Chapter 9

..

" Bagaimana hubunganmu dengan Jungkook " Taehyung kembali menghela nafasnya saat mengingat pertanyaan eommanya beberapa jam yang lalu.

Huhh untung dia bisa menjawabnya kalau tidak matilah riwayatnya di rumah sendiri. Taehyung bernapas lega setidaknya dia aman untuk saat ini.

Dan entah untuk esok. Taehyung akan memikirkannya nanti

Taehyung kembali mengemudikan mobilnya menuju rumah. Ia rindu bantal dan gulingnya yang tergeletak tak berdaya di atas tempat tidurnya

Dan mungkin iya juga sedikit merindukan Jungkook

*Beberapa jam yang lalu

Mobil Taehyung memasuki gerbang rumahnya dengan roda – roda hitamnya yang bergerak santai memasuki kediaman keluarga Kim. Maniknya dapat melihat berbagai jenis bunga milik ibunya yang sedang mekar dengan indah di pekarangan rumahnya yang lumayan luas

Taehyung menghentikan laju mobilnya tepat di depan rumah. Kaki panjangnya bergerak keluar memasuki rumah orang tuanya yang jarang ia kunjungi semenjak menikah dengan Jungkook

Taehyung menyapu pandangannya mengelilingi rumah. Bola matanya bergerak mencari gerak - gerik kehidupan di rumahnya yang terlihat sepi. Ah ralat sangat sepi malah

Taehyung melangkahkan kakinya semakin dalam memasuki rumahnya. Sesekali kepalanya menengok kesamping guna mencari keberadaan sang ibu

" Eomma ! " Taehyung terus mencari sosok wanita paruh baya yang telah melahirkan dan membesarkannya hingga seperti saat ini. Langkah kakinya terhenti tepat di halaman belakang rumahnya yang rindang dan sejuk. Pepohonan yang lumayan besar nampak sangat menenangkan bagi Taehyung. Bahkan ayunan masa kecilnya masih tergantung indah disalah satu batang pohon itu

Maniknya dapat melihat siluet tubuh ramping ibunya yang duduk diatas ayunan miliknya.

" Eomma " sosok yang dipanggil eomma menolehkan kepalanya kebelakang. Wajahnya masih terlihat cantik diusianya yang mencapai kepala empat

" Oh Taehyungi kau sudah datang "

" Ne eomma " wanita paruh baya itu berlari kecil menghampiri anaknya. Taehyung membalas pelukan ibunya dengan hangat. Dahinya sedikit berkerut saat melihat ibunya menggerakkan kepalanya kesana – kemari seolah mencari sesuatu

" Apa yang eomma cari ? "

" Oh eomma mencari Jungkookie. Kemana dia ? apa kau tak mengajaknya "Nyonya Kim sedikit mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan sang anak yang merupakan turunan dari ayahnya

Glup

Taehyung menelan ludahnya. Ia lupa bahwa ibunya begitu menyayangi Jungkook melebihi dirinya yang merupakan anak kandungnya. Itu sebabnya ia tak heran saat wanita itu menanyakan keberadaan Jungkook saat ia berkunjung

" Umm Jungkook ada dirumah eomma…. "

" Kenapa kau tak mengajaknya ? " potong nyonya Kim tak sabaran. Taehyung mencoba menjelaskan alasan paling rasional yang ada didalam otaknya untuk menjawab pertanyaan ibunya

" Oh Kookie ku sedang sibuk rupanya " Taehyung mengekor mengikuti langkah sang ibu yang memasuki rumah mereka

" Appa dimana eomma ? " tanya Taehyung saat mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang berada dimeja makan. Maniknya menatap tubuh sang ibu yang bergerak lincah menyiapkan makanan untuknya

' Mirip Jungkook ' batin Taehyung

" Masih dikantor, kau lupa sekarang jam berapa Taehyungie ? " Taehyung mengaggukkan kepalanya tanpa minat menjawab pertanyaan wanita paruh baya itu. Menurutnya masakan ibunya lebih menarik daripada membicarakan ayahnya yang workaholic

.

