俺と君の契約/Ore to kimi no keiyaku/Kontrak antara aku dan kamu.
Crossovers: NARUTO,.Highschool DxD.
Genre:Romance,.Drama,.Hurts/Comfort,.School.
Charakter: [Uzumaki Naruto,. Sona Sitri]
Episode: 10 Sona di sekap.
Author: Muhammad Rofi'ie Hamdi
Pen Name: Azainagamasa53 dan Perpanfican.
Orang yang berperan penting: Farhan Youto, アルファロジ, Kendy W T W, Uzunami Sena
Team pendukung: Grup Beta Readers

"Benar benar, menyebalkan, kalian semua akan kami hantam sampai babak belur!" seru para pengacau tersebut.

Naruto dan anak anak dari klub bela diri maju secara bersamaan menyerang, akhirnya setelah sekian lama berjuang, babak belur dan akhirnya suara mobil polisi terdengar dimana mana, membuat para pengacau itu kabur atau melarikan diri.

"Haaaaaaaaaaaaaaaaaah, akhirnya" gumam Naruto dan yang lain, Naruto langsung pingsan karena kehilangan banyak darah, semua orang panik dan langsung membawa Naruto ke rumah sakit, karena luka yang Naruto alami sangatlah parah.

Sona yang mendengar kalau Naruto dilarikan ke rumah sakit dari siswa siswa yang membantu Naruto, membuat Sona merasa khawatir.

"Apa kalian tau di rumah sakit mana ia berada?" tanya Sona terlihat panik dan takut kalau terjadi apa apa pada Naruto.

"Naruto-senpai dibawa ke rumah sakit, Kouh no byouin" jawab seorang perempuan berambut hitam, ia kalau tidak salah mempunyai nama Murayama.

"Arigato Murayama-san!" seru Sona yang dengan cepat berlari keluar dari UKS dan menghubungi kedua orang tuannya dan mengatakan kalau Naruto masuk rumah sakit karena bertengkar dengan beberapa preman.

Sona juga meminta ijin untuk pergi kerumah sakit menjenguk Naruto, ijin pun diberikan dan saat ia keluar dari gerbang sekolah, Sona di sambut oleh mobil hitam dan disana terlihat kedua orang tua dan kakaknya Sona datang menjemput, mereka berempat pun pergi ke tempat dimana Naruto dirawat.

Sesampainya di rumah sakit.

Sona terlihat begitu panik dan terburu buru berlari ke dalam rumah sakit di susul oleh kedua orang tuanya Sona dan Serafall yang merupakan kakak dari Sona.

'Naruto kau adalah orang pertama yang membuat Sona sampai sepanik ini, jujur aku sangat senang karena kau bisa membuat dirimu menjadi sangat berarti di hati Sona, dan aku juga sangat senang kau mau bertahan dan menjadi pasangan Sona meski hanya sebentar dan bertekat menyembuhkan Sona' batin Serafall.

'Meskipun Sona tak bisa sembuh kami tetap bersyukur mengenalmu Naruto, jadi aku harap kami tidak terlambat menjengukmu' batin ayah dari Sona.

'Naruto kau adalah kunci kebahagian Sona, kami akan melakukan apapun untuk membuatmu tetap hidup'

Setelah masuk rumah sakit mereka pun bertanya mengenai seorang pasien laki laki dari akademy Kouh yang masuk kedalam rumah sakit tersebut, mereka pun mengatakan kalau Naruto berada di UGD, Sona hanya bisa menutup mulutnya karena kaget, kedua orang tua Sona menanyakan kenapa Naruto bisa masuk UGD, Dokter pun menjawab dengan tenang namun sebelum menjawab ia pun menanyakan siapa mereka.

"Sebelum saya menjawab pertanyaan tuan dan nyonya, saya ingin tau siapa kalian ini, dan ada hubungan apa kalian dengan pasien?" tanya sang dokter.

"Saya yang akan membiayai biaya rumah sakitnya karena dia adalah orang yang paling berharga untuk anakku" ucap ayah dari Sona.

