Title : Seonsaengnim is My Umma
Author : Parkyoonhra
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Jung Changmin, and others
Genre : Family
Chapter : 10/?
Warning : Yaoi, MalexMale, Typos, Don't like Don't read
Author's notes: saya tau sudah lama sekali sejak saya apdet terakhir kali. jeongmal mianhaeyo, readerdeul. Karena kesibukan di dunia nyata dan saya sempat kehilangan mood menulis membuat saya agak kesulitan melanjutkan ff2 saya. Sepertinya apdet yang lelet sudah menjadi ciri khas saya :D. semoga chapter ini tidak membosankan untuk kalian, reader setia SIMU. saya akan berusaha menjadi lebih baik lagi. mohon bantuannya *bow*saya ucapkan selamat datang utk para reader baru ^^ dan terimakasih banyak utk semua yg sudah membaca, me-review, mem-folow, dan mem-fav ff SIMU ini~ chapter ini saya persembahkan utk kalian…
.
Happy Reading and Enjoy!
.
Chapter 10
Changmin membuka matanya secara perlahan dan menyadari bahwa dirinya tertidur di atas ranjang sang appa, bukan di kamarnya seperti biasa. Changmin sangat ingat semalam ia menangis hebat karena sang umma yang tidak mau menginap di rumahnya bersama sang appa dan lebih memilih untuk pulang ke rumahnya sendiri. Changmin tidak mengerti kenapa umma-nya tidak tinggal disini bersama dengan dirinya dan sang appa. Padahal umma dan appa Kyuhyun saja tinggal bersama dengan sahabatnya itu di rumah mereka, kenapa umma dan appa-nya tidak?
Changmin melirik sang appa yang masih tertidur pulas di samping tubuhnya. Changmin mengambil sebuah bantal dan menutupi mulut sang appa yang terbuka menggunakan itu. Changmin sangat baik, aniya?
Kruyuuuuk
Di pagi hari yang masih dingin, perut Changmin sudah berbunyi meminta diisi dan membuat Changmin sangat merindukan masakan sang umma. Seandainya sang umma tinggal serumah dengannya dan sang appa, sekarang Changmin pasti bisa meminta dibuatkan makanan jadi ia tidak perlu kelaparan lagi.
TING TONG
Changmin mendengar suara bel rumahnya berbunyi tapi terlalu malas hanya untuk melihat siapa yang berkunjung ke rumahnya pagi-pagi seperti ini. Tapi Changmin langsung menegakkan tubuhnya saat menyadari kemungkinan yang ada.
"Umma!" bisa saja itu sang umma yang datang, kan?
Changmin segera melempar bantal yang menutupi wajah sang appa asal dan membangunkan appa-nya secara brutal.
"Appa, appa, illeona. Itu umma, appa. APPA!"
Merasa sang appa tidak akan terbangun walaupun ia sudah menggoyangkan tubuhnya, Changmin berinisiatif membangunkan appa-nya dengan cara lain karena tidak mau membuat sang umma menunggu terlalu lama.
"Awww," Yunho berteriak kesakitan saat merasakan Changmin menggigit tangannya.
Yunho memaksa Changmin melepaskan gigitannya dengan menarik kepala anaknya menjauhi tangannya yang memerah.
"Kau sudah berjanji tidak akan menggigit appa lagi, kan?"
Changmin tidak mempedulikan omelan appanya dan menarik tangan appanya untuk bangun, "Umma, umma."
Yunho mengerutkan alisnya tidak mengerti maksud perkataan anaknya. Dirinya terlalu mengantuk untuk merasa penasaran kenapa bel rumahnya tidak berhenti berbunyi.
"Arrasseo, arrasseo," dengan malas Yunho bangkit dari ranjangnya dan menggendong Changmin menuju pintu depan sambil sesekali menguap.
"Umma," Changmin memekik girang saat menemukan wajah cantik umma-nya di depan pintu. Ia segera mencondongkan tubuhnya kearah sang umma dan mengangkat tangannya tinggi pertanda minta digendong.
Jaejoong mengambil tubuh gempal Changmin dari Yunho dan menciumi wajah Changmin yang membuat bocah lima tahun itu terkikik kegelian.
