapa Kyuhyun yang datang ke ruangan Heechul bersama dengan Sungmin.

"Annyeong Kyuhyun-ah, Sungmin-ah" sapa Siwon dan Heechul bersamaan. Siwon berdiri kemudian menarik selimut lalu menutupi kaki sampai perut buncit Heechul.

"Bagaimana keadaanmu, hyung?" tanya Sungmin lebih dulu. Namja manis itu bahkan sudah duduk di kursi yang tadi ditempati Siwon.

"Aku baik-baik saja. Babies-nya masih tenang di dalam sini" ujar Heechul sambil mengelus-elus perutnya yang tertutup selimut.

"Kyuhyun bilang kau sudah mengalami kontraksi, kupikir akan segera melahirkan" ucap Sungmin bingung.

"Belum Sungmin-ah, hanya kontraksi ringan. Masih butuh satu atau dua hari lagi sampai waktunya melahirkan" ujar Heechul.

"Hyung, kau harus sering berjalan supaya posisi kedua bayimu semakin turun. Tidak perlu berjalan jauh, di kamar ini juga sudah cukup. Yang penting ada gerakan yang membuat posisi kedua bayimu lebih turun, jadi akan mempermudah saat melahirkan nanti" pesan Kyuhyun.

"Arraseo, Kyuhyun-ah. Aku mengerti"

"Satu lagi. Karena sudah mendekati waktu kelahiran, jalur lahirmu akan semakin melebar. Dalam waktu satu atau dua hari ini jalur lahir itu akan terus terbuka secara perlahan. Kuperkirakan lubangnya akan terbuka sampai sekitar 10 centi. Tapi karena ini kehamilan kembar, tekanan dari bayi pasti lebih besar dan akan membuat lubang tersebut terbuka lebih lebar. Setiap kali bayi menekan ke bawah, jalur lahirnya akan semakin melebar dan kau akan mengalami kontraksi di saat yang bersamaan. Usahakan jangan mendorong setiap kontraksi terasa, tahan saja sebisa mungkin. Sampai air ketuban sudah pecah, proses melahirkan baru bisa dimulai" jelas Kyuhyun panjang.

Kyuhyun terdiam sejenak memandang wajah Heechul dan Siwon bergantian, kemudian wajah tampannya berubah menjadi lebih serius.

"Kalau jalur lahirmu terbuka lebih dari 10 centi, mungkin kau akan merasa tidak nyaman. Posisi bayi akan terus turun mendekati jalur lahir, dan akan sangat mudah keluar jika kau mengejan. Tapi kau tidak boleh mengejan begitu saja. Semuanya harus dilakukan dengan sangat hati-hati" lanjut Kyuhyun.

"Apa yang terjadi jika bayinya keluar sebelum waktunya?" tanya Siwon penasaran.

Kyuhyun tidak langsung menjawab, ia memandang wajah Siwon sementara kedua tangannya meremas pundak kekasihnya.

"Mungkin kesehatan bayi kalian akan terganggu. Atau lebih buruknya…" ucap Kyuhyun menggantung. Ia memandang Siwon dan Heechul bergantian kemudian memberi isyarat dengan menggelengkan kepalanya pelan.

Seakan mengerti, Siwon dan Heechul bersama-sama menghela napas kasar. Heechul menutup kedua matanya, sementara tangannya terus mengelus perutnya, seakan berkomunikasi dengan kedua bayinya.

"Hyung, aku tidak bermaksud menakutimu atau membuatmu tertekan. Aku hanya ingin memberitahumu keadaan yang sebenarnya. Kau harus tetap tenang sampai melahirkan nanti, kau harus tetap semangat" ucap Kyuhyun sembari meremas tangan Heechul, memberikan namja cantik yang sudah seperti hyung-nya sendiri itu kekuatan. Heechul membuka matanya perlahan kemudian tersenyum tipis.

"Kau tenang saja, aku berjanji kedua keponakanmu ini akan lahir dengan keadaan yang sangat sehat dan menggemaskan" ujar Heechul.