"Baiklah saya mengerti tuan, silahkan lewat sini, oh iya sebelum itu saya akan menerangkan keadaan remaja pirang itu, dia benar benar sungguh beruntung, karena kalau terlambat satu detik saja, nyawanya bisa melayang, tubuhnya dipenuhi luka lebam, sayatan dan tusukan aku kagum dengan daya tahannya yang tinggi" ungkap dokter menjelaskan tentang keadaan tubuh Naruto dengan nada kagum.

Dan itu memang benar, walaupun pemuda bermarga Uzumaki tersebut sudah mendapatkan luka yang lumayan parah, ia masih sanggup bertahan dalam waktu lama, ia terbaring lemah itu bukan karena luka yang ia alami namun karena ia sedang kekurangan darah dan membutuhkan donor.

"Dan inilah remaja pirang yang kalian cari siswa Kouh yang sekarat Uzumaki Naruto" ucap sang dokter.

Dengan cepat Sona berlari ke arah Naruto dan duduk di samping kasur Naruto yang sedang terbaring lemah disana, hampir sekujur tubuhnya berbalut perban, terlihat Sona menggenggam tangan Naruto dengan erat air matanya menetes melihat kondisi sang kekasih terakhirnya mengalami nasib naas saat hubungan mereka sangat baik dan juga saat hari perayaan sekolah yang seharusnya berjalan dengan ceria menjadi hari yang paling mengenaskan.

"Naruto-kun, kenapa malah menjadi seperti ini? aku aku tidak ingin hubungan kita berakhir seperti ini aku mohon sadarlah Naru" panggil Sona pada saat itu.

Namun tentu saja suara itu tidak akan di dengar oleh Naruto, karena Naruto sedang tidak sadarkan diri, kedua orang tua Sona hanya bisa mengelus pelan punggung anaknya untuk membuat anaknya bisa tabah menghadapi ujian hidup, bagi mereka Naruto adalah seseorang yang sangat setia, meskipun ia terlihat seperti berandalan dan kadang keras kepala lalu juga mantan anak bermasalah.

Tapi tak lama setelah Sona terus terusan terisak kecil dan memanggil nama Naruto secara perlahan Sona dan seluruh orang yang ada di ruangan itu yaitu: tuan dan noyonya Sitri, lalu Serafall Sitri dan yang terakhir adalah dokter itu sendiri secara tak sengaja melihat jari Naruto bergerak.

"Na naruto-kun bergerak" gumam tak percaya Sona.

"So,,na" gumam kecil itu terdengar lalu setelah itu Naruto berhenti bergerak, Dokter dan keluarga Sitri yang ada disana tak menyangka akan hal tersebut, dia tidak menyangka kalau Naruto masih bisa bergerak dan mengeluarkan sepatah kata meski hanya sekali

'Luar biasa, daya tahan pemuda ini benar benar di luar perkiraan manusia normal, karena orang normal pada umumnya akan langsung mati jika mendapatkan 20 luka sayatan dan 40 luka tusukan, sekarang yang ia perlukan untuk bertahan hidup hanyalah donor darah yang tepat, tapi bagaimana dia bisa mendapatkan kesadarannya walau hanya sebentar saja' batin sang Dokter yang melihat dengan mata kepalanya sendiri kejadian menabjubkan tersebut.

Ke esokan harinya.

Sona datang lagi menjenguk Naruto, namun kali ini ia datang bersama murid murid lainnya dan juga para guru serta anggota OSIS, yah kali ini seluruh murid yang bersekolah di Kouh akademy tidak ada yang belajar, mereka semua berserta para guru pergi bersama ke rumah sakit untuk memberikan penghormatan pada murid berandalan yang telah menjaga dan melindungi sekolah mereka dari preman jahat yang datang menyerang Kouh gakuen beberapa hari yang lalu.

Mereka semua datang membawa bunga dan buah buahan lalu mendoa kan Naruto agar cepat sembuh, bukan hanya itu aksi heroik Naruto juga di siarkan di berita nasional kota Kouh karena secara tak sengaja seorang wartawan yang mencari berita unik hadir di festival sekolah kota Kouh tersebut.

Terlihat Sona adalah orang terakhir yang masuk kedalam kamar Naruto ia datang dengan senyum dan mengelus pelan rambut Naruto, tubuh Naruto yang penuh perban itu juga merupakan sesuatu yang tidak disangka sangka sebenarnya.