Yunho mengambil barang bawaan Jaejoong dan membawanya masuk ke dalam dapur dengan mata yang setengah terpejam.
"Kenapa kau lama sekali membuka pintunya, Yun?" tanya Jaejoong yang mengikuti langkah Yunho memasuki dapur. Tapi Jaejoong hanya mendengar gumaman Yunho sebagai jawaban.
Jaejoong mendudukkan Changmin di kursi meja makan dan langsung mendapat rengekan dari anaknya itu.
"Min lapal, umma."
"Ne, umma akan membuatkan sarapan untukmu. Tunggu sebentar, ne."
Jaejoong memberikan sebuah roti yang ia bawa dari rumah pada Changmin agar anak itu berhenti merengek meminta makan saat menyadari kalau Yunho sudah tidak ada di dapur.
"Kemana perginya appamu?" tanya Jaejoong bingung.
"Appa tidul lagi," jawab Changmin sambil menunjuk arah perginya Yunho tadi ke kamar tidur.
"Aish, dasar Jung Yunho."
Jaejoong melangkahkan kakinya menuju kamar tidur utama untuk membangunkan kekasihnya. Yunho tengah bergelung di dalam selimut hangatnya.
Jaejoong membuka tirai jendela, membiarkan cahaya matahari menghangatkan suasana kamar. Namun, rupanya hal itu membuat Yunho semakin menenggelamkan tubuhnya ke dalam selimut.
Jaejoong berdecak sambil berkacak pinggang melihat kelakuan malas sang kekasih.
"Irreonabwa, Jung Yunho," Jaejoong menarik paksa selimut Yunho.
"Lima menit lagi, Boo," Yunho mengambil bantal di dekatnya dan menutupi wajahnya dengan itu untuk menghindari omelan Jaejoong.
"Bangun sekarang atau tidak sama sekali, Jung," kata Jaejoong judes sambil merebut bantal Yunho.
Tapi Yunho malah menarik tangan Jaejoong hingga tubuh ramping namja cantik itu jatuh menimpa dirinya. Yunho memeluk tubuh Jaejoong dan menelungsupkan wajahnya ke dalam ceruk leher Jaejoong.
"Ya! irreona. Changmin menunggu kita di dapur, Yun," kata Jaejoong sambil memukul kepala Yunho pelan.
Yunho menggelengkan kepalanya menyebabkan Jajeoong harus menahan geli akibat gesekan rambut-rambut halus di wajah Yunho yang bergesekan dengan kulit lehernya yang sensitive.
"Shirreo. Biarkan saja bocah evil itu menunggu kita melakukan ini."
"Melakukan apa?"
Yunho mengangkat wajahnya menhadap Jaejoong dengan senyum yang mencurigakan.
"Melakukan ini," sejurus dengan perkataannya, Yunho menempelkan bibir tebalnya pada bibir cherry milik Jaejoong. Menyesap rasa manis yang melekat pada benda kenyal itu dan sesekali menggigitnya gemas.
"Yunnhh …," desah Jaejoong saat Yunho tengah membuat tanda kepemilikan berwarna keunguan pada kulit putih lehernya.
"UMMA," terdengar suara teriakan Changmin dari arah dapur yang memanggil ummanya.
"Changmin," Jaejoong segera mendorong tubuh Yunho dan membuat Yunho harus menghentikan kegiatannya.
"Aku belum selesai, Boo."
"Kita tidak bisa membiarkan Changmin menunggu terlalu lama," Jaejoong mendorong tubuh Yunho turun dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur.
"Aish. Anak itu selalu saja mengganggu kesenanganku," rutuk Yunho pelan namun masih bisa di dengar jelas oleh jaejoong yang kini terkekeh.
"Umma," Changmin langsung memeluk tubuh Jaejoong yang sudah berada di dekatnya.
"Cih, dasar manja," ejek Yunho kesal dan dibalas Changmin dengan lidah yang terjulur kearah Yunho.
"Yun, tolong mandikan Changmin. Aku akan membuat sarapan untuk kita," pinta Jaejoong.
