BALAS REVIEEWW! XD


To : Shinichi Rukia

From : Shirou Emiya

Reply : hahaha.. hoho, iya dong~ kan pairnya LenRin, Master-ku juga takut 'kok.. Sudah update! Arigatou for Review!


To : Namikaze Kyoko

From : Shirou Emiya

Reply : AMIN! Soalnya aku juga gak yakin kalo villa-nya Len bakal waras XD, Gumiya sih agak normal, yang abnormal itu Kaito, sudah! Arigatou!


To : JT99UsagiVirgo

From : Shirou Emiya

Reply : emang di chapter ini Gumi bakal dikeluarin! Arigatou gozaimasu!


To : Alfianonymous22

From : Shirou Emiya

Reply : bukan Rin yang perv, tapi Len XD, okay! Sankyu for Review-nya!


To : TakoLukadechu

From : Crystalline Olive

Reply : wakaka, ngepens mbak ama aye? Nih aye kasih tanda tangan! *kasih-kasih* /sokartislu! Hahaha, sama-sama! Arigatou Gozaimasu! -


Emiya : konnichiwa readers-san! Ore kembali di dalam Fic gaje ini!

Rin : haaah...gua gak tau deh kelanjutan fic ini bakal jadi apa...

Len : adooh, villa guaa... /meratapi/

Kaito dkk. (min Len dan Rin) : hehehe~~

Emiya : langsung saja, Kaiko! Gakuko! Baca disclimer and warning sekarang!

Kaiko+Gakuko : aye aye captain!

Kaiko : DISCLIMER : AUTHOR GAJE GAK AKAN PERNAH PUNYA VOCALOID. VOCALOID CUMA PUNYA YAMAHA CORPORATION. KALO AUTHOR GAJE PUNYA VOCALOID, AUTHOR GAJE BISA DI DEMO BESAR-BESARAN.

Gakuko : WARNING : OOC, OOT, OOE(?), ANEH, GAK SESUAI BANGET SAMA EYD, ALUR GAK NYAMBUNG, GAJE BADAI, JADI SAMPAH DI FANDOM 'VOCALOID', GANTI POV TERUS DAN CEPET BANGET, BAHASA GAUL.

All (min Len yang masih meratapi villanya) : CHECK THIS OUT!

Keterangan :

"Abc" = berbicara biasa.

"Abc" = ngomong bahasa asing (selain Indonesia)/ penerimaan telepon.

'Abc' = judul sebuah lagu atau ungkapan.

'Abc' = perkataan dalam hati.

'Abc' pernyataan lampau.

"Abc" = penekan kata/kalimat.


"Gua akan sekamar dengan Rin, Lilianne dan Lin, Chris dan Gumiya, Kaito dan Luka, Gakuko-san dan Kaiko," sambung Len.

"A—"

"Gak ada protes dan kebetulan disini pas ada 5 kamar." Len memotong ucapan Rin tadi dan mulai menyuruh mereka membawa barang-barang mereka dan masuk untuk beristirahat.


Apa yang bakal terjadi selama di pantai?


The Singer and The Writer

Chapter 10: At Beach, 'Her', TOD, and Secret

Rate : T for safe.

DISCLIMER :

AUTHOR GAJE GAK AKAN PERNAH PUNYA VOCALOID. VOCALOID CUMA PUNYA YAMAHA CORPORATION. KALO AUTHOR GAJE PUNYA VOCALOID, AUTHOR GAJE BISA DI DEMO BESAR-BESARAN.

WARNING :

OOC, OOT, OOE(?), ANEH, GAK SESUAI BANGET SAMA EYD, ALUR GAK NYAMBUNG, GAJE BADAI, JADI SAMPAH DI FANDOM 'VOCALOID', GANTI POV TERUS DAN CEPET BANGET, BAHASA GAUL.

Enjoy it!


