I do not own the story, original story belong to taedaebae (AFF)

"The S Name"

Chapter 9: Dr. Do prefers to top.


Semua terjadi begitu cepat. Sehun datang dan menjadi cahaya kecil dalam lautan penuh badai di dunia Luhan. Semua yang ia lakukan, seolah hanya untuk Sehun. Well, tidak semua sebenarnya, hanya beberapa hal gila.

Sehun begini.

Sehun begitu.

Sehun bersin.

Sehun tidur.

Sehun. Sehun. Sehun.

Kai benar-benar ingin memotong kepala Luhan dari lehernya, atau memotong lidahnya agar semua hal yang keluar dari mulutnya termasuk nama Oh Sehun dapat menghilang dari pendengarannya. Sangat menyebalkan. Luhan, namja paling cantik di sekolah yang mampu membuat yeoja-yeoja menatap iri karena kecantikannya, jatuh cinta tergila-gila pada bajingan seperti Sehun yang bahkan tidak menyadari kehadirannya.

Luhan memiliki banyak, sangat sangat banyak penggemar di sekolah. Kenapa dia malah menyukai namja tidak penting itu –ketika dia bisa mendapatkan namja yang lebih tampan atau keren dari Sehun? Nah, sayangnya rusa kecil kita percaya pada takdir dan . Takdir.

Satu jam yang lalu, mereka merencanakan rencana paling hebat sepanjang masa, yang ternyata berujung dengan kegagalan yang juga paling konyol sepanjang masa. Tapi setelah kembali dari kamar mandi, Luhan tersenyum lebar, seakan ia memenangkan lotre dengan nilai jutaan dolar, seakan kegagalannya tak pernah terjadi.

Apa yang terjadi? Chanyeol dan Kai tidak berani bertanya, tapi mereka pikir itu pasti ada hubungannya dengan Sehun~

Waktu makan siang. Chanyeol menatap wajah bahagia Luhan dengan heran. Ia menatap Kai, meminta penjelasan. Kai mengangkat bahu dan lanjut mengetik pesan untuk hyung favoritnya, Dr. Do Kyungsoo.

to: SooBabyz myLovE

h! CuMa !ng!n bertAnyA, ApAkAh kAu k0s0n9 bes0k?! AyO kEncAn! AtAu mUn9k!n k!tA b!sA meLewAt! mAlAm yAn9 pAnA5 bersAmA d3ngAn Aku diAtAsmU? I Miszz U!

Today 12.07 pm.

Dan.. tolong jangan tertawa. Bahasa pesan tertulis Kai memang memiliki ciri khas seperti itu, menggunakan banyak simbol dan capslock tidak teratur (T/N: teks aslinya lebih alay lagi). Itu masih ringan. Sekali kau mengenalnya lebih jauh, dia akan mengirimimu pesan yang tidak akan bisa kau baca. Kau akan melempar ponselmu karena frustasi. Siapa yang bisa membaca pesan sialan seperti itu?

Tidak ada.

Kecuali kau memang mengerti bahasa alien seperti dia.

Ponselnya bergetar sesaat kemudian.

From: Soo Babyz myLovE

F*CK YOU!

Today 12:08 pm

Chanyeol mengernyitkan dahinya. Ia melihat Kai sedang tersenyum lebar sambil membaca sms dari Kyungsoo. Ia terlihat lebih mengerikan dibandingkan Luhan tadi.

to: Soo Babyz myLovE

yeZZ bAby! I'll f*cK u lAt3r! KAu t!dAk AkAn meNyeSal!nyA! Aku AkAn meMbuAtmU bAhAg!A!

Today 12:08 pm

Ia kemudian menyentuh tombol 'Send' dan menunggu balasan.

Kyungsoo tidak pernah membalas pesannya sebelumnya. Ini benar-benar suatu kemajuan untuk hubungan mereka. Kai bahagia, rasanya ia ingin berlari keliling lapangan sambil telanjang dan menunjukkan absnya.

Chanyeol hanya bisa menunduk dan menutup mukanya. Sungguh, ia berharap bumi di bawahnya retak dan menelannya, ia malu berada di antara dua temannya yang memasang ekspresi aneh. Luhan terlihat seperti baru saja selesai menghisap ganja, sementara Kai terlihat seperti seorang maniak dengan seringaian lebarnya yang mengerikan.