Jungkook berlari mengejar waktu. Jam ditangannya menunjuk angka 9 lebih 30. Ia terlambat tiga puluh menit dari waktu yang ditentukan namja bernama Hoseok itu

Sesampainya ditaman kompleks, Jungkook mengedarkan pandangannya mencari sosok yang memakai hoodie hitam –Hoseok tadi kembali mengiriminya sms tentang pakaian yang digunakannya. Jungkook terus mengedarkan pandangannya hingga melihat sosok itu dari kejauhan

Jungkook buru – buru melangkahkan kakinya kembali mendekati sosok itu

" Apa kau Jung Hoseok ? " tanya Jungkook pelan setelah menepuk bahu namja yang sedang duduk di salah satu bangku taman itu. Jungkook bergerak mendudukkan dirinya disamping namja yang diyakini sebagai Hoseok

Sosok itu menolehkan wajahnya menatap wajah jungkook dari balik kecamata hitam yang digunakannya

Jungkook menyeritkan dahi saat menyadari semua yang dipakai namja didepannya adalah serba hitam.

Sosok itu melepas kacamatanya dan menatap wajah Jungkook dalam. Hoseok menarik garis bibirnya membentuk senyum hangat yang bersahabat membuat Jungkook tertegun sejenak melihat wajah Hoseok

' Sepertinya orang baik ' batin Jungkook setelah melihat senyum hangat milik Hoseok

Hoseok mengulurkan tangannya yang disambut tanpa curiga oleh Jungkook.

" Ya benar, aku Hoseok. Kurasa kau sudah tahu nama lengkapku " Hoseok sedikit terkekeh saat mengatakan itu membuat Jungkook Tersenyum canggung

" Dan kau Jeong Jungkook ? ah kurasa sekarang margamu berubah menjadi Kim " Jungkook membelalakkan matanya mendengar ucapan Hoseok.

Dari mana namja asing tahu ?

" Dari mana kau mengetahuinya ? " Hoseok membalas pertanyaan jungkook dengan senyum ganjil yang membuat Jungkook benar – benar kebingungan

" Oh ya untuk apa Hoseok-ssi menyuruhku menemuimu. Apa kita pernah saling bertemu sebelumnya ? " Jungkook membanting setir arah pembicaraan mereka, ia tak terlalu memikirkan senyum Hoseok yang ganjil menurutnya

" Ah aku hanya memiliki sedikit urusan dengan Taehyung … "

" Dengan Tae-hyung ? " potong Jungkook saat namja disampingnya menyebut nama Taehyung. Sebenarnya siapa si Hoseok ini hingga mengenal Taehyung ? dan apa hubungannya dengan dirinya ?

" Hmm iya, namun ia tak ingin menemuiku " Jungkook dapat melihat gurat kesedihan terpancar jelas dimanik mata Hoseok sebelum ia kembali mengendalikan ekspresi wajahnya

" Ada apa ? apa ada yang bisa kulakukan untuk membantumu ? "

" Hum kurasa ada…. "

.

.

Jungkook banyak menghabiskan waktunya bersama Hoseok hari ini. Menurutnya namja yang mengaku sebagi teman masa lalu Taehyung itu sangat menyenangkan dan hangat

Hanya dalam beberapa jam Jungkook mengenalnya ia sudah akrap dengan Hoseok. Hampir sama dengan Jongin, Jungkook tak memerlukan waktu yang lama untuk akrab dengannya

" Jungkookie berapa usia pernikahan kalian ? " tanya Hoseok kala ia dan Jungkook sedang menikmati makan siangnya disalah satu kedai es krim yang menyediakan berbagai makanan lain selain es krim sebagai menu utamanya

" Um " Jungkook menggigit sendok es krimnya memikirkan jawaban dari pertanyaan Hoseok

" Hampir 2 tahun hyung. Kenapa ? " Jungkook kembali menyendok es krimnya dan menatap Hoseok yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu

" Tidak apa – apa, hanya ingin bertanya " jawab Hoseok

Jungkook menjentikkan jarinya saat mengingat sesuatu yang ingin dia tanyakan pada Hoseok tentang Taehyung

" Ung Hoseok-ssi bolehkah aku bertanya ? " Hoseok mengganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Jungkook

" Bagaimana sifat Tae-hyung dulu ? ah … maksudku sebelum bertemu denganku. Iya seperti itu … " Jungkook sedikit gugup saat mengatakan itu. Sungguh… selama ini ia tak tahu harus bertanya kepada siapa lagi selain kedua mertuanya atau lebih tepatnya ibu Taehyung yang sering mengunjungi rumah mereka. Namun sekarang ada Hoseok yang notabene teman lama Taehyung ada didepannya. Jadi ia sedikit penasaran dengan kehidupan Taehyung sebelum bertemu dan menikah dengannya. Mungkin juga Hoseok mengentahui alasan kenapa Taehyung berubah menjadi dingin padahal dulu Taehyung merupakan orang yang ramah dan hangat –Jungkook mengetahui ini dari ibu mertuanya

