~Ghost of Stage~

Fairy Tail Fanfic by indranevareth

Disclaimer : Hiro Mashima-Sensei

Pairing : [Erza S - Natsu D], Lucy H. Gray F, Juvia L, L. Loke

Genre : Musical, Romance, Comedy, Friendship


Summary :

Ujian tengah smester telah selesa, semua para murid SMA Higashi diliburkan selama satu minggu setelah selesai menghadapi ujian smesternya. Erza bersama anggota kelas musiknya melakukan liburan untuk pergi ke kampung halaman kelahirannya yaitu Hiroshima. ketika sudah sampai disana Erza bertemu dengan teman lamanya yang telah menjadi artist fenomenal di Jepang, namun ada kendala tertentu ketika artis itu ingin melakukan konsernya. Akhirnya Erza ikut turun tangan untuk membantu artist tersebut dalam sebuah konser.

~Mohon maaf jika dalam Fic ini Author sedikit melakukan Crossover dengan realita, karena mencantumkan tiga gadis Idol Group yang sedang fenomenal bernama BABYMETAL dan Group Band pendukungnya :D~

~Selamat Membaca~


Author sarankan sebelum membaca fic ini.
Siapkan situs Dailymotion, karena di Youtube sudah dihapus karena pihak amuse-inc sendiri.
Kalau menemukan BABYMETAL Live Bixton London 2014, lebih baik di tonton dulu. jika tidak pembaca bakalan gak ngerti...hehe... :p


2016625( 25 Juni 2016 ) 10.20 PM

Cerita sebelumnya di acara Summer Sonic 2016. Saat ini acara telah selesai, para Juri dalam acara Summer Sonic 2016 akan mengumumkan hasil voting mereka dalam kategori musisi terbaik di acara tersebut.

"Baiklah Semuanya! Acara Summer Sonic tahun ini kita telah menyaksikan para Group Band yang telah tampil, mereka semua cukup hebat dalam aksi panggungnya. Namun dalam penilaian masalah Performance kita serahkan semuanya kepada para Juri untuk mengumumkan siapa yang terbaik di antara semuanya. Silahkan untuk para Juri mengumumkan kepada semuanya" kata Panitia acara tersebut yang mempersilahkan tiga orang Juri untuk naik ke atas panggung.

'Kprok-kprok-kprok' sambutan yang meriah dari ribuan penonton untuk tiga orang Juri yang telah naik ke atas panggung.
"Wah, siapa kira-kira yang akan memenangkannya ya?"
"Aku bertaruh untuk Erza Scarlet karena dia Guitarist yang sangat cantik di Fukuoka"
"Bodoh! ini bukan masalah kecantikan! Mereka menilai untuk Performance dari setiap anggota Group Band!"
"Menurutku pasti Laxus yang akan mendapatkannya"
"Tapi, diakan sudah kalah dalam Duel Guitar ketika menantang Erza Scarlet"

"Terima kasih untuk sambutan dari Panitia acara Summer Sonic 2016. Baiklah, kami akan mengumumkan hasil penilaian kami dalam acara Summer Sonic 2016 ini" kata Juri ke-1.

"Pertama-tama kami akan mengumumkan hasil penilaian untuk para Vocalist dari setiap Group Band. Pemenangnya adalah...Juvia Lockser dari Group Band D'Fernandes ! Silahkan untuk naik ke atas panggung!" sambung Juri ke-2 yang mengumumkan hasil dari kategori tersebut.

Sudut pandang Group Band D'Fernandes ketika mereka menyaksikan para Juri dari jarak cukup jauh ditempat yang telah disediakan.

"Juvia! Kau mendapatkannya! Cepatlah naik ke atas panggung!" perintah Jellal sambil mendorong Juvia untuk pergi menuju ke atas panggung.

"I-iya sabar Jellal-ni, baiklah Juvia akan naik ke atas panggung...hmm..." kata Juvia sambil meninggalkan tempatnya hingga akhirnya Juvia naik ke atas panggung acara.

Kembali ke sudut panggung acara Summer Sonic 2016.

"Juvia Lockser, ini terimalah piagam penghargaan dari kami. Kau berhasil membuat kami terhanyut dalam suaramu yang indah itu. Kau menari-nari di atas panggung sambil memainkan sebuah Violin. Itu benar-benar sangat indah, kami menjulukimu sebagai Lady of Singer" kata Juri ke-3 sambil menyerahkan piagam penghargaan berlabel emas kepada Juvia.

"Terima kasih" dengan senang hati Juvia menerima piagam penghargaan tersebut.

"Nona Lockser, apakah ada sambutan kata-kata untuk menyapa ribuan penonton yang telah menyaksikan keberhasilanmu ini?" kata Juri ke-1.

"Baiklah, Juvia mengucapkan terima kasih untuk semuanya karena telah menyaksikan penampilan dari Group Band D'Fernandes. Dan juga untuk Jellal-ni yang telah membantu Juvia hingga memberanikan diri untuk tampil di acara ini. Hanya itu saja...Terima Kasih...hmm..." kata Juvia yang telah melakukan sambutan untuk para penonton yang menyaksikan keberhasilannya, lalu Juvia undur diri untuk meninggalkan panggung.

"Itu tadi adalah penghargaan dalam kategori Vocalist terbaik dari para Group Band" kata Juri-1.

"Untuk selanjutnya, kami akan mengumumkan hasil akan mengumumkan hasil penilaian untuk para Drummer dari setiap Group Band. Sebenarnya kami mengalami cukup kesulitan dalam sebuah penilaian hingga kami bertiga berunding cukup lama. Kami sempat berdebat dalam kategori tersebut, diantaranya untuk Fairy Higashi, D'Eclips, dan The Fourth Herous. Dari hasil akhir penilaian yang sempat kami rundingkan dengan begitu lama, ternyata pemenangnya adalah Ishikawa Maeda dari Group Band D'Eclips ! Silahkan untuk naik ke atas panggung!" kata Juri ke-2.

Sudut pandang Group Band D'Fernandes ketika mereka menyaksikan para Juri dari jarak cukup jauh ditempat yang telah disediakan. Mereka sedang mendengar sambutan dari sang pemenang dalam kategori tersebut.

"Aku tidak menyangka Fairy Higashi masuk dalam nominasi untuk kategori Drummer terbaik" kata Jellal yang membuka pembicaraan ketika menyaksikan hasil pengumuman tersebut.

"Jellal, kau benar-benar payah! Apa kau tidak merasa kecewa karena tidak masuk nominasi kategori Drummer terbaik?" kata Laxus sdang menyindiri Jellal yang berada disampingnya.

"Bagaimana ya menjelaskannya? Aku hanya seorang Edisional, tapi kategori Edisional itu tidak ada. Yang membuatku heran waktu di panggung, ada seorang Guitarist yang ingin mengambil alih posisiku...hmm..." balas Jellal dengan nada santai yang diucapkannya.

"Brisik!" bentak Laxus yang merasa tersindir.

"Coba kalau ada kategori Violist terbaik, pasti Jellal-ni yang menang...hmm..." kata Juvia yang memuji sang kakak.

"Aku sudah tidak sabar untuk mendengar kategori Bassist terbaik, sepertinya aku yang akan mendapatkannya...hmm..." sambung Lyon Vastia yang sedang percaya diri.

"Juvia harap Gray-kun yang akan menang...hmpf..." kata Juvia yang menjutek.

Kembali ke sudut panggung acara Summer Sonic 2016.

"Selanjutnya, kami akan mengumumkan hasil akan mengumumkan hasil penilaian untuk para Bassist dari setiap Group Band. Ini benar-benar mengejutkan kami bertiga, karena persaingan ketat dari dua orang Bassist untuk para Group Band yang telah tampil. Nominasinya dari dua Group Band, yaitu D'Eclips dan The Fourth Herous," kata Juri ke-1.

"Dari hasil akhir penilaian yang kami putuskan, ternyata pemenangnya adalah...Yusato Kenji dari Group Band The Fourth Herous ! Silahkan untuk naik ke atas panggung!" kata Juri ke-2.

Sudut pandang Group Band D'Fernandes ketika mereka menyaksikan para Juri dari jarak cukup jauh ditempat yang telah disediakan. Mereka sedang mendengar sambutan dari sang pemenang dalam kategori tersebut.

"Eh?! Jangankan menang, masuk nominasi pun tidak" kata Lyon yang sedang mendongkol.

"Padalah harusnya yang menang itu Gray-kun, hmm..." kata Juvia yang mengerutkan alisnya karena perasaan kecewa.

"Hahaha, setidaknya kau sudah memenangkan kategori Vocalist terbaik yang mewakili kita Juvia" kata Laxus.

"Selanjutnya kita akan mendengar nominasi dalam kategori Guitarist terbaik, aku tidak sabar siapa yang terpilih" kata Jellal yang terfokus mendengarkan para Juri.

"Kau benar, gara-gara aku menantang Erza Scarlet, rasa percaya diriku sedikit turun. Tapi untuk sang pemenang, para Juri itu yang akan menentukan" sambung Laxus.

Kembali ke sudut panggung acara Summer Sonic 2016.

"Baiklah, untuk yang terakhir kami akan mengumumkan hasil akan mengumumkan hasil penilaian untuk para Guitaris dari setiap Group Band. Kategori inilah yang membuat kami bertiga sangat tertarik. Nominasinya adalah dari dua Group Band, yaitu D'Fernandes dan Fairy Higashi." kata Juri ke-1.

"Kami sangat tertarik melihat Performance dari Guitarist D'Fernandes, lalu dua orang Guitarist dari Fairy Higashi. Menurut kami ketiganya sama-sama memiliki corak tersendiri. Namun, ketika melihat penampilan pertama dari sang Guitarist dari Fairy Higashi mungkin bisa dibilang itu adalah kesalan, tapi kami bertiga tetap menilai untuk kesalahan itu. kami memutuskan untuk memberikan penghargaan untuk nominasi dalam kategori Guitarist terbaik malam ini. Laxus Dreyar dari D'Fernandes ! Silahkan untuk maju kedepan!" kata Juri ke-2.

Sudut pandang Group Band D'Fernandes ketika mereka menyaksikan para Juri dari jarak cukup jauh ditempat yang telah disediakan. Mereka sedang mendengar sambutan dari sang pemenang dalam kategori tersebut.

"Yeah! Ini penghargaan pertamaku di Jepang!" kata Laxus yang sedang merasa senang.

"Wah, selamat ya Laxus-san...hmm..." kata Juvia yang terkagum kepada Laxus.

'Andai saja yang bermain bukan Ernest...mungkin Erza yang akan menang...tapi sudahlah, banyak hal yang telah terjadi...meskipun begitu Erza sudah datang kemari dan melakukan yang terbaik demi Group Band yang telah dibangun olehnya...' gumam Jellal ketika mengingat hal-hal yang terjadi sebelumnya.

"Laxus, cepat kau maju ke atas panggung. Kalau tidak penghargaanmu akan dibatalkan" sambung Lyon.

"Baik, aku akan mengambilnya untuk mewakili Group Band kita...hahaa..." kata Laxus sambil berlarian untuk menuju ke atas panggung.

Kembali ke sudut panggung acara Summer Sonic 2016 dimana Laxus telah berada di atas panggung untuk menerima penghargaan yang telah di dapatnya.

"Laxus Dreyar, selamat atas keberhasilanmu menjadi Guitarist yang terbaik untuk acara ini. Kami berikan piagam penghargaan ini sekaligus sebuah julukan untukmu, Amazing of Guitar itulah julukanmu saat ini...selamat!..." kata Juri ke-2 sambil menyerahkan piagam penghargaan berlabel emas kepada Laxus.

