CHAPTER 9 : KERISAUAN
Sepeninggal zhengting, mendadak Jieqiong berpikir, kalau zhengting terlihat cukup bahagia, padahal sebelumnya ia terlihat cemas dan takut. Atau setidaknya tampak begitu.
"Ada apa dengannya ? Ge, kau melihat ada yang aneh dengannya ?"
Jieqiong melihat lurus ke arah Jia-er yang kini berbaring di sebelahnya.
"Hmmm...entahlah, aku malas mengurusi temanmu itu, aku mengantuk " Jia-Er berkata pelan seraya masih memejamkan matanya.
"Jia-Er ge "
"Tidurlah, besok pagi kau masih harus kuliah "
Jia-Er menyelimuti Jieqiong dan Jieqiong pun mengakui kalau ia juga mengantuk, ia pun mendekat ke kekasihnya dan memeluknya.
Akhirnya Zhengting sampai di rumahnya sendiri, segera menuju kamarnya dan mengunci pintunya. Matanya terpaku lagi pada sarung tangan kulit milik Xukun yag masih dipakainya.
Masih terngiang jelas ucapan lelaki itu ketika dia memintanya menjadi kekasihnya, padahal jelas-jelas ia sudah tahu kalau dirinya adalah pria.
"Apa mungkin dia itu gay ? tapi kalau dia memang gay, kenapa dia menyukaiku sebagai Xiao Ting juga ? tapi ketika ia tahu aku ini sebenarnya pria, kenapa dia masih bilang suka padaku ? ini benar-benar aneh "
Zhengting mengguyur tubuhnya dengan air dingin, merasa segar kembali, dan diam-diam tangannya menyentuh bibirnya, sudah dua kali malam ini Xukun menciumnya.
Kepalanya sungguh penuh dengan bayang-bayang pemda itu sekarang.
Dan semua ciuman itu terjadi tanpa persetujuannya ! dan parahnya, sejujurnya saja ia menikmati juga semua ciuman itu !
"Aishhh... aku bisa gila kalau lama-lama begini terus "
Pagi harinya, Zhengting sudah rapi dan dengan langkah cepat ia melesat ke rumah Jieqiong yang tak jauh dari rumahnya.
Biasanya gadis itu sudah bangun namun pagi ini suasana rumah masih sepi, Zhengting pun naik ke kamar gadis itu dan sekali lagi ia hampir menjerit ketika mendapati Jieqiong masih tertidur lelap dengan Jia-Er di sampingnya.
"Yaaa... kalian berdua ! bangun !"
Serta merta Zhengting menarik selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.
"Zhengting bodoh...hentikan !" kesal Jieqiong, teriakan menggelegarnya terjadi karena tidur cantiknya terganggu.
"Lima menit saja "
"Tidak ada, Zhou idiot, kau ada kuliah pagi ini, dan apa yang sudah kalian lakukan semalam ?"
"Kami hanya tidur bersama, tidak melakukan apapu, buanglah pikiran kotormu itu, Zhu Zhengting "
seru Jia-Er seraya bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi.
"Apa ? jangan melihatku begitu, yang dia katakan benar kok, kami hanya tidur seranjang " kata Jia-Er tenang lalu beranjak menuju kamar mandi.
"Dia benar. Tidak melakukan apa-apa, buang pikiran bodohmu, Zhengzheng " seru gadis itu kembali.
"Kalau aku tidak memergoki kalian semalam, mungkin saja kalian akan macam-macam "
"Jadi, Zhengzheng...bagaimana ? semalam dia bilang apa saja ?" Jieqiong mengacuhkan wajah kesal Zhengting dan menarik pemuda itu mendekat, lebih tertarik dengan kisah Zhengting- Xukun.
"Mmm...aku heran dengannya, kenapa dia mau berpacaran denganku setelah dia tahu aku ini pria ?"
"Hmmm...Mungkin saja dia itu bi "
"Bi ?"
"Bi itu, dengan pria oke, wanita juga mau "
Kemudian Jieqiong terkekeh pelan. Merasa agak bodoh juga dengan pikirannya sendiri.