"Arraseo. Kalau begitu aku keluar dulu. Jika ada apa-apa segera hubungi ruanganku. Kajja, Minnie-ya"

"Bye-bye Hyung" ucap Sungmin.

Kyuhyun menarik tangan Sungmin pelan kemudian keluar dari ruangan VIP tersebut, meninggalkan sepasang kekasih yang akan segera menjadi orang tua itu.

.


.

Pintu kamar rawat bernomor 1015 itu bergeser dengan sendirinya ketika seorang pria berdiri di depannya. Pria itu, Donghae, berjalan memasuki kamar rawat yang telah ditempati mantan kekasihnya sekitar dua minggu ini. Donghae berjalan mendekati Eunhyuk yang tengah duduk bersandar di atas tempat tidur, matanya menatap kosong pada langit biru yang terbingkai jendela di sampingnya.

"Eunhyuk-ah" sapa Donghae setelah ia duduk di kursi di samping tempat tidur Eunhyuk. Eunhyuk memutar kepalanya menghadap Donghae, senyum lembut yang begitu dirindukan Donghae terpampang jelas pada wajah tirusnya.

"Kau datang?" ucap Eunhyuk pelan.

"Eung. Kau sudah makan?" tanya Donghae sambil menggenggam satu tangan Eunhyuk yang terasa lebih kurus dari sebelumnya.

"Sudah. Tadi perawat Im datang kemari. Kau sendiri? Kenapa malah datang kemari? Bukannya berada di ruanganmu" tanya Eunhyuk. Tangannya masih berada dalam genggaman lembut Donghae, keduanya sama-sama saling merindukan satu sama lain namun ego mereka terlalu tinggi untuk menyatakannya.

"Hari ini tidak terlalu sibuk. Semua sedang menanti kelahiran kedua bayi Siwon dan Heechul hyung. Kata Kyuhyun, Heechul hyung akan segera melahirkan, mungkin malam ini atau besok. Pasti kedua bayinya lucu sekali" ujar Donghae sambil tersenyum cerah. Terlihat sekali bahwa namja ikan itu begitu menyukai anak kecil dan tentu saja hal tersebut membuat Eunhyuk merasa begitu sakit. Hal tersebut mengingatkan Eunhyuk pada pertengkaran mereka yang membuat hubungan mereka hancur berantakan.

Eunhyuk menarik tangannya dari genggaman tangan Donghae, membuat Donghae terkesiap dan memandang Eunhyuk penuh tanya. Eunhyuk mengubah posisi duduknya menjadi menghadap Donghae, wajahnya memandang Donghae dengan serius.

"Donghae-ya, bagaimana kalau aku melakukan penanaman rahim itu? Setelah itu kita bisa kembali bersama. Eoh? Bagaimana? Bukankah itu lebih baik? Kau akan mendapatkan anak yang kau inginkan" ujar Eunhyuk yang tentu saja membuat Donghae membelalakan matanya terkejut.

Donghae segera menarik kedua tangan Eunhyuk dan menggenggamnya lembut.

"Hyuk-ah, dengar. Kita sudah pernah membahas hal ini sebelumnya dan jawabanku tetap sama. Lagipula menurutku seperti ini lebih baik. Tidak ada yang tersakiti meskipun kita telah berpisah, setidaknya kita masih bisa menjalin pertemanan" ucap Donghae tenang.

"Tapi Donghae-ya"

"Sudahlah, aku kembali ke atas dulu. Cepatlah sembuh" ujar Donghae seraya bangkit berdiri. Tangannya mengacak lembut rambut Eunhyuk kemudian ia pergi meninggalkan kamar rawat Eunhyuk.

Eunhyuk masih terdiam sepeninggal Donghae, masih teringat jelas ucapan Donghae hari itu saat mereka bertemu pertama kali setelah pertengkaran mereka. Hari itu Donghae menjenguknya setelah dirawat sekitar 3 hari, awalnya ia berpikir Donghae akan memperbaiki hubungan mereka namun ternyata semua diluar perkiraannya.

