.

.

.

Sarutobi Konohamaru & Hyuuga Hanabi

friendship, romance, (slight slice of life)

Disclaimer: Naruto cuma milik Masashi Kishimoto

K+

AR, AT, mungkin OOC, typo(s), de-el-el,

.

.

.

After the End

The Story of the 8th Hokage

.

.

Propose…?

.

Niatnya Konohamaru datang ke kediaman Hyuuga, sih, cuma mau bertemu dengan Hanabi saja. Mendiskusikan masalah misi, sekalian ngajak jalan-jalan—itu juga kalau Hanabi mau. Tidak terbesit di kepalanya kalau harus bertemu dengan sang pemimpin klan, Hyuuga Hiashi, alias ayah Hanabi.

"… ja-jadi—" Konohamaru untuk ke sekian kalinya menelan ludah, "saya ke sini—"

"Aku tahu." potong Hiashi dengan ekspresi super cuek. "Terus?"

Konohamaru melirik Hanabi, terbelalak karena gadis bermata pucat itu tenang-tenang saja. Padahal dia sudah nervous setengah mati.

Dia kembali menatap leher Hiashi—karena tidak kuat dengan pandangan mata Hiashi yang seakan menghisap cakra-nya—dan berkata, "J-jadi… apakah Anda setuju?"

Kening Hiashi mengernyit. Konohamaru lagi-lagi melirik ke arah Hanabi, tambah frustasi karena gadis itu benar-benar terlihat santai.

"Aku pernah mendengar ucapan itu sebelumnya," kata Hiashi dingin. "Beberapa minggu sebelum putri tertuaku meninggalkanku dan Hanabi sendiri, menikah dengan laki-laki rubah itu."

Konohamaru menatap mata Hiashi dengan pandangan bingung, sementara Hanabi mengangkat alis.

"Kau…" kata Hiashi lambat-lambat, "mau melamar putriku, ya?"

.

.

Eh?

Sebelum Konohamaru dan Hanabi konek dengan maksud Hiashi, laki-laki paruh baya itu sudah berkata, "Memangnya umurmu berapa, hah?"

Bahkan Hinata dan Naruto yang dari tadi menguping dari balik tembok juga ikut bingung dengan perkataan Hiashi.

.

—Fin—

.

.

.