Persona: Resurrection
Chapter 9:
Tartarus Here I Come!
A/N: Sorry for the long update… I killed at my school so I rise from my grave and write this story for my readers! Sorry for last chapter humorless act. Thanks Ginryuumaru for your review. Now I present you some Tartarus and battle scene with the shadow! Hopefully this act will be presented in two chapters. Enjoy!
Place: Front of Tartarus
Date: 2nd march 2012
"Seperti biasa... tinggi" ucap Minato sambil mendongak keatas melihat puncak menara Tartarus. "Dan sepertinya… Tartarus semakin tinggi."
Minako berjalan kesebelah kanan Minato, "Hey-hey, kalau diam saja bagaimana kita mau menginvestigasi?" nasihat Minako.
Minato hanya menjawab 'Hn' dan berpaling kearah tim nya yang sedang sibuk pemanasan.
'Tak kusangka bisa bertarung bersama para anggota sees lagi' pikir Minato. Tak terasa setitik air mata Minato menetes dari mata kanannya. 'Aku tak ingin meninggalkan mereka…'
"Nii-chan, kenapa nangis?" tanya Minako pura-pura khawatir.
Minato buru-buru menghapus air matanya dan menjawab, "Tidak… tidak ada apa-apa."
*Minakos' POV*
Pembohong…
Ya apakah kau tahu kalau kau pembohong yang buruk Minato? Apakah kau tahu aku mengetahui semua yang kau pikirkan? Kenapa kau tidak melepas topengmu yang selalu terpasang sejak kecil? Apakah kau takut mereka tidak menerimamu? Ukh… sakit sekali hatiku mendengar pertanyaan-pertanyaan dari beberapa jiwa Minato.
Aku menggenggam erat bajuku di bagian jantung. Apakah ini yang selalu dirasakan manusia? Aku masih tidak mengerti…
"Hei kau tidak apa-apa?" tanya lelaki berambut biru tua itu mengagetkanku.
"T-tidak… tidak apa-apa kok! Hanya sedikit lelah." Jawabku dengan menggunakan topeng 'orang ceria' lagi.
"Benarkah?" aku mengangguk kecil dengan senyuman manisku. "Baiklah kalau begitu…"
Dapat kulihat kekhawatiran muncul di wajahnya, tetapi tidak terlalu terlihat karena topeng yang selalu kubenci. Bisakah dia membuka topeng itu! Aku muak melihat dirinya seperti itu!
Pikiranku terputus oleh derungan motor silver dengan seorang wanita yang mengendarainya. Ia melepas helm miliknya dan memperlihatkan rambut merah panjang tergulai.
"Baiklah apa kalian sudah siap?"
*Normal POV*
"Baiklah apa kalian sudah siap?" tanya Mitsuru. Seluruh anggota mengangguk kecuali Souji. "Kenapa kau Seta-san?"
Wajah Seta yang biasanya berwarna krem diganti dengan warna hijau tanda dirinya sakit. "Kenapa kalian tidak sakit memakan masakan anak-anak itu?"
*Mau Flashback? Okelah kalau begitu*
Place: Iwatodai's dorm- Lobby
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul tujuh sore/malam. Para anggota IT dan murid-murid baru sedang berusaha mengisi waktu luang mereka. Mau tahu apa yang mereka lakukan? Kita lihat dengan seksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya.
Yosuke dan Teddie: Sedang melanjutkan permainan kartu Y*gioh mereka yang terhenti di kereta. Sudah berapakah hasil pertandingan ini? Y-T: 0-8 ! dan teddie perfect berturut-turut! Yosuke… hanya menyendiri di bawah meja makan.
Kanji dan Rise: kanji sedang mengajari Rise bagaimana caranya menjait dengan baik dan benar. Rise yang dari tadi mendengarkan hanya bisa terpaku melihat Kanji mengajarinya dengan gaya layaknya gentleman sejati. Kanji hanya terus memberitahukan Rise dimana yang salah dan mencoba untuk membenarkannya dengan sopan dan ramah. Rise berpikir mengapa tidak dirinya yang dilihat oleh Kanji? Mengapa harus Naoto yang lemah mengetahui perasaan Kanji? Aku harus bisa mengalahkannya! Dengan semangat berapi-api Rise menjahit sampai hasil jahitannya sepanjang 2 meter!
