Hehehe...aku nekat ngeupdate padahal ada banyak pr...daripada basa basi silakan enjoy chapter 10!
Balesan review :
Violet-Yukko : Ya...tapi perangnya di chapter selanjutnya. Seru ya? Mungkin...silakan lihat chapter selanjutnya. makasih uda ngasi tau pii tentang updatenya!
Sha-chan anime lover : oh...aku baru tahu tanggal segitu...tapi waktu aku lihat di detective conan world, katanya tidak diketahui...jd binggung.. makasih atas masukan namanya!
Pii : Ok akan aku update!
The Truth
Disclaimer : Meitantei Conan (c) Aoyama Gosho
Warning : Penuh dengan OOC, Gaje, banyak adegan dari komik, abal dan masih banyak kekurangan lainnya.
Don't like don't read!
Keesokan harinya, Conan memberitahu rencanya kepada Ai dan Agasa. "Kau tahu, apa yang kamu lakukan bisa membuat kerajaan BO mengincarnya?" kata Ai marah.
"Aku tahu. Tenang saja, sebentar lagi kerajaan BO akan hancur. Tak apa kan aku memberitahunya." kata Conan tetap tenang.
"Bagaimana kau bisa optimis begitu? Tidak ada jaminan kamu akan kembali dengan selamat dalam perang ini!"
"Aku harus selamat dalam perang ini. Aku berjanji pada Ran akan kembali." Ai menyerah berdebat dengan Conan. Dia tahu, meski pun dia protes berkali-kali, Conan tidak akan merubah pendiriannya. "Kalau kalian membutuhkan aku, aku akan berada di laboratorium." kata Ai sebelum meninggalkan ruangan.
"Kau yakin dengan ini, Shinichi?" tanya Agasa.
"Aku yakin 95%"
"5% lainnya?"
"Aku tak yakin. Sudah ya Hakase, aku ke gereja dulu ya! Sampai jumpa." Conan melangkah keluar rumah Agasa. Ia tak menyadari Ai memerhatikannya dari tadi.
Ai melanjutkan penelitiannya tentang ramuan APTX 4869. "Apakah yang aku harus menyelesaikan ramuan ini? Gara-gara meneliti ramuan ini ayah dan ibuku meninggal. Jika aku bisa menemukan penawar ramuan ini dan memberikannya kepada Kudo-kun, apakah ini semua akan berakhir?" batin Ai. Dia telah hampir berhasil membuat ramuan penawar APTX 4869, tinggal menunggunya matang. Tapi dia masih bimbang, jika dia memberikan ramuan ini pada Shinichi, pastinya dia langsung meminumnya dan kembali pada Ran. Ai tahu, Shinichi sangat mencintai Ran. Dia tidak akan bisa menggantikan Ran dihati Shinichi. "Inilah yang terbaik."
Ran sudah meminta Kazuha untuk meminjamkan kuda untuknya. "Kau masih ingin tetap ke gereja itu?" tanya Kazuha.
"Benar. Aku sudah terikat dengan gereja itu. Tenang saja, aku akan kembali dengan selamat. Kerajaan BO paling sedang bersiap-siap untuk perang besok." kata Ran. Setelah selesai memasang pelana kuda, dia langsung menaikinya dan memacukan kudanya.
Tak lama kemudian, Ran sudah sampai di gereja. Dia turun dari kudanya dan memasuki gereja. Dia terkejut melihat sosok kecil yang ada didalam gereja. "Conan-kun? Kenapa kamu disini? Dimana Shinichi?"
Conan menatap mata Ran dengan serius. "Kemarin aku bilang kan. Aku akan menjelaskan apa yang terjadi padamu."
"Apa maksudmu? Jangan-jangan kamu adalah..."
Conan melepas kacamatanya. "Benar. Aku adalah Kudo Shinichi, pangeran dari kerajaan Kudo. Edogawa Conan hanyalah nama samaran yang aku pakai."
"Conan-kun...adalah...Shinichi..." tiba-tiba Ran merasa kakinya tidak kuat untuk menahan tubuhnya lagi. Dia pun duduk dikursi terdekat. Tanpa terasa air mata mengalir dari matanya.