"Tidak lucu "
"Serius, Aku serius Zhu zhengting bodoh. Cobalah kau pikir, dia menyukaimu sebagai Xiao Ting juga sebagai Zhengting kalau dia gay itu tak mungkin kan ? Bagaimana menurutmu ? apa kau piker tak ada yang janggal ?"
Membuat zhengting nampak berpikir sejenak.
"Apa dia itu BI ? benarkah ?"
"Kau akan menerimanya kan ?"
'Lihat saja nanti, dia akan datang ke cafe sore ini "
Zhengting tersenyum penuh rahasia.
"Atau sekarang dan menjemputmu ?"
"Eoh ? maksudmu ?"
"Dengar itu "
Terdengar suara klakson mobil dari depan rumah Jieqiong.
Zhengting buru-buru melongok ke bawah dari jendela kamarnya dan matanya membelalak ketika menemukan sebuah mobil yang tak asing lagi di matanya.
'Cai Xukun ?"
"Turun dan temui dia sekarang, aku akan pergi ke kampus dengan Jiajia-gege oppa, bersenang-senanglah, Ting-ah "
Jieqiong mengerlingkan matanya dan mendorong zhengting agar turun dan menemui Xukun di bawah.
Zhengting tentu cemas, ia tak siap menjawab xukun sekarang, namun ia sudah punya jawabannya di hatinya dan kalau sekarang saat yang tepat makan ia akan menjawab pernyataan Xukun semalam.
Namun ia buru-buru memakai jaketnya yang tebal, maklum udara sedang dingin sekali dan ia tidak ingin tubuhnya membeku gara-gara dia tidak memakai jaket tebal.
Ia menuju mobil hitam milik xukun yang terparkir tak jauh dari rumah Jieqiong.
Tahu kalau sang pemilik mobil ada di dalam, zhengting pun masuk. Duduk di kursi penumpang di sebelah xukun.
"Selamat pagi " sapanya.
"Pagi, Zhu Zhengting. Sudah siap berangkat ke kampus ?" tanya Xukun seraya mengamati zhengting lebih dekat.. Pemuda itu Nampak cantik seperti biasanya, walaupun tampil sebagai pria, itu sama sekali tak mengurangi pesonanya di mata Xukun.
"Kita akan berangkat ke kampus sekarang ?"
"Kau pikir kita akan di sini sampai setahun lagi ?"
Zhengting memutar bola matanya dengan kesal. Pertanyaan Xukun terdengar agak bodoh.
"Baiklah, tunggulah sebentar, aku akan mengambil tasku "
Zhengting bergegas keluar mobil dan kembali masuk ke dalam rumah Jieqiong. Mencari tas birunya dan menentengnya.
"Qiong-ah, aku pergi dulu, kita bertemu di kampus !" serunya.
"Zhengting, kau belum memakan sarapanmu, bodoh ! kau pergi dengannya ?"
"Iya, aku beli sarapan di jalan saja, kau pergi dengan Jia-Er kan ?"
"Hmm, aku pergi dengan Jia-er gege, sampai nanti "
Zhengting kembali ke samping xukun, namun Xukun tak juga menjalankan kemudinya.
"Kuliahmu jam berapa ?"
"Jam 9 "
"Masih ada sejam lagi, kita sarapan dulu ya, kurasa perutmu itu akan berbunyi minta diisi "
Dan benar saja, terdengar suara aneh dari perut zhengtingyang lapar. Wajah zhengting memerah, "Maaf " gumamnya, dan pipinya masih merona karena malu. Perutnya tidak bisa diajak kompromi.
Xukun hanya tersenyum kecil dan mulai menjalankan mobilnya.
Dua buah burger berukuran cukup besar dan segelas besar kopi hangat tersaji di depan zhengting.
"Emmm Xukun, ini buat kita berdua kan ?"
"Itu untukmu saja, aku tidak biasa sarapan "
"Tapi, aku mana bisa menghabiskan semua ini ?"
"Kau harus menghabiskannya, kau terlalu kurus, jadi harus makan lebih banyak. Kalau kau menjadi kekasihku, mana bisa aku membiarkan kekasihku kurus kering begitu, nanti orang akan berpikiran aku tidak memberinya makan yang cukup "
Celotehan Xukun tentang 'kekasih' kembali membuat reaksi di wajah zhengting, wajah manisnya mengernyit dan rona merah muncul di pipinya.