Flashback

"Eunhyuk-ah, bagaimana bisa penyakit ini kambuh lagi, hm? Apa semua ini karena pertengkaran kita hari itu? Mian, mungkin seharusnya aku tidak memaksakan kehendak seperti ini. Aku tidak akan memaksamu lagi, lagipula hubungan kita memang sudah selesai.

"Mungkin seperti ini lebih baik, kita bisa menjalin persahabatan. Aku yakin kau akan mendapatkan kekasih yang jauh lebih baik dariku, yang dapat mengerti keinginanmu. Aku juga akan mencari seseorang yang dapat memberikan keinginanku, seseorang yang memiliki keinginan yang sama"

Flashback End

Saat itu Eunhyuk bahkan tidak dapat berkata apa-apa, semua terasa begitu cepat. Andai saja ia dapat memutar waktu, mungkin pertengkaran ini tidak akan pernah terjadi. Seandainya saja ia bersedia mengikuti kemauan Donghae, mungkin sekarang mereka masih bersama. Ini memang karena kebodohannya, hanya karena rasa takut menghadapi kesakitan ketika proses tersebut dilakukan. Apa lagi yang harus ditakutkan? Bukankah Donghae begitu mencintai dirinya? Bukankah Donghae begitu menginginkan seorang anak ditengah-tengah mereka? Donghae pasti bersedia menemaninya selama proses menyakitkan itu. Sungguh, semua karena kebodohannya, semua karena pikirannya yang terlalu pendek.

"Mian, Donghae-ya. Aku berjanji, aku akan memberikan seorang anak yang kau inginkan. Aku berjanji" desis Eunhyuk.

.


.

"Bagaimana Kyuhyun-ah?" tanya Siwon setelah Kyuhyun selesai memeriksa kandungan Heechul. Setelah hampir 18 jam berlalu, Kyuhyun kembali ke ruang rawat Heechul dan memeriksa namja hamil itu.

"Sejauh ini semuanya berjalan cukup baik. Kedua bayi juga sudah pada posisi yang tepat, pasti Heechul hyung benar-benar menuruti perkataanku. Kita hanya perlu menunggu sampai waktu melahirkan tiba. Proses pelebaran jalur lahir juga terjadi cukup cepat, sekarang sudah sekitar 8 centi. Pasti kedua bayi kalian sudah tidak sabar untuk melihat dunia, terutama melihat kedua orangtuanya ini" ucap Kyuhyun seraya mengaitkan stetoskop pada lehernya.

"Pastikan keadaanmu tetap stabil sampai waktu melahirkan nanti, hyung. Aku akan kembali ke ruanganku. Jika ada apa-apa, segera hubungi ruanganku" lanjut Kyuhyun. Pemuda itu segera keluar dari ruang VIP tersebut setelah berpamitan pada sepasang kekasih di dalamnya.

"Ada yang kau inginkan?" tanya Siwon saat melihat Heechul terlihat tidak nyaman. Namja cantik itu beberapa kali mencoba bangkit namun tidak berhasil karena bobot perutnya yang begitu besar.

"Bantu aku duduk, berbaring membuatku merasa sesak" pinta Heechul. Siwon segera menyelipkan satu lengannya pada punggung Heechul, kemudian tangan lainnya mengatur posisi bantalan Heechul menjadi undakan tinggi untuk sandaran Heechul.

"Lebih baik?" tanya Siwon setelah Heechul mendapatkan posisi yang nyaman. Heechul memberikan anggukan kecil kemudian mengambil satu tangan Siwon lalu meletakkannya di atas perut buncitnya yang terlihat bergerak.

"Babies-nya bergerak lagi. Sepertinya tidak sabar ingin bermain dengan kita" ujar Heechul sambil menggerakkan tangan Siwon untuk mengusap permukaan perutnya.

Tok! Tok!

Suara pintu yang diketuk menghentikan pembicaraan mereka, seorang perawat masuk dengan membawa senampan besar berisi satu piring dengan berbagai macam buah-buahan yang sudah dipotong-potong kecil.

"Ini kubawakan buah-buahan untukmu, Heechul-ssi" ucap perawat tersebut.