Yukiko dan Chie: Chie berlatih kemampuan bela dirinya dan Yukiko hanya menontonnya dengan mata berbinar-binar. Karena ruang lingkupnya agak sempit… Alhasil Chie yang sedang menggunakan tendangan berputarnya, menendang tembok dan langsung berteriak kesakitan dan menendang tembok itu lagi dan hasilnya sama dengan Yukiko ketawa-tawa mak lampir dan Chie berguling-guling ditanah.
Seta dan Akihiko: mereka berdua sedang menonton TV. Tetapi karena bosan tak ada acara bagus Akihiko berdiridan menghadap tembok. Yang selanjutnya ia lakukan ialah menonjok tembok asrama yang tak bersalah dan Souji menganga ketika melihat sebuah lubang muncul ditembok dan Akihiko tak merasa sakit sedikitpun.
Minato dan Minako: Mereka berdua mendengarkan musik dari MP3 mereka. Tidak diketahui oleh seorang pemuda berambut biru dia tertidur dibahu wanita yang duduk di sebelahnya. Minako merasakan panas diwajahnya dan mengeluarkan warna merah dipipinya.
Mitsuru, Reiji, dan Rena: Rena dan Mitsuru membaca buku yang dapat diketahui susah isinya. Reiji melihat Akihiko yang bosan karena memukuli tembok mengajaknya panco. Mereka berdua menggunakan tangan kanannya dan pertarungan sengitpun terjadi. Mereka berdua menggunakan seluruh kekuatan merka tetapi tangan mereka hanya diam di tempat. Mitsuru dan Rena melihat kearah pertarungan dua pria yang mempertaruhkan harga dirinya sekuat tenaga. Mitsuru berjalan kesebelah Akihiko dan mendorong tangannya dan Tangan Reiji langsung menyentuh alas Meja. Reiji pun langsung meringkuk dibelakang sofa.
Fuuka: ngotak-ngatik FB, Twitter, Fanfic, dll lewat Laptop yang menggunakan Mozilla Fox.
"GUAAAA LAPAAAAR!" Teriak Yosuke dengan sekencang-kencangnya sampai Minato terbangun dari tidurnya dan mengetahui kalau dirinya tertidur dipundak Minako.
"Berisik Hanamura!" teriak Chie sambil melempar vas bunga kearah Yosuke. "Tapi iya juga… sih udah jam segini beum makan malam."
"Betul itu! Betul!" teriak Kanji setuju sambil membereskan peralatan menjahitnya bersama Rise.
Minato langsung berdiri mendengar keinginan para 'Anggota baru'. "Baiklah, biar aku yang membuatkan makan malam." Sebelum dia berjalan ke dapur dia dicegat oleh wanita berambut hitam panjang yang berkilau dan memakai sweater merah. "Apa maksudnya ini?"
Yukiko menatap Minato. "Biar aku saja yang membuat makan malam…" ucap Yukiko yang mengagetkan para anggota laki-laki IT.
Chie lalu menghampiri Yukiko dan Minato. "Aku ikut! Aku ikut!" Dan para anngota IT semakin kaget.
"Rise juga bantu!" teriak Rise sambil melempar alat menjahit(baca: Jarum) ke arah Kanji. Hasilnya Kanji nggak terbelenggu di Tembok.
"Kalian mau bikin kita mati!" teriak Yosuke dengan wajah pucat. "Kalian tahukan kalau masakan kalian nggak e-" sebelum selesai bicara mulut Yosuke disumpel kain sama Souji.
"Jangan bicara kata-kata tabu itu…" bisik Souji ke Yosuke, "Kau mau merasakan siksaan para wanita-wanita itu." Yosuke mengangguk pelan merasakan hawa dingin menusuk punggungnya..
"Baiklah, jika itu yang kalian mau silahkan memasak." Ucap Minato dan Chie, Yukiko, dan Rise langsung sorak-sorak bergembira dan langsung lari ke dapur.
TOK-TOK-TOK! SRENG-SRENG! WATAUW! PETOK! CIAAAT!
'semoga aku nggak salah membolehkan mereka memasak…' pikir Minato yang dikomentari oleh tawa kecil dari Minako.