"Chilleo. Min maunya mandi baleng umma~"
"Umma kan sudah mandi jadi Minnie mandi sama appa, ne?" Jaejoong mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Changmin yang duduk di atas kursi, "Lagipula umma harus memasak. Apa Minnie mau appa yang memasak dan umma yang memandikan Minnie?"
Changmin menggelengkan kepalanya cepat. Masakan umma-nya yang terbaik. Apalagi jika dibandingkan dengan masakan buatan appa-nya yang tidak ada apa-apanya.
"Umma digigit cetan," tunjuk Changmin kearah tanda keunguan di pundak Jaejoong yang sedikit terlihat dari celah kemejanya.
Changmin ingat Donghae – teman sekelasnya – yang pernah menunjukkan tanda keunguan seperti itu di kakinya. Donghae bilang kakinya digigit setan hingga seperti itu (dan Changmin percaya). Apa umma-nya digigit setan juga?
Jaejoong segera membenahi kemejanya agar tanda itu tidak terlihat orang lain lagi.
"Umma tidak digigit setan, sayang," tapi digigit beruang, lanjut Jaejoong dalam hati, "jja, cepat mandi dengan appa-mu."
Kening Jaejoong berkerut saat melihat wajah Yunho yang mengerut kesal.
"Wae?" tanya Jaejoong sedikit berbisik.
"Dia mengataiku setan," kata Yunho menunjuk Changmin seperti anak kecil yang mengadukan temannya yang nakal.
Jaejoong tertawa dan menutup mulutnya dengan sebelah tangan, "Astaga, Yun. Changmin bahkan tidak tahu kalau itu hasil perbuatanmu."
"Sama saja," kata Yunho sambil mencebilkan bibirnya kesal.
CUP
Jaejoong mengecup bibir Yunho sekilas.
"Jangan marah, Bear."
Yunho tersenyum melihat Jaejoong yang juga tengah tersenyum kearahnya. Jangan salahkan Yunho yang tidak bisa menghentikan hasratnya yang ingin terus mencium Jaejoong yang sangat menggoda di matanya.
"Ya! Jangan cium umma Min, appa mecum," Changmin melempar kotak sereal yang ada di depannya ke kepala Yunho yang membuat appa-nya itu melepas pagutan bibirnya dari milik sang umma.
"Changmin! Kamu tidak boleh melempari appa-mu seperti itu," tegur Jaejoong.
"Habicnya appa cium bibil umma teluc. Min kecal," katannya sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Appa sering mencium umma-mu karena appa sangat menyayangi umma," kata Yunho.
"Min juga cayang umma~ Min juga haluc cium umma," Changmin mengecup bibir Jaejoong yang disambut senyuman oleh Jaejoong dan desahan pasrah oleh Yunho.
^_^ Seonsaengnim is My Umma ^_^
Yunho membutuhkan waktu yang lebih dari cukup untuk memandikan anaknya yan sangat hiperaktif. Changmin terus saja menyiraminya dengan air dan tidak berhenti bermain air dalam bath up. Bahkan Yunho harus mengeluarkan Changmin dengan paksa dari dalam bath up walaupun anak itu terus memberontak.
"Kau terlihat pucat," Jaejoong memegang sebelah pipi Yunho yang terlihat sedikit pucat.
Suara merdu Jaejoong menyapa pendengaran Yunho. Rasanya sangat senang memiliki seseorang yang mengkhawatirkanmu dan selalu perhatian pada dirimu. Yunho sudah lupa kapan terakhir kali ia merasakan kehangatan dari rasa sayang orang lain kepada dirinya.
"Gwenchana," jawab Yunho dengan senyum.
"Beristirahatlah di rumah jika kau merasa tidak enak badan," kata Jaejoong.
"Tidak perlu mencemaskanku. Kau sendiri yakin akan membawa Changmin ke sekolahan hari ini? Aku bisa membawanya ke kantor dan meminta bawahanku untuk mengawasinya."
Yunho tersenyum memperhatikan jemari lentik Jaejoong yang dengan cekatan melingkarkan dasi di lehernya. Sudah lama sekali sejak terakhir kali seseorang melakukan hal itu untuknya. Dan Yunho merasa sangat senang karena kini Jaejoong-lah yang melakukan hal itu untuknya.