All in Normal POV


Semua yang sudah masuk kamar masing-masing langsung membereskan barang-barang mereka. Chris langsung tertidur pulas karena capai mengendarai motor, begitu pula dengan Kaito. Luka hanya menemani Kaito sambil memainkan smartphone kesayangannya. Lilianne, Lin, dan Gumiya juga ikut-ikutan tidur, mungkin karena enak suasananya. Gakuko dan Kaiko juga udah pules, bahkan nyampe ngiler /ha. Hanya Len, Luka, dan Rin yang tidak tidur. Len sedang membuka laptopnya dan bermain game.

Rin katanya mau keluar sebentar, tapi ternyata lama. Rin sekarang sedang berada di balkon dan merasakan hangatnya udara pagi. Sekarang jam 7.35 waktu setempat. Tangan mungil Rin menggenggam pagar pembatas di balkon. Rin sangat menikmati angin pagi yang berhembus sepoi-sepoi dan mengenai wajahnya. Rin mulai memejamkan mata dan menyanyi sebuah lagu.

Yoru ga maneku ashioto ni itsuka tozashita kioku ga
Dare ka no koe wo aizu ni hiraki afureteiku

Tada yume wo kataru boku no sugata wa ima to chigatte
Donna koto mo dekiru you na sonna ki ga shiteita

Ano toki nani ka wo iikaketa kimi ga
Ima no boku ni wa mienakute

Rin menarik nafasnya, dadanya terasa sesak.

"Douka wasurete hoshii boku ga taisetsu na kimi nante iranai"
-Sabishii- to kokoro wa naite
Kakechigae sono mama no kanjou wa samayou dake

Michite wa kaketeiku oshimu koto mo nai
Sonna sekai no naka boku mo onaji de
Suki mo kirai mo nai sore ga kantan de
Minakizu tsukanai you ni ikite

Sekarang Rin benar-benar ingin menangis.

Koukai to wa chigau mono tada natsukashiku kanji te
Imagoro kimi ga waratte ireba… nante omou

Douka wasurete hoshii boku ga taisetsu ni shita kimi ni sayonara
-Sabishii to- kokoro ga naita
Tsukuriwarai nante dekinakute yokatta

"Douka kawaranai mama…"

Rin menumpahkan kesedihannya sambil menggunakan nada tinggi dari lagu itu.

Mou koreijou naku kizutsukete ..

Kirai de ite

Tanpa sadar, Rin mengeluarkan air matanya yang benar-benar sudah menggunung dipelupuk mata aquamarine-nya yang indah. Menurut Rin, meski lagu ini sangat sedih tapi lagu ini adalah lagu yang bagus. Dia menghapus air matanya dan tersenyum penuh arti.


Len masih sibuk main game online dengan teman sesama penyanyi yang lagi gak dapet job. Sebenarnya, Len ini mulai khawatir, soalnya, Rin gak balik-balik. Len lalu meng-chat teman-temannya yang main P*int Bl*nk.

BananaWarrior : Woy udahan dulu ye, gua lagi sibuk nih!

Tanpa menunggu balasan teman-temannya, Len langsung logout dari akun P*int Bl*nk-nya dan keluar dari kamarnya. Tak lupa Len juga mengunci pintu kamarnya. Buat jaga-jaga aja, takut ada yang masuk kamarnya dan berantakin kamarnya. Len berjalan-jalan mengitari villanya yang gak terlalu besar untuk mencari Rin.

Len berhenti berjalan saat mendengar suara nyanyian disertai dengan isakan seorang gadis. Len langsung mengikuti suara itu sampai ke balkon. Dia mengintip dari pintu untuk melihat siapa yang menyanyi.

'Ternyata, Rin..' batin Len sambil tersenyum tipis.

Len membuka pintu perlahan dan berjalan mendekat ke Rin. Len berdiri di belakang Rin dan memeluknya dengan lembut. Rin tersentak kaget dengan perlakukan Len.

"L-len?" ucap Rin dengan wajah merona.

"Diam dulu, gua ingin menikmati kehangatan ini bentar," pinta Len.

Rin 'pun diam dan mengelus tangan Len. Rin merasakan doki-doki itu terjadi lagi, wajahnya memerah dan memanas. Len meletakkan kepalanya dibahu Rin dan tentu Len bisa melihat wajah merah meronanya Rin. Len langsung tersenyum hangat.

