You know what hurts so much?When someone made you feel special yesterday, but makes you feel like you're nobody today.
.
.
.
.
.
WARNING
gaje,mainstream, OOC,typo bertaburan, DLL , DLDR. EBI berantakan.
#~~~#
Kuroko menggiring trolli belanja dengan perlahan sambil memfokuskan netra biru lautnya ke jajaran rak-rak yang menyediakan berbagai macam kebutuhan. Wajah datar nihil ekspresi nan emosi tampak tenang setenang air danau bening, tanpa beban,tanpa noda..
Bruk
Sebuah jenis makanan berwarna putih lembek akhirnya masuk kedalam trolli sukses menghentikan langkah Kuroko.
"Tofu" Kata orang yang barusan memasukkan benda itu sambil tersenyum namun dibalas delikan dari iris biru.
Wajah Kuroko bolehlah datar, tapi inner membunuh sejak tadi sudah bersemayam dalam benaknya. Ia tidak mengerti kenapa orang ini tidak ada lelahnya? seminggu sudah ultimatum seorang Akashi dibuat, seminggu itu pula Ia diteror oleh keturunan Valak siiblis kecil yang kejam itu datang ditiap langkahnya.
Kuroko Bingung harus bagaimana menghadapi atau setidaknya cari solusi minggat dari kekangan yang dikata acara kejar mengejar maaf dan cinta Akashi yang paten.
Ia akhir-akhir ini berpikir, apa Dia pulang kampung saja ya? kan lumayan Dia bisa rehat dari aktifitas kerja, liburan, bersua manis dengan sanak familynya dan oh, tentu saja bebas dari cobaan setan yang tertam-terkutuk disebelahnya ini.
"Akashi-kun, hentikan!" cegat Kuroko ketika melihat pemuda scarlet itu tengah memasukkan kubis sebanyak 4 buah kedalam keranjangnya.
Akashi hanya tersenyum Jahil menunjukan deretan seringai yang slalu sukses membuat Kuroko ingin membenturkan kepalanya. Dan tanpa tedeng alih-alih menghiraukan begitu saja Ia hanya mengangkat bahu tak acuh.
"Akashi-kun, kalau Akashi-kun ingin berbelanja, bawalah trolli sendiri"
"Kenapa harus begitu? kan sudah ada punya Tetsuya" Kata Akashi santai sambil memasukan tangannya Ke jas yang Ia pakai.
Bunuh Akashi sekarang juga, Kuroko rela-ridho dunia akhirat sumpah. Tetsuya mencoba mengingat dosa apayang telah begitu patalnya sehingga karma yang ditanggungnya seepik ini?
Akhirnya trolli Kuroko giring kemeja kasir, mengabaikan Akashi yang terus mengekor dan memanggil namanya. Terserah, Kuroko tidak mau ambil pusing anggap aja ini cobaan.
Lain hal dengan Akashi yang sibuk dengan fokusnya yang terpaku pada tingkah si baby blue. Ia tahu Kuroko kesal kepadanya, tapi itu lebih baik dibandingkan dengan Ia terlihat sedih dan terluka saat berinteraksi dengannya, sungguh kesal Kuroko malah menggemaskan bagi Akashi.
"Berapa?" Tanya Kuroko pada kasir yang sedang menghitung belajaan Kuroko. Si kasir menyebutkan digit yen yang menurut pemikiran Kuroko cukup membengkak kali ini. Ya bagaimana tidak membengkak, keranjang nya penuh dengan barang yang bukan miliknya begini?.
Sabar, Sabar, sabarrr...
Ia harus pandai menyabari diri, sungguh setan disebelahnya adalah musuh yang nyata baginya. sabaaarr, orang Sabar milkshakes nya banyak. anggap aja sedekah. Maka dengan pemikiran itu Ia dengan cepat hendak mengeluarkan beberapa lembar uang, tapi sebuah tangan tiba-tiba terjulur didepannya dengan cepat menyarahkan sebuah kartu kehadapan si kasir yang ikut melongo meluhat kartu yang dijulur kehadapan nya.
Black Card...
Damn, Tetsuya tidak tahu harus berekespresi macam apa, kagum kah? atau kesal karena Ia tau maksudnya si iblis merah melakukan itu.
"Tidak usah Akashi-kun, biar Aku saja." Tukasnya menolak.
"Aku saja Tetsuya, kan uang belanja itu urusan suami"
What the hell!
"cepat terima ini," Ujar Akashi lagi pada gadis kasir tersebut. Yang langsung ditanggapi si kasir dengan tergesa.
Kuroko yang masih dalam keadaan syok hanya melongo dengan bibir mungil nya sedikit terbuka. Otaknya blank, Ia sulit mencerna racauan Akashi barusan. Bahkan setelah proses pembayaran selesai dan tangannya digeret keluar Kuroko tetap blank.
Apa-Apaan?