"Terima kasih" dengan senang hati Laxus menerima penghargaan yang telah di dapat olehnya.

"Laxus Dreyar, kami menjulukimu Amazing of Guitar karena melihat aksimu untuk menantang para Guitarist dari setiap Group Band yang mengikuti acara besar seperti ini. Dan bagi kami, itu sangat menakjubkan karena kau telah menguji mental semua Guitarist untuk melakukan unjuk gigi dengan kemampuan yang dimilikinya. Itu semua menjadi nilai tambahan untukmu meskipun kau telah dikalahkan dalam sebuah Duel Guitar, tapi kau tidak egois untuk menerima kekalahanmu itu. Jadi selamat untukmu" kata Juri ke-3.

'Kprok-kprok-kprok' sambutan yang meriah dari ribuan penonton untuk keberhasilan Laxus Dreyar.
"Alasannya begitu ternyata"
"Iya, meskipun terlihat Temprament orang yang bernama Laxus itu tidak egois"
"Tapi, aku tetap menginginkan Erza Scarlet yang memenangkan julukan itu"
"Mau bagaimana lagi?semua keputusan ada pada para Juri itu"
"Benar, kita tidak bisa menyangkalnya karena ketiga Juri itu lebih professional dari kita"

Salah satu Panitia yang ada di acara Summer Sonic 2016 telah naik ke atas panggung untuk menyampaikan sesuatu.

"Maaf menggangu sebentar, malam ini kita telah kedatangan tamu yang istimewa. Bilau adalah seorang Presdir dari Perusahaan Amuse-inc yang menyediakan jasa manajement artist dan musisi. Beliau ingin menyampaikan sesuatu di acara Summer Sonic 2016. Untuk Pak Tatsuro Hatanaka, kami persilahkan untuk naik ke atas panggung" kata Panitia.

"Saya ucapkan terima kasih kepada para panitia acara Summer Sonic 2016, karena sudah memberikanku kesempatan di acara ini. Sebenarnya aku datang kemari untuk menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan kontrak dalam pembuatan sebuah Group Band baru yang akan kami bangun, tentunya atas nama perusahaan kami yang bernama Amuse-inc. Sekarang ini kami sedang membutuhkan seorang musisi lokal setiap daerah, dengan kata lain kami akan melakukan sebuah cabutan untuk membentuk sebuah Group Band baru yang akan di terbitkan oleh perusahaan kami" kata Presdir dalam penjelasan atas kedatangannya.

Sudut pandang Group Band D'Fernandes ketika mereka menyaksikan para Juri dari jarak cukup jauh ditempat yang telah disediakan. Mereka sedang mendengarkan penyampaian Presdir yang sedang berada di atas panggung.

"Apa-apaan orang itu? Dia hanya akan memecah belah sebuah Group Band lokal yang telah mengikuti acara ini, Dasar!" kata Laxus yang telah kembali setelah mendapatkan penghargaan yang di dapat olehnya.

"Laxus-san, sopanlah sedikit. Beliau itu adalah Presdir dari salah satu Perusahaan yang cukup besar dalam bidang dunia hiburan" sambung Juvia.

"Sepertinya, orang itu akan melakukan sebuah pencabutan kepada orang yang telah memenangkan penghargaan dalam acara ini" kata Lyon.

"Aku rasa tidak, melihat dari cara bicaranya itu sepertinya sedang tertarik pada seseorang untuk dicabut olehnya dalam sebuah pembentukan Group Band baru yang akan diterbitkan oleh orang itu" sambung Jellal.

"Jellal, setahuku orang itu sedang mengalami masalah dalam perusahaan yang telah dikelola olehnya. Itu adalah jalan pintas dari sebuah perusahaan dalam bidang manajemen artist dan musisi untuk membangunnya kembali berusahaan itu sendiri. Benar-benar payah cara yang dilakukannya...hahaha..." kata Laxus sedang menyindir Presdir yang sedang berada di panggung acara.

Kembali ke sudut panggung acara Summer Sonic 2016 dimana seorang Presdir tersebut kembali melanjutkan pembicaraan dan tujuan kedatangannya.

"Kami dari perusahaan Amuse-inc telah menyaksikan acara ini dari awal sampai akhir. Begitu juga dengan para pemenang untuk penghargaan dalam kategori-kategori tertentu, acara ini benar-benar sangat hebat. Tapi kedatangan kemari bukan untuk melakuan cabutan kepada orang-orang yang telah mendapatkan penghargaan dari acara ini" Presdir itu menghentikan pembicaraannya sejenak.

Ucapan-ucapan yang terlontar dari ribuan penonton yang saling berunding dengan yang lainnya.
"Apa maksudnya? Aku sama sekali tidak mengerti"
"Benar, padahal jika ingin melakukan sebuah cabutan tinggal mengambil saja dari orang-orang yang telah mendapatkan penghargaan itu"

"Perusahaan kami sedang mencari seorang Guitarist wanita yang sedang ramai dibicarakan disurat kabar berita dalam acara Live House Fukuoka awal bulan ini. Mereka memberikan julukan sang Guitarist wanita itu adalah Fairy of Guitar, Erza Scarlet! kami ingin kau naik ke atas panggung untuk berunding dengan kami" akhirnya Presdir itu menyampaikan tujuan yang sebenarnya.

Sudut pandang Group Band D'Fernandes yang telah mendengar ucapan dari Presdir tersebut.

"Erza Scarlet! ternyata orang itu tertarik padanya!" kata Laxus yang terkejut.

"Erza-san orang yang paling di cari di perusaan itu ternyata" sambung Juvia yang ikut terkejut.

'Apa Presdir itu tidak memiliki perasaan terhadap Erza? karena saat ini Erza sedang ingin mewujutkan cita-citanya dengan Natsu dan yang lainnya. Aku tidak tahu apa yang terjadi jika Erza mendengar apa yang dibicarakan oleh Presdir itu tentang dirinya. Aku bersyukur Erza telah pulang duluan sebelum kami berempat karena telah menyelesaikan permasalahan yang di alami oleh Ernest' gumam hati Jellal dalam lamunannya.

Kembali ke sudut panggung acara Summer Sonic 2016 dimana Laxus telah berada di atas panggung untuk menerima penghargaan yang telah di dapatnya.

"Maaf Pak Perdir, tadi saya telah diberi tahu seseorang. Katanya Erza Scarlet bersama para personilnya dari Group Band Fairy Higashi sudah pulang duluan dan meninggalkan acara ini" kata Panitia acara tersebut.

"Begitu ya, sayang sekali. Sebelumnya kami telah melihat aksi panggung wanita yang bernama Erza Scarlet itu. Dia benar-benar Guitarist wanita yang menakjubkan setelah menyaksikan penampilannya yang terakhir. Gayanya khas yang membuat semua orang terpesona padanya. Kami tidak menilai penampilan atau pun kecantikannya, tapi bakat yang dimilikinya itu benar-benar luar biasa. Kami dari Perusahaan Amuse-inc sangat tertarik dengan bakat yang dimilikinya itu. Kami juga berniat untuk membuat kontrak dengannya untuk menjadi artist terkenal dalam sebuah album Group Band yang baru. Baiklah, mungkin kami akan menemukannya dilain waktu. Maaf sudah mengganggu kalian semua yang sedang menyaksikan acara ini. Terima kasih" akhirnya Presdir itu undur diri dan meninggalkan panggung.


2016915( 15 September 2015) 03.00 PM

Suasana petang yang ramai dilorong koridor SMA Higashi, dimana semua murid telah menyelesaikan ujian tengah smester dan menerima hasil raport untuk nilai mereka masing-masing.

Ucapan para murid yang sedang berjalan dikoridor sambil melihat hasil raportnya.
"Nilai A, cukup memuaskan untukku...hmm.."
"Aku mendapatkan nilai B, tapi itu lebih baik dari pada tidak sama sekali"
"Kenapa hanya aku saja yang pas-pasan, nilai rata-rataku C semua, hmph..."
"Aku juga, ternyata SMA Higashi memang ketat dalam masalah penilaian"

"Lucy, kenapa sikapmu seperti itu?" tanya Lisanna kepada Lucy yang sedang bersandar dekat pintu kelas 1 – 2 dengan guratan wajahnya yang menunjukan bahwa Lucy sedang mengalami kesuraman dalam hidupnya.

"Hehehe...hehehe...menyebalkan, aku mendapatkan nilai D dari mata pelajaran Matematika, Sastra dan Budaya Jepang juga mendapatkan nilai D. Semuanya rata-rata C, hanya Bahasa English saja yang A+. Ini gawat, aku harus melakukan remedial dari kedua mata pelajar itu" kata Lucy dalam keadaan suram gelap gulita.

"Eto...nanti aku akan membantumu agar kau lulus dalam remidialmu itu Lucy, tenanglah masih ada aku...hmm..." kata Lisanna yang membujuk Lucy dalam keadaan suramnya.

"Lisanna, Selamat ya...Kau akhirnya menjadi Juara Umum di angkatan 2016. Kami sangat bangga padamu" kata teman wanita yang sekelas dengannya kebetulan lewat untuk keluar kelas.

"Terima kasih...hmm..." balas Lisanna dengan membinarkan senyumannya.

"Kyaa! Lisanna! Pinjamkan aku otakmu itu! ayo kita pergi ke Rumah Sakit untuk oprasi penukaran otak!" Lucy benar-benar prustasi dengan nilai ujiannya yang di dapat hingga mengayun-ayunkan tubuh Lisanna.

"Lucy hentikan, aku sangat pusing" balas Lisanna dengan matanya yang berputar-putar karena perlakuan Lucy.

"Yooh, Luce! Kenapa kau masih disini? kita akan segera berlatih dikelas musik kita" itu adalah Natsu yang diikuti Gray dan Loke dari belakang untuk menghampirinya.

"Yokatta! Sepertinya masih ada tiga orang yang menemani nilaiku yang suram ini, iyakan Natsu? Gray? Loke?" tanya Lucy dalam perasaan senangnya ketika bertemu dengan orang bodoh bernama Natsu dan kedua orang yang sedang mendampinginya.

"Hah? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti" jawab Natsu yang meresa heran dengan sikap Lucy yang tiba-tiba begitu senang hingga melebarkan matanya.

"Kau jangan bohong padaku! Bukankah selama ini nilai ujian harianmu sangat buruk?! Pasti nilai ujian tengah smestermu juga akan ikut buruk, Iyakan?!" bentak Lucy karena sikap Natsu yang tidak peka terhadapnya.

"Nilai ujianku? Maksudmu ini?" dengan polosnya Natsu memperlihatkan nilai raport hasil ujian tengah smesternya.

"KYAA! BOKIS DAH! Orang bodoh ini rata-rata mendapatkan nilai B! Nilai A juga ada! Kenapa bisa seperti itu?! Jawab aku!" Lucy mengalami sport Jantung karena tidak menyangka akan nilai Natsu yang begitu memuaskan.

"Wanita pirang berayun-ayun ini benar-benar menyebalkan, salah dia sendiri kenapa tidak mau ikut belajar kelompok dengan kita bertiga? Aku juga sedang berusaha mengejar nilai-nilaiku yang begitu buruk sebelumnya...hmph..." kata Natsu dengan keluhan jengkelnya terhadap sikapnya Lucy.

"Lokke...hmm..." Lucy dengan nada lembutnya telah membinarkan senyuman menghasut dan penuh maksud kepada Loke.