"Aigoo, gomawo perawat Lee" ucap Heechul berterimakasih. Siwon segera mengambil nampan besar itu dan meletakkannya di atas meja.

"Hah, sudah lama sekali rumah sakit ini tidak menangani kasus melahirkan. Ini pertama kalinya setelah bertahun-tahun, dan pertama kalinya kehamilan namja. Semoga bayimu sehat dan proses melahirkan juga berjalan lancar" ujar perawat Lee. Perawat senior itu mengusap perut besar Heechul, seakan memanjatkan doa-doa bagi bayi Heechul.

"Gomawoyo perawat Lee. Beberapa jam lagi kedua bayiku akan lahir, mereka pasti akan berterimakasih pada doa yang kau berikan" ucap Heechul.

"Dua? Kau hamil kembar? Astaga! Pantas saja perutmu besar sekali. 40 tahun bekerja disini, baru hari ini aku bertemu dengan seseorang yang mengandung anak kembar. Ah, kudengar ini merupakan percobaanmu Siwon-ssi?" tanya perawat yang sekitar berumur 60 tahunan itu.

"Aniya, perawat Lee. Kami melakukan ini bersama-sama. Kyuhyun dan Donghae juga ikut dalam percobaan ini" ucap Siwon.

"Kyuhyun? Pemuda tampan itu? Kudengar kekasihnya juga sedang mengandung. Padahal ia masih sangat muda" ujar perawat Lee

"Aigoo, kenapa aku jadi bergosip disini. Kalau begitu aku keluar dulu, sekali lagi semoga persalinanmu lancar, Heechul-ssi" ucap perawat Lee seraya keluar dari ruangan Heechul.

"Kau mau makan buahnya sekarang atau tidak?" tanya Siwon.

"Sepertinya tidak. Aku ingin minum saja" jawab Heechul seraya meraih segelas air putih yang selalu tersedia meja di samping tempat tidurnya. Siwon segera membantu mengambilkan gelas tersebut dan mendekatkannya ke bibir Heechul, membantu Heechul meneguk air putih itu.

"Sudah?" tanya Siwon setelah Heechul menghabiskan setengah air di dalam gelas tersebut. Heechul mengangguk kecil kemudian Siwon kembali meletakkan gelas tersebut di atas meja.

Siwon kembali memperhatikan alat pendeteksi kontraksi yang masih terpasang pada perut Heechul. Layar pada alat tersebut menampilkan garis yang tidak beraturan namun masih dalam skala kecil, sepertinya kontraksi kembali terjadi.

"Gwaenchanha?" tanya Siwon ketika melihat Heechul sudah memejamkan matanya erat, menahan kontraksi yang terjadi meskipun masih kontraksi-kontraksi ringan.

"Siwonnie, bantu aku berdiri" pinta Heechul tiba-tiba ketika kontraksi yang ia rasakan mulai mereda, namun ia yakin beberapa saat kemudian kontraksi yang lebih besar akan terjadi.

"Berdiri? Kau yakin? Bukankah lebih nyaman jika duduk atau berbaring?" tanya Siwon namun ia tetap membantu Heechul bangkit dari tempat tidur dan berdiri dengan benar.

"Tidak, lebih nyaman berdiri. Tapi kau harus memegangiku dengan kencang" ucap Heechul ketika dirinya berhasil berdiri di depan Siwon yang kembali duduk di kursinya.

Heechul berdiri menghadap Siwon dengan perut buncitnya yang tepat berada di depan wajah Siwon. Kedua tangan Siwon memegang lengan Heechul erat, takut jika kekasihnya itu terjatuh saat kontraksi yang lebih besar terjadi.

"Uggghh ssssstttt" desis Heechul ketika akhirnya kontraksi kembali menghantam perut besarnya. Siwon segera berdiri dan memegang erat tubuh Heechul, membiarkan Heechul menyandarkan kepalanya pada dada Siwon sementara tangan kirinya mencengkram erat kaus yang dipakai Siwon, melampiaskan rasa sakit yang ia rasakan. Tangan lainnya mengepal erat menahan kontraksi yang terjadi.