Dengan keras Ia menyentak tangan Akashi ketika mereka berada di parkiran.
"Akashi-kun!"
"Ya Tetsuya?" Sok polos, Kuroko sebal setengah modar, tampaknya ex-kaptennya perlu diberi jitakan super ala Kuroko.
"Apa yang Kau lakukan- katakan tadi!" Raung Tetsuya yang tak lebih sebuah rajukan manja yang menggemaskan.
" Tolong hentikan ini"
"Hentikan apa Tetsuya?" Serta merka perkataan mulus Aku berhasi membuat hati angel Tetsuya tiba-tiba berpikir untuk melenyapkan. Ini tak akan berhasil, pikir Kuroko kemudian.
"Terserah," jeda sesaat "ambil saja itu semua, Aku Mau pulang" Lanjut Kuroko sambil berbalik hendak pulang saja.
"Tetsuya, tunggu!" Sahut Akashi meninggalkan kantong belanjaan tergeletak di bagasi.
"Aku bisa mengantar"
'Abaikan Tetsuya, abaikan, gangguan saiton yang tertamp-kutuk harus diabakan' batinnya berkomat kamit menyabari diri. Pokoknya Kuroko tidak mau terjerat lagi seperti malam lalu yang bikin intan matanya keluar, bikin sesak saja.
Entah mujur sedang jatuh cinta pada Kuroko atau memang kebetulan tiba-tiba netra babyblue nya menangkap sebuah motor matic dan seorang yang Ia kenal tengah melewatinya dan berhenti didepannya.
"Kurokoochii!!" Sapa riang si mentari-Kise- semangat 45. Dalam hati Kuroko bereforia sujud Syukur untuk kedatangan Kise kali ini.
"Kise-kun, ayo pergi" Ajak Tetsuya langsung menduduki jok motor dibelakang Kise.
"Eh?" Kise terpelongo heran. Lho,Lho...
Biasanya Kuroko itu musti dibujuk seribu rayuan manis madu, agar Mau Diajak nebeng, tapi Kali ini si babyblue Naik tanpa tedeng alih-alih ada tawaran dari mulutnya, jelas saja Ia terpelongo.
Tapi tampaknya keheranannya terjawab ketika Ia melihat seseorang yang sedang berjalan tergesa menuju kearah mereka dengan aura mematikan.
"Kise-kun ayoo!" Kuroko menepuk pundak Kise." Eh, tapi.." Kise gelagapan.
"Tetsuya!"
"Ayo Kise-kun," desak Kuroko ketika Akashi semakin mendekat kearah mereka.
"Ayoo!!" Sentak Kuroko lagi membuat Kise terkaget seketika dan menggaspol motornya secepat awan milik Goku- sibocah Ajaib di fandom sebelah- dan meninggalkan Akashi yang tampak murka.
Kuroko menengok sesaat, jarak antara dirinya dan Akashi sudah terbentang jauh dan itu sedikit membuatnya lega, ya setidaknya...
"A,Anoo, Kuroko-chii..." Gumam Kise setelah memelankan laju motornya.
"Kalau Kise-kun ingin bertanya kenapa Kami bisa bersama, kurasa Kise-kun tau tenyang ultimatum agresi minggu lalu" Datar, Kuroko mengucapkannya dengan Nada andalannya namun sarat akan keenggana di interview lebih Lanjut.
"O-Owh... souka.." Kise sih kemal* sebenarnya cuman dilihat dari jiwa introvert Kuroko saat ini, tampaknya kemalnya musti fi pendam dalam-dalam.
Perjalanan mereka dihiasi bising kendaraan sekitar saja, sedang vokal mereka tersimpa rapat. perjalanan yang damai tentram dan...
ckitt, Kise menghentikan motornya secara mendadak membuat jidat Kuroko terbentur kebahu lebar Kise.
"Kise-kun!? protes Kuroko" apa-Apaan!"
"oh gomennasai Kuroko-chii, aduhh, didepan ada rajia kendaraan..." Gusar Kise membuat Kuroko sedikit menengok kearah depan yang tampak dua orang polisi yang memeriksa kelengkapan berkendara.
"lantas? apa Masalahnya? Kau tidak punya SIM? atau Stnk?"
"bukan, tapi lihat... Agresi sekarang menujuku.." rengeke kecil Kise membuat Kuroko mengernyit Tak mengerti, lalu kembali menatap kedepan kembali. Netranya membulat lalu, kembali menatap Kise yang sudah berekspresi frustasi.
tbc
.
Author note.
vocab gahool
kemal =kepo maksimal.
and..
ano... adayang mo bunuh Saya?
gomeeennnnn lamaa sekalii, ini karena setelah ngampus aktiv lagi, Saya stuck ide..
dan Thank you so much for all good reviews, sorry I can't say thanks one by one...
Intinya Saya sangaaaatt berterimakasih atas segala apresiasinya.
its made me felt woww!!
Okeeeyyy
reviews please...
