Chapter 9 : Feel

.

.

The Zombie

Main cast : Hunhan!

Support cast : muncul saat di butuhkan

Rating : 13+ (T/M)

Length : Chaptered

Genre : Action, Adventure, Gore, Horror,(minor)Romance

WARNING! YAOI

.

.

.

Previous Chapter

"Ohh iya.. kita belum berkenalan." Ucap Luhan. Namja itu menghadap kedepan dan menatap Luhan.

"Kau bisa memanggilku Luhan dan ini hyungku Sehun. Kau?" Luhan melanjutkan ucapannya sambil menatap namja itu.

"Bae Jinyoung." Jawab namja itu singkat dan kembali melihat keluar jendela. Luhan yang melihat itu hanya memakluminya, mungkin namja itu masih memikirkan ibunya.

Setelah itu Luhan kembali menegakkan tubuhnya dan menghadap kedepan. Tangan kiri Sehun yang awalnya berada di kemudi bergerak menggenggam tangan sang adik. Luhan yang melihat tangan mereka bertautan, menatap hyungnya dengan senyuman manis di wajahnya.

.

.

.

.

.

"Jackson bawa tas-tas itu kemari! Aku sudah menyalakan mesin mobilnya." Ucap Kris setelah selesai menyambungkan kabel yang berada di bawah kemudi.

"Baik. Aku segera kesana." Ucap Jackson membawa tas-tas yang di maksud Kris dan meletakkannya di bagasi mobil yang akan mereka gunakan untuk kembali ke perkemahan.

Setelah sekian lama berjalan kaki mereka bertiga akhirnya menemukan kendaraan. Yaitu Sebuah mobil yang ditinggalkan oleh pemiliknya menjadi pilihan mereka. Sebelumnya, Tempat-tempat yang mereka rencanakan dari awal sudah mereka kunjungi dan periksa dengan berjalan kaki.

"Syukurlah...kita tidak perlu lagi berjalan kaki." Ucap One berjalan menuju mobil yang akan mereka gunakan nanti.

"Kita harus segera kembali ke perkemahan. Akan sangat berbahaya jika di malam hari kita berada di perjalanan." Ucap Kris memberitahu. Ia sudah membuka pintu mobil dan bersiap masuk.

BLAMM!

Jackson dan One yang berada diluar masih mengangkat dan meletakkan satu persatu tas yang berisi barang untuk persediaan mereka di perkemahan ke dalam bagasi mobil yang akan mereka gunakan.

"Sudah semua?" Tanya One pada Jackson yang ingin menutup bagasi mobil mereka.

"Sudah." Jawab Jackson singkat. Setelah itu, mereka berdua menyusul Kris masuk kedalam mobil dan segera memasang seatbelt untuk diri mereka.

BRRMMM...

Mobil yang dikemudikan Kris itu bergerak cepat meninggalkan tempat mereka sebelumnya. Dan sekarang tujuan mereka sekarang adalah kembali ke perkemahan.

.

.

.

.

.

Sehun, Luhan dan seorang namja yang bernama Bae Jinyoung itu sudah sampai di perkemahan sejak sejam yang lalu. Mereka bertiga sekarang berada didepan perkemahan sedang menurunkan kotak-kotak yang ada di bagasi mobil mereka.

"Ouyy.. Sehun. Kalian sudah kembali." Datang Mark berjalan bersama Taecyeon menuju ketempat Sehun berada.

"Bantu kami bawa kotak-kotak ini." Ucap Sehun saat melihat kedatangan Mark dan Taecyeon. Mereka berdua mengangguk dan saat ingin mengangkat kotak-kotak itu, Mark baru menyadari ada orang lain yang tak dikenalnya diantara mereka. Lantas ia menatap bingung kearah Sehun dan Luhan seperti meminta penjelesan.

"Ohh... dia anggota baru di perkemahan ini. Dan Mark hyung~ bisakah kita menyiapkan satu tenda lagi untuknya?" Ucap Luhan setelah menyadari tatapan bingung Mark.

"Tentu bisa Lu. Kita masih punya satu tenda yang kosong. Ayo kita persiapkan untuknya!" Jawab Mark kembali menurunkan kotak yang ia angkat. Luhan yang mendengar itu langsung berjalan dan menggandeng tangan Mark, lalu segera pergi dari sana.