"Kau ingin melihat nilaiku juga Lucy?...hmm..." dengna pandangan Polosnya Loke langsung menunjukan nilai hasil ujian tengah smesternya.

"KYAA! Kenapa bisa begini?! Nilaimu juga B semua! Curang!" Lucy semakin kesal dengan perbandingan nilainya.

"Aku hanya sedikit beruntung...hmm..." balas Loke dalam keadaan coolnya.

"..." tatapan Lucy yang penuh dengan kecurigaan kepada Gray yang dalam keadaan tampang polosnya seolah-olah seperti orang bodoh.

"Kenapa dia melihatku seperti itu?" bisik tanya Gray kepada Loke dan Natsu dalam keadaan polosnya itu.

"Mana aku tahu, dia memang selalu bersikap seperti itu pada kita bertiga" jawab Natsu yang sama polosnya dengan wajah Gray.

"Sepertinya Lucy sedang jatuh cinta padamu Gray, padahal kau sudah punya Juvia...hmm..." kata Loke dalam keadaan cool.

"Jangan pura-pura padaku seperti itu! Tunjukan hasil nilai ujianmu Gray!" bentak Lucy yang sedikit memaksa pada Gray.

"Eeeeh?!" Gray terkejut ketika dibentak oleh Lucy seperti itu hingga melayangkan lebaran nilai raportnya ke udara.

Lembaran nilai raport Gray perlahan melayang kesana-kemari hingga mendarat di lantai.

"KYAA! Dunia semakin tidak adil! Kenapa Gray mendapatkan nilai A semua?!" akhirnya Lucy terkapar pingsan karena tiga orang yang dianggap bodoh olehnya mendapatkan hasil nilai yang begitu memuaskan.

"Sugoii...Gray, kau benar-benar hebat...hmm..." ucapan Lisanna yang sedang kagum dengan hasil nilai yang di dapat oleh Gray.

"Aku sendiri malu mengakuinya, Gray mendapatkan rangking-1 dikelas kita. Aku kira Gray akan jadi Juara Umum, ternyata yang mendapatkan Juara Umum adalah kau Lisanna...hahaha...hahaha..." sambung Natsu dengan tawa riangnya yang khas.

"Lisanna dan tiga orang bodoh itu sedang berhianat padaku" gumam Lucy yang menggerutu sendirian sambil mendongkol dipojok ruang kelas.

"Eh?! Ghaaaaa!" teriak Natsu yang terkejut.

Tiba-tiba segerombolan banyak murid satu angkatan sedang berlarian dikoridor untuk menyerbu seseorang yang sedang berjalan dikoridor itu sendiri.
"Kyaa! Erza-senpai! Bagaimana kabarmu?"
"Aku dengar Erza-senpai menjadi Juara Umum untuk angkatan 2015"
"Sugoii, Erza-senpai sangat hebat!"
"Erza-senpai, minta tanda tanganya dong!"
"Iya, aku juga...bla...bla...bla..."

"Eh?! A-aku..." Erza serba salah karena dikerumun oleh banyak murid dan ditanyai ini itu.

"Kenapa mereka semua menginjaku seperti ini?" kata Natsu yang terkapar dilantai dalam keadaan sekarat karena terinjat-injak oleh grombolan murid yang sedang berlarian.

"Kalau masalah kepandaian Erza sudah tidak aneh untukku, tapi yang membuatku terkejut sekarang ini Erza menjadi begitu terkenal...hmm..." sambung Loke yang sedang bersandar ditembok dekat koridor kelas.

"Mungkin itu semua berkat hasil usaha dalam menyelesaikan kasusnya waktu itu, dulu reputasinya sangat hancur ketika Yusaku masih menjabat sebagai murid teladannya" sambung Gray ketika sedang memperhatikan senyuman Erza yang begitu berbinar dihadapan semua orang yang sedang menghampirinya.

"Aku dengar dari orang-orang yang pro terhadap Erza, mereka semua mengatakan bahwa orang yang menghancurkan reputasi Erza selama satu setengah tahun ini adalah Yusaku sendiri. Tapi berkat keberhasilannya, Erza sekarang benar-benar terbebas dari reputasi buruknya itu" sambung Loke yang ikut memperhatikannya.

"Kau benar, Erza benar-benar wanita yang sangat kuat dalam menghadapi kehidupan masa sekolahnya selama ini" sambung Lucy yang sedang menghayati suasana hatinya.

"Syukurlah, aku melihat wajah Erza-san penuh dengan kebahagian. Aku ikut senang melihat Erza-san tersenyum lepas seperti itu...hmm..." Lisanna ikut senang ketika melihat Erza dalam keadaan tertawa lepas.

"Kalian bertiga bagaimana? Aku ingin melihat hasilnya...hmm..." kata Erza yang telah menghampiri Natsu yang sedang bersama Gray dan Loke.

"Ini semua berkat bantuanmu Erza, kita bertiga mendapatkan hasil nilai yang cukup memuaskan...hahaha...hahahha..." jawab Natsu dengan tawanya.

"Erza, terima kasih untuk cara belajarmu yang benar-benar efektif itu. Kau pasti akan terkejut karena dikelas kita Gray mendapatkan rangking-1...hmm..." sambung Loke.

"Aku sendiri juga tidak menyangkanya. Kalau aku ingat-ingat ketika sedang ujian. Kenapa soal-soal itu begitu sangat mudah?" kata Gray dalam wajah polos bodoh sambil menggaruk-garukan kepalanya sendiri di depan Lucy.

"Kenapa tidak bilang padaku kalian bertiga belajar kelompok bersama Erza!" bentak Lucy yang tiba-tiba kembali kesal kepada mereka bertiga.

"Eh?! Padahal aku sudah menyampaikannya pada Natsu untuk mengajakmu" kata Erza yang terkejut melihat Lucy yang tiba-tiba marah.

"Aku berusaha memberitahunya waktu itu, tapi wanita pirang berayun-ayun ini benar-benar keras kepala" kata Natsu yang menyudutkan pandangan polosnya kepada Lucy.

-Natsu Flashback P.O.V-

Satu minggu sebelum menjelang ujian Natsu bersama Loke dan Gray tiba-tiba masuk ke kelas 1 – 2 untuk menghampiri Lucy yang sedang belajar sendirian diruang kelas. Keadaan Lucy saat itu terlihat seperti orang yang sangat pintar karena sedang memakai kaca mata untuk belajar, sedangkan ekspresi wajah mereka bertiga ketika menghampiri Lucy benar-benar sangat polos.

"Luce, kau sedang apa? Mau ikut dengan kami tidak?" tanya Natsu ketika menghampirinya.

"Aku tidak bisa ikut dengan kalian, aku sedang sibuk belajar" jawab Lucy yang menolak ajakan Natsu.

"Kami akan mengadakan belajar kelompok" sambung Gray dengan tampang polosnya yang membuat Lucy tidak percaya dengan kata-kata itu.

"Jika ada Lucy, belajar kelompok pasti akan terasa lebih menyenangkan...hmm..." sambung Loke yang tiba-tiba meraih salah satu tangan Lucy.

"Kyaa! kalian hanya menggangguku! Pergi sana!" bentak Lucy yang konsentrasinya buyar hingga melempar buku-buku yang ada dimejanya.

"Ghaaaa!" mereka bertiga lari terbirit-birik karena terkena serangan buku-buku yang dilempar oleh Lucy.

Lalu mereka bertiga kembali ke perpustakaan dimana Erza sedang berada disana untuk membantu mereka bertiga dalam belajar kelompoknya.

"Erza..." kata mereka bertiga serentak dalam keadaan babak belur.

"Are?! Kemana Lucy? Bukankah kalian akan membawanya kemari?" kata Erza yang terus bertanya kepada mereka bertiga yang sedang babak belur.

"Kami menyerah" kata mereka bertiga yang merengek seperti anak kecil.

Normal P.O.V

"Begitulah ceritanya waktu kami mengajak Lucy..." kata Natsu yang cemberut setelah menceritakan semuanya kepada Erza.

"Erza! semua ini salahmu karena memberikan amanat kepada tiga orang ini!" bentak Lucy kepada Erza.

"Eh? A-ku..." Erza serba salah menghadapi sikap Lucy sekarang ini.

Konferensi trio bodoh menurut versi Lucy telah dilaksanakan oleh mereka bertiga dalam jarak tiga langkah dari Lucy sendiri. Mereka bertiga saling menopang pundaknya.

"Aku tidak menyangka bakat bodohku yang terpendam ini benar-benar hebat" kata Gray dengan pandangan polosnya ketika berunding.

"Kau benar, untung saja rambut kita ini tidak pirang" sambung Natsu dalam rundingannya.

"Hmpf...pirang? semua itu tidak ada hubungannya" Loke sedikit tertawa dalam rundingannya.

"Mungkin dia hanya memamerkan dada berayun-ayunnya itu ketika sedang menghadapi ujian tengah smester" sambung Natsu.

"Trik memamerkan dada itu sudah kuno, karena pengawas ujian sekarang ini sangat tegas dan normal" sambung Gray.

"Tidak perlu berunding seperti itu! Aku sudah mendengarnya!" bentak Lucy dengan tanda empat siku-siku dibelakang kepalanya.

"Semuanya, maaf aku harus pulang duluan untuk membantu Ibuku ditoko...Permisi...hmm..." kata Lisanna yang undur diri dan langsung meninggalkan mereka berlima.

"Hati-hati pulangnya Lisanna?" kata Lucy yang melambaikan tangannya kepada Lisanna.

"Oh ya, apa kalian mau ikut aku ke Hiroshima besok?" tanya Erza kepada anggota kelas musiknya.

"Hiroshima?" tanya Gray.

"Iya, karena mulai besok kita akan libur satu minggu penuh. Kita akan menghabiskan waktu liburan kita disana. Itu juga jika kalian mau...hmm..." kata Erza dengan alasan liburnya.

"Masalah penginapan kita tinggal akan dimana Erza?" kata Loke.

"Kalian akan tinggal dirumahku yang ada di pedesaan, itu bekas rumahku dulu. Rumahnya cukup dekat dengan rumah Nenekku...hmm..." Jawab Erza.

"Sepertinya menyenangkan, baiklah Erza aku ikut" sambung Lucy yang tiba-tiba suasana hatinya menjadi senang.

"Baiklah, karena ketuka kelas musik sudah mengajak kita. Kami harus menerima tawarannya itu...hmm..." sambung Loke dengan gaya coolnya.

"Aku ngikut" kata Gray dengan nada singkat.

"Yosh! Jika kalian sudah sepakat. Ayo kita habiskan waktu liburan satu minggu penuh di Hiroshima!" kata Natsu dengan penuh semangat.

"Baiklah, mulai besok pagi kita akan berangkat menaiki Shinkanzen untuk menuju Hiroshima. Karena perjalanan cukup jauh...hmn..." balas Erza.

Shinkanzen adalah kereta monorel super cepat yang ada di Jepang.

"Aye, sir!" Semuanya sudah sepakat untuk menghabiskan waktu liburan di daerah tersebut.


2016916( 16 September 2015) 08.30 AM

Suasana di dalam Shinkanzen yang sedang melaju dengan sangat cepat dari untuk menuju ke daerah Hiroshima. Juvia akhirnya ikut pergi kesana karena diberi tahu oleh Gray, saat ini mereka semua duduk secara berpasangan karena tempat duduk di dalam kendaraan tersebut hanya untuk dua orang secara berjajar disebelah kiri dan tempat duduk untuk dua orang secara berjajar disebelah kanan.