"Arrrgggghhhh sakit sekalii aakkhh" jerit Heechul ketika kontraksinya semakin terasa sakit. Butiran keringat mulai mengalir membasahi tubuh Heechul. Siwon menggunakan satu tangannya untuk mengusap-usap punggung Heechul, sementara tangan lainnya memeluk erat tubuh Heechul yang menyandar pada tubuhnya dari samping.

Sedikit demi sedikit Heechul dapat merasa jalur lahirnya terbuka lebih lebar seiring posisi kedua bayinya yang terus mendorong ke arah bawah, namun ia masih mengingat pesan Kyuhyun untuk tidak mengejan sebelum air ketubannya pecah.

"Hah.. hah.. Wonhh, coba kau periksa sudah selebar apa jalur lahirnya" ucap Heechul setelah kontraksinya mereda.

Siwon segera membantu Heechul untuk kembali berbaring dan membuka kaki Heechul hingga mengangkang, memperlihatkan jalur lahirnya sudah terbuka lebar.

"Sekitar 12 centi, sepertinya ucapan Kyuhyun benar. Apa kau merasa tidak nyaman?" tanya Siwon setelah selesai memeriksa lubang Heechul.

Siwon kembali membantu Heechul untuk berdiri karena namja cantik itu merasa tidak nyaman untuk berbaring ataupun duduk.

"Bayinya terasa bisa keluar kapan saja. Benar-benar terasa dekat dengan jalur lahirnya. Sedikit membuatku tidak nyaman" ucap Heechul sambil mengelus perut besarnya yang terlihat menurun. Mungkin karena posisi kedua bayinya sudah sangat berada di area bawah.

"Apa perlu kupanggilkan Kyuhyun untuk memeriksamu?" tanya Siwon khawatir. Pria tampan itu mengusap-usap lengan Heechul.

"Tidak perlu. Aku masih bisa menahannya" ujar Heechul menenangkan Siwon.

"Dear, mian, aku tidak bisa membantumu meredakan rasa tidak nyaman itu. Seandainya bisa, aku pasti sudah melakukan sesuatu untukmu" ucap Siwon.

"Tidak perlu merasa tidak enak seperti itu. Kau menemaniku sudah cukup membantu" sahut Heechul dengan senyum cantiknya.

"Duduklah" perintah Siwon seraya bangkit dari kursi yang ia tempati dan menyuruh Heechul untuk duduk disana. Heechul segera menuruti perintah Siwon meskipun beberapa saat lalu ia merasa sangat tidak nyaman untuk duduk di tempat tidur.

Heechul duduk dengan nyaman, kedua tangannya menangkup perut besarnya seakan menyangga kedua bayinya itu.

"Ada yang kau perlukan?" tanya Siwon seraya berlutut di depan Heechul, Siwon berusaha membuat Heechul merasa nyaman dengan perlakuannya.

"Eobseo" jawab Heechul singkat sambil menggelengkan kepalanya. Keduanya saling melempar senyum kemudian Siwon mendekati bibir Heechul dan mengecupnya lembut, lalu turun ke perut besar Heechul dan kembali melayangkan kecupan lembut untuk kedua bayi mereka.

.

.

.

.

Sekitar pukul 3 dini hari, Heechul terbangun dari tidurnya ketika ia merasa ada yang aneh dengan perutnya. Heechul memalingkan wajahnya kesamping dan melihat Siwon tertidur dengan pinggiran tempat tidur sebagai tempat menyangga kepalanya.

Heechul tersenyum kecil kemudian berusaha untuk mengubah posisinya menjadi duduk bersandar. Sengaja tidak meminta bantuan Siwon karena pasti kekasihnya itu sudah sangat lelah. Setelah berusaha beberapa saat, Heechul mendapat posisi duduk bersandar yang nyaman bagi tubuhnya.

Beberapa jam sebelum ia jatuh tertidur, Kyuhyun kembali memeriksa jalur lahirnya yang ternyata sudah terbuka sebesar 15 centi namun karena masih belum terjadi pecah ketuban membuat mereka masih harus menunggu.