"Hentikan." Ia memukul meja di depannya, mengejutkan Luhan dan Kai. Keduanya menatap Chanyeol dengan tatapan bertanya.

"Apa?"

"Dude, ada apa dengan kalian berdua? Aneh sekali. Ceritakan padaku, aku tidak akan menertawaimu."

"Tidak ada apa-apa Channie." Luhan tertawa dan kembali melamun sambil tersenyum.

"Kau mengomel seperti seorang kakek tua, Yeol… Aish, kenapa dia lama sekali membalas- Sial! Bateraiku habis!"

Chanyeol menghela napas. Kai sibuk berbicara sendiri, memaki ponsel yang ia pegang. Luhan masih tersenyum-senyum sendiri. Kenapa aku berteman dan kalian berdua?

From: Soo Babyz myLovE

./.

Today 12.17 pm

Pesan singkat itu sangat bermakna untuk Kim Jongin. Itu artinya dia bisa meniduri Do Kyungsoo –well itu berdasar pada sudut pandangnya.

Kim Jongin melompat dengan bahagia.

"YEHEEEEEET! OHORAAAAAAT! KYUNGSOOOOO DAN AKU AKAN MELEWATKAN MALAM YANG LIAR BERSAMAAAAAA~!" Ia dengan tanpa malu berdiri di atas meja dan menggoyang-goyangkan pantatnya sambil berseru, 'akhirnya! Kami akan bercinta!"

Tingkahnya menarik perhatian semua orang. Mahasiswa lain mulai berbisik 'oh, betapa vulgar Kai itu', 'oh, dia memang gila' dan 'oh, betapa seksi pantatnya'.

"Dia kenapa? Mabuk?" Luhan berbisik.

"Mungkin, dia sedang mabuk Kyungsoo."

Luhan mengangguk pelan. Ia kembali pada angannya yang dipenuhi Oh Sehun.

Flashback...

"Dia pacarku." Sehun menjawab. Luhan membeku di tempat. Ia dapat mendengar suara bel gereja berdenting. Di angannya Sehun dan dirinya sedang berpegangan tangan dan berjalan menuju altar, lalu mereka tinggal bersama dan memiliki anak. Omo!

"Kau… gay?" Tanya Daeun dengan tidak percaya.

Sehun? Gay? Tidak masuk akal, setau Daeun Sehun menyukai payudara dan vagina, bukan penis dan hole.

Dengan wajah datarnya ia mengangkat alis melihat Daeun yang sedang menatap Luhan dari ujung rambut ke ujung kaki, mencoba untuk mencari ketidaksempurnaan pada wajah dan tubuhnya. Tapi sayang, putri rusa kita merupakan suatu kesempurnaan. Matanya yang bereyeliner hitam, bibir dengan luka yang membuatnya semakin menggoda, rambutnya yang terurai, tubuh mungilnya, pinggang rampingnya, semuanya membuat Daeun merasa minder. Bahkan namja berpipi chubby itu juga menatap Luhan sampai mungkin seribu kali/?

"Ada masalah dengan orientasi seksualku?" Sehun menjawab. Luhan masih bingung.

"Uh…tidak." Daeun senyum dengan terpaksa sambil mencengkeram tangan Minseok. "Aku hanya- terkejut."

"Aku lebih terkejut melihatmu kembali."

Mereka terdiam.

"Kita harus pergi." Luhan bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan sesuatu sebelum Sehun menyeretnya pergi. Ia menoleh ke belakang, melihat yeoja berambut coklat itu menatap tajam kepada mereka. Dia terlihat sangat- marah. Siapa yang tidak? Ia melihat mantan tercintanya sudah diambil orang lain, dan ternyata mantan tersayangnya berubah menjadi gay.

Setelah berjalan beberapa saat, Sehun berhenti di aula kosong –gimnasium. Luhan tidak memperhatikan, perhatiannya terfokus pada tangan mereka yang bertautan, pipinya memerah, ia teringat bagaimana Sehun memberitau yeoja itu tentang 'hubungan' mereka. Luhan merasa seperti bermimpi. Rasanya seperti melihat adegan drama yang sering ditayangkan di televisi.

"U-uhm... S-Sehu—"

"Apa?!"

"Uhm… tidak ada."

"Datanglah sepulang sekolah nanti. Aku menunggumu disini."

"Huh—T-tapi-"

Sebelum Luhan selesai berbicara, Sehun sudah pergi meninggalkannya, seperti saat mereka pertama kali bertemu.

