"Sudah dimulai, ini pasti menyenangkan" gumam sang gadis yang melihat monitor melihat diriku yang bertarung seorang diri.

Trak… benda tajam sudah menempel dileher gadis tersebut, tapi seseorang sudah mengacaukan kesenangan nya.

"Aaah… padahal lagi dibagian serunya!" gumam gadis tersebut mengeluh.

"Aku tak mengerti, kenapa kamu bisa melakukan hal seburuk ini pada orang lain yang tidak berdosa, siapa yang memerintahkan mu, Tenten-san?" tanya hinata mengarahkan pedangnya kearah leher tenten, sedangkan tenten hanya tersenyum licik.

MINNA-SAN, GIMANA KABAR PASTI BAIK DONG #PLAK.

ANE MAU MELANJUTKAN CHAPTER BERIKUTNYA NIH MAAF JIKA BARU …

*SELAMAT BINGUNG EH, SELAMAT BACA MAKSUDNYA"

DISCLAMER : CERITA PUNYA SAYA, TAPI PEMILIK KOMIK PUNYA MASASHI KISHIMOTO DAN SAYA MINJAM DULU CERITANYA …

(AUTHOR DIBACOK SAMA TAKUMI-SAN)

PAIRING : HINANARU X HANANARU

RATED : T+

GENRE : ACTION, SCI-FI, SUPER POWER, ROMANCE.

WARNING : OOC, EJAAN KADANG ADA YANG SALAH DAN TIDAK SESUAI, BANYAK KATA-KATA KASAR DAN MEMBINGUNGNYA SERTA TYPO.

CHAPTER 10 : THANK YOU ALREADY WANT TO BE MY FRIEND.

Perang sedang berlanjut dengan mencengkamnya, semua pasukan musuh menyerang dan menghabisi semua orang - orang tanpa belas kasihan, semua pasukan exceed pun berusaha membantuku dibagian belakang. aku berjuang sendirian digaris depan mempertahankan wilayah Negara Hi dari serangan musuh.

"Tak ada pilihan lain, aku akan menggunakannya sekarang" gumam ku berpikir sambil menahan serangan musuh.

#FLASH_BACK_ON

"Naruto-san, aku akan mengajarkan teknik terkuat exceed padamu!" ujar hanabi.

"Yosh, baiklah aku siap" jawab ku senang.

"Dengarkan kunci dari teknik ini adalah penerimaan blaze alami milik mu dan pemikiran penggunaan senjata mu sendiri, kamu harus menggunakan dua puluh lima persen disenjata mu dan tujuh puluh lima persen dipikiran mu, untuk menciptakan hubungan yang saling sinkronisasi yang baik antara kecepatan dan pertahanan, biar aku tunjuk kan saja blaze ku yang sudah Sublimasi level 3" lanjut hanabi menyatukan kedua pistolnya dan terbentuklah cahaya yang sekilas menyilaukan mata ku.

Aku pun menutup mataku karena silaunya cahaya tersebut dan membuka mataku kembali, betapa terkejutnya aku melihat blaze milik hanabi menjadi sebuah rocket launcher yang besar.

"Kakkoiii" gumamku terhipnotis akan kekagumam blaze hanabi.

"Ini adalah blaze ku yang sudah melakukan ritual sublimasi level 3, aku menyebutnya vent launcher. Lihat lah daya serangnya!" ujarnya mengarahkan blazenya kegunung yang sangat jauh dari tembok Negara Hi.

Jder… Duarr… ledakan besar telah terjadi bagaikan sebuah ledakan bom yang besar, aku yang melihat itu hanya terdiam takjub.

"Kamu sudah mengerti bukan naruto-san, kenapa pada saat itu aku menghentikan pertarungan mu dengan Onee-sama, meskipun caraku sedikit salah dengan cara …" gumam hanabi tertawa garing sedangkan aku hanya sweatdrop melihat kelakuan hanabi.

"Kau bisa saja membunuhku tahu sewaktu-waktu" batinku gerutu kesal.

"Alasannya dengan kemampuan mu yang sekarang melawan onee-sama pada waktu itu tanpa melakukan ritual sublimasi level 3, kamu bisa terbunuh dengan mudahnya oleh dia!" lanjut hanabi tegas membuat diriku bungkam.

"Baiklah saatnya menggunakannya, ayo kita mulai saja latihan!" ucap hanabi memberikan sebuah botol tabung kecil yang didalamnya terdapat cairan hijau, aku pun menerimanya dan memulai latihan bersama hanabi.