"Aku mencintaimu," ucap Len tanpa sadar.

"H-hei, Len! Kita ini kan cuma pura-pura," kilah Rin masih dengan wajah merahnya.

"E-eh?! Emang gua bilang apa?" Len sadar dan langsung bingung.

"Forget it," ucap Rin datar.

Setelah percakapan singkat itu, semua menjadi hening. Tidak ada yang berbicara. Mereka berdua sibuk sendiri. Rin masih menatap matahari dan pantai yang indah, Len masih meluk Rin. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang melihat Len dan Rin dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Aku akan menghancurkan hubungan kalian," ucap gadis seumuran Len dengan pelan.

Sementara Len dan Rin masih sibuk berpelukan. Tiba-tiba secara spontan, Len membalikkan tubuh ramping Rin sehingga mereka sekarang berhadap-hadapan. Rin langsung memasang tsuntsun no jutsu-nya, padahal jantungnya serasa mau meledak. Rin menatap Len dengan tatapan tersinis yang dimilikinya.

"Mau apa lo, Len Kagamine si SHOTA nan PERVERT?" tanya Rin sinis.

"Gua? Gua cuma mau lo, Rin.." ucap Len dengan nada yang err... coretseksehcoret.

"Ap—"

Ucapan Rin terpotong karena Len langsung mendaratkan bibirnya di bibir Rin dan langsung melumat bibir mungil Rin. Rin langsung merasakan detakan jantungnya yang luar biasa menggila. Dengan tidak sadar, Rin melingkarkan lengannya ke leher Len dan membuat ciuman mereka semakin panas. Len menyelipkan lidahnya kedalam bibir mungil Rin dan Rin memberikan jalur masuk bagi lidah Len.

Ciuman Len dan Rin semakin menggila. Lidah Len mulai menjelajahi leher Rin. Len sudah mulai meliar. Rin kaget dan langsung mendorong Len untuk menyadarkannya.

"L-Len.."

"Maaf, Rin," ucap Len sambil tersenyum nakal. Rin cuma cemberut.

"Dasar, Len.." Rin langsung berjalan masuk dengan wajah cemberut campur marah ke dalam dan diikuti Len yang berlari-lari kecil.


Len, Rin, Kaiko, Gakuko, Chris, Lilianne, Lin, Luka, Gumiya, dan Kaito sudah berkumpul dipantai. Sekarang sudah jam 5.00 sore waktu setempat. Mereka juga sudah mengganti baju mereka menjadi baju renang. Lin, Lilianne, Kaito dan Luka sedang bermain air di pantai, Gumiya dan Chris sedang surfing, Kaiko dan Gakuko sedang minum es kelapa muda, Rin sedang berjalan-jalan sendiri dipantai sambil mendengarkan lagu, sedangkan Len, dia sedang duduk dipinggir pantai sambil mendengarkan lagu.

Yang memakai baju renang adalah Luka, Lilianne, Lin, dan Kaiko. Rin memakai kaus tanpa lengan berwarna putih dan hotpants berwarna oranye. Gakuko hanya memakai kaus oblong putih dan celana setengah tiang berwarna hitam.

Sedangkan para cowo-cowo, Kaito, Chris, Gumiya memakai celana pendek hawaii tanpa atasan. Len juga mirip-mirip mereka, gak pake atasan. Hanya, Len memakai celana setengah tiang yang sepertinya terbuat dari jeans.

Rin berjalan sambil menunduk menatap pasir lembut dan hangat yang menyentuh telapak kakinya yang putih. Rin sekarang sedang mendengarkan lagu-lagu yang menurutnya galau, dan dia mendengarkan lagu Len, Kekasih 'pura-pura'-nya. Lagu itu berjudul 'Endless Wedge'. Sedangkan, Len juga sedang mendengarkan lagu yang ia nyanyikan sendiri, judulnya 'Orange'. Itu 'pun lagunya galau abis.