3 minggu kemudian.

Naruto akhirnya membuka matanya ia sudah mendapatkan donor darah yang tepat untuknya, saat pertama kali sadar, Naruto mencoba menggerakan tubuhnya, namun ia masih belum bisa menggerakannya secara sempurna.

"Yo Dobe akhirnya kau sadar juga" ucap seseorang di samping Naruto secara tiba tiba, dengan nada cool dan terdengar begitu berkarisma.

"Teme, bagaimana kau bisa tau aku ada disini?" tanya balik Naruto, sambil menatap ke arah samping dan terlihat seorang lelaki berambut raven bergaya ala pantat ayam, siapa lagi kalau bukan Uchiha Sasuke.

"Heh, tak aku sangka orang yang seimbang denganku bisa di buat sekarat seperti ini" gumam Sasuke.

"Yah, mereka semua main keroyok dan lagi mereka berasal dari kelompok kelompok yang berbeda" ungkap Naruto.

"Soal aku bisa kemari, karena entah kenapa saat hp ku berdering dan aku lihat itu adalah nomormu namun yang mengangkat adalah seorang perempuan yang mengatakan kalau kau sedang sekarat di rumah sakit ini" ucap Sasuke.

"Jadi Sona-chan yang memanggilmu?" tanya Naruto.

"Bukan hanya aku tapi mereka juga" jawab Sasuke, menatap ke arah lain, dan terlihat seorang lelaki berotot kekar dan seorang pemuda berambut hitam dengan bayi di punggungnya.

"Oga Tatsumi, dan Tojou-san" gumam Naruto.

"Haduh, apa kemampuan bertarungmu sudah hilang Naruto, tidak pernah aku melihatmu sampai terluka separah ini, kami bahkan sampai tak percaya mendengar kabarmu yang tengah sekarat" ungkap Tatsumi.

"Da da" celoteh sang bayi mungil di punggungnya.

"Tapi sebelum itu bisa kau beritahu siapa yang menyebabkanmu sampai terluka seperti ini, kami sedikit tertantang!" seru Tojou dengan wajah sangarnya.

"Selain kalian bertiga siapa lagi yang dipanggil Sona?" tanya Naruto.

"Entahlah, mungkin kedua orang tuamu" ucap Sasuke nampak tak peduli.

"Ayah dan ibuku, jangan bilang mereka juga dipanggil" ungkap Naruto dengan wajah pucat, Sasuke langsung mengalihkan wajah.

Naruto pun menatap Tojou dan Oga, mereka juga mengalihkan wajah, sekarang Naruto menatap seorang lelaki culun berambut putih pemuda itu nampak ketakutan namun ia menjawab dengan tenang.

"Sayangnya, pacar cantikmu itu juga menelphonenya dan menurut kabar sebentar lagi mereka akan sampai" jawab Furuichi dengan tubuh gemetar.

"Kenapa kalian tak menghentikannya?" tanya Naruto dengan tampang horor.

"Percuma saja, nyalinya terlalu besar, kami tak bisa menghentikannya, bahkan aku yang kuat ini saja tak berani bicara dengan ayah dan ibumu tapi pacarmu berani sungguh luar biasa" ungkap Sasuke.

"Luar biasa endasmu Sasuke, kau ingin pacarku mati oleh kedua orang tua dengan aura killer itu ya!" seru Naruto tak terima.

"Ya mau bagaimana lagi, kami tidak sempat menghentikannya" jawab Oga sambil garu garu kepala.

"Naruto kami dengar apa yang kau katakan barusan" ucap suara seorang perempuan terkesan dingin dan penuh aura membunuh, Naruto hanya bisa menelan ludah karena kedatangan ibunya tersebut.

{Kretek kretek kretek} tiba tiba seorang lelaki yang penampilannya hampir mirip Naruto menggereutukan jari jarinya, ia adalah ayah dari Naruto, datang dengan jas hitam lengkap dengan kacamata thug life.

"Tadi kau bilang kami berdua adalah orang tua Killer, kejamnya dirimu Na, ru, to" eja sang ayah sambil menatap wajah anaknya dengan ekspresi mengerikan aura iblis keluar dari tubuh Kushina dan Minato membuat Tatsumi, Tojou dan Sasuke mundur ke sudut ruangan.