"Hai.. kawan. Sekarang kau menjadi anggota baru kami dan selamat datang di perkemahan ini." Ucap Taecyeon pada namja yang belum dikenalnya itu.

"Kau ikutlah bersama mereka untuk menyiapkan tenda." Sambung Taecyeon lagi. Namja itu mengangguk dan mulai berlari menyusul Luhan dan Mark masuk ke perkemahan.

Setelah kepergian namja itu, disana hanya tersisa Sehun dan Taecyeon. Mereka berdua-lah yang mengangkat satu-persatu kotak yang ada disana menuju perkemahan.

"Kris sudah kembali?" Tanya Sehun berjalan beriringan bersama Taecyeon sambil membawa kotak di tangan mereka.

"Belum. Kalian tidak bersama?" Balas Taecyeon bertanya.

"Tidak." Jawab Sehun singkat.

Tak berapa lama mereka berdua sampai di meja tempat kotak-kotak itu dikumpulkan. Disana sudah ada Amber yang mengatur dan mengelola kotak-kotak itu. Amber memang tidak mendapat jadwal untuk berjaga dan sebagai gantinya ia mendapat tugas untuk mengelola persediaan makanan dan pakaian di perkemahan mereka.

"Dimana Luhan?" Tanya Amber pada Sehun yang berada di hadapannya.

"Dia bersama Mark." Jawab Sehun.

"Terima kasih Sehun... kau sudah mendapatkan banyak persediaan makanan hari ini." Ucap Amber menyempatkan saat melihat Sehun ingin beranjak pergi dari sana.

"Tidak masalah. Aku hanya tidak mau kelompok kita kelaparan." Ucap Sehun sebelum ia benar-benar melangkah pergi.

.

.

.

.

.

"Luhan kau salah memasangnya." Ucap Mark.

"Aku menyerah! Ini sangat membosankan." Ucap Luhan sambil mempoutkan bibirnya kesal.

"Bilang saja kau tidak bisa melakukannya tuan putri."

"Isshh... Mark hyunggg~" kesal Luhan

"Pffttt..." seseorang menahan tawa. Luhan mendelik ke arah namja yang bernama Bae Jinyoung itu dengan tatapan kesalnya yang justru terlihat menggemaskan.

"Apa yang kau tertawakan?!" Ucap Luhan kesal. Seketika ekspresi wajah namja itu berubah menjadi datar.

Lalu Luhan pergi dari sana dengan menghentakkan kakinya kesal. Namja itu menatap kepergian Luhan dengan senyuman tipis di wajanhnya Sedangkan Mark hanya terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Luhan seperti itu.

Luhan masih menghentakkan kakinya kesal dan sesekali menendang batu kecil yang menghalangi jalannya sampai matanya tidak sengaja melihat seorang namja yang duduk sendirian dibawah pohon di lapangan tempat mereka sering berlatih.

tanpa banyak berpikir Luhan melangkahkan kakinya yang semula ingin ke tendanya malah berjalan menuju ke lapangan tepatnya di bawah pohon ingin mendatangi seseorang itu.

"Mino hyung?" Ucap Luhan memanggil. Mino merespon dengan menolehkan kepalanya tanpa berbicara.

"Kenapa kau sendirian disini?" Tanya Luhan pada Mino yang sedang menatapnya lekat. Merasa tidak ada jawaban yang di berikan, Luhan mendudukkan dirinya disamping Mino.

"Lihatlah Mino hyung, bukankah itu sangat indah?" Ucap Luhan tersenyum saat kedua matanya melihat matahari terbenam di barat sana.

"Tidak." Ucap Mino datar. Luhan hanya memutar matanya malas mendengar ucapan datar dan singkat itu.

'Aku benar-benar ingin menghapus perasaan ini, tetapi kenapa tidak bisa. Dan Kau tahu Lu, Perasaan ini sangat menyiksaku.' Batin Mino.

Luhan menyadarinya, Mino sedang menatap dirinya. Tatapannya sangat berbeda dari biasanya, terlihat lebih lembut dan sendu. Kemudian Luhan melambaikan tangannya didepan wajah Mino bermaksud ingin menyadarkannya.