Semua kejadian hari ini melintas kembali dalam benaknya, rencananya, kepala sekolah, yeoja itu dan hubungan mereka. Semuanya benar-benar berjalan begitu cepat, beberapa saat lalu Sehun ingin mencekiknya sampai mati, beberapa saat kemudian tanpa rasa malu ia mengklaim Luhan sebagai pacarnya. Oh- bukannya Luhan keberatan dengan hal itu, ia cuma terkejut dan merasa belum siap.

Dengan pasti, Luhan bertekad akan melanjutkan semuanya, ia akan mengikuti cerita yang dibuat Sehun. Ia akan menjadi pacar Sehun selama Sehun menginginkannya.

Ia tersadar dari lamunannya ketika lengannya dipukul menoleh kepada namja tinggi yang duduk di sampingnya. "Kenapa?" Chanyeol memutar bola matanya dan melipat tangannya.

"Temanmu disana..." Ia menunjuk pada Kai. "… kehilangan jiwanya beberapa saat yang lalu." Ia melanjutkan. Luhan melirik pada Kai yang sedang menatap kosong, mulutnya menganga. Ia terlihat seperti karakter anime dengan jiwa yang sedang meninggalkan tubuhnya dan latar belakang yang gelap.

"Apa yang terjadi?" Tanya Luhan.

"Oh, Dr. Do menolaknya. Lagi." Chanyeol menggumam sambil melihat wajah lucu Kai yang sedang bersedih.

"Bukankah dari dulu selalu seperti itu? Kyungie tak pernah memberinya kesempatan." Kata Luhan.

"Uhuh, dan harusnya Kai mengenal kata 'menyerah'. Lihat dia, dia pernah bercinta dengan hampir sebagian mahasiswa disini, tapi dia tidak bisa menempatkan penis besarnya di dalam pantat Dr. Do." Chanyeol bersandar di kursinya.

"Dia sedang jatuh cinta Yeol. Tidak heran. Selain itu wajar saja Dr. Do menolaknya, Dr. Do lebih suka di atas dan berperan sebagai seme, jika si keras kepala itu mau berperan sebagai 'bottom' (uke) dia tidak akan seperti ini sekarang."

"Jadi maksudmu… dokter yang pendek dan imut itu adalah seorang seme? F*ck, jangan bercanda." Chanyeol menatap Luhan dengan tidak percaya.

Kyungsoo + Seme= syntax error

Itu tidak terdengar benar.

Na-uh.

Tidak.

"Ia sering berada di atas Baekhyun. Aku tau itu."

Chanyeol menganga. Namja yang ia sukai selama ini, 'dikuasai', dimasuki dan digenjot oleh seorang dokter yang imut begitu? Mereka tidak cocok. Tidak!

"A-Apa? Baekkie ku bercinta dengan Dr. Do?!"

"Uhm, yeah. Beberapa kali –sering malah. Ketika mereka berdua sedang stress, Baek akan mengundang Kyungie ke rumah untuk makan malam, lalu aku akan mendengar suara erangan dan desahan dari kamar Baekkie. Aku juga tidak percaya mereka yang di hadapanku sering bertengkar malah sering bercinta ketika mereka sedang hanya berdua saja." Luhan mengangkat bahunya dan menatap Kai yang jiwanya sedang melayang ke galaksi. Chanyeol hampir tersedak mendengar cerita Luhan.

"Yah! Kai! Kau harus melakukan sesatu!" Chanyeol berlari menuju ke meja Kai dan mengguncang tubuhnya.

"KAI! Kau sialan! Jadilah uke untuk Dr. Do! Buang harga dirimu dan biarkan Dr. Do menjadi seme atau dokter itu akan terus bercinta dengan Baekkie kuuuuu! BAEKKIE KUUUUU!" Luhan menahan tawanya melihat Chanyeol merengek pada Kai.

Bel berdering. Hampir semua mahasiswa keluar dari kelas masing-masing. Koridor menjadi penuh dan sangat susah untuk dilewati, tapi Luhan tidak menjadikannya sebagai halangan untuk bertemu pacarnya.

Ah- pikiran tentang Sehun yang sudah menjadi pacarnya seakan memberi kejutan listrik di sekujur tubuh Luhan. Ia seakan akan memuntahkan pelangi, saking senangnya.

