Chapter 10: confession
MINNA! AKU KEMBALI! AKU MASIH HIDUP KOK BWAHAHAHAHH!
.
.
.
.
.
.
Baiklah, sebelumnya, saya ingin minta maaf karena telah membuat Kalian menunggu lama sekali, karena terakhir saya update itu 29 september 2013 *tepok jidad* makanya itu, sekali lagi author minta maaf karena delay yg panjang ini.
.
(yg mau langsung baca cerita, mohon di skip karena ini panjang)
.
Alasannya mengapa saya update lama itu soalnya saya lama-lama tidak tertarik pada naruto, soalnya saya menyadari kenyataan yg pahit bahwa naruto sebentar lagi akan selesai, dan saya tahu harus mencari anime favorit yg baru.
Fairy tail lalu muncul.
Tapi bukan hanya fairy tail saja, lama-lama ke fmab (fullmetal alchemist brotherhood), lalu ke mekakucity actors, one piece, snk/aot, dan tiba-tiba saja saya tertarik dgn elsa dari frozen di-pair sama jack frost dari rise of the guardians (crossover fic), lalu ke how to train your dragon, balik lagi ke anime yaitu tonari no kaibutsu-kun, udah dibaca sampe tamat, lalu tiba-tiba saya terobsesi dengan anime noragami, dan suatu saat saya sedang mencari hot anime dan ketemu ao no exorcist (entah peringkat keberapa), dan sekarang itulah anime favorit saya sekarang.
Akan tetapi, waktu melihat cerita-cerita saya, saya menyadari bahwa semua cerita yg pernah saya buat tidak pernah complete. Maka dengan itu, saya punya ambisi untuk menyelesaikan fic ini (fakta: review di fic ini paling banyak dari semua cerita saya).
Makanya sekali lagi, saya minta maaf keterlambatannya! Terima kasih yg sudah baca author note super panjang ini (dan yg tidak baca) selamat dinikmati
...
Hari sudah malam, dan Naruto, yang sedang di dalam tubuh Sakura, hanya menatap pada layar komputernya itu. Sepulang dari taman bermain, Naruto sadar bahwa hubungannya dengan Sakura sudah membaik, dan ia sadar bahwa ada sesuatu yang harus ia lakukan sekarang. Ia harus memberi tahu Sakura kebenaran itu, yang telah ia simpan entah berapa lama. Ia tahu ia tidak bisa menyimpan rahasia itu, karena entah siapa tahu apa yang akan terjadi kalau mereka tidak cepat-cepat bertukar jiwa.
Saat kepalanya menoleh ke jam di dinding, ia menghela nafasnya. Bagaimanpun juga, mau tidak mau ia harus memberi tahu Sakura. Ia tidak bisa menunda-nunda lagi; ia harus memberi tahu kepada Sakura besok.
...
Sakura, yang sedang ada di dalam tubuh Naruto, tidak bisa tidur pada malam itu: ia teringat kemarin di taman bermain. Ia sibuk berpikir apa yang terjadi di taman bermain itu, dan mukanya langsung memerah. Ia menghela nafasnya dan berdiri dari tempat tidurnya, untuk minum.
Sambil berjalan menuju ke dapur, ia tidak bisa berhenti berpikir apa yang harus ia katakan kepada Naruto. Ia tahu ia tidak ingin mengatakannya, tapi Sakura tahu dia harus memberi tahu Naruto-tapi dia takut-tidak, dia harus lakukan ini.
Sakura menggeleng-geleng kepalanya. Iya, ia harus memberi tahu Naruto besok. Ia tidak akan menunda lagi...
...
"besok aku akan memberitahunya" pikir kedua sosok itu pada malam hari
...
Keesokan harinya telah datang; hari ketiga, hari terakhir dimana mereka berdua harus jujur kepada satu sama lain, mengungkapkan perasaan mereka yang sebenarnya...
Di kelas, Ino, Kiba, Neji, Sasuke, Shikamaru, dan Choji sedang melirik-lirik Sakura yang sedang di tubuh Naruto diam-diam. Sementara di kelas satu lagi, Lee, Tenten, Hinata, dan Shino juga sedang diam-diam melirik Naruto di dalam tubuh Sakura.
Ino menulis sesuatu dan memberikannya kepada Shikamaru. Ia membacanya:
Mereka sudah balik ke tubuh mereka masing-masing atau belum, sih?
Shikamaru menjawabnya di belakang kertas itu, tidak lupa untuk melirik ke guru Asuma, supaya tidak ketahuan. Ino menerimanya dan membaca
Entahlah. Sekarang tergantung kepada mereka berdua kalau mereka ingin jujur pada satu sama lain atau tidak
Ino hanya mendecak dan kembali pura-pura memerhatikan Asuma yang sedang mengajar.
...