#FLASH_BACK_OFF

"Aku mulai!" batinku mengepalkan tangan kananku dan terbentuklah cahaya yang meyinari seluruh tubuhku.

Beberapa saat kemudian cahaya yang menyilaukan menghilang dan membentuk blaze ku yang baru dengan warna orange, hitam dengan list emas, corak berbeda dari blaze pertamaku yang hanya berwarna hitam dan tanganku membentuk sebuah list corak-corak hitam seperti ukiran gravity.

"Blazeku adalah crown shield. Ayo akhiri!" gumamku dan merapatkan tangan kananku menjadi satu lurus dan menebas semua musuh dalam waktu sekejap membuat pasukan robot hancur dengan cepat.

Duaar… Duaar… ledakan semua robot hancur akibat seranganku dalam waktu singkat.

"Hah… hah… hah, menggunakan ritual sublimasi dilevel 3 benar-benar menguras tenaga" batinku kelelahan.

Tap… tap… tap… langkah kaki delapan orang yang sangat aneh menghampiriku dengan jubah hitam yang mereka kenakan.

"Hah… hah… hah… siapa mereka semua, apa mereka dalang kekacauan ini?!" gumamku masih kelelahan dan hanya melihat mereka semua dengan tatapan sinis karena tak bisa berdiri untuk sementara waktu akibat kelelahan.

Tap… tap… seseorang yang berada ditengah dengan tubuh yang besar berlari kearah ku dengan cepat sambil membawa pedang duri tajam yang besar berwarna hitam.

"G-gawat mereka menyerang, aku sudah sangat kelelahan, sepertinya aku akan mati, tidak akan ada kesempatan kedua kalinya untuk selamat jika seperti ini!" batinku pasrah karena hanya diriku yang bertarung digaris depan seorang diri.

TRAAANG…

"A-apa kah aku sudah mati- Huh…?" batinku terkejut membuka mata karena orang lain sudah menolongku.

"Kau tidak apa-apa naruto?" tanya seseorang berambut raven kepadaku.

"Maaf jika kami telat. Biar kami yang selesaikan mulai dari sini naruto-kun. Kau cepatlah pergi untuk pemulihan!"ucap gadis berambut pink.

"Kau sudah berkembang pesat, Naruto. Biar kami saja yang melawan mereka" ujar kepala sekolah ditemani semua murid-murid yang seangkatan denganku.

"Minna?" gumamku tak percaya dengan apa yang kulihat ini semua teman-teman seangkatanku datang menolongku.

"Aku tak akan memaafkan siapa pun yang menyerang muridku, sekalipun dia seorang wanita!" ujar tsunade marah.

"Shizune bawa naruto pergi dari sini, biar kami yang melawan mereka semua" perintah tsunade.

"Hai, naruto-kun ayo kita pergi" ajak shizune kepadaku.

"T-tapi-… mereka semua sangat kuat. Aku tidak bisa membiarkan mereka melawannya?!" jawabku mencoba membantu tapi masih kelelahan.

"Naruto-kun percayalah pada teman-teman mu, ayo kita segera pergi dari sini" ajak shizune sedang kan aku hanya menggangguk saja.

"Kaguya-sama, bagaimana rencana selanjutnya, apa kita habisi saja mereka semua?" tanya fuguki.

"Lakukan saja apa yang kau inginkan, aku hanya ingin menonton saja, yang ku ingin kan hanya anak itu saja!" ujar kaguya duduk diatas mayat orang-orang pasukan exceed yang terbunuh.

"GRRh… Menyingkirlah dari orang itu" ujar tsunade kesal karena mayat pasukan exceed tsunade dijadikan tempat untuk duduk.

"Ooh… kalau kau kesal kenapa kau tak maju saja, itu pun jika kau bisa melukaiku?" ejek kaguya dengan sombong.

"Tch, semuanya ayo maju" ujar tsunade.

"Yeaaah" jawab semua murid sekolah tsunade maju bersama melawan delapan orang pasukan musuh.

HINATA POV.

TRANG… TRANG… sebuah pedang dan tongkat besi saling beradu dengan kuatnya.

"Eh,…tak kusangka kamu sudah melakukan ritual sublimasi level 4 hinata-san.!" ujar tenten dengan senyum liciknya

"Doumo arigatou Tenten-san, tapi pujian mu itu membuat diriku semakin marah!" jawab hinata memandang tenten dengan tatapan dingin.