*30 menit kemudian*
"APAAN INI!" teriak Yosuke yang ngeliat sup berwarna hijau dengan aura berwarna hijau bercampur ungu yang mematikan lalat yang mengitarinya. 'INI SUP ATAU RACUN!' teriak Yosuke dalam hati.
"Ini sup spesial buatan kami bertiga! Silahkan dicoba!" ucap 'koki-koki tak berguna' (Chie, Yukiko, Rise: Kill him! V: GYAAAA!). "Berikan komentar ya!" ucap Chie bersemangat.
"Ung.. tadi aku udah makan jadi… sayonara." Ucap Reiji sambil mengangkat badannya tetapi ditahan dengan tangan kuat Yukiko dan tatapan mematikannya. "Ung… tapi karena aku masih lapar jadi aku makan dulu ya!"
Reiji mencoba sekuat tenaga untuk memasukkan sesendok kuah sup kemulutnya dan ketika sudah sampai di lidahnya sesuatu terjadi; Reiji langsung berjalan kekamar mandi laki-laki dan dapat didengar suara Reiji muntah.
"B-baiklah… aku pergi dulu…"
"Aku ada pesanan jahitan…"
"Aku nggak mau mati muda."
"maaf tapi ada sesuatu yang harus kukerjakan…"
"Teddie lagi sakit perut!"
Itulah ucapan para anggota IT + Rena yang pergi meninggalkan makanan (baca: racun) yang ada di meja makan.
"Hiks… tak ada yang mau makan masakan kita…" ucap Rise sambil berpelukan ala teletubbies dengan 2 teman yur- maksud saya dekatnya.
"Ehem…" Minato berdeham melihat grup telletubbies itu. "Tolong ditambah." Ucap Minato yang mengagetkan semua orang minus Reiji karena sedang muntaber di kamar mandi.
"A-ada yang mau nambah!" ucap Yosuke tak percaya.
"A-apa masakannya enak ya?" tanya souji sedikit ragu-ragu.
Minako mengeluarkan senyum iblisnya. "Tentu saja 'Enak'. Reiji hanya sedang sakit perut kok…" ucap Minako. 'Makan tuh 'Enak'…'
"Benarkah Minako? Wah kalau begitu ayo kita habiskan!" teriak Yosuke memberikan semangat kepada mereka.
'AYOOOO!" teriak mereka semangat dan langsung menuju meja makan.
"YAY! AKHIRNYA SEMUANYA PADA MAU MAKAN!" teriak Chie sambil jingkrak-jingkrak.
"ITADAKIMASU!" teriak mereka yang belum makan dan Minato, Minako, Akihiko, Mitsuru, dan Fuuka hanya tersenyum mencurigakan.
Setelah semuanya berani untuk mencoba makanan yang ada didepan mereka, satu sendok menyentuh lidah mereka dan langsung masuk ke saluran pencernaan mereka. Dan yang terjadi adalah… mereka semua rebutan siapa duluan yang kekamar mandi.
"GUA DULUAN!"
"KAGAK GUA!"
"GUA YANG PALING MACHO! GUA DULUAN!"
"TEDDIE YANG PALING IMUT! TEDDIE DULUAN!"
Dan Rena? Well… karena tak ada yang memasuki kamar mandi wanita jadinya aman-aman aja deh.
Minako ketawa keras di lantai sampai berguling-guling. "HAHAHA MAKAN TUH ENAK!"
Mitsuru, Akihiko dan Minato hanya tertawa kecil melihat tingkah laku para 'anggota baru'. Dan Fuuka hanya tersenyum malu karena dirinya 'anggota lama' sehat walafiat….
*Flashback ends…*
Fuuka tersenyum malu melihat Minato yang tertawa kecil sambil melihat gadis berambut hijau ke biru-biruan sepunggung. "Kami sudah kebal dengan makanan yang tak enak. Beruntunglah kami yang mempunyai seorang Analyzer yang masakannya kurang begitu enak…" Ucap Minato dengan sopan agar Fuuka tidak marah.
"Ya… Fuuka-lah pahlawan kami dari makanan yang tidak enak." Timbrung Akihiko yang malah membuat wajah Fuuka bertambah merah.
"Hey Souji, Minum ini" Minako memberikan sebuah botol berisi cairan berwarna hijau. "Itu Panacea*. Jangan langsung dihabiskan minum saja sedikit."