"Sugoii...Shinkanzen ternyata benar-benar cepat. Sepertinya kita akan cepat sampai menuju Hiroshima...hahaha..." entah kenapa Lucy tiba-tiba jadi norak hingga orang disekitarnya memperhatikan tingkah laku Lucy.

"Jika kita berangkat dari Tokyo mungkin kita akan sampai ke Hiroshima dengan memakan waktu perjalanan selama empat jam. Karena kita berangkat dari daerah Fukuoka, jadi kita hanya akan memakan waktu jam perjalanan selama tiga jam kurang...hmm..." kata Erza yang duduk dikursi depan muncul secara tiba-tiba dihadapan Lucy.

"Uwekk! kendaraan ini terlalu cepat. Aku benar-benar mual" akhirnya Natsu terkapar karena mabuk sambil bersandar di dekat Jendela.

"Tapi biaya untuk kendaraan seperti ini benar-benar mahal. Kita menghabiskan ongkos sebesar 30.000 ¥...hmph..." kata Gray yang sedang dalam keadaan bete. Jika kita konversikan ke Rupiah, 30.000 ¥ sama dengan Rp.3.120.000,-

Sepertinya Author terpaksa harus membongkar pengalaman sendiri. Pengalaman Author ketika masih jadi 'Kenshusei=peserta magang' di Perfectur Fukuoka negara Jepang. Biaya kendaraan itu benar-benar mahal, Author benar-benar terkejut sekaligus menyesal menaiki kendaraan seperti itu hanya gara-gara ketika musim dingin Author pengen banget ke Hiroshima yang terkenal dengan saljunya yang paling tebal hahaha :v, tapi disana sangat menyenangkan kok karena pedesaannya begitu tenan. Kalau tidak percaya...buktikan sendiri, untuk masalah ongkos Author tidak tanggung jawab hahhaha :v.

"Natsu, pinjamkan aku pundakmu. Aku ingin istirahat sebentar, karena semalaman aku membereskan beberapa pakaian untuk satu minggu penuh" 'tuk' tanpa basa-basi Erza yang wajahnya dalam keadaan sedikit pucat langsung menidurkan kepalanya ke bagian pundak Natsu yang sedang duduk disebelahnya dekat jendela.

'Eh?! Langsung tertidur begitu saja...hmph, Erza selalu senaknya seperti ini padaku...Oh ya, sudah lama aku tidak berdekatan seperti ini dengannya selama dua bulan. Karena waktu itu kita benar-benar disibukan dengan aktivitas di kelas musik hingga menjelang ujian smester pun kita sangat disibukan untuk belajar...kalau boleh jujur, aku sangat rindu dengan orang yang sedang bersandar di pundakku ini...' gumam hati Natsu yang baru pertama kali melihat Erza tertidur dalam keadaan polos seperti anak kecil.

"Loke, aku juga pinjam punda-" 'plek' "Eeeeh?! Pria ini sungguh menyebalkan" Lucy duduk berada di belakang Natsu yang sedang bersama Erza. Ketika Lucy sedang berbicara tiba-tiba Loke langsung tertidur di bagian paha Lucy, hingga akhirnya Lucy jadi BT.

"Kalau Gray-kun mau tidur, Juvia bisa meminjamkan paha Juvia...hmm..." tawaran Juvia secara tiba-tiba menawarkan jasa yang tidak penting. Juvia dan Gray duduk bersebrangan dengan Natsu yang sedang bersama saat ini.

"Kau jangan ikut-ikutan kaya Lucy" 'tap' dengan nada yang melemas Gray langsung tertidur dipundak Juvia.

"Sepertinya Gray-kun dan Loke-san sedang lelah...hmm..." kata Juvia yang sedang mengusap rabut hitam laki-laki yang ada disampingnya ketika Gray sedang bersandar kepundak Juvia.

11.20 AM

"Yokatta! akhirnya kita sampai tujuan. Jadi ini daerah Hiroshima. Benar-benar indah...hmm..." kata Lucy yang merasakan kenyamanan ketika keluar dari stasiun bersama mereka dan mulai melangkahkan kakinya di daerah tersebut.

Terdengar ucapan orang-orang Hiroshima yang terkenal dengan logatnya yang begitu kental.
"Bagaimana kabarmu, Minami?"
"Kabarku baik-baik saja...hmm..."
"Apakah aku harus menemanimu juga?"
"Aku tidak keberatan untuk kau temani...hmm..."

Natsu dan Gray tercengang begitu saja ketika mendengar suara logat asli orang Hiroshima.

"Sudah kuduga, daerah ini logatnya Erza banget..." kata Natsu yang melebarkan matanya menjadi oval.

"Daerah ini penuh dengan Drama, bisa tidak sih mereka berbicara seperti orang normal pada umumnya?" kata Gray yang sedang nyengir karena menurutnya logat orang Hiroshima itu menyebalkan.

"Cara pandang mereka juga tajam sekali,...hmm..." kata Loke yang meniru logat orang Hiroshima.

"Kalau tidak perlu meniru logat Hiroshima seperti itu Loke! Merinding tahu!" bentak Lucy dalam mulut bebeknya ketika Loke meniru logat orang Hiroshima, namun terdengar tidak mirip sama sekali seakan-akan logatnya dibuat-buat.

"Jadi ini logat asli orang Hiroshima, Juvia jadi ingin meniru logat ini...hmm..." kata Juvia dalam keadaan polosnya.

"Lebih baik jangan" kata Gray dengan nada dinginnya untuk melarang Juvia.

"Mungkin Natsu waktu itu membenciku karena cara mengajarku kepada para Junior ketika masih di kelas belajar Guitar aku menggunakan logat seperti ini...hmm..." Erza membinarkan senyuman penuh maksudnya kepada Natsu.

"Baiklah, aku menyerah. Karena pertama kali mendengar logat bicaramu seakan-akan ingin membunuh seseorang, dan juga cara pandangmu yang begitu tajam itu membuatku semakin takut..." kata Natsu yang mendongkol karena penyesalannya.

Itulah keanehan yang dirasakan oleh Author ketika pertama kali menginjak daerah Hiroshima. Author sempat berfikir orang-orang Hiroshima itu seperti zaman kerajaan Shogun hahaha :v.

Kenapa Author suka Fairy Tail? Selain animenya yang menghibur, Author melihat ketertarikan dalam beberapa logat yang begitu menonjol dalam anime itu.

Erza dan Jellal menggunakan logat asli orang Hiroshima meskipun pengisi suaranya entah orang mana, makanya kedua orang itu terlihat dingin namun menghanyutkan.

Natsu itu menggunakan logat asli orang Fukuoka karena Author pernah punya teman orang Fukuoka, namanya Hitoshi-san. Sifatnya hampir sama seperti Natsu ketika selama tiga tahun jadi Kenshusei di Jepang.

Yang membuat Author paling tertarik adalah Juvia, dia seakan-akan belum tercemar dengan Hogen suatu daerah. Makanya Juvia begitu polos dan Bahasa yang digunakan Juvia adalah Bahasa Asli Jepang. kalau di Indonesia, Juvia itu menggunakan bahasa baku.

Kalau karakter yang lain entahlah, karena kalau Author mendatangi semua wilayah yang ada di Jepang hanya karena untuk mengetahui sebuah logat, pasti modal Author akan habis begitu saja :D.

Baiklah, mungkin pengalaman orang lain berbeda dengan Author sendiri. Author sudahi dulu cerita dan pengalaman tentang Budaya Jepang :v.

"Sudah lama aku tidak mengunjungi kampung halamanku setelah lulus SD, ayo kita pergi...hmm..." ajak Erza kepada semuanya.

"Aye, sir!"

Mereka semua menaiki sebuah Bis untuk malaju ke daerah pedesaan yang ada di Hiroshima, mereka menuju ke kampung halaman dimana Erza pernah tinggal disana. Akhirnya mereka turun disebuah Halte hingga mereka berjalan kaki dan sampailah ke rumah khas di Jepang dimana Erza pernah tinggal disana.

01.00 PM

"Jadi ini rumahmu, benar-benar sangat nyaman dan juga bersih...hmm..." kata Lucy dalam pandangan pertamanya memasuki rumah Erza yang khas itu.

"Sepertinya Nenekku yang telah mengurus rumah ini meskipun kosong. Perabotannya pun masih ada ternyata. Syukurlah..hmm..." sambung Erza yang sedang bernostalgia dengan rumah asalnya.

"Apa keluarga Scarlet tidak berniat menjual rumah ini sebelumnya?" tanya Gray.

"Tadinya begitu, tapi aku yang melarangnya. Mungkin suatu saat nanti aku ingin tinggal disini setelah aku menikah dengan orang yang akan menjadi suamiku...hmm..." kata Erza.

"Eh?! Kau itu masih SMA, kenapa memikirkan masalah pernikahan?" kata Lucy yang terkejut.

"Sepertinya Natsu tidak perlu memikirkan masalah rumah kalau ingin menikah dengan Erza...hmm..." kata Loke dengan sindirannya.

"Glek!" Natsu menelan ludahnya sendiri karena terkejut.
'Eh?! Mengejutkan sekali gara-gara Loke bicara seperti itu. Aku benar-benar malu, tapi apakah Erza mau menikah dengan orang sepertiku?...hmph...Natsu, kau harus tabah menghadapi hidupmu sekarang ini yang begitu suram...'gumam hati Natsu dalam keadaan wajah yang merah padam.

"Padahal aku hanya bercanda, kenapa dia sangat serius seperti itu?" bisik tanya Loke kepada Gray.

"Entahlah, mungkin orang bodoh ini sedang bermimpi untuk menikah dengan seorang Erza Scarlet" balas bisik Gray yang menyipitkan pandangannya.

"Ghaaa! Brisik!" bentak Natsu yang wajahnya masih merah padam.

'Sreek' suara pintu yang menuju teras halaman belakang rumah yang telah digeser oleh Lucy.

"Sugoii!...mitte...mitte...Disini ada kolam ikan dan juga banyak tanam bunga dihalaman ini" kata Lucy ketika melihat pemandangan halaman belakang rumah Erza.

"Andai saja kita datang kesini pada saat musim semi, pasti bunga itu akan mekar dengan sangat indah...hmm..." sambung Erza yang bersama mereka berempat ketika mengikuti Lucy dari belakang. Erza melihat bunga-bunga itu sedikit layu karena keadaan musim gugur.

"hmm..." Juvia hanya tersenyum ketika melihat wajah Erza yang sedang bernostalgia.

'tok-tok-tok' suara pintu utama depan rumah yang sedang diketuk oleh seseorang.

"Siapa yang datang kemari?" kata Erza yang terkejut ketika mendengar suara ketukan pintu utama di depan rumah, lalu Erza bersama yang lainnya pergi menuju pintu utama untuk membukannya.

"Erza-san, lama tidak bertemu...hmm..." tiga gadis yang begitu Kawaii, salah satunya seumuran dengan Lucy dan yang lainnya.

"Eh?! Kalian bertiga itu kalau tidak salah dari Group Band BABYMETAL yang tampil di acara Metropolitan Rock waktu itu. benar-benar suatu kejutan untukku...hmm..." kata Lucy yang tidak menyangka akan kedatangan ketiga gadis kawaii yang sedang fenomenal di Jepang tiba-tiba datang ke rumah Erza.

"Ternya kau mengenal mereka Erza, aku benar-benar terkejut" sambung Loke dalam keadaan terkejutnya.

"Su-chan itu masih tetanggaku. Dia asli orang Hiroshima...hmm..." jawab Erza.

Mode perkenalan BABYMETAL kepada mereka semua, untuk pandangan pertama bisa dibilang cukup lebay.