Ia berdehem kecil dan mulai memakan sarapannya. Karena perutnya sudah protes minta diisi.
Melihat Zhengting makan dengan lahap sudah cukup membuat hati xukun berbunga-bunga, ia terus menatap Zhengting sehingga Zhengting merasa tak nyaman.
Jujur saja, ia adalah tipe orang yang kurang suka diperhatikan orang lain saat makan.
Akibat ketidaknyamanan itu, alhasil zhengting pun tersedak saat hendak meminum kopinya.
"Hey, hati-hati, kau bisa mati tersedak kalau cara makanmu begitu "
Xukun buru-buru menyodorkan segelas air putih seraya mengusap pelan punggung zhengting.
Zhengting agak tersentak dengan kontak fisik itu, terlebih tangan xukun yang besar terasa sangat nyaman di punggungnya.
"Aku tidak apa-apa " kata zhengting agar xukun sedikit menjauh.
Xukun kembali duduk di kursinya saat melihat Zhengting sudah baik-baik saja.
"Ceritakanlah tentang dirimu "
Xukun menopang dagunya dengan kedua tangannya.
"Apa ?"
"Aku ingin tahu tentangmu Zhengting dan kenapa kau bisa menyamar sebagai Xiao Ting ?"
Zhengting Nampak agak ragu sejenak namun ia berpikir tak ada salahnya untuk bercerita.
"Aku harus menerima pekerjaan itu karena aku harus membiayai ibu dan adikku, sebenarnya aku juga tak ingin bekerja di sana, namun tak ada jalan lain, hari itu aku dipecat dari pekerjaan lamaku dan Qiong yang menawarkan padaku pekerjaan sebagai waitress di Heaven's cafe "
"Mulai sekarang, mulai sekarang kalau kau jadi pacarku, aku tidak mau kau bekerja di sana lagi "
"Tapi, aku kan belum menjadi pacarmu "
"Oh ya ? kalau begitu mulai sekarang kita jadian " Xukun memamerkan smirk-nya.
"Kata siapa aku mau jadian denganmu ?"
"Kenapa ? karena kau pria ? pshhh...berhentilah menggunakan alasan itu,Zhengting. Kau juga suka padaku dan aku tahu itu , jadi jangan lagi mempermasalahkan maasalah jenis kelamin, aku mencintaimu begitupun kau, sudah cukup. Dan aku akan setia padamu "
"Tapi Kun..."
"Kau bisa bekerja di tempatku, sebagai sekretarisku, kau mau ? aku hanya tak mau melihat pacarku dijamah banyak pria. Aku tidak suka, aku ini tipe pria posesif dan aku pencemburu, jadi aku tak mau kau bekerja di sana lagi, mengerti ?"
"Kau sungguh pemaksa sekali, aku sudah mulai menyukai pekerjaanku. Kalau kau tak mau melihatku dijamah pria lain, kau bisa ke cafe setiap malam kan ?"
Xukun hanya terkekeh pelan.
"Baiklah, terserah kau saja, kau lakukan yang kau suka ya ? yang penting sekarang kita sudah resmi menjadi kekasih dan aku sungguh bahagia "
Xukun menggenggam jemari zhengting dengan hangat.
"Mereka melihat kita, Kun "
"Biarkan mereka melihat, aku tidak peduli "
Xukun mengantar zhengting sampai ke depan kampusnya, dan Nongnong, sahabat Zhengting, juga Chengcheng yang melihatnya segera mengerumuni Zhengting begitu Zhengting tiba di halaman kampus.
"Zhengting...kau selesai kuliah jam berapa ? aku akan menjemputmu "
"Aku pulang dengan Jieqiong saja "
"Jieqiong akan pulang dengan pacarnya, kau pulang jam berapa ?"
"Baiklah kalau kau memaksa.. aku pulang jam 2, jam 5 aku kan harus bekerja "
"Baik.. jam dua. Kuliahlah dengan baik dan jangan terlalu memikirkanku, tahu tidak ?"
Tanpa aba-aba Xukun tiba-tiba mendekatkan tubuhnya dan mengecup pipi Zhengting ciuman singkat itu sanggup membuat pipi zhengting memanas. Ia pun dengan segera memegangi pipinya.