"Changmin sudah lama tidak masuk sekolah, kurasa ia sudah sangat merindukan sekolah dan teman-temannya. Aku sendiri bisa mengawasinya di TK."
"Kau memang yang terbaik, Boo," pujian Yunho sukses membuat Jaejoong tersipu malu.
Changmin yang masih menikmati piring ketiga sarapannya pagi itu hanya bisa memutar matanya bosan melihat lovey dovey kedua orang tuanya. Sepertinya bocah berusia lima tahun itu sudah bosan melarang Yunho agar tidak mencium Jaejoong. Changmin lebih memilih menyimpan tenaganya dan tidak membuangnya percuma karena pada akhirnya appa-nya akan terus mencium bibir umma-nya.
"Umma," panggil Changmin pada Jaejoong yang tengah membereskan bekas sarapan mereka. Appa-nya tengah menikmati secangkir kopi dan membaca surat kabar pagi itu.
"Ne, chagiya," jawab Jaejoong dengan senyum yang sangat indah menurut Changmin.
"Kenapa umma tidak tinggal dicini baleng Min cama appa?" Changmin menanyakan pertanyaan yang terus mengganggu pikirannya.
Jaejoong terdiam memikirkan jawaban dari pertanyaan Changmin. ia melirik sedikit kearah Yunho untuk meminta bantuan sang kekasih tapi Yunho masih sibuk dengan gelas kopinya yang bahkan Jaejoong tahu sudah kosong isinya.
"Ehm … umma kan punya rumah sendiri jadi tidak tinggal bersama Minnie dan appa," jawab Jaejoong pada akhirnya sambil mengelus kepala Cahngmin.
"Tapi umma dan appa Kyu tinggal baleng Kyu di lumah meleka. Kenapa kita tidak cepelti itu?"
Jaejoong tidak tahu harus bagaimana menjelaskan pada Changmin bahwa hubungannya dengan appa anak itu tidak sama seperti hubungan kedua orang tua Kyuhyun.
Yunho berdeham, "Sebaiknya kita berangkat sekarang jika tidak mau terlambat," katanya mengalihkan pembicaraan.
Changmin tetap meminta umma-nya untuk menjawab pertanyaanya, namun sang appa lebih cepat menggendongnya menuju mobil.
Jaejoong sangat berterima kasih pada Yunho untuk hal itu.
^_^ Seonsaengnim is My Umma ^_^
"MIIIIIIN"
Jaejoong masuk ke dalam kelas sambil menggendong Changmin membuat kelas Jaejoong sangat ribut pagi itu. Changmin memang masih belum bisa menggunakan kakinya dengan leluasa jadi Jaejoong menyuruh Changmin untuk tidak terlalu sering menggunakan kakinya selama masa penyembuhan anak itu.
Setelah Jaejoong mendudukkan Changmin di kursinya, bocah tampan berusia lima tahun itu langsung diserbu oleh teman-teman sekelasnya.
"Min, kenapa balu macuk cekolah?"
"Min kemana aja celama ini?"
"Taemin kangen Min hyung~"
Itulah beberapa pertanyaan yang dilemparkan oleh teman-teman Changmin yang merindukan anak itu. Changmin pun menceritakan kecelakaan yang menimpa dirinya dan pengalamannya ketika dirawat di rumah sakit. Anak-anak sekelas pun sangat serius mendengarkan cerita Cahngmin dan sesekali memekik tidak percaya dengan cerita temannya itu.
Jaejoong membiarkan anak-anak melepas rindu dengan Changmin yang hampir sebulan tidak masuk kelas, namun rupanya ada satu anak yang tidak ikut memeriahkan euphoria kembalinya Changmin.
"Kenapa kau tidak ikut bergabung dengan teman-temanmu, Kyu?" tanya Jaejoong pada Kyuhyun yang sibuk memainkan PSP di dekatnya walaupun Jaejoong bisa melihat sesekali Kyuhyun melirik kearah Changmin dan teman-temannya.
"Ani."