Ia mengemasi barang-barangnya ke dalam ranselnya, berpamitan pada kedua temannya yang sedang membuat rencana bagaimana memutuskan hubungan seksual Baekhyun dan Kyungsoo.

"Ya. Dan aku akan mengurus Baekhyun."

"Aku tidak akan membiarkan mereka bertemu."

"Benar. Kita harus memisahkan mereka sejauh mungkin –kau mau kemana Luhan hyung?" Tanya Kai, yang jiwanya sudah kembali berkat Chanyeol.

"Kau tidak pulang bersama kami?" tambah Chanyeol. Luhan sangat jarang pulang sendiri.

Sebuah seringaian nakal terulas di bibirnya. Ia menenteng tasnya dan menjawab. "Pacarku menunggu. Ciao~"

Sebelum kedua temannya membombardirnya dengan pertanyaan, ia segera pergi menuju gymnasium tempat Sehun berjanji menunggunya.

...

Luhan berjalan sambil melompat-lompat, dengan bahagia ia menyenandungkan lagu riang. Ia bahagia. Bahagia bahkan tidak bisa menggambarkan apa yang ia rasa. Ia tidak peduli tentang kemungkinan Sehun hanya memanfaatkannya. Ia tidak peduli. Ia tidak keberatan.

Ia baru saja akan memutar gagang pintu ketika ia mendengar suara desahan dari dalam.

"A-ahh... Hunnie... ngh... d-disana."

"Ugh! F*ck baby... ahhh ahhh so tight."

"F-f-f*ck... faster Hunnie! Ahhh sebentar lagi aku akan… ngh..."

Batin Luhan berkecamuk, bisakah ia membuka pintu itu? Atau tinggalkan saja mereka dan pergi dari tempat sialan ini. Ia ingin pergi. Tapi kakinya tak bisa melangkah.

Tubuhnya tak bisa bergerak. Tidak bisa. Abdomennya terasa bergejolak dengan rasa perih menyelinginya, tangannya dingin dan gemetar. Ia tidak bisa berpikir.

Sehun.

Luhan benar-benar ingin pergi dari tempat itu. Suara-suara dari dalam sana sangat menyiksanya. Apakah ini yang namanya cinta? Rasa sakit ketika orang yang kau cintai bersama orang lain.

Tidak, mereka hanya bertemu beberapa hari yang lalu. Tidak mungkin ia jatuh cinta secepat itu. tidak.

Tapi, jika ini bukan cinta… kenapa ia merasa terluka sekarang? Tidak. Ini bukan cinta. Ini tentang harga diri. Luhan membela dirinya. Harga diri. Sehun melukai harga dirinya. Ya, ini bukan cinta, ini hanyalah harga diri dan ego manlynya.

"Baby... ngh... ride me"

Matanya perih. Pandangannya mengabur, air mata mengumpul di sudut matanya.

"Beraninya kau meminta untuk bertemu disini, Sehun."

"Aku keluar Sehun…. ahhh"

Sepasang tangan yang lembut tiba-tiba memegang lengannya. Membawanya ke dalam pelukan erat. Aroma musky dari orang asing itu merasuki hidungnya, membuatnya merasa tenang. Air mata Luhan jatuh, mengalir tanpa rasa malu, ia memeluk orang asing itu, mencari kenyamanan. Tidak peduli siapa yang ia peluk.

Ia sangat membutuhkan pelipur lara.

Ia merasakan tangan orang asing itu mengelus rambutnya, meringankannya dari rasa sakit. Ia menangis. Orang asing itu meletakkan lengannya di bahu Luhan dan mengajaknya pergi dari gymnasium terkutuk itu. Menjauh dari suara yang menyakitkan itu. menjauh dari belahan jiwanya.

"Sa.. ahhhh! Saranghae Daeun."

"N-nado... nado saranghae Sehun."

"Kita pergi dari sini, oke?" ia berbisik pada Luhan sebelum menggandeng tangannya dan pergi dari tempat penuh dosa itu.


TBC


Ternyata Kyungsoo dan Baekhyun... ah sudahlah
Siapakah orang asing yang menghibur Luhan?
Lalu kenapa Sehun bisa bersama Daeun -bahkan melakukan 'itu'?
Tunggu jawabannya di chap selanjutnya!

Maaf telat update *sungkem
yang nanya luhan mati apa ngga di akhir, luhan sama sehun apa ngga, tunggu dengan sabar ya~ XD

Thanks for follow, fav and review!
Mind to review again? cx