'Naruto kedua orang tuamu jauh lebih menyeramkan dari pada hantu hantu jepang' batin Sasuke dan semua orang yang ada di ruangan tersebut.

Naruto yang kondisi tubuhnya sedang terbalut perban dan belum sembuh dari luka hanya bisa pasrah menerima serangan aura kedua orang tuanya yang mengerikan bagaikan dewa kematian yang siap mencabut nyawa siapa saja.

"Haaah, sudahlah, kalian tidak lihat kondisi anak kalian yang ingin mati, bukannya menangis malah marah" ucap Naruto secara tiba tiba membuang muka dengan tampang sebalnya.

'Hoy hoy, kau masih berani dengan orang tuamu yang mengeluarkan aura melebihi raja iblis Naruto, padahal kondisimu sedang sekarat njing' batin tak nyangka Sasuke melihat kejadian di hadapannya.

'Hoaaaah Sasugani Naruto, dalam kondisi tubuh seperti itu masih berani menghadapi iblis' batin Oga Tatsumi dan Tojou dengan tubuh mereka berdua yang bergetar.

"Naruto-kun" panggil seorang perempuan berkacamata, yang membuat perhatian Minato dan Kushina teralihkan.

"Sona-chan" balas Naruto sambil tersenyum, Sona pun berjalan santai mendekati Naruto dan menanyakan keadaannya.

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Sona.

"Seperti yang kau lihat, aku sudah sadarkan diri" ucap Naruto.

"Naruto, katakan bagaimana kau bisa terluka seperti ini?" tanya Minato dengan nada Introgasi.

"Hem itu benar, bahkan ibu harus mendonorkan darah sampai satu liter, katakan kenapa kau bisa kalah Naruto?" ucap sang ibu dengan aura menyeramkan, semua yang ada di ruangan tersebut lansgung bergidik ketakutan, karena aura ibu killer keluar dari tubuh Kushina.

"Mereka mengeroyokku" jawab Naruto dengan santai.

"Haaah?! Naruto kau ternyata menjadi jauh lebih lemah dari sebelumnya, bukankah, biasanya meski lawanmu main keroyok kau tetap bisa menang tanpa luka yang berarti?" ucap tak percaya sang ibu.

"Setelah sembuh nanti, kau akan mendapatkan pelatihan fisik dan mental dari ayah selama seminggu penuh, tak boleh membantah!" seru Minato dengan tampang killernya.

Sona dan yang lain langsung swedrop melihat tingkah kedua orang tua Naruto

"Aku itu karena mereka mengeroyoku dalam jumlah yang melebihi kemampuanku, mereka semua bekerja sama untuk menghadapiku, kalau yang aku lawan cuman satu kelompok aku tidak masalah, hanya saja lawanku adalah kumpulan orang orang yang pernah kalah olehku, entah bagaimana mereka bisa bersatu dan membuat strategi bertarung yang bagus" gumam Naruto kebingungan.

Teman teman Naruto termasuk Sona dan kedua orang tua Naruto yang berada di ruangan dimana Naruto dirawat nampak memikirkan kata kata Naruto yang tadi.

"Ah sudahlah, oh iya Sona bagaimana bisa kau menghubungi mereka bukankah aku tidak pernah memberitahukan nomor telphone mereka padamu?" tanya Naruto dengan wajah santai menatap pacarnya tersebut, Sona nampak kebingungan.

"Hemmmm sebenarnya waktu itu..."

Flash back Setelah mendapat kabar tentang Naruto yang sekarat.

Selepas kejadian itu saat Naruto melawan para brandalan jalan dan di bawa ke rumah sakit Kota Kouh Sona yang meminta ijin kepada kepala sekolah datang ke kelas Naruto dan menemukan hp Naruto di dialam ranselnya.

"Maaf Naruto-kun aku harus menggeledah ranselmu" gumam Sona sambil membuka ransel Naruto, ia tau meskipun Naruto itu seorang berandalan pasti punya hp untuk berhubungan dengan keluarganya yang jauh, paling enggak yah buku telphone yang digunakan untuk menulis nomor orang saat menggunakan telephone umum.