" Untuk apa kau bertanya itu ? " bukannya menjawab, Hoseok malah melempar pertanyaan lain membuat Jungkook meremas jari – jarinya yang berada dibawah meja

" Hanya ingin tahu. Tapi kalau Hoseok-ssi tidak ingin menjawabnya tak apa "

Hoseok menatap Jungkook sejenak sebelum membuka mulutnya untuk bercerita

.

Jungkook melangkahkan kakinya riang saat pulang kerumah. Disampingnya masih ada Hoseok yang menemaninya. Sebenarnya ia tak ingin Hoseok mengantarkannya pulang, Jungkook takut merepotkan namja itu. Namun Hoseok dengan berbagai alasan ingin mengantarkannya pulang dan mau tak mau membuat Jungkook menerima tawarannya

" Hyung mau mampir ? " tanya Jungkook saat ia membuka gerbang rumahnya. Hoseok memandang sebentar rumah Taehyung dan Jungkook. Maniknya dapat melihat seseorang yang menatapnya tajam dari teras rumah. Bibirnya entah kenapa membentuk senyum lebar yang aneh dimata Jungkook

" Hoseok-ssi kau tidak apa – apa ? " tanya Jungkook merasa sedikit khawatir melihat perubahan mimic wajah seseorang didepannya

" Aku tidak apa – apa. Terima kasih tawarannya, kurasa lain kali ….. " tolak Hoseok halus. Kemudian namja itu berjalan menjauhi Jungkook sambil melambaikan tangannya keatas

Jungkook menatap tubuh Hoseok yang semakin mengecil dengan bingung. Kadang Jungkook tak mengerti kenapa namja itu sering menampilkan senyum atau raut wajah yang aneh

Jungkook melangkahkan kakinya setelah menutup kembali gerbang rumahnya. Langkah kakinya terhenti saat melihat tubuh seseorang yang sangat dikenalnya berdiri di depan rumah mereka

" Hyung sudah pulang ? " Jungkook kembali berjalan, memangkas jarak yang memisahkan tubuh mereka hingga tinggal beberapa langkah

" Siapa itu tadi ? " tanya Taehyung –walaupun ia sudah benar – benar tahu siapa yang mengantar Jungkook pulang. Ia hanya ingin tahu jawaban apa yang keluar dari bibir Jungkook

" Umm Hoseok-ssi, dia berkata bahwa dia teman lamamu. Apa itu benar ? "

" Tidak " jawab Taehyung singkat sebelum membalikkan tubuhnya meninggalkan Jungkook

.

" Hyung marah padaku ? " Jungkook memilin jarinya gugup. Manik kelincinya sekali – kali melirik wajah taehyung yang nampak serius memperhatikan layar segi empat di depannya –televisi

" Tidak " jawab Taehyung singkat. Jungkook menggigit bibirnya sambil menundukkan wajahnya. Tidak biasanya Taehyung seperti ini. Jika namja itu marah dia akan melampiaskan semua amarahnya pada Jungkook. Baik itu menyiksanya atau membentaknya, Jungkook sudah biasa

Tapi kalau diam seperti ini malah membuat Jungkook takut berkali lipat

' Apa ini ada hubungannya dengan Hoseok-ssi ' pikir jungkook

" Hyung…. "

" Jangan bertemu lagi dengannya "

" Huh ?! " Jungkook mengerjapkan matanya beberapa kali mencoba mencerna maksud dari perkataan Taehyung. Bibirnya baru saja ingin bertanya saat suara berat Taehyung kembali terdengar

" Jangan temui si Hoseok itu lagi "

" Kenapa ? " tanya Jungkook ragu – ragu karena menurutnya Hoseok adalah orang yang ramah dan menyenangkan

" Aku bilang tidak ya tidak ! " bentak Taehyung sambil menatap tajam Jungkook membuat namja pemilik gigi kelinci ini menunduk takut

Taehyung menghela napas saat menyadari tubuh Jungkook sedikit bergetar, mungkin Karena takut padanya