"Ran? Kau baik-baik saja kan?" kata Shinichi panik.
"Aku baik-baik saja. Aku hanya senang. Akhirnya kamu mengakui bahwa kamu adalah Shinichi."
"Jadi kamu sudah tahu sejak awal?"
Ran mengangguk. "Aku sempat mendengar Kaito berkata, 'Hanya kita bertiga saja yang tahu kamu adalah Shinichi' . Waktu itu aku tidak melihat ada Shinichi disana. Saat melihatmu, aku merasa kamu seperti Shinichi saat dia masih kecil. Karena itu aku menarik kesimpulan bahwa kau adalah Shinichi."
"Tapi kenapa kau pura-pura tidak tahu bahwa aku adalah Shinichi?" tanya Shinichi.
"Karena aku menunggu. Aku menunggumu sampai kamu yang mengatakannya sendiri. Aku tidak begitu yakin dengan analisisku. Lalu, apa yang terjadi? Bagaimana kamu bisa menjadi seperti ini?"
Shinichi menceritakan semua yang terjadi. Tentang apa yang terjadi di kerajaan BO, Gin, Vodka, dan Vermouth. "Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Kamu akan ikut perang besok?" tanya Ran.
"Tentu saja. Aku berjanji untuk melindungimu kan?" jawab Shinichi.
"Tetapi apa bisa? Dengan tubuh seperti anak kecil, kamu bisa langsung terbunuh."
Tiba-tiba pintu gereja dibuka oleh Ai. "Soal itu serahkan padaku."
"Haibara? Apa maksudmu?" tanya Shinichi.
"Ai-chan?" Ran binggung. "Apa dia berhubungan dengan semua ini?"
"Perkenalkan namaku Haibara Ai, nama asliku adalah Miyano Shiho. Tentu saja aku berhubungan dengan semua ini. Aku adalah penyihir yang membuat ramuan APTX 4869, ramuan yang Kudo-kun dan aku minum sehingga kami mengecil. Sebetulnya aku tidak mau melanjutkan penelitian tentang ramuan itu kalau bukan karena Kudo-kun." jelas Ai.
"Jadi maksudmu kamu sudah..."kata Shinichi.
Ai tersenyum. "Benar. Aku sudah membuat penawar ramuan APTX 4869 yang permanen." Ai menyerahkan sebuah botol kepada Shinichi.
"Bagaimana denganmu?" tanya Shinichi, "Apa kamu juga akan meminum ramuan ini?"
Ai menggeleng. "Aku akan tetap seperti ini. Masa kecilku tidak menyenangkan karena tekanan kerajaan BO. Karena itu aku ingin mengulangi masa kecilku dengan teman yang sesungguhnya. Ayo, tunggu apa lagi! Cepat minum ramuan itu dan kembali menjadi dirimu yang sebenarnya!"
Shinichi menatap Ai sebenar. Lalu, tanpa disangka-sangka, Shinichi memeluk Ai. "Terima kasih. Tanpamu aku mungkin akan tetap menjadi Conan."
"Sudahlah. Cepat minum ramuan itu!" Shinichi melepas pelukannya dan langsung berlari ke rumah Agasa. Dia mengurung dirinya di kamar dan meminum penawar racunnya. Tak lama kemudia, Kudo Shinichi telah kembali. Setelah memakai pakaian yang pantas dan mengambil kotak yang selama ini dia sembunyikan untuk Ran, dia kembali menemui Ran.
Selama menunggu Shinichi kembali, Ran bercakap-cakap dengan Ai. "Jadi, Ai-chan eh...terima kasih. Kalau bukan karena kamu mungkin Shinichi tidak bisa kembali."
"Sama-sama. Aku juga berhutang sama dia. Karena itu aku berusaha membantunya." jawab Ai.
"Tapi kamu yakin? Apa kamu benar-benar mau menyerah soal Shinichi?"
"Apa maksudmu?" tanya Ai curiga.
"Kamu menyukai Shinichi kan," Ai mau membantah tapi Ran berkata, " jangan bohong. Aku tahu setiap kali kamu menatap Shinichi, kamu selalu menatapnya dengan pandangan yang berbeda dengan yang lain."