Tak lama setelah Luhan melambaikan tangannya, Mino tersadar dari lamunannya. Secara tidak sadar ia tadi menatap Luhan dengan lembut. Jantungnya berdegup kencang karena merasa gugup. Kemudian Ia cepat merubah ekspresi wajahnya menjadi datar kembali agar Luhan tidak melihat wajah gugupnya.

"Mino hyung?"

"Hmm..."

"Apa kau punya seorang adik?" Tanya Luhan.

"Tidak."

"Bagaimana dengan kedua orang tu-.." Ucapan Luhan terputus saat melihat rahang Mino tiba-tiba mengeras.

"Aku tidak memilikinya!" Suara Mino meninggi. Luhan terdiam menatap takut Mino yang sedang mengatur nafasnya.

"Dan Aku tidak akan pernah menganggap mereka ada." Ucap Mino datar dan segera beranjak pergi dari sana meninggalkan Luhan sendirian.

Luhan jadi merasa bersalah telah menanyakan hal itu dan ia harus meminta maaf nanti. Kemudian Luhan ikut beranjak pergi menyusul Mino menuju ke perkemahan karena tadi ia di tinggal sendirian.

.

.

.

.

.

Di jalan yang sangat sepi, terdapat satu mobil yang melaju dengan cepat tanpa takut. Hari mulai menggelap seiring dengan waktu dan mereka bertiga masih berada di perjalanan yang menuju ke perkemahan.

Kris yang masih fokus dengan kemudinya, mengendarai mobil mereka dengan cepat dan penuh kehati-hatian. Sudah satu jam lebih mereka berada di perjalanan dan akan segera sampai di perkemahan.

BRAAKK!

Kris menabrak satu walkers yang menghalangi jalan mereka. Begitulah sejak sejam yang lalu, Kris hanya menabrak para walkers yang menghalangi jalan mereka tanpa harus mengeluarkan tenaga untuk membunuhnya.

"Aku merasa ada yang mengikuti kita." Ucap One yang duduk di bangku penumpang yang berada di belakang.

Tidak ada yang mengubris ucapan One. Dua orang yang duduk didepan sibuk dengan pikiran masing-masing sehingga tidak mendengar apa yang diucapkan oleh One.

'Sepertinya aku pernah melihat mobil itu.' Batin One.

"KRIS! Itu mobil yang sama saat kita berada di lumbung besar itu." Ucap One sedikit berteriak saat berhasil mengingatnya dan memberitahukan dua orang didepannya.

"Apa kau yakin?!" Ucap Kris sambil melihat di kaca spion untuk memastikan apakah benar yang dikatakan oleh One. Dan yang di tanya mengangguk dengan yakin.

"SH*T! Kenapa mobil itu bisa mengikuti kita?!" Ucap Kris bersamaan dengan menginjak kuat pedal gas mobil mereka.

Mobil yang di kemudikan Kris bergerak sangat cepat dari sebelumnya untuk menghindari mobil yang sedang mengikuti mereka. Mobil asing itu juga ikut melaju dengan cepat mengejar mobil mereka.

Kris menyempatkan untuk berpikir bagaimana caranya untuk membuat mobil asing itu tidak mengikuti mobil mereka lagi. Beruntung saat matanya melihat banyak walkers yang berjalan di pinggiran, baru ia memiliki rencana agar mobil asing itu tidak akan mengikuti mereka lagi.

TINN! TINN!

"Apa yang kau lakukan Kris?!" Tanya Jackson sedikit berteriak. Kris tidak mengubris pertanyaan Jackson dan hanya diam saja.

Kris menekan klakson mobil mereka lagi untuk menarik perhatian para walkers itu agar berkumpul dan berjalan ke tengah jalanan untuk menghalangi mobil asing itu. Dan ternyata rencanya berhasil seperti apa yang dipikirkannya. Lihatlah, mobil asing itu sekarang terjebak di kerumunan para walkers dan tidak mengikuti mereka lagi.

"Huh.. huh... Kris kau membuatku jantungan. Tadi itu sangat berbahaya." Ucap Jackson menghela nafasnya lega. Begitu juga One yang duduk di belakang mereka, wajahnya terlihat pucat. Sedangkan Kris hanya memberikan senyuman tanpa bersalahnya.

"Sebentar lagi kita akan sampai." Ucap Kris memberitahu. Kedua temannya hanya mengangguk. Mereka berdua terlihat lemas akibat aksi Kris tadi.

.

.

.

.

.