'Ketemu, wah jadul banget hp lo Naruto, ah lupakan mungkin ada nomor kerabat atau sahabat nya yang bisa kukabari tentang kondisi nya sekarang' batin Sona, dia mencoba mengutak atik hp Samsung jadul tersebut dengan alasan mencari teman atau kerabat Naruto untuk mengabari kalau sekarang Naruto sedang di rawat di rumah sakit.

Sona pun menemukan sebuah nomor dengan nama kontak

"{Sasuke Uchiha mungkin dia sahabat Naruto dulu}" pikirnya Sona mencoba menghubungi nomor itu namun belum juga di angkat.

Setelah beberapa kali mencoba akhir nya Sasuke mengangkat telephone itu..

"{Drrttt drttt drrtt} Moshi moshi" sapa Sasuke dengan nada dingin nya .

"Apa ini benar sasuke uchiha" tanya Sona.

Sasuke terkejut saat yang berbicara bukan Naruto melainkan seorang perempuan.

"Hn. Ini siapa kenapa kau menggunakan nomor Naruto?" tanya balik Sasuke.

"Ha'i em ah tidak ada waktu untuk menjelaskannya, saya hanya mau memberi kabar bahwa sekarang Naruto-kun sedang di rawat di rumah sakit!" jawab Sona cepat.

Sasuke pun terkejut mendengar berita bahwa sahabat nya sedang di rawat

"Hah! Jangan bercanda, orang seperti dia mana mungkin bisa masuk rumah sakit" ucap Sasuke yang tak percaya bahwa sahabat karib sekaligus rival nya sampai di rawat.

"Jika tidak percaya tak masalah aku hanya memberitahukanmu, jika kau memang temannya cepat datang ke kota Kouh dan jenguk dia di Kouh no Byouin, Naruto-kun bertarung dengan brandalan saat menyiap kan acara festival sekolah kami dan dia terluka parah hik, hik jika tidak datang juga tak apa, aku hanya menyampaikan kabar ini saja" jawab sona.

"Baiklah aku mengerti, aku akan datang tapi aku tak tau kapan bisa menjenguk" jawab datar pemuda bernama Sasuke tersebut, terlihat ia saat itu sedang santai di atap gedung sekolahnya bersama dengan anggota gengnya.

"Sasuke ada apa?" tanya seorang lelaki yang nampak sangat pemalas dan rambutnya di kuncir ke belakang.

"Bukan apa apa Shikamaru, aku hanya mendapatkan sebuah kabar mengejutkan" jawab Sasuke.

"Kabar mengejutkan?"gumam tanya seorang lelaki berambut panjang sepanjang rambut perempuan.

"Yah begitulah, Neji" jawab Sasuke dengan santai

"Apa isi kabar itu?" tanya penasaran lelaki dengan gaya rambut poni mangkok, bermata bulat dengan alis tebalnya esentrik

"Naruto sekarat di rumah sakit kota Kouh" jawab santai Sasuke.

"Uapaaaaaaaaaaaaaaaaaaa?!" teriak tak percaya Neji dan yang lain, Lee bahkan sampai bergetar ketika mendengar Naruto sekarat.

"Woy woy monster macam apa yang berhasil membuat orang semengerikan Naruto jadi sekarat" ungkap tak percaya seorang lelaki dengan tato segi tiga terbalik di pipinya layaknya taring.

"Aku tidak tau" jawab Sasuke

"Jadi apa yang harus kita lakukan?' tanya Shikamaru pada Sasuke.

"Entahlah, bagaimana menurut kalian?" tanya Sasuke.

"Mungkin kita akan menjenguknya" ungkap gadis berambut pink cerah.

"Kau benar Sakura, kita harus menjenguknya, walau bagaimanapun dia juga anggota geng kita juga kan" ucap Sasuke pada saat itu.

Kembali ke Sona.

Karena tidak mau membuang banyak waktu untuk menjenguk Naruto, ia membawa tas Naruto pergi bersama dengan dirinya dan ketika masuk mobil jemputan orang tuanya untuk ke rumah sakit, Sona mengambil telphon genggam Naruto dan mulai mencatat semuanya di Smartphone miliknya lalu setelah itu ia pun menggunakan smartphone miliknya untuk mengirimkan pesan beruntun ke seluruh kontak milik Naruto, yang menyatakan Naruto sedang sekarat di rumah sakit.