Akhirnya Ai mengatakan yang sebenarnya. "Ya, benar aku menyukainya. Tapi seberapa pun aku berusaha, aku tidak mungkin menggantikanmu dihatinya. Karena itu lebih baik aku menyerah sebelum aku membuat diriku tambah terluka." kata Ai sebelum dia pergi bertemu dengan Ayumi dan yang lainnya.
Tak lama kemudian, Shinichi kembali ke gereaja. "Dimana Haibara?" tanya Shinichi setelah menyadari Ai telah menghilang.
"Dia sudah pergi untuk bermain dengan teman-temannya." Jawab Ran, "oh ya, sebetulnya apa yang ingin kamu katakan saat pesta kedatanganmu?"
"Sebelum itu, aku ingin bagian terakhir legenda yang aku ceritakan padamu."
"Oke, tapi setelah itu kamu berjanji akan mengatakan apa yang ingin kamu katakan waktu itu." Ran mengulurkan jari kelinkingnya.
"Tidak. Aku akan mengatakannya setelah aku kembali dari perang. Aku pasti akan kembali. Bagaimana dengan itu?"
"Ya sudah." Shinichi mengaitkan jari kelinkingnya di jari kelinking Ran.
Setelah itu Shinichi berdeham. "Pangeran kembali ke gereja setelah beberapa tahun lamanya. Dia telah menepati janjinya pada putri. Dari seluruh perjalanan yang dia tempuh, dia menghadiah sebuah cincin pada sang putri. Akhirnya pangeran dan putri itu menikah dan hidup bahagia bersama. TAMAT."
"Akhirnya sungguh bahagia." kata Ran.
"Sebetulnya Ran, aku juga ingin seperti pangeran itu." Shinichi menyerahkan kotak ke Ran. Saat Ran membuka kotak itu, dia terkejut. Ternyata isinya adalah cincin yang mengantung disebuah kalung. Shinichi mengenakan kalung cincin itu ke leher Ran. "Aku tahu kalung ini cocok denganmu. Suatu saat aku akan memberimu cincin, seperti pangeran dalam legenda itu."
"Terima kasih Shinichi. Kalung ini sangat..." Ran tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Karena Shinichi telah menciumnya.
"Well," kata Shinichi menghentikan ciumannya. "lebih baik sekarang daripada tidak sama sekali. Kau tahu itu ciuman pertamaku."
"Sama. Itu juga ciuman pertamaku." Balas Ran.
Mereka berdua diam sejenak. Entah karena tidak ada topik yang bisa dibicarakan atau karena mereka malu. Akhirnya Shinichi melepas keheningan dengan berkata, "Eh...aku harus kembali dan memberi kabar kepada orangtuaku. Kamu bisa kan pulang ke kerajaan Toyama sendiri?"
Ran mengangguk. "Tentu saja. Aku bisa menjaga diri. Aku hanya bisa berdoa semoga kamu bisa pulang dengan selamat."
Sebelum pergi, Shinichi mengecup dahi Ran. "Aku pasti kembali." Shinichi dan Ran pun kembali ke kerajaannya masing-masing (Ran kembali ke kerajaan Toyama).
End Chapter 10
Behind the Fanfic :
Yessy : Tak terasa tinggal 2 chapter lagi...fanfic ini akan tamat!
Shinichi : Akhirnya! Aku sudah capek. Terus apa nanti ini akan jadi happy ending atau sad ending?
Yessy : Lihat saja nanti! Tapi tenang saja, karena aku akan membuat special shorts stories tentang HeijixKazuha, KaitoxAoko. Ini semacam sekuel dari fanfic ini.
Heiji : Akhirnya! Apa nanti aku dan Kazuha akan bersama?
Yess: Lihat saja nanti...
Kaito : Akhirnya! Nanti pasti sama Aoko kan!
Yessy : -_-' eh... kalian bertiga kompakan ngomong 'akhirnya' di awal kalimat..kalau penasaran nih baca! (langsung nyerahin naskah ke mereka bertiga) tapi jangan bilang yang lain ya...
Shinichi, Heiji, Kaito : (selesai membaca naskah) INI BARU KAMI SETUJU!
Yessy : Apa mereka lagi sakit ya? kritik dan saran silakan ketik di kotak review...