"Kenapa kau menjadi seperti ini tenten-san, jawab pertanyaanku?" tanya hinata kesal masih menahan adu kekuatan bertarung dengan temannya.

"Kamu tak perlu tahu masalahku, ayo kita akhiri saja pertarungan ini" ujar tenten mengisi kekuatan ditongkat besinya begitu pun dengan hinata mengisi kekuatan dipedang besar miliknya.

"Hinata…!" teriak tenten berlari ke hinata.

"Tenten-san…!" teriak hinata berlari ke tenten.

Trang… Woosh... mereka masih dalam kondisi saling diam tak bergerak sesudah melakukan serangan terakhir.

"Argh, uhuk... uhuk…" tenten pun terbatuk berdarah karena jantungnya sudah tertembus pedang kanan milik hinata sedangkan lengan hinata yang sebelah kiri mengalami pendarahan yang hebat serta patah tulang.

Hinata dan tenten sama-sama terluka dalam pertarungan yang cukup hebat.

Prank.. pedang hinata pun yang sebelah kiri terjatuh ketanah

"S-seperti yang kuharapkan k-kamu memang lawanku yang luar biasa h-hinata, sebelum aku mati aku ingin memberitahu mu s-semuanya tentang kebenaran dinding dan musuh selama ini!" ujar tenten tersenggal – senggal sedangkan hinata hanya membuang muka sambil menunduk memegang lengan kirinya yang terluka.

"S-sebenarnya aku ini setengah manusia dan s-setengah mesin lihatlah, pada saat dinding ini terbentuk a-aku adalah orang korban orang-orang yang masih hidup diluar dinding ini, k-karena aku mencoba bertahan hidup diluar sana dengan rasa ketakutan dan t-trauma yang luar biasa, sampai pada akhirnya aku bertemu dengan orang itu, the silver group" ujar tenten menunjuk kan setengah tubuhnya yang ternyata adalah setengah mesin kepada hinata betapa terkejutnya hinata melihat tenten seperti itu.

"Tenten-san, tidak mungkin?!" gumam gadis itu terkejut luar biasa melihat tubuh temannya tersebut.

"C-carilah kelompok itu karena mereka adalah musuh sebenarnya dari insiden ini semua, m-maaf jika aku berbohong selama ini dan terima kasih karena kamu sudah mau berteman denganku hyuuga hinata-san… a-aku" ucapnya. Bruuk… tubuh wanita itu pun tumbang.

"Jangan dilanjutkan!" gumam hinata menghampiri tenten dan memeluknya.

"Tidak mungkin aku berhenti, sekarang adalah kesempatan terpenting bagimu h-hinata d-dan aku punya permintaan untuk yang terakhir kalinya, l-lindungilah Namikaze Naruto. K-kaguya i-ingin mengambil k-kekuatan blaze n-namikaze naruto untuk m-menguasai dunia ini, dan k-kalian berdua harus bisa a-akrab H-hinata s-setelah perang ini berakhir, u-ugh…"gumam tenten diakhir kata nya yang tak sempat terucap, hinata pun langsung memeluk tenten dengan erat.

"Tenten-san, hiks.. gomen... " gumam hinata menangis sambil memeluk tubuh tenten yang sudah tak bernyawa.

Tap... tap... tap... langkah kaki seseorang yang tergesa-gesa mencari seseorang.

"Onee-sama, syukurlah kamu disini ada yang- … k-kenapa dengan tenten-san?" guman hanabi yang berhasil menemukan hinata dan terkejut dengan apa yang dilihatnya.

"H-hanabi" gumam hinata melihat adiknya dengan raut kesedihan air mata yang masih mengalir di pipinya.

"Onee – sama, kita harus mencari naruto-san sekarang. Dia pergi dari latihan ku dan pergi entah kemana. Tolong bantu aku nee-sama, ditambah musuh memasuki dalam dinding Hi!" mohon hanabi meminta meminjamkan kekuatan kakaknya.

"A-apa, Aku akan membantumu!" gumam hinata terkejut dengan cepat menghapus air matanya dan menidurkan kembali tenten ketanah.

"Baiklah ayo kita cari naruto-kun!" ujar hinata dan hanabi pun mengangguk lalu pergi meninggalkan jasad wanita berambut panda tersebut untuk mencari naruto.

NARUTO POV.

Aku hanya berbaring diruang rumah sakit karena luka yang ku alami ini.