Rin sedang memikirkan dirinya dengan Len tadi di balkon. Wajah Rin memerah sempurna. Rin hanya menunduk untuk menyembunyikan rona merah dipipinya dan tidak sadar menabrak seseorang yang sedang berlari.

"Ouch!" pekik Rin dan orang itu.

"Ah, i'm sorry," ucap gadis itu sambil membantu Rin berdiri.

"It's o—kay... Nakajima Gumi?!"

"Ah, are you Rin Clarissa?"

"Ya itu saya," balas Rin sambil tersenyum.

"Anda bisa berbahasa Jepang?"

"Iya, saya bisa. Saya blasteran Amerika-Jepang," jawab Rin.

"Boleh bergabung? Tadi kulihat ada teman-temanmu ya. Yang, err.. agak narsis itu, yang bersembilan?"

"Tentu saja boleh! Silakan. Err.. iya mereka teman-temanku."

Mereka berdua berjalan kearah Len dkk.

"Kamu calon tunangan Len?" tanya Gumi.

"Iya, benar."

"Beruntung sekali yaa~" ucap Gumi dengan nada..er..dibuat-buat.

"Hahaha.. Arigatou."

Gumi hanya menggangguk. Setelah mereka mendekat, Rin langsung menghampiri Len. Luka berhenti beraktifitas dan menatap Gumi dengan tatapan membunuh. Begitu pula dengan Kaito, Gakuko, Gumiya dan Kaiko. Rin, Chris, Lilianne, dan Lin yang gak ngerti apa-apa cuma bisa bingung. Len menatap Gumi dengan kaget. Gumi menyeringai kecil.

"Halo, Len. Lama tak berjumpa~" ucap Gumi (sok) akrab.

"Tch," decih Len.

"Ada apa denganmu?" Rin bingung dan duduk disebelah Len.

"Tidak, Rin. Aku tidak apa-apa," ucap Len.

"Mau udahan? Ini sudah gelap, sunsetnya juga udah selesai." Rin mengusulkan.

"Jangan dulu doong~" Gumi langsung bergelayut manja di lengan Len yang kiri. Karena yang kanan sudah ditempati oleh Rin.

"H-hey!" Rin langsung menepiskan tangan Gumi dari Len.

"Ayo semua!" Len berteriak dan mengajak teman-temannya kembali kedarat. Mereka sih mau BBQ-an dipinggir pantai.

Lilianne, Chris, Kaito, Luka, Gumiya, dan Lin langsung pada lari-lari ke pinggir pantai. Len langsung menggandeng Rin untuk menjauh dari Gumi. Gumi cuma bisa melihat mereka dengan tatapan benci.

"Sial, akan ku hancurkan kalian semua," ucap Gumi pelan seakan berbisik dan langsung pergi meninggalkan mereka.


"Yeaah! Kita akan ber-Barberque-an!" Kaiko berteriak senang.

Mereka semua sekarang sudah berkumpul di pinggir pantai. Ada yang menyalakan api unggun, ada yang sedang mempersiapkan alat panggangannya, ada yang menyiapkan alas duduknya, ada yang mempersiapkan alat panggangannya, ada yang menyiapkan alas duduknya, dan lain-lain deh.

Rin melamun dan terbayanglah wajah Gumi yang sedang merangkul Len. Hatinya menjadi panas, terbakar cemburu. Luka dan Kaito langsung melihat perubahan mimik wajah Rin. Kaito langsung menepuk pundak Rin sehingga gadis manis ini terlonjak kaget dan balas memukuli Kaito.

"Kaitonii apa-apaan sih? Ngagetin aja tauu," ucap Rin dan langsung cemberut.

"Hahaha~ abisnya kamu ngelamun aja sih. Ya udah, Kaitonii dan Lukaneekagetin aja." Kaito berkata dengan muka WATADOS.

"Ada apa sih?" ucap Rin setelah emosinya mereda.

"Gak jadi deh, nanti aja~ ayo tuh, kita manggang dagingnya sambil main!" Luka menjawab sambil tersenyum lebar.