Taehyung jadi teringat perkataan ibunya tadi

" Maaf " ucap Taehyung pelan sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan Jungkook –lagi. Jungkook mengangkat wajahnya menatap punggung Taehyung yang berjalan melewatinya

Bulir – built air mata kembali membasahi kedua pipinya. Jungkook bingung, ia tak mengerti apa yang ada dipikiran Taehyung hingga membuatnya seperti ini. Jungkook memang tak menerima pukulan darinya tapi Jungkook dapat merasakan sedikit kegelisahan dan amarah yang menyelimuti tubuh Taehyung

Apa ? apa yang sebenarnya namja itu rasakan. Jungkook juga ingin tahu, ia juga ingin selalu menjadi istri yang dapat diandalkan Taehyung, menjadi sandarannya saat dia lelah, menjadi pendengar yang baik saat ia menceritakan masalahnya dan menjadi seseorang yang dapat menenangkan Taehyung dari semua kegelisahannya

Tapi apakah itu bisa ?

Tubuh jungkook semakin bergetar memikirkan angan – angannya

Angan – angan yang terlalu tinggi hingga susah untuk diraihnya

.

Taehyung menghentikan langkahnya, kepalanya menoleh kebelakang melihat tubuh Jungkook yang bergetar. Namja kurus itu membalikkan tubuhnya. Tangannya meremas dadanya yang terasa sakit entah karena apa

' Apa benar aku sudah mencintainya ? '

Ingin rasanya Taehyung berjalan mendekati Jungkook, merengkuh tubuhnya dalam pelukannya dan menenangkannya

Namun apa yang terjadi ? Taehyung hanya bisa terdiam diri menatap tubuh yang bergetar itu. Taehyung merutuk otaknya yang tak mau bekerja sama dengan hatinya untuk mendekati Jungkook

Dirinya hanya bisa memperhatikan Jungkook.

Tanpa mendekatinya

Memeluknya

Apa lagi menenangkannya

Hanya bisa diam dan melihat tanpa bisa berbuat apa – apa

.

Taehyung akhirnya menggerakkan kakinya saat melihat tubuh Jungkook sudah terkapar diatas sofa –tertidur.

Taehyung mendudukkan dirinya di lantai. Entah sejak kapan, menatap wajah jungkook yang terlelap membuatnya tenang

Taehyung mengusap titik – titik air mata yang masih tersisa di wajah manisnya. Kali ini dia tak menghindar. Jujur Taehyung sangat menikmati momen seperti ini –walaupun jarang terjadi, tapi ia benar – benar menikmatinya.

Taehyung menggendong tubuh Jungkook ala bridal dan memindahkan tubuh mungil itu kedalam kamar.

Taehyung merebahkan tubuh Jungkook pelan – pelan agar tak membuatnya terbangun. Tubuhnya berbaring disamping Jungkook dan merengkuh pinggang Jungkook dengan tangannya. Taehyung kembali menatap Jungkook lamat – lamat, menatap setiap inci wajah seseorang yang selalu disakitinya.

Jemarinya bergerak mengelus pipi mulus Jungkook dengan lembut sebelum mengecup pipi kanannya

" Selamat malam Kookie " Taehyung menutup ucapannya dengan mengecup bibir Jungkook sebelum ikut memejamkan mata dan mengarungi dunia mimpi

.

Matahari bersinar begitu hangat. Suara cicitan burung menjadi lagu penyambut pagi yang begitu menenangkan dan memanjakan telinga

Jungkook membuka kelopak matanya perlahan. Manik kelincinya menatap keadaan kamarnya yang mulai hangat terkena terpaan cahaya matahari pagi

Deg

Jungkook membelalakkan matanya begitu menyadari sebuah tangan memeluk erat pinggangnya. Tangan yang amat dikenalinya

Milik taehyung

Jungkook membalikkan tubuhnya perlahan, hal pertama yang ia lihat adalah wajah damai Taehyung saat tertidur. Jungkook memberanikan diri mengelus wajah damai Taehyung dengan jarinya. Manik matanya menatap penuh kekaguman seolah didunia ini tak ada yang lebih sempurna selain Kim Taehyung

Jungkook terus memperhatikan wajah Taehyung tanpa berkedip dan tak mengetahui kalau sang pemilik wajah sudah terbangun sebelum Jungkook membuka kedua matanya