"Naruto-kun aku akan segera kembali, beristirahatlah" ujar shizune.

"Arigatou shizune-san" jawab ku.

Asisten kepala sekolah itu pun pergi dari ruanganku, aku pun segera duduk untuk merileksasikan tubuh ku terlebih dahulu.

"It-ta-tatai, lukanya benar-benar parah!" batin ku merasa semua badanku mati rasa setelah menggunakan sublimasi level 3.

"Apa semuanya baik-baik saja ya?" gumamku duduk dirumah sakit merenung memikirkan keadaan sasuke dan yang lainnya.

Tap… Tap… Tap… Trang… langkah kaki seseorang sedang berjalan dilorong rumah sakit dengan bunyi decitan benda tajam yang tergesek oleh lantai rumah sakit. Membuat siapapun yang mendengarnya akan pilu akan suara tersebut, aku yang mengetahui itu pun bersiaga pergi.

Braak… pintu pun dibuka dengan kasar oleh seseorang

"Dimana dia?!" batin seseorang bertubuh besar.

"Hiaaat…" teriak ku bersembunyi dibalik hordeng dan mengarahkan tanganku yang memakai sublimasi level 3 sekali lagi untuk membentuk sebuah pedang tajam dari tanganku yang kuluruskan menjadi 1.

"Lambat!" gumam orang tersebut menendang ku dengan cepat dan melempar pedangnya kearah ku.

Buagh… Plaang… Jleeb. aku pun yang terkena tendangan musuh ditambah dengan luka tusukan pedang membuat tubuh ku terlempar keluar bangunan rumah sakit dengan mudahnya.

Hah… hah… hah… deru nafas dua orang gadis yang berlari mencari pria blonde dilorong-lorong rumah sakit berhasil menemukannya, dan melihat pria itu terlempar dari rumah sakit dengan ketinggian yang cukup tinggi.

"Cotto matee, Onee-sama i-itu!" panggil hanabi memanggil hinata untuk berhenti dan melihat kearah jendela betapa terkejutnya bahwa seseorang yang dia cari sedang terlempar dari lantai 5 gedung rumah sakit Hi.

"Naruto-kun…!" teriak hinata dari kejauhan melihat ku melayang dan terkena tusukan pedang. Dijantung dalam keadaan terjun bebas.

"Dia kuat sekali, dengan kekuatan seperti ini apa aku tidak bisa menang melawan musuh!?" batin ku pasrah dengan tatapan kosong karena sudah tak bisa bertarung kembali akibat luka-luka yang cukup serius.

Bruuk… tubuhku pun terjatuh ketanah yang cukup kasar dan melihat semua teman-temanku yang dibantai habis-habisan oleh kelompok misterius yang melihat ku dengan tatapan kebencian dan akan haus kekuasaan.

"Minna" batinku sedih melihat teman-temanku yang sudah sangat sekarat.

Saut seseroang menghampiri ku, seorang wanita berambut putih dengan mata sayunya.

"Sepertinya sudah selesai, Ehmmzz… aku menunggumu cukup lama tahu fuguki, kushimaru!" ujar sang gadis berambut putih.

"Maafkan atas keterlambatan kami kaguya-sama" ucap kushimaru dan fuguki bersama.

"Sudah lupakan saja hal itu yang terpenting bawa orang itu sekarang!" ujar kaguya menyuruh fuguki membawa tubuhku yang sekarat.

Mereka pun segera akan membawa tubuh ku,… DOR… musuh pun menghindari tembakan seseorang yang melindungiku.

"Siapa kalian?!" ujar fuguki kesal.

Tap… dua orang absolute duo datang dengan blaze yang mereka pegang masing-masing.

"Siapa kalian?" tanya ameyuro ringo dengan kesalnya menghindari tembakan seseorang tersebut.

"Kalian tidak perlu tahu nama kami siapa, cepat kembalikan naruto-kun pada kami!" ujar sang kakak gadis berambut indigo memegang dua pedang dengan posisi bertarung membentuk pertahanan huruf x.

"Aku tak akan memaafkan perbuatan kalian!" lanjut ujar sang adik berambut coklat gelap mengarahkan kedua pistolnya kearah the silver group.

SESEORANG MENYELAMATKAN HIDUPKU, DUA ABSOLUTE DUO TERBAIK MELAWAN THE SILVER GROUP.

SAMPAI JUMPA DICHAPTER DEPAN, JAA...