Naruto-yg sedang di tubuh Sakura- diajak lagi oleh Ino dkk untuk makan bareng, Sakura juga. Akan tetapi kali ini, Ino dkk makan bareng Sasuke dkk di tempat yang sama, dan pas sekali, Naruto dan Sakura bertemu. Kedua-duanya menelan ludah mereka. Sekarang waktunya...
Saat makan, Ino dan Tenten sibuk membahas tentang siapa yang paling pintar (padahal dua-duanya sama saja bodohnya) sambil menanya-nanyakan Sasuke yang dengan mantapnya mengabaikan mereka. Sedangkan Hinata dan Shino sedang menanyakan Kiba apakah benar ia pernah membawa anjing ke sekolah, Shikamaru dan Sai, Neji, dan Choji sedang mendiskusikan tentang game baru, jadi Naruto dan Sakura dibiarkan.
Sakura hanya menggaruk belakang lehernya "um...bagaimana makanannya?"
Naruto mengangkat kepalanya "e-eh? Uh...e-enak"
Diam...
"b-bagaimana tadi-"
"Sakura..."
Sakura melebarkan matanya. Pertama, karena Naruto memanggil namanya di depan yang lain, dan kedua, karena ia terlihat serius, dan semuanya tahu Naruto terlihat serius kalau ada sesuatu yang buruk. Sakura mengangkat alisnya
"a-ada apa?"
Naruto memegang tangan Sakura, mengagetkannya "e-eh?!"
"ikut aku"
Tanpa keduanya menyadarinya, yang lain daritadi memerhatikan kedua pasangan itu. Mereka lalu diam-diam mengikuti Naruto membawa Sakura ke tempat jauh.
Naruto membawa Sakura ke lapangan sepak bola, yang dengan tumbennya sedang sepi. Naruto akhirnya melepaskan tangan Sakura. Ino dkk bersembunyi di belakang semak-semak
Sakura menghela nafasnya sambil meraba pergelangan tangannya yang kesakitan karena Naruto memegangnya kekencengan "ada apa, Naruto? Kenapa kau membawa ku ke sini? Juga, tadi kita hampir ketahuan; kau memanggil namaku di depan yang lain-"
"Sakura?"
Sakura berhenti berbicara karena tatapan Naruto menatapnya dengan serius. Sakura berhenti meraba pergelangan tangannya dan memberi tatapan serius yang sama kepadanya "ada apa?"
"...aku harus jujur kepadamu"
"...eh?"
"tapi, kamu juga harus jujur kepadaku"
"...apa yang kau katakan Naruto-"
"Sakura, jangan pura-pura tidak tahu apa yang kumaksud"
Sakura terdiam lagi. Ia menghela nafasnya "a-aku mengerti. Naruto...a-aku-"
"sebelum itu Sakura, aku ingin kamu menjawab pertanyaanku dulu"
Sakura tersenyum "baiklah. Apa pertanyaanmu?"
"mengapa aku adalah masalah utama mu?"
"a-ah, apakah itu yang aku kasih tahu? Eheheh, aku salah ngomong,Naruto, sebenarnya aku-"
"Jangan bohong, Sakura!"
Sakura melebarkan matanya, terkejut. Ia tidak sangka Naruto se-marah ini "aku benci orang-orang yang berbohong pada diri sendirinya.."
Tangan Sakura mengepal, terbentuk seperti bola. Pandangannya mengarah ke bawah. "baiklah, kalau memang itu maumu, Naruto
Sakura mengangkat kepalanya, pandangan mengarah ke Naruto, dan tonjok pipinya. Naruto dan teman-temannya yang sedang bersembunyi di belakang semak-semak itu sama-sama terkejut, melihat reaksi Sakura.
"Aku membencimu Naruto!"
"Sakura..."
Air mata mulai turun dari matanya Sakura. Ia sudah tidak peduli lagi. Ia tidak peduli kalau Naruto yang melihatnya. Dia sekarang hanya ingin mengeluarkan semua rasa sakit yang telah ia pendam selama bertahun-tahun, dan akhirnya dikeluarkan juga.
"apa yang aku pernah lakukan padamu, hah?!" Sakura meneriaki Naruto, sambil melangkah ke depan "Pada Ino, Hinata, Sasuke, Tenten, apa yang aku pernah lakukan pada kalian? Hal apa yang aku lakukan sampai kalian melakukan hal-hal buruk itu padaku? Kenapa?! Kenapa aku yang diolok, dihina, diabaikan? Memangnya apa salahku, hah? APA SALAHKU, NARUTO?!"
Sakura akhirnya sampai di depan Naruto dengan tatapan yang dengan jelas menjelaskan bahwa perempuan itu sudah tidak punya harapan lagi, ia sudah hancur. Ia mengelap air matanya "kita dulu berteman...kan? Sekarang, kita sudah seperti orang-orang asing..."