Taehyung menangkap tangan jungkook yang terus mengusap wajahnya membuat namja kelinci itu tersentak kaget. Jungkook buru – buru menarik tangannya namun cengkraman tangan Taehyung begitu kuat hingga ia tak mampu melepaskan cengkraman itu

" Hyung … " cicit Jungkook sambil menatap dada Taehyung, ia terlalu takut menatap manik mata Taehyung yang menatapnya dengan tajam seperti biasanya. Namun tanpa Jungkook ketahui Taehyung malah tersenyum lembut menatap namja yang masih berada dalam pelukannya

" Hyung ma.. maaf aku tak bermaksud.. " usapan dikepalanya membuat Jungkook menghentikan kata – katanya. Namja kelinci itu menutup matanya menikmati setiap sentuhan tangan Taehyung diatas kepalanya

' Kenapa ? kenapa Tae-hyung berubah lagi ? '

Jungkook terus berpikir membuat kepalanya penuh dengan berbagai kemungkinan – kemungkinan yang membuat Taehyung kembali berubah

' Mungkin mood Tae-hyung sedang baik ' Jungkook menghilangkan semua kemungkinan itu dengan tetap berpikir positif. Toh ia juga menikmatinya. Jarang – jarang Taehyung bisa bersikap lembut seperti ini

Taehyung itu bagaikan labirin untuk Jungkook. Begitu membingungkan dan susah ditebak. Dan jika kau sudah masuk kedalamnya, kau akan susah untuk mencari jalan keluar

Sama seperti cinta Jungkook pada Taehyung.

Sesering apapun Taehyung memukulnya, menamparnya dan menyiksanya dengan semua kelakuan buruknya. Jungkook tak akan pernah bisa berpaling darinya apalagi membenci

Jungkook benar – benar tak bisa

" Jungkook…. " Jungkook tersadar dari pikirannya saat tangan Taehyung mencolek pinggangnya dan memangkas jarak wajah mereka. Membuat manik matanya begitu jelas melihat wajah Taehyung dengan jarak kurang dari 5 cm

Rasa hangat mengalir dipipinya membuat warna kemerahan muncul dikedua pipinya yang putih bersih. Taehyung menatapnya begitu dalam membuat Jungkook bergerak tak nyaman dalam pelukan Taehyung. Jungkook ingin mengalihkan pandangannya, namun apa daya matanya seolah berkhianat dengan pikirannya

Jadi ia sedikit lebih tenang saat menatap obsidian milik Taehyung

Obsidian yang selalu membuat jantungnya berdebar – debar tanpa mampu ia kontrol.

" Jungkook … "

" Ah ne hyung … " Jungkook mengerjapkan matanya beberapa kali membuat Taehyung tanpa sadar mencubit kedua pipi gembinya

Jungkook yang terkejut hanya bisa diam sambil membelalakkan matanya sedangkan sang tersangka hanya melihat sekeliling acuh tak acuh saat menyadari tindakannya

" Hyung bisakah kau melepas pelukanmu ? " Jungkook bertanya lirih, Taehyung yang mendengar ucapan jungkook sedikit salah tingkah. Namja kurus itu buru – buru melepas lingkaran tangannya di pinggang Jungkook

Jungkook sedikit menggeser tubuhnya menjauhi Taehyung, kakinya bergerak turun dari ranjang. Saat ia ingin melangkahkan kakinya keluar kamar sebuah tangan menahan pergelangan tangannya

" Kau mau kemana ? " tanya Taehyung sambil menatap wajah Jungkook

" Um memasak " jawab Jungkook yakin. Bukankah memang ini kewajibannya sehari – hari ?

" Kenapa hyung ? " bukannya menjawab Taehyung malah ikut berdiri disamping Jungkook dan menyeret tangannya keluar kamar

" Hyung mau kemana ? "

" Ke dapur. Katanya mau memasak " jawab Taehyung membuat Jungkook menghentikan langkah dan menyeritkan dahi bingung. Otomatis Taehyung yang berada didepannya juga menghentikan langkahnya dan menatap Jungkook

" Sudahlah, cepat aku ingin membantumu " Taehyung kembali melangkahkan kakinya setelah beberapa detik melihat keterdiaman Jungkook. Tak lupa ia juga menyeret tubuh Jungkook yang terlihat masih memikirkan kata – katanya

' Ck dasar lamban ' gerutu Taehyung namun masih terlihat senyum tipis terukir di kedua belah bibirnya

.