"Semuanya perkenalkan kami!" serentak tiga gadis itu secara bersamaan.

"Saya adalah Su-Metal Death!" kata Su-Metal dalam posenya.

"Saya adalah Yui-Metal Death!" sambung Yui-Metal.

"Saya adalah Moa-Metal Death!" sambung Moa-Metal.

"Kami bertiga adalah BABYMETAL DEATH!" serentak mereka bertiga dalam gaya khas BABYMETAL yang dinamakan Fox Sign karena tangan tiga gadis itu sedang menyilang.

"KAWAII!" kata Lucy dan Juvia secara bersamaan melebarkan matanya.

Author sarankan kepada pembaca untuk melihat Youtube dan cari tentang BABYMETAL dalam cara perkenalan mereka bertiga. Author pernah memaparkan kata 'Death' itu jika dalam pengucapan Bahasa Jepang akan terdengar 'desu', itu adalah sebuah penegasan kata yang bisa artikan mereka bertiga itu benar-benar BABYMETAL.

Tiga orang laki-laki itu langsung melesat untuk memperkenalkan diri mereka kepada tiga gadis BABYMETAL itu.

"Saya adalah Natsu-Metal Death!" kata Natsu yang meniru gaya tiga gadis tersebut.

"Saya adalah Gray-Metal Death!" diikuti oleh Gray.

"Saya adalah Loke-Metal Death!" sambung Loke.

"Kami bertiga adalah G-N-L METAL DEATH!" mereka bertiga serentak dengan tegas untuk meniru gaya BABYMETAL.

"Heeh?!" Lucy terkejut dengan tingkah laku tiga orang laki-laki dengan tiruan bodohnya itu.

"KAWAII!" 'kprok-kprok-kprok'serentak tiga gadis Idol Group itu bersama Juvia secara bersamaan membinarkan matanya untuk mereka bertiga sambil tepuk tangan.

"E-Erza, aku semakin tidak mengerti dengan sikap tiga gadis itu. Cara mereka terpesona kepada tiga orang bodoh itu terlalu berlebihan. Juvia juga malah ikut-ikutan" kata Lucy yang sedang disamping Erza dengan tanda satu keringat dibelakang kepalanya.

"Sepertinya mereka bertiga menyukainya...hmm..." Erza hanya tersenyum dan memakhlumi keadaan.

"Oh ya, perkenalkan juga. Ini adalah Lucy-Metal Death!...hahaha...hahaha..." kata Natsu memperkenalkan Lucy pada tiga gadis itu sambil tertawa secara tebahak-bahak.

"Sudah cukup untuk kata Death!-Death!-Death! Seperti Itu! Aku masih hidup!" bentak Lucy.

"Juvia adalah Juvia-Metal Death!...hmm..." kata Juvia yang memperkenalkan dirinya dalam keadaan polos dan menantang.

'Sepertinya aku tidak mengenal mereka berempat'gumam hati Lucy dengan wajah penuh dengan rasa menyerah.

"Su-chan, aku sudah mendengar single lagu dari BABYMETAL yang berjudul Road of Resistance itu. Lalu kalian juga melakukan Tour Eropa di tahun 2015, prestasi kalian bertiga benar-benar mengagumkan. Oh ya, kenapa kau bisa tahu aku ada disini?" tanya Erza.

"Tadi aku melihat Erza-san dan yang lainnya sedang berjalan kemari. Aku juga baru pulang untuk berlibur disini setelah menghadapi ujian smester. Aku mengajak Moa-chan dan Yui-chan untuk berlibur di kampung halamanku...hmm..." kata Su.

"Su-chan, ternyata ini Erza-san yang selama ini kau ceritakan. Benar-benar sangat cantik dan juga imut meskipun sudah dewasa...hmm..." meskipun julukannya Yui-Metal, dia adalah tipe orang yang tertarik dengan hal-hal yang menurutnya Kawaii hingga merasakan kegemasan pada tangannya.

"Kau benar Yui-chan, Erza-san benar-benar imut. Bolehkah aku mencubit pipi Erza-san?...hmm..." kata Moa 'cwit' dengan senang hati Erza memberikan pipinya dan tercubit begitu saja oleh Moa. "Kawaii..." kata Moa yang masih mencubitnya.

"Aku juga ingin mencubitnya. Pasti akan tambah Kawaii" 'cwit'Yui juga ikut-ikutan mencubit pipi Erza yang disebelah kiri. "Kawaii" Yui yang paling gemas ketika ikut mencubitnya.

Lucy hanya tersenyum paksa dengan tanda keringat di dahinya, sedangkan Juvia merasa iri kepada Erza karena ingin Juvia ingin di cubit pipinya juga.

"hmm..." Erza hanya membinarkan senyumannya kepada Lucy dan Juvia dalam keadaan berwibawa, padahal Erza sedang ke GR-an karena terlihat ada rona merah diwajahnya.

"Eh?! Erza kawaii?! Sepertinya ada yang salah dengan mata dua gadis itu. Mereka berdua tidak takut sama sekali kepada Erza untuk pandangan pertama" bisik Gray kepada Loke karena terkejut.

"Kalau aku yang mencubitnya pasti aku akan mati" balas bisikan Gray sambil membayangkan dirinya dihantam habis-habisan oleh Erza.

"Tidak juga, aku pernah mencubit pipi Erza" kata Natsu yang secara blak-blakan kepada Loke dan Gray.

"Bokis dah!" bentak Loke dan Gray karena merasa iri.

"Oh ya, karena Erza-san dan teman-temannya sudah ada disini, ini ambilah..." Su memberikan enam lembar tiket konser mereka bertiga.

"Tiket VIP? Kenapa kau memberikannya pada kami?" tanya Erza kepada Su.

"Jangan berkata seperti itu Erza-san, karena Erza-san temanku juga. Sambil berlibur kami juga akan mengadakan konser Zepp - Hiroshima 2016. Konsernya akan diadakan di dalam gedung Live House Hiroshima pada tanggal 18 September 2016, berarti hari minggu besok. Dengan tiket itu kalian berenam bisa melihat konser kami dari dekat...hmm..." balas Su dengan senyuman imutnya.

"Kau benar-benar artist yang sangat baik Su-chan, dengan senang hati kami menerima tawaranmu. Oh ya, kenapa dadamu itu tidak tumbuh? Padahal Lucy yang seumuran denganmu saja dadanya sedikit lebih berbobot dari pada Erza, tapi kau benar-benar cubby seperti anak kecil...hmm..." Loke secara tiba-tiba menyambut satu tangan Su. Gray dan Natsu hanya nyengir dengan tanda keringat dikepalanya.

"Are?! Loke!" Lucy terkejut dengan tingkah laku Loke yang kurang begitu sopan kepada Su.

"Sugoii! Ternyata Loke-Metal ini benar-benar Kawaii desune...hmm..." Su malah kagum dengan perlakua Loke karena kepolosannya.

"He'eh?!" 'Apa yang difikirkan oleh Su-chan itu benar-benar membuatku tidak mengerti. Loke itu orang yang mesum, kenapa dibilang Kawaii?'gumam Lucy semakin terkejut hingga membalikan badannya sambil merintih dan bercucuran air mata.

"Erza-san, kami pamit dulu. Karena kami bertiga akan melakukan persiapan untuk acara minggu besok. Sampai nanti...hmm...ayo Moa-chan, Yui-chan..." perintah Su kepada mereka berdua untuk pamit undur diri.

"Baiklah, ayoYui-chan. Kita juga haru- Heeeeh?!" Moa benar-benar terkejut ketika melihat ke arah Yui.

"Kawaii!" Yui kegemasannya benar-benar sudah diluar kendali karena terus-terusan menatap Erza secara berlebihan hingga cahaya sorot matanya membinar begitu terang.

"Ano...Eto..." Erza langsung angkat tangan karena tidak tahu cara menghadapi sorot mata Yui yang telah mengalahkan pandangan tajamnya.

10.00 PM

Malam hari untuk waktunya istirahat mereka berenam setelah selesai dengan makan malamnya. Erza telah menyiapkan enam buah Futon (tempat tidur lesehan ala Jepang) untuk mereka yang ingin beristirahat di ruangan dekat halaman belakang karena ruangan itu cukup luas untuk tempat mereka beristirahat. Akhirnya mereka semua pun tidur pulas setelah Natsu tidur lebih awal karena merasa kelelahan setelah perjalanan mereka dari Fukuoka menuju Hiroshima.

Natsu P.O.V

Untuk pertama kalinya Natsu bermimpi dengan seorang wanita, yang lebih mengejutkan dalam mimpinya itu Natsu sedang bermimpi bersama Erza karena terpengaruh oleh ucapan Loke waktu siang.

"Natsu, kau boleh membuka kancing-kancing piamaku sekarang...hmm..." kata Erza yang sedang pasrah.

Eh?! Apa maksud perkataannya itu? aku benar-benar tidak mengerti.

"B-bukankah kita masih SMA, Erza?" Natsu benar-benar gugup untuk pertama kalinya sampai-sampai dia berdalih.

"SMA?Kau itu sudah berumur 26 tahun Natsu. Apa kau tidak ingat kita ini sudah menikah di tahun 2026" kata Erza sambil menunjukan surat pernikahannya dengan Natsu.

"Kau benar, baiklah Erza aku akan melakukannya" kata Natsu sambil membuka semua kancing piama yang sedang dipakai oleh Erza ketika sedang terbaring pasrah.

Apakah ini benar-benar mimpi? Tidak mungkin, semuanya terlihat nyata bagiku. Sungguh aku benar-benar sangat gugup.

"Erza, boleh aku membuka kaitan penyanggamu ini?" tanya Natsu yang jantungnya berdebar luar biasa ketika Erza dalam keadaan memakai bra hitam miliknya.

"Kau tidak perlu bertanya seperti itu padaku, kau sekarang ini suamiku Natsu" jawab Erza dalam keadaan pasrah dan pertahanannya sangat terbuka.

"B-Baiklah kalau begitu...a-aku akan mencoba membuka pengaitnya" Natsu akhirnya berusaha untuk membuka pengait bra yang terletak dibagian depan.

Ah?! Akhirnya aku berhasil membukannya. Baiklah aku akan menyampingkan bra miliknya ini secara perlahan. Aku sudah siap untuk menjadi Pria Sejati yang Erza inginkan dalam hidupnya.

Detik-detik ketika Natsu ingin melihat dua buah surga dunia yang ada pada diri Erza 'Glek!' hingga Natsu menelan ludahnya sendiri.

'DUAK!' "Itaaa!" teriak Natsu yang langsung terbangun dan kesakitan ketika terkena tendangan dari orang yang sedang tidur diatas kepalanya dan ternyata itu adalah kaki Lucy yang masih menempel dikepalanya. Futon itu di jajarkan tiga baris diatasnya dan tiga baris dibawahnya. Natsu sedang berada ditengah barisan paling bawah.

Lucy! Sakit tahu! Menyebalkan sekali wanita pirang itu...hmph...
Ternyata hanya mimpi, Syukurlah kalau begitu...

Baiklah, mimpi yang tadi itu benar-benar mustahil.
Tidak mungkin Erza mau menikah dengan orang sepertiku.

Ketika Natsu menyampingkan badannya, dia langsung terkejut.

Erza?! aku tidak tahu dia tidur disampingku disebelah kiri.
Karena waktu itu aku menggelarkan Futon lebih awal dan langsung tertidur.

Eh?! Erza kenapa kau selalu membuka kancing bagian atas piamamu?
Pantas saja tadi aku bermimpi yang tidak-tidak...hmph...dasar...