Flash back off.

"Dan yah kami semua dapat SMS itu" ucap Oga Tatsumi.

"Jadi kau pacar baru Naruto?" tanya Kushina dengan tampang selidiknya pada Sona.

"Em" jawab Sona sambil mengangguk pelan.

"Katakan dengan terus terang apa yang kau suka dari anakku?" tanya Kushina dan Minato dengan nada penasaran.

Sona nampak terdiam mendengar pertanyaan tersebut, Naruto juga sedikit kaget ketika orang tuanya malah menanyakan hal tersebut.

"Naruto-kun adalah orang pertama yang mau hidup bersamaku selamanya, menurutku dia juga setia dan tak akan mudah berpindah hati, bahkan saat mengetahui semua kekuranganku ia tetap mau bersamaku, aku benar benar terharu, Naruto-kun juga sangat pengertian kepadaku, keluargaku juga sangat menyukai kehadiran Naruto, aku rasa alasan itu sudah cukup" ungkap Sona.

"Benarkah?" tanya tak percaya Kushina pada Sona.

"Eh?"

"Benarkah apa yang kau katakan itu gadis muda?" tambah Minato memperjelas pertanyaan Kushina pada Sona.

"Yah, aku yakin aku tidak akan salah menilai orang" jawab Sona.

"Naruto, Ibu cukup terkejut ketika gadis cantik ini mengenalmu sebagai orang yang perhatian" ungkap sang ibu pada Naruto.

"Em ayah mengira kalau kau itu akan selalu di anggap sebagai The Legendary Yankee lah, Bar barian Otoko lah, Cowo berandalan kelas atas, tukang gebuk, main hantam sembarangan, Penghancur barang berharga, anak iblis dan lain sebagainya" ucap Minato menyebutkan semua gelar yang pernah Naruto dapatkan.

Sasuke, Tatsumi dan Tojou hanya bisa mangap mangap mendengar gelar gelar yang pernah di dapat Naruto, bukan hanya itu, Neji, Gaara, Lee, Shikamaru, dan para berandalan dari sekolah Ishiyama yang masuk untuk menjenguk Naruto juga hanya bisa mangap mangap enggak jelas mendengar gelar yang pernah di dapat Naruto.

Sona yang mendengar semua gelar yang pernah Naruto dapatkan tidak kaget sama sekali, karena memang sebelum berpacaran dengannya Naruto itu bertingkah layaknya pria bar bar, yang main asal gebu, menghancurkan banyak property sekolah, bermasalah dengan semua guru yang ada, bahkan hampir saja Naruto menghancurkan sekolahnya kalau ia tidak bertindak.

Sedangkan Naruto hanya memalingkan wajahnya dari Sona, ia tidak mau menatap gadis itu saat gadis itu mengetahui semua gelarnya, entah kenapa ia merasa kalau ia akan di jauhi, atau mungkin ia hanya merasa malu tentang gelarnya.

"Naruto sebenarnya apa saja yang sudah kau lakukan hingga gelar itu kau dapatkan?" tanya seorang gadis berambut hitam panjang di belakangnya terlihat banyak perempuan yang tampangnya begitu berandal, namanya Kunieda Aoi pemimpin geng cewe di Ishiyama Kokou.

"Terutama bagian anak iblis itu" tambah Sasuke dan di beri anggukan oleh Neji dan anggotanya yang lain.

'Medokse' batin Naruto menatap malas mereka semua.

"Baru kali ini kau dapat gelar yang bagus, berapa lama kalian pacaran?" tanya Kushina.

"Kira kira satu bulan lebih" jawab Sona.

"Apa Naruto sudah menceritakan semua tentang dirinya padamu?" tanya Kushina.

"Aku rasa ia sudah menceritakannya, meski ia menyembunyikan sebagian, namun aku tidak menuntutnya karena mungkin itu terlalu kelam untuknya" jawab Sona.

"Soal gelar anak, iblis itu aku mendapatkannya ketika aku masih TK dan aku membuat anak anak yang satu kelas denganku mengalami cedra patah tulang saat mereka menuntut ayah dan ibu ikut ikutan ngamuk menghajar mereka dengan aura iblis yang mengerikan" jawab Naruto yang sedang terbaring di kasur pasien.