"Ayo!" Kaito dan Rin berucap kompak dan mengikuti Luka ke arah teman-temannya.


"Yo!" Luka dan Kaito (min Rin) berteriak kompak kepada kawan-kawannya.

"Yaa!" Mereka menjawab dan masing-masing orang memegang sebotol minuman.

Rin langsung berjalan ketempat Len dan duduk disebelahnya. Gumiya dan Gakuko sedang bercandaan. Luka dan Kaito lagi bercandaan dengan Lin dan Kaiko. Lilianne dan Chris sedang manggang barberque-nya. Len cuma diam.

Sekarang cowo-cowo udah gak pada bertelanjang dada kayak tadi, mereka udah pada pake baju semua. Len malah pake jaket, soalnya dia takut masuk angin. Rin duduk didekatnya dan menyelipkan tangannya ke lengan kekar Len. Len tentu aja mulai blushing dan membiarkan Rin. Rin juga menyandarkan kepalanya ke bahu Len.

"Yo guys! Ini udah jadi!" Chris memanggil teman-temannya. Yang merasa dipanggil langsung mendekat. Yang enggak? Cuma bisa pasrah ngeliatin cowo-cowo ganteng itu. Cuma yang satu 'sedikit' baka *digampar Kaito*.

Mereka mengambil makanan masing-masing dan mulai makan. Kaito bawa wine dan minum bersama teman-temannya, minus Lin, Kaiko, Len, Gakuko dan Rin. Soalnya Lin, Kaiko, dan Rin kan cewe, terus masih kecil lah istilahnya. Kalo Gakuko, dia kan sebagai manager yang baik, jadi gak minum. Kalo Len, dia cuma males dan gak mau minum.

"Yo, mau maen Truth or Dare gak?" Kaito mengelus botol bir yang sudah kosong.

"Boleh," ucap mereka serempak dan mulai duduk melingkar di sekitar botol itu.

"Baiiiiklaaah~ aku putar!" Kaiko memutar botol itu dan jatuh ke...calon kakak iparnya, Luka. Yang ketunjuk cuma facepalm.

"Lukanee~ Truth or Dare?" tanya Kaiko.

"Truth!"

"Lukanee suka makhluk biru itu dari apanya?" Kaiko menunjuk-nunjuk makhluk biru yang ada disebelah Luka, Kaito.

"Umh.. Dia itu keren, ganteng, baik, perhatian, tapi sayangnya dia baka," ucap Luka dengan santai.

Kaito? Nangis dan pundung dibawah pohon kelapa dan naasnya kejatuhan kelapa.

Oke lewatin yang tadi.

Semua langsung ketawa dengan jawaban Luka. Luka memutar botol itu dan terarah ke...Chris.

"Chris-san, truth or dare?" Luka bertanya.

"Berhenti memanggilku dengan embel-embel -san. Aku truth aja," jawab Chris sambil cemberut dan membuat mereka ngakak.

"Siapa orang yang Chris suka?"

"A-ano..i-itu...s-si..."

"Siapa hayoo~?" Rin menggoda Chris sampai wajahnya memerah.

"A-aku s-s-suka Lilianne!" Chris mengucapkan dengan agak keras dan menutup wajahnya. Lilianne terkejut dan terdiam sebentar. Tiba-tiba, Lilianne langsung memeluk Chris erat dari samping.

"A-aku juga s-suka kamu," ucap Lilianne pelan sambil ber-blushing ria.

Len agak sedikit kaget. Karena, Len tahunya kalo Chris itu suka sama Rin. Len langsung senyam senyum karena salah sangka. Mereka semua (min Chris dan Lilianne) langsung nyodor-nyodorin tangan pertanda minta PJ. Chris dan Lilianne cuma blushing. Chris langsung memutar botol itu dan korbannya...Rin.

"Yosh! Rin-chan, truth or dare?"

"Dare for y'all," jawab Rin.

"Cium Len dibibir sekarang." Chris langsung smirk-smirk ria.

"Ogah." Rin menjawab, datar.