Sekarang aku jadi susah ttidur kalau sudah terbangun seperti ini...

Natsu akhirnya keluar dari dalam selimut Futon untuk mengambil air minum yang ada di dapur. Setelah itu Natsu pergi ke halaman belakang dan duduk diteras sambil menggenggam gelas yang berisi air putih yang akan diminum untuk menenangkan fikirannya.

Tadi, kenapa aku bisa bermimpi bersama Erza seperti itu?
Padahal sebelumnya aku tidak berfikir mimpiku sampai kesana...

Ah Sudahlah, kalau masalah bermimpi seperti itu aku tidak sengaja melakukannya...

Normal P.O.V

'tap' "Natsu kau belum-" 'Brurrrr!'tiba-tiba seseorang dari belakang menyampa Natsu sambil menghentak pundaknya hingga Natsu benar-benar terkejut sampai memuntahkan air minum dari mulutnya ke kolam ikan.

'ukuk-uhuk-uhuk'"Erza?! kenapa kau mengagetkanku seperti itu?! Dan kau juga kenapa tidak tidur?!hmph...dasar..." tanya Natsu yang sedikit membentaknya ketika menoleh kebelakang.

"Tadi aku pura-pura tidur, padahal aku juga terbangun gara-gara teriakan seorang laki-laki yang sedang tidur disampingku itu...hmm..." Erza akhirnya duduk disebelah Natsu dan menemaninaya.

"Eh?! Baiklah, aku menyerah...hmph..." Natsu langsung mendongkol jika kalah dalam kata-katanya ketika Erza sedang mengatakan alasannya.

"Oh ya, kenapa kau malah duduk disini setelah pergi ke dapur dan-" Erza terhenti dalam pembicaraannya.

"Erza!" kata Natsu yang begitu serius dengan wajahnya itu.

"A-apa?! Kenapa kau melihatku seperti itu?" Erza langsung kaget ketika melihat raut wajah Natsu yang begitu serius seperti itu.

Suasa terhening sejenang bersamaan angin malam sedang melewat hingga memutar dan langsung pergi.

"Eh?! Natsu tu-tunggu, apa yang ingin kau lakukan padaku?!" Erza langsung terjun ke dalam kegugupannya ketika kedua tangan Natsu sudah menempel dekat kancing piamanya.

"Nanti kau masuk angin, dan juga gara-gara kedua benda milikmu yang sedikit terbuka seperti ini aku jadi bermimpi yang tidak-tidak...hmph..." kata Natsu dengan pandangan polosnya sambil menutup kedua kancing piama yang dipakai oleh Erza yang dalam keadaan terbuka itu.

"Bokis sekali, kau pasti ingin melihat benda milikku" ujian Erza dalam pandangan negatifnya kepada Natsu yang sedang mengancingkan piama miliknya yang terakhir dibagian atas.

"Sayangnya aku belum cukup umur, karena aku masih SMA dan aku juga adik kelasmu. Kau harus mengerti tentang hal itu" kata Natsu dengan nada datarnya.

"Hanya tingga menunggu dua tahun lagi kau bisa mencapai umur 20 tahun" kata Erza.

"Tetap saja aku tidak bisa menyusul umurmu yang 2 tahun lebih tua dariku" balas Natsu yang saat ini berumur 18 tahun. dan Erza sendiri masih 19 tahun.

"Aku tidak mengerti, kenapa kau selalu mempermasalahkan hal seperti itu?" tanya Erza.

"Aku juga harus menghormatimu Erza, karena kau adalah seorang ketua Group Band kami. Makanya aku melakukan sebuah batasan tertentu agar kau tetap fokus dengan cita-citamu itu..." kata Natsu yang sedikit ada rona merah diwajahnya.

"Bolehkah aku-" kata Erza yang ingin mengatakan bahwa ia ingin sekali memeluk Natsu karena sudah lama tidak melakukannya setelah kesibukan aktivitas sampai menjelang ujian tengah smester.

"Tidak mau!" 'grap' kata-kata Natsu benar-benar tidak sesuai. Natsu langsung memeluk wanita yang sedang ada dihadapannya dengan erat sekali karena rasa rindunya kepada Erza dalam kesempatan dan suasana yang selalu dilakukan mereka berdua.

Erza P.O.V

Natsu, meskipun kau menyangkalnya...
Kau tidak bisa membohongi perasaanmu itu...

Aku juga tidak bisa menyangkal perasaanku ini...
Namun, kau selalu saja mengatakan alasan yang lain seperti yang kau katakan tentang batasan...

Yang membuatku tidak mengerti, terkadang kau selalu memperlakukanku seperti seorang kekasih, termasuk seperti yang kau lakukan sekarang ini terhadapku...
Gara-gara kelakuanmu itu aku jadi terpengaruh hingga aku ingin sekali menyatukan bibirku ini denganmu waktu itu...

Apakah kau takut kehilanganku, Natsu?
Jika benar seperti itu, aku juga sama...

Mungkin akan terasa memalukan jika aku mengatakan langsung tentang perasaanku ini...

Aku mencintaimu, Natsu...

"..." Natsu mengisyaratkan sebuah penolakan dengan cara menggelengkan kepalanya perlahan karena Erza tiba-tiba secara perlahan mendekatkan kembali bibirnya kepada Natsu.

Eh?! Aku lupa dengan ucapan Natsu, karena tadi aku sedang terbawa suasana...
Baiklah, itu tadi diluar kendaliku.

Maafkan aku Natsu..hmm...


2016918( 18 September 2015) 08.00 PM

Suasana malam hari dalam keramaian orang-orang di depan gedung Live House Hiroshima karena mereka ingin menonton konser BABYMETAL, termasuk Erza dan yang lainnya sedang menunggu antrian untuk memberikan tiket VIP-nya kepada petugas bagian pengambilan tiket.

"Ramai sekali, ternyata tiga gadis BABYMETAL itu memang sangat terkenal" kata Gray yang berada di keramaian orang-orang meskipun masih diluar gedung.

"Sebenarnya kita termasuk orang yang beruntung karena sudah diberika tiket VIP oleh Su-chan, karena tiket seperti ini stocknya sangat terbatas...hmm..." sambung Erza yang sedang berdiri melipat tangannya.

"Aku ingin sekali membeli kaos berlogo BABYMETAL itu, benar-benar sangat gotik. Tapi aku tidak bawa uang banyak" kata Natsu yang sedang mengeluh ketika keadaan finansialnya sangat terbatas.

"Aku sudah tidak sabar melihat aksi tiga gadis yang begitu kawaii itu dalam aksi panggungnya. Waktu di acara Metropolitan Rock mereka hanya membawakan satu lagu saja dari single barunya" sambung Loke.

"Aku hafal semua lagu dari single pertama sampai single yang baru itu. Kalau tidak salah, semuanya ada 13 lagu dari BABYMETAL itu sendiri. Aku juga punya DVD konser aksi panggung yang mereka lakukan secara detail...hmm.." kata Erza dengan dengan senyuman hangatnya ketika menerangkan tentang konser artist tersebut.

"Benarkah? aku kira lagunya hanya beberapa, ternyata sudah sebanyak itu" kata Lucy.

"Semua orang disini berpakaian serba kaos hitam, hanya kami saja yang warna warni..." kata Juvia yang memperhatikan Natsu memakai kaos merah, Gray memakai kaos biru, Loke memakai kaos putih. Juvia sendiri memakai kemeja biru dan Lucy memakai kaos pink bergambar hello kitty. Hanya Erza yang penampilannya paling keren karena postur tubuhnya yang begitu ideal sambil memakai kaos putih berlengan sedikit pendek dan celana Jeans berhias sabuk yang ada banyak logam piramid.

"Jika mereka berpakaian serba hitam seperti itu, berarti mereka itu Metal Head" kata Natsu yang menjelaskan karakteristik seorang penggemar dunia musik.

"Sebenarnya aku sedikit tidak suka dengan para Metal Head karena keangkuhan dan fanatic nya, mereka mengangung-agungkan sebuah Music Metal itu seolah-olah sebagai ritual pujian untuk para dewa. Bisa dikatakan bahwa mereka menganggap Music Metal itu sebagai agama mereka sendiri..." kata Gray dengan nada dinginnya, namun Gray secara tidak sadar telah diperhatikan para Metal Head yang ada dibelakangnya.

"Kalau melihat penampilan Lucy saat ini terlihat seperti para Wota" kata Natsu yang melihat penampilan Lucy yang sedang berada dihadapannya. Wota itu adalah para penggemar Idol Group, Boy Band, dan Girl Band yang selalu membawa Light Stick.

"Karena Lucy itu seorang Wota Head " kata Gray dengan tatapan sipitnya yang menyudutkan Lucy. Yang dimaksud Wota Head oleh Gray adalah seseorang yang mengagungkan musik yang disebutkan oleh Natsu tadi. Sebenarnya Wota Head itu tidak ada, mungkin Gray hanya mengada-ngada.

"Lucy memang sangat kawaii jika berpenampilan seperti itu...hmm..." sambung Juvia dengan wajah polos yang dicampur dengan senyumannya.

"Kyaa! menyebalkan! aku berpenampilan seperti ini karena aku wanita tulen!" bentak Lucy yang mengayun-ngayunkan tangannya kepada Gray.

"Minna! Sekarang giliran kita untuk memberikan tiket...hmm..." perintah Erza yang sedang berhadapan dengan petugas pengambil tiket.

"Baik!" kata Natsu dan yang lainnya.

"Tiket VIP ternyata, tolong tunggu sebentar. Kyo-san! Tolong ambilkan untuk mereka berenam! Tiket mereka VIP!" panggil perintah petugas pengambil tiket kepada salah satu panitia yang bersangkutan.

"Siap!" kata panitia yang mengambil sesuatu untuk diberikan kepada para VIP, lalu panitia itu menghampiri mereka berenam setelah mengambilnya. "Ini terimalah" panitia itu langsung menyerahkan sebuah paket khusus untuk para VIP kepada mereka berenam.

"Ghaahaha! Ini kaos yang aku inginkan!" kata Natsu yang kegirangan karena keinginannya telah tercapai.

"Tiga gantungan kunci berbentuk peti mati berwarna merah. Jika kita buka masing-masing gantungan kunci ini dalamnya ada boneka kecil Su-Metal, Yui-Metal, dan Moa-Metal. Lucu sekali...hmm..." kata Lucy yang sedang bermain dengan ketiga gantungan kunci sambil memegang kaos hitam setelah menerima paket spesial dari tiket VIP tersebut.

"Mitte! Mitte! Masing-masing gantungan kunci ini dibelakangnya memiliki tanda tangan. Ini tanda tangan Su-Metal, yang ini tanda tangan Moa-Metal, ini juga ada tanda tangan Yui-Metal" kata Juvia yang memperlihatkan tiga gantungan kunci tersebut.

"Natsu-Metal Death!"
"Loke-Metal Death!"
"Gray-Metal Death!"
Entah sejak kapan mereka bertiga telah mengganti kaosnya dan memakai kaos hitam dari pemberian panitia, hingga mereka bertiga kembali berpose BABYMETAL dihadapan tiga wanita itu.

"E-Erza, apa mereka itu Metal Head? Heeeh?! Sejak kapan kau mengganti kaosmu secepat itu?!" Lucy terkejut setelah melihat tiga laki-laki itu dan pandangannya kembali beralih pada Erza yang telah memakai kaos hitam pemberian panitia.