"Mah apapun itu, kami merasa senang kau baik baik saja, anakku, bahkan kau sudah dapat seseorang yang bisa menggantikan Hinata di hatimu, ayah pikir kau akan menjomblo selamanya ketika kau kehilangan gadis Hyugamu itu" ucap Minato pada saat itu.

"Aku juga tidak menyangka kalau gadis ini mampu mencuri perhatianku" ungkap Naruto, Sona hanya tersenyum mendengar pengakuan Naruto.

Semua orang yang ada di ruangan itu hanya tersenyum melihat Naruto sadar, mereka memberikan beberapa hal sebagai hadiah pertemanan penhibur orang sakit, Sasuke, memberikan coklat dan kupon ramen, lalu Neji dan Lee hanya memberikan Naruto ucapan supaya lekas sembuh.

Shikamaru memberikan amplof pada Naruto, dan lain sebagainya, sampai akhirnya Sona pun mengembalikan telepon genggam milik Naruto, oh iya Naruto tidak menggunakan Hp Android, cuman Hp model dulu yang enggak bisa internetan melainkan hanya telpon dan SMS saja, ya ada sih game nya tapi palingan Tetris atau ular ularan doang.

3 hari kemudian.

Naruto pun sembuh seperti sedia kala dan seperti apa yang di katakan orang tuanya, Naruto langsung di seret oleh Minato dan Kushina menuju Apartemen yang di sewa Naruto dan di halaman Apartemen tersebut Naruto mulai di latih keras oleh Kushina dan Minato hingga babak belur dan itu berlangsung selama ber hari hari.

Setiap hari Sona dan teman temannya dari Konoha High Scool dan Ishiyama Kokousei datang untuk menjenguk dia yang sedang berlatih mati matian bersama dengan ayah dan ibunya dalam ilmu bela diri, yah mereka semua berpikir itu hanyalah latihan bela diri, namun nyatanya saat pertama kali melihat pelatihan bela diri ala Minato dan Kushina, membuat semua orang yang melihat menjadi ragu kalau Minato dan Kushina itu menyayangi Naruto.

Semua yang katanya hanya latihan itu terlihat seperti pertarungan serius antar petarung, dimana saat mereka mengadu tinju getaran udara terasa dimana mana, dan suara dentuman tinjunya benar benar terasa kalau jika kau terkena serangan mereka. pilihanmu hanya ada dua, sekarat masuk rumah sakit atau mati.

Sekarang sudah latihan Naruto yang ke enam artinya sudah enam hari Naruto berlatih bersama orang tuanya, kali ini otot Naruto terbentuk lebih keras, wajah Naruto dan Minato terlihat membiru sedangkan wajah Kushina juga ya seblas dua belas, akhirnya mereka memilih istirahat.

Naruto heran kenapa Sona tidak datang ke apartemennya seperti biasanya, padahal seharusnya gadis itu sudah ada di rumahnya bersama teman temannya yang lain dan memberikannya beberapa Onigiri dan air meneral dan beberapa kata penyemangat.

"Sasuke, apa kau melihat Sona, biasanya kan dia selalu bersama kalian saat datang kemari?" tanya Naruto.

"Entah kami juga bingung karena biasanya kami selalu berpapasan dengannya, tapi sekarang tidak" ucap Kunieda.

Naruto yang mendengar jawaban Kunieda merasa was was.

"Ada apa Naruto?" tanya Minato.

"Tidak ada aku hanya merasakan sesuatu yang tidak beres sedang terjadi" jawab Naruto.

"Em ibu mengerti, Naruto kompres lukamu!" perintah Kushina, Naruto hanya mengangguk dan akhirnya melakukan apa yang diperintahkan oleh ibunya.

Beberapa jam kemudian di ruang tamu.

Terlihat luka lebam di wajah Kushina dan Minato berserta Naruto menghilang dengan cepat, yah hanya butuh waktu satu jam untuk pulih, hebat bukan, padahal kalau orang normal luka semacam itu baru sembuh dalam seminggu.

Teman teman Naruto juga sudah pulang ke rumah masing masing.

{Kririririiririirng}

"Ya halo" angkat Naruto.