Jaejoong menggelengkan kepalanya, 'Masalah anak-anak,' pikirnya
"Baiklah anak-anak, ayo kembali ke tempat duduk kalian," perintah Jaejoong sambil bertepuk tangan.
"Kau juga, Kyu," kata Jaejoong saat Kyuhyun masih saja berdiri di tempatnya.
Kyuhyun menyeret kakinya berjalan ke tempat duduknya di samping Changmin.
"KYU," ekik Changmin girang sambil memeluk sahabatnya.
"Lepacin Kyu, Min," Kyuhyun berusaha melepas pelukan Changmin pada tubuhnya. Changmin mengerutkan keningnya bingung dengan sikap Kyuhyun tapi tetap melakukannya juga.
Saat jam makan siang, Changmin dengan bangga menunjukkan bekal yang dibawanya dari rumah kepada teman-teman sekelasnya.
"Whoaaaaaah," takjub teman-teman Changmin.
"Ini umma Min yang membuatnya," kata Changmin dengan bangga.
"Bukannya Min gak punya umma?" tanya salah seorang teman Changmin.
"Cekalang Min cudah punya umma," Changmin melirik kearah Jaejoong yang tengah memperhatikannya. Jaejoong menaruh jari telunjuknya di depan bibir mengisyaratkan Changmin untuk tidak membongkar rahasia mereka.
Tadi pagi Jaejoong sudah menyuruh Changmin untuk merahasiakan tentang dirinya sebagai umma baru bocah gembul itu dan menyuruh Changmin tetap memanggilnya 'seonsaengnim' di sekolah. Walaupun sempat menuai protes dari bocah lima tahun itu, tapi pada akhirnya Changmin menurut setelah Jaejoong mengancam akan mogok masak jika Changmin tetap memanggilnya 'umma' di sekolah. Bukan apa-apa, Jaejoong hanya merasa belum siap.
"Kyu, lihat bekal Min," kata Changmin berniat memamerkan bekalnya juga kepada sahabatnya yang terdiam disampingnya, namun Kyuhyun hanya bergumam tak jelas karena masih fokus dengan PSP ditangannya sehingga mengacuhkan Changmin.
"Kyunnie~ Min bawa bekal lho… machitta~"
Kyuhyun menghentikan gerakan tangan pada benda hitam kesayangannya untuk sesaat menatap Changmin dan berkata, "Ne."
Setelah itu, tidak ada kata lagi yang terucap dari bibir Kyuhyun dan membuat Changmin menggembungkan pipinya kesal karena merasa Kyuhyun sangat acuh padanya.
"Kenapa kau tidak mengeluarkan bekalmu, Kyu? Kau bawa bekal makan siang, kan?" tanya Jaejoong yang sudah berada di samping Kyuhyun.
Namun Kyuhyun memilih tidak mempedulikan Jaejoong.
Jaejoong menghela napas dan mengambil PSP yang sedang dimainkan oleh Kyuhyun, mengundang teriakan protes dari Kyuhyun.
"Pe-ec-pe Kyu~" Kyuhyun mengangkat tangannya tinggi-tinggi berusaha meraih PSP-nya yang sudah diambil Jaejoong.
"Seonsaengnim akan menyita ini sampai kau menghabiskan makan siangmu," ujar Jaejoong sambil berlalu.
"Ceoncaengnim jahat~" umpat Kyuhyun kesal sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Umma Min enggak jahat. Umma Min yang telbaik di dunia," protes Changmin yang tidak terima saat umma-nya dibilang jahat.
"Ceoncaengnim cudah jadi umma Min?" tanya Kyuhyun penasaran dan melupakan acara ngambeknya pada Changmin.
"Eum," Changmin menganggukkan kepalanya mantap.
"Kalau begitu minta umma Min mengembalikan pe-ec-pe Kyu," perintah Kyuhyun.
"Kyu haluc habisin bekal dulu, balu nanti umma mengembalikan pe-ec-pe Kyu."
"Bantuin~" rengek Kyuhyun pada Changmin mengingat ia tidak akan bisa menghabiskan bekalnya sendirian tanpa bantuan sahabatnya itu.
Changmin dengan senyum lebar yang menghiasi wajah tampannya dengan senang hati memberikan bantuan pada Kyuhyun.