"Aku masuk, sampai nanti "
Zhengting segera menghambur keluar dan Chengcheng juga Nongnong menyambutnya.
"Zheng-ge !"
"Nongnong, Chengcheng-ah "
"Itu siapa ? mobilnya bagus sekali " celetuk Chengcheng.
"Hmmm, dia..dia itu..."
"Pacarmu ?" tebak Nongnong.
"Chen Li Nong " seru Zhengting
"Sudahlah, jangan malu begitu. Pacarmu kaya begitu, kau pintar juga mencari pacar, Zheng-ge " goda Chengcheng.
"Sudah, sudah, ayo masuk kelas, eh kalian masuk saja dulu, aku menunggu Jieqiong dulu "
"Kita masuk bersama saja " seru Nongnong.
"Benar, kita menunggu Jieqiong di sini saja " kata Chengcheng yang sejak awal juga memiliki perasaan pada Jieqiong.
"Berhentilah mengejarnya, Fan Chengcheng. Lagipula Jieqiong sudah punya Wang Jia-Er, dan dia jauh lebih tampan darimu " celetuk Zhengting.
"Wang Jia-Er ? Si Ice Prince itu ? Tskk... lelaki dingin begitu, apa sih yang Jieqiong lihat darinya. Oke, dia tampan, tapi Chengcheng lebih kocak dan menarik "
Chengcheng kembali berceloteh, membuat kedua temannya memutar bola mata mereka dengan enggan.
Tak lama berselang, Jieqiong datang dengan kekasihnya. Jieqiong bergelayut mesra di atas motor Jia-er, kedua tangannya dia letakkan di pinggang Jia-Er.
"Sudah sampai, princess. Ayo turun, itu teman-temanmu "
Jieqiong tersenyum bodoh, ia terlalu nyaman dibonceng jia-er sampai lupa telah sampai di kampus.
Sore harinya, Zhengting bekerja seperti biasa dan seperti biasa pula Xukun pun menjadi pelanggan pertamanya
Dan Xukun (bukan Xukun namanya kalau ia akan beranjak begitu saja) sepertinya tak akan melepaskan zhengting, buktinya pria itu enggan beranjak, meskipun kopinya telah habis.
"Kun, kau tidak pulang ? kopimu sudah habis kan ?"
"Hey hey, Xiao Ting. Kau sedang mengusirku ? tidak sopan sekali, tsk "
"Bukan begitu, tapi pelanggan lain telah menunggu "
Zhengting menunjuk ke beberapa pria yang tampaknya masih menunggu waitress yang menganggur.
"Sebentar saja "
Xukun meraih tangan zhengting dan mengajaknya ke kamar mandi, jujur saja, melihat zhengting dalam balutan gaun pendek sungguh menggodanya.
"Tunggu , kita mau ke mana, Kunkun ?"
"Sebentar saja, Xiao Ting-ah "
Tanpa peringatan apapun, Xukun segera mencumbu zhengting, menutup pintu kamar mandi dengan kakinya dengan tak sabar.
Zhengting kelihatan tak menolak, sebaliknya pemuda itu mulai menikmati saja permainan Xukun.
Tangan Xukun mulai bergerak ke dada zhengting, memberikan remasan pelan di sana. Zhengting tak tahan untuk tidak mengeluarkan desahan kecilnya.
Mellihat Zhengting dalam balutan busana wanita sungguh membuat xukun hampir gila. Ia ingin meniduri zhengting di sana dan saat itu juga.
"Kun-ahh..kita di- ca-fe "
"Nikmati saja sayang "
Dan di saat zhengting mulai mengharapkan lebih, pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka dan menampilkan sosok gadis yang nampak shock.
Son Chaeyoung.
"Kalian ? apa yang kalian pikir kalian sedang lakukan ?"
Dan gadis itu makin shock saat mendapati penyumpal kain yang dpakai zhengting guna menyumpal dadanya ada yang jatuh.
"Xiao Ting!" serunya histeris.
"Apa ini ?! siapa kau sebenarnya dan kenapa kau memakai penyumpal dada ? wanita tidak akan memakai ini !" teriaknya.
TBC