"Ogah apa ogah, Rin~?" Luka langsung bertanya dengan nada imut yang ketara dibuat-buat.

"Huuhh... baiklah baiklah," ucap Rin pasrah dan mendekat ke Len.

"10 detik ya!"

Rin gak menghiraukan dan langsung mencium bibir Len selama 10 detik. Teman-temannya langsung sibuk ngeluarin kamera dan handphone. Ada yang ngerekam, ada juga yang foto-foto. Setelah 10 detik, Rin langsung melepas ciumannya dan memutar botolnya. Botol itu mengarah ke...Gakuko.

"Gakuko-san, truth or dare?"

"Dare."

"Bilang 'I love you' ke Kaiko terus peluk Kaiko."

"Hiii.. Malessss. Aku kan gak yuri." Gakuko menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

"Sportif dong!" semua meneriaki Gakuko minus Kaiko yang masih cengo.

"I love you," ucap Gakuko pasrah dan memeluk Kaiko sebentar. Gakuko langsung mutar botolnya dan berhenti di Len.

"Truth or Dare?"

"Dare."

"Sono joget iwak peyek, terus sambil nyanyi juga." Gakuko menyuruh sambil sedikit menahan tawanya.

Len langsung berdiri di luar lingkaran itu dan melepas ikatan rambutnya dengan gaya eksotis. Terus dia mulai joget-joget sambil nyanyi-nyanyi gaje. Kepalanya digoyang-goyangkan dengan hebohnya. Teman-temannya langsung pada ngerekam dan ketawa-ketawa gak jelas. Mereka bermain sampai larut malam.


Sekarang mereka sudah pada kembali ke villa. Hampir semua orang sudah tidur kecuali Len, Rin, Luka, dan Kaito. Rin kembali berdiri dibalkon tempat dia tadi pagi. Rin hanya memakai baju tidurnya yang tipis. Dia merutuki dirinya karena meninggalkan jaketnya di kamar. Sekarang dia sedang mengusap-usapkan tangannya untuk mengurangi dingin.

Rin yang sedang memandang laut dikejutkan oleh tepukkan seseorang di pundaknya. Rin berbalik dan menemukkan Len disana. Rin mulai merasakan jantungnya berdegup kencang. Wajahnya memerah sempurna. Rin membalikkan badannya lagi ke arah laut. Len memakaikan jaketnya ke Rin.

"Lo gak kedinginan?" Rin bertanya dengan menyembunyikan nada khawatir dari pertanyaannya.

"Gak, aku gak kedinginan." Len mulai memakai 'aku' dan 'kamu' lagi.

Dia membalikkan tubuh Rin dan memeluknya erat. Sekarang Rin benar-benar tidak mau kehilangan Len. Rin balas memeluk Len. Len mengusap kepala Rin dengan lembut. Tiba-tiba, Rin dan Len dikejutkan dengan suara dehaman seseorang. Len langsung melepaskan pelukkannya. Len dan Rin menatap orang itu.

"Lukanee? Kaitonii? Ada apa?" Rin bertanya.

"Len aku pinjam gadismu sebentar," ucap Kaito dan dibalas anggukkan Len.

"Aku tunggu kau dikamar," bisik Len sebelum pergi dan akhirnya melangkahkan kakinya keluar.

"Jadi ada apa?" Rin memulai pembicaraan.

"Kami mau memberitahu sesuatu yang amat penting," ucap Luka dengan serius.

"Apa?"

"Gumi, gadis berambut hijau itu... adalah seorang pengacau hubungan. Dulu, Len suka sama dia. Namun, cintanya bertepuk sebelah tangan dan Gumi merendah-rendahkan Len. Semenjak itu, Len sangat membencinya."

"Sepertinya, Gumi mulai tertarik dengan Len. Makanya, kau harus berhati-hati dengannya. Dia akan merebut Len darimu."

"A-apa?!"

To Be Continue...


Emiya : okeh, selesai juga! Master lagi sakit jadi gak banyak ngomong. Jaa!

Please Review in this box