"Naruto-san apa Sona ada dirumahmu, sampai sekarang Sona tidak pulang pulang?" tanya Serafall pada Naruto melalu telpon.

"Belum, Sona-chan belum datang ke rumahku, bahkan aku juga tidak tau dia ada dimana, aku mencoba menelponnya namun tak di angkat" jawab Naruto.

"Benarkah, kalau begitu, bisa kau mencarinya, kami sangat khawatir!" pinta Serafall dengan nada panik, Naruto mengiyakan.

Setelah memutuskan telpon tiba tiba sebuah SMS masuk ke hp Naruto, dengan nomor tak dikenal.

"Uzumaki Naruto, Si anak iblis. salah satu legendary dou Monster, aku telah menahan pacar barumu, jika kau mau dia selamat, datanglah ke gudang tua di pojok kota sekarang juga, dan satu lagi jangan bawa bawa Polisi, kalau kau tidak mau terjadi sesuatu pada kekasihmu" itulah isi pesan tersebut.

Naruto yang membaca isi SMS itu hanya diam saja, lalu memasukan ponselnya ke kantong celananya lalu berjalan keluar kamar apartemennya, Kushina dan Minato tau ada sesuatu hal yang buruk sedang terjadi, mereka berdua pun langsung menghubungi atau mengontak semua orang yang pernah satu geng dengan Naruto, yaitu Uchiha Sasuke, Nara Shikamaru, Neji Hyuga, Kiba Inuzuka, Tatsumi Oga dan Tojou untuk mengikuti Naruto dan membantunya kalau perlu.

Kushina dan Minato juga mengikuti Naruto dan memberitahukan tujuan anak mereka kepada Sasuke dan yang lain agar Sasuke dan yang lain bisa mencari keberadaan Naruto dan membantunya jika di perlukan.

Sesampainya di gudang tua.

Naruto terlihat berjalan santai memasuki gudang itu di ikuti oleh Sasuke dan yang lain secara sembunyi sembunyi.

Saat Naruto masuk, milyaran Yakuza dan Preman pasaran dari berbagai kelompok dan klan berada di hadapannya.

Pandangan Naruto fokus pada gadis yang mulutnya di ikat dengan kain hitam, ia terlihat meronta ronta dan menangis di sebuah kursi.

"Bebaskan dia!" perintah Naruto dengan nada dingin, mereka semua tidak merespon melainkan hanya tertawa.

"Fuhahaahahahahahahaha!"

"Kalian dengar apa yang dia katakan, Bebaskan?! Ahahahaha, sejak kapan iblis sepertimu peduli pada orang lain hah?!" tanya keras para Yakuza disana.

"Dan pacarmu ternyata kalau dilihat lihat cantik juga meskipun dadanya tepos, kulitnya juga putih dan halus" ucap ketua Yakuza disana dengan tampang mesumnya meraba raba tubuh Sona.

"Jauhkan tangan kotormu itu dari kekasihku bangsat!" seru Naruto.

"Orosai!" {dododododdododododoaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrr!} ledakan suara pistol pun terdengar {Kling kling kling kriiiing} tak ada satu pun peluru mereka yang mengenai Naruto, pada saat itu ternyata Naruto menangkap semua proyektil peluru yang akan mengenainya lalu membuangnya.

"Mu mustahil" ucap mereka semua.

"Luar biasa, kelihatannya pantas kau mendapatkan gelar monster kecil Konoha, Naruto, kau benar benar, menyebalkan, kalian semua serang!" perintah sang bos, mereka semua pun maju dengan senjata masing masing, para Yakuza membawa katana, sedangkan para Preman membawa barang barang tawuran.

"Serbuuuu!" seru seseorang dari belakang Naruto, terlihat Sasuke berlari bersama anggota Gengnya, begitu juga Oga Tatsumi dan Tojou, mereka yang merupakan siswa terkuat di Ishiyama Kokousei berlari ke arah para Yakuza membantu Naruto melawan mereka, bukan hanya itu, kelompoknya Kunieda bersama Kunieda Aoi juga ikut membantu.

"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" seru mereka semua.

"Cik!" Naruto langsung berlari ke arah musuhnya dan langsung maju kedepan.

bersambung