^_^ Seonsaengnim is My Umma ^_^
Murid-murid Jaejoong tengah bermain perosotan, jungkat-jungkit dan permainan lainnya di luar ruangan.
"Hati-hati, Donghae-ah."
"Berhenti berkelahi, anak-anak. Kalian harus saling bergantian bermain dengan teman kalian yang lain."
"Ini hanya luka kecil Taemin-ah, uljimarayo."
Jaejoong terlihat mondar mandir menghampiri beberapa anak di halaman TK yang dipenuhi permainan anak-anak, memperhatikan dan mengawasi murid-muridnya yang terus berlarian kian kemari mencoba setiap permainan yang ada.
Ternyata di dalam kelas, terdapat dua orang anak yang tidak mengikuti kegiatan di luar kelas. Mereka adalah sepasang evil, eh maksudnya sepasang sahabat, Kyuhyun dan Changmin.
Changmin tengah sibuk memasang puzzle bergambar pizza dengan Kyuhyun yang sibuk memainkan PSP di sampingnya.
Kenapa keduanya tetap bertahan di dalam kelas? Yup, jawabannya karena Jaejoong masih belum mengizinkan Changmin bermain di luar, jadilah bocah pecinta segala macam jenis makanan itu bermain di dalam kelas dan Kyuhyun sebagai sahabat yang baik – yang sebenarnya juga malas berada di luar – menemani sahabatnya itu.
Changmin menceritakan keadaan keluarganya pada Kyuhyun yang sesekali menanggapi dengan gumaman.
"Umma tidak tinggal belcama Min dan appa. Umma akan pulang ke lumahnya di malam hali dan akan datang lagi ke lumah Min becok pagi. Min gak cuka. Min maunya umma inggal belcama Min dan appa."
"Eum."
"Kenapa umma tidak tinggal di lumah kami ya, Kyu? Umma dan appa Kyu tinggal belcama Kyu, kan?"
"Eum," gumam Kyuhyun sambil menganggukkan kepalanya.
"Teluc kenapa umma dan appa Min tidak?" Changmin menaruh kepalanya di atas meja menghadap Kyuhyun.
Terjadi keheningan yang meliputi keduanya.
"Kyunnie~ katakan cecuatu, jangan diam caja," ujar Changmin kesal.
"Kyu cedang belpikil, Min. Jangan belicik."
Changmin mencebilkan bibirnya kesal karena dimarahi sang sahabat, "Min jadi lapal."
"Appa dan umma Min cudah menikah?" tanya Kyuhyun tiba-tiba.
"Menikah?"
"Ne," Kyuhyun mem-pause game yang sedang dimainkannya dan memutar tubuhnya menghadap Changmin yang juga sudah menegakkan tubuhnya.
"Kenapa umma dan appa Min haluc menikah?" tanya Changmin.
"Molla. Tapi umma dan appa Kyu cudah menikah jadi meleka tinggal belcama Kyu. Mungkin kalena umma dan appa Min belum menikah, meleka jadi tidak tinggal belcama," ucap Kyuhyun sok pintar.
"Jadi umma dan appa Min haluc menikah?"
"Tentu caja."
"Baiklah, Min akan menyuruh umma dan appa menikah jadi kami bica tinggal belcama. Tapi Kyu, menikah itu cepelti apa?" tanya Changmin bingung.
Kyuhyun terdiam, "Molla, Kyu juga tidak tahu menikah itu cepelti apa."
Walaupun tidak begitu mengerti, tapi Changmin merasa Kyuhyun telah memberikan solusi terhadap masalahnya.
"Gomawoyo, Kyu~" Changmin memeluk sahabatnya erat.
CUP
Changmin menempelkan bibirnya diatas bibir milik Kyuhyun, "Min cayang Kyu cepelti appa yang cayang umma."
Kyuhyun hanya terdiam dan mengerjapkan matanya berkali-kali.
Changmin merasakan sebuah rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya saat mengecup bibir sang sahabat, dan hal itulah yang membuat dirinya sekali lagi mengecup bibir Kyuhyun.