"Ugh, babies, apa kalian sudah mau keluar?" ucap Heechul sambil berbisik pelan agar tidak membangunkan Siwon. Heechul mengusap-usap perut besarnya serta pinggangnya yang terasa pegal.

"Arrggghhhh enghh" jerit Heechul kesakitan, namja itu buru-buru menggigit bibir bawahnya untuk meredam jeritannya. Namun sepertinya jeritan Heechul tetap terdengar karena Siwon mulai terbangun dari tidurnya.

"Dear? Kau baik-baik saja?" tanya Siwon panik ketika mendapati Heechul sudah duduk bersandar dengan peluh yang membanjiri sekujur tubuhnya. Kedua matanya terpejam erat, raut wajahnya terlihat begitu kesakitan dengan bibir bawahnya yang ia gigit.

"Wonnieh, sakitthh" ucap Heechul, wajahnya sudah sangat basah karena peluh. Siwon segera menekan tombol angka yang terhubung dengan ruangan Kyuhyun. Tidak peduli jika pemuda itu sedang terlelap atau apapun karena ini masih pukul 3 dini hari.

"Arrgggghhhhh sakit sekaliiiii aaaaccccckkkkkkk" jerit Heechul ketika ia tidak mampu lagi menahan rasa sakit yang berputar-putar di dalam perutnya sampai jalur lahirnya itu.

"Sabar, sayang. Tahan sebentar. Aku sudah menghubungi Kyuhyun" ucap Siwon yang ikut panik. Siwon menarik Heechul ke dalam pelukannya, memeluk kekasihnya itu erat.

"Apa yang terjadi?!" tanya Kyuhyun panik ketika ia sampai di ruangan Heechul.

"Kyuhyun-ah, aku tidak tahu apa yang terjadi. Heechul hanya terus berteriak kesakitan. Cepat kau periksa" ucap Siwon panik.

Kyuhyun segera membuka selimut yang masih membungkus tubuh Heechul, memperlihatkan alat pendeteksi kontraksi yang menampilkan garis-garis tidak beraturan yang bergerak dengan cepat.

Selanjutnya, Kyuhyun menekuk kedua kaki Heechul dan membukanya lebar hingga memperlihatkan jalur lahir Heechul yang sudah terbuka lebar.

"Hyung, kau mendengarkanku? Sesakit apapun kau masih belum bisa mengejan karena air ketubanmu belum pecah. Tapi aku yakin kau hanya perlu menunggu sebentar lagi. Kontraksi yang kau alami sekarang sudah mencapai puncaknya. Tahanlah sebentar lagi" ujar Kyuhyun.

Heechul masih terus mengerang, tangannya sudah digenggam erat oleh Siwon. Tubuhnya sudah bermandikan peluh, raut-raut kesakitan menghiasi wajahnya.

"AAAAAAARRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGHHHHHH" teriak Heechul bersamaan dengan merembesnya cairan keruh yang keluar dari jalur lahirnya, membasahi sprei putih dibawahnya.

"Bagus, air ketubanmu sudah pecah. Proses melahirkan sudah bisa kita mulai. Siwon hyung, kau duduk di belakang Heechul hyung. Biarkan ia bersandar padamu" perintah Kyuhyun yang segera dilakukan oleh Siwon.

Siwon segera pindah duduk di belakang Heechul, menarik tubuh Heechul agar bersandar pada tubuhnya, kedua tangannya menggenggam erat tangan Heechul.

"Sayang, berjuanglah" bisik Siwon di telinga Heechul.

"Hyung, atur nafasmu. Jika kontraksinya mulai terasa, kau sudah bisa mengejan" ucap Kyuhyun.

Heechul mulai mengambil nafas kemudian menghembuskannya pelan. Ia ulang terus menerus sampai kontraksinya kembali terasa.

"Enggggggghhhhh"

"Bagus, lakukan seperti itu" ucap Kyuhyun.

"Hahh.. hahh… eeennngggggggggghhhh"

"Sedikit lagi, hyung. Sedikit lagi" ucap Kyuhyun menyemangati. Samar-samar Heechul bisa merasakan kepala bayinya sudah menekan jalur lahir, hanya perlu sedikit dorongan maka bayi kecilnya itu sudah bisa keluar.