Souji mengangguk dan langsung meminum sedikit panacea itu. Sedikit demi sedikit tubuh Souji tidak merasakan sakit di perut gara-gara makanan tadi. "Wow! Terima kasih Minako-san!" Ucap Souji sembari mengembalikan panacea tadi ke Minako. "Tapi… dari mana kau mendapatkan itu?"
Minako mengehela nafasnya. "Akan kuberitahukan lain waktu…"
Mitsuru mengeluarkan sekantung benda yang ada di bagasi motornya. "Ini senjata kalian. Pilihlah satu-satu."
Minato mengambil one-handed sword dan glove. Minako mengambil tongkat hoki es. Akihiko tidak mengambil apa-apa karena menggunakan tinju. Souji mengambil stik golf.
Lalu Mitsuru membuka koper warna silver nya untuk memperlihatkan evoker mereka. "Dan ini Evoker kalian. Ambillah satu persatu…"
Semuanya mengambil Evokernya kecuali Souji. "Kenapa kau tidak mengambil evokernya Seta-san?" tanya Fuuka dengan wajah bingung.
"Aku tak menggunakan benda seperti itu…" Lalu souji mengeluarkan sebuah kartu berwarna biru. "Aku menggunakan kartu ini."
"Hmm… Interesting." Ucap Mitsuru dengan mata rasa ingin tahu.
"Ayo kita masuk ke Tartarus…" ajak Minako.
DEG!
'A-apa ini? Aku merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi!' pikir Minato.
"Minato, kau tak apa-apa?" tanya Minako khawatir.
"Tidak… aku tidak apa-apa…" ucap Minato sembari melewti Minako. "Berhati-hatilah…" bisik Minato.
Minako mengangguk kecil dan berjalan masuk ke tempat dimana Awal perjuangan dimulai.
*Sementara itu ditempat lain…*
Hoeeeekkkk….
Rena mengeluarkan isi perutnya yang dari tadi tidak enak. Jangan salahkan saya yang sebagai author, tetapi salahkan Trio teletubbies (bac: Chie, Yukiko, Rise) yang tidak bisa masak.
"Ahh… lega…" ucap Rena yang habis muntah di tempat sampah. "Hm?"
Rena menatap keluar jendela dan melihat langit berwarna hijau dan mengeluarkan Atmosfir yang memberatkan badan.
'I-ini sama seperti 12 tahun yang lalu…' pikir Rena. 'Kenapa ada lagi?"
"Sepertinya… malam ini akan ada sesuatu yang menarik." Ucap seseorang dari belakang Rena.
Rena langsung membalikkan badan dan melihat seorang laki laki menggunakan topeng faceless berwarna putih dan ada setengah sayap kupu-kupu di sebelah kanan topengnya, rambut hitam yang di kincir kuda, tuxedo suit berwarna putih, dan kemeja viru velvet di dalamnya. "S-siapa kau?
"Ah… maaf atas ketidak sopanan saya." Ucap lelaki misterius itu sambil membungkuk ala gentleman. "My name is Philemon. It's nice to meet you."
Rena membalas bungkuk. "My name is Rena Takazuki. Nice to meet you too Philemon-san."
Philemon tertawa kecil. "Sepertinya kita akan dekat…" Philemon berjalan kearah jendela. "Apakah kau bisa lihat menara yang tinggi itu?"
Rena melihat ke luar jendela dan di area Gekkoukan High School terdapat Menara tinggi yang menjulang ke angkasa. "Rasanya aku tidak melihat menara itu tadi siang…"
Philemon pun menatap Wajah Rena dan dibalik topeng tak beremosi dapat dilihat senyuman kecil tersungging di wajahnya. "Itu… adalah Tartarus, atau yang biasa kusebut 'Tower of Demise'…" lalu Philemon menjetikkan jarinya. "Walau aku ingin banyak berbincang denganmu, sayangnya aku harus pergi."
satu Kupu-kupu biru muncul dari tubuh Philemon, dua, tiga, empat dan semakin lama semakin banyak. Tubuh Philemon semakin lama semakin menghilang. "Kita akan bertemu lagi..." Philemon membungkuk. "Until then… farewell…"
Kupu-kupu berterbangan keluar jendeladan meninggalkan Rena yang berdiri mematung. "Kenapa dua hari ini aku bertemu orang-orang yang aneh sih?" gumam Rena.