Bermodalkan rasa penasaran, Changmin menjilat, menghisap dan mengemut bibir Kyuhyun.
"Bibil Kyu enak," ucap Changmin setelah menjauhkan bibirnya dari milik Kyuhyun bersamaan dengan Jaejoong yang memasuki ruang kelas.
"Jung Changmin!" Jaejoong sangat terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya. Changmin – anaknya – tengah mencium Kyuhyun yang tak lain dan tak bukan merupakan temannya.
Sedetik kemudian Kyuhyun menangis dengan sangat keras dan hal itu membuat Changmin tersentak.
Kyuhyun … menangis?
"Ceoncaengnim, Min bilang bibil Kyu enak. Min mau memakan bibil Kyu," Kyuhyun berlari kearah Jaejoong dan memeluk kaki seonsaengnimnya.
"Min gak mau makan bibil Kyu, kok. Tapi bibil Kyu memang enak, sih."
Jaejoong mengangkat tubuh Kyuhyun dan menggendongnya, mengusap-usap punggung anak itu agar Kyuhyun tenang dan menghentikan tangisannya.
"Umma jangan malah. Min cium bibil Kyu kalena Min cayang Kyu cepelti appa yang mencium umma kalena appa cayang umma,"
Bagaimanapun Changmin hanya seorang anak berusia lima tahun yang hanya akan meniru kelakuan orang dewasa di sekitarnya, aniya? Changmin kan anak baik~
.
.
.
TBC
.
.
.
Saya mau menjawab beberapa pertanyaan reader dan semoga ini membuat kalian tidak bingung atau penasaran lagi:
dengan nasib ahra? saya tidak peduli dengan nasib orang itu *plak* sebenernya saya udah lupa dgn ahra kalo gak ada salah satu reader yg mengingatkan saya. Hahaha. Ada yg mau ahra muncul lagi dan gangguin yunjae dikit? Akan saya pertimbangkan kalo begitu, kalau gak ada yah tinggal nunggu ending aja…
akan ada orang ketiga dari pihak jeje? Konflik lain? Tidak dan Tidak. Saya akan membuat ceritanya menjadi seringan mungkin paling hanya ttg kenakalan min, kemesraan yunjae, ataupun kisah kehidupan keluarga mereka ^^
Yunjae bakal NCan? Sepertinya tidak.
nanti Yunjae punya anak dan jeje bisa menyusui anaknya? Ini pertanyaan yg cukup sulit. Masih saya pertimbangkan
Ada pertanyaan lain? :3 kalau tidak ada, sampai jumpa di chapter depan~ papai ^^~
Thanks To:
YunHolic, AhrastringsElf, rinayunjaerina, quinniee, Pumpkins yellow, Taeminho597, toki4102, Ai Rin Lee, Hannazono Aikawa, hanasukie, .1272, queen harkyu, , flysica, Ristinok137, DragonPanda21, lanarava6223, Ami Yuzu, nin nina, Vic89, DarkLiliy, KJhwang, My Asha, BlaueFEE, akiramia44, zhe, FiAndYJ, Kim YeHyun, AyuClouds69, YeChun, cminsa, Dennis Park, danactebh, Byunchannie26, fuyu cassiopeia, lyta tan, Jung Jaehyun, Ovie Ovi, lipminnie, Augesteca, Nee-chan CassieBigeast, zhoeuniquee, nanajunsu, Anik0405, yoon HyunWoon, Rei Fujoshi Official Couple, Hana - Kara, MaxMin, lovgravanime14, okokyunjae, himemaru9095, Elzha luv changminnie, hi jj91, jaena, Ria, Vibi, min, lalaKIM, sayuri, ajid yunjae, Jenny, zulnaen, magnaeris, dhian930715ELF, Hwang Yumi, chindrella cindy, Kitukie, unie, bunjaedari, boobearchangkyu, abcdELF, Yasmien amira, BooMilikBear, misschokyulate2, tooruaci, nickeYJcassie, aiska, YeyeWooKIM97, JejeKyu Red Saphire, JungJaema, Bacon ExoStan, teukiangle, UKnowBooJae, Key kooru, Guests, dan para SR~
,