Ino dari belakang semak hanya melihat Sakura, dengan perasaan tidak enak di perutnya 'Sakura...'
Naruto melangkah ke depan
"aku..."
Naruto memeluknya, membuat Sakura terkejut sedikit, tapi melanjutkan perkataannya "aku sadar bahwa kau juga kesepian, Naruto... Kau tidak punya orang tua, kau hanya hidup sebagai orang yang bermuka dua, berpura-pura senang di depan orang-orang lain, walaupun sebenarnya kau tahu dari dalam kau tidak apa-apa..."
"Sakura...aku-"
"aku selalu memikirkan tentang diriku sendiri..padahal-"
"Sakura, sebenarnya aku-"
.
.
"aku menyukaimu"
.
.
Tiba-tiba, terlihat sebuah cahaya bersinar di tengah-tengah Naruto dan Sakura yang sedang berpelukan. Kedua pasangan itu tidak menyadarinya, tapi teman-temannya melihat cahaya tersebut, dan mata mereka semua terbelalak melihat cahaya itu.
Saat kedua itu sadar ada sesuatu yang terang, mereka langsung membuka mata mereka, dan terkejut pada orang yang sedang dipeluknya
"Na-Naruto?"
"...eh? Sakura?"
Kedua pasangan melepaskan diri dari pelukan masing-masing, dan mencoba untuk memproses apa yang telah terjadi. Naruto memegang dadanya dan Sakura memegang rambutnya
"Aku sudah kembali ke tubuhku!"
"aku juga! Tunggu sebentar, kenapa kau memegang dadamu-" akan tetapi, perkataan Sakura dipotong saat ia merasakan bibir Naruto mengenai bibirnya itu.
Sakura melebarkan matanya dan mendorong Naruto, dengan muka memerah "a-apa-apaan itu-?"
Naruto nyengir "kan Sakura-chan sudah menyatakan cintanya padaku"
Muka Sakura makin memerah "e-eh?! Apa-apaan dengan nama panggilan itu?! Menjijikan! Dan sebenarnya aku berbohong padamu!"
"kalau kau berbohong, pasti kita tidak akan bertukar jiwa seperti sekarang" Naruto tersenyum sambil menepuk kepalanya
"ba-baka, tadi hanya akting, tahu" kata Sakura, malu, dia benar-benar mengatakan hal itu
"aku tidak peduli itu akting atau tidak! Yang penting Sakura-chan sudah bilang~!" seru Naruto sambil memeluk kembali Sakura tapi dari belakang
"a-ah! Le-lepaskan!"
"Sakuraaaaaa!"
Kedua mata Naruto dan Sakura tertuju kepada semak-semak dimana Ino sedang berdiri dengan pose yang aneh, memanggil nama Sakura, dan terlihat juga teman-teman mereka yang lain ada yang coba untuk mendiamkan Ino, dan ada yang coba untuk bersembunyi padahal sudah jelas-jelas kelihatan
"Ino?" Sakura terkejut melihat musuh-temannya itu, berlari ke arahnya
"Sakuraaaaa~!" Ino lalu memeluk Sakura, tapi karena Naruto masih memeluk Sakura, jadi dia juga ikutan dipeluk
"a-ada apa? Kok tiba-tiba kamu ada...dan yang lain juga" Sakura melihat ke arah dimana teman-temannya itu
"Sakuraa, maafkan kami!"
"Sakuraaa!"
Tenten dan Hinata lalu datang, dan memeluk Sakura. Kasihan Naruto, Ino, Tenten, dan Hinata tidak melepaskan tangan mereka jadi dia terpaksa tetap berada dalam pelukam mereka
"Ino... Tenten... Hinata..." Sakura lalu tersenyum "aku senang, kita bisa berteman lagi"
"HUAAA, SAKURAA!"
Cowok-cowok yang lain ikutan memeluk tapi tidak sekuat Ino, Tenten dan Hinata. Naruto akhirnya berhasil melepaskan diri dari pelukan-pelukan tersebut. Tempat itu lalu dipenuhi dengan tawa, tangisan, dan pelukan. Dan pada saat itu, semuanya berjalan dengan lancar.
...
A/n: selesai! The End? NOOOO! Masih ada lanjutan, tenang saja! Cerita tidak mungkin akan selesai sampai di sini! Aku juga akan benar-benar yakin chapter selanjutnya akan di update sabtu! Janji! Baiklah, sampai di sink saja!
h iya, pertanyaan, mau gak author buat behind the scenes? Soalnya kedengarannya seru tapi gak pernah coba. Makanya, tergantung kalian para reader untuk menentukan. Kalo emang pada mau, akan author buat!
Baiklah, terima kasih sudah membaca! Selamat malam (author membuat ini pada jam 23:07 bwahah detil banget)/ selamat pagi!