"Teknik ini aku namakan Requip...hmm...Erza-Metal Death!" kata Erza dalam sebuah mode Fairy Tail, lalu berpose menjadi BABYMETAL.

'Sepertinya aku benar-benar tidak punya teman'gumam hati Lucy yang merintih dengan tangisannya karena Erza ikut-ikutan.

"Juvia juga mau berubah menjadi Juvia-Metal Death!" kata Juvia dengan nada yang menggemaskan dan langsung melakukan sesuatu yang begitu spontan.

"Kyaa! Jangan membuka kancing kemejamu Juvia!" Lucy terkejut ketika Juvia sudah membuka dua kancing hingga belahan dadanya terlihat.

Mereka berenam saat ini sedang berjalan dilorong gedung untuk menuju panggung acara, lorong itu cukup dekat dengan ruang artist dimana Group Band BABYMETAL sedang menyiapkan rencana aksi panggungnya. Namun Erza dan yang lainnya sedang melihat Su dan yang lainnya terdiam seperti ada masalah.

"Su-chan ternyata masih disini, bukankah kalian harus segera ke belakang panggung?" tanya Erza yang menghampirinya bersama yang lain.

"Erza-san ternyata. Mmm...bagaimana ya mengatakannya? Sepertinya kami berniat akan membatalkan konser kami..." kata Su yang termenung bersama Yui dan Moa, begitu juga para personil Edisional-nya yang masih memakai pakaian seperti para panitia.

"Are?! Kenapa bisa begitu?" tanya Lucy yang terkejut.

"Kami kekurangan satu Guitarist, Leda tidak bisa datang karena ada halangan yang sangat penting. Mikio-san juga sedang sibuk mengajar Les Guitar" Takayoshi Ohmura sang Guitarist dari BABYMETAL yang telah angkat bicara dalam permasalahannya.

"Mungkin kita masih bisa melakukan konser, tapi ini berkaitan dengan image kami sebagai Group Band Edisonal yang bernama Kami Band. Karena setiap konser kami melakukan konsep panggung yang sama" sambung BOH sang Bassist Edisional.

Kami Band yang dimaksud adalah setiap personilnya seolah-olah seperti para Dewa yang mendampingi konser BABYMETAL.

"Jika kami sebagai Group Band Edisional melakukan konsep yang berbeda, image kami akan berubah saat itu juga. Mungkin tidak masalah bagi kami, tapi untuk Koba-san sebagai produser tidak menginginkan hal seperti itu. Mau tidak mau kita harus mengikuti aturan konsepnya dan kami juga tidak bisa apa-apa jika Koba-san mengatakan hal seperti itu.." sambung Yuya Maeta sang Drummer Edisonal dalam renungannya.

"Begitu ya? ternyata peraturan dari manajemen itu sangat ketat. Kau sudah menyangkut masalah kontrak dalam sebuah konsep awal, kita harus tetap mengikuti konsep itu dari awal sampai sekarang. Jika kita merubah konsep itu tanpa seizin produser maka mereka bertiga para Edisional akan dipecat dan BABYMETAL pun akan dibubarkan" sambung Loke yang sedikit faham dalam sebuah manajement musik.

"Lebih baik Group Band kita tanpa adanya manajemen jika sudah terkenal" kata Gray yang tidak faham.

"Dasar bodoh, mana ada Group Band yang terkenal tanpa manajemen" sambung Lucy yang sedang jengkel karena kebodohannya selalu muncul secara tiba-tiba.

"Pantas saja Jellal-ni tidak ingin terikat kontrak seperti itu, ternyata benar-benar sulit..." kata Juvia yang mengingat Jellal pernah ditawari kontrak dalam sebuah konsep yang menetap, namun Jellal waktu itu menolaknya karena Jellal hanya ingin menerima kontrak dengan konsep yang bebas seperti artist pada umumnya.

"..." Natsu sedang memikirkan ide bagus untuk mereka yang akan tampil.
"Bagaimana kalau kalian menutupinya dengan orang lain?" kata Natsu setelah memikirkan ide yang telah difikirkannya.

"Kalau memang ada orang yang ingin berpartisipasi untuk membantu kami, itu akan sangat membantu. Kami juga bisa menutupi orang lain itu dengan kostum yang biasa kami pakai. Tapi yang jadi masalahnya apakah orang itu bisa melakukan aturan aksi panggung yang selalu kami lakukan?" kata Takayoshi sang Guitarist.

"Yosh!" Natsu langsung berbisik kepada semua orang yang bersangkutan untuk konser tersebut. Lalu berbisik kepada anggota kelas musik dan juga Juvia, namun tidak membisikan sesuatu kepada Erza.

'Tring!' para anggota kelas musik dan juga Juvia tiba-tiba membinarkan mata bintang dengan raut wajah kegelapan kepada Erza hingga membuatnya terkejut.

"K-kenapa kalian semua melihat padaku seperti itu?" Erza gugup karena terkejut dengan pandangan jahat mereka.

"Erza, bukankah tadi kau bilang hafal semua lagu dari BABYMETAL? Dengan kata lain kau selalu melatih lagu-lagu itu dengan permainan Guitar-mu kan? kau juga bilang punya DVD konser mereka dan tahu secara detail dari aksi panggung yang mereka lakukan. Aku tahu semua kebiasan yang kau lakukan itu..." kata Lucy dengan nada yang menghasut dalam wajah misteriusnya.

"K-kalau begitu Natsu saja yang melakukannya, dia juga sudah mahir kok...hehehe..." Erza berusaha menyangkal karena semakin terpojok dan tidak berdaya hingga melimpahkan semuanya kepada Natsu.

"Maaf Erza, kau tidak pernah menyuruhku untuk menghafal semua lagu BABYMETAL. Dengan kata lain satu-satunya harapan mereka semua ada ditanganmu...hahaha..." kata Natsu dengan tertawa jahatnya kepada Erza.

"Bukankah ketua kelas musik kita selalu melakukan yang terbaik disaat-saat seperti ini...hmm..." kata Loke dengan binaran matanya membuat kaca mata yang dipakainya retak.

"Untung saja aku ini Bassist" kata Gray dengan nada dingin yang menghanyutkan.

"Juvia ingin sekali melihat Erza-Metal Death!" kata Juvia yang wajahnya penuh dengan rasa penasaran secara berlebihan.

"Tapi warna rambutku ini merah..." Erza mencoba berdalih karena terus di desak oleh anggota kelas musiknya dan Juvia.

"Masalah rambut bisa di cat dengan warna hitam, yang penting rambutnya panjang dan lurus. Aku sangat iri melihat rambutmu yang begitu lurus dan terurai indah melebihiku. Sepertinya kau cocok untuk mengisi kekosongan dari Guitarist Edisional kami...hmm..." kata Takayoshi yang ikut-ikutan membinarkan matanya.

"Kau itu kan laki-laki, kenapa harus iri padaku?" kata Erza yang menggerutu sampai membebekkan bibirnya.

"Ayolah Erza-san, kami butuh bantuanmu jika Erza-san benar-benar bisa melakukannya..." kata Su yang matanya terlihat berkaca-kaca dan memohon kepada Erza.

"Hmph, baiklah aku menyerah. Aku akan membantu kalian semua, tapi aku tidak menjamin untuk kesalahan-kesalahan yang tidak sengaja aku lakukan nantinya ketika aku melakukan konser bersama kalian" dengan wajah yang pasrah dan menyerah Erza akhirnya sepakat membantu mereka yang terus memaksanya.

"Kalau begitu ayo ikut kami ke ruang ganti...hmm..." Yui bersama Moa langsung menarik kedua tangan Erza dan 'Seaak!' langsungmelesat ke ruang ganti untuk para artist.

"Are?! Tu-tunggu! Kyaa!" Erza menjerit karena terbawa arus oleh mereka berdua.

"Heeh?! Kekuatan macam apa itu? Erza tertarik begitu saja, padahal tubuh mereka berdua itu kecil..." kata Lucy yang terkejut tiba-tiba Erza melesat dalam arusnya.

08.30 PM

Puncak awal untuk memulainya konser BABYMETAL. Saat ini panggung masih tertutup oleh tirai karena kebiasaan konser BABYMETAL selalu seperti itu. Natsu yang bersama Loke dan Gray sedang berdiri di tempat penonton ketika tirai itu masih tertutup karena para VIP semuanya berada disana dengan memakai kaos yang sama.

Karena Lucy dan Juvia merasa khawatir, saat ini mereka berdua sedang berada dibelakang panggung sebelah kiri dalam keadaan gelap gulita hingga menggunakan Smartphone-nya sebagai lampu Senter. Tempat Lucy dan Juvia adalah tempat masuknya para artis untuk tampil di acara tersebut.

"Juvia, disini seperti rumah hantu..hi...hi..." kata Lucy dalam suasana kegelapannya yang benar-benar ketakutan.

"Bukankah Lucy sendiri yang ingin melihat Erza-san dari dekat sini?" kata Juvia yang biasa-biasa saja karena tempat tersebut bukan rumah hantu yang seperti dikatakan Lucy.

'tap' "Luuuucy..." ketakutan Lucy menjadi kenyataan, suara Alto lembut yang menyerupai hantu benar-benar telah menghampirinya sambil menopangkan tangannya ke pundak Lucy ketika menyebutkan namanya.

"KYAAA! SADAKO!" terdengar teriakan seperti Scream Vocal yang begitu ganas dari arah panggung yang masih tertutup tirai, mereka semua tidak tahu kalau itu adalah Lucy.

Sadako itu adalah salah satu nama hantu yang ada di Jepang. Kalau di Indonesia Sadako itu mirip Kuntilanak :v.

"Itu Scream Vocal, sepertinya acara akan segera dimulai...hahaha..." kata Natsu yang tidak sabaran untuk melihat konser tersebut.

"Apakah itu suara Scream Vocal milik Su-Metal?" tanya Gray kepada Loke.

"Mungkin Su-Metal baru bisa melakukan Scream Vocal ketika melihat Sadako...haha..." jawab Loke yang mengenal teriakan khasnya Lucy.

Kembali ke Juvia dan Lucy berada.

"Erza-san ternyata. Jadi ini penampilan Group Band Edisional yang bernama Kami Band?...hmm..." Juvia melihat Erza bersama tiga orang personil Kami Band dengan penampilan seperti Sadako karena wajahnya dipulas dengan warna putih sambil ditutup dengan rambut panjang yang terurai. Begitu juga dengan pakaian kostum putih yang biasa dipakai oleh Kami Band benar-benar seperti hantu Sadako.

"Juvia dan Lucy kenapa disini? Kenapa tidak bersama Natsu dan yang lainnya?" tanya Erza.

"Tadi Lucy khawatir sama Erza-san, begitu juga dengan Juvia. Tapi untuk sekarang ini Juvia malah jadi khawatir dengan keadaan Lucy sekarang ini..." kata Juvia yang khawatir dengan keadaan Lucy dalam keadaan terkapar dilantai dan nyawanya ingin keluar karena terkejut.

"Er-chan, ini pakailah Guitar yang biasa dipakai oleh Leda" Takayoshi memberika sebuah Guitar yang biasa dipakai oleh Leda kepada Erza, Takayoshi memanambahkan -chan kepada Erza karena dia sangat mudah akrab untuk sesama Guitarist.

"ESP HORIZON-II NT? Model ini hampir sama dengan milikku, hanya saja Guitar ini lebih berat karena ketebalan kayu papan Fingerboard. Tapi ketika neck-nya digenggam, benar-benar sangat nyaman ditanganku...hmm..." kata Erza yang sedang memperhatikan Guitar yang biasa dipakai oleh Leda.

