Fairy Tail Future Members
Disclaimer : I don't own FT
Pairing : Most Pairings
CHAPTER 9.5: SIDE STORY 1
Maaf sekali. Pangya sibuk sekali dengan apalche juga. Tidak sempat update. Banyak sekali tugas harus dikerjakan. Spesial ya untuk chapter 9.5 ini, seperti di original manga-nya ada side-story dari Grand Magic Games.
Ah, untuk kalian yang ingin melihat foto FIORE ROYAL FAMILY versi pangya dan apalche, silakan cari image dengan keyword 'FIORE ROYAL FAMILY', maka account apalche akan muncul. Ada beberapa gambar di sana~
Spoiler Alert: sementara Master Makarov cerita yang seram-seram, anak-anak yang asik bermain itu membongkar beberapa rahasia di masa depan!
Di salah satu sudut di ruangan itu, tepatnya di sebuah bangku yang lebar, ada beberapa orang yang sedang membahas sejarah Kerajaan Fiore yang super rumit. Wajah mereka muram. Sungguh tidak menyenangkan. Sepertinya si pencerita berhasil memperburuk suasana.
Tapi, di sudut lain. Gerombolan orang-orang tidak tahu malu sedang bersenang-senang tanpa beban. Berteriak-teriak, melakukan sihir, dan bahkan merusak perabotan. Inilah yang disebut Fairy Tail. Natsu dan Gray mulai bertengkar seperti biasa karena mempermasalahkan anak siapa yang lebih tampan dan kuat dan rakus, entah apa yang mereka pikirkan.
Ada Cana yang menghadap ke tumpukan 'minuman favoritnya' sambil memasang wajah bosan melihat pertengkaran Natsu dan Gray. Azuka dan Wendy sangat antusias melihat atraksi-atraksi yang dilakukan George dan Levis. Sedangkan banyak pria-pria dan wanita-wanita (hm, intinya orang-orang) yang terkagum-kagum melihat atraksi hebat dari Michelle dan Elaine. Semua bergembira!
Tiba-tiba… Juvia berteriak, "Kalian semua diam!"
HOH…spontan, semua orang terkejut dan melihat ke arah Juvia, si sumber suara. "Sebenarnys, Juvia sudah ingin melakukannya dari tadi…", kata Juvia malu.
"Untuk apa kau berteriak?" tanya Cana.
"Aku…bagaimana aku bisa percaya kalian dari masa depan? Apa benar aku akan menikah dengan Tuan Gray?" tanya Juvia. MALU-MALU. Wajah MEMERAH.
George dan Levis tersenyum.
"Senyuman kalian itu untuk apa? Aku melihatnya!" tanya Macao.
"Oh, kakek Macao… sebegitu tajamnya kah senyuman kami?" tanya Levis sambil geleng-geleng kepala dengan ekspresi wajah yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
"Baiklah, Auntie Juvia… bagaimana supaya kau yakin?" tanya George
"Iya… sebenarnya kurang apa lagi? Lihat mereka… mirip dengan orang tuanya, kan? Termasuk Jaxon…ah, dan keponakanku… kalian sangat imut", sambung Lisanna.
"Um… cerita. Ceritakan beberapa hal tentang masa depan! Ba..ba..bagaimana aku bisa menikah dengan Tuan Gray?" pertanyan lugas dari Juvia yang membuat Gray malu seketika.
"Baiklah. Kalau begitu… kalian semua duduk!" perintah Levis kepada orang-orang di situ yang tentu saja sangat antusias dengan cerita yang akan mereka dengar.
Levis dan George duduk di atas meja, sedangkan yang lain duduk di bawah, di kursi, bersandar, yang penting mereka punya posisi enak.
"Ehm, baiklah. Apa yang kalian ingin ketahui. Kita buka tanya jawab saja ya!" kata Levis. Dia mirip Freed. Freed di masa depan adalah seorang perdana menteri. Orang kepercayaan Raja. Dia yang mengatur segalanya, sedangkan Raja hanya tinggal mengikuti dan melakukan apa yang perlu dilakukan (masih rahasian ini).
"Hey! Pertama, kalian lahir tahun berapa?" tanya Cana.
"Maaf, Auntie. Kalau itu, tidak boleh dikatakan. Kami juga punya aturan dan hukum. Yang melanggar akan dijatuhi hukuman yang berat, walaupun ia seorang pangeran", jawab Levis tegas. George hanya tersenyum.
"Ceritakan sedikit, apa yang bisa kalian beritahukan pada kami!" seru Macao. Diikuti banyak orang yang meng-iya-kan.
"Oke… pertama. Tentang Fairy Tail. Fairy Tail di masa depan menjadi sebuah guild yang keren! Sebenarnya sebuah guild kepercayaan kerajaan, tapi kami bergerak secara diam-diam. Seperti… SPY! Yah… sebenarnya, kekuatan Fairy Tail masih dianggap tidak terlalu kuat, apalagi ada tentara khusus milik kerajaan, yang disebut dengan Crime Sorciere", jelas George.