Heechul kembali menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya, tangannya menggenggam erat tangan Siwon yang terus membisikan kalimat-kalimat penyemangat untuknya.

"Haah.. haahhh…. Huuuhh… EEEENNNNNGGGGGGGGHHHH AAAAAAKKKKKKKHHHHHH" teriak Heechul bersamaan dengan jerit tangis seorang bayi yang baru saja berhasil ia lahirkan.

"Bayi pertamamu sudah lahir, hyung. Bayi laki-laki yang tampan" ucap Kyuhyun sembari mengangkat bayi laki-laki yang masih berlumur darah itu. Kyuhyun memotong tali plasenta bayi mungil itu kemudian membaringkannya di samping tubuh Heechul.

"Tampannya" puji Heechul seraya membersihkan darah yang menempel pada wajah bayi mungilnya tersebut. Baru saja ia ingin memeluk bayi mungilnya itu, kontraksi di perutnya kembali terasa. Membuatnya kembali mengejan berusaha melahirkan satu bayinya lagi.

"Engghhhhhhh hahhh.. hahhhhh…"

"Atur nafasmu lagi, hyung. Tidak perlu terburu-buru. Lakukan seperti tadi, aku tahu kau pasti bisa" semangat Kyuhyun. Heechul kembali mengatur nafasnya yang masih terputus-putus, menariknya kemudian menghembuskannya lagi.

"Engggggggghhhhhhh" jerit Heechul hingga separuh tubuhnya terangkat, berusaha mendorong satu bayinya yang berusaha mencari jalan keluar.

"Lagi, hyung. Lakukan seperti itu"

"nnnggghhhhhhhh hahhh… hahhh…"

"aakkkkkkhhh AAAAAAAKKKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH" jerit Heechul bersamaan dengan tangisan bayi yang baru saja ia lahirkan. Tangisnya begitu kencang membuat bayi laki-laki Heechul yang sudah tenang ikut menangis.

"Hyung, aku tidak tahu harus mengatakan apa. Tapi, ini benar-benar luar biasa" ucap Kyuhyun terharu.

"Apa yang terjadi Kyuhyun-ah?" tanya Siwon penasaran. Siwon dan Kyuhyun belum bisa melihat bayi kedua mereka dengan jelas karena masih tertutup tubuh Heechul.

"Bayi kalian perempuan. Sepasang bayi kembar yang tampan dan cantik" ucap Kyuhyun akhirnya sambil mengangkat bayi mungil dengan kulit pucat menyerupai warna kulit Heechul.

Kyuhyun meletakkan bayi mungil itu diatas dada kanan Heechul, kemudian mengangkat bayi satunya lagi dan meletakkan di atas dada kiri Heechul. Kedua bayi itu berbaring berdampingan, begitu tenang merasakan hangat tubuh Heechul.

Kyuhyun membiarkan kedua bayi mungil itu berbaring di atas tubuh ibunya, beberapa saat lagi kedua bayi itu akan bergerak mencari makanan yang bisa ia sesap untuk mengenyangkan perutnya. Selagi menunggu kedua bayi yang terlalu tenang itu untuk bergerak, Kyuhyun membersihkan tubuh bagian bawah Heechul dengan handuk yang sudah direndam air hangat.

Kyuhyun juga memberikan alas berupa kain berwarna merah dengan garis-garis putih yang ia lipat dan diselipkan di bawah pinggul Heechul. Kemudian Kyuhyun menyuntikkan cairan ke area sekitar jalur lahir Heechul yang masih terbuka lebar.

"Akkk… Apa yang kau suntikkan, Kyu?" tanya Heechul ketika merasa bagian jalur lahirnya yang masih terasa nyeri diberikan suntikan oleh Kyuhyun.

"Ini untuk mengembalikan lubangmu supaya kembali pada ukuran semula. Sebenarnya tidak dengan suntikan ini juga bisa kembali, tapi perlu waktu beberapa hari sampai sesuai dengan ukuran semula. Dengan suntikan ini ukuran lubangmu akan lebih cepat mengecil" jelas Kyuhyun.