Jika kalian menonton konser BABYMETAL, maka akan ada Guitarist yang sedang memakai Guitar berwarna hitam itu adalah orang yang bernama Leda. Karena dalam fic ini Leda tidak ada, jadi ceritanya Erza Scarlet menggantikan posisi sementara untuk menggantikan posisinya.

"Untuk ukuran seorang wanita, kau sangat hebat dalam menilai sebuah Guitar, Er-chan..." kata Yuya sang Drummer Edisional.

"Baiklah, ayo kita naik ke atas panggung. Karena Su-chan dan yang lainnya sudah menunggu dipapan yang nantinya menaikkan mereka bertiga ke panggung" sambung perintah BOH kepada personil Kami Band yang kekosongannya diisi oleh Erza.

"Iya, baiklah...hmm..." Erza sepakat dan langsung naik ke atas panggung yang tirainya masih tertutup bersama para anggota Kami Band.

"Erza-san, Juvia dan Lucy akan menonton bersama Natsu-san dan yang lainnya..." kata Juvia yang sedang menopang Lucy dalam keadaan setengah sadar.

"hehe...Sadako..." kata Lucy yang wajahnya pucat setelah melihat penampilan Erza pada saat itu.

Akhirnya konser telah dimulai setelah pembukaan seperti rekaman suara puisi yang sedang dibacakan. Tirai pun akhirnya dibuka bersamaan dengan Su-Metal, Yui-Metal, dan Moa-Metal yang muncul dari bawah ketika papan panggung itu dinaikan sambil diiringin musik pembukaan yang berjudul BABYMETAL DEATH.

Saat ini tiga gadis itu sedang menari-nari sambil melompat-lompat kesana-kemari karena dalam musik itu tidak terdapat bait lagu. Mereka bertiga memperkenalkan diri masing-masing ketika sedang melompat-lompat, seperti "Su-Metal Death!". Lalu selanjutnya "Yui-Metal Death!" dan akhirnya "Moa-Metal Death!". Itu saja untuk langu pembukaan mereka dan terus dilakukan secara berulang-ulang hingga musik berakhir.

Sudut pandang Lucy dan Juvia yang bergabung dengan Natsu dan yang lainnya sedang menyaksikan konser BABYMETAL sambil terfokus kepada Erza yang sedang bergabung bersama mereka.

"Sugoii, Erza hebat sekali. Benar-benar terlihat seperti musisi yang Professional...hmm..." kata Lucy ketika melihat Erza berada di posisi bersebelahan dengan sang Bassit yang kepalanya botak dipulas putih keseluruhan dengan tato gotik di wajahnya.

"Jhaaahaha! Erza! kau keren sekali berpenampilan seperti itu!" Natsu hanya memperhatikan penampilan Erza yang dikemas dengan kostum Kami Band.

"Jadi itu aksi panggung Kami Band, Guitarist dan Bassist tidak boleh berjalan kesana kemari. Aku jadi kasihan dengan Erza yang hanya terdiam seolah-olah kakinya seperti ada yang mengikat, tapi tubuhnya tetap bergerak karena menikmati sebuah musik Metal" kata Gray dengan pemikiran anehnya.

"Kalau Natsu yang melakukannya, mungkin musiknya akan berubah menjadi musik Aneurysm...hmpf..." Loke sedang membicarakan tentang musik dari salah satu lagu Nirvana.

Pembukaan musik yang berjudul BABYMETAL DEATH akhirnya selesai dengan akhiran teknik Swipping yang dilakukan oleh Erza sendiri karena bagian itu sebelumnya dilakukan oleh Leda yang tidak bisa datang untuk mengisi acara tersebut.

Tanpa basa-basi, lagu selanjutnya dengan judul Iine(dibacanya iine, bukan Line) telah dinyanyikan oleh Su-Metal.

'Lagu ini benar-benar unik, mencampurkan aliran Music Metal dengan Music Disco. Orang bilang untuk mencampurkan dua aliran musik seperti ini sangat sulit, tapi mereka menciptakannya dengan sempurna. Untung saja Effect Guitarnya telah disetting khusus. Jadi aku hanya tinggal memakainya saja...hmm...' gumam hati Erza ketika sedang mengiringi lagu tersebut.

Vocal Su-Metal
chi ku ta ku shichau
kimochi tomaranai yo
chi ku ta ku shichau
kimochi ai sukurii mo!

"sore, atashi no oyatsu!" kata Moa-Metal.
"chochocho, furage shinai de yo!" balas Yui-Metal.

"Kenapa mereka berdua malah bertengkar setelah Su-Metal bernyanyi dalam baitnya?" komentar Gray dalam fikiran yang tidak karuan.

"Mungkin mereka berdua sedang berebutan untuk bait lagu yang ke-2..hahaha..." Natsu juga sedang sok tahu.

"Hahahaha... kalau boleh jujur mereka bertiga itu sangat lucu..." sambung Loke yang tertawa mendengar dari bait lagu seolah-olah sedang bertengkar.

Sambung lagu selanjutnya yang berjudul Uki-Uki Midnight hingga selesai. Mereka tidak berkomentar apa-apa karena tidak melihat keanehan dalam lagu itu.

Selanjutnya acara untuk aksi panggung yang biasa dilakukan oleh Kami Band dengan cara unjuk kemampuan dari setiap personilnya. Karena Leda tidak datang, terpaksa Takayoshi mengambil urutan pertama.

'Uiiingg!'suara Guitar yang dimainkan oleh Takayoshi ketika unjuk kebolehannya dengan melakukan teknik fingering dengan nada yang unik.

'Begitu ya, ini adalah sebuah demo musik dengan memainkan satu kunci yang telah di Drop D. Takayoshi-san memainkan Melodynya dan aku mengiringi sambil menunggu giliranku selanjutnya untuk memainkan sebuah Melody. Ini menyenangkan, baiklah kalau begitu...hmm...'gumam hati Erza yang mengiringi musik untuk bait Melody yang dimainkan oleh Takayoshi.

'Baiklah, sekarang giliranku!' 'Hnieewwng!'Erza melakuna sebuah teknik Swipping jeritan sebelum melakuka fingering khasnya untuk sebuah Melody yang di improvisasi olehnya sendiri, tentunya masih dalam aturan nada kunci yang sama.

'Ah?! Benar-benar mengejutkan. Erza Scarlet ternyata cukup hebat, tadinya aku berniat menutupi kekurangan permainan Melodynya karena aku fikir akan melenceng dari kunci Drop D. Tapi ternyata tidak, dia memainkannya dengan sempurna. Erza Scarlet, kau benar-benar orang yang menarik...hmm...' gumam hati Takayoshi ketika mengiringi musik untuk bait Melody yang dilakukan oleh Erza.

Komentar-komentar yang keluar dari para penonton VIP.
"Apa kau mendengar Melodynya? Sepertinya itu bukan Leda atau pun Mikio"
"Benar,Melody yang dimainkannya benar-benar berbeda dan memiliki khas sendiri"
"Aku ingin tahu, siapa Guitarist itu sebenarnya?"
"Tapi, wajah itu sama cantiknya dengan Leda..."
"Sepertinya Leda melakukan operasi payudara, aku melihat dadanya sedikit menonjol pada laki-laki itu"
Mereka semua tidak tahu, saat ini Guitarist Edisional-nya adalah wanita yang bernama Erza Scarlet yang dikemas dalam kostum Kami Band.

"Gray, Erza sedang menjadi bahan pembicaraan..." bisik Loke kepada Gray setelah mendengar komentar dari orang-orang disekitarnya.

"Kau benar, mungkin mereka tidak tahu kalau itu adalah Erza yang menggantikan posisi Guitarist yang sebelumnya" balas bisik Gray.

'Melihat wajah para personil Kami Band itu sepertinya sedang tertarik dengan permainan Erza saat ini. Mungkin mereka berniat merekrut Erza. Seandainya mereka benar-benar akan merekrut Erza, aku ingin mendengar keputusan Erza pada saat itu juga' gumam hati Natsu yang sedang cemas ketika memikirkannya.

Untuk tiga lagu dari BABYMETAL yang berjudul Rondo of Nightmare, Onedari gakusen, dan Catch me if you can telah selesai dinyanyikan. Kini BABYMETAL sedang menyanyikan lagu Akatsuki, dimana Su-Metal sedang bernyanyi solo dengan memakai Jubah hitam seperti Dracula.

Vocal Su-Metal.
Ikusen mono yoru wo koete
Ikitsudzukeru ai ga ari kara
Kono karada ga horobiru made
Inochi ga kieru made mamoritsudzuketeyuku

Tiba saatnya untuk dua sang Guitarist yang sedang maju ke depan dan menaiki balcon depan panggung. Erza dan Takayoshi melakukan sebuah Melody yang seolah-olah seperti dua orang yang saling menjawab pembicaraan hingga akhirnya mereka berdua merapatkan barisan seolah-olah seperti tirai yang sedang menutup Su-Metal untuk bermain Melody secara bersamaan, tentunya dalam bait yang berbeda dari masing-masing dua Guitarist itu sendiri.

Jika Author sedang melihat video konser BABYMETAL, Author sangat suka melihat Takayoshi dan Leda saling menjawab Melody Guitar dalam lagu Akatsuki, makanya Author mencoba untuk menempatkan Erza Scarlet yang telah lulus belajar Guitar untuk bermain bersama BABYMETAL, pasti sangat keren. Itu hanya bayangan yang terlintas dari Author sendiri...hahaha... :v.

'Andai saja waktu itu aku lulus ketika aku masih di kelas belajar Guitar, mungkin aku bisa melakukan hal seperti itu dengan Erza. Aku benar-benar bodoh kerena tidak menyelesaikan pendidikan belajar Guitarku, karena saat itu aku tidak tahan dengan sikap dingin Erza sebelum aku mengenalnya' gumam hati Natsu yang teringat dengan penyesalannya.

"Natsu-san, kenapa diam saja" tanya Juvia ketika melihat Natsu yang sedang tercengang dengan penampilan Erza yang sedang duet dengan Takayoshi dalam lagu Akatsuki.

"Ah?! Juvia, maaf aku hanya sedang terkagum dengan kemampuannya ketika sedang bersama Group Band yang lain" jawab Natsu yang telah tersadar dari lamunannya.

"Kyaa! Erza kau keren sekali!" Lucy sedang kegirangan melihat ketua Group Band sedang melakukan aksi panggung yang sangat hebat.

"Gray kenapa kau diam saja?" kata Loke yang sedang melihat Gray dalam keadaan serius ketika menatap aksi panggung yang Erza lakukan.

"Mungkin ini hanya fikiran negatifku saja, aku khawatir Erza akan bergabung dengan Kami Band" jawab Gray dengan nada pelannya karena taku terdengar oleh Natsu.

"Kalau boleh jujur, aku juga merasakan perasaan yang sama. Aku melihat Erza lebih cocok bermain dengan mereka dari pada Group Band kita saat ini..." Loke tiba-tiba langsung sedikit pesimis gara-gara ucapan Gray barusan.

Perasaan pesimis itu tiba-tiba muncul begitu saja ketika Gray dan Loke melihat aksi panggung Erza bersama Kami Band, namun entah apa yang difikirkan oleh Natsu dan Lucy saat ini. Karena kemampuan Erza itu terlalu hebat untuk ukuran anak SMA.


=To be Continue=


~Akhirnya selesai juga chapter 10, kalau fic ini tidak begitu bagus mungkin Author sedang lapar :D~

~Untuk chapter selanjutnya, masih dalam proses :)~