"Tapi, sebenarnya, untuk tugas-tugas rumit, lama, berat, sulit, dan lain sebagainya, Raja selalu meminta Fairy Tail untuk melakukannya. Gedung Fairy Tail juga bagus, karena ada di pusat kota. Hanya saja… masalah anggota, tidak banyak berubah. Tambahan, aku rasa hanya anak-anak dari anggota lama… hahaha… Tidak ada orang yang mau masuk ke Fairy Tail, karena mereka pikir kami tidak pernah bekerja, hahahahaahaha!" jelas Levis.
"Tunggu. Pusat kota? Memang di Magnolia. Tapi apa sampai perlu dibuat gedung yang bagus?" tanya Levy.
"Um. Magnolia itu, ibu kota Kerjaan Fiore. Bahkan Istana Fiore, Gedung Parlemen, dan lain sebagainya, ada di Magnolia", jelas George.
"OH! Benarkah? Keren sekali! Lalu, Crime Sorciere apa itu?" tanya Bisca.
"Crime Sorciere itu tentara khusus kerajaan. Mereka terdiri dari beberapa divisi yang rumit. Yang jelas, mereka dilatih khusus untuk melindungi kerajaan. Mereka sangat kuat" terang George.
"Dan mereka sebuah satuan independen langsung di bawah perintah Raja. Banyak orang yang ingin menjadi anggota Crime Sorciere", sambung Levis.
"Oh…sebegitu kerennya, kah kerajaan Fiore di masa depan?" tanya Lisanna.
"Yeah. Bagaimana ya..? Fiore itu sebuah kerajaan besar. Magnolia kota terbesar di dunia. Tersibuk. Apalagi yah?" kata George.
"Tentu! Kerajaan Fiore sangat keren! Banyak orang dari luar yang datang untuk wisata, belajar, dan lain sebagainya. Pokoknya sangat jauh dari zaman ini…hahaha", kata Levis ditutup dengan tawa.
"Oh. Baiklah, kalian ingin tahu pekerjaan kalian di masa depan?" tanya George.
"Tentu saja…ya..pasti pekerjaanku sangat bagus. I'M A REAL MAN!" teriak Elfman.
"Yaya…santai saja Uncle Elfman. Baiklah. Intinya sebenarnya semua orang tetap bekerja di Fairy Tail, tapi ada sambilan di luar. Grandpa Macao, kau juga bekerja sebagai pemandu tur di Magnolia untuk tamu-tamu asing. Lalu, Uncle Elfman, kau punya toko busana bersama istrimu. Siapa ya… oh, Uncle Gray juga salah satu orang penting di kerajaan sedangkan Auntie Juvia mengelola sebuah toko souvenir di tepi Royal Canal. Uncle Natsu menjadi koordinator tim pengawal keluarga kerajaan dan Auntie Lucy seorang penulis. Banyak buku-buku yang best seller loh. Uncle Alzack dan Auntie Bisca mengelola pabrik senjata kerajaan..", kata George.
"WOW! Keren sekali! Aku bagaiamana?" kata Romeo antusias.
"Keren apanya?! Kenapa aku jadi pemandu wisata?!" keluh Macao. "DAN. Kenapa kau memanggilku Grandpa?!" sambung Macao.
"Ah, itu tidak penting. Bagaimana dengan yang lain?" tanya Laxus yang kelihatannya mulai ingin tahu.
"Um. Romeo… kau salah satu Crime Sorciere loh! Kepala divisi apa ya… aku tidak ingat. Lalu Uncle Laxus itu walikota Magnolia. Uncle Gajeel… sepertinya tidak ada sambilan. Tapi Auntie Levy itu kepala research sihir kerajaan. Em. Sepertinya ada unsur nepotisme yah…kalau dipikir-pikir", kata George.
"Apa maksudmu?" tanya Laxus.
"Bukan nepotisme, George! Mereka kan tidak sembarang dipilih!" bantah Levis.
"Ah. Iya.. hahaha… yah. Kira-kira begitu", jawab George. Tertawa.
"Tunggu, bagaimana dengan Freed? Mirajane masih seorang artis? Atau chef? Bagaimana dengan Gerard dan Erza?" tanya Laxus.
"Em. Aku lupa bilang. Uncle Laxus dan Auntie Cana punya seorang anak laki-laki yang berbadan besar, playboy, ah, seperti Grandpa Gildarts! Dia lebih tua 5 tahun dari Levis. Lalu Uncle Gajeel dan Auntie Levy punya seorang anak perempuan yang cantik!" kata George.
"Juga cantik!" sahut Jaxon.
"Ah. Yaya… benar!" kata George.
"Bagaimana bisa?" semua orang bertanya-tanya sambil mengarahkan pandangan pada Gajeel dan Levy.
To be continued | SIDE STORY PART 2
NEXT: CHAPTER 10: TIME WILL NEVER STOP