"Kembali ke Minato Cs*
"Woaah… this is cool!" Puji Souji melihat lantai satu tartarus. "Tapi kok disini gak kayak dungeon ya?"
"Ini hanya Lobby jadi disini SEDIKIT ada shadow…" ucap Minato sambil melihat-lihat sekelilingnya.
"Sedikit? Jadi disini kemungkinan ada shadow?" tanya Souji.
Minato tersenyum kecil. "TING TONG! Ya, walau dilantai satu jarang ada Shadow, bukan berarti Shadow tidak datang kesini."
Souji hanya ber-'Oh' ria. Dia melihat tangga besar yang menuju lantai selanjutnya, sebuah jam antik yang disebelah tangga, dan sebuah pintu berwarna biru velvet di sisi kiri lobby.
"Hm?" Akihiko melihat sebuah pintu berwarna hijau di sisi kanan lobby. "Hey, Pintu apa ini?"
Mitsuru lalu mendekati Pintu misterius itu dan memeriksanya dengan seksama. "Tidak ada perangkap…" ucap Mitsuru. "Apa yang kita lakukan 'Leader'?" tanya Mitsuru kearah Minato.
"Eh, aku?" tunjuk Minato ke dirinya sendiri dan semuanya mengangguk. Minato memasukan tangannya ke kantong celana dan berpikir, apakah pintu itu ada jebakannya? Tetapi aku percaya dengan kemampuan analisis persona Mitsuru… tapi jika salah… baiklah it's all or nothing! "Bukalah pintu itu…" suruh Minato.
Mitsuru mentatap Minato dengan serius "Kau yakin?" Minato mengangguk. "Baiklah… Here we go!"
Sesaat mereka membuka pintu itu mereka berada di puncak Tartarus. "The hell…" gumam Akihiko."Where are we?"
"Sepertinya kita di puncak Tartarus, senpai." Ucap Fuuka. "Tapi aku tidak ingat jika diatap lantainya berwarna Emas?"
Sesaat Fuuka menyelesaikan kalimatnya, mereka melihat ke sekeliling mereka. LAntai berwarna Emas, sebuah Teleporter, jam antik yang sama seperti di lobby bawah, dan tangga tinggi yang melingkar… tunggu dulu! Tangga! "Hei! Kenapa ada tangga lagi!" teriak Akihiko.
Mitsuru mengambil nafas secepat mungkin, "Sepertinya… Tartarus tidak berhenti disini saja…"
Souji memasang muka bingung. "Ne, senpai… Kenapa kalian kaget? Memangnya dulu nggak begini?"
"Tidak… tidak seharusnya seperti ini…" jawab Minato. "Tapi, aku merasakan firasat buruk…"
Fuuka melihat kesekeliling. Tiba-tiba ia merasakan Juno menemukan sesuatu. Sesuatu yang berbahaya. Fuuka menyadari ancaman itu mendekat. "Semuanya! Sesuatu yang berbahaya sedang menuju kesini!" Teriak Fuuka memberitahu.
Semuanya langsung siap siaga mendengar pemberitahuan Fuuka. Mereka melihat kesekeliling saling menutupi titik buta satu sama lain.
DEG DEG!
'A-apa Ini!' pikir Minato.
DEG DEG DEG!
'Hawa membunuh yang besar!'
Tiba-tiba sebuah tangan berlendir hitam muncul di depan tangga. Minato dan kawan-kawan langsung berpose gaya bertarung mereka. Sesuatu itu mencoba menarik dirinya dari lantai. Dan setelah beberapa detik Sebuah Shadow muncul dengan toeng yang tidak pernah dilihat oleh Minato.
"Semuaya berhati-hati! Dari topengnya… itu topeng Erebus!" Teriak Fuuka.
Mitsuru dan Akihiko kaget setengah mati. "Sial! Kenapa erebus ada disini!" umpat Akihiko. Lalu melihat sebuah shadow yang sama muncul disbelah Shadow yang muncul pertama.