Jungkook bergerakan tangannya pelan mengaduk – aduk masakannya dalam penggorengan. Pasalnya saat ini namja kelinci itu sedang mengendalikan detak jantungnya yang kian berdebar cepat kala tangan Taehyung semakin mengeratkan pelukannya

Oh demi Tuhan…

Jungkook tak pernah membayangkan hal ini benar – benar terjadi. Selama ini Jungkook hanya mampu mambayangkannya saja. Tidak lebih dan tidak kurang

Namun pagi ini semua berbeda

Bolehkan jungkook kembali berharap setingga awan ? walaupun ia tahu mungkin Taehyung akan menghempaskannya kembali ke dasar bumi

" Jungkook-ah awas masakanmu hangus " suara berat Taehyung mengalun dengan lancar di telinganya membuat Jungkook tersadar dan segera mematikan kompornya

" Hyung bisakan kau melepaskanku ? aku ingin mengambil piring "

" Ah baiklah .. " Taehyung melepaskan pelukannya dengan sedikit perasaan tak rela. Manik tajamnya menatap tubuh Jungkook yang kembali membawa 2 buah piring

" Jungkook maafkan aku, semalam aku… "

" Tidak apa – apa hyung. Aku mengerti " potong Jungkook dengan senyum tulusnya membuat Taehyung benar – benar merasa bersalah

" Tak usah dipikirkan lagi " lanjut Jungkook sebelum meninggalkan tubuh Taehyung dengan

piring yang masing – masing berada di kedua tangannya

Taehyung melangkahkan kakinya mengikuti Jungkook. Berbagai kejadian yang terjadi selama ini berkelebat dipikirannya membuat Taehyung merasa aneh sekaligus bingung

Joy. Jungkook. Dan sekarang Hoseok kembali ke kehidupannya

Namun taehyung sudah memutuskan pilihannya

Ia tak ingin mengambil keputusan yang membuatnya menyesal nantinya dan ia pikir keputusan inilah yang diambil oleh hatinya bukan hanya otak dan logikanya saja

' Aku akan merubah diriku mulai saat ini '

.

.

.

" Taehyungie apa Jungkook baik – baik saja ? " tanya sang Ibu saat Taehyung tengah sibuk menyantap berbagai hidangan yang disediakannya.

" Tentu, dia sehat dan tidak sakit eomma " balas Taehyung. Namun sepertinya Taehyung benar – benar tak mengerti maksud dari kata baik – baik saja yang ditanyakan ibunya

" Bukan seperti itu Taehyungie "

" Maksud eomma .. ? " Taehyung menatap wajah sendu sang ibu dengan bingung. Memang baik – baik seperti apa yang dipikirkan ibunya selain keadaan fisik Jungkook ?

Nyonya Kim menghela napas sejenak sebelum menatap kedua manik anaknya

" Aku mengerti kau menikah dengan Jungkook hanya karena paksaan dari kami. Tapi jangan menyakitinya terus sayang "

Deg

Rasanya jantung Taehyung seperti mau lepas dari rongganya saat mendengar ucapan sang ibu.

Apa berarti selama ini ibunya mengetahui semua kelakuannya terhadap Jungkook ?

" Eomma…. "

" Aku tahu mungkin kau dulu membencinya. Tapi aku yakin ada perasaan yang tumbuh dihatimu selain rasa benci. Aku mengetahuinya sayang, kau tak bisa membohongi eommamu ini "

Taehyung menunduk memikirkan perkataan sang ibu. Apa semua itu benar ?

" Mungkin kau masih bingung. Kau hanya perlu memahami perasaanmu sendiri sayang, eomma tak ingin kau menyesal saat Jungkook tak kuat lagi dengan semuanya dan memilih pergi meninggalkanmu "

Taehyung merasa dadanya terhimpit sesuatu yang berat. Sesuatu yang membuat dadanya merasakan sakit yang tak bisa terdentifikasikan. Sesuatu yang terlihat namun nyata

.

.

TBC ….

Lohaa datang lagi nih ffnya. Cepet kan ? cepet dong wkwkwk

Okeh aku mau minta saran nih. Aku bener – bener bingung harus ngapain abang jihop disini

Ada yang punya ide ? jujur lagi mumet mikirin peran jihop

Aku cuma pengen fokus ke kebahagiaan jungkook doang soalnya :'v

Kan kasian dedek kuki digantung terus sama taetae