"Kyu, kenapa respon bayinya lama sekali. Apa ini tidak apa-apa?" tanya Siwon setelah memperhatikan kedua bayinya yang tidak bergerak dari tempatnya, kedua bayinya begitu nyaman berbaring di atas tubuh Heechul.

"Tidak apa-apa, hyung. Kalian bisa mengajaknya berkomunikasi dengan mengusap punggungnya, nanti mereka akan bergerak dengan sendirinya" ucap Kyuhyun.

Siwon dan Heechul segera menuruti ucapan Kyuhyun. Keduanya segera mengusap punggung polos bayi mereka, awalnya kedua bayinya hanya menggeliat nyaman namun setelah beberapa saat bayi laki-lakinya mulai menekan perut Heechul dengan kakinya, bayi mungil itu merangkak naik mendekati dada Heechul. Mulutnya mulai membuka mencari puting Heechul, namun karena posisinya yang belum pas, bayi mungil itu kembali bergerak merangkak semakin mendekati puting Heechul. Beberapa saat kemudian bayi cantik disampingnya ikut menggerakkan tubuhnya merangkak mendekati puting Heechul.

Hingga akhirnya kedua bayi itu sudah sibuk mengulum puting Heechul, menyedot air susu yang mengalir deras dari dada Heechul. Kyuhyun membawa sebuah selimut berwarna ungu kemudian menggelar selimut kecil itu untuk menutupi kedua bayi mungil Heechul.

"Baiklah, aku keluar dulu. Nanti perawat Lee akan datang membawa tempat tidur bayi kemari" ucap Kyuhyun setelah mengusap kedua kepala bayi mungil itu.

"Gomawo, Kyuhyun-ah" ucap Heechul sebelum pemuda itu meninggalkan ruangannya.

.


.

Ruang VIP yang menjadi kamar inap Heechul begitu ramai pagi ini. Tamu-tamu yang datang begitu mengagumi dua bayi mungil yang masih terlelap di dalam tempat tidurnya.

"Aigoo hyung, bayi kalian lucu sekali" ucap Sungmin gemas. Tangannya dari tadi sudah tidak tahan untuk mencubit pipi gembul kedua bayi yang terlelap itu, namun Kyuhyun sedari tadi menggenggam tangannya agar tidak bertindak semaunya.

"Annyeongggg~" sapa Donghae yang memasuki ruang VIP itu bersama Eunhyuk yang duduk di kursi roda yang didorongnya.

"Annyeong Donghae-ya, Eunhyuk-ah" sahut mereka bersamaan.

Donghae mendorong kursi roda Eunhyuk mendekati tempat tidur Heechul, sementara ia segera mendekati ranjang bayi yang dikelilingi Kyuhyun dan Sungmin.

"Hyung, mian aku tidak sempat menjengukmu kemarin" ucap Eunhyuk sambil memperhatikan Donghae yang begitu sumbringah melihat kedua bayi mungil itu.

"Gwaenchanha, aku juga tidak sempat menjengukmu, padahal kau sudah cukup lama dirawat disini" sahut Heechul.

"Hyung! Siapa nama kedua bayi lucu ini?" tanya Donghae yang ternyata sudah menggendong bayi laki-laki Heechul yang sepertinya terbangun karena ulah Ahjushi-nya itu. Sungmin juga terlihat sudah menggendong bayi perempuan Heechul.

"Namanya Choi Joowon dan Choi Jieun" ucap Siwon dan Heechul bersamaan.

"Annyeong Joowonnie, Jieunnie" ucap Donghae dan Sungmin pada bayi yang mereka gendong, sementara Kyuhyun dan Eunhyuk hanya menggeleng-geleng melihat tingkah dua orang itu.

.


.

-END-

*Akhirnya Author pakai nama JooWon sama JiEun buat jadi nama Choi twins. Tapi terimakasih buat readers yang udah sumbangin nama-nama buat Choi twins. Choi twins sampaiin gomawoyo buat ahjushi sama ahjuma-deul*