"Tak ada waktu lagi! Kita harus bertarung!" Minato menerjang kearah Shadow yang pertama. Di ayunkannya pedang satu tangannya kearah dua shadow tersebut, tetapi berhasil ditahan oleh tangan hitam yang berasal dari Shadow yang baru muncul. Minato terpental kembali kearah teman-temannya. "Fuuka! Analysis! Akihiko!, Mitsuru, Souji! Direct order! Minako, Protect Fuuka!" suruh Minato dan kembali menerjang Erebus. "Souji ikut aku lawan yang kiri! Mitsuru, Akihiko lawan yang kanan!"
'Aku bisa bertarung dengan kalian!' teriak Minako didalam pikiranya dan didengar oleh Minato. 'Kau masih belum bisa menggunakan personamu jadi kau harus lindungi Fuuka selagi kami bertarung!' jawab Minato sambil menghindari serangan-serangan dari Shadow.
'Tapi…' 'Tidak ada tapi-tapian!' potong Minato sambil mengambil evokernya dari kantongnya. "ORPHEUS!"
Muncullah sebuah persona berkepala seperti manusia dan mempunyai badan robot yang membawa harpa besar di punggungnya. "AGI!" teriak Minato. Orpheus memetik harpanya dan sebuah bola apa menerjang kearah salah satu shadow tetapi api itu hanya memberi rasa sakit yang sedikit untuk Shadow. "Sial!"
*Mitsuru dan Akihiko*
Mitsuru menusuk-nusukkan pedangnya kearah Shadow yang tidak dilawan Minato. Tapi hanya sedikit melukai Shadow itu. 'sial! Apa aku masih terlalu lemah!' Lalu ia menarik pelatuk evokernya di kepala. "ARTEMISIA!" sebuah persona yang memakai topeng berwarna merah dan gaun merah serta membawa cambuk muncul di atas Mitsuru. "BUFULA!" teriak Mitsuru.
Suhu disekitar shadow itu menurun drastis dan dapat dilihat sebuah balok es berukuran sedang menimpa shadow itu. Setelah itu shadow itu membeku.
"Bagus Mitsuru!" puji Akihiko. Dia langusng melakukan kombo-komba petinju. Sebuah jab, Straight, Haymaker, dan diakhiri oleh Uppercut yang kuat. Shadow itu langsung terpental saat Akihiko melakukan Critical Hit-nya. "Masih Belum!" Dengan cepat Akihiko mengambil evokernya dan menarik pelatiknya di dahi. "CAESAR!" muncullah sebuah persona yang menggunakan pakaian kaisar romawi dan didalam dadanya dapat dilihat ada seseorang didalamnya yang membawa Globe bumi di tangan kanannya dan Pedang di tangan kirinya. "ZIONGA!" tiba-tiba dilangit diatas Shadow yang sedang down muncul sebuah kumpulan petir dan langsung menyambar Shadow yang tadi. "Heh! Take that!" ucap Akihiko girang.
"Jangan senang dulu! Shadow itu belum mati!" Teriak Mitsuru. "Dan satu lagi… serangan-serangan kita tadi hanya sedikit melukai dirinya…"
"APA!"
*Minato dan Souji!"
"Izanagi!"
Souji meremas kartu ditangannya. Muncullah sebuah persona yang memakai jubah hitam panjang dan memakai topeng besi serta membawa pedang yang besar. "Zionga(A/N: saya tidak tahu kalau Izanagi bisa atau tidak menggunakan Zionga…)!"
Sama seperti Akihiko petir beukuran sedang menyambar Shadow yang dilawannya. Tetapi yang dilawan hanya luka sedikit. "Sial! Senpai! Bagaimana ini! Apa yang harus kita lakukan!" teriak Souji sambil berusaha menyabet shadow itu menggunakan stik golf.
'Apa yang harus kulakukan…" pikir Minato dengan keras. 'Aku harus menunggu hasil analisis Fuuka… jadi hanya satu yang bisa dilakukan!' "Souji! Full Asault!" teriak Minato ke Souji memberitahukan taktiknya.
Souji mengangguk dan langsung menerjang melupakan pertahanan dengan satu pikiran… Serang. "SPINNING DRIVER!*" Souji berputar putar dengan cepat sambil mengayunkan stik golfnya. Setelah berada di depan musuh dia berhenti berputar dan mengayunkan stik golfnya. Dengan dibantu oleh gaya ayun sehabis berputar-putar kekuatan serangan biasa Souji bertambah 2X lipat dan alhasil Shadow itu terpental dan mendapat damage lumayan besar. "Hosh… Hosh… Heh berhasil…" ucap Souji.
Minato yang melihat serangan Souji tersenyum dan langsung menyerang Shadow yang sudah recover dari serangan Souji. Minato mengayunkan pedangnya dari atas Shadow itu tetapi shadow itu memukul perut Minato dan membuatnya menjatuhkan pedang yang sudah diayunkan dan terlempar dari atap tartarus. Minato langsung berdiri dan memakai sarung tangan yang di ambil dari Mitsuru. "Rasakan ini!" teriak Minato. Minato memberikan shadow itu sebuah straight yang keras ke topeng shadow tersebut.
"Minato-kun!" panggil Fuuka lewat transciever di telinga Minato. "Para Shadow itu tidak lemah dengan apa-apa! Berhati-hatilah!" Lalu Minato melihat shadow itu sedang membuka mulut yang ada dibawah topengnya. Dan sinar berwarna hijau bersinar dari dalam mulutnya. "Awas Minato-kun!" teriak Fuuka.
Dari mulut Shadow itu keluar bola berwarna hijau dengan cepatnya kearah Minato. Bola itu mengenai tubuh Minato. Rasa sakit itu terasa seperti terkena… tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Yang pasti sakit…
"Ugh… rasanya seperti terkena Megidola…" gumam Minato sambil melihat bercak darah dirinya di sarung tangannya.
"Senpai!" Teriak Souji."Kau!" Souji langsung menyerang shadow itu "SPINNING DRIVER!" sebelum stik golfnya menyentuh tubuh shadow, serangannya ditahan oleh shadow yang lain. "Apa!"
Shadow yang menahan serangan SOuji langsung menghilang dan topengnya hancur terbelah dua. "Bagaimana Mungkin!" Minato melihat Akihiko dan Mitsuru pingsan di tanah dengan luka yang lumayan parah. "Akihiko! Mitsuru!" teriak Minato menunggu respon dari mereka berdua. Tetapi tidak ada jawaban dan Minato menatap Shadow yang belum menghilang.
"KAU! MATILAH KAU!" teriak Minato. Matanya yang abu-abu berubah menjadi warna emas dan langsung menerjang kearah Shadow itu.
"BRAWLER STYLE!" Minato memukul shadow itu dengan Straight berkali-kali. "GATLING FIST!" Shadow itu terpental dan menghilang dengan topeng yang tercerai berai.
"Hosh… Hosh… berhasil…" Mata Minato kembali menjadi abu-abu lalu menjatuhkan dirli ke pantatnya. Tiba-tiba dari tangga turunlah seseorang yang tidak mereka kenal.
"Hehe…Seperti yang diharapkan dari 'Sang Penyelamat'…"
A/N: Cliff Hanger! Haha! I love it! Bagaimana tentang battlenya? Bagus? Biasa? Atau jelek? Yah maklum masih belum terlalu bisa memberikan battle yang bagus… dan sekali lagi maaf karena keterlambatan update. Soalnya gara-gara sekolah saya nggak bisa mengerjakan fic ini dan yang lain. Maaf atas kesalahan penulisan kata. Dan tolong Review ya! Saya juga akan menampilkan Minato yang ada di Fic saya di DA. Tunggu aja ya! Dan di profil saya ada poll tentang siapa yang ingin ditonjollin di fic ini nih! Makasih ya! Totaloo~
Omake:
"SPINNING DRIVE!" Souji berputar-putar sambil mengayunkan stik golfnya. Dan tiba-tiba dia tidak bisa berhenti dan makah berputar-putar terus sampai tepi tartarus dan jatuh. "GYAAAA!" Para shadow dan Teman-tmannya hanya sweat drop.
Attack description:
-Spinning Drive: Berputar-putar ke arah lawan sambil mengayunkan senjata untuk menambah gaya ayunan. Saat didepan musuh tubuh berhenti berputar tetapii gunakan gaya yang sudah dikumpulkan ke senjata dan ayunkan kemusuh.
-Brawler style: Gatling fist: Pukul berkali-kali mush dengan cepat keaqrah tubuh atau wajah dan diakhiri dengan haymaker ke arah wajah. Sangat cocok untuk orang yang menggunakan southpaw.