"Sehunniie..." Panggil Luhan saat masuk kedalam tenda miliknya.

"Ada apa Lu?" Ucap Sehun tanpa mengalihkan perhatiannya ke Luhan, ia sedang mencoba merakit pistol yang sudah ia lepas bagian-bagiannya.

"Kenapa kau tidak memperhatikanku Sehunniie?" Tanya Luhan kesal pada hyungnya.

"Kemarilah..." Ucap Sehun tersenyum sambil menepuk pahanya menyuruh sang adik untuk duduk disitu. Luhan dengan senang hati langsung menghampiri Sehun dan duduk di pangkuannya. Ini merupakan salah satu favorit Luhan, yaitu duduk di pangkuan sang hyung.

"Mau bantu aku merakit ini?" Tanya Sehun dengan satu tangan yang menunjuk salah satu bagian pistol dan satu tangannya lagi memeluk Luhan erat. Sedangkan Luhan hanya mengangguk menjawab pertanyaan hyungnya.

"Tapi sebelumnya, cium hyungmu yang tampan ini terlebih dulu." Ucap Sehun lagi sambil memutar tubuh Luhan. Sang adik hanya terkekeh mendengar ucapan dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi milik hyungnya itu. Tapi Luhan tetap menurutinya, buktinya ia mulai memajukan wajahnya pada wajah hyungnya.

Dengan tidak sabaran Sehun langsung menyambar bibir Luhan dan menghisapnya kuat. Luhan juga mulai mengalungkan tangannya pada leher Sehun.

"Hmmhh... eungghh~" Luhan mendesah tertahan dalam ciumannya. Sehun menarik pinggang Luhan agar semakin semakin mendekat meniadakan jarak di antara mereka.

"Aahh~"

Luhan membuka pasrah bibirnya, merasakan sensasi panas dan basah saat sang hyung menyelipkan lidahnya kedalam rongga bibirnya. Luhan mengacak rambut hyungnya untuk melampiaskan rasa nikmatnya. Tidak tahu saliva siapa yang mulai mengalir dari dagu dan turun ke leher Luhan.

"Eunggh~... sehunn-..nie"

Luhan menepuk-nepuk dada Sehun tanda ia membutuhkan pasokan oksigen. Saat Luhan sedang sibuk menghirup oksigen, Sehun mulai menjilati leher Luhan yang terdapat aliran saliva tadi.

"Ge-lii.. Sehunniiee..."

Sehun sudah tidak sabar untuk memakan Luhannya. Ia membuka bajunya cepat dan memperlihatkan tubuh atletisnya di hadapan sang adik. Setelah itu Sehun mulai membaringkan Luhan dan merangkak keatas tubuh sang adik. Baru saja ia ingin kembali mencium bibir cherry Luhan.

"Sehun.. hun." Panggil seseorang diluar tenda mereka. Sehun mengumpat kesal dan beranjak dari posisinya.

"Ada apa?" Sahut Sehun dengan wajah datarnya membuka resleting tenda miliknya.

"Kris sudah kembali dan-... apa aku mengganggu?" Mark mengusap leher belakangnya yang tak gatal saat melihat Sehun yang sedikit berantakan. Sepertinya ia datang pada waktu yang kurang tepat.

"Cepat katakan ada apa?"

"Kris sudah kembali dan dia memanggilmu. Ia bilang ini sangat penting."

"Baiklah. Katakan padanya tunggu aku sebentar lagi." Ucap Sehun pada Mark yang mengangguk mengerti dan berlalu pergi meninggalkan tenda milik mereka.

"Kali ini aku tidak bisa memakanmu deer... Tapi Setelah ini selesai, aku pastikan kau akan segera mendesahkan namaku. Jadi bersiaplah babyLu~" Ucap Sehun tersenyum dan juga menggerling nakal sang adik. Setelah itu Sehun melangkah keluar dari tenda mereka. Sedangkan Luhan hanya terkekeh di tempatnya melihat sang hyung menggerling nakal padanya tadi.

.

.

.

.

.

.


To be Continued


.

.

.

Heii.. D balik lagi. nih udh Update.. maaf kalo kependekan wkwk..

kalo ada yang mau kasih saran, kritik, atau apalah. Review dong wkwk..

supaya authornya semangat nulis biar update cepat.

*Happy